Anda di halaman 1dari 6

Zat adiktif dan Psikotropika

Tujuan Pembelajaran :

menjelaskan pengertian zat adiktif dan psikotropika.

menjelaskan dampak negatif zat adiktif dan psikotropika bagi kesehatan, ekonomi dan sosial.

menjelaskan cara menghindarkan diri dari zat adiktif dan psikotropika

Kamu pasti pernah membaca atau melihat tayangan di media tentang begitu seringnya aparat
keamanan menangkap pelaku penyalah gunaan psikotropika; baik produsen maupun penggunanya.
Mengapa mereka dianggap berbahaya sehingga harus diamankan? Zat-zat apa saja yang terkandung
di dalam bahan psikotropika? Apa pengaruh yang diakibatkannya? Dan apakah ada zat adiktif dan
psikotropika yang bermanfaat? Kalau ada untuk apa?
Tidak sedikit orang yang terjerumus dalam dunia narkoba. Besar kemungkinan karena mereka tidak
memperoleh pengetahuan yang cukup tentang bahaya narkoba. Oleh karena itu, kamu harus
mempelajari agar dapat terhindar dari hal itu. Apakah zat adiktif dan psikotropika itu? Apasajakah
yang tergolong obat terlarang? Bagaimana cara mencegah penyalahgunaan obat terlarang? Semuanya
dapat kita pelajari dalam bab ini
A.Pengertian zat adiktif

Zat adiktif adalah zat-zat yang dapat membuat pemakainya kecanduan (adiksi). Kecanduan
adalah suatu keadaan fisik (jasmani) maupun nonfisik (psikologis) dari seseorang yang merasa tidak
normal jika tidak menggunakan zat tertentu. Biasanya si pecandu akan menuruti keinginannya dengan
kembali mengonsumsi zat tersebut.

Sejak zaman dahulu, manusia sudah mengenal zat yang tergolong adiktif, misalnya suku indian
merokok dan mengunyah tembakau disetiap upacara adat. Pada awalnya, semua bahan adiktif berasal
dari tumbuh-tumbuhan. Contoh tumbuh-tumbuhan itu adalah ganja (cannabis sativa),
opium (papaver somniverum),kokain (Erythroxylum coca), mariyuana (Cannabis indica). Akan tetapi
seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan alam, khususnya bidang kimia, saat ini manusia
telah dapat membuat bhan-bahan adiktif buatan (sintetis) yang berkemampuan sama dengan zat
adiktif alami. Zat adiktif sintetis ada berbagai macam jenis dan khasiatnya berbeda-beda.
Pada mulanya, zat adiktif digunakan untuk memenuhi kebutuhan medis. Para dokter yng melakukan
tindakan operasi terhadap pasien menggunakan bahan adiktif untuk menghilangkan rasa sakit pada

pasien. Pemakaian obat atau zat adiktif oleh para dokter tersebut menggunakan dosis yang sesuai
kebutuhan dan dalam pengawasan yanga baik.
B. Jenis Zat Adiktif dan Dampaknya
Semua zat adiktif, baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan maupun bahan adiktif sintetis, disebut
narkoba atau napza. Aturan tentang pemanfaatan dan sanksi penyalahgunaan narkoba dituangkan
dalam UU RI nomor 22/1997 tentang narkotika.
1. Jenis zat adiktif
Narkoika digolongkan mejadi golongan I, golongan II, dan golongan III. Zat psikotropika digolongkan
menjadi psikotropika golongan I, golongan II, golongan III,, dan golongan IV.
Narkotika golongan I terdiri dari 26 macam, antara lain opium mentah, candu, kokain, ganja, THC, dan
heroin. Narkotika golongan II terdiri dari 87 macam, contohnya morfin dan opium. Narkotika golongan
III terdiri dari 14 macam, contohnya etil morfin dan kodein. Zat psikotropika golongan I terdiri dari 26
macam, golongan II terdiri dari 14 macam, golongan III terdiri dari 9 macam, dan golongan IV terdiri
dari 60 macam.
2. Dampak zat adiktif
Dampak yang ditimbulkan oleh zat adiktif dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :
1.

stimulasi adalah gejala yang terjadi pada saraf pusat untuk mempercepat proses-proses dalam
tubuh, seperti detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan. Contohnya : kafein pada kopi,
nikotin pada rokok, kokain, dan amfetamin.

2.

Depresi adalah gejala yang terjadi pada syaraf pusat untuk memperlambat proses pada tubuh.
Depresi menyebabkan turunnya kesadaran seseorang pada dunia sekelilingnya. Contoh zat-zat
yang tergolong depresan adalah alkohol. Obat penenang, dan sebagainya.

3.

Halusinasi adalah gejala yang terjadi pada saraf manusia yang menyebabkan khayalan.
Hakusinasi menyebabkan penderita mendengar suara, melihat benda, merasakan berbagai hal
yang sebenarnya tidak ada sama sekali. Contoh zat yang termasuk zat halusinogen adalah
LSD (lisergic acid diethylamide)

C. Narkotika
Zat yang tergolong narkotika misalnya opium, ganja, kokain, heroin, morfin, dan kodein.

1.

Opium berasal dari getah tumbuhan papaver somniverum yang belum masak. Opium diolah
menjadi morfin dan kodein yang diperlukan dalam bidang kedokteran sebagai obat analgesik
(penghilang rasa sakit), selain dapat menghilangkan rasa nyeri, jenis opium tertentu juga dapat
membuat orang tidur nyenyak dan membuat orang gembira ( mersakan euforia) tanpa sebab.
Saat ini, opium telah dapat dibuat manusia, yaitu berupa opium semisintetis dan opium sintetis.
Opium alami contohnya dalah morfin, kodein dan tebain. Opium semisintetis terbuat dari opium
alami yang dicampur sedikit bahan kimia. Contoh opium semisentitetis adalah heroin dan
hidroformon. Opium murni contohnya meperidin dan propoksifen.

2.

Ganja berasal dari daun tumbuhan cannabis sativa yang mengandung zat psikoaktif, yaitu zat
yang dapat mempengaruhi mental dan tingkah laku orang. Pohon dan ranting tanaman ganja
juga mengan dung psiko aktif meski dalam kadar yang rendah. Kadar tertinggi terdapat pada
pucuk tanaman ini, yaitu 10 %. Zat psiko aktif hashish dapat dihasilkan dari getah tanaman
ganja yang dikeringkan.

3.

Kokain adalah bubuk putih yang berasal dari daun koka (Erythroxylum). Kokain dahulu
digunakan dalam bidang medis sebagai anestesi (obat pembius) lokal. Akan tetapi, sekarang
kokain tidak lagi digunakan sebagai anestesi karena telah ditemukan bahan psikoaktif lain yang
relatif lebih aman.

4.

Heroin adalah zat yang tergolong zat narkotika yang dapat memberikan rasa senang yang luar
biasa pada pemakainya sehingga lupa dengan semua masalah

5.

Morfin adalah zat yang tergolong dalam opioida alami yang berasal dari getah opium. Morfin
berupa kristal putih, menyerupai kokain, yang dapat menekan pusat pernapasan. Pada kasus
overdosis morfin, biasanya pemakai mengalami gangguan pernapasan yang fatal. Morfin juga
dapat mengganggu siklus menstruasi pada wanita pemakai, impotensi pada pria
pemakai,sembelit, serta efek-efek samping yang berbahaya lainnya.

6.

Kodein adalah zat analgesik yang lemah. Kekuatan kodein hanya sekitar seperdua belas
kekuatan morfin. Kodein sering digunakan sebagai analgesik pada obat batuk yang kuat.

1.
D. Psikotropika
Psikotropika adalah bahan atau zat yang tidak tergolong narkotika dan alkohol tetapi memiliki khasiat
seperti narkotika dan alkohol. Contoh zat psikotropika antara lain afetamin dan ekstasi.
1.

Afetamin adalah zat adiktif yang tergolong stimula karena dapat mempercepat proses tubuh
melalui sitem saraf pusat. Amfetamin sering disalahgunakan sebagai obat penurun berat badan

dan doping bagi olahragawan. Pemakaian amfetamin dalam jangka panjang dapat menimbulkan
ketergantungan.
2.

Ekstasi adalah salah satu zat yang mengandung amfetamin. Ekstasi dapat menimbulkan
perasaan selalu segar, tidak mengantuk, dan tidak lekas lelah. Akan tetapi, ekstasi dapat
menyebabkan pemakainya dapat mangalami dehidrasi. Hal ini karena biasanya pemakai ekstasi
tidak merasa haus. Pemakaian ekstasi yang lama akan menimbulkan gangguan daya ingat dan
kelambanan gerakan anggota tubuh.

E. Alkohol
Alkohol merupakan contoh zat depresan. Alkohol adalah senyawa kimia yang dikenal dengan
nama etanol dengan rumus kimia CHOH. Alkohol diperoleh dari hasil fermentasi berbagai jenis hasil
tanaman. Misalnya singkong, dapat diolah menjadi tapai dan jika diteruskan beberapa lama, akan
menjadi etanol. Dalam dosis yang rendah, mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan timbulnya
perasaan euforia atau kegembiraan yang tidak jelas penyebabnya mabuk. Dalam dosis tertentu,
peminum alkohol dapat menemui ajalnya.
Dalam bidang kedokteran, alkohol menrupakan bahan kimia yangsangat besar peranannya. Alkohol
sering digunakan sebagai cairan pelarut dan dapat digunakan untuk membunuh kuman-kuman atau
bakteri.
F. Rokok
Rokok adalah gulungan bubuk tembakau yang mengandung senyawa psikoaktif yang disebut nikotin.
Bubuk tembakau dalam rokok telah banyak diberi zat adiktif seperti cengkih, kemenyan, klembak dan
zat-zat organik lainnya. Asap rokok berbahaya bagi kesehatan. Ketika seseorang asap rokok akan
masuk kedalam sistem pernapasan hingga paru-paru. Orang-orang yang tidak merokok tetapi berada
di dekat perokok akan menghirup udara yang sama. Orang seperti ini disebut perokok pasif. Perokok
maupun perokok pasif mempunyai resiko yang sama.
Zat-zat yang berbahaya dalam rokok
Di dalam rokok terkandung zat-zat yang dapat membahayakan dalam tubuh kita, khususnya istem
pernapasan. Zat-zat berbahaya tersebut antara lain :
1.

Karbon monoksida dikenal sebagai zat racun. Pada batas jumlah tertentu, manusia akan mati
jika menghirup gas ini. Gas monoksida akan mengikat hemoglobin dalam darah manusia
sehingga kemampuan fungsi darah untuk mengikat oksigen berkurang.

2.

Nikotin adalah senyawa kimia berbahaya dengan rumus kimia CHN. Nikotin dapat menimbulkan
efek ketagihan atau ketergantungan serta menyebabkan tumbuhnya sel-sel kanker pada paruparu. Nikotin pada asap rokok yang dihisap hanya membutuhkan waktu 9 detik untuk mencapai
otak manusia. Akibatnya tekanan darah naik, ritme pernapasan meningkat, dan sistem saraf
pusat terstimulasi

3.

Tar merupakan sisa pembakaran yang dapat kita lihat pada pipa rokok. Warnanya hitam dan
lengket. Tar juga akan membuat gigi,jari, dan kuku perokok berwarna kuning kehitaman. Zat
sisa ini amat berbahaya karena merupakan bahan karsinogenik (bahan penyebab kanker). Selain
itu tar mengakibatkan gerak rambut getar di saluran pernapasan berhenti. Padahal, rambut
getar ini berfungsi untuk mencegah bahan-bahan yang berbahaya masuk kesaluran
pernapasan.

4.

Nitrogen oksida pada dosis yang cukup, gas ini dapat menimbulkan keinginan tertawa spontan
yang tidak jelas alasannnya, gas yang mempunyai rumus kimia NO ini dapat menekan rasa sakit
pada manusia sehingga digunakan senagai obat bius dibidang medis.

5.

Gas hidrogen sianida adalah gas racun yang sangat berbahaya bagi manusia.

6.

Amonia adalah gas yang berbau sangat busuk, beracun, dan bersifat korosif

7.

Metanol adalah senyawa kimia dari alkohol sederhana yang juga beracun.

G. Pencegahan bahaya narkoba


Hal-hal yang perlu kamu lakukan untuk mencegah penggunaan obat-obat terlarang antara lain
sebagai berikut :
1.

Jangan sekali-kali mencoba dengan kadar berapapun, dengan jenis apa pun, dan dengan dalih
apa pun.

2.

Carilah pergaulan yang aman ditempat yanga aman, dengan orang-orang yang aman , dan pada
waktu yang aman

3.

Dapatkan kasih sayang yang tulus dari keluaraga, dengan saling memperhatikan, saling
mengasihi, dan saling membutuhkan. Kembangkan kasih sayang ini pada saudara, sahabat dan
teman-temanmu.

4.

Waspadalah terhadap siapa pun dengan tetap menjalani hidup yang wajar. Dan
katakan tidak pada narkoba.

5.

Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan rajin menjalankan ibadah dan
memohon kekuatan kepada Nya. Tanpa kekuatan dari Tuhan, manusia penuh dengan segala
kelemahan.

H. Pengobatan (penanggulangan) narkoba

pengobatan atau penanggulangan bagi penderita atau pemakai obat-obat terlarang memerlukan
waktu yang relatif lama, sesuai dengan tingkat ketergantungannya. Ketergantungan akan obat-obat
terlarang berbeda dengan kebiasaan atau kecanduan orang merokok. Ketergantungan obat terlarang
memerlukan para ahli dibidangnya yang akan memberikan terapi dan pengobatan.
Di Indonesia telah dibangun wisma-wisma rehabilitasi bagi penderita ketergantungan obat. Ditempat
tersebut tersedia tenaga-tenaga medis maupun non medis profesional yang dapat memberikan
pengobatan dan terapi pada penderita ketergantungan obat. Kebanyakan penderita ketergantungan
obat tidak dapat diobati sendiri dirumah dengan pengawasan seketat dan sekeras apa pun. Mantan
penderita pemakai obat terlarang perlu mempunyai komunitas yang dapat saling menguatkan, saling
memotivasi dan saling mengingatkan sesama anggotanya

Anda mungkin juga menyukai