Anda di halaman 1dari 8

DATA AKUSISI UNTUK MENGUKUR MASSA BENDA

Dalam merancang sistem pengukuran ada beberapa langkah yang perlu


diperhatikan :

1. Variabel yang akan dideteksi : medan magnet


2. Sensor yang akan digunakan : Hall Effect
3. Pengkondisi sinyal : Amplifier dan ADC
A. Pengertian Sensor Hall Effect
Hall Effect Sensor adalah sensor yang dapat merespon intensitas medan magnet
yang terdapat disekitarnya dengan cara mengubah kekuatan medan magnet
menjadi sinyal listrik. Hasil keluaran dari sensor efek hall ini akan menghasilkan
sebuah tegangan yang proporsional dengan kekuatan medan magnet yang
dideteksi oleh sensor efek hall. Salah satu sensor hall effect adalah sensor UGN3503U.

Sensor ini akan menghasilkan tegangan yang proporsional dengan kekuatan medan magnet yang
dideteksi oleh sensor ini. Selain itu komponen ini dipilih karena relatif murah, mudah digunakan
dan mempunyai performa yang cukup baik. Sensor UGN3503 ini mempunyai 3 pin antara lain :
Pin 1 : VCC, pin tegangan suplai
Pin 2 : GND, pin ground
Pin 3 : Vout, pin tegangan output.

Gambar 1. Pinout Hall Effect Sensor UGN3503U


Di dalam sensor ini sudah dibangun sebuah penguat yang memperkuat sinyal dari
rangkaian sensor dan menghasilkan tegangan output ditengah-tengah tegangan suplai.
Pada sensor ini jika mendapat pengaruh medan magnet dengan polaritas kutub utara
maka akan menghasilkan pengurangan pada tegangan output sebaliknya jika terdapat
pengaruh medan magnet dengan polaritas kutub selatan maka akan menghasilkan
peningkatan tegangan pada outputnya. Sensor ini dapat merespon perubahan kekuatan
medan magnet, dari kekuatan medan magnet yang statis maupun kekuatan medan magnet
yang berubah-ubah dengan frekuensi sampai 20KHz. Sensor hall effect UGN3503 ini
mempunyai suplai tegangan yang cukup lebar yaitu mulai 4.5V sampai 6V dengan
kepekaan perubahan kekuatan medan magnet sampai frekuensi 23KHz.
Prinsip Kerja Hall Effect Sensor

Gambar 2 a.Tanpa Pengaruh Dari Medan Magnet


Medan Magnet

Gambar 2 b.Dipengaruhi

Sensor hall effect ini terdiri dari sebuah lapisan silikon dan dua buah elektroda pada masingmasing sisi silikon. Hal ini akan menghasilkan perbedaan tegangan pada outputnya ketika
lapisan silikon ini dialiri oleh arus listrik. Tanpa adanya pengaruh dari medan magnet maka arus
yang mengalir pada silikon tersebut akan tepat ditengah-tengah silikon dan menghasilkan
tegangan yang sama antara elektrode sebelah kiri dan elektrode sebelah kanan sehingga
menghasilkan tegangan beda tegangan 0 volt pada outputnya. Ketika terdapat medan magnet
mempengaruhi sensor ini maka arus yang mengalir akan berbelok mendekati/menjauhi sisi yang
dipengaruhi oleh medan magnet. Hal ini menghasilkan beda potensial diantara kedua elektroda
dari hall effect sensor, dimana beda potensial tersebut sebanding dengan kuat medan magnet
yang diterima oleh hall effect sensor ini. Ketika arus yang melalui lapisan silikon tersebut
mendekati sisi silikon sebelah kiri maka terjadi ketidak seimbangan tegagan output dan hal ini
akan menghasilkan sebuah beda tegangan di outputnya. Semakin besar kekuatan medan magnet
yang mempengaruhi sensor ini akan menyebabkan pembelokan arus di dalam lapisan silikon ini
akan semakin besar dan semakin besar pula ketidakseimbangan tegangan antara kedua sisi
lapisan silikon pada sensor. Semakin besar ketidakseimbangan tegangan ini akan menghasilkan
beda tegangan yang semakin besar pada output sensor ini.
Arah pembelokan arah arus pada lapisan silikon ini dapat digunakan untuk mengetahui polaritas
kutub medanhall effect sensor ini. Sensor hall effect ini dapat bekerja jika hanya salah satu sisi
yang dipengaruhi oleh medan magnet. Jika kedua sisi silikon dipengaruhi oleh medan magnet
maka arah arus tidak akan dipengaruhi oleh medan magnet itu. Oleh sebab itu jika kedua sisi

silikon dipengaruhi oleh medan magnet yang mempengaruhi magnet maka tegangan outputnya
tidak akan berubah

B. Pemrosesan Sinyal

Contoh pengaplikasian sensor Hall Effect adalah dalam pengukuran massa benda. Dalam
mengaplikasikan sensor sebagai pengukur massa, maka variabel yang menjadi subyek
adalah massa. Perancangan dan realisasi rangkaian pendukung sistem meliputi desain
perangkat mekanik, rangkaian sensor efek Hall, rangkaian penguat selisih, rangkaian
pengubah analog ke digital (ADC), sistem minimum mikrokontroler dan rangkaian
penampil seven segment. Perancangan sistem tersebut ditunjukkan gambar 5. Kuat
medan magnet yang mengenai sensor, nilainya akan bergantung pada jarak antara sumber
magnet dengan sensor Efek Hall. Besaran kuat medan magnet ini akan dirubah menjadi
besaran listrik oleh sensor Efek Hall berupa tegangan keluaran (Vs). Apabila diberikan
beban (massa) maka jarak sensor akan mendekati sumber magnet, jarak semakin kecil
sehingga B makin besar, oleh karena itu Vs yang dihasilkan sensor akan semakin besar
begitu juga sebaliknya. Besarnya Vout sebanding dengan massa suatu benda. Karena
perbedaan tegangan yang dihasilkan sensor sangat kecil maka diperlukan penguat untuk
menguatkannya. Kemudian, hasil penguatan berupa sinyal analog akan dikonversi oleh
ADC (Analog to Digital Converter) dalam format data digital 8 bit. Data hasil konversi
akan dimasukkan secara paralel ke mikrokontroler yang selanjutnya oleh mikrokontroler
data tersebut akan dibandingkan dengan massa benda yang telah diketahui. Nilai massa
benda kemudian ditampilkan di rangkaian penampil seven segment

Contoh kasus : Sebuah sensor Hall Effect UGN3503 digunakan untuk mengukur
massa benda dengan induksi medan magnet sebesar 2 gauss-100 gauss dengan tegangan 0,75-1,75
V. Diperlukan tegangan scale output 0V 5V. Dengan menggunakan pengkondisi sinyal lalu

dihubungkan dengan ADC 0804, berapakah bit yang dihasilkan ADC 0804 untuk dapat di proses
pada mikrokontroller dan kemudian ditampilkan pada seven segment ?

Penyelesaian Kasus:
Tegangan output sensor dihubungan dengan Rangkaian differential Amplifier dengan tegangan
Vreff : 0,75 V

Jikategangan V2 = 0,75V maka :

Vout =

R2
10k
(V2-V1)
=
R1
10 k (0,75-0,75) = 0V

Jikategangan V2 = 1,75 V maka :

R2
10k
Vout = R1 (V2-V1) = 10k (1,75-0,75) = 1V
Tegangan ini lalu dikuatkan dengan penguat non-inverting

Dik : Scale Output = 0V 5V


Range Output = 0V 1V

Gain =

Scale Output
0V - 5 V
- 5V
=
=
Range Output
0V 1 V
- 1V

= 5 kali

Dengan rumus Penguat Inverting :


Vout = (1 +

Rf
R1

) * Vin

Jika Vin = 0V
Vout = (1 +

12 K
3K

)*0V

12 K
3K

)*1V

Vout = 0V

Jika Vin = 1 V
Vout = (1 +
Vout = 5 V
Jadi tegangan output dari penguat op-amp adalah 0 5 V
Selanjutnya tegangan analog diubah ke format digital dengan menggunakan ADC 0804 8 bit.

Kita akan melakukan konversi dengan menggunakan ADC jenis SAR 8


bit. Pengubah tegangan analog ke tegangan digital berfungsi untuk
mengubah harga tegangan sinyal yang telah dicuplik (tegangan
analog) kedalam kode-kode biner (besaran digital). Pada alat ini
digunakan komponen ADC 0804. IC ADC 0804 adalah sebuah CMOS 8
bit yang bekerja dibawah 100s dan menggunakan metode successive
approximation untuk pengkonversinya. IC ADC jenis ini menawarkan
beberapa keuntungan antara lain kecepatan yang tinggi dan konsumsi
daya rendah . ADC0804 mempunyai lebar data 8-bit maka format data
maksimal adalah 256 (0FFH). ADC0804 mempunyai tegangan referensi
pada pin 9, tegangan tersebut sebagai acuan dalam konversi bit/volt.
Bila diketahui Vin masukan ADC sebesar 4,8 V dan Vreff ADC
sebasar 5 Volt dengan lebar data 256 bit. Maka kode binary nya adalah
:
Step 1

Set b1 =1 , Vx = 5 x

128
256

=2,5 V

Vin > Vx , b1 tidak direset , masih 1 (MSB) 10000000

Step 2
64
256

Set b2 =1 , Vx = 2,5 x

=0,625 V

Vin > Vx , b2 tidak direset masih 1 11000000


Step 3
32
Set b3 =1 , Vx = 0,625 x 256 =0,07 V
Vin > Vx , b3 tidak direset masih 1 11100000
Step 4
16
256

Set b4=1, Vx = 0,07 x

=4,375 mV

Vin > Vx , b4 tidak direset masih 1 11110000


Step 5
8
Set b5=1, Vx = 4,375mV x 256 =0,13mV
Vin > Vx , b5 tidak direset masih 1 11111000
Step 6
4
Set b6=1, Vx = 0,13mV x 256 = 2 uV
Vin > Vx , b6 tidak direset masih 1 11111100
Step 7
Set b7=1, Vx = 2uVx

2
256

=0,015uV

Vin > Vx , b7 tidak direset masih 1 11111110


Step 8
Set b8=1, Vx = 0,015 x

1
256

=0,06nV

Vin > Vx , b8tidak direset masih 1 11111111


Maka binary kode nya adalah 11111111 (0FFH)

Setelah mendapatkan sinyal-sinyal digital selanjutnya akan ditransfer ke


mikrokontroller untuk ditampilkan ke seven segment.