Anda di halaman 1dari 3

[IDVolunteering] Semangatku Semangatmu

Perkenalkan nama saya Hera Wijaya, saya tinggal di Indramayu. Kesibukan saya
sekarang kuliah dan sedikit membantu pekerjaan dirumah. Dan saya sekarang kuliah
jurusan Teknik Informatika di salah satu Universitas Swasta di Cirebon. Itu sedikit
perkenalan diri sebagai pembuka tulisan ini.
Selepas kuliah kegiatan dirumahpun saya lakukan kembali, seperti ombak yang
mengalun cepat akan kembali ke daratan itulah yang saya rasakan, cepat waktu yang
dikeluarkan dan begitu cepat pula tenaga dan fikiran yang terkuraskan. Emhhh ...
menghela nafas panjangku sembari mengucap syukur kepada Tuhan tidak akan pernah
henti. Tepatnya hari Sabtu kegiatan hari ini saya sangat sibuk menjalani kegiatan yang
menyita waktu untuk kuliah, membantu Orang Tua, berjualan dan yang sangat penting
adalah mengajar teman-teman di daerah saya.
Kata mengajar bagi saya sangat menyenangkan, karena tidak semua orang menjadi
hebat sebelum mereka memberikan kehebatan itu untuk orang lain fikirku begitu, dan
mengajar memberikan kepuasan tersendiri bagi saya. Selepas sholat magrib seperti
biasa saya harus mengajar ngaji untuk teman-teman (adek-adek) saya. Sangat miris
itulah kata yang tepat untuk saat ini rasakan, pasalnya banyak sekali teman-teman
antusias untuk belajar mengaji, sayang seribu sayang tutor yang diberikan tidak
sepandan dengan banyaknya teman-teman yang ingin belajar mengaji, akhirnya saya
urungkan niat untuk membantu Pak Ustad yang kebingungan untuk mencari tutor
mengaji.
Teng... tiba saatnya saya bersama meraka, ternyata mereka sangat antusias dengan
keberadaan saya dan senyuman yang mereka berikan tertanam kesejukan dalam diri
saya, wajah kepolosan teman-teman mengingatkan masa kecil kelamku. Diruangan
yang sederhana saya duduk bersila kugenggam tangan kananku dengan Al-Quran,
sembari bergantian mengaji. Rasa sedih pasti ada, ruangan yang sederhana dengan
terbatas dan sedikit sirkulasi udara yang masuk membuatnya sesekali merasa gerah.
Maklum Indramayu terkenal dengan pantainya jadi wajar sedikit panas dan orang
mengatakan sebagai kota bahari itu memang benar adanya.

Pagi itu langit hitam kelam. Angin membelai masuk melewati jendela kamarku 3x4m,
Matahari malas keluar, dia terus bersembunyi di balik awan gelap yang terkadang malas
beraktivitas. Seperti halnya saya yang masih bersembunyi di balik selimut tebal
peninggalan nenek yang sangat bau yang saya sangat suka, setiap ingin tidur tidak lepas
dari selimut itu. Hari ini adalah hari Kamis, hari terakhir dalam seminggu aku berkuliah.
Sungguh malas kuliah pagi ini, ditambah Tugas yang setiap bulan datang membuat
perutku merasa tidak nyaman untuk kuliah. Dan setiap aku teringat raut muka kedua
orang tuaku perasaan itu hilang.
Berjalan menyusuri gang-gang sempit yang setiap hari saya lalui ini sungguh
memuakkan, ditambah dengan keringat orang-orang pasar yang membuat saya semakin
muak dengan keadaanku sendiri. Sengaja saya lewat gang pasar karena hanya gang
pasar akses tercepat yang menghubungkan kosanku dengan kampus. Bertemu dengan
orang-orang apatis yang sangat tidak peduli dengan orang lain. Masyarakat kota yang
biasa individualis. Berbeda sekali dengan kampungku, kampung cinta damai. Dimana
hanya ada satu dua orang yang sedikit individualis dan itupun bukan penduduk asli
kampung, orang kota yang punya segudang bisinis di desa.
Keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi siapapun untuk menjadi lebih baik, dan
termasuk mengajar ngaji saya juga mengajar les secara sukarelawan tanpa ada fee
sepeserpun, yaitu Les Hermath kata itu diambil dari nama saya Hera dengan kata
tambahan Math kerana saya suka pelajaran MTK, dan saya ikhlas dedikasikan untuk
daerah saya menjadi kota yang berilmu dan menjadi penerus bangsa yang hebat dan
tangguh kataku. Akhirnya banyak sekali teman-teman yang mau bergabung belajar
seperti halnya Arif, dengan keterbatasan fisiknya tetapi semangatnya melebihi
kekurangan yang dimilikinya, dan saya sadar atas nikmat Tuhan begitu adil.
Selain Arif juga jagoanku bernama Awing, dia mempunyai keterbatasan karena mata
yang dia miliki tidak sesempurnah teman-teman yang lain dan membuatnya menjadi
minder, tetapi semua itu saya berikan mereka motifasi dan yang mereka rasakan hanya
kesedihan yang menghanyuti perasaanya, sesekali saya peluk mereka dengan
kehangatan.

Agenda sekarang menemani teman-teman untuk belajar bareng, pernah sesekali saya
absen tidak bisa hadir mengajar ngaji karena kesibukan kuliah dan mereka merasa
kecewa betul tanpa keberadaan saya dan mereka butuh saya untuk mengajar ngaji. Dan
yang lebih parah lagi mereka pernah niat untuk membatalkan belajar mengaji garagaranya sepele karena saya tidak bisa hadir. Sedih rasanya saya harap ada tutor yang
mau membantu mereka mengaji atau mengajar les , karena mengandalkan saya mungkin
tidak sesempurnah orang yang lihat.
IPS mungkin pelajaran ini banyak disukai sebagian orang, benar kata Arif salah satu
muridku petani mencari kerja di kota, orang kota mencari kekayaan di desa. Dan kini
pelajaran IPS telah selesai semua teman-teman berhamburan pulang, karena sebelumnya
saya memberikan hadiah bagi teman-teman yang bisa menjawab dengan benar materi
yang sudah disampaikan dengan pulang terlebih dahulu. Semua mata memandang fokus
kearah saya keringat dinginpun telah berjatuhan, kini mereka seperti dalam peperangan
meraih sebuah harapan.
Tiba-tiba yang pulang lebih awal adalah Arif, dengan senyuman khasnya ,hore saya
berhasil tanpa memperdulikan teman sebelahnya. Karena hari juga sudah malam dan
teman-teman juga perlu istirahat, Awing dengan kemalasannya terulang kembali dengan
berontak mengacaukan susasana mungkin karena kesal tidak bisa menjawab pertanyaan
tadi. Saya genggam tangan Awing dan teman-teman lain dengan penuh hati-hati sambil
menunggu orang tua yang menjemput anak-anaknya.
Keesokan harinya, mereka seperti biasa mendatangi tempat kebanggaan untuk
berebutan tempat duduk dan itu favorit teman-teman dengan canda tawa yang selalu
mereka rasakan. Padahal waktu itu saya sangat lelah, dengan melihat senyuman mereka
menjadikan lelah itu akan hilang seketika.
Hari ini banyak pelajaran yang bisa saya aplikasikan dari mereka, kerelawanan itu
bukan seorang motivator saja niat ikhlas dengan kemampuan yang dimiliki hantarkan
semangatku untuk mereka, inspirasi yang selalu datang dalam diri saya, dengan itu
melihat keterbatasan dan kesederhanaan mereka seolah tidak pernah berhenti bersyukur.