Anda di halaman 1dari 89

PENULISAN

RESEP
Dr. FRANCISCA DIANA A,M.Sc

TINDAKAN DOKTER
UNTUK PENDERITA
ANAMNESIS

PEM. FISIK

DIAGNOSIS
OBAT

NON OBAT

TERAPI

Beri Obat
Beri Info
Evaluasi

LANGKAH TERAPI RASIONAL


Tentukan Masalah Pasien.
Tentukan Tujuan Pengobatan
Pilih Terapi Yang Paling Sesuai
Untuk Pasien (Obat / Non Obat)
Berikan Pengobatan
Berikan Informasi, Instruksi,
Peringatan
Evaluasi (Atau Stop)
Pengobatan

JENIS-JENIS TERAPI
Terapi Non Farmakologi
1. Pembedahan
2. Radioterapi (penyinaran)
3. Fisioterapi
4. Pengaturan Pola Makan
5. Pengaturan Pola Hidup
6. Konseling (KIE)

JENIS-JENIS TERAPI
Terapi Farmakologi
1. Terapi Profilaktif
Antibiotik Profilaktif tindakan
Bedah
2. Terapi Simtomatik
Meredakan Gejala (Demam,
Pusing)
3. Terapi Kausal
Menghilangkan Penyebab (Infeksi)

TERAPI FARMAKOLOGI
Terapi Farmakologi diwujudkan
dalam bentuk peresepan atau
penulisan obat dalam resep.
Peresepan yang baik idealnya
mendekati penulisan resep
yang Rasional.

PENULISAN RESEP YANG


TEPAT DAN RASIONAL
Penulisan resep yang tepat dan
rasional merupakan penerapan
berbagai ilmu
banyak variabel yg harus
diperhatikan
Variabel yang harus
diperhatikan :
1. Faktor Obat
2. Kombinasi Obat
3. Penderita

1. Faktor obat
Obat akan memberikan hasil
terapi yang baik bila:
Tepat Obat
Tepat Dosis
Tepat Bentuk sediaan
Tepat Penderita
Tepat Indikasi

2.Faktor penderita
Tiap penderita mempunyai
karakteristik sendiri- sendiri yang
memerlukan pertimbangan dalam
memberikan terapi. Yaitu :
1.umur : bayi,anak.dewasa. orang tua
2.jenis kelamin : laki-laki, wanita
3.sensitifitas / alergi ( tidak semua
obat dapat diterima oleh semua
penderita )

4. Riwayat penyakit .
Pernah tidaknya menderita penyakit
lever,ginjal
5. Ketaatan penderita minum obat
6. Daya tahan penderita.
Semakin baik daya tahan penderita
maka proses penyembuhan akan
semakin cepat.Sebaliknya jika daya
tahan buruk ditambah adanya
komplikasi maka proses
penyembuhan akan makan waktu
lama.

3. Faktor penyakit yang


diderita.
Sudah stadium berapa, adakah
komplikasi yang mengikuti
penyakit primernya.

PENGERTIAN OBAT
Senyawa kimia yang mempengaruhi
proses hidup.
Bahan atau panduan bahan yang
digunakan untuk mempengaruhi
dan menyelidiki sistem fisiologis
atau keadaan patologis dalam
rangka penetapan diagnosa,
pencegahan penyakit, pemulihan
dan peningkatan kesehatan
termasuk kontrasepsi dan sediaan
biologik (PP RI No. 72/1998).

Sebelum memberikan obat


pertimbangkan lebih dahulu:
Manfaat dan resiko obat yang
akan diberikan.
Ambil selalu resiko yang paling
ringan.
Pilihlah obat yang terpilih ( drug of
choice ) untuk setiap kasus.
Pilihan pertama . kedua dst
Gunakan obat yang sudah dikenal
dengan baik hindari pemakaian
obat yang belum anda kuasai.

Hanya diberikan obat obat


yang dibutuhkan saja
Hitung dosis dengan tepat dan
rasional
gunakan dosis efektif terkecil
dahulu untuk menghindari
efek samping yang tidak
diinginkan
Pilih cara pemberian yang
aman dan efisien.

UNDANG - UNDANG
FARMASI
Penggolongan obat menurut undang
undang Farmasi
I. Obat Narkotik
: daftar O
II. Obat Keras
: daftar K
III Obat Bebas terbatas : daftar G
IV.Obat bebas
: daftar W
V. Obat tradisionil

Kode Registrasi Obat


Kode/pernyataan khusus pada penandaan / kemasan
a) Untuk obat yang hanya diperoleh dengan resep dokter : lingkaran
bulat merah dengan garis tepi berwarna hitam, dengan huruf K di
tengah yang menyentuh garis tepi
Untuk obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter :
b) Tanda khusus obat bebas : lingkaran hijau dengan garis tepi
berwarna hitam
c) Tanda khusus obat bebas terbatas : lingkaran biru dengan garis
tepi berwarna hitam disertai tanda peringatan pada kemasan

16

P no 1
Awas Obat Keras
Bacalah Aturan Memakainya

P no 1
Awas Obat Keras
Hanya untuk di bakar

P no 2
Awas Obat Keras
Hanya untuk kumur, jangan
ditelan

P no 1
Awas Obat Keras
Tidak boleh di telan

P no 3
Awas Obat Keras
Hanya untuk bagian luar badan

P no 1
Awas Obat Keras
Obat Wasir, jangan di telan

Ditinjau dari segi peredarannya


1 Obat Paten : adalah obat dengan nama
dagang dan menggunakan nama yang
merupakan milik produsen obat yang
bersangkutan.
Obat paten milik suatu perusahaan dengan
nama yang dilindungi hukum yaitu merk
terdaftar atau proprietory name (trade
name).
Perusahaan lain tidak boleh memakai nama
tersebut.
2.Obat generik : adalah obat dengan nama
resmi yang ditetapkan dalam
Farmakope Indonesia untuk zat
berkhasiat yang dikandungnya.

NAMA KIMIA

NAMA GENERIK

NAMA PATEN

Amino benzyl
penicillin

Ampicillin

Vicillin

Asam asetil
salisilat

Asetosal

Aspirin

WAKTU MINUM OBAT


Untuk mendapatkan efek terapeutik yang
optimal harus ditetapkan waktu yang tepat
obat digunakan.
Sebelum makan (ante coenam=ac)
digunakan untuk obat obat yang
absorpsinya paling bagus waktu
lambung kosong
Sesudah makan (post coenam=pc)
digunakan untuk obat obat yang
mengiritasi lambung
Waktu makan (durante coenam=dc)
digunakan untuk obat obat yang
dibutuhkan membantu pencernaan.

Sebelum tidur (ante noctem=an).


Digunakan untuk obat hipnotika,
transquilizer, obat laksan, obat
cacing.
Pagi hari (mane). Digunakan untuk
obat obat laksan atau diuretika.
Sesudah buang air besar (post
defaecatio). Digunakan untuk obat
obat bentuk suppositoria.

a. Sebelum makan (a.c.)

Keterangan

Ampicilin, Gol. ACE Inhibitor, Gol. Quinolon,


Cimetidin, Gol. Sulfonamid, Penicilin,
Tetracyclin,
Sefalosforin,
Paracetamol,
Levodopa

Makanan akan mengganggu absorbsi obat


sehingga akan menurunkan efek obat.
Karbohidrat menghambat absorbs obat
sehingga akan menurunkan efek obat.
Protein menghambat absorbs obat sehingga
akan menurunkan efek obat.
Keterangan

a. Bersama makan (d.c.)

Diazepam,
Fenitoin,
Hidralazin,
Gol. Absorbsi obat akan lebih baik jika bersama
Betabloker, Karbamazepin, Spironolakton.
makanan sehingga akan meningkatkan
efektivitas
a. Sesudah Makan (p.c.)
Keterangan
Digitalis, Gol.Kortikosteroid, Gol. NSAID, Obat-obat
Preparat Besi
lambung

tersebut

akan

mengiritasi

Tujuan dan cara pemakaian obat


1. Efek sistemik : diabsorpsi keseluruh
tubuh.
a. Cara enteral (per-oral) : Obat melalui
mulut masuk kesaluran pencernaan dan
diabsorpsi keseluruh tubuh
b. Sublingual/bukal : Obat diletakkan
dibawah lidah atau diantara gusi dan pipi.
c. Parentral (per-injeksi)
d. Implantasi subcutan
e. Rektal

2. Efek lokal : efek obat setempat


Efek obat hanya menyebar/ mempengaruhi
bagian tertentu di mana obat itu berada.
Misal : Obat mata, telinga, hidung, dll

SENI MENULIS RESEP

Langkah langkah pengobatan


orang sakit
Orang sakit dokter ( anamnese,pemeriksaan
fisik,pemeriksaanlaboratorium)

diagnosa penyakit

terapi

Tentukan jenis obat dan dosis

Cara pemberian,waktu pemberian

Dokter menulis resep apotek

PENULISAN RESEP YANG


TEPAT DAN RASIONAL
Rasional : Rasio kemanfaatan lebih besar
dari pd resiko efek samping yg ditimbulkan
obat.
Penulisan resep yg rasional tdp motto :
- Tepat Obat
- Tepat Dosis
- Tepat Bentuk sediaan
- Tepat Penderita
- Tepat Indikasi

DAMPAK PERESEPAN YG
TIDAK RASIONAL
Bertambahnya kemungkinan
toksisitas obat yg diberikan.
Tjd interaksi obat satu dg obat
lain.
Tidak tercapai efektifitas obat
yg dikehendaki
Meningkatkan biaya
pengobatan penderita

PENGERTIAN UMUM RESEP

Resep adalah permintaan


tertulis dokter, dokter gigi,
dokter hewan kpd Apoteker
di Apotek utk membuatkan
obat dalam bentuk sediaan
ttt & menyerahkan kpd
penderita
Satu resep Satu penderita

PENGERTIAN UMUM RESEP


Dokter umum & spesialis tdk
ada pembatasan jenis obat yg
diberikan pd Pasien.
Dokter gigi jenis obat yg
bhubungan dg penyakit gigi.
Dokter hewan resep utk
keperluan hewan

FORMULIR RESEP
dr. Andi Susanto
Jl. Bukit Keminting
SIP. 1234/KM/2015
Palangka Raya,
R/ Paracetamol 190 mg
Codein
5 mg
Sacch.lact.
qs
mf.pulv .dtd. No. X
S.3 dd pulv I
________
Pro. Budi
Usia :5th/19 kg

KERTAS RESEP
Resep ditulis diatas kertas resep dg
ukuran panjang 15-18 cm dan lebar
10-12 cm.
Permintaan obat melalui telepon
hendaknya dihindari !!!
Resep utk penderita hendaknya
dibuat rangkap dua, satu utk pasien,
satu lagi untuk dokumentasi dokter.

KETERANGAN RESEP
1. Nama & alamat dokter,
SIP, No. tlp, jam & hari
praktek
2. Nama kota serta tanggal
resep ditulis dokter
Nomor 1-2 diatas disebut
Praescriptio

3.Tanda R/ atau recipe berarti


harap diambil Bagian ini disebut
Superscriptio
Biasanya sudah tercetak dikertas
resep, terletak disisi kiri atas dan
hanya tercetak satu R/, sehingga
bila diberikan lebih satu BSO maka
diperlukan penulisan R/ lagi.

Dr. Anita
Jl. Anggrek
Palangka raya
SIP : ..
Palangka raya, 28 Oktober 2015

R/

4. Nama setiap jenis/bahan obat


a. Obat pokok (remedium cardinale)
mutlak harus ada
b. Bahan pembantu (adjuvan)
bantu kerja obat pokok, tdk
wajib
c. Corrigens (Coloris, Saporis,
Odoris)
d. Konstituen (Air, Laktosa, Vaselin)

5. Jumlahnya obat/bahan obat


a. Jumlah dinyatakan dalam
satuan berat (mcg, mg, g) untuk
bhn padat
b. Jumlah obat dinyatakan
dalam satuan isi (ml, liter, tetes)
untuk cairan.
c. Penulisan angka tanpa
keterangan lain gram
N0.4&5 disebut Inscriptio : nama
,jumlah obat ( mg, ml )

6. Cara pembuatan atau bentuk


sediaan yg dikehendaki
Subscriptio.

misalnya m.f.l.a Pulv = buat


sesuai aturan pembuatan
obat puyer
Ungt = salep
Potio = sirup
Caps = kapsul

7. Aturan pemakaian obat oleh Px


umumnya ditulis dg bahasa latin,
aturan pakai ditandai dg
Signatura disingkat S.

8. Nama penderita dibelakang


kata Pro :
a. Pasien Dewasa : Tn, Ny, Nn,
Bpk, Ibu diikuti nama)
b. Anak (An), Bayi (By)
c. Lengkapi dengan alamat

9.Tanda tangan atau paraf


dokter yg menulis resep
Khusus Obat gol Narkotika
hrs dibubuhi tanda tangan
lengkap dr.
Dalam satu kertas resep tdd
> 1 R/ dipisah dg tanda #
dan tiap R/ diparaf atau
ditandatangani

BAHASA LATIN DALAM


RESEP
Bahasa latin digunakan untuk penulisan :
1. nama obat,
2. ketentuan mengenai pembuatan
3. bentuk obat
4. petunjuk aturan pemakaian obat ditulis
berupa singkatan Signatura.

BAHASA LATIN
Utk menghindari salah interpretasi
singkatan bahasa Indonesia
sedapat mungkin dihindari
Contoh :
- Obat batuk Hitam jgn disingkat
o.b.h Potio nigra contra tussim
(Pot.nigra c.t)
- Kalau perlu jgn disingkat K.P
Pro re nata (p.r.n)

BAHASA LATIN DALAM RESEP


Beberapa alasan penggunaan
Bahasa Latin :
1. Bahasa latin adalah bahasa
mati dan tdk dipakai dlm
percakapan sehari-hari.
2. bahasa latin mrp bahasa
Internasional dalam dunia
profesi kedokteran & farmasi.

BAHASA LATIN
DALAM RESEP
3. Dengan bahasa latin tdk
akan tjd dualisme ttg bahan yg
dimaksud dalam resep.
4. Dalam hal tertentu, krn faktor
psikologi ada baiknya Px tdk
perlu mengetahui obat yg
diberikan kepadanya.

PENULISAN JUMLAH OBAT


Penulisan jumlah obat dinyatakan dalam
angka romawi :
I
=1
V =5
X = 10
L = 50
C = 100
M = 1000

SINGKATAN LATIN
DALAM RESEP
Singkatan latin yang sering dipakai di
resep
aa = sama banyak
a.c = sebelum makan
a.n = malam sebelum tidur
ad lib = secukupnya
a.u.e = untuk obat luar
a.u.i = untuk obat dalam

SINGKATAN LATIN
DALAM RESEP
C
= sendok makan (15 ml)
cth
= sendok teh (5 ml)
conc = pekat
dc= sedang makan
dd= sehari
dext = kanan
dil = encer
dtd
= berikan sebanyak dosis tersebut

SINGKATAN LATIN
DALAM RESEP
f.
= buat, harap dibuatkan
f.l.a = buat menurut cara semestinya
g
= gram
gr
= grain
gtt= tetes
gtt auric
= obat tetes telinga
gtt nasal
= obat tetes hidung
gtt opth
= obat tetes mata

SINGKATAN LATIN
DALAM RESEP
i.m.m
inf
inj
iter
lot
m
m.f
mg

= berikan ke tangan dokter


= infus
= injeksi
= harap diulang
= obat cair untuk obat luar
= campur , harap dicampur
= campurlah dan buatlah
= miligram

SINGKATAN LATIN
DALAM RESEP
o.m = tiap pagi
o.n
= tiap malam
p.c
= sesudah makan
p.r.n = kalau perlu
pulv = serbuk tunggal
pulveres = serbuk terbagi
S
= tandailah
sol
= larutan

SINGKATAN LATIN
DALAM RESEP
u.c
= aturan pakai diketahui
u.e
= obat luar
Ungt = salep
Vespere
= sore

RESEP CITO
Krn suatu hal Penderita harus mendapat
obat dg segera maka dokter memberi
tanda pada bagian atas resep dg menulis
CITO !
Resep cito pembuatannya harus
didahulukan
Dokter yg meminta resep cito hendaknya
betul-betul bila Px dalam kondisi gawat
dan penundaan pemberian obat akan
membahayakan jiwa pasien.
Persamaan istilah cito statim (amat
segera) atau P.I.M (Periculum in Mora =
berbahaya bila ditunda)

SALINAN RESEP
copie resep,turunan resep, apograph

Salinan resep adalah bukan


resep,tetapi suatu turunan dari
resep asli.
Karena itu pembuat copie resep
selalu menyertakan pcc = pro
copy conform

GUNA COPIE RESEP


1.Jika dokter menginginkan obat
diulang ( iter ) ---- iter 2x, iter 3x
2.Jika diapotek pertama hanya ada
obat sebagian saja
3 .Untuk dokumen penderita ( det,
nedet)
4. Dengan copie resep dokter
lain dapat melanjutkan terapi
5. Untuk bukti pengadilan
6. Untuk bukti penggantian
pembayaran obat

HAL HAL YANG HARUS


DIPERHATIKAN DALAM
PENULISAN RESEP
1. Tulisan tidak harus baik tetapi harus terbaca
oleh apotik, kesalahan dapat berakibat fatal
bagi pasien.
2. Perhatikan sosio ekonomi pasien
3. Sertakan kemasan yang dikehendaki ( takaran
obat )
4. Aturan pakai dengan singkatan latin yang jelas
5. Beritahu pada pasien bila terjadi efek samping
yang tidak menyenangkan.
6. Jangan menulis resep berdasarkan semua
keluhan pasien, ingat interaksi obat yang
terjadi Interaksi terjadi n ( n 1 )2.

PENYIMPANAN RESEP
DI APOTIK
Setelah resep diracik resep harus
disimpan selama 3 tahun
Tujuan :
1. Barang bukti jika terjadi intoksikasi
2. Untuk menjawab pertanyaan
dokter penulis resep bila
menanyakan kembali
3. Untuk pasien bila minta ulangan obat
( obat bebas / khusus )

KOMPOSISI RESEP
1. REMEDIUM CARDINALE
( Bahan berkhasiat )
2. VEHICULUM ( Bahan pengisi )
3. CORIGENS

R/ BAHAN BERKHASIAT
BAHAN PENGISI / PEMBAWA

m.f
S 3 dd 1 tab

DOSIS OBAT

DOSIS
Dosis obat adalah jumlah obat
yang diberikan kepada
penderita dalam satuan berat
(gram, miligram, mikrogram)
atau satuan isi (mililiter, liter)
atau unit-unit lainnya (Unit
Internasional).
Dosis terapetik < Dosis
maksimum < Dosis toxica <
Dosis letalis

DOSIS LAZIM
Kecuali dinyatakan lain, maka
yang dimaksud dengan dosis
obat ialah sejumlah obat yang
memberikan efek terapeutik
pada penderita dewasa /anak
disebut dozis lazim atau dosis
medicinalis atau dosis terapi.

DOSIS MAKSIMUM
Dosis maksimum adalah dosis
optimum yang masih dapat
diberikan kepada seorang
manusia dewasa sehat tanpa
menimbulkan efek keracunan.

DOSIS TOKSIK
Bila dosis obat yang diberikan
melebihi dosis maksimum,
terutama obat yang tergolong
racun, ada kemungkinan
terjadi keracunan, dinyatakan
sebagai dosis toxica.(tanpa
kematian )

DOSIS LETALIS

Bila Dosis toxica ini dilewati


maka dapat mengakibatkan
kematian, disebut sebagai
dosis letalis.

DOSIS AWAL
Obat-obat tertentu memerlukan dosis
permulaan (initial dose) , dosis awal
(loading dose) , dosis pemeliharaan
(maintenance dose).
Dengan memberikan dosis permulaan
yang lebih tinggi dari dosis pemeliharaan,
misalnya dua kali, kadar obat yang
dikehendaki dalam darah dapat dicapai
lebih awal.

CARA PEMBERIAN OBAT


1.
2.
3.
4.
5.

Enteral (oral ): dimakan atau diminum


Parenteral : subkutan, intramuskuler,
intravena, dan sebagainya.
Rektal, vaginal, uretral
Lokal, topikal
Lain-lain : implantasi, sublingual,
intrabukal, dan sebagainya.

DOSIS UNTUK ANAK


Bagaimana menghitung dosis untuk anak ?

Berdasar perbandingan dosis dengan


orang dewasa

Berdasar kondisi fisik masing-masing


anak

PERBANDINGAN DOSIS
Berdasar umur
(orang dewasa : 20 24 tahun)
Berdasar berat badan
(orang dewasa : 70 kg)
Berdasar luas permukaan tubuh
(LPT) . luas permukaan tubuh
orang dewasa : 1.73 m

1. Secara individual, dengan


menggunakan ukuran fisik anak
a. Perhitungan dengan ukuran BB anak
Contoh : amoksilin 10-25mg/kgBB/kali,
diberikan setiap 6-8 jam.
Ani 2 tahun dgn BB 10 kg, maka
dosisnya: 10 x (10-25) mg = 100 250
mg/ setiap 6-8 jam.
b. Perhitungan dgn ukuran LPT anak
Contoh : Dosis pemeliharaan metotreksat
15mg/m2LPT/minggu,
Dika 12 thn dgn LPT 1,2 m2 maka dpt
diberikan dosis = 1,20/1,73 x 15 mg =
10,4 mg

2. Dihitung dari dosis dewasa


a. Umur anak
Formula YOUNG : anak < 8 tahun
n
Da = ----- x Dd
n+12

Formula DILLING : anak > 8 tahun


n
Da = ---- x Dd
20

Contoh : Dosis dewasa GG 100-200


mg/kali
Maka dosis untuk Anita 4 tahun

mg/kali
Dosis untuk Andi 8 tahun
mg/kali

DOSIS TERAPETIK
Formula COWLING :
n+1
Da = ------ x
Dd
24
n : umur anak (tahun)
m : umur anak dalam bulan
Da : Dosis Anak
Dd : Dosis dewasa dalam mg
Usia dewasa : 20 24 tahun

METODE GABIUS

< 1 tahun
2 tahun
3 tahun
4 tahun
7 tahun
14 tahun
20 tahun
> 21 tahun

1/12 Dd
1/8 Dd
1/6 Dd
1/4 Dd
1/3 Dd
1/2 Dd
2/3 Dd
Dd

FORMULA PINCUS CATSEL


1 tahun

Dd

tahun

1/3 Dd

5 tahun

0.4 Dd

7 tahun

0.5 Dd

12 tahun

0.75 Dd

> 18 tahun

Dd

Arti % dalam campuran obat


% b/b artinya berat bahan berkhasiat
terhadap jumlah bahan sediaan.
Contoh : salep Ichtyol 10 % artinya
Berat Ichtyol 10 g dalam 100 g sediaan salep
% b/v artinya berat bahan dalam g terhadap
jumlah sediaan cair 100 cc

PEDOMAN PENGOBATAN

Memberi
Dengan
Dalam
Kepada
Pada

obat yang tepat


dosis yang tepat
bentuk yang tepat
penderita yang tepat
waktu yang tepat

Bentuk sediaan obat


Obat padat :
- pulvis
- pulveres
- tablet /tabulae
- capsul/ capsulae
- suppositoria

Pulvis dan pulveres


Pulvis adalah sediaan padat yang tidak
terbagi bagi. Contoh :
Bedak Salicyl, bedak Purol.
R/ Bedak Salicyl 1% Fl. No. I
S.ue. Sehabis mandi
___________

pulveres
Pulveres adalah sediaan padat yang
terbagi- bagi.
Keuntungan dan kerugiannya.
R/ Paracetamol 100 mg
Ephedrin Hcl
5 mg
CTM
0.5 mg
Sacch. Lact
qs
mf. pulv. dtd No. X
S 3 dd pulv I

da in capsul
R/ Theophyllin 100 mg
Salbutamol 2 mg
mf. pulv dtd No XXX da in caps
S. prn 3 dd caps.I
--------------

contoh
Ny. X membawa anaknya Shinta ( 8 tahun
) ke praktik saudara, dengan keluhan
batuk dan demam. Setelah melakukan
pemeriksaan, anda memutuskan untuk
memberikan sediaan kapsul dengan
komposisi aminophylin 25 mg, salbutamol
0,5 mg, dgn dosis 3x sehari 1 kapsul
sebanyak 15 kapsul, dan amoxycilin tablet
500 mg, 3x sehari tablet, 10 tablet.
Tuliskan resep untuk anak tsb.

Tablet dan capsul


R/ Aminophyllin tab. 200 mg No. L
S.prn. 3 dd tab. I.
------------

R/ Amoxycillin Capsul 250 mg No. XV


S.3dd caps I. pc
-------------

Sediaan cair
- Solutio
- Mixtura
- suspensi
- emulsi
- guttae
- injeksi
- aerosol

BENTUK SEDIAAN
OBAT CAIR

BENTUK SEDIAAN
OBAT CAIR

BENTUK SEDIAAN
OBAT CAIR

BENTUK SEDIAAN
OBAT CAIR

Sediaan setengah padat


- unguentum / salep
- cream
- pasta
- jelly

BENTUK SEDIAAN OBAT


SETENGAH PADAT

BENTUK SEDIAAN OBAT


SETENGAH PADAT

Anda mungkin juga menyukai