Anda di halaman 1dari 6

PRAKTIKUM FISIKA REAKTOR NUKLIR

PERCOBAAN C - KALIBRASI DAYA REAKTOR

Disusun oleh:
Nama
NIM
Program Studi
Kelompok
Hari, Tanggal

: Ganjar Putro Indratoro


: 12/333273/TK/39686
: Teknik Nuklir
:2
: Rabu, 12 November 2014

BIDANG REAKTOR, PUSAT PENELITIAN NUKLIR YOGYAKARTA, BATAN

JURUSAN TEKNIK FISIKA PROGRAM STUDI TEKNIK NUKLIR


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2014

I.

TUJUAN
1. Melakukan kalibrasi daya reaktor, yaitu mencari berapa adaya sesungguhnya yang
dibangkitkan didalam teras reaktor, apabila meter penunjuk daya menunjukan daya
pada suatu nilai tertentu.

II. DASAR TEORI


Reaksi pembahalan di dalam reaktor yang sedang beroperasi menghasikan energi
yang dapat menghasilkan daya reaktor. Banyaknya reaksi pembelahan yang terjadi tiap
detik tiap satuan volume reaktor dapat ditentukan oleh f. Di mana adalah fluks neutron
dan f adalah tampang lintang makroskopik pembelahan.
Dalam pengukuran reaktor, terdapat dua cara melalui metode kalorimeter, yaitu
reaktor dioperasikan dengan sistem pendingin dijalankan (stationer) dan reaktor
dioperasikan dengan sistem pendingin tidak dijalankan (nonstationer).
Cara pertama, yaitu reaktor dioperasikan dengan sistem pendingin dijalankan
(stationer) adalah ketika di dalam sistem pemindah panas tidak terjadi akumulasi panas di
dalam sub-sistemnya. Di dalam kondisi stationer, panas yang dipindahkan dari teras reaktor
bergantung debit air (G) dan beda suhu inlet dan outlet sistem pendingin primer.
Panas yang terakumulasi di dalam tangki reaktor diambil oleh sistem pendingin
primer, kemudian dengan melalui sistem penukar panas, panas dipindahkan ke sistem
pendingin sekunder. Dengan mengatur debit pendingin, akan diperoleh kondisi stationer.
P = G . c . t
Dengan

G = debit air sistem pendingin primer (cm3/detik)


t = beda suhu inlet dan outlet sistem pendingin primer (C)
c = panas jenis air (4,187 watt.det/gr. C)

Cara kedua adalah reaktor dioperasikan dengan sistem pendingin dimatikan (nonstationer). Pada metode ini sistem pendingin dimatikan atau tidak dijalankan. Panas yang
dihasilkan oleh teras reaktor akan naik terus. Untuk menentukan daya reaktor yang
sesungguhnya, dapat dengan mengamati laju kenaikan suhu air tangki pada tingkat daya
reaktor yang tetap. Pengamatan dihentikan hingga batas suhu maksimum yang diijinkan
pada reaktor Kartini, yaitu 40oC.

P=

Dengan

= 60 H

P = daya reaktor yang sesungguhnya (KWatt)


Q = energi panas yang terbentuk di reaktor.
Ganjar Putro Indratoro Praktikum Kalibrasi Daya | 1

H = Harga ir reaktor Kartini = 19,0476 kwh/C


T = Suhu air tangki reaktor (C)
t = interval waktu pengamatan (menit)

III. ALAT DAN BAHAN


1. Termometer
2. Stopwatch

IV. CARA KERJA


1. Reaktor dikritiskan dengan sistem pendingin dalam keadaan tidak dijalankan.
2. Naikan daya reaktor pada level daya tertentu yang dapat dilihat meter daya linear (30
KW, 50 KW, 70 KW, dan sebagainya.
3. Amati kenaikan suhu air tangki reaktor pada setiap 5 menit sampai memperoleh 11
data pengamatan. Buatlah dalam kertas grafik hubungan antara suhu versus waktu,
kemudian cari kemiringannta (slope). Dari konstanta kemiringan ini dapat ditentukan
daya reaktor yang sebenarnya.

Ganjar Putro Indratoro Praktikum Kalibrasi Daya | 2

V. HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Hasil Praktikum
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Waktu (menit)
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
275

Suhu (oC)(ti)
31,21
31,64
32,25
32,62
32,92
33,32
33,81
34,2
34,68
34,97
35,26
366,88

ti
0
0,43
1,04
1,41
1,71
2,11
2,6
2,99
3,47
3,76
4,05
23,57

ti*ti
0
13,6052
33,54
45,9942
56,2932
70,3052
87,906
102,258
120,3396
131,4872
142,803
804,5316

ti2
0
25
100
225
400
625
900
1225
1600
2025
2500
9625

( ) ( )
=

( 2 ) ( )2
(8647,362) (6481.75)
=
(105875) (75625)

= 0.07159

P = 60 x H x

= 60 x 19,0476 x 0,07159
= 81,81706 kW

Ganjar Putro Indratoro Praktikum Kalibrasi Daya | 3

Grafik Suhu vs Daya Reaktor


36
y = 0.081654545x + 31.311366364
R = 0.9961

Daya Reaktor

35
34
33
32
31
30
29
0

10

15

20

25

30

35

40

45

50

Suhu

Dari plot data praktikum didapatkan gradien sebesar 0,08165. Dari persamaan ini
berarti:

= 0,08165oC. Menit -1

Sehingga daya reaktor yang dapat dibangkitkan berdasarkan kalorimetri:

P = H = 19,0476.

.0,08165oC. Menit -1[ 3600sekon/jam].[1/60 menit/sekon]

P = 93,314 KW.
Presentasi penyimpangan daya reaktor:
= |

93,314 100
| 100%
93,314

= 7,165%

2.

Pembahasan
Praktikum kali ini adalah kalibrasi daya reaktor dengan menggunakan metode
calorimeter dengan cara nonstasioner. Cara nonstasioner adalah mematikan pendingin
ketika reaktor sedang beroperasi. Panas yang dihasilkan oleh teras reaktor
terakumulasi di dalam tangki reaktor, lalu suhu air di dalam reaktor akan terus naik.
Pengamatan dilakukan hingga tidak melebihi batas maksimum suhu air tangki yang
diizinkan di Reaktor Kartini, yaitu sebesar 40C.
Daya reaktor yang ditetapkan ketika percobaan dilaksanakan adalah 100kW.
Perlu adanya kalibrasi daya untuk membuktikan apakah daya reaktor benar-benar
100kW atau tidak. Pada setiap suhu 5 menit sekali, praktikan mengamati suhu di dalam
reaktor. Suhu yang diamati adalah suhu permukaan. Hal ini dilakukan hingga 11 kali
dan masih belum menyampai batas suhu yang diizinkan pada Reaktor Kartini. Suhu

Ganjar Putro Indratoro Praktikum Kalibrasi Daya | 4

awal yang diamati adalah sebesar 31,21oC, sedangkan suhu akhirnya, yaitu sebesar
35,26C.
Terlihat dari data yang didapatkan, semakin lama, suhu akan semakin naik. Hal
ini sejalan dengan dasar teori. Kemudian, melalui hasil perhitungan di atas, untuk
menentukan daya reaktor dapat dihitung dengan regresi linier. Didapatkanlah daya
Reaktor Kartini saat itu sebesar 93,314kW.
Nilai tersebut berbeda dengan besar nilai daya yang ditunjukkan oleh meter
daya, yaitu sebesar 100kW. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh kemungkinan
diakibatkan karena sistem meter daya pada reaktor yang sudah lama belum dikalibrasi
ulang, ketidaktelitian praktikan dalam mengambil data yang beberapa kali tidak tepat
5 menit, dan juga meter daya yang tidak diletakkan di tengah permukaan reaktor
karena panjangnya tali pada meter daya yang terbatas.

VI. KESIMPULAN
1. Daya reaktor yang dibangkitkan melalui perhitungan nonstasioner adalah sebesar
93,314 kW, dengan besar persentase penyimpangan 7,1765%.

VII. DAFTAR PUSTAKA


Stacey, Weston M. 2007. Nuclear Reactor Physics Second Edition. Weinhem: WILEYVCH Verlag GmbH & Co. KGaA.
Trijono, Edi. 1998. Modul Petunjuk Praktikum Fisika Reaktor. Yogyakarta: Fakultas
Teknik UGM / PPNY Batan.

Ganjar Putro Indratoro Praktikum Kalibrasi Daya | 5