Anda di halaman 1dari 13

Membongkar Praktik Mafia

Hukum, Peluang,
Tantangan dan Solusi
Oleh
DR. HJ. MARNI EMMY MUSTAFA, SH.MH
KETUA PENGADILAN TINGGI SUMATERA
UTARA

PENGERTIAN MAFIA
HUKUM
Mafia Hukum menurut Satgas Mafia Hukum:
semua tindakan oleh perorangan atau kelompok yang terencana untuk
kepentingan tertentu yang mempengaruhi penegak hukum dan pejabat
publik yang menyimpang dari ketentuan hukum yang ada
Mafia Hukum menurut KP2KKN (2006):
Perbuatan yang bersifat sistematis, konspiratif, kolektif, dan terstruktur
yang dilakukan oleh aktor tertentu (aparat penegak hukum dan
masyarakat pencari keadilan) untuk memenangkan kepentingannya
melalui penyalah gunaan wewenang, kesalahan administrasi dan
perbuatan melawan hukum yang mempengaruhi proses penegakan
hukum sehingga menyebabkan rusaknya system hukum dan tidak
terpenuhinya rasa keadilan

PENGERTIAN MAFIA
PERADILAN
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :
kelompok advokat yang menguasai proses
peradilan sehingga mereka dapat
membebaskan terdakwa apabila terdakwa
dapat menyediakan uang sesuai dengan
jumlah yang diminta mereka;
persekongkolan di antara para penegak
hukum dengan pencari keadilan.

PERMASALAHAN
Terbentuknya opini publik tentang citra
negatif
dan ketidakpercayaan para
pencari terhadap lembaga peradilan
yang seharusnya memberikan rasa
keadilan pada masyarakat.
Hal ini terungkap dengan diadilinya
beberapa pejabat peradilan yang
melakukan tindakan yang merendahkan
lembaga peradilan.

MENURUT SATGAS MAFIA


HUKUM
mafia peradilan dimulai dari :
mulai dari pendaftaran perkara
pengaturan majelis hakim
penangguhan perkara
merekayasa pembuktian
penetapan dan pencabutan sita
memperlambat perkara
ada yang melelang putusan untuk
mempercepat atau memperlambat

Akar masalah mafia peradilan adalah :


kelemahan peraturan,
kelemahan pengawasan internal dan
eksternal serta sanksi, gaji kurang,
kelemahan sistem penanganan perkara
(minim cek and balance batas
waktu dan akses informasi).

REFORMASI BIROKRASI
PENGADILAN TINGGI SUMATRA UTARA

Rekapitulasi perkara pidana diputus pada Pengadilan


Tingkat Pertama Propinsi Sumatera Utara adalah sebagai
berikut :

Jumlah perkara pidana diputus sebanyak : 17.154 perkara


Jumlah perkara pidana banding sebanyak : 777 perkara
Perkara yang diterima oleh para pihak 97 %
Banding dalam perkara pidana tidak hanya

Rekapitulasi perkara pidana diputus pada Pengadilan


Tingkat Pertama Propinsi Sumatera Utara adalah sebagai
berikut :

Tabel tindak pidana yang paling menonjol di


Pengadilan Negeri se-Sumatera Utara sebagai
berikut:
PELAKU KEJAHATAN
NO

TINDAK PIDANA

%
PRIA

WANITA

ANAK2

Kejahatan Perjudian

5.756

186

67

Pencurian

4.876

205

552

Tindak Pidana Narkotika/Psikotropika

3.721

180

85

penganiayaan

1.439

187

71

penggelapan

630

56

Kejahatan kesusilaan

355

70

21

Tindak pidana perlindungan anak

332

69

52

penipuan

330

62

Menghancurkan dan merusak


barang

260

40

15

10

penadahan

236

30

FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN


MEMBERANTAS MAFIA PERADILAN
Pemimpin/leader yang memiliki kemampuan untuk
memperbaiki diri sehingga dapat memulihkan
kepercayaan publik terhadap pengadilan;
Management perkara dengan bantuan informasi
teknologi ;
Sumber daya manusia yang berperilaku sesuai
dengan kode etik dan perilaku hakim ;
Anggaran mandiri bagi pengadilan ;
- keadaan sekarang
- keadaan yang diinginkan

If however, the polical-branches choke the judiaciarys


voice through-budget cuts, its independence will be
threatened. In that instance, judges must be prepared to
make their case , in some way, to the citizens. After all, it
is the citizens who lose if the judiciary becomes a
sycophant to the executive branch
(tapi bila badan badan politis mencekik lembaga
peradilan melalui pemotongan budget kemandiriannya
akan terancam, dalam kasus ini hakim harus siap untuk
menyampaikan kasusnya kepada warganegara.
Lagipula, adalah warganegara yang paling merugi kalau
lembaga peradilan menjadi penjilat kekuasaan
eksekutif.)
Survey Tahunan Amerika tahun 2001 oleh Universitas New York.