Anda di halaman 1dari 2

KONSEP DAN PROSEDUR PENGENDALIAN INTERNAL.

Pembuatan dan pemeliharaan sistem pengendalian internal adalah kewajiban


pihak manajemen

yang

penting.

Aspek

mendasarkan

dari

tanggung

jawab

penyediaan informasi pihak manajemen adalah untuk memberikan jaminan yang


wajar bagi pemegang saham bahwa perusahaan dikendalikan dengan baik. Selain
itu, pihak manajemen memiliki tanggung jawab untuk melengkapi pemegang saham
serta calon investor dengan informasi keuangan yang andal secara tepat waktu,
sistem pengendalian internal yang memadai penting bagi pihak manajemen untuk
melakukan kewajiban ini.
Konsep Pengendalian Internal (Internal control system)
Terdiri atas berbagai kebijakan, praktik, dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan untuk
mencapai empat tujuan umumnya:
1. Menjaga aktiva perusahaan.
2. Memastikan akurasi dan keandalan catatan serta informasi akuntansi.
3. Mendorong efisiensi dalam operasional.
4. Mengukur kesesuaian dengan kebijakan serta prosedur yang ditetapkan oleh pihak
manajemen.
Model Pengendalian Internal untuk Pencegahan Pendeteksian Perbaikan:
a. Pengendalian Pencegahan (preventive control)
b. Pengendalian Pemeriksaan (detective control)
c. Pengendalian Perbaikan (corrective control
Komponen Pengendalian Internal.
Pengendalian internal yang dijelaskan dalam SAS 78 terdiri sebagai berikut:
a. Lingkungan pengendalian (control environment) adalah dasar dari empat komponen pengendalian
lainnya.Berbagai elemen penting dari lingkungan pengendalian adalah:
Integritas dan nilai etika manajemen.
Struktur organisasi.
Keterlibatan dewan komisaris dan komite audit, jika ada
Filosofi manajemen dan siklus operassionalnya.
Prosedur untuk mendelegasikan tanggung jawab dan otoritas.

b. Pengawasan (monitoring) adalah proses yang memungkinkan kualitas desain pengendalian


internal serta operasinya berjalan.
c. Aktivitas Pengendalian (control activities) adalah berbagai kebijakan dan prosedur yang
digunakan untuk memastikan bahwa tindakan yang tepat telah diambil untuk mengatasi
risiko perusahaan yang telah diidentifikasi.
Ada enam kategori aktivitas pengendalian fisik:
otorisasi transaksi,
pemisahan fungsi,
supervisi,
pencatatan akuntansi,
pengendalian akses,
verifikasi independen.
Peran Penting Pengendalian Internal
Lima komponen pengendalian internal-lingkungan pengendalian, penilaian risiko, informasi
dan komunikasi, pengawasan, dan aktivitas pengendalian-menyediakan auditor informasi
yang penting mengenai risiko penyalasajian yang penting dalam laporan keuangan dan
penipuan.