Anda di halaman 1dari 24

Nama

: Novitri Malini

NPM

:153112700220012

Fakultas/Jurusan :Teknik dan Sains/Teknik Elektro


Mata kuliah

Universitas
Jakarta

: Olahraga/seni

Nasional
2016

Internasion
al

Indonesia

Jumat Ini, Chong Wei Terbebas Jeratan


Doping

Jumat ini, Lee


terbebas jeratan
Okezone)

Chong
doping

Wei
(Foto:

Selasa, 28 April 2015 - 05:23 wib

KUALA LUMPUR Penantian pebulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei, akhirnya


berakhir setelah Federasi Badminton Dunia (BWF) memberikan kelonggaran
terhadap vonis doping yang dijatuhkan kepadanya 30 Agustus 2014. Per 1 Mei
2015, mantan pebulutangkis nomor satu dunia itu bisa kembali berlaga.
Sebelumnya atlet 32 tahun itu terbukti menggunakan zat terlarang berjenis
dexamethason. Obat tersebut digunakan untuk meningkatkan performanya di
Kejuaraan Dunia 2014. Menurut BWF, obat antiradang yang dilarang dalam
kompetisi ditemukan dalam selubung kapsul gelatin pada suplemen makanan
yang digunakan Lee.
Dalam vonis yang dijatuhkan kepada Chong Wei pada Agustus 2014, ia akan
diperbolehkan bermain pada 30 April 2015. Namun sanksi yang berlaku surut
itu membuatnya dpat kembali bermain pada Jumat, 1 Mei 2015."Panelis dapat
diyakinkan bahwa ini bukan kasus doping dengan niat untuk berbuat curang,"
tulis rilis BWF, seperti dilaporkan Antara, Selasa (28/4/2015).
Mengetahui hukumannya segera berakhir, sahabat dari Taufik Hidayat itu
menyambutnya dengan suka cita. Saya tentu lega. Saya menerima hasilnya dan
akan meninjau kembali, dan mungkin akan lebih kuat secara mental untuk
kompetisi mendatang, ujar Chong Wei.
Dengan demikian, Chong Wei dipastikan berlaga pada kualifikasi bulutangkis
Olimpiade Rio 2018, 49 Mei 2015, bermain di Sudirman Cup 10-18 Mei 2015,
SEA Games 2015 Singapura pada Juni, dan Kejuaraan Dunia di Jakarta pada
Agustus 2015.(fmh)

Kesimpulan Berita 1
Ini merupakan kasus yang menarik karena hal ini cukup membuktikan bahwa
cukup lemahnya pengawasan pelatnas terhadap asupan yang di konsumsi oleh

atlitnya. Ini juga menunjukkan lemahnya pengawasan panitia kejuaran dunia


pada pemeriksaan kesehatan para peserta yang mengikuti turnamen.Padahal
kejuaran dunia merupakan kejuaran Seharusnya kasus ini menjadi pelajaran
penting bagi semua pihak untuk berhati-hati terhadap asupan yang dikonsumsi
oleh atlit yang akan berlaga.
Sumber : http://sports.okezone.com/read/2015/04/28/40/1141014/jumat-ini-chongwei-terbebas-jeratan-doping

Kenichi Tago Ditendang Dari Pelatnas


Bulutangkis Jepang
By Mikail Fatihah - October 22, 2015
Pebulutangkis Jepang Kenichi Tago baru-baru ini mendapatkan hukuman dari
asosiasi
bulutangkis
Jepang.
Menjadi salah satu nadalan bagi
nomer tunggal putra Jepang di
beberapa tahun terakhir, Tagi harus
menyatakan kenyataan pahit ketika
asosiasi
yang
menaunginya
menedangnya keluar dari pelatnas
bulutangkis negeri matahari terbit
karena tindakan indisipliner
Keputusan ini dikuatkan oleh asal
Korea Selatan yakni Park Joo Bong.
Menurut Park, Kenichi Tago telah didepak dari pelatnas usai Yonex Japan Open
Super Series 2015 kemarin.
Ini menjadi sebuah keputusan yang sangat sulit, tapi kami harus
melakukannya karena kami tidak menginginkan apa yang ia lakukan
mempengaruhi pemain lain di team nasional. Ujar Park Joo Bong.
Tanpa dia, kekuatan kami di nomer tunggal putra mungkin akan sedikit
terganggu namun kami tidak punya pilihan lain karena ia melanggar aturan di
pusat pelatihan nasional beberapa kali.
Kenichi Tago memang tidak melakukan kewajibannya sebagai atlet pelatnas, dia
tidak menghadiri pemusatan latihan yang membuatnya menjadi perhatian.
Dengan mengeluarkan Kenichi Tago dari pelatnas, Park Joo Bong merasa bahwa
semua pemain lain akan lebih memperhatikan hal kecil ini dan tidak berbuat
sesuka mereka.
JIka ini bisa terjadi pada Tago, ini juga dapat dialami oleh siapapun di team
nasional. Tutup Park Joo Bong.
Hasil ini membuat team Jepang akan berharap kepada aksi Kento Momota yang
menjadi tulang punggung menuju Olimpiade Rio 2016.

Kesimpulan Berita 2

Hukuman yang dijatuhkan terhadap Kenichi Tago menunjukkan keseriusan pelatnas


Jepang dalam menegakkan kedisiplinan. Tim pelatnas negeri matahari tersebut tidak
segan menjatuhkan hukuman bahkan kepada pemain unggulan yang dianggap tidak
disiplin. Namun sayang keterangan tindakan indisiplin yang dimaksudkan tidak
dijelaskan secara terperinci. Disisi lain hukuman seperti ini cukup berat karena
pelanggaran seperti penggunaan dopping secara tidak sengaja seperti Lee Chong
Wei pada bulan april 2015 terasa lebih fatal akan tetapi tidak berakibat hengkangnya
Lee Chong Wei dari pelatnas malaysia. Hal ini sendiri menunjukkan tingkat
penegakkan kedisipilinan yang lebih tinggi di jepang.
Source: http://www.alwaysbadm1nton.com/kenichi-tago-ditendang-dari-pelatnas-

bulutangkis-jepang/

Tuan Rumah Korea Borong Empat Gelar


Senin, 09 November 2015 13:43:04
Korea Selatan sebagai tuan rumah memborong empat gelar pada ajang Korea Masters
Grand Prix Gold 2015 yang berakhir
hari Minggu (08/11) kemarin di
Jeonju, Korea Selatan. Empat gelar
menjadi milik pebulutangkis Negeri
Ginseng lewat pertarungan sesama
atlet tuan rumah.
Satu gelar yang gagal direbut tuan
rumah adalah dari nomor tunggal
putri. Keluar sebagai juara di nomor
putri atlet Jepang, Sayaka Sato. Di
partai final Sato yang menempati
unggulan empat menekuk unggulan dua dari Tiongkok, Sun
Yu
dalam
laga
dua
game
22-20

tunggal

dan

21-19.

Pebulutangkis Indonesia hanya menapak babak perempat final pada turnamen berhadiah
total USD 120,000 ini. Jonatan Christie takluk di tangan tunggal tuan rumah, Lee Dong
Keun yang akhirnya naik ke podium juara dengan menaklukkan Lee Hyun Il di partai final.
Dua wakil di ganda putri, Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari dan Anggia Shitta
Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani juga terhenti di perempat final. Della/Rosyita takluk di
tangan ganda tuan rumah, Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan. Dan Anggia/Ni Ketut takluk di
tanga
ganda
Jepang,
Yuki
Fukushima/
Sayaka
Hirota.
(*)
Hasil Final Korea Masters Grand Prix Gold 2015 (Minggu, 09/11) :
Ganda
putra
:
- Kim Gi Jung/Kim Sa Rang (3/KOR) vs Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol (KOR) 16-21, 21-18,
21-19
Ganda
putri
:
- Chang Ye Na/Lee So Hee (5/KOR) vs Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan (KOR) 21-7, 1621,
21-19
Tunggal
putra
:
- Lee Dong Keun (4/KOR) vs Lee Hyun Il (2/KOR) 17-21, 21-14, 21-14
Tunggal
putri
:
Sayaka
Sato
(4/JPN)
vs
Sun
Yu
(2/CHN)
22-20,
21-19
Ganda
campuran
:
- Ko Sung Hyun/Kim Ha Na (1/KOR) vs Shin Baek Cheol/Chae Yoo Jung (5/KOR) 19-21, 2117, 21-19.

Kesimpulan Berita 3
Negara Korea menunjukkan peningkatan yang pesat sejak secara mengejutkan merebut
piala Uber Cup dari juara bertahan China pada tahun 2010. Sejak saat itu atlit-atlit
badminton dari korea selatan semakin berkembang dengan pesat seperti halnya dalam
sektor ganda campuran dan ganda putra, Korea selatan memiliki pasangan dengan
peringkat 10 besar dunia. Perkembangan tersebut juga mempengaruhi bibit sektor junior
yang semakin melaju menyamai negara china. Prestasi tuan rumah dengan menyabet bersih
gelar juara di Korea Grand prix Gold 2015 merupakan suatu prestise yg menunjukkan
kekuatan korea selatan yang semakin kuat.
Source:
mod=publisher&op=viewarticle&artid=102061

http://www.bulutangkis.com/mod.php?

Pemain Medioker, Silahkan Keluar Dari


Pelatnas
By Mikail Fatihah - October 1, 2015
Chong Wei Feng | Thestar
Anda melihat judul diatas?. Jangan
senewen dulu ya, karena judul
diatas bukanlah judul headline
bulutangkis Indonesia. Judul diatas
merupakan headline berita dari
bulutangkis Malaysia. Badminton
Association of Malaysia ini benarbenar
dibuat
gerah
dengan
menurunnya prestasi atlet atlet
negeri Jiran. Tengok saja, punya
banyak atlet-atlet pelatnas namun
tak ada satupun yang berprestasi. Puncaknya adalah ketika dua pebulutangkis
pelatnas mereka di nomer tunggal putra yakni Chong Wei Feng dan Daren Liew
harus kandas di babak 64 besar turnamen bulutangkis SCG Thailand Open
Grand Prix Gold 2015.
Pebulutangkis Chong Wei Feng gagal melaju ke babak 32 besar usai dikalahkan
oleh pemain veteran dan mantan pemain berperingkat nomer 3 dunia yakni
Simon Santoso dengan skor 21-5 dan 21-15.
Sedangkan Daren Liew yang merupakan juara Yonex French Open Super Serie
2012 harus angkat koper usai menerima kekalahan dari pebulutangkis Thailand
yakni Mek Narongrit dengan skor 21-18, 21-23, 21-23.
Kekalahan dua pebulutangkis Malaysia ini jelas membuat petinggi BAM
(Badminton Association of Malaysia) geram. Deputi Presiden BAM yakni Datuk
Seri Norza Zakaria yang juga merupakan komite pelatihan dan training
memberikan pendapatnya. Meski tak menyinggung kedua pemain namun secara
tersirat memberikan lampu merah kepada semua pemain.
Kami mengirimkan pemain ke 20 sampai dengan 30 turnamen dalam
setahun, tapi kami masih saja mendapatkan hasil sebagai medioker. Ujarnya
saat berbincang dengan The Star Malaysia.
Olehnya itu kami menuntut para pemain harus benar benar tampil dan
memberikan hasil terbaik. Sehingga bagi mereka yang sudah merasa tidak bisa
memenuhi harapan kami sebaiknya pergi (keluar dari pelatnas). Tutupnya.

Kesimpulan berita 4:

Hal seperti ini harusnya tidak terjadi,Justru dengan pernyataan seperti diatas menunjukkan
betapa tidak bisanya pelatnas malaysia mendukung perkembangan atlitnya. Yang
dibutuhkan oleh atlit merupakan dukungan dan motivasi bukan sebuah pernyataan yang
menyudutkan. Berita ini juga dapat mempengaruhi sebagian besar perkembangan atlit
muda untuk masuk pelatnas di negara malaysia.
Source:
pelatnas/

http://www.alwaysbadm1nton.com/pemain-medioker-silahkan-keluar-dari-

[Tahukah Kamu] BWF Monopoli


Keuntungan Turnamen
By Hanamoda - August 2, 2015

BWF World Badminton Championships Jakarta 2015


Ajang Kejuaraan Dunia 2015 Jakarta
ternyata membuka banyak informasi
baru bagi para pencinta bulutangkis
Indonesia termasuk informasi bahwa
BWF melakukan monopoli terhadap
keuntungan
semua
turnamenturnamen besar yang diselenggarakan.
Sebagai induk olahraga bulutangkis,
BWF memberikan profit sharing kepada
tuan rumah ajang turnamen turnamen besar dengan jumlah sangat kecil.
Menurut informasi yang di dapatkan, BWF melakukan monopoli dengan
mengambil 80% keuntungan dari setiap turnamen turnamen besar yang
diadakan seperti ajang Super Series, Super Series Premiere, BWF World
Badminton Championships, Sudirman Cup, Thomas dan Uber Cup dsb.
Informasi monopili sendiri ini bukan berita dan isapan jempol belaka.
Hal ini diakui oleh PBSI yang menjadi penyelenggara ajang BWF World
Badminton Championships 2015 Jakarta dan Badminton Association of Malaysia
(BAM).
Karena monopoli BWF ini, Indonesia tak mendapatkan satu pun sponsor untuk
ajang terbesar BWF ini. Akibatnya, PBSI harus melakukan gotong royong untuk
menalangi berbagai macam keperluan yang membutuhkan dana besar dan juga
mensukseskan ajang bergengsi ini.
Menurut Yoppy Rasimin yang merupakan Ketua Bidang Pemasaran dan
Sponsorship PP PBSI, tidak adanya sponsor ini dikarenakan karena sebagian
besar revenue atau penerimaan lari ke BWF. Hal ini membuat berat bagi PBSI.
Untuk menyukseskan acara ini maka PBSI melakukan patungan dengan berbagai
pihak untuk membantu biaya seperti pengurangan pajak, diskon sewa tempat,
dan lain-lain.
Bahkan untuk sesi makan malam penyambutan, PBSI akan dibantu oleh
pemerintah DKI Jakarta. Karena akan sangat sulit logo sponsor untuk muncul
mengingat ajang Kejuaraan Dunia 2015 Jakarta ini sudah dimonopili TOTAL
sebagai sponsor resmi BWF World Badminton Championships 2015 Jakarta.
Benefit utama buat negara atau kota tuan rumah dalam menggelar kejuaraan
dunia adalah prestise, karena urusan komersial dan sponsorhip, hak-hak
terbesarnya dimiliki BWF. Kalaupun panitia lokal mendapatkan sponsor,
pembagian keuntungannya pun tetap lebih besar masuk ke mereka. Jadi, tuan
rumah memang harus cari uang sendiri, ujar Yoppy kepada detiksport.
Malaysia pun saking kesalnya dengan BWF bahkan mengancam tak mau lagi
mengajukan bidding atau penawaran untuk menjadi tuan rumah ajang-ajang
BWF. Hal ini dikarenakan mereka pernah mengalami kerugian. Kerugian ini
bukan karena tidak adanya penonton namun karena aturan baru dari BWF yang
membatasi asosiasi bulutangkis untuk meraih keuntungan dari komersial.

Sejak berlangsung ajang Thomas Cup dan Uber Cup 2012 di Wuhan, BWF
memang mengeluarkan aturan baru dan kontrak baru dengan semua tuan
rumah dimana 80% keuntungan dari hak komersial menjadi milik BWF.
Malaysia sendiri akhirnya kembali bisa menggelar ajang BWF Super Series Finals
2013 di Kuala Lumpur usai mereka meminta jaminan dari BWF mereka bisa
mendapatkan keuntungan dari ajang penutup Super Series tersebut. Jaminan
yang diminta Malaysia ini memang beralasan usai mereka mengalami kerugian
usai menggelar ajang Sudirman Cup 2013 di Kuala Lumpur karena aturan
pembagian keuntungan yang tidak seimbang.
Kami dibatasi dengan segala macam cara untuk mendapatkan keuntungan
sebagai tuan rumah dari berbagai turnamen yang kami adakan karena BWF-lah
yang menjalankan segalanya. Model komersial ini tidak memberikan kebaikan
bagi tuan rumah. Kata Kenny Goh kepada berbagia media di Kuala Lumpur usai
perhelatan Sudirman Cup 2013.

Kesimpulan berita 5:
Monopoli tidak hanya terjadi dalam dunia politik tetapi juga dalam organisasi internasional
sekelas BWF. Monopoli yang dilakukan oleh BWF ini menyebabkan banyak kendala dalam
penyelenggaraan turnamen baik sekelas super series, super series premier maupun grand
prix gold. Sponsor diluar partner BWF tidak dapat menjadi sponsor dalam turnamen yang
diadakan. Hal ini menyulitkan tuan rumah untuk mengadakan turnamen secara layak karena
sebagian besar keuntungan mengalir ke pihak BWF. Seharusnya pembagian keuntungan
dibagi secara rata atau setidaknya BWF mengijinkan sponsor diluar partnership untuk ikut
andil dalam penyelenggaraan turnamen.
Source :
turnamen/

http://www.alwaysbadm1nton.com/tahukah-kamu-bwf-monopoli-keuntungan-

Indonesia
Tanpa
Sponsor
Kejuaraan Dunia 2015

Untuk

BWF World Badminton Championships


Jakarta 2015

Indonesia sebagai tuan rumah ajang


Kejuaraan Dunia 2015 atau BWF
World Badminton Championships
2015 dipastikan tanpa sponsor.
Profit sharing yang dikuasai oleh
pihak BWF membuat tak ada
sponsor yang mendekati ajang turnamen terbesar dan prestigious di tanah air
tahun 2015. Memandang dunia bisnis memang agak susah, meski ini kejuaraan
besar namun jika perusahaan atau calon sponsor menganggap tak ada
uang disana maka akan sia-sia mendukung acara tersebut.
BWF memang sudah dikenal memonopoli setiap keuntungan dari turnamen
resmi yang diadakan. Termasuk ajang BWF World Badminton Championships
2015 yang akan digelar di Jakarta.
Dikarenakan pembagian keuntungan yang dirasa tak adil, kejuaraan dunia tahun
2015 ini secara otomatis tak akan disponsori oleh perusahaan atau brand manapun.

Tak mendapatkan sponsor, panitia penyelenggara dalam hal ini PBSI tetap
berusaha keras agar penyelenggaraan turnamen ini berjalan sukses. Alhasil,
demi kesuksesan turnamen yang tahun depan akan ditiadakan karena akan
berlangsungnya Olimpiade Rio 2016, sistem urunan alias gotong royong
dilakukan oleh PBSI dengan beberapa pihak.
Contohnya saja untuk new welcome dinner yang akan diadakan tanggal 8
Agustus 2015 nanti di Jakarta, PBSI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi
DKI Jakarta.
Welcome dinner kali ini akan digelar dua hari sebelumnya dan Pengprov
DKI Jakarta yang akan menjadi tuan rumah, welcome dinner akan digelar di balai
kota, Kata Bambang Broedyanto yang merupakan salah satu orang dalam
PBSI.
Ketua Panitia BWF World Badminton Championships 2015 atau Kejuaraan
Dunia Bulutangkis 2015 Anton Subowo sendiri mengatakan bahwa sebagai tuan
rumah, Indonesia akan tampil beda dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013
Guangzhou dan Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2014 Copenhagen.
Perbedaannya akan bisa dilihat di carnival nantinya, dan juga sudah pasti
penonton di Istora akan menjadi pembeda tersendiri untuk turnamen ini
dibanding turnamen terdahulunya, ujar Anton Subowo kepada Detik.

Kesimpulan berita 6:

Berita ini memiliki keterkaitan dengan berita sebelumnya tentang monopoli


keuntungan oleh BWF. Ini merupakan salah satu impact dari kebijakan BWF yang
akhirnya membuat tuan rumah semakin merasa keberatan. Keuntungan yang
diperoleh oleh tuan rumah hanyalah prestise dan jumlah peserta yang dapat lebih
banyak.
Source: http://www.alwaysbadm1nton.com/indonesia-tanpa-sponsor-untuk-kejuaraandunia-2015/

Dongkrak
Gengsi
Kejurnas,
PBSI
Rumuskan Lagi Turnamen Nasional
Femi Diah - detikSport

PBSI
Jakarta - PBSI meramu kembali tatanan
turnamen bulutangkis nasional. Itu demi
mengerek gengsi Kejuaraan Nasional yang
rutin
dihelat
pada
akhir
tahun.
Agenda perumusan mekanisme sistem
kejuaraan level nasional: kejuaraan nasional,
sirkuit nasional dan junior masters itu
digodok di Hotel Santika Taman Mini
Indonesia Indah, Senin (9/11/2015). Acara
itu
dihadiri
oleh
perwakilan
bidang
pembinaan prestasi dari 12 klub bulutangkis
besar dan pengurus provinsi di seluruh
Indonesia.
Dari pertemuan itu disepakati kejurnas bakal mengalami perubahan signifikan dibandingkan
pelaksanaan sebelumnya. Mulai tahun ini, kejurnas akan dihelat menjadi dua divisi, yaitu
divisi
1
dan
divisi
2.
Para juara divisi 2 taruna akan otomatis naik ke divisi 1, dengan catatan masih masuk
kategori usia taruna. Sementara, para juara divisi 1 kelompok taruna dan dewasa bakal
diapresiasi dengan hak lolos ke pelatnas dengan masa percobaan enam bulan.
Kalau kami tidak membuat kejurnas sebagai ujung tombak untuk pemain punya hak masuk
Pelatnas, kejurnas tidak ada artinya dibanding dengan sirnas," kata Rexy Mainaky, kabid
binpres
PP
PBSI
dalam
rilis
kepada
detikSport
(9/11/2015).
"Selama ini sirnas digunakan untuk mengumpulkan poin menuju junior master. Jadi ujungujungnya, sirnas akan lebih tinggi dari Kejurnas. Padahal kejurnas merupakan suatu
turnamen
yang
lebih
tinggi
dari
sirnas.
Jadi istilahnya kami ingin membuat kembali lagi Kejurnas menjadi suatu yang sakral.
Bagaimana pun Kejurnas harus menjadi yang terbaik dan menjadi penilaian terakhir atlet
untuk
masuk
ke
Pelatnas,
papar
Rexy.
Setelah berada di pelatnas dalam masa percobaan, para pemain akan dinilai berdasarkan
empat kriteria, yakni aspek kesehatan, fisik, prestasi kejuraan dan penilaian attitude.
Bagaimana

dengan

para

pemain

yang

sudah

ada

di

pelatnas?

Pemain yang sudah di pelatnas juga akan ikut di kejurnas, tapi pasti di kelas dewasa,
bukan lagi di taruna. Kalau misalnya pemain pelatnas yang sudah lima atau enam tahun di
pelatnas dan kalah dari pemain non pelatnas, itu harus dipertanyakan potensinya untuk di
pelatnas.
Berarti
ada
yang
salah
di
Pelatnas,"
tutur
Rexy.
"Ini juga menjadi suatu motivasi bagi pemain luar Pelatnas untuk bisa bersaing dengan
pemain Pelatnas. Dan untuk pemain Pelatnas juga termotivasi untuk tidak mau kalah
dengan
pemain
luar
Pelatnas,"
tambah
Rexy.
Pelaksaaan junior masters, yang diikuti pemain usia u-19 dan U-17, tak akan dihelat pada
bulan Desember seperti biasa, tapi dilaksanakan pada Januari. Para juara ajang itu akan
diberi
kesempatan
magang
di
pelatnas
selama
enam
bulan.
Selain itu PBSI merancang sebuah turnamen baru bagi pemain junior. Yakni kejuaraan
beregu Superliga Junior yang diikuti oleh para pemain U-19 dengan format Thomas Uber.
Kejuaraan ini akan dilaksanakan satu tahun sekali dan pemain asing tidak diperbolehkan
ikut
dalam
kejuaran
ini.

Sementara itu, pelaksanaan seri sirnas akan berkurang. Dari 10 kota menjadi delapan kota.
Delapan kota tersebut dibagi menjadi enam kota untuk sirnas reguler dan dua kota lainnya
untuk
sirnas
premier.
"Itu dilakukan untuk menurunkan intensitas pertandingan nasional yang cukup padat,
sehingga atlet muda berkesempatan memaksimalkan potensinya dengan latihan terlebih
dulu," jelas Rexy.

Kesimpulan berita 7:
PBSI akhirnya menyadari bahwa tingkst prestise dari sirkuit nasional lebih bergengsi dari
kejuaraan nasional padahal kejuaraan nasional merupakan syarat penilaian untuk menjaring
bibit terbaik dalam badminton. Sudah seharusnya kejuaraan nasional menjadi turnamen
utama. Sementara pembentukan turnamen baru dalam format liga thomas-uber dengan
tidak mengizinkan pemain asing ikut serta dapat menjadi persiapan yang baik bagi pemain
muda Indonesia untuk menatap kejuaraan beregu tersebut di masa datang.
Source
:
http://sport.detik.com/read/2015/11/09/163857/3066149/79/dongkrakgengsi-kejurnas-pbsi-rumuskan-lagi-turnamen-nasional?s99220169

Senin, 09/11/2015 13:43 WIB

Indonesia Runner-up Kejuaraan Dunia


Bulutangkis Junior
Femi Diah - detikSport
PBSI
Jakarta - Indonesia harus mengakui
keunggulan China dalam Kejuaraan
Dunia Junior 2015 di Lima, Peru.
Pada partai final yang digelar hari
ini, pasukan Garuda Muda kalah 03.
Bermain di National Sports Village,
Senin (9/11/2015), Indonesia tak
mempunyai
kesempatan
untuk
meraih kemenangan satupun dari
tiga laga yang dilakoni. Wakil
pertama 'Merah Putih' Andhika
Ramadiansyah/Marsheilla
Gischa
Islami
dikalahkan
Zheng
Siwei/Chen
Qingchen

10-21,

14-21.

Panji Ahmad Maulana yang menghadapi Lin Guipu juga tak berkutik. Panji kalah 11-21, 1621
Pada partai ketiga sebagai laga penentuan, Andhika Ramadiansyah/Rinov Rivaldy juga tak
berhasil.
Keduanya
dikalahkan
He
Jiting/Zheng
Siwei
13-21,
10-21.
Anak-anak sangat bersemangat dan sudah menunjukkan perjuangan yang maksimal di
babak final ini. Secara keseluruhan, penampilan anak-anak sudah bagus. Semoga berlanjut
ke
nomor
perorangan,
kata
Imam
Tohari,
manajer
Indonesia.
Hasil itu menjadikan untuk ketiga kalinya secara beruntun Indonesia meraih torehan runnerup
di
ajang
beregu
Kejuaraan
Dunia
Junior.
Tahun lalu Indonesia kalah 0-3 dari China. Pada 2013, Indonesia dikadnaskan Korea
Selatan
2-3.
Kejuaraan Dunia Junior belum benar-benar usai. Ajang itu masih menyisakan nomor
perorangan, memperebutkan Piala Eye Level, dimulai tanggal 10-15 November 2015.
Berikut

hasil

pertandingan

babak

final

antara

Indonesia

vs

China

0-3:

Ganda campuran: Andhika Ramadiansyah/Marsheilla Gischa Islami vs Zheng Siwei/Chen


Qingchen
10-21,
14-21
Tunggal
putra:
Panji
Ahmad
Maulana
vs
Lin
Guipu
11-21,
16-21
Ganda putra: Andhika Ramadiansyah/Rinov Rivaldy vs He Jiting/Zheng Siwei 13-21, 10-21

Kesimpulan berita 8:
Perolehan yang cukup stabil selama beberapa tahun merupakan hasil yang cukup baik akan
tetapi diperlukan motivasi lebih agar pemain muda terus berkembang. Pelatnas harusnya
terus melakukan evaluasi dalam latihan yang dilakukan untuk kejuaraan dunia junior karena
negara China dan Korsel pembibitan pemain muda menuai hasil yang lebih baik. Meski
begitu hasil yang dituai oleh tim indonesia patut di apresiasi karena target partai final
terpenuhi secara konstan dalam beberapa tahun terakhir.
Source:
http://sport.detik.com/read/2015/11/09/133457/3065808/79/indonesiarunner-up-kejuaraan-dunia-bulutangkis-junior?s99220269

Senin, 27 Juli 2015 - 18:03 wib

Libatkan Ahli Forensik


Kecurangan Umur

demi

Hindari

(foto: Ilustrasi Okezone)

Rully Pane
Jurnalis
JAKARTA Yonex Sunrise Doubles
Special Championship 2015 kembali
digelar pada 29 Juli - 1 Agustus 2015.
Demi menjunjung kejujuran dan
sportivitas,
ketua
penyelenggara,
Candra Wijaya menggandeng ahli
forensik.
Mantan andalan ganda putra Tanah Air
itu bekerja sama dengan dr Djaja Surya
Atmadja (pengajar Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia) dan drg Alphons
Quendangen (pengajar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti) untuk melakukan
pemeriksaan ilmiah. Hal ini bertujuan memastikan kebenaran umur para peserta kejuaraan
ini, khususnya untuk pebulutangkis amatir (kelompok taruna dan remaja).
Kerja sama ini dilakukan Candra demi mencegah pemalsuan umur atlet-atlet yang
bertanding. Pencurian umur memang beberapa kali terjadi di turnamen-turnamen
bulutangkis nonresmi BWF di Tanah Air.
"Atlet harus sportif, termasuk keaslian usia. Karena ini akan berimbas pada pembinaan. Saya
ingin atlet kita ini jujur. Kalau sudah begitu, tentu event ini akan berkualitas," ucap Candra
kepada awak media dalam konferensi pers di bilangan Senayan, Senin (27/7/2015).
Pemeriksaan akan meliputi analisis radiologis terhadap gigi dan tulang, termasuk foto
telapak tangan, tulang kering, dan betis.
"Candra menduga ada ketidaksesuaian umur. Ia meminta saya membantu secara medis.
Kami akan memastikan usia berdasarkan pemeriksaan ilmiah. Setelah itu, kami akan
perkirakan usia mereka berapa. Hasilnya akan akurat" papar dr Djaja.
Uniknya, pemeriksaan baru akan dilakukan pada babak delapan besar, bukan sebelum
turnamen ini digelar. Jika ada atlet yang terbukti memalsukan usia, yang bersangkutan akan
dicoret dari turnamen.
Percuma kalau atlet punya kemampuan, tapi tidak jujur. Semuanya akan percuma! Prinsip
dasar badminton dan saya kira semua olahraga adalah sportivitas. Sanksinya akan tegas,
yang pasti sang atlet akan didiskualifikasi jika terbukti curang, ucap Candra.
Yonex Sunrise Double Special Championship merupakan turnamen tahunan yang diikuti
sejumlah atlet yang meliputi usia pemula (15 tahun), taruna (di bawah 17 tahun), remaja (di
bawah 19 tahun), dan dewasa (di atas 19 tahun). Turnamen ini masuk tahun ketujuh.
Sebanyak 516 atlet dipastikan akan turut ambil bagian dalam turnamen yang akan digelar di
GOR Bulutangkis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan.

Kesimpulan berita 9:

Dari berita diatas dapat disimpulkan bahwa pernah terjadi kecurangan umur pada
beberapa turnamen non-BWF. Seharusnya ini kelengkapan identitas peserta di
periksa dengan lebih teliti pada saat regristrasi. Langkah panitia bekerjasama
dengan dokter dan melibatkan pemeriksaan medis merupakan langkah yang tepat
akan tetapi pemeriksaan seharusnya dilakukan sebelum turnamen dimulai agar adil
bagi semua peserta.
Source:
http://sports.okezone.com/read/2015/07/27/40/1186138/libatkan-ahliforensik-demi-hindari-kecurangan-umur

Pebulutangkis
Tempur
di
Bagusthira

untuk nomor perorangan

Muda Indonesia Siap


Kejuaraan
Dunia
Evan
Pratama
Rabu, 28 Oktober 2015 09:56 WIB
Pebulutangkis Muda Indonesia Siap Tempur di
Kejuaraan
Dunia
PBSI siap mengirim pemain muda ke kejuaraan
dunia
di
Peru/
Badmintonindonesia.org

pada

JAKARTA - Indonesia akan mengirim wakilnya ke


ajang BWF World Junior Championships 2015.
Nantinya, kompetisi pebulutangkis U-19 ini akan
memperebutkan Piala Suhandinata di kategori
beregu campuran yang dimainkan pada 4-8
November dan dilanjutkan dengan Piala Eye Level
10-15
November.

Pada nomor tunggal putra, Indonesia menjadikan Firman Abdul Kholik sebagai ujung
tombak. Sementara di nomor putri, tim Merah Putih memilih Gregoria Mariska sebagai
unggulan
juara.
"Firman dan Gregoria kami targetkan untuk setidaknya bisa menembus babak final. Kalau
Panji (Ahmad Maulana), saya rasa masuk babak semifinal sudah bagus," ucap Rexy Mainaky,
Kepala
Bidang
Pembinaan
dan
Prestasi
PP
PBSI.
"Soal persiapan pemain khususnya Firman dan Gregoria, menurut saya sudah cukup baik
persiapannya. Apalagi ditambah try out di beberapa turnamen kelas dewasa di level grand
prix
maupun
international
challenge,"
tambahnya.
Pada nomor beregu, Indonesia berada di grup C1 bersama tuan rumah Peru, Singapura,
Chili dan Guyana. Rexy optimistis Indonesia bisa lolos dari babak penyisihan grup.
"Saya rasa tim Indonesia bisa melaju ke semifinal sudah cukup bagus. Mengingat peta
persaingan di kelas junior juga sengit. Lawan-lawan seperti Korea dan China memiliki
kekuatan
yang
merata,"
ungkapnya.

Kesimpulan berita 10:


Regenerasi pemain muda indonesia mulai menunjukkan tanda yang baik dengan hasil yang
cukup baik. Walau tidak menjadi dikejuaraan dunia setidaknya Indonesia sudah mencapat
partai final kejuaraan beregu tersebut. Dengan hasil yang ada harusnya akan ada terus
peningkatan dan dukungan dari pihak pelatnas dan kementrian untuk pembinaan pemain
muda selanjutnya. Selain itu pembinaan harus dilakukan pada setiap nomor agar
kedepannya Indonesia memiliki peta kekuatan yang merata.

source: http://sports.sindonews.com/read/1056796/47/pebulutangkis-muda-indonesiasiap-tempur-di-kejuaraan-dunia-1446000991