Anda di halaman 1dari 13

Laporan Pendahuluan

HIPERTENSI
I.

Pengertian
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan
sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg.
( Smith Tom, 1995 )
Menurut WHO, penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan sistolik lebih besar
atau sama dengan 160 mmHg dan atau tekanan diastolik sama atau lebih besar 95 mmHg
( Kodim Nasrin, 2003 ).
Hipertensi dikategorikan ringan apabila tekanan diastoliknya antara 95 104 mmHg,
hipertensi sedang jika tekanan diastoliknya antara 105 dan 114 mmHg, dan hipertensi
berat bila tekanan diastoliknya 115 mmHg atau lebih. Pembagian ini berdasarkan
peningkatan tekanan diastolik karena dianggap lebih serius dari peningkatan sistolik
( Smith Tom, 1995 ).
Hipertensi adalah tekanan darah tinggi atau istilah kedokteran menjelaskan hipertensi
adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan pada mekanisme pengaturan tekanan
darah (Mansjoer,2000 : 144)
Hipertensi adalah keadaan menetap tekanan sistolik melebih dari 140 mmHg atau
tekanan diastolik lebih tinggi dari 90 mmHg. Diagnostik ini dapat dipastikan dengan
mengukur rata-rata tekanan darah pada 2 waktu yang terpisah (FKUI, 2001 : 453)
Patologi utama pada hipertensi adalah peningkatan tekanan vesikalis perifer arterior
(Mansjoer, 2000 : 144)

II.

Etiologi/Penyebab
Hipertensi berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi 2 golongan besar yaitu :
( Lany Gunawan, 2001 )
A. Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang tidak diketahui
penyebabnya.
B. Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang di sebabkan oleh penyakit lain.
Hipertensi primer terdapat pada lebih dari 90 % penderita hipertensi, sedangkan 10 %
sisanya disebabkan oleh hipertensi sekunder. Meskipun hipertensi primer belum diketahui
dengan pasti penyebabnya, data-data penelitian telah menemukan beberapa faktor yang
sering menyebabkan terjadinya hipertensi.
Pada umunya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik.
Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan

perifer. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi:


Genetik: Respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi atau
transport Na.
Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan
tekanan darah meningkat.
Stress karena Lingkungan.
Hilangnya Elastisitas jaringan dan arterisklerosis pada orang tua serta
pelebaran pembuluh darah.
Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahan
perubahan pada :
o
Elastisitas dinding aorta menurun
o
Katub jantung menebal dan menjadi kaku
o
Kemampuan
jantung
memompa

darah

1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung


darah menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.
o
Kehilangan
elastisitas
pembuluh

menurun
memompa
darah

Hal ini terjadi karenakurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk


oksigenasi
o
Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer
Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya, data-data
penelitian telah menemukan beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya
hipertensi. Faktor tersebut adalah sebagai berikut :
1. Faktor keturunan
Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih
besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi.
2. Ciri perseorangan
Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah:
Umur ( jika umur bertambah maka TD meningkat )
Jenis kelamin ( laki-laki lebih tinggi dari perempuan )
Ras ( ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih )
3. Kebiasaan hidup
Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah :

Konsumsi garam yang tinggi ( melebihi dari 30 gr )

Kegemukan atau makan berlebihan

Stress

Merokok

Minum alkohol

Minum obat-obatan ( ephedrine, prednison, epineprin )

Sedangkan penyebab hipertensi sekunder adalah :


a. Ginjal

Glomerulonefritis

Pielonefritis

Nekrosis tubular akut

Tumor

b. Vascular

Aterosklerosis

Hiperplasia

Trombosis

Aneurisma

Emboli kolestrol

Vaskulitis

c. Kelainan endokrin

DM

Hipertiroidisme

Hipotiroidisme

d. Saraf

Stroke

Ensepalitis

SGB

e. Obat obatan

III.

Kontrasepsi oral

Kortikosteroid

Patofisiologi
Penyulit utama pada penyakit jantung hipertensif adalah hipertrofi ventrikel kiri yang
terjadi sebagai akibat langsung dari peningkatan bertahap tahanan pembuluh darah perifer
dan beban akhir ventrikel kiri. Faktor yang menentukan hipertrofi ventrikel kiri adalah
derajat dan lamanya peningkatan diastole. Pengaruh beberapa faktor humoral seperti

rangsangan simpato-adrenal yang meningkat dan peningkatan aktivasi system rennin


angiotensin-aldosteron (RAA) belum diketahui, mungkin sebagai penunjang saja. Fungsi
pompa ventrikel kiri selama hipertensi berhubungan erat dengan penyebab hipertrofi dan
terjadinya aterosklerosis primer.
Pada stadium permulaan hipertensi, hipertrofi yang terjadi adalah difus (konsentrik).
Rasio massa dan volume akhir diastolik ventrikel kiri meningkat tanpa perubahan yang
berarti pada fungsi pompa efektif ventrikel kiri. Pada stadium selanjutnya, karena
penyakir berlanjut terus, hipertrofi menjadi tak teratur, dan akhirnya eksentrik, akibat
terbatasnya aliran darah koroner. Khas pada jantung dengan hipertrofi eksentrik
menggambarkan berkurangnya rasio antara massa dan volume, oleh karena meningkatnya
volume diastolik akhir. Hal ini diperlihatkan sebagai penurunan secara menyeluruh
fungsi pompa (penurunan fraksi ejeksi), peningkatan tegangan dinding ventrikel pada
saat sistol dan konsumsi oksigen otot jantung. Hal-hal yang memperburuk fungsi
mekanik ventrikel kiri berhubungan erat bila disertai dengan penyakit jantung koroner.
IV.

Tanda dan Gejala


Tanda dan gejala pada hipertensi dibedakan menjadi :
(Menurut : Edward K Chung, 1995 )
1) Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan
tekanan darah, selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. Hal
ini berarti hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan arteri
tidak terukur.
2) Gejala yang lazim Sering dikatakan bahwa gejala terlazim yang menyertai
hipertensi meliputi nyeri kepala dan kelelahan. Dalam kenyataannya ini
merupakan gejala terlazim yang mengenai kebanyakan pasien yang mencari
pertolongan medis

V.

Klasifikasi
Secara klinis derajat hipertensi dapat dikelompokkan sesuai dengan rekomendasi dari
The Sixth Report of The Join National Committee, Prevention, Detection and Treatment
of High Blood Pressure (JNC VI, 1997) sebagai berikut :
N
o
1.

Kategori

Sistolik(mmH

Diastolik(mmH

Optimal

g)
<120

g)
<80

2.
3.

Normal
High

120 129
130 139

80 84
85 89

4.

Normal
Hiperten
si
Grade 1 140 159

90 99

(ringan)
Grade 2 160 179

100 109

(sedang)
Grade 3 180 209

100 119

(berat)
Grade 4 >210

>120

(sangat
berat)
VI.

Penatalaksanaan
Pengobatan pasien dengan penyakit jantung hipertensi terbagi dalam dua kategori
pengobatan dan pencegahan tekanan darah yang tinggi dan pengobatan penyakit jantung
hipertensi. Tekanan darah ideal adalah kurang dari 140/90 pada pasien tanpa penyakit
diabetes dan penyakit ginjal kronik dan kurang dari 130/90 pada pasien dengan penyakit
diatas.
Berbagai macam strategi pengobatan penyakit jantung hipertensi :
1. Pengaturan Diet
Berbagai studi menunjukkan bahwa diet dan pola hidup sehat dan atau dengan obatobatan yang menurunkan gejala gagal jantung dan bisa memperbaiki keadaan LVH.
Beberapa diet yang dianjurkan:
a) Rendah garam,beberapa studi menunjukan bahwa diet rendah garam dapat
menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.Dengan pengurangan
komsumsi garam dapat mengurangi stimulasi system renin-angiotensin
sehingga sangat berpotensi sebagai anti hipertensi.Jumlah intake sodium yang
dianjurkan 50100 mmol atau setara dengan 3-6 gram garam per hari.
b) Diet tinggi potassium,dapat menurunkan tekanan darah tapi mekanismenya
belum jelas.Pemberian Potassium secara intravena dapat menyebabkan
vasodilatasi,yang dipercaya dimediasi oleh nitric oxide pada dinding vascular.
c) Diet kaya buah dan sayur.
d) Diet rendah kolesterol sebagai pencegah terjadinya jantung koroner.

e) Tidak mengkomsumsi Alkohol.


2. Olahraga Teratur
3. Farmakoterapi
Pengobatan hipertensi atau penyakit jantung hipertensi dapat menggunakan berbagai
kelompok obat antihipertensi seperti thiazide, beta-blocker dan kombinasi alpha dan
beta blocker, calcium channel blockers, ACE inhibitor, angiotensin receptor blocker
dan vasodilator seperti hydralazine. Hampir pada semua pasien memerlukan dua atau
lebih obat antihipertensi untuk mencapai tekanan darah yang diinginkan.
VII.

Pemeriksaan Penunjang
a. Hb/Ht: untuk mengkaji
(viskositas)

dan

dapat

hubungan

dari

sel-sel

mengindikasikan

terhadap

factor

volume

resiko

cairan

seperti

hipokoagulabilitas, anemia.
b. BUN / kreatinin : memberikan informasi tentang perfusi / fungsi ginjal.
c. Glucosa
:
Hiperglikemi
(DM
adalah
pencetus
hipertensi)
diakibatkan oleh pengeluaran kadar ketokolamin.
d. Urinalisa : darah, protein, glukosa, mengisaratkan

disfungsi

dapat

ginjal

dan

ada DM.
e. CT Scan : Mengkaji adanya tumor cerebral, encelopati
f. EKG : Dapat menunjukan pola regangan, dimana luas, peninggian gelombang
P adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi.
g. IUP : mengidentifikasikan penyebab hipertensi seperti
perbaikan ginjal.
h. Poto dada :

Menunjukan

destruksi

kalsifikasi

pada

Batu

ginjal,

area

katup,

pembesaran jantung.
VIII.

Komplikasi
Meningkatnya tekanan darah seringkali merupakan satu-satunya gejala pada hipertensi
essensial. kadang-kadang hipertensi essensial berjalan tanpa gejala dan baru timbul gejala
setelah komplikasi pada organ sasaran seperti pada ginjal, mata,otak, dan jantung.Gejalagejala seperti sakit kepala, mimisan, pusing, migrain sering ditemukan sebagai gejala
klinis hipertensi essensial.
Pada

survei

hipertensi

di

Indonesia

tercatat

gejala-gejala

sebagai

berikut:

pusing, mudah marah, telinga berdengung, mimisan(jarangan), sukar tidur, sesak nafas,
rasa berat di tengkuk, mudah lelah, dan mata berkunang-kunang.

Gejala

akibat

komplikasi

hipertensi

yang

pernah

dijumpai

adalah:

gangguan penglihatan, gangguan saraf, gagal jantung,gangguan fungsi ginjal, gangguan


serebral (otak), yang mengakibatkan kejang dan pendarahan pembuluh darah otak yang
mengakibatkan kelumpuhan, gangguan kesadaran hingga koma, sebelum bertambah
parah dan terjadi komplikasi serius seperti gagal ginjal, serangan jantung, stroke, lakukan
pencegahan dan pengendalian hipertensi dengan merubah gaya hidup dan pola makan.
beberapa kasus hipertensi erat kaitannya dengan gaya hidup tidak sehat. seperti kurang
olah raga, stress, minum-minuman, beralkohol, merokok, dan kurang istirahat. kebiasaan
makan juga perlu diqwaspadai. pembatasan asupan natrium (komponen utama garam),
sangat disarankan karena terbukti baik untuk kesehatan penderita hipertensi.
Dalam perjalannya penyakit ini termasuk penyakit kronis yang dapat menyebabkan
berbagai macam komplikasi antara lain :
a. Stroke
b. Gagal jantung
c. Gagal Ginjal
d. Gangguan pada Mata
IX.

KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN


1. Pengkajian
Aktivitas/ Istirahat
Sirkulasi
Integritas Ego
Eliminasi
Makanan/cairan
Neurosensori
Nyeri/ ketidaknyaman
2. Diagnosa Keperawatan
a) Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung b.d peningkatan afterload,
vasokonstriksi, iskemia miokard, hipertropi ventricular
b) Intoleran aktivitas b.d kelemahan umum ketidakseimbangan antara suplai dan
kebutuhan oksigen.
c) Nyeri ( sakit kepala ) b.d peningkatan tekanan vaskuler serebral
d) Nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh b.d masukan berlebih
e) Kurangnya pengetahuan b.d kurangnya informasi tentang proses penyakit dan
perawatan diri
3. Perencanaan Keperawatan

Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung b.d peningkatan afterload,


vasokonstriksi, iskemia miokard, hipertropi ventricular
Tujuan
Setelah
diberikan
asuhan keperawatan
diharapkan klien mau
berpartisipasi dalam
aktivitas
yang
menurunkan TD/beban
kerja jantung dengan
KH :
- TD dalam rentang
individu yang dapat
diterima
- Irama dan frekuensi
jantung stabil dalam
rentang normal

Intervensi
-Pantau TTD

Rasional
-Perbandingan
dari
tekanan
memberikan gambaran yang lebih
lengkap tentang keterlibatan/bidang
masalah vascular.

-Catat
keberadaan,kualitas -Denyutan karotis,jugularis,radialis dan
denyutan sentraldan perifer
femolarismungkin
teramati/terpalpasi.Denyut
pada
tungkai
mungkin
menurun,mencerminkan efek dari
vasokontriksi(peningkatan SVR) dan
kongesti vena.
-Auskultasi tonus jantung dan
bunyi nafas

-S4 umumnya terdengar pada pasien


hipertensi berat karena adanya
hipermetrofi
atrium(peningkatan
volume/tekananatrium)Perkembangan
S3 menunjukkan hipertrofi ventrikel
dan
kerusakan
fungsi,adanya
krakles,mengi dapat mengindikasikan
kongesti paru skunder terhadap
terjadinya atau gagal ginjal kronik.
-Amati
warna -adanya pucat,dingin,kulit lembab dan
kulit,kelembaban,suhu,dan
masa
pengisian
kapiler
lambat
masa pengisian kapiler
mungkin
berkaitan
dengan
vasokontriksi atau mencerminkan
dekompensasi/penurunan curah jantung
-Dapat
mengindikasikan
gagal
-Catat edema umum/tertentu
jantung,kerusakan ginjal atau vascular.
-Membantu
untuk
menurunkan
rangsang
simpatis;meningkatkan
-Berikan lingkungan tenang relaksasi
dan
nyaman,kurangi
aktivitas/keributan
lingkungan .batasi jumlah
pengunjung dan lamanya -Menurunkan stress dan ketegangan
tinggal.
yang mempengaruhi tekanan darah dan
-Pertahankan
pembatasan perjalanan penyakit hipertensi.
aktivitas seperti istirahat
ditempat tidur/kursi;jadwal

periode
istirahat
tanpa
gangguan;bantu
pasien
melakukan perawatan diri
sesuai kebutuhan.
-Lakukan tindakan-tindakan
nyaman
seperti
pijatan
punggung
dan
leher,miringkan kepala di
tempat tidur.
-Anjurkan
tehnik
relaksasi,panduan imajinasi
,aktivitas pengalihan.
-Pantau respon terhadap obat
untuk mengontrol tekanan
darah

Intoleran aktivitas b.d kelemahan


oksigen.
Tujuan
Setelah diberikan asuhan
keperawatan diharapkan klien
klien mampu melakukan
aktivitas yang ditoleransi KH :
-Klien berpartisipasi dalam
aktivitas
yang
diinginkan/diperlukan
-melaporkan
peningkatan
dalam toleransi aktivitas yang
dapat diukur
-menunjukkan
penurunan
dalam
tanda

tanda
intoleransi fisiologi

-Mengurangiketidaknyamanan
dan
dapat menurunkan rangsang simpatis.

-Dapat menurunkan rangsangan yang


menimbulkan stress,membuat efek
tenang,sehingga menurunkan TD.
-Respon
terhadap
terapi
obat
stepeed(yang
terdiri
atas
diuretic.inhibitorsimpatis
dan
vasodilator)tergantung pada individu
dan efek sinergis obat.karena efek
samping tersebut,maka penting untuk
menggunakan obat dalam jumlah
paling sedikit dan dosis paling rendah.

umum ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan


Intervensi
-Kaji respon klien terhadap
aktivitas,perhatian
frekuensi
nadi lebih dari20 X per menit di
atas
frekuensi
istirahat
;peningkatan TD yang nyata
selama/sesudah
aktivitas,dispnea,nyeri
dada;keletihan dan kelemahan
yang
berlebihan;diaphoresis;pusing
atau pingsan.
-Intruksikan pasien tentang
tehnik penghematan energi,mis;
menggunakan
kursi
saat
mandi,duduk saat menyisir
rambut
atau
menyikat
gigi,melakukan aktifitas dengan
perlahan.
-Berikan
dorongan
untuk
melakukan aktivitas/perawatan
diri bertahap jika dapat
ditoleransi .berikan bantuan
sesuai kebutuhan.

Rasional
-menyebutkan
parameter
membantu dalam mengkaji
respons fisiologi terhadap
stres aktivitas dan bila ada
merupakan indikator dari
kelebihan
kerja
yang
berkaitan dengan tingkat
aktivitas.

-Tehnik menghemat energi


mengurangi
penggurangan
energy
juga
membantu
keseimbangan antara suplai
dan kebutuhan oksigen.
-kemajuan aktifitas bertahap
mencegah peningkatan kerja
jantung
tibatiba.memberikan
bantuan
hanya sebatas kebutuhan

akan mendorong kemandirian


dalam melakukan aktivitas.
Nyeri ( sakit kepala ) b.d peningkatan tekanan vaskuler serebral
Tujuan
Intervensi
Rasional
Setelah
diberikan -mempertahankan
tirah
baring -meminimalkan
asuhan
keperawatan selama fase akut
stimulasi/meningkatkan
diharapkan
nyeri
relaksasi
berkurang dengan KH : -berikan tindakan non farmakologi -tindakan
yang
-Klien
melaporkan untuk menghilangkan sakit kepala menurunkan
tekanan
nyeri/ketidaknyamanan mis; kompres dingin pada dahi,pijat vaskuler serebral dan yang
hilang/terkontrol
punggung
dan memperlambat/memblok
leher,tenang,redupkan lampu kamar respon simpatis efektif
lampu
kamar,tehnik dalam menghilangkan sakit
relaksasi(panduan
kepala dan komplikasinya.
imajinasi,diktraksi) dan aktifitas -Aktivitas
yang
waktu senggang.
meningkatkan
-Hilangkan/minimalkan
aktivitas vasokontriksi
vasokontriksi
yang
dapat menyebabkan sakit kepala
meningkatkan sakit kepala mis; pada adanya peningkatan
mengejan saat BAB,batuk panjang tekanan vascular serebral.
dan membungkuk.
-pusing dan penglihatan
kabur sering berhubungan
-Bantu pasien dalam ambulasi dengan sakit kepala.pasien
sesuai kebutuhan
juga dapat mengalami
episode hipotensi postural.
-meningkatkan
kenyamanan
-berikancairan,makanan
umum.kompres
hidung
lunak,perawatan mulut yang teratur dapat mengganggu proses
bila terjadi pendarahan hidung atau menelan
atau
kompres hidung telah dilakukan membutuhkan
napas
untuk menghentikan pendarahan
dengan
mulut
,menimbulkan
stagnasi
sekresi
oral
dan
mengeringkan membrane
mukosa.
munurunkan/mengontrol
nyeri dan menurunkan
-kolaborasi
pemberian
obat rangsang system saraf
analgesik,
simpatis.
-dapat
mengurangi
ketegangan
dan
ketidaknyamanan
yang
- kolaberasi pemberian obat diperberat oleh stress.

Antiansietas
mis;
lorazepanm(ativan),diazepam,
(valium)
Nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh b.d masukan berlebih
Tujuan
Intervensi
Setelah diberikan asuhan -Kaji
pemahaman
pasien
keperawatan
diharapkan tentang hubungan langsung
nutrisi klien cukup/optimal antara
hipertensi
dan
sesuai kebutuhan dengan kegemukan
KH :
- Berat badan klien dalam
batas ideal
-Bicarakan
pentingnya
menurunkan masukan kalori
dan
batasi
masukan
lemak,garam,dan gula,sesuai
indikasi.

Rasional
-kegemukan adalah resiko
tambahan pada tekanan
darah
tinggi
karena
disproporsi antara kapasitas
aorta dan peningkatan curah
jantung berkaitan dengan
peningkatan massa tubuh.
-Kesalahan
kebiasaan
makan makan menujang
terjadinya ateroskerosis dan
kegemukan.

Kurangnya pengetahuan b.d kurangnya informasi tentang proses penyakit dan perawatan diri
Tujuan
Setelah diberikan asuhan
keperawatan
diharapkan
terjadi
peningkatan
pengetahuan pada klien
dengan KH :
-Klien
paham
dengan
tentang proses penyakit dan
regimen pengobatan

Intervensi
-Kaji kesiapan dan hambatan
dalam belajar.termasuk orang
terdekat.

-Terapkan dan nyatakan batas


TD normal.jelaskan tentang
hipertensi dan efeknya pada
jantung,pembuluh darah ,ginjal
dan otak.

Rasional
-kesalahan konsep dan
menyangkal
diagnose
karena perasaan sejahtera
yang sudah lama dinikmati
mempengaruhi minat pasien
dan/orang terdekat untuk
mempelajari
penyakit,kemajuan,dan
prognosis.bila pasien tidak
menerima realitas bahwa
membutuhkan pengobatan
continue,maka perubahan
prilaku
tidak
akan
dipertahankan.
Memberikan dasar untuk
pemahaman
tentang
peningkatan
TD
dan
mengklarisifikasi
istilah
medis
yang
sering
digunakan.pemahaman
bahwa TD tinggi dapat
terjadi tanpa gejala adalah
ini untuk memungkinkan
pasien
melanjutkan

-Hindari
mengatakan
TD
normal
dan
gunakan
istilahterkontrol dengan baik
saat menggambarkan tekanan
darah pasien TD pasien dalam
batas yang normal.

pengobatan
meskipun
ketika merasa sehat.
-Karena pengobatan untuk
pasien hipertensi adalah
sepanjang kehidupan,maka
dengan
penyampaian
ideterkontrolakan
membantu pasien untuk
memahami kebutuhan untuk
melanjutkan
pengobatan/medikasi.

DAFTAR PUSTAKA
Dongoes,Marlynn.E.dkk.1999.Rencana Asuhan Keperawatan,Ed-3,Jakarta:EGC
Rilantono,L.dkk.2002.Buku Ajar Kardiologi,Jakarta:Universitas Indonesia
Smeltzer,C Suzanne dan Bare,Brenda G.Buku ajar Keperawatan Medikal Bedah,Ed8,vol.2,Jakarta:EGC
Mansjoer,arif.dkk.2001.Kapita Selekta kedokteran ,Ed-3, jilid I.Jakarta:FKUI Media Aesculapius
www.emedicine.com