Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
rahmat dan karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik
dan benar, serta selesai tepat pada waktunya.
Makalah ini berjudul KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN PENGELOLAANYA. Makalah ini
diajukan untuk memenuhi tugas diskusi mata kuliah Ekonomi Koperasi . Di samping
itu penyusun juga berharap makalah ini dapat memberikan manfaat yang besar
bagi kita semua.
Dengan selesainya makalah ini kami mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini
dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf
apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon
kritik dan saran yang dapat membangun penyempurnaan makalah ini.

BAB I
PENDAHULUAN
A.

LATAR BELAKANG

Koperasi sebagai lembaga di mana orang-orang yang memiliki kepentingan relatif


homogen, berhimpun untuk meningkatkan kesejahteraannya. Dalam pelaksanaan
kegiatannya, koperasi dilandasi oleh nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang
mencirikannya sebagai lembaga ekonomi yang sarat dengan nilai etika bisnis. Nilainilai yang terkandung dalam koperasi, seperti menolong diri sendiri (self help),
percaya pada diri sendiri (self reliance), dan kebersamaan (cooperation) akan
melahirkan efek sinergis. Efek ini akan menjadi suatu kekuatan yang sangat ampuh
bagi koperasi untuk mampu bersaing dengan para pelaku ekonomi lainnya.
Konsepsi demikian mendudukkan koperasi sebagai badan usah yang cukup
strategis bagi anggotanya dalam mencapai tujuan-tujuan ekonomis yang pada
gilirannya berdampak pada masyarakat secara luas. Pada era Orde Baru (Orba),
pembangunan koperasi sangat signifikan. Diwarnai oleh kesuksesan gerakan para
petani di pedesaan yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD).
Koperasi tampil sebagai lokomotif perekonomian desa, antara lain dalam
penyaluran sarana produksi pertanian (saprotan), prosesing hasil pertanian hingga
kegiatan pemasaran ke Bulog dan pasaran umum. Selain itu, koperasi juga telah
mulai aktif dalam bidang usaha peternakan, perikanan, jasa distribusi/konsumen,
dan simpan pinjam/perkreditan. Kegiatan koperasi tersebut sudah diterima
keberadaannya oleh masyarakat sebagai gerakan ekonomi rakyat dalam
mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur. Berdasarkan fenomena
yang terjadi selama ini, sudah banyak jumlah koperasi yang berdiri utamanya di

pedesaan. Misalnya, KUD dan Kopersi Simpan Pinjam (KSP) yang mampu
memposisikan diri sebagai lembaga dalam program pengadaan pangan nasional
serta pengelolaan dan penyaluran keuangan kepada masyarakat. Pendirian koperasi
di desa umumnya disambut baik oleh warga dengan harapan dapat meningkatkan
perekonomian desa. Menurut data statistik perkoprasian 20071 menunjukkan
bahwa tahun 2006 jumlah koperasi mencapai 141.326 unit meningkat sebesar
4,71% dari tahun 2005 sejumlah 134.963 unit (www.depkop.go.id). Kondisi ini
menggambarkan keberadaan koperasi setidaknya diharapkan mampu
menumbuhkan posisi tawar (bergaining position) rakyat terhadap pasar.
B.

RUMUSAN MASALAH

Dengan memperhatikan pendahuluan tersebut, agar dalam penulisan ini penulis


memperoleh hasil yang diinginkan, maka penulis mengemukakan beberapa
rumusan masalah.Adapun rumusan masalah yang akan dibahas di makalah ini
adalah sebagai berikut :
1.
C.

Bagaimana koperasi simpan pinjam dikelola?


TUJUAN MAKALAH

Dengan memperhatikan rumusan masalah tersebut, maka penulis mengemukakan


beberapa tujuan masalah. Adapun tujuan masalah dari makalah ini adalah sebagai
berikut :
1.

Untuk mengetahui koperasi simpan pinjam dikelola.

BAB II
LANDASAN TEORI
1.

Teori Koperasi

A. Pengertian Koperasi
Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang
demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip
gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
B. Prinsip Koperasi
Prinsip-prinsip koperasi (cooperative principles) adalah ketentuan-ketentuan pokok
yang berlaku dalam koperasi dan dijadikan sebagai pedoman kerja koperasi. Lebih
jauh, prinsip-prinsip tersebut merupakan "rules of the game" dalam kehidupan
koperasi. Pada dasarnya, prinsip-prinsip koperasi sekaligus merupakan jati diri atau

ciri khas koperasi tersebut. Adanya prinsip koperasi ini menjadikan watak koperasi
sebagai badan usaha berbeda dengan badan usaha lain.
Prinsip-prinsip koperasi menurut UU No. 25 tahun 1992 dan yang berlaku saat ini di
Indonesia adalah sebagai berikut :
a.
Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. Prinsip ini mengandung
pengertian bahwa,seseorang tidak boleh dipaksa untuk menjadi anggota koperasi,
namun harus berdasar atas kesadaran sendiri. Setiap orang yang akan menjadi
anggota harus menyadari bahwa, koperasi akan dapat membantu meningkatkan
kesejahteraan sosial ekonominya. Dengan keyakinan tersebut, maka partisipasi
aktif setiap anggota terhadap organisasi dan usaha koperasi akan timbul.
b.
Pengelolaan dilakukan secara demokrasi. Prinsip pengelolaan secara
demokratis didasarkan pada kesamaan hak suara bagi setiap anggota dalam
pengelolaan koperasi. Pemilihan para pengelola koperasi dilaksanakan pada saat
rapat anggota. Para pengelola koperasi berasal dari para anggota koperasi itu
sendiri.
c.
Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sesuai dengan
besarnya jasa usaha masing-masing anggota. Setiap anggota yang memberikan
partisipasi aktif dalam usaha koperasi akan mendapat bagian sisa hasil usaha yang
lebih besar dari pada anggota yang pasif. Anggota yang menggunakan jasa koperasi
akan membayar nilai jasa tersebut terhadap koperasi, dan nilai jasa yang diperoleh
dari anggota tersebut akan diperhitungkan pada saat pembagian SHU.
d.
Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal. Anggota adalah pemilik
koperasi, sekaligus sebagai pemodal dan pelanggan. Simpanan yang disetorkan
oleh anggota kepada koperasi akan digunakan koperasi untuk melayani anggota,
termasuk dirinya sendiri. Apabila anggota menuntut pemberian tingkat suku bunga
yang tinggi atas modal yang ditanamkan pada koperasi, maka hal tersebut berarti
akan membebani dirinya sendiri, karena bunga modal tersebut akan menjadi bagian
dari biaya pelayanan koperasi terhadapnya. Dengan demikian, tujuan berkoperasi
untuk meningkatkan efisiensi dalam mencapai kepentingan ekonomi bersama tidak
akan tercapai. Modal dalam koperasi pada dasarnya digunakan untuk melayani
anggota dan masyarakat sekitarnya, dengan mengutamakan pelayanan bagi
anggota. Dari pelayanan itu, diharapkan bahwa koperasi mendapatkan nilai lebih
dari selisih antara biaya pelayanan dan pendapatan.
e.
Kemandirian. Kemandirian pada koperasi dimaksudkan bahwa koperasi
harus mampu berdiri sendiri dalam hal pengambilan keputusan usaha dan
organisasi. Dalam kemandirian terkandung pula pengertian kebebasan yang
bertanggungjawab, otonomi, swadaya, dan keberanian mempertanggungjawabkan
segala tindakan/perbuatan sendiri dalam pengelolaan usaha dan organisasi. Agar
koperasi dapat mandiri, peran serta anggota sebagai pemilik dan pengguna jasa
sangat menentukan. Bila setiap anggota konsekuen dengan keanggotaannya dalam

arti melakukan segala aktivitas ekonominya melalui koperasi dan koperasi mampu
menyediakannya, maka prinsip kemandirian ini akan tercapai.
f.
Pendidikan perkoperasian. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia
Koperasi (SDMK) adalah sangat vital dalam memajukan koperasinya. Hanya dengan
kualitas SDMK yang baiklah, maka cita-cita atau tujuan koperasi dapat diwujudkan.
Nampaknya UU No. 25/1992 mengantisipasi dampak dari globalisasi ekonomi di
mana SDMK menjadi penentu utama berhasil tidaknya koperasi melaksanakan
fungsi dan tugasnya.
g.
Kerja sama antar koperasi. Kerja sama antarkoperasi dapat dilakukan di
tingkat lokal, nasional, dan internasional. Prinsip ini sebenarnya lebih bersifat
"strategi" dalam bisnis. Dalam teori bisnis ada dikenal "Synergy Strategy" yang
salah satu aplikasinya adalah kerja sama antar dua organisasi atau perusahaan.
C. Bentuk dan Jenis Koperasi
a.

Jenis Koperasi menurut fungsinya

A) Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang


menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk
memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Di sini anggota berperan
sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi koperasinya.
B) Koperasi penjualan/pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi
distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan
konsumen. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa
kepada koperasinya.
C) Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana
anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota
berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi.
D) Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang
dibutuhkan oleh anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan
sebagainya. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa
koperasi.
Apabila koperasi menyelenggarakan satu fungsi disebut koperasi tunggal usaha
(single purpose cooperative), sedangkan koperasi yang menyelenggarakan lebih
dari satu fungsi disebut koperasi serba usaha (multi purpose cooperative).
b.

Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja

a) Koperasi Primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak
20 orang perseorangan.

b) Koperasi Sekunder Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan


koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan
koperasi primer. Koperasi sekunder dapat dibagi menjadi :
1) koperasi pusat adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi
primer.
2) gabungan koperasi adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat.
3) induk koperasi adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan
koperasi.
c.

Jenis Koperasi menurut status keanggotaannya

a) Koperasi produsen adalah koperasi yang anggotanya para produsen barang/jasa


dan memiliki rumah tangga usaha.
b) Koperasi konsumen adalah koperasi yang anggotanya para konsumen akhir
atau pemakai barang/jasa yang ditawarkan para pemasok di pasar.
Kedudukan anggota di dalam koperasi dapat berada dalam salah satu status atau
keduanya. Dengan demikian pengelompokkan koperasi menurut status anggotanya
berkaitan erat dengan pengelompokan koperasi menurut fungsinya.
D. Keunggulan Koperasi
Kemungkinan koperasi untuk memperoleh keunggulan komparatif
dari perusahaan lain cukup besar mengingat koperasi mempunyai potensi kelebihan
antara lain pada skalaekonomi, aktivitas yang nyata, faktor-faktor precuniary, dan
lain-lain.
E. Kewirausahaan Koperasi
Kewirausahaan koperasi adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara
koperatif, dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian
mengambil risiko dan berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi, dalam
mewujudkan terpenuhinya kebutuhan nyata serta peningkatan kesejahteraan
bersama. Dari definisi tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa kewirausahaan
koperasi merupakan sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif. Tugas
utama wirakop adalah mengambil prakarsa inovatif, artinya berusaha mencari,
menemukan, dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan bersama.
Kewirausahaan dalam koperasi dapat dilakukan oleh
anggota, manajer birokrat yang berperan dalam pembangunan koperasi dan katalis,
yaitu orang yang peduli terhadap pengembangan koperasi.
F. Pengurus Koperasi

Pengurus koperasi dipilih dari kalangan dan oleh anggota dalam suatu rapat
anggota. Ada kalanya rapat anggota tersebut tidak berhasil memilih seluruh
anggota Pengurus dari kalangan anggota sendiri. Hal demikian umpamanya terjadi
jika calon-calon yang berasal dari kalangan-kalangan anggota sendiri tidak memiliki
kesanggupan yang diperlukan untuk memimpin koperasi yang bersangkutan,
sedangkan ternyata bahwa yang dapat memenuhi syarat-syarat ialah mereka yang
bukan anggota atau belum anggota koperasi (mungkin sudah turut dilayani oleh
koperasi akan tetapi resminya belum meminta menjadi anggota).
2.

Teori Simpan Pinjam

Pengertian Simpan Pinjam


A. Simpan
Simpan adalah suatu proses perjanjian untuk mengelola asset seseorang dimana
pihak pengelola akan memberikan sejumlah return kepada pemilik asset. Tingkat
return yang diberikan sesuai dengan perjanjian yang telah ditentukan antara pihak
pemberi asset dengan pihak pengelola.
B. Pinjam
Pinjaman adalah suatu perjanjian antara orang yang meminjam dengan
badan/orang yang memberi pinjaman. Adanya perjanjian ini bukan berarti setiap
pengajuan pinjaman pasti dapat diperoleh, tetapi ada persyarat-syaratan yang
harus dipenuhi. Misalnya peminjam harus melengkapi setiap surat pengajuan
maupun pencairan pinjaman. Setelah dokumen-dokumen yang dibutuhkan lengkap
maka badan/orang yang memberi pinjaman akan mensurvei kemampuan peminjam
untuk mengembalikan pinjaman dan jaminan. Jumlah perjanjian adalah jumlah
maksimum yang dapat dipinjam oleh peminjam sesuai dengan yang telah
ditentukan sebelumnya. Peminjam diharuskan membayar bunga atas jumlah uang
yang dipinjam.
3.

Teori Koperasi Simpan Pinjam

A. Pengertian Koerasi Simpan Pinjam


Koperasi Simpan Pinjam adalah didirikan bertujuan untuk memberi kesempatan
kepada anggotanya untuk memperoleh pinjaman dengan mudah dan dengan bunga
ringan. Koperasi simpan pinjam juga berusaha untuk mencegah para anggotanya
agar tidak terlibat dalam jeratan kaum lintah darat pada waktu mereka memerlukan
sejumlah uang, dengan jalan menggiatkan tabungan dan mengatur pemberian
pinjaman uang dengan bunga yang serendah-rendahnya, Koperasi simpan pinjam
menghimpun dana dari para anggotanya yang kemudian menyalurkan kembali
dana tersebut kepada para anggotanya.
B. Tujuan Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi simpan pinjam memiliki tujuan untuk mendidik anggotanya hidup


berhemat dan juga menambah pengetahuan anggotanya terhadap perkoperasian
untuk mencapai tujuannya, koperasi simpan pinjam harus melaksanakan aturan
mengenai peran pengurus, pengawas, manajer dan yang paling penting, rapat
anggota. Pengurus berfungsi sebagai pusat pengambil keputusan tinggi, pemberi
nasehat dan penjaga berkesinambungannya organisasi dan sebagai orang yang
dapat dipercaya. Menurut UU no.25 tahun 1992, pasal 39, pengawas bertugas
melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan
koperasi dan menulis laporan koperasi, dan berwewenang meneliti catatan yang
ada pada koperasi, mendapatkan segala keterangan yang diperlukan dan
seterusnya. Untuk manajer koperasi simpan pinjam juga seperti manajer di
organisasi apapun, harus memiliki ketrampilan eksekutif, kepimpinan, jangkauan
pandangan jauh ke depan dan mememukan kompromi dan pandangan berbeda.
Akan tetapi, untuk mencapai tujuan, rapat anggota harus mempunyai kekuasaan
tertinggi dalam organisasi koperasi. Hal ini ditetapkan dalam pasal 22 sampai pasal
27 UU no.25 tahun 1992.

C. Prinsip utama Koperasi Simpan Pinjam


Koperasi simpan pinjam memiliki tiga 3 prinsip utama
1)

Swadaya

Pengertian Koperasi Swadaya adalah memiliki prinsip bahwa tabungan hanya


diperoleh dari anggotanya.
2)

Setia kawan

Pengertian Koperasi Setia Kawan adalah memiliki prinsip bahwa pinjaman hanya
diberikan kepada anggota.
3)

Pendidikan dan Penyadaran

Pengertian Koperasi Pendidikan dan Penyadaran adalah memiliki prinsip


membangun watak adalah yang utama, jadi hanya yang berwatak baik yang dapat
diberi pinjaman.

BAB III
PEMBAHASAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN PENGELOLAANYA

Koperasi simpan pinjam dikelola dengan cara yang sama dengan koperasi pada
umumnya hanya saja ada beberapa bagian teknis yang berbeda. Konsep dasar
yang digunakan dalam koperasi harus dipahami terlebih fahulu oleh pengurus anda
bisa melihat posting tentang manajemen koperasi untuk mengetahui lebih jauh
tentang konsep dasar pengelolaan koperasi.
MANAJEMEN KOPERASI SIMPAN PINJAM
Secara umum ruang lingkup kegiatan usaha koperasi simpan pinjam adalah
penghimpunan dan penyaluran dana yang berbetuk penyaluran pinjaman terutama
darai dan untuk anggota. Pada perkembanganya memang koperasi simpan pinjam
melayani tidak saja anggota tetapi juga masyarakat luas. Kegiatan dari Sisi pasiva.
Koperasi simpan pinjam dilihat dari aspek pasiva melakukan kegiatan
penghimpunan dana baik dari anggota ataupun masyarakat umum. Bentuk
penghimpunan ini bisa berupa tabungan atau simpanan sedangan dari masyarakat
bisa berbentuk pinjaman modal. Kegiatan usaha dari aspek aktiva merupakan
upaya dari koperasi simpasn pinjam atau ksp serta usp untuk memperoleh laba
dengan cara mengalokasikan dari hasil dari penghimpunan yang disalukan kepada
anggota dalam bentuk pijaman. Lebih jauh jika di kerucupkan maka kegiatan
koperasi simpan pinjma bisa di rinci sebagai berikut.
1)
Koperasi simpan pinjam dituntut mampu melayani penyimpanan dan juga
penarikan dana oleh anggota sesuai dengan ketentuan serta kesepakatan.
2)
Koperasi simpan pinjam juga menyalurkan dana yang terkumpul kepada
anggota yang dimasa datang akan diterima kembali secara bertahap.
Kedua kegiatan diatas harus dikelola sedemikian rupa sehingga penghimpunan dan
penyaluran berjalan seimbang.
Penghimpunan Dana Koperasi Simpan Pinjam
Untuk bisa menjalankan usahanya koperasi simpan pinjam harus melakukan
penghimpunan dana. Dana-dana tersebut bisa uang yang masuk kategori hutang
atau ekuitas atau kekayaan bersih. Jika dilihat jenis sumber dana maka dana yang
berbentuk hutang berasal dari tabungan kemudian simpanan berjangka atau
pinjaman yang diterima koperasi simpan pinjam sedangkan yang bersumber dari
kekayaan bersin diantaranya berasal dari sumber simpanan wajib anggota dan
simpanan sukerela, cadangan umum serta sehu di tahun berjalan. Dari keseluruhan
sumber dana tersebut, sumber dana utama adalah simpanan, sehingga perlu
diberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang simpanan. Menurut PP 9 Tahun
1995 simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh anggota, calon anggota,
koperasi lain dan atau anggotanya kepada KSP/USP dalam bentuk tabungan dan
simpanan koperasi berjangka. Pengertian simpanan sebagaimana dinyatakan dalam
PP tersebut adalah simpanan yang merupakan hutang bagi KSP/USP, sementara itu
terdapat jenis simpanan lain dari anggota yang merupakan kekayaan bersih bagi

KSP/USP, yaitu simpanan pokok dan simpanan wajib (bagi KSP). Pembahasan
mengenai simpanan di bawah ini, meliputi simpanan yang merupakan kekayaan
bersih, yaitu simpanan pokok dan simpanan wajib serta simpanan yang merupakan
hutang, Yaitu tabungan dan simpanan berjangka.
D. Jenis Simpanan Koperasi Simpan Pinjam
1)

Simpanan Pokok (KSP)

Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang sama banyaknya dan atau sama
nilainya yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk
menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil selama yang bersangkutan
menjadi anggota.
2)

Simpanan Wajib (KSP)

Simpanan wajib adalah sejumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama, wajib
dibayar oleh anggota, kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu.
Simpanan wajib tidak dapat diambil selama yang bersangkutan menjadi anggota.
3)

Tabungan Koperasi

Tabungan koperasi adalah simpanan pada koperasi yang penyetorannya dilakukan


berangsur-angsur dan penarikannya hanya dapat dilakukan oleh anggota yang
bersangkutan atau kuasanya dengan menggunakan Buku Tabungan Koperasi, setiap
saat pada hari kerja Koperasi. Faktor-faktor yang harus diperhatikan oleh KSP/USP
agar anggota berminat menyimpan di koperasi antara lain adalah:
a. Keamanan dana, dalam arti dapat ditarik kembali oleh pemiliknya sesuai
dengan perjanjian.
b. Menghasilkan nilai tambah dalam bentuk bunga simpanan atau insentif lainnya
dan diterima oleh anggota sesuai dengan perjanjian.
c. Bahwa menabung di KSP/USP merupakan wujud dari partisipasi anggota di
dalam kedudukannya sebagai pengguna jasa, dan karena itu anggota merasakan
adanya kedudukan yang lebih istimewa dibandingkan dengan menabung di
tempat lain. Keistimewaan anggota tersebut antara lain misalnya karena menerima
sisa hasil usaha pada akhir tahun buku, ikut serta mengambil keputusan koperasi
dan lain-lain.

Ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan tabungan dapat meliputi :


a)

Penyetoran dan pengambilan dapat dilakukan setiap saat pada hari kerja;

b) Jumlah setoran minimal pertama (saat pembukaan tabungan) dan setoran


minimal selanjutnya;
c)

Jumlah saldo minimal yang harus ada dalam tabungan;

d) Penyetoran dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak harus pemilik tabungan;
e) Pengambilan tabungan hanya dapat dilakukan oleh pemilik tabungan atau yang
diberikan kuasa;
f)

Sebagai imbalan, KSP/USP memberikan bunga tabungan kepada penyimpan;

g) Bunga tabungan dihitung menggunakan metode tertentu misalnya saldo ratarata harian, saldo terkecil atau yang lainnya;
h) Pembayaran bunga dilakukan setiap akhir bulan dengan menambahkannya ke
dalam saldo tabungan;
i)
4)

Penanggung jawab penghitungan bunga adalah bagian pembukuan.


Simpanan Berjangka Koperasi

Simpanan berjangka koperasi adalah simpanan pada koperasi yang penyetorannya


dilakukan satu kali untuk suatu jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian
antara penyimpan dengan koperasi yang bersangkutan dan tidak boleh diambil
sebelum jangka waktu tersebut berakhir. Ketentuan-ketentuan yang berkaitan
dengan simpanan berjangka dapat meliputi:
a. Calon penyimpan pada simpanan berjangka disyaratkan terlebih dulu untuk
menjadi penabung.
b.

Jumlah setoran minimal.

c. Sebagai imbalan, penyimpanan akan mendapatkan bunga sesuai dengan


jangka waktu dari simpanan berjangka tersebut.
d. Pembayaran bunga simpanan berjangka dilakukan setiap akhir bulan dengan
menambahkannya ke dalam saldo tabungan.

BAB IV
PENUTUP
A.

KESIMPULAN

Koperasi Simpan Pinjam didirikan bertujuan untuk memberi kesempatan kepada


anggotanya untuk memperoleh pinjaman dengan mudah dan dengan bunga ringan.

Koperasi simpan pinjam juga berusaha untuk mencegah para anggotanya agar tidak
terlibat dalam jeratan kaum lintah darat pada waktu mereka memerlukan sejumlah
uang, dengan jalan menggiatkan tabungan dan mengatur pemberian pinjaman
uang dengan bunga yang serendah-rendahnya, Koperasi simpan pinjam
menghimpun dana dari para anggotanya yang kemudian menyalurkan kembali
dana tersebut kepada para anggotanya.
B.

SARAN

Sebaiknya kopersai perlu ditingkatkan dan dikembangkan dengan banyak pelatihan


yang diberikan utamanya kepada pengurus koperasi sehingga dapat membuat
kinerja dan dan pelayanan yang diberikan lebih baik dengan demikian akan
semakin banyak msyarakat yang tertarik untuk berkopersai, tentunya hal ini
diperlukan perhatian yang serius dari pemerintah khusunya instansi yang terkait.
Kepada anggota koperasi untuk lebih aktif berpartisipasi dalam koperasi sebagai
usaha yang dikerjakan secara barsama-sama dan untuk kepentingan bersama pula.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.koperasindo.net/2012/12/koperasi-simpan-pinjam-danpengelolaanya.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/simpan-pinjam/
http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi
http://coretan-gue-anak-tkj.blogspot.com/2012/10/pengertian-koperasi-simpanpinjam.html
http://nurulinayahardhye.blogspot.com/2012/05/makalah-koperasi-simpanpinjam.html

Anda mungkin juga menyukai