Anda di halaman 1dari 15

SEWA GUNA (LEASING)

MUHAMMAD IQBAL

Pengertian sewa guna usaha menurut Keputusan Menteri


Keuangan No.1169/KMK.01/1991 tanggal 21 Nopember 1991
tentang Kegiatan Sewa Guna Usaha: Sewa guna usaha adalah
kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal
baik secara guna usaha dengan hak opsi (finance lease)
maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease),
untuk digunakan oleh lessee selama jangka waktu tertentu
berdasarkan pembayaran secara berkala.

finance lease adalah kegiatan sewa guna usaha dimana lessee


pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli
objek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati.
Sebaliknya operating lease tidak mempunyai hak opsi untuk
membeli objek sewa guna usaha. Dari defenisi tersebut di atas
dapat ditarik kesimpulan bahwa sewa guna usaha merupakan
suatu kontrak atau persetujuan sewa-menyewa. Objek sewa
guna usaha adalah barang modal dan pihak lessee memiliki hak
opsi dengan harga berdasarkan nilai sisa.
Dalam setiap transaksi leasing di dalamnya selalu melibatkan 3
pihak utama,
yaitu:
a. Lessor adalah perusahaan sewa guna usaha atau di dalam hal
ini pihak yang
memiliki hak kepemilikan atas barang
b. Lessee adalah peruahaan atau pihak pemakai barang yang
bisa memiliki hak opsi
pada akhir perjanjian
3
c. Supplier adalah pihak penjual barang yang

B. MEKANISME DALAM LEASING

1. Lessor adalah perusahaan leasing atau pihak yang


memberikan jasa pembiayaan kepada pihak lessee
dalam bentuk barang modal. Lessor dalam financial
lease
bertujuan untuk mendapatkan kembali biaya yang
telah dikeluarkan untuk membiayai penyediaan
barang modal dengan mendapatkan keuntungan.
2. Lessee adalah perusahaan atau pihak yang
memperoleh pembiayaan dalam bentuk barang modal
dari lessor. Lessee dalam financial lease bertujuan
mendapatkan pembiayaan berupa barang atau
peralatan dengan cara pembayaran angsuran atau
secara berkala.
4

3. Supplier adalah perusahaan atau pihak yang mengadakan atau


menyediakan barang untuk dijual kepada lessee dengan
pembayaran secara tunai oleh lessor.
4. Bank. Dalam suatu perjanjian atau kontrak leasing, pihak bank
atau kreditor tidak terlibat secara langsung dalam kontrak
tersebut, namun pihak bank memegang
peranan dalam hal penyediaan dana kepada lessor, terutama
dalam mekanisme leverage lease di mana sumber dana
pembiayaan lessor diperoleh melalui kredit
bank.

Lessor

(9)
(4)
(3)

(5)

(2)

(7)

(8)

(6)

Lessee

Supliers
(1)

Keterangan :
1. Lessee menghubungi supliers untuk menentukan jenis
barang,
spec, harga, waktu pengiriman dan jaminan
purna jual atas barang yang dilessee
2. Lessee melakukan negoisasi dengan lessor tentang
kebutuhan pembiayaan
3. Lessor mengirim letter of offer atau committmen letter
kepada lessee
6

4. Penandatanganan kontrak leasing


5. Pengiriman order beli kepada Suppliers
6.Pengiriman barang dan pengecekan barang oleh lessee
sesuai pesanan
7. Penyerahan dokumen oleh suppliers
8. Pembayaran oleh lessor kepada suppliers
9. Pembayaran sewa (leasse payment) secara berkala

1. Independen leasing company.


Perusahaan tipe ini berdiri sendiri atau independent dari
supplier yang mungkin dapat sekaligus sebagai pihak
produsen barang dan dalam memenuhi kebutuhan barang
modal nasabahnya (lessee).
contoh:bank
Bank dalam hal ini dapat memberikan pembiayaan
kepada
Lessee, Lesssor maupun kepada supplier (vendor
program)

Captive lessor akan tercipta apabila supplier atau produsen


mendirikan perusahaan leasing sendiri untuk membiayai produkproduknya. Hal ini dapat terjadi apabila pihak supplier
berpendapat bahwa dengan menyediakan Supplier
(Manufacturer) Lessor Independent (Lessor) pembiayaan leasing
sendiri akan dapat meningkatkan kemampuan penjualan
melebihi tingkat penjualan dengan menggunakan pembiayaan
trasdisional.
3. Lease Broker atau Packager

Bentuk akhir dari perusahaan leasing adalah leasebroker atau


packager. Broker leasing berfungsi mempertemukan calon
lessee denngan pihak lessor yang membutuhkan suatu barang
modal dengan cara leasing. Broker leasing beasanya tidak
memiliki barang atau peralatan untuk menangani transaksi
leasing untuk atas namanya. Disamping itu perusahaan broker
leasing memberikan satu atau lebih jasa-jasa dalam usaha
leasing tergantung apa yang dibutuhkan dalam suatu transaksi
leasing.
9

D. PROSES DAN MEKANISME TRANSAKSI LEASING


Leasing pada prinsipnya merupakan industri multidisiplin yang
meliputi antara lain bidang perpajakan, keuangan dan konsep
akuntansi. Dari defenisi leasing yang telah dibahas pada awal bab
ini dapat disimpulkan bahwa leasing mengandung arti suatu
perjanjian antara pemilik barang (lessor) dengan pemakai barang
(lessee). Mekanisme leasing tersebut merupakan dasar-dasar
dalam suatu transaksi leasing (basic lease). Pihak lessee
berkewajiban membayar sewa secara periodic kepada lessor
sebagai kompensasi atas penggunaan barang tersebut.

E. Tehnik Pembiayaan Leasing


1. Finance Lease
Lessor yang membiayai dan sebagai pemilik barang modal
Lesee membayar sewa (lease payment) secara berkala. Sewa
terdiri atas biaya perolehan barang dan biaya lainnya serta spread
yang diinginkan (full pay out lease)
Lessor tidak dapat membatal kontrak secara sepihak sebelum
kontrak berakhir (uncancelable)
Lessee memiliki hak opsi untuk membeli barang sesuai dengan
nilai sisa (residual value)
1

Bentuk Transaksi Finance Lease :


Direct financial lease
Lessee terlibat dalam proses pembelian barang modal dari
supplier
yang dibiayai Lessor dan langsung disewagunakan kepada
Lessee
Sale and Lease Back
Lessee menjual barang modalnya kepada Lessor, untuk
kemudian
dilakukan kontrak sewa guna usaha atas barang tersebut.
Tujuannya
untuk membantu Lessee yang mengalami kesulitan modal
kerja
Syndicate Lease
Pembiayaan dilakukan oleh lebih dari satu Lessor, atas
dasar .
pertimbangan risiko a.l karena obyek leasing
membutuhkan dana
dalam jumlah besar

Vendor Program
Penjualan dilakukan oleh vendor/ dealer kepada konsumen
dengan
fasilitas leasing. Lessor akan membayar barang kepada
vendor/dealer
selanjutnya Lessee akan membayar angsuran langsung
kepada Lessor
atau melalui Dealer
Cross Border Lease
Yaitu negara dimana Lessor berada berbeda dengan
negara Lessee.
Untuk mengatasi berbagai masalah (hukum dan
perpajakan)
dilakukan oleh afiliasi atau subsidiary perusahaan Leasing
tersebut
2. Operating Lease
Lessor sebagai pemilik barang menangung risiko ekonomis
dan pemeliharaan barang
Lessor menanggung biaya pelaksanaan sewa, asuransi, pajak
maupun biaya pemeliharaan

Lessee membayar sejumlah sewa yang tidak mencakup


biaya perolehan barang dan biaya lainnya serta spread
(non fullpay out lease)
Lessor
hanya mengharapkan keun- tungan dari
penjualan barang yang disewakan dan hasil sewa
lainnya
Lessee pada akhir kontrak mengembalikan barang
(tidak memiliki hak opsi untuk membeli barang)
Lessor dapat membatalkan
kontrak secara sepihak
(cancelable)
Metode Pembayaran Sewa
Payment in Advances
Pembayaran sewa untuk pertama kalinya dilakukan
dimuka, yaitu pada tanggal kontrak ditandatangani.
Payment in Arrears
Pembayaran sewa untuk pertama kalinya dilakukan
dibelakang, yaitu pada akhir periode angsuran (akhir
bulan, triwulan atau tahun)

Faktor Penetapan Sewa


Nilai barang
Simpanan Jaminan (security deposit)
Nilai sisa (residual value)
Jangka waktu
Tingkat Bunga
Kelebihan Leasing Seb. Sumber Dana :
Pembiayaan penuh, dapat sampai 100% (full pay out)
Lebih Fleksibel, jumlah sewa dapat disesuaikan dengan
pendapatan yang dihasilkan oleh obyek leasing
Sumber Dana Alternatif, terlepas dari credit line yang ada dari
phak lain
Off Balance Sheet, tidak ada keharusan mencatat dalam
Neraca
Arus Dana, yaitu dengan adanya keluwesan pengaturan
pembayaran
Proteksi Inflasi, karena sewa tetap
Perlindungan atas kemajuan teknologi, terhindar dari risiko
barang yang out of date
Sumber pelunasan kewajiban berasal dari modal kerja oleh
adanya barang yang di lease
Kapitalisasi Biaya, adanya biaya tambahan lain dapat
dikapitalisasi
Risiko Keuangan, dapat diatas dengan operating lease yang
berjangka waktu relatif singkat

F.

Kemudahan Penyusunan Anggaran, a.l karena jumlah


sewa yang tetap dan pembayaran secara berkala
Pembiayaan Proyek Skala Besar, dapat diatasi melalui
Leasing
Meningkatkan Debt Capacity, perolehan obyek leasing
tidak otomatis menaikkan debt to equity ratio

PERBEDAAN PEMBIAYAAN LEASING


DENGAN PEMBIAYAAN LAINNYA
Pembiayaan melalui perusahaan leasing memiliki
beberapa perbedaan pokok dengan metode
pembiayaan yang diberikan melalui lembaga-lembaga
keuangan lain misalnya bank atau dengan teknikteknik pembiayaan lain seperti sewa menyewa dan
sewa beli.