Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROTEKNIK PERCOBAAN IV PREPARAT

SEGAR MEIOSIS

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bunga merupakan organ reproduksi pada tumbuhan, organ ini bukanlah organ pokok dan
merupakan modifikasi (perubahan bentuk) dari organ utama yaitu batang dan daun yang bentuk,
susunan, dan warnanya telah disesuaikan dengan fungsinya sebagai alat perkembangbiakan pada
tumbuhan. Jika kita memperhatikan bagian dasar bunga dan tangkai bunga, bagian ini
merupakan modifikasi dari batang, sedangkan kelopak dan mahkota bunga merupakan
modifikasi dari daun yang bentuk dan warnanya berubah. Sebagian masih tetap bersifat seperti
daun, sedangkan sebagian lagi akan mengalami metamorfosis membentuk bagian yang berperan
dalam proses reproduksi. Terdapat dua jenis bunga yaitu bunga uniseksual dan biseksual.
Uniseksual yaitu jika pada satu bunga hanya ada salah satu jenis alat pembiakan, disebut bunga
jantan dan betina sedangkan bunga biseksual yaitu jika pada satu bunga hadir kedua jenis alat
pembiakan, berarti bunga jantan dan betina gabung dalam satu bunga.
Kebanyakan Angiospermae memiliki kepala sari yang tetrasporangiat,dengan dua ruang
sari (lokulus) dalam setiap cuping kepala sari sehingga jumlahkeseluruhannya empat. Bagian
bunga yang merupakan alat untuk berkembangbiak adalah benang sari dan putik. Benang sari
merupakan alat kelamin jantan,putik merupakan alat kelamin betina. Penyerbukan terjadi apabila
serbuk sari jatuh pada kepala putik. Selanjutnya akan terjadi pembuahan dalam bakal
buah.Pembuahan, yaitu bersatunya sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina membentuk
individu baru. Setelah terjadi pembuahan, akan menjadi buah yang didalamnya mengandung biji.
Pada biji terdapat bakal calon tumbuhan baru. Jikabiji telah masak dapat ditanam dan akan

tumbuh menjadi tanaman baru. Biji merupakan hasil penyerbukan dan pembuahan, serta menjadi
alat berkembang biak.
Berdasarkan uraian diatas maka dilakukan percobaan ini untuk menambah wawasan dan
pengetahuan tentang fase meiosis pada pollen bunga dengan metode squash.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum preparat segar meiosis yaitu bagaimana struktur dari
serbuk sari (Pollen) pada tiap-tiap bunga yang telah disediakan ?
C. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum preparat segar meiosis yaitu untuk mengamati perbedaan tiap-tiap
serbuk sari (Pollen) dari berbagai bunga yang telah disediakan.
D. Manfaat
Manfaat dari praktikum preparat segar meiosis adalah dapat mengetahui dan mambedakan
tiap-tiap serbuk sari (Pollen) dari bunga tumbuhan yang telah disediakan.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Serbuk sari dan spora pada berbagai jenis tumbuhan memiliki bentuk yang berbeda,
terkadang ia berbentuk seperti piramid, segi tiga, bulat atau sepertitelur tergantung pada jenis
pohonnya. Dinding serbuk sari terdiri dari dua lapisan,yaitu eksin (lapisan luar) tersusun atas
sporopolenin, dan intin (lapisan dalam) yang tersusun atas selulosa. Struktur dinding serbuk sari,
khususnya bagian eksin,merupakan salah satu karakter yang digunakan dalam identifikasi.
Struktur haluseksin dapat dibedakan menjadi tiga tire, yaitu tektat, semitektat, dan intektat
(Budipramana, 1992).
Polen-polen yang tidak mencapai sel kelamin jantan akan jatuh danikut terendapkan di
sungai, rawa-rawa, danau, lagoon sampai zona litoral.Spora dihasilkan oleh tumbuh-tumbhan

dari kelompok Ptrophyta, Bryophyta, dansebaian Thallophya. Golongan Pterophyta


(paku-pakuan), ada yang menghasilkan dua jenis spora (heterospore) (Sutjahjo, 2005).
Meiosis (Pembelahan Reduksi) adalah reproduksi sel melalui tahap-tahap pembelahan
seperti pada mitosis, tetapi dalam prosesnya terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom.
Meiosis terbagi menjadi dua tahap besar yaitu Meiosis I dan Meiosis II Baik meiosis I maupun
meiosis II terbagi lagi menjadi tahap-tahap seperti pada mitosis. Berbeda dengan pembelahan
mitosis, pada pembelahan meiosis antara telofase I dengan profase II tidak terdapat fase istirahat
(interfase). Setelah selesai telofase II dan akan dilanjutkan ke profase I barulah terdapat fase
istirahat atau interfase (Crowder, 1998).
Butir polen sering berperan dalam taksonomi di taraf familia atau dibawahnya. Dinding
serbuk sari terdiri dari dua lapisan, yaitu eksin (lapisan luar)tersusun atas sporopolenin, dan intin
(lapisan dalam) yang tersusun atas selulosa.Struktur dinding serbuk sari, khususnya bagian eksin,
merupakan salah satukarakter yang digunakan dalam identifikasi. Struktur halus eksin dapat
dibedakanmenjadi tiga tire, yaitu: tektat, semitektat, dan intektat. Metode asetolisis adalahmetode
yang digunakan dalam pembuatan preparat polen dan spora. Prinsip dasarasetolisis, adalah
memecah atau melisis dinding polen (eksin dan intin) dan sporadengan menggunakan asam kuat
(Campbell dkk, 2009).
Pembelahan Meiosis disebut juga pembelahan reduksi, karena terjadinya pengurangan
jumlah kromosom dalam prosesnya dari 2n menjadi n. Menghasilkan sel anakan dengan jumlah
kromosom separuh dari jumlah kromosom sel induknya. Contoh, sel induk gamet jantan
(spermatogonium) merupakan sel yang diploid (2n) setelah membelah, sel anak yang terbentuk
(spermatozoa) merupakan sel yang haploid (n). Dalam pembelahan Meiosis terjadi dua kali
pembelahan sel secara berturut turut, tanpa diselingi adanya interfase, yaitu tahap meiosis 1 dan

meiosis 2 dengan hasil akhir 4 sel anak dengan jumlah kromosom haploid (n). Pada tumbuhan,
biasanya sel yang membelah secara meiosis adalah sel yang berhubungan erat dengan
pertumbuhan generatif tumbuhan, baik pembungaan, pembentukan strobilus, maupun
pembuahan (Evert, 2006).

DAFTAR PUSTAKA
Budipramana, Lukas, 1992, Mikroteknik dan Pembuatan Peraga Biologi, Surabaya, Unesa Press.
Campbell, N.A., J.B. Reece, L.G. Mitchell. 2009. Biology, Eight Editio,. Pearson Benjamin Cummings,
San Francisco
Crowder, L. V. 1998. Genetika tumbuhan. Yoyakarta: gajah mada universitas press. Jokjakarta
Evert, Ray F, 2006, Esaus Plant Anatomy, Third Edition, John Wiley & Sons, Inc. New Jersey
Sutjahjo H. Surjon, Sujiprihati Sriyani, Syukur Muhammad. 2005. Pengantar Pemulyaan Tanaman.
Departemen Agronomi Dan Hortikultura. Fakultas Pertanian.

III. METODE PRAKTIKUM


A. Waktu dan Tempat
Praktikum Preparat Segar Meiosis di laksanakan pada hari Kamis, 22 November 2012.
Pukul 03.30 WITA sampai selesai, dan bertempat di Laboratorium Lanjutan Biologi Unit
Taksonomi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Haluoleo, Kendari.
B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada prktikum Preparat Segar Meiosis dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Alat yang digunakan pada praktikum Preparat Segar Meiosis
No Nama Alat
Kegunaan
.
1.
Pinset
Untuk mengambil serbuk sari (Pollen)
2.
Kaca arloji
Wada untuk merendam serbuk sari
(Pollen) yang akan diwarnai dengan
larutan safranin
3.
Cawan petri
Wadah untuk mewarnai serbuk sari
(Pollen)
4.
Bunsen
Untuk memanaskan objek pengamatan
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Pipet tetes
Untuk mengambil larutan
Botol roll filem atau botol Sebagai wadah pada saat fiksasi
ampul
Mikroskop cahaya
Untuk mengamati preparat segar
meiosis
Kamera digital
Untuk memotret objek pengamatan
Kaca preparat
Untuk menyimpan objek pengamatan
Kaca penutup
Untuk menutup objek pengamatan
Pensil berkaret
Untuk memukul objek pengamatan

Bahan yang digunakan pada prktikum Preparat Segar Meiosis dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Bahan yang digunakan pada prktikum Preparat Segar Meiosis
No Nama Bahan
Kegunaan
.
1.
Serbuk (Pollen) dari bunga Sebagai objek pengamatan
Akasia (Acacia Sp.), Pisang
(Musa paradisiaca), kembang
sepatu
(Hibiscus
rosasinensis), dan putri malu
(Mimosa pudica).
2.
Larutan Fiksatif Farmer
Untuk memfiksasi serbuk sari

3.

HCl 1 N%

4.

Safranin

Aluminium foil

(Pollen)
Untuk melunakan serbuk sari
(Pollen)
Untuk mewarnai preparat serbuk sari
(Pollen)
Untuk menutup permukaan botol
ampul.

C. Prosedur Kerja
Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum Preparat Segar Meiosis yaitu sebagai
berikut:
1. memfiksasi sejumlah kuncup bunga dikumpulkan kemudian segera memasukkan ke
dalam larutan fiksatif Farmer selama 30 menit sebanyak 2 kali ulangan dengan
komposisi fiksatif Farmer sebagai berikut :
Etanol absolut 3 bagian
Asam asetat glasial .. 1 bagian
2. Mengambil Anter bunga lalu merendamnya ke dalam larutan HCl 1 N selama 5 10
menit agar anter bunga menjadi lunak.
3. Mewarnai anter bunga tersebut kedalam cawan petri yang telah berisi laruta pewarna
Safranin selama 10 menit.
4. Setelah anter bunga berwarna, kemudian meletakan anter bunga tersebut ke atas kaca
objek, dan meneteskannya dengan Safranin kemudian menutupnya dengan kaca penutup
dan memanaskannya ke atas Bunsen dengan hangat kuku.
5. Melakukan pemencetan dengan menggunakan pensil berkaret, agar pollen terlepas dari
PMC dan tersebar merata keatas kaca objek

6. Mengamati preparat di bawah mikroskop dengan pembesaran lensa objektif 10X, 40X
hingga 100X perbesran, dan mengamati bagian-bagian dari pollen tersebut.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan pada praktikum preparat segar meiosis yaitu :
1. Serbu sari (Pollen) Bunga Akasia (Acacia Sp.)

2. Serbu sari (Pollen) Bunga Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)


Keterangan :
1. Kulit luar (Eksin)
2. Kulit dalam (Intin)
3. Spina/duri (Echinate)

2
1

3. Serbu sari
Keterangan :
1. Kulit luar (Eksin)
2. Kulit dalam (Intin)
3. Spina/duri (Echinate)

(Pollen) Bunga Pisang (Musa paradisiaca)

B. Pembahasan
Preparat pejetan atau yang disebut dengan squash preparation merupakan preparat yang
dibuat dengan cara memejet sebuah objek diatas gelas objek atau kaca preparat dengan
menggunakan ibu jari.

Gametogenesis adalah pembelahan meiosis yang menghasilkan sel-sel kelamin (gamet).


Gametogenesis yang terjadi pada sel hewan dan manusia dikenal sebagai spermatogenesis dan
oogenesis. Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sel sperma. Spermatogenesis
menghasilkan 4 sel sperma dari 4 sel anakan pembelahan meiosis. Oogenesis hanya
menghasilkan 1 sel telur dari 4 kemungkinan sel anakan. Dalam hal ini, 3 sel anakan lainnya
mengalami degenerasi dan hancur. Gametogenesis pada sel tumbuhan dikenal sebagai
mikrosporogenesis (proses pembentukan sel kelamin jantan) dan makrosporogenesis (proses
pembentukan sel kelamin betina). Mikrosporogenesis adalah proses pembentukan serbuk sari
(mikrospora) di dalam kepala sari (anthera). Di dalam kepala sari terdapat sel induk serbuk sari
yang diploid (2n). Sel induk serbuk sari ini disebut mikrosporosit. Sel induk serbuk sari
mengalami pembelahan meiosis menghasilkan empat mikrospora yang bersifat haploid (n) dan
masih menyatu. Sedangkan megasporogenesis adalah proses pembentukan kandung lembaga di
dalam bakal biji (ovulum). Di dalam bakal biji terdapat sebuah sel induk megaspora yang
bersifat diploid. Induk megaspora ini disebut megasporosit. Di dalam bakal biji, sel induk
mengalami meiosis sehingga menghasilkan empat megaspora yang masing-masing haploid.
Pembelahan meiosis ini menjadi penting karena dapat mempertahankan jumlah kromosom suatu
individu tetap diploid. Artinya, ketika terjadi peleburan sel kelamin jantan dan betina yang
masing-masingnya haploid, akan terbentuk individu diploid. Hasil akhir dari meiosis biasanya
tidak langsung berupa gamet, melainkan memerlukan sedikit waktu untuk berkembangn menjadi
gamet. Proses ini disebut maturasi.
Pembelahan meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan empat sel anak yang
masing-masing mengandung setengah jumlah kromosom sel induk. Oleh karena itu, meosis
disebut juga pembelahan reduksi. Meiosis terjadi pada saat pembentukan gamet (sel-sel kelamin)

dengan tujuan menjaga agar jumlah kromosom tetap konstan dari generasi ke generasi. Meiosis
juga terjadi pada saat pembentukan spora pada tumbuhan.Pada meiosis, terjadi perpasangan dari
kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak.
Disamping itu, pada meiosis terjadi dua kali periode pembelahan sel, yaitu pembelahan I
(meiosis I) dan pembelahan II (meiosis II). Meiosis I dan meiosis II terjadi pada sel tumbuhan.
Demikian juga pada sel hewan terjadi meiosis I dan meiosis II. Baik pada pembelahan meiosis I
dan II, terjadi fase-fase pembelahan seperti pada mitosis. Oleh karena itu dikenal adanya profase
I, metafase I, anafase I , telofase I, profase II, metafase II, anafase II, dan telofase II. Akibat
adanya dua kali proses pembelahan sel, maka pada meiosis, satu sel induk akan menghasilkan
empat sel baru, dengan masing-masing sel mengandung jumlah kromosom setengah dari jumlah
kromosom sel induk.
Pembelahan meiosis lebih kompleks dibandingkan pembelahan mitosis, karena terjadi
dua kali siklus pembelahan. Pada meiosis terjadi perpasangan kromosom homolog dan segregasi
kromosom secara bebas. Meiosis dapat dipandang sebagai dua siklus yang amat termodifikasi
dan berlangung secara berurutan. Dalam satu siklus meiosis terjadi satu kali replikasi DNA dan
dua kali pembelahan sitoplasma sehingga akan dhasilkan empat produk haploid yang tak satu
pun identik secara genetic.
Langkah pertama dalam menyiapkan materi segar untuk pengamatan mikroskopis adalah
fiksasi. Fiksasi juga merupakan langkah awal yang penting dalam membuat sediaan utuh
maupun sediaan sayatan. Tujuan fiksasi adalah menghentikan proses metabolisme secara cepat,
mencegah kerusakan jaringan, mengawetkan komponen-komponen sitologis dan histologis,
mengawetkan keadaan sebenarnya, mengeraskan materi-materi yang lembek sehingga akan
terjadi koagulasi protoplasma maupun elemen-elemen di dalam protoplasma, jaringan dapat

diwarnai sehingga bagian-bagian dari jaringan dapat mudah dikenali. Secara ringkas fiksasi
terdiri dari dua proses yang jelas, yaitu mematikan dan menetapkan.
Tahap profase pada meiosis berbeda dengan mitosis, yaitu bahwa kromosom-kromosom
homolog membentuk pasangan, yang dinamakan bivalen. Proses berpasangannya kromosom
homolog dinamakan sinapsis. Kemudian setiap anggota bivalen membelah memanjang, sehingga
terbentuklah 4 kromatid. Ke empat kromatid padad satu bivalen dinamakan tetrad. Selama
sinapsis, dapat terjadi pindah silang (crossing over), yaitu peristiwa penukaran segmen dari
kromatid-kromatid dalam sebuah tetrad.
Praktikum Preparat Segar Meiosis, bahan yang diamati berupa serbuk sari (Pollen) dari
berbagai jenis bunga tumbuhan Monokotil dan Dikotil seperti; seperti serbuk sari dari bunga
Akasia (Acacia Sp.), bunga Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), bunga Pisang (Musa
paradisiaca); dan bunga Putri malu (Mimosa pudica). Tapi pada bunga putrid malu tidak diamati
karena serbuk sari pada bunga tersebut sudah layu sehinggaq tidak dapat digunakan untuk
praktikum.
Pengamatan yang kami lakukan pada serbuk sari (Pollen) bunga kembang sepatu terdiri
dari kulit luar (Eksin), kulit dalam (Intin) dan Spina/duri (Echinate). Pada pollen bunga pisang
bagian-bagiannya terdiri dari Kulit luar (Eksin) kulit dalam (Intin)dan spina/duri (Echinate)
sedang bagian-bagian pollen bunga akasia yaitu kulit luar (Eksin), kulit dalam (Intin) dan
spina/duri (Echinate). Sedang pada bunga putri malu tidak dilakukan pengamatan karena
bunganya sudah layu. Spina pada pollen bunga kembang sepatu terlihat sangat banyak dan
berdekatan dibandingkan dengan spina pada pollen akasia, namun jika dibandingkan keduanya
pada pollen bunga pisang, maka yang banyak spinanya bunga pisang karena spinanya sangat
kecil dan terlihat sangat padat.

V. PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
pembelahan meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan empat sel anak yang masingmasing mengandung setengah jumlah kromosom sel induk. Oleh karena itu, meosis disebut juga

pembelahan reduksi. Meiosis terjadi pada saat pembentukan gamet (sel-sel kelamin) dengan
tujuan menjaga agar jumlah kromosom tetap konstan dari generasi ke generasi. Pengamatan yang
kami lakukan pada serbuk sari (Pollen) bunga kembang sepatu terdiri dari kulit luar (Eksin), kulit
dalam (Intin) dan Spina/duri (Echinate). Pada pollen bunga pisang bagian-bagiannya terdiri dari
Kulit luar (Eksin) kulit dalam (Intin)dan spina/duri (Echinate) sedang bagian-bagian pollen
bunga akasia yaitu kulit luar (Eksin), kulit dalam (Intin) dan spina/duri (Echinate). Sedang pada
bunga putrid malu tidak dilakukan pengamatan karena bunganya sudah layu.
B. Saran
Saran yang dapat kami sampaikan yaitu diharapkan asisten lebih ketat lagi pada saat
mengawas respon, masalahnya banyak yang sering buka buku penuntun.

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROTEKNIK


PERCOBAAN IV

PREPARAT SEGAR MEIOSIS

OLEH
NAMA

: SULHIJA

STAMBUK

: F1D1 10 104

KELOMPOK

: V (LIMA)

ASISTEN

: SUGIRENG
JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2012