Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

Kesehatan merupakan kebutuhan yang paling mendasar. Untuk menjaga kesehatan atau
mengobati penyakitnya maka manusia membutuhkan obat. Obat-obatan serta yang kini banyak
digunakan adalah pengobatan modern yang menggunakan obat-obat kimia sintesis serta alat-alat yang
canggih, namun pengobatan modern memiliki banyak efek samping bagi manusia.
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan telah
ditulis tentang pengobatan alternatif. Walaupun tidak secara eksplisit menggunakan konsep
pengobatan alternatif, dalam undang-undang tersebut digunakan konsep pengobatan tradisional. Pada
Bab I Pasal 7 dinyatakan Pengobatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan dengan cara,
obat dan pengobatannya yang mengacu kepada pengalaman dan keterampilan turun temurun dan
diterapkan sessuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Seperti yang tercatat dalam Undang-undang tersebut, pengobatan tradisional berkaitan dengan
cara, pengobatan maupun obat yang didasarkan pada pengetahuan maupun pengalaman yang
diperoleh secara turun temurun. Hal itu juga tampak dari defenisi tentang obat tradisional. Dalam
Undang-undang tersebut Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan
tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut
yang secara turun temurun digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
Terminologi pengobatan tradisonal dan pengobatan alternatif merupakan dua terminologi
yang sama untuk menyebutkan satu sistem pengobatan diluar pengobatan modern yang berasal dari
barat. Badan kesehatan dunia (WHO) menyebut hal tersebut dengan traditional medicine atau
pengobatan tradisional. Namun demikian ada juga dari kalangan ilmiah yang menyebutnya dengan
traditional healing atau penyembuhan tradisional. Ada juga yang menyebutkannya dengan folk
medicine, ethno medicine, indigenous medicine dan alternative medicine. Untuk memudahkan
penyebutan maka dalam hal ini lebih baik digunakan istilah pengobatan alternatif, sebab dengan
istilah ini dapat ditarik garis tegas perbedaan antara pengobatan modern dengan pengobatan di luarnya
dan juga dapat merangkum sistem-sistem pengobatan oriental (timur) seperti pengobatan tradisional
atau sistem penyembuhan yang berakar dari budaya turun temurun yang khas satu etnis ( ethno
medicine). Pengobatan alternatif sendiri mencakup seluruh pengobatan tradional, dan pengobatan
alternatif adalah pengobatan tradisional yang telah diakui oleh pemerintah.
World Health Organization (WHO) menyatakan, pengobatan tradisional adalah ilmu dan seni
pengobatan berdasarkan himpunan dari pengetahuan dan pengalaman praktek, baik yang dapat
diterangkan secara ilmiah maupun tidak, dalam melakukan diagnosis, prevensi dan pengobatan
terhadap ketidakseimbangan fisik, mental ataupun sosial.
Selain dari definisi tersebut,

Secara umum jenis pengobatan alternatif yang diakui di Indonesia secara kategori terbagi atas
3 (tiga). Ada yang menggunakan zat-zat yang berasal dari tanaman-tanaman yang kemudian lebih
dikenal sebagai jamu (herbalis), yang menggunakan ilmu kebatinan (spiritual) maupun yang
menggunakan alat sebagai instrumen penyembuh. Akan tetapi pembagian itu tidak begitu lengkap,
sebab yang dijadikan indikator sebagai pembagi adalah terapi yang digunakan. Namun metode
pemeriksaan (diagnosa) yang dilakukan kurang mendapat perhatian.
Melihat dari pembagian pengobatan alternatif diatas tampak bahwa jenis pengobatan yang
menggunakan jamu (herbalis) dan peralatan penyembuhan secara medis sekarang ini sudah dapat
diterima. Namun yang membuat pengobatan tersebut masih tergolong irrasional adalah metode
diagnosa yang dilakukan. Walaupun terapi yang dilakukan tampak rasional dan dapat diuji secara
laboratorium namun diagnosa dan pandangan secara subjektif tentang penyebab penyakit masih
mengandung nuansa irrasionalitas.
Pengobatan alternatif di Indonesia sangatlah banyak jenisnya. Setiap suku bangsa dan agama
yang ada di Indonesia memiliki jenis pengobatan tersendiri yang didasari oleh kebudayaannya
masing-masing. Namun jika diteliti secara mendalam, penyembuhan alternatif yang ada di Indonesia
memiliki akar pada 3 (tiga) jenis pengobatan yaitu: (1) pengobatan tradisional Cina (TCM); (2)
pengobatan tradisional India (Ayurveda); dan (3) kedokteran Arab atau Unani Medicine
RRC (Republik Rakyat China) adalah satu negara yang telah sejak lama mengintegrasikan
obat tradisional dalam mainstream sistem pelayanan kesehatannya. Selain TCM yang telah menyatu
dalam budaya Cina (Chinese culture), konstitusi RRC juga memerintahkan untuk mengembangkan
TCM. Dalam realitasnya TCM dan obat modern dipraktekkan secara berdampingan dan saling
melengkapi. Dewasa ini terdapat 1.249 item TCM dalam Daftar Obat Esensial Nasional RRC. [A] aku
gatau ini dapusnya krn bahan dari sarah
Sebagai warisan orang India dan sains, "Ayurveda" adalah satu Upaveda atau annexure untuk
empat utama vedas (sistem-sistem pengetahuan). Tulisan termasyhur Ayurveda ialah Charaka
Samhita karangan Sage Charaka, yang memerinci pencegahan dan perlakuan penyakit, dan Sushruta
Samhita karangan Sage Sushruta, yang berkaitan dengan cara-cara operasi Ayurvedic. Dalam sistem
Ayurvedic, pencegahan semua tipe penyakit memiliki suatu cara khusus dalam suatu pengobatan,
termasuk pengaturan gaya hidup pasien untuk menyelaraskan dengan alam untuk menjamin
kesembuhan. [C]
[C]

Makalah

Ayurveda

diakses

14

September

2015

dari

https://www.scribd.com/doc/33344736/Makalah-Ayurveda-Yang-Telah-Jadi
Pengobatan tradisional Jahiliyah Arab, mulai di-Islamkan oleh Rasulullah waktu beliau
telah hijrah ke Madinah. Saat itu beliau mempunyai masyarakat Islam, sedangkan Makkah
masyarakat Islam belum ada. Sebenarnya pengobatan Islam telah dimulai sewaktu beliau mewajibkan
pengikutnya melakukan shalat, sebagai suatu kewajiban yang beliau terima sewaktu miraj. Shalat
dimulai dengan wudhu. Wudhu merupakan bagian dari thaharah, dengan menggunakan air suci dan

mensucikan. Thaharah berarti higiene (kebersihan), sedangkan kebersihan adalah pangkal kesehatan.
Beliau juga memberikan garis-garis besar mengenai kesehatan dan pengobatan seperti mengatur
makanan, pakaian dan tidur. [d]
Islam menjelaskan kepada manusia, bahwa mereka harus menyembah dan patuh hanyalah
Allah yang tunggal, bukan setan atau mahluk lainnya. Manusia harus menyesuaiakan hidupnya dalam
segala aspek dengan petunjuk Alah, termasuk dalam aspek pengobatan. Islam menjelaskan bahwa
penyakit apapun macamnya, Allahlah yang menjadikannya dan Allah pula yang menyediakan
obatnya, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW:

Hadist tersebut juga mengajarkan bahwa bila mengobati manusia yang sakit haruslah bersifat holistik
(menyeluruh), yakni mengobati fisik dan jiwanya sekaligus. Pada jaman moderen dewasa ini
sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para dokter, mereka lebih banyak mengobati penyakitnya
saja, bukan mengobati manusianya yang sakit. [d]
[D] Soularto, Dirwan. S. PENGOBATAN MEDIS PANDANGAN ISLAM TERHADAP
PENGOBATAN TRADISIONAL DAN MODEREN
Sewaktu Islam keluar dari jazirah Arab, umat Islam bertemu dengan pengobatan Persia,
Yunani dan Hindia. Mereka menyerap segala macam pengobatan itu serta menyesuaikannya dengan
ajaran Islam. Mereka menterjemahkan buku kesehatan Yunani dan Mesir ke dalam bahasa Arab.
Perkembangan yang pesat terjadi pada masa khalifah Abbasyiyah, setelah dimulai pada masa Khalifah
Umayyah. Lebih pesat lagi pada masa keemasan Islam, disaat ekonominya maju dan keadaan negara
makmur. [d]
Cordova dan Granada di Spanyol merupakan pusat ilmu yang di datangi oleh ahli-ahli barat.
Pada saat itu muncullah doker-dokter muslim dengan kaliber internasional seperti Ibnu Uthal dan
Walid Abdul Malik, yang mendirikan perumahan untuk merawat penderita kusta; Ibnu Al Baytan yang
menyibukkan dirinya dengan mengumpulkan tanaman-tanaman berkhasiat bagi pengobatan dan

sebagainya, disamping menulis buku-buku mengenai kedokteran, bedah serta diet, Pada periode
Abbassiyah, mereka mendirikan rumah sakit moderen di Baghdad. [d]
Salah satu ciri khas pengobatan alternatif di Indonesia adalah penggunaan doa ataupun
bacaan-bacaan atau amalan. Dalam praktek diagnosa sangat penting dalam praktek penyembuhan
alternatif. Fungsi amalan atau doa dalam sebuah penyembuh sangat bervariasi dalam sebuah
penyembuhan. Pada umumnya setiap penyembuh (tabib / dukun) mempergunakan doa atau bacaan.
Akan tetapi kadar keagamaannya yang berbeda. Ada yang sekedar seb agai unsur penyembuh utama
maupun hanya sebagai komplementer (pelengkap). Doa atau bacaan dapat menjadi unsur penyembuh
utama ketika dijadikan terapi tunggal dalam penyembuhan. Misalnya saja dengan membaca ayat suci
berulang-ulang dapat membawa kesembuhan. Namun doa dan amalan sering tidak menjadi faktor
penting dalam sebuah penyembuhan, tetapi hanya sebagai pelengkap.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis akan mengulas mengenai pengobatan tradisional
Indonesia dipengaruhi oleh budaya / tradisi daerah mana saja sehingga tercipta paradigma pengobatan
tradisional Indonesia yang beredar saat ini di masyarakat.
1.1. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengobatan tradisional yang populer digunakan di dunia, khususnya Asia
2. Membandingkan konsep pengobatan tradisional Ayurveda, TCM, Arab dengan Jamu
3. Memahami perkembangan jamu mulai dari sejarahnya dan perkembangannya hingga saat ini
4. Untuk mengetahui perkembangan obat tradisional Indonesia lebih mengarah pada
kebudayaan sendiri atau merupakan campuran dari kebudayaan beberapa negara