Anda di halaman 1dari 9

RINGKASAN MATERI KULIAH

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


PERTEMUAN KE-9

Proses Bisnis Produksi

Oleh : Kelompok 1
Made Ayu Pratiwi Utami

(1315351052) (14)

Dewa Ayu Anggi Pramiswari

(1315351053) (15)

Indah Putri Ambari

(1315351077) (20)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
JURUSAN AKUNTANSI
2015

PROSES BISNIS PRODUKSI

Pengendalian Siklus Transaksi pada Proses Bisnis Produksi


Pengendalian produksi, pengendalian persediaan, akuntansi biaya, dan akuntansi
kekayaan merupakan fungsi yang ada dalam proses bisnis produksi oada perusahaan
pemanufakturan. Pada perusahaan nonpemanufakturan, beberapa (jika ada) aktivitas produksi
merupakan fungsi yang terpisah. Oleh karena itu, prinsip pengendalian produksi relevan untuk
banyak organisasi.
Pengendalian Produksi
Sistem akutansi biaya berfokus pada pengelolaan persediaan pemanufakturan: bahan
baku, bahanbaku dalam proses , dan barang jadi. Job costing merupakan prosedur yang harga
perolehan didistribusikan ke job khusus atau pesanan produksi. Pada proses costing harga
perolehan di kompilasikan dalam proses atau rekening departemen secara periodik. Proses
costing digunakan jika tidak memungkinkan untuk mengidentifikasi pekerjaan atau lot produksi
sebelumnya.
File dan Laporan
Daftar material berisi daftar semua bahan yang diperlukan dan deskripsinya dalam
pesanan subperakitan. Dafar operasi mirip dengan daftar material, yang berisi operasi tenaga
kerja rinci, urutan pengerjaan dan kebutuhan mesin yang berkaitan dengan pengerjaan tersebut.
Dalam sistem biaya standar, biaya material standar dan biaya tenaga kerja dimasukkan dalam
daftar material dan daftar operasi.
Arus Transaksi
Pesanan produksi di jalankan sesuai dengan otorisasi untuk departemen produksi untuk
membuat produk. Permintaan material di terbitkan untuk setiap pesanan produksi untuk
mengotorisasi departemen persediaan untuk mengeluarkan material ke departemen produksi.
Operasi tenaga kerja dicatat pada kartu pencatat waktu kerja. Kartu ini diposting ke pesanan
produksi dan dilanjutkan ke departemen akuntansi biaya. Laporan status produksi merinci
pekerjaan yang telah selesai pada pesanan produksi individual yang telah dipindahkan melalui
proses produksi. Laporan ini digunakan untuk memonitor status pesanan produksi yang belum
selesai dan jika diperlukan dapat dilakukan revisi pada jadwal departemen produksi.
Akuntansi Biaya

Departemen akutansi biaya bertanggung jawab untuk mengelola file pencatatan biaya
barang dalam proses. Catatan baru di tambahkan pada file ini ketika menerima pemesanan
produksi yang baru, yang dimulai oleh pengendalian produksi. Setelah pesanan produksi selesai
dan barang sudah ditransfer ke persediaan, beberapa dokumen diperbarui. Pencatatan persediaan
barang jadi diperbarui untuk menunjukkan ketersediaan produk. Efisiensi pengendalian produksi
memerlukan pembandingan antara produksi sesungguhnya dengan penjadwalan produksi dan
analisis perbedaan.

Pengendalian Persediaan
Pengendalian persediaan diwujudkan melalui beberapa pencatatan persediaan dan
laporan yang berisi informasi seperti penggunaan persediaan, saldo persediaan, dan level
maksimum dan minimum dari persediaan. Titik pemesanan ulang (reorder point) merupakan
level persediaan yang digunakan sebagai pertimbangan untuk memesan atau memproduksi item
tambahan untuk menghindari kondisi tidak memiliki persediaan. Keputusan penting yang dibuat
adalah ukuran jumlah dari setiap pesanan pembelian yang disebut Economic Order Quantity
( EOQ ).

Produksi Just-in-Time ( JIT )


Produksi just-in-Time merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan sitem
produksi yang komponen diproduksi hanya ketika diperlukan dalam suatu proses operasi.
Investasi total perusahaan pada persediaan juga menjadi berkurang. Biaya seperti
penanganan dan penyimpanan bahan, keusangan, luas tempat penyimpanan, dan beban keuangan
pada biaya persediaan total dapat dikurangi, bahkan signifikan. Keuntungan yang lain termasuk
biaya tenaga kerja operasi yang turun, diskon kuantitas dari pemasok yang akan menerima
kontrak jangka panjang, dan meningkatnya penekanan pada kualitas produksi dan pengurangan
pada biaya sisa bahan.

Aplikasi Akuntansi Kekayaan

Aplikasi akuntansi kekayaan menyangkut aktiva tetap organisasi dan investasi. Elemen
penting dari pengendalian internal yang efektif adalah pemrosesan yang akurat dan tepat waktu
dari informasi yang berhubungan dengan aktiva tetap dan investasi.
Aktiva tetap
Ada 4 tujuan dari aplikasi aktiva tetap dan investasi:
1. Untuk mengelola pencatatan yang benar yang mengidentifikasi aset dengan deskripsi,
biaya dan lokasi fisik, 2. Untuk depresiasi yang benar dan atau perhitungan amortisasi
untuk tujuan buku dan pajak, 3. Untuk evaluasi ulang asuransi dan tujuan biaya
penggantian, 4. Menyediakan laporan bagi pihak manajemen untuk merencanakan dan
mengendalikan item aset individual.
Register aktiva tetap merupakan daftar sistematik dari aktiva tetap organisasi. Bagian
yang terpisah digunakan untuk memisahkan setiap kategori utama dari aset. Sebagai contoh,
suatu organisasi harus memisahkan rekening untuk gedung, mebel dan peralatan, dan kendaraan.
Fungsi register aktiva tetap adalah sebagai buku pembantu yang berkaitan dengan rekening buku
besar pengendali.
Investasi
Seperti aktiva tetap, investasi juga memerlukan pencatatan terpisah, khususnya register
investasi yang digunakan sebagai pengendalian akuntansi. Register investasi berisi semua
informasi yang relevan, seperti nomor sertifikat dan nilai buku sekuritas untuk memudahkan
identifikasi dan pengendalian. Pengendalian umum yang biasanya dilakukan untuk penanganan
fisik sekuritas investasi dilakukan oleh 2 orang; satu orang mengamankan kotak deposit dan
yang lainnya memasukkan deposit.

Sistem Pemanufakturan Respons-Cepat


Sistem pemanufakturan terintegrasi-komputer (CIM) mengintegrasikan sistem pemanufakturan
fisik dan sistem perencanaan sumber daya pemanufakturan ( MRP II ). Sistem pemanufakturan
respon-cepat adalah sistem CIM yang pemanufakturan fisik dan MRP II terintegrasi dengan
teknologi yang lebih maju. Teknologi integrasi tingkat lanjut meliputi electronic data interchange
( EDI ), identifikasi otomatis, dan proses terdistribusi.

Komponen Sistem Pemanufakturan Respon-Cepat

Sistem Pemanufakturan Fisik


Ada dua subsistem yang secara langsung mendukung sistem pemanufakturan fisik, yaitu
computer aided design and drafting (CADD) dan sistem computer-aided manufacturing (CAM)
Computer-Aided Design and Drafting ( CADD )
CADD menggunakan perangkat lunak komputer untuk melakukan fungsi rekayasa dan
diharapkan dapat meningkatkan produktivitas design engineer. Sistem CADD juga
memungkinkan otomatisisasi terhadap tugas-tugas desain repetitif sehingga produktivitas
meningkat dan akurat. CADD stations terdiri dari sebuah monitor dengan kemampuan grafis,
light pen atau mouse untuk menempatkan garis atau detail lainnya pada layar, dan sebuah plotter
atau printer untuk mencetak.
Sistem CADD memberikan beberapa tipe fungsi dukungan yang berbeda. Solid
modelling adalah gambaran matematika dari bagian objek solid dalam memori komputer.
Berbagai bagian/komponen model dapat digunakan untuk memprediksi produk akhir, seperti
berat, stabilitas, atau model kelembaman. Analisis elemen hingga adalah metode matematika
yang digunakan untuk menentukan karakteristik mekanik, seperti tegangan dari struktur di
bawah beban.
Pemanufakturan dengan Bantuan Komputer ( CAM )
Sistem CAM meliputi perangkat lunak untuk mendefinisikan proses pemanufakturan, alat untuk
memperbaiki produktivitas proses, sistem pendukung pengambilan keputusan untuk membantu
pengendalian proses shop-floor seperti robotik, programmable logic controller (PLC) dan
machine vision system. Alat-alat ini lebih dikenal dengan sebutan peranti cerdas (intelligent
tools). Robot industri adalah alat yang dirancang untuk memindahkan material, suku cadang, alat
atau alat khusus dengan menggunakan variabel gerakan yang diprogram untuk berbagai macam
tugas yang dilakukan.
Banyak CAM menggunakan pengendalian proses statistik. Pengendalian proses statistik
digunakan untuk menentukan apakah proses pemanufakturan masih dalam pengendalian.
Beberapa sistem CAM, disebut sistem pemanufakturan fleksibel (FMS), digabungkan dengan
proses produksi yang dapat diprogram yang dapat dikonfigurasi secara cepat untuk menghasilkan
tipe produk yang berbeda.

Sistem Perencanaan Sumber Daya Pemanufakturan (MRP II)


Sistem Perencanaan Sumber Daya Pemanufakturan (MRP II) terdiri dari sistem perencanaan
kebutuhan bahan baku (MRP) dan sistem berkaitan dengan penjualan, penagihan, dan pembelian.
Sistem MRP merupakan sistem yang utama dari sistem MRP II.
Sistem MRP menggunakan kemampuan komputasi dari komputer untuk memproses
sejumlah besar data yang diperlukan untuk perencanaan dan penjadwalan kebutuhan penggunaan
bahan baku. Sistem MRP mengintegrasikan empat subsistem: perencanaan produksi,
penjadwalan produksi, akuntansi biaya, dan pelaporan.
Teknologi Integrasi Tingkat Lanjut
Fleksibillitas dan kecepatan respon sistem pemanufakturan sangat tergantung pada tingkat
integrasi komponen-komponen yang terkait. Identifikasi otomatis meningkatkan integrasi karena
produk dan material yang diberi tagging/tanda elektroni secara efektif membuat mereka dapat
dibaca oleh mesin dan karena itu menjadi bagian fisik dari sistem informasi organisasi yang
berbasis komputer.
Identifikasi otomatis
Identifikasi otomatis terhadap berbagai aktifitas produksi merupakan hal yang penting untuk
otomatisasi pabrik; jadi mesin yang dapat membaca barcode dan teknologi scanner merupakan
elemen yang sangat diperlukan. Barcode yang biasanya digunakan pada barang-barang pabrik,
memungkinkan komputer atau robot untuk mengidentifikasi bahan baku, informasi proses, dan
memulai prosedur apapun yang diperlukan.
Perusahaan pemanufakturan dapat memperoleh keuntungan dengan menggunakan
sistem barcode UPC (Uniform Product Code) standar. Pengkodean UPC merupakan pengkodean
berbasis pemasok yang dapat diaplikasikan untuk semua titik.

Pemrosesan Transaksi pada Sistem Pemanufakturan Respon-Cepat

Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi meliputi penentuan produk mana yang diproduksi dan penjadwalan
produksi agar penggunaan sumber daya produksi menjadi optimal. Penentuan produk mana yang
diproduksi memerlukan integrasi antara permintaan produk dan kebutuhan produksi dan sumber
daya produksi yang tersedia di perusahaan. Gambar 9.6 menggambarkan arus data yang ada
dalam perencanaan produksi.
Implementasi Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi master diproses untuk status produksi, daftar material, dan file operasi
master. Proses ini menghasilkan file pesanan produksi, permintaan material, dan routing dan juga
memperbarui file status produksi.
File status produksi berisi data akuntansi dan data operasional yang ada dalam status
pesanan produksi. File ini mengintegrasikan data pesanan produksi yang berkaitan dengan tahap
penyelesaian proyek; file status produksi merupakan input utama untuk aplikasi penjadwalan
akuntansi biaya.
Penjadwalan Produksi
Data RTG berisi status produksi yang dikumpulkan pada departemen pabrik sebagai proses kerja.
Data RTG yang diterima dari pabrik digunakan utnuk memperbarui file status produksi. Data
RTG diposting ke record pesanan produksi yang terkait di dalam file status produksi. Output dari
operasi ini meliputi laporan ringkas, file status produksi yang diperbarui, dan file beban produksi
yang berisi kebutuhan produksi yang berkaitan dengan pesanan produksi yang belum selesai.
Akuntansi Biaya
Hal utama dariaplikasi akuntansi biaya adalah memperbarui file status produksi (barang dalam
proses). Data permintaan material dan data RTG merupakan input untuk membuat input untuk
membuat file data produksi. File transaksi ini diproses oleh program aplikasi akuntansi biaya,
bersama dengan file status produksi. Output dari program akuntansi biaya meliputi item sebagai
berikut:
1. File status produksi yang telah diperbarui, 2. File pesanan produksi yang telah selesai, 3.
File penggunaan sumber daya, 4. Laporan ringkas

File status produksi yang telah diperbarui berisi informasi terbaru tentang status semua
pesanan produksi yang belum selesai. Laporan ringkas meliputi batch dan informasi
pengendalian aplikasi, juga data entri-jurnal ringkas dengan debit barang dalam proses untuk
material standar, tenaga kerja, dan biaya overhead; bagian kredit gudang, gaji yang dibebankan,
dan overhead yang dibebankan; dan bagian debit atau kredit rekening perbedaan yang
diperlukan.
Pelaporan
File pesanan produksi yang telah selesai digunakan untuk memperbarui file persediaan barang
jadi, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 9.10. Output proses ini meliputi file persediaan
barang jadi yang telah diperbarui, laporan status persediaan barang jadi, ringkasan biaya pesanan
produksi yang telah selesai, dan laporan ringkas.
Biaya Berbasis-Aktivitas
Teknik akuntansi biaya tradisional tidak mencukupi lagi dalam lingkungan CIM. Tiga
elemen utama dimasukkan dalam biaya produk pemanufakturan, yaitu bahan baku langsung,
tenaga kerja langsung, dan overhead. Selain mencakup bahan baku tidak langsung dan tenaga
kerja tidak langsung,, overhead juga mencakup: sewa pabrik, depresiasi, pemanas, listrik,
asuransi, dll
CIM Mengubah Pola Perilaku-Biaya
Istilah overhead dibebankan ( applied overhead ) menjelaskan teknik akuntansi biaya yang sudah
dikenal dimana beban overhead pada sebuah produk dihitung dengan menggunakan tarif aplikasi
overhead yang telah ditetapkan sebelumnya.
CIM secara signifikan mengubah pola perilaku-biaya perusahaan pemanufakturan
sebagai akibat dari substitusi modal peralatan untuk tenaga kerja langsung. Tenaga kerja
langsung dikurangi, dan digantikan dengan mesin-mesin yang dikendalikan dengan komputer.
Maka, biaya overhead akan meningkat dan biaya tenaga kerja langsung akan menurun.
MRP II versus MRP

Modul daftar material digunakan untuk mengkomunikasikan struktur suatu produk, seperti dalam
MRP. Perluasan pemrosesan daftar material dalam MRP II dapat mencakup pemeliharaan
gambaran rancang produk dari sistem CADD.
Pada MRP, modul file routing menunjukkan urutan operasi yang diperlukan untuk
menghasilkan komponen atau perakitan. Perluasan dari pemrosesan file routing pada MRP II
meliputi informasi yang lebih luas mengenai data kapasitas pusat kerja, data alat pemeliharaan
mesin, dan data pengendalian pemeliharaan mesin numerikal dari sistem CADD.
Implementasi JIT dalam Lingkungan MRP II/CIM
Lingkungan pemanufakturan JIT adalah lingkungan dengan arus kontinu atau terus menerus.
Dalam lingkungan JIT, produk dibuat di bawah konsep pull. Produksi hanya terjadi ketika
diperlukan untuk memenuhi pesanan pelanggan. Sebaiknya, pada lingkungan batch, tidak ada
penjadwalan dalam lingkungan JIT. Pesanan pelanggan pull produk dari lini produksi; sebagai
dampaknya, permintaan akan menyebabkan jadwal produksi. Tipe operasi ini memerlukan setup
secara cepat, produksi berkualitas tinggi, yang secara berkelanjutan mengurangi aktivitas yang
tidak berguna dan memperbaiki arus persediaan.

Pertimbangan Pengendalian Internal Khusus


Sistem informasi respon-cepat, sama seperti sistem komputer yang lain, meningkatkan masalah
pengendalian internal tertentu. Transaksi dapat dilakukan tanpa persetujuan atau intervensi
manusia, yang berarti mengurangi pengendalian konvensional berkaitan dengan pemisahan tugas
dalam transaksi. Oleh karena itu, pertimbangan utama adalah memastikan bahwa pengendalian
atau yang sejenisnya merupakan bagian integral dari sistem pemanufakturan respon-cepat.
Pemrosesan komputer secara umum dan EDI akan mengurangi dokumen kertas yang berorientasi
pada manusia. Akan tetapi, masalah validasi dan keaslian harus dihadapi dalam operasi dengan
menggunakan sistem pemrosesan tanpa kertas, baik dalam sebuah perusahaan (misal, pesanan
produksi elektronik) maupun dalam pertukaran dengan mitra bisnisnya (EDI dan EFT)

Refrensi :
-

Bodnar and Hopwood, 2006, Acounting Information System, Prentice Hall. New Jersey