Anda di halaman 1dari 7

MANAJEMEN TRESURI DAN MODAL KERJA

1. Menelusuri kas dan modal kerja bersih


a. Menelusuri kas
Tinjauan Umum Kas
Kas merupakan unsur yang paling penting dalam perusahaan. Kehidupan dan
kemajuan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kas. Dalam menjalankan aktivitas
perusahaan tingkat produktifitas kas harus sangat dijaga agar jumlahnya jangan terlalu
besar yang menimbulkan dana tersebut sebagian menganggur (idle cash) ataupun
sebaliknya jumlah tersebut juga tidak boleh terlalu kecil yang dapat menimbulkan
hambatan-hambatan dalam menjalankan kegiatan usaha di perusahaan. Kas sangat
berperan dalam menentukan kelancaran aktivitas perusahaan. Oleh karena itu,
pengelolaan kas harus direncanakan dan diawasi dengan baik, baik dari penerimaan
kas sampai pada pengeluaran kas.
Pengertian kas
Kas merupakan aset perusahaan bersifat likuid yang sangat menarik dan mudah untuk
diselewengkan. Selain itu banyak transaksi perusahaan yang menyangkut penerimaan
dan pengeluaran kas. Karena itu, untuk memperkecil kemungkinan terjadinya
kecurangan atau penyelewengan yang menyangkut uang kas perusahaan, diperlukan
adanya pengendalian intern (Internal Control) yang baik atas kas dan bank.
Kas didefinisikan sebagai alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk
membiayai kegiatan umum perusahaan. Kas dan setara kas menurut PSAK No.2 (IAI
2009:22) Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro. Setara kas
(cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat liquid, berjangka pendek dan
dengan cepat dapat dijadikan sebagai kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapai
risiko perubahan nilai yang signifikan.

PSAK No. 2, paragraf 6 menjelaskan setara kas sebagai berikut :


Setara kas dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk
investasi atau tujuan lain. Untuk memenuhi persyaratan setara kas, investasi harus
dapat segera diubah menjadi kas dalam jumlah yang diketahui tanpa menghadapi
resiko perubahan nilai yang signifikan. Karenanya, suatu investasi baru dapat
memenuhi syarat sebagau setara kas hanya segera akan jatuh tempo dalam waktu
tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya.

Kas menurut IAI (Ikatan Akuntan Indonesia, 2007:21) adalah sebagai berikut:
Mata uang kertas dan logam baik rupiah maupun valuta asing yang masih berlaku
sebagai alat pembayaran yang sah. Termasuk pula dalam kas adalah mata uang rupiah
yang ditarik dari peredaran dan masih dalam masa tenggang untuk penukarannya ke
bank Indonesia. Dalam pengertian kas ini tidak termasuk commemorative coin, emas
batangan, dan mata uang emas serta valuta asing yang sudah tidak berlaku.

Berdasarkan defenisi mengenai kas tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa yang
dimaksud dengan kas adalah aset perusahaan yang sifatnya sangat likuid sehingga
pengalokasian harus benar-benar diawasi agar dapat dikendalikan dan tidak
menghambat pada aktivitas operasional perusahaan.
b. Modal kerja bersih (net working capital) adalah
harta lancar dikurangi utang lancar. Modal kerja ini merupakan kekuatan intern untuk
menggerakan kegiatan bisnis, yaitu untuk membiayai kegiatan operasi rutin dan untuk
membayar semua utang yang jatuh tempo. Ia dapat dikatakan sebagai modal kerja
kualitatif.
Sumber Modal Kerja
Pada dasarnya, sumber modal kerja terdiri dari dua pokok, yaitu:
1. Bagian yang tetap atau bagian yang permanen yaitu jumlah minimum yang harus
tersedia agar perusahaan berjalan dengan lancar tanpa kesulitan keuangan, dan
2.

Jumlah modal kerja yang variabel yang jumlahnya tergantung pada aktivitas

musiman dan kebutuhan- kebutuhan diluar aktivitas yang biasa.

Sumber-sumber modal kerja pada umumnya berasal dari:


1.

Hasil operasi perusahaan, adalah jumlah pendapatan yang nampak dalam

laporan perhitungan laba rugi ditambah dengan depresiasi dan amortisasi.

2.

Keuntungan dari penjualan surat-surat berharga (investasi jangka pendek),

dalam menganalisis sumber modal kerja yang berasal dari keuntungan penjualan
surat-surat berharga harus dipisahkan dengan modal kerja yang berasal dari hasil
usaha pokok perusahaan. Dari hasil penjualan surat berharga ini menyebabkan
terjadinya perubahan dalam unsur modal kerja yaitu dari bentuk surat berharga
berubah menjadi kas.
3.

Penjualan aktiva tidak lancar, perubahan aktiva tidak lancar menjadi kas atau

piutang akan menyebabkan bertambahnya modal kerja. Apabila hasil dari penjualan
aktiva tetap atau aktiva tidak lancar ini tidak digunakan untuk mengganti aktiva yang
bersangkutan, akan menyebabkan keadaan aktiva lancar sedemikian besarnya
sehingga melebihi jumlah modal kerja yang dibutuhkan (adanya modal kerja yang
berlebih-lebihan).
4.

Penjualan saham atau obligasi, Perusahaan dapat mengeluarkan obligasi atau

bentuk hutang jangka panjang guna memenuhi kebutuhan modal kerjanya penjualan
obligasi ini mempunyai konsekuensi bahwa perusahaan harus membayar bunga tetap,
oleh karena itu dalam mengeluarkan hutang dalam bentuk obligasi ini harus
disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Penjualan obligasi yang tidak sesuai
dengan kebutuhan (terlalu besar) disamping menimbulkan beban bunga yang besar,
juga akan mengakibatkan keadaan aktiva lancar yang besar sehingga melebihi jumlah
modal kerja yang dibutuhkan.

2. Siklus operasi dan siklus kas


Siklus Operasi
Merupakan waktu yang dibutuhkan perusahaan dalam proses menghasilkan kas,
dalam hal ini yaitu mengkonversi persediaan, dan piutang menjadi kas. Dari pengertian diatas
dapat kita ambil kesimpulan, suatu perusahaan untuk menghasilkan kasnya diperoleh melalui
"penjualan persediaan" dan "penagihan piutang". Dalam analisa rasio keuangan
menghitung siklus operasi itu sendiri terdiri caranya sangat mudah . yaitu hanya
dengan menjumlahkan Usia Rata-rata Persediaan + Waktu Rata-rata penagihan Piutang.
Sehingga semakin pendek jumlah hari dalam siklus operasi perusahaan , makan semakin
baik.
Siklus Operasi = Usia Rata-rata Persediaan + Waktu Rata-rata penagihan Piutang

Siklus operasi atau operating cycles bisa dihitung dengan cara menjumlahkan usia rata-rata
persediaan dengan waktu rata-rata penagihan piutang. Jika dituliskan dalam bentuk
formula, maka:
Siklus Operasi = Usia Rata-rata Persediaan + Waktu Rata-rata penagihan Piutang
SIKLUS KAS
Saldo kas dihasilkan dari pengaruh kumulatif 5 siklus transaksi yaitu siklus
pendapatan, siklus pengeluaran, siklus pendanaan, siklus investasi, dan siklus jasa
personalia.Definisi Siklus Pengeluaran Kas Pengertian siklus pengeluaran kas adalah suatu
rangkaian bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan
pembelian serta pembayaran barang dan jasa. Adapun tujuan utama dalam siklus
pengelauaran adalah untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara
persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk
menjalankan aktivitasnya (Romney & Steinbart, 2005).
Sistem Pengeluaran Kas
Proses Sistem Pengeluaran kas diantaranya :
Sistem pengeluaran kas memproses pembayaran berbagai kewajiban yang timbul dari
sistem pembelian.Proses pengeluaran kas membuat dan mendistribusikan cek ke para
pemasok. Salinan dari berbagai cek tersebut akan dikembalikan ke bagian utang usaha
sebagai bukti bahwa telah dibayar, dan akun utang usaha akan diperbarui untuk menyingkiran
kewajiban tersebut. Pada akhir periode, baik proses pengeluaran kas maupun utang usaha
mengirim informasi ringkasan ke buku besar. Informasi tersebut direkonsiliasi dan dicatat ke
akun pengendali kas serta utang usaha.

Manfaat siklus kas :

Menentukan besar kecilnya kebutuhan modal kerja suatu perusahaan, karena periode
persediaan ,periode piutang,dan periode utang merupakan

salah satu komponen yang

menentukan jumlah modal kerja perusahaan.


Alasan perusahaan perlu memiliki kas:
1) Transaksi, untuk membayar transaksi bisnis.
2) Berjaga-jaga, untuk memenuhi permintaan kas yang sifatnya tidak terduga.
3) Saldo kompensasi (compensating balance), untuk mengkompensasi pinjaman dari bank.
4) Spekulasi, untuk mendapat keuntungan dari investasi/ kepemilikan kas.
Tujuan manajemen kas:
Meminimumkan jumlah kas yang harus ditahan untuk melaksanakan aktivitas bisnis
dalam kondisi normal namun tetap memiliki kas memadai untuk (1) mengambil potongan
dagang (trade discount); (2) mempertahankan credit rating; dan (3) memenuhi kebutuhan kas
tak terduga.
Teknik Manajemen Kas
1. Sinkronisasi arus kas: menyesuaikan timing arus kasmasuk dengan arus kas keluar
sehingga anggaran kas dapat diperkecil.
2. Mempercepat pengumpulan kas. Dilakukan dengan bantuan lock-boxes dan pre-authorized
debits.
3. Memanfaatkan float (perbedaan antara saldo yang ada pada buku cek perusahaan dengan
saldo catatan bank).

3.Aspek kebijakan keuangan jangka pendek


Ada dua elemen dari kebijakan yang diadopsi oleh perusahaan untuk keuangan
jangka pendek. Ukuran investasi perusahaan pada aktiva lancar Biasanya diukur relatif
terhadap total pendapatan operasi perusahaan.
Fleksibel
membatasi

Alternatif kebijakan pendanaan untuk aktiva lancar. Biasanya diukur sebagai


proporsi dari hutang jangka pendek terhadap hutang jangka panjang.
Fleksibel
Membatasi
Kebijakan keuangan jangka pendek yang fleksibel akan mempertahankan rasio yang
tinggi dari aktiva lancar terhadap penjualan. Menjaga saldo kas yang besar dan investasi pada
surat berharga Investasi yang besar pada persediaan Credit terms yang liberal. Kebijakan
keuangan jangka pendek yang membatasi akan menjaga rasio yang rendah dari aktiva lancar
terhadap penjualan Menjaga saldo kas yang rendah, tidak ada investasi pada surat berharga.
Membuat investasi yang sedikit pada persediaan. Memperbolehkan tidak ada kredit (jadi
tidak ada piutang).
4. Rencana keuangan jangka pendek
Adapun proses perencanaan keuangan adalah merupakan kegiatan perencanaan
keuangan yang memperkirakan posisi dan kondisi keuangan di masa depan, sehingga dalam
menyusun rencana keuangan tersebut dipergunakan serangkaian skenario yang merupakan
asumsi terhadap kemungkinan terjadinya kondisi di masa depan. . Adapun serangkaian
skenario masa depan tersebut biasanya dibagi dalam 3 (tiga) kondisi:
1. Kondisi Terburuk ( Worst Condition) : Kondisi ini merupakan kondisi yang diperkirakan
terjadi ketika situasi perusahaan dan perekonomian sedang berada dalam situasi yang
sulit sehingga angka-angka yang dipakai dalam perencanaan adalah angka-angka yang
pesimistis.
2. Kondisi Normal (Normal Condition): Kondisi ini merupakan kondisi dimana dianggap
situasi perusahaan dan perekonomian yang biasa terjadi dan berjalan seperti sebelumnya.
3. Kondisi

Terbaik ( Best Condition): Kondisi ini merupakan kondisi ketika situasi

perusahaan atau perekonomian sedang berada dalam situasi terbaiknya sehingga angka
angka yang dipakai dalam perencanaan adalah angka angka yang optimistik.
Perencanaan keuangan jangka pendek :
a. Perencanaan keuangan jangka pendek umumnya berdimensi kurang dari satu tahun.
b. Tujuannya untuk likuiditas perusahaan

SUMBER
http://www.kompasiana.com/lulukwidyastuti/audit-saldo-kas_55657d8cb39273bc5d102a96
http://blog.kangsatria.com/2014/08/cara-menghitung-siklus-operasi.html#ixzz3sz2EZVW0:
http://blog.kangsatria.com/2014/08/cara-menghitung-siklus-operasi.html#ixzz3sz26pUZj