Anda di halaman 1dari 14

0

HALAMAN PERSETUJUAN
Laporan kunjungan rumah
Nama Penderita

: Irwan Parwo Jatmiko

Nomor Register

: 01.46.45

Alamat

: Sawahan Baru Gang III no 27 A, Surabaya

Pelaksana kunjungan rumah


1. William wongkar ( 08700214 ) Dokter Muda Fakultas Kedokteran UWKS
Hari dan tanggal kunjungan : Kamis 7 08 2014 Pk. 11.00 13.00 wib

Diterima dan disetujui


Oleh Dokter Ruang Gelatik

dr. Rifatul Hasna

LAPORAN KUNJUNGAN RUMAH


I. IDENTITAS PENDERITA
Nama

: Irwan Parwo Jatmiko

Nomor register

: 01.46.45

Umur

: 41 tahun

Jenis kelamin

: Laki laki

Pendidikan

: SMK

Status perkawinan

: Belum menikah

Alamat

: Sawahan Baru Gg III no 27 A, Surabaya

Diagnosa

: Skizophrenia hebefrenik

II. SUSUNAN KELUARGA


Ayah : Tn M. Sholeh ( almarhum)
Ibu

: Ny. Sinta ( 58 tahun)

Penderita anak ke pertama dari empat bersaudara

Jenis
Kelamin

Umur

Pendidikan

Status

Pekerjaan

Keterangan

41 th

SMU

L
L

38 th
37th

S-1
SMU

Puspita

34 th

D3

Belum
Menikah
Menikah
Belum
Menikah
Menikah

Tidak
Bekerja
Swasta
Tidak
Bekerja
Pegawai
swasta

Sakit

2
3

Irwan parwo
jatmiko
Rudi
Dani

No

Nama

Pasien tinggal serumah dengan adik kedua dan ibu nya

Ayah pasien sudah meninggal pada tahun 1994

Adik kedua pasien yaitu Dani juga menderita penyakit yang sama dengan pasien

Sehat
Sakit
Sehat

III. KESAN PENERIMAAN

Sikap keluarga terhadap dokter muda sangat ramah, baik dan terbuka.

Kunjungan rumah diterima dengan baik oleh ibu pasien

Ibu pasien menceritakan semua perihal kehidupan pasien dan riwayat sakitnya dengan baik
dan terbuka

Ibu pasien memperlihatkan semua keadaan rumah sampai kamar pasien dan mengijinkan
untuk diambil gambarnya

Ibu pasien menanyakan bagaimana keadaan dan perkembangan kejiwaan pasien selama
dirawat di RS Jiwa Menur Surabaya.

Adik pasien merasa tidak nyaman dengan kunjungan yang dilakukan

IV. RIWAYAT HIDUP PENDERITA


A. Masa Prenatal

Sewaktu hamil ibu pasien sehat, tidak mengalami kelainan mental maupun fisik.

B. Masa Natal

Pasien lahir normal di Rsud Ujung Pandang ditolong bidan,usia kehamilan 9 bulan 10
hari, berat lahir 3300 gram. Lahir normal kepala terlebih dahulu dan langsung
menangis spontan.

C. Masa Post-natal

Tumbuh kembang pasien seperti berdiri, berjalan, dan berbicara dalam batas normal dan
tidak ada kelainan.

Saat bayi, balita, dan anak-anak pasien tidak pernah mengalami kejang, panas

Waktu kecil pasien pernah menderita sesak nafas yang sangat dan hilang dengan
pengobatan tradisional.

D.

Riwayat Pendidikan

Penderita pernah mengenyam pendidikan di TK, SD, SMP, dan SMA di ujung pandang

Pada saat sekolah pasien seperti anak pada umumnya dan dapat mengikuti pembelajaran
sebagaimana mestinya

E. Riwayat Sakit

Sebelum tampak mengalami gangguan, penderita adalah anak yang periang dan
menurut kepada perintah orang tua. Pasien juga sering membantu pekerjaan orang tua
dirumah sehari hari.

Pada waktu masa kanak kanak pasien menghabiskan waktunya di daerah ujung
pandang mengikuti ayah pasien yang bekerja sebagai pegawai PLN didaerah tersebut.
Pasien tampak seperti anak pada umumnya bergaul dengan teman teman sebayanya
dan mampu mengikuti pelajaran di sekolah baik ditinggkat SD, SMP, maupun SMA.
Pasien cukup berprestasi dalam bidang akademik.

Pada saat pasien SMP pasien sering mengalami sesak nafas yang berulang, oleh kedua
orang tua pasien, pasien sudah dibawah berobat keberbagai dokter di ujung pandang
namun tidak pernah sembuh.

Oleh paman pasien, pasien diberikan obat tradisional dan diberikan dengan hati
kelelawar yang dikonsumsikan sampai pasien SMA setelah itu pasien sudah tidak
pernah sesak nafas lagi.

Selain itu pasien juga mempunyai penyakit ambeiyan. Oleh ibu pasien, pasien sudah
dibawah kedokter untuk berobat, namun pasien menolak untuk dilakukan operasi.
Pasien kembali mengkonsumsi obat obat tradisional dan sampai saat ini pasien tidak
pernah mengeluhkan sakitnya tersebut.

Setelah lulus SMA pasien disuruh oleh orang tua pasien untuk mengikuti khursus
komputer namun tidak sampai selesai dikarenakan tidak menyenangi dibidang tersebut.

Pada Tahun 1994 ayah pasien meninggal dunia dikarenakan stroke, setelah itu pasien
dan keluarga kembali lagi ke Surabaya. Karena masa kecil pasien dihabiskan di ujung
pandang membuat pasien tidak banyak mempunyai teman di Surabaya.

Hal ini membuat pasien menghabiskan waktunya dengan bekerja membantu orang tua
dengan bekerja serabutan.

Pada tahun 1996 1997 pasien pernah bekerja sebagai cleaning service di sebuah bank,
namun setelah itu pasien tidak bekerja lagi karena mulai tampak bingung dan linglung
dan gampang marah marah.

Pada saat itu juga pasien pernah marah sampai memukul orang tanpa alasan yang jelas.
Melihat keanehan itu oleh ibu pasien, pasien dibawah berobat ke Rsud dr soetomo
namun Cuma berobat jalan karena keterbatasan biaya.

Setelah itu pasien selalu rajin buat kontrol dan selama itu pasien tidak pernah kumat
sehingga dapat kembali bekerja dengan membantu warung milik tetangga dan diberi
upah. Namun menurut pasien upah yang diberikan sangat kecil dan tidak sebanding
dengan apa yang dikerjakan sehingga pasien tidak masu bekerja lagi.

Pada bulan satu tahun 2002 pasien kumat lagi, pasien mulai bingung dan mulai suka
berbohong dan kadang marah - marah tanpa alasan yang jelas. Oleh karen hal itu, ibu
pasien membawa pasien ke Rsud dr soetomo untuk berobat dan dirawat selama 1 bulan.
Namun pada saat itu pasien sempat kabur kerumah nenek pasien. Pasien dijemput oleh
ibunya untuk kembali dirumah. Pasien tidak kumat lagi.

Namun pada bulan tujuh tahun 2002 pasien kembali marah marah dengan mengancam
ibu dan adik pasien. Pasien selalu mengancam akan membunuh ibu dan adik pasien
dengan pisau dan pernah memukul adik pasien.

Setelah itu pasien dibawah kerumah sakit menur untuk berobat. Pasien dirawat kurang
lebih selama satu bulan dan dipulangkan. Setelah perawatan dirsj menur pasien selalu
kontrol teratur yang antar oleh ibunya dan tidak pernah kumat lagi

Selama 12 tahun pasien tidak pernah kumat dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Namun pada bulan tujuh 2014 pasien pernah berkeluyuran pada tengah malam dengan
alasan mau ke menur mengambil obat namun dapat pulang sendiri.

Beberapa hari kemudian pasien marah marah sampai mendorong ibunya dan setelah
itu pasien sendiri yang meminta untuk dirawat di Rsj menur.

Samapai saat ini pasien masih dirawat diruang gelatik Rsj menur dengan menggunakan
asuransi kesehatan nasional.

V. FAKTOR HEREDITER

Adik kedua pasien juga mengalami hal yang serupa dengan pasien dan menolak untuk
diajak berobat

VI. FAKTOR PREMORBID

Pasien termaksud orang yang keras namun penurut dan rajin. Selain itu pasien juga selalu
ceria, terbuka dan mudah bergaul dengan orang lain

VII. HUBUNGAN DALAM KELUARGA

Hubungan pasien dengan keluarga sangat baik, dan selalu menceritakan berbagai hal
dengan ibu pasien. Pasien juga mempunyai hubungan baik dengan saudara saudara
pasien saat berkunjung kerumah. Pasien menyayangi anak anak saudaranya seperti
anak sendiri.

VIII. SOSIAL EKONOMI


Keluarga penderita termasuk keluarga yang menengah ke bawah. Ibu pasien tidak bekerja
Cuma mengandalkan dana pensiunan dari PLN dan bantuan dari kelurahan berupa beras.
Selama pengobatan pasien, ibu pasien mengeluh mengenai masalah pengurusan surat rujukan
yang selalu mengantri dan membutuhkan 4 hari untuk mendapatkannya. Untuk bolak balik ke
RSJ Menur pasien memakai angkot karena tidak memiliki kendaraan pribadi.

5
Untuk biaya pengobatan dan perawatan penderita di RS Jiwa Menur Surabaya, didapat dari
asuransi kesehatan nasional.

IX. KEADAAN RUMAH DAN LINGKUNGAN


A. Ukuran rumah

: 6 meter x 8meter

B. Status rumah

: Milik orang tua pasien

C. Bangunan rumah

Dinding rumah terbuat dari tembok, di cat, lantai keramik

Kamar mandi dilengkapi WC jongkok berdindingkan tembok dan lantai dikeramik.


Rumah hanya memiliki 1 kamar mandi

Air untuk kamar mandi dan WC diambil dari PDAM

D. Keterangan rumah

Rumah mempunyai empat kamar tidur, satu kamar dibagian bawah rumah dan tiga
kamar dibagian atas rumah; hanya satu kamar mandi; satu dapur; dengan ruang
makan di bagian tengah rumah..

Kamar penderita dilengkapi satu tempat tidur dan satu lemari

Ruang tamu dilengkapi dengan meja, kursi dan kipas angin

Rumah tampak cukup bersih dan tertata dengan cukup rapi

Ventilasi dan pencahayaan rumah lumayan bagus pada bagian depan, namun pada
bagian belakang rumah terkesan kurang ventilasi.

E. Keadaan lingkungan :

Rumah pasien terletak di jalan kecil yang lumayan jauh dari jalan raya.

Lingkungan sangat ramai oleh penduduk, seringkali anak- anak main di depan rumah
lingkungan sekitar. Rumah yang satu dengan yang lain berdekatan

Lingkungan tetangga yang ramah dan dekat satu sama lain.

X. PENYULUHAN YANG DIBERIKAN KEPADA KELUARGA

Jangan memusuhi ataupun mengucilkan pasien sepulang dari RS Jiwa Menur Surabaya.

Perhatikan hal-hal yang menimbulkan rasa marah maupun sedih pasien, dan sebisa mungkin
hindarkan pasien dari hal-hal tersebut.

Beri tanggung jawab pada pasien seperti mengerjakan hal-hal yang sederhana (misalnya
membantu bersih-bersih rumah) dengan perlahan-lahan, dimulai dengan lebih sering untuk
memujinya.

Beri perhatian yang sama untuk pasien dengan saudara lainnya, anggap pasien sama dengan
saudaranya agar pasien tidak merasa berbeda.

Berikan waktu luang bersama keluarga untuk berbincang-bincang dengan pasien tentang halhal yang bersifat ringan dan menarik bagi pasien seperti kegiatan pasien sehari-hari, dan lain
-lain

Berikan obat sesuai dengan dosis dan petunjuk dokter, awasi pasien dalam meminumnya, dan
taati jangka waktu pemakaian obat.

Kontrol rutin ke dokter sesuai anjuran atau jika tampak efek samping obat yang tidak biasa
pada pasien, ataupun jika tidak tampak perkembangan yang bermakna dalam kejiwaan
pasien.

XI. DENAH RUMAH (Skala 1:100)

XII. Lampiran

9
Gambar 1 dan 2. Ibu dan adik pasien yang mengalami gangguan jiwa

Gambar 3. Tempat tidur pasien

Gambar 4. Ruang makan pasien yang terletak ditengah rumah

10

Gambar 5. Dapur di rumah pasien yang terletak di bagian belakang.

11

Gambar 6. Kamar mandi yang terletak pada bagian belakang, berdekatan dengan dapur.

12

Gambar 7. Halaman belakang rumah pasien berbatasan dengan sungai dipakai untuk
menjemur pakaian

13

Gambar 8. Tampilan depan rumah pasien yang tertata cukup rapi