Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN ALAT LAB

HEMATOLOGI ANALIZER

Dosen Pembimbing :
Hj Her GumiwangAriswati, ST. MT

Disusun Oleh :
1
2
3
4
5

Dinda Trisakti
Skolastika Yunarni Juita
Mohamad Lutfi Hidayat
Reza Herlindawati
Yahya Nanda K

(P27838113021)
(P27838113022)
(P27838113032)
(P27838113036)
(P27838113041)

KELAS :3C (3,4)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN SURABAYA
JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK
SURABAYA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Seorang dokter biasanya menyuruh pasiennya memeriksakan darah ke
laboratorium untuk mendiagnosis penyakitnya. Di laboratorium darahnya dianalisis
dan hasilnya berupa catatan mengenai jumlah sel darah merah/Red Blood Cell
(RBC), sel darah putih/White Blood Cell (WBC), platelete dan parameter-parameter
dalam darah lainnya. Bahkan volume rata-rata sel darah pun akan diketahui.
Pemeriksaan darah atau dikenal dengan pemeriksaan hemathology tersebut
menggunakan alat Hematology Analyzer atau Blood Cell Counter (penghitung sel
darah).Fungsi alat ini intinya untuk menghitung jumlah sel-sel darah.
Tetapi hasil pemeriksaan dari alat ini bisa bermacam-macam, seperti
perhitungan volume rata-rata sel darah merah/Mean Cell Volume (MCV), rata-rata
sel hemoglobin/Mean Cell Hemoglobin (MCB), konsentrasi rata-rata sel
hemoglobin/Mean Cell Hemoglobin Concentration (MCHC), volume rata-rata
platelete/Mean Platelete Volume (MPV) dan masih banyak parameter yang
dihasilkan sesuai dengan kemampuan alatnya.

BAB II
DASAR TEORI
2.1.

Darah

Darah adalah jaringan tubuh yang berbeda dengan jaringan tubuh lain,
berada dalam konsistensi cair, beredar dalam suatu sistem tertutup yang dinamakan
sebagai pembuluh darah dan menjalankan fungsi transport berbagai bahan serta
fungsi homeostatis. Ada tiga macam sel dalam darah, yaitu:
a. Sel darah merah/ eritrosit/ Red Blood Cell (RBC).
b. Sel darah putih/ leukosit/ White Blood Cell (WBC).
c. Trombosit/ Platelet (Plt).
2.1.1. Sel darah merah / Eritrosit / Red Blood Cell (RBC)
2.1.1.1.

Fungsi eritrosit

Untuk pertukaran O2 dari paru-paru ke jaringan dan CO2 dari jaringan


ke paru- paru.Yang berperan dalam transport O2 dan CO2 ini adalah
Haemoglobin (Hb),yang merupakan protein di dalam eritrosit.
2.1.1.2.

Ciri-ciri

Lempeng bikonkaf tanpa inti

Diameter 7,5 m

Volume 4,5 - 5 juta/L

Membran sel yang kuat

Bentuk berubah-ubah

Gambar 2.1. Sel Darah Merah

2.1.2. Sel Darah Putih/Leukosit/White Blood Cell (WBC)


2.1.2.1.
Fungsi leukosit
Membentuk antibodi yang melawan infeksi di dalam tubuh.
2.1.2.2.

Jenis-jenis Leukosit

1. Granulosit (bergranula)
- Neutrofil (polimorfonuklear/PMNL)

Merupakan sel yang langsung dapat melakukan fagositosis yang


cukup efektif. Jumlah 62 % dan berukuran 7 8 m.

Gambar 2.2. Neutrofil


-

Eosinofil
Merupakan Sel fagosit yang lemah dan produksinya akan

meningkat pada infeksi parasit dan alergi. Jumlah 2,3 % dan berukuran
10 12 m.

Gambar 2.3. eosinofil


-

Basofil
Basofil dalam sirkulasinya mirip dengan sel mast dalam jaringan,

yaitu menskresi bahan farmakologik aktif seperti heparin, histamine,


bradikinin, serotonin. Berukuran 9 10 m dengan Jumlah 0,4% dan
akan meningkat pada peradangan kronik.

Gambar 2.4. Basofil


2.

Agranulosit.

Monosit
Merupakan sel imatur dengan kemampuan fagosit yang lemah. Setelah

masuk ke jaringan, disebut makrofag, ukurannya membesar beberapa kali lipat


dan dalam sitoplasmanya banyak mengandung lisosom, dan mempunyai
kemampuan hebat untuk menghancurkan agen-agen penyakit.Masa hidup
dalam sirkulasi 10-12 jam, setelah masuk dalam jaringan sebagai makrofag
dapat hidup berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Berjumlah 5,3 %
dengan ukuran 15 20 m

Gambar 2.5. Monosit


-

Limfosit
Limfosit berada bersama dengan aliran limfe dari nodus limfatikus dan

jaringan limfoid lain. Hal itu menyebabkan terjadinya sirkulasi limfoid yang
terus menerus di seluruh tubuh. Berjumlah 30 % dengan ukuran 7 8 m

Gambar 2.6. Limfosit


2.1.3. Trombosit / Platelet
Trombosit berperan besar di dalam proses koagulasi atau pembekuan
darah apabila terjadi luka atau pendarahan. Trombosit akan mengisi dan
menutup jaringan yang luka dengan jaringan fibrin untuk membatasi darah
yang hilang, jaringan fibrin itu akan ditempeli sel darah yang lama kelamaan
akan berubah menjadi jaringan baru.

Berdiameter 2 4 m dan dan dapat bertahan hidup sekitar 8 12 hari


dengan konsentrasi normal (jumlah) 150.000 400.000 /L.

Gambar 2.7. Pembentukan Jaringan Fibrin saat Luka Terjadi


2.1.4. Fungsi Darah
a.

Pernapasan, transpor O2 Dan CO2

b.

Nutrisi

c.

Ekskresi

d.

Pemeliharaan kadar air jaringan

e.

Mengatur suhu tubuh Spesifik panas air, konduktivitas yang


tinggi, laten penguapan yang tinggi

f.

Perlindungan & peraturan sistem penyangga (pH Darah 7,36)

2.1.5. Darah sebagai Sampel


Sebelum darah dijadikan sampel perlu adanya proses pemisahan
komposisi didalamnya. Setelah menjadi sampel, darah terpisah menjadi dua
bagian yaitu:
a. Bagian Padat : Sel-sel darah WBC, RBC, dan Platelet (seperti yang
telah dijelaskan diatas).
b. Bagian cair
: Serum & Plasma
- Serum :
Dari darah tanpa antikoagulan kemudian disentrifuse.
-

Plasma :
Dari darah yang mengandung antikoagulan kemudian diendapkan.

2.2.

Pegertian Hematologi Analizer


Hematologi, juga dieja hematologi (dari haima "darah" Yunani dano), adalah cabang kedokteran internal, fisiologi, patologi, pekerjaan

laboratorium klinis, dan pediatri yang berkaitan dengan studi darah, organ
pembentuk darah , dan darah penyakit. Hematologi meliputi studi tentang etiologi,
diagnosis, pengobatan, prognosis, dan pencegahan penyakit darah. Pekerjaan
laboratorium yang masuk ke studi tentang darah sering dilakukan oleh teknolog
medis. Ahli Darah dokter juga sangat sering melakukan studi lebih lanjut di
onkologi pengobatan medis kanker.
Hematology Analyzer adalah alat untuk mengukur sampel berupa
darah.Alat ini biasa digunakan dalam bidang Kesehatan.Alat ini dapat
mendiagnosis penyakit yang diderita seorang pasien seperti kanker, diabetes, dll.
Prinsip kerjanya hampir sama dengan alat Fotometer namun alat ini lebih canggih.
Hematologi Analyzer adalah alat yang dapat digunakan untuk pemerikasaan
darah.Alat ini juga digunakan di pusat studi primata, untuk mengecek sampel darah
hewan, apakah darahnya normal atau tidak (berpenyakit/tidak).
The Analyzer DC bernama akhirat sebagai analyzer, adalah foto plasma
darah otomatis hemostasis instrumen optik mampu melakukan pembekuan, *
berkromogen * immunoassays serentak di akses acak atau mode batch dari tabung
primer dan sekunder.
Pemeriksaan darah
penghitung

otomatis

lengkap

(hematology

umumnya
analyzer).

telah

menggunakan

Pemeriksaan

dengan

mesin
mesin

penghitung otomatis dapat memberikan hasil yang cepat. Namun, analyzer


memiliki keterbatasan ketika terdapat sel yang abnormal, misalnya banyak
dijumpainya sel-sel yang belum matang pada leukemia, infeksi bakterial, sepsis,
dsb. Atau, ketika jumlah sel sangat tinggi sehingga analyzer tidak mampu
menghitungnya. Pada keadaan seperti ini, pemeriksaan manual sangat diperlukan.
2.3.

Blok Diagram Hematologi Analizer

Gambar 2.8. blok diagram hematologi analaizer


Cara kerja blok diagram
Sampel darah yang sudah dicampur dengan reagent didilusi sebanyak 200x
dan melalui proses hemolyzing untuk mengukur kadar jumlah hemoglobin dengan
cara fotometri dan mengukur kadar jumlah sel darah putih, serta didilusi lagi
sebanyak 200x (jadi 40.000x) untuk mengukur kadar jumlah sel darah putih dan
platelet. Kemudian diproses pada blok data processing dan hasilnya akan
ditampilkan pada display dan print out.
2.4.

Prinsip Kerja Hematologi Analyzer


Pengukuran dan penyerapan sinar akibat interaksi sinar yang
mempunyai panjang gelombang tertentu dengan larutan

atau sampel yang

dilewatinya.
Alat ini bekerja berdasarkan prinsip flow cytometer . Flow cytometri
adalah metode pengukuran

(=metri) jumlah dan sifat-sifat sel (=cyto) yang

dibungkus oleh aliran cairan (=flow) melalui celah sempit Ribuan sel dialirkan
melalui celah tersebut sedemikian rupa sehingga sel dapat lewat satu per satu,
kemudian dilakukan penghitungan jumlah sel dan ukurannya. Alat ini juga dapat
memberikan informasi intraseluler, termasuk inti sel.

Prinsip impedansi listrik berdasarkan pada variasi impedansi yang


dihasilkan oleh sel-sel darah di dalam mikrooperture (celah chamber mikro ) yang
mana sampel darah yang diencerkan dengan elktrolit diluents / sys DII akan
melalui mikroaperture yang dipasangi dua elektroda pada dua sisinya (sisi sekum
dan konstan ) yang pada masing masing arus listrik berjalan secara continue maka
akan terjadi peningkatan resistensi listrik (impedansi) pada kedua elektroda sesuai
dengan volume sel (ukuran sel) yang melewati impulst / voltage yang dihasilkan
oleh amplifier circuit ditingkatkan dan dianalisa oleh elektonik system lalu
hemoglobin diukur dengan melisiskan Red Blood Cels (REC) dengan sys. LYSE
membentuk

methemoglobin

cyanmethemoglobin

dan

diukur

secara

spektrofotometri pada panjang gelombang 550 nm pada chamber. Has yang


didapat diprintout pada printer berupa nilai lain grafik sel.
Prinsip light scattering adalah metode dimana sel dalam suatu aliran
melewati celah dimanaberkas cahaya difokuskan ke situ (sensing area). Apabila
cahaya tersebut mengenai sel, diletakkan pada sudut-sudut tertentu akan
manangkap berkas-berkas sinar sesudah melewati sel itu. Alat yang memakai
prinsip ini lazim disebut flow cytometri.
2.5.

Metode Pengukuran Sel


Ada beberapa macam metode pengukuran yang digunakan pada alat
Hematology Analyzer, antara lain sebagai berikut.

2.5.1. Elektrikal Impedance (Mengukur jumlah WBC, RBC, dan Platlet)

Gambar 2.9 Metode Electrical Impedance


Instrumen ini menggunakan metode pengukuran sel yang disebut
Volumetric Impedance. Pada metode ini , larutan elektrolit (diluent) yang
telah dicampur dengan sel-sel darah dihisap melalui Aperture. Pada bilik
pengukuran terdapat dua electrode yang terdiri dari Internal Elektrode dan
Eksternal Elektrode, yang terletak dekat dengan Aperture. Kedua elektroda
tersebut dilewati arus listrik yang konstan.
Ketika sel-sel darah melalui aperture, hambatan antara kedua elektroda
tersebut akan naik sesaat dan terjadi perubahan tegangan yang sangat kecil
sesuai dengan nilai tahanannya dan diterima Detection Circuit. Kemudian
sinyal tegangan tersebut dikuatkan atau diperbesar pada rangkaian amplifier,
lalu dikirim ke rangkaian elektronik. Pada rangkaian elektronik terdapat
rangkaian Treshold Circuit Yang berfungsi untuk menghilangkan sinyal noise
yang diakibatkan oleh :
-

Elektrik Noise (Gangguan listrik).


Debu.
Sisa-sisa cairan.
Partikel yang lebih kecil atau lebih besar dari sel darah yang diukur.
Untuk mendapatkan nilai puncak, sinyal dikirim ke A/D Converter,
kemudian data yang diperlukan disimpan pada memori untuk setiap

nilai maksimum. Data tersebut akan dikoreksi oleh CPU dan akan ditampilkan
pada layar LCD.

Jumlah sinyal untuk setiap ukuran sel disimpan pada memori dalam
bentuk histogram. Sel RBC dan PLT yang dihitung memiliki ukuran yang
berbeda sehingga CPU dapat membedakan penghitungan untuk setiap jenis
sel. Sedangkan ketiga jenis sel WBC yang dihitung memiliki ukuran sel yang
hampir sama sehingga CPU menggunakan histogram untuk membedakan
populasi ketiga jenis sel WBC.
Terkadang terdapat dua sel atau lebih yang melewati aperture secara
bersamaan. Peristiwa ini disebut Coincidence Apabila larutan sampel sudah
cukup diencerkan dan dicampur, Coincidence ini dapat diprediksi secara
statistik dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Pada perangkat lunak terdapat
tabel koreksi untuk kompensasi hal ini.
2.5.2. Fotometri (Mengukur jumlah Hb)
Fotometri adalah pengukuran yang hanya digunakan untuk mengukur
Hb saja dengan prinsip kerja berdasarkan absorbasi cahaya oleh foto detektor.

Gambar 2.10 Metode Fotometri


-

Sinar Polikromatik yang berasal dari lampu (Wolframat, Tungstan,


Mercury), akan dilewatkankan pada sebuah filter, dan menjadi sinar

Monokromatik
Sinar Monokromatik ini melalui kuvet yang berisi sampel yang akan

diperiksa.
Beberapa sinar akan diserap oleh sampel tersebut, dan sebagian akan

diteruskan.
Sinar yang diteruskan ini akan diterima detektor
Kemudian nilai yang didapat akan diproses pada rangkaian pemroses data.

2.5.3. Flowcytometry (Sistem Optik )

Gambar 2.11 Metode Flowcytometry


-

Sel melalui sebuah chamber flowcell, kemudian ditembakkan sumber

cahaya (laser) yang difokuskan.


Cahaya yang diterima sel akan dipendarkan saat laser ditembakkan.
Foto detektor menangkap cahaya dari berbagai sudut spesifik yang dapat
membedakan jenis sel darah. FS untuk membedakan ukuran, FLS untuk
membedakan

complexity-nya

(komposisi

inti),

dan

SDS

untuk

membedakan granularity-nya (komposisi granula).


Informasi tentang jumlah dan ukuran sel yang telah didapat diproses dan
dikonversikan dalam bentuk digital.

2.5.4. Histrogram/Kalkulasi
pengukuran Parameter parameter selain yang diatas. Metode
pengukuran ini berdasarkan penjumlahan dari hasil hasil yang didapat dari
pengukuran oleh dua metode diatas. Metode ini dikenal dengan Complete
Blood Count (CBC).Complete Blood Count (CBC) adalah suatu penghitungan
untuk menganalisis berbagai macam komponen darah :

RBC : Red blood cell / Sel Darah Merah


HGB :Hemoglobin Concentration
HCT :Hematocrit
MCV : Mean Corpuscular Volume / Rata-rata volume sel darah.
MCH : Mean Corpuscular Hemoglobin / rata-rata sel hemoglobin.
MCHC
: Mean Corpuscular Hemoglobin Honcentration/ Ratarata

2.6.

2.7.
2.7.1.

konsentrasi sel hemoglobin


RDW :Red blood cell Distribution Width / lebar distribusi sel
darah merah.
PLT : Platelet Count / perhitungan trombosit
PCT : Platelet crit
MPV : Mean platelet volume / Kelompok volume trombosit.
PDW : Platelet Distribution Width/ lebar distribusi trombosit

Sampel yang diperiksa


1 Pada sampel darah
a Leukosit (White Blood Cells)
b Eritrosit (Red Blood Cells)
c Trombosit (Platelet)
2 Urine
SOP Hematologi Analizr
Pengoperasian
1 Hubungkan kabel power ke stabilisator (stavo)
2 Hidupkan alt (saklar on/off ada du sisi kanan atas alat)
3 Alat akan self check, pesan please wait akan tampil di layar
4 Alat akan secara otomatis melakukan self check kemudian background
5
1
2
3
4
5
6
7
2.7.2.

check
Pastikan alat pada ready
Cara kerja Pemeriksaan sampel Darah
Sampel darah harus dipastikan sudah homogen dengan antikoagulan
Tekan tombol Whole Blood WB pada layar
Tekan tombol ID dan masukkan no sampel, tekan enter
Tekan bagian atas dari temapt sampel yang berwarna ungu untuk
membuka dan letakkan sampel dalam adaptor
Tutup temapt sampel dan tekan RUN
Hasil akan muncu pada layar secara otomatis
Mencatat hasil pemeriksaan
Pemeliharaan Hematologi Analizer
Inilah yang harus diperhatikan oleh konsumen karena ada beberapa

alat-alat yang bisa dikatakan bandel. Namun sebandel-bandelnya alat


tersebut, tetap saja harus mendapatkan perhatian khusus seperti :
1. Menjaga Suhu ruangan
2. Lakukan control secara berkala
3. Selalu cek reagen : Diliuent, Rinse, Minidil, Minilyse, dsb.
4. Sampel jangan smapai aglutinasi, gunakan sampel darah yang sudah
ditambahkan antikoagulan. Pastikan tidak ada darah yang menggumpal
karena akan merusak hasil jika terisap.
2.8.

Fungsi dari Hematologi Analyzer

Alat yang digunakan untuk memeriksa darah lengkap dengan cara


menghitung dan mengukur sel darah secara otomatis berdasarkan impedansi
aliran listrik atau berkas cahaya terhadap sel-sel yang dilewatkan.
Mengukur sampel berupa darah.Alat ini biasanya digunakan dalam bidang
kesehatan.Alat ini dapat mendiagnosis penyakit yang diderita seorang pasien
seperti kanker, diabetes, dll.
Pemeriksaan hematologi rutin seperti meliputi pemeriksaan hemoglobin,
hitung sel leukosit, dan hitung jumlah sel trombosit.

2.9.

Macam-macam Alat Hematology Analyzer


Berikut ini akan ditampilkan macam-macam dan jenis Hematology Analyzer

dengan fitur pengukuran yang berbeda:


a. Jenis Semi Otomatis (dilusi dilakukan manual).
- Merk Celtac
- Tipe MEK-5208
- Buatan Nihon Kohden
- Menghitung WBC, RBC, Platelet, dan Hb.

Gambar 2.12. Hematology Analyzer Merk Celtac MEK-5208


b.
-

Jenis Otomatis WBC 3-Part(dilusi, hemolyzing, count, display, dan print


out dilakukan secara otomatis).
Merk Celtac Alpha
Tipe MEK-6318
Buatan Nihon Kohden
Menghitung 3 jenis WBC, RBC, Platelet, dan Hb.

Gambar2.13 Hematology Analyzer Merk Celtac Alpha MEK-6318


c.
-

Jenis Otomatis WBC 5-Part (pengambilan sampel, dilusi, hemolyzing,


count, display, dan print out dilakukan secara otomatis).
Merk Celtac F
Tipe MEK-8222
Buatan Nihon Kohden
Menghitung 5 Jenis WBC, RBC, Platelet, dan Hb.

Gambar 2.13. Hematology Analyzer Merk Celtac F MEK-8222

2.10. Kalibrasi Hematologi Analyzer


Kalibrasi instrumen diperlukan untuk beberapa CBC parameterTers.Terutama HGB dan MCV dipengaruhi oleh perubahanreagen.Panduan
kalibrasi disebutkan di bawah ini :
1) Menghitung rata untuk parameter WBC, RBC, HGB,MCV dan PLT
dari sampel yangdiukur dengan reagen Mindray asli(nilai-nilai
2)

referensi)
Mengukur sampel yang sama, tapi sekarang dengan JT

Bakerreagen.
3) Menghitung rata untuk parameter WBC, RBC, HGB,MCV dan PLT
dari sampel yang sekarangdiukur dengan reagen JT Baker.

4) "Main" menu, klik ikon "Kalibrasi" untukmemasuki layar


"Kalibrasi". Cetak lamafaktor-faktor kalibrasi
5) Menghitung untuk setiap parameter baru kalibrasi. Sebagai contoh:
MCVmindray = 92, MCVJ.T.Baker = 88 danfaktor kalibrasi yang
lama adalah 99,0maka MCVmindray baru Faktor Baru =
Rata-rata nilai tes
97,2 x 89 = ------------------ = 100,6%
86
6) Faktor-faktor baru masuk layar kalibrasi.
7) Untuk verifikasi mengukur sampel samalagi dan membandingkan
rata-rata dengannilai-nilai referensi
8) Jika nilai masih tidak ok, ulangi langkah 5 untuk
7MCVJ.T.Baker92dan 88.
2.11.1.

2.11. Keuntungan dan Kerugian dari Hematologi Analizer


Keuntungan Hematologi Analyzer
1

Efisiensi Waktu
Llebih cepat dalam pemeriksaan hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3

menit dibandingkan dilakukan secara manual dan lebih tanggap dalam


melayani pasien.
2 Sampel
Pemeriksaan hematologi rutin secara manual misalnya, smapel yang
dibutuhkan lebih banyak membutuhkan smapel darah (Whole Blood).Manual
prosedur yang dilakukan dalam pemeriksaan leukosit membutuhkan sampel
darah 10 mikro, juga belum pmeriksaan lainnya.Namun pemeriksaan
hematologi analyzer ini hanya menggunakan sampel sedikit saja.
3
Ketepatan Hasil
Hasil yang dikeluarkan oleh alat hematologi analyzer ini biasanya sudah
melalui quality control yang dilakukan oleh intern laboratorium tersebut, baik
di institusi Rumah Sakit atupun Laboratorium Klinik pratama.

2.11.2.

Kerugian Hematologi Analyzer

Tidak dapat menghitung sel abnormal


Pemeriksaaan oleh hematologi autoanalyzer ini tidak selamanya mulus

namun pada kenyataannya alat ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti
dalam hal menghitung sel-sel abnormal . Seperti dalam pemeriksaan hitung
jumlah sel, bisa saja nilai dari hasil hitung leukosit atau trombosit bisa saja
rendah karena ada beberapa sel yang tidak terhitung dikarenakan sel tersebut
memiliki bentuk yang abnormal.
2 Perawatan
Inilah yang harus diperhatikan oleh konsumen karena ada beberapa alatalat yang bisa dikatakan bandel. Namun sebandel-bandelnya alat tersebut,
tetap saja harus mendapatkan perhatian khusus seperti :
-Suhu ruangan
-Lakukan control secara berkala
-Selalu cek reagen : Diliuent, Rinse, Minidil, Minilyse, dsb.
- Sampel jangan smapai aglutinasi, gunakan sampel darah yang sudah
ditambahkan antikoagulan. Pastikan tidak ada darah yang menggumpal
karena akan merusak hasil jika terisap.

BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
3.1.

Simpulan

Hematology Analyzer adalah alat untuk mengukur sampel berupa


darah.Alat ini biasa digunakan dalam bidang Kesehatan.Alat ini dapat
mendiagnosis penyakit yang diderita seorang pasien seperti kanker, diabetes, dll.
Prinsip kerjanya hampir sama dengan alat Fotometer namun alat ini lebih
canggih.
3.2.

Saran
Semoga makalah ini dapat bermnfaat bagi kami selaku penyusun dan

untuk yang membaca makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
http:\\www.wordpress.com\Validasi Analitik Hematology Analyzer : Upaya untuk
mengkoreksi alat hematology analyzer merupakan sebuah upaya yang baik
karena kita tahu bahwa tidak semua alat luput dari kesalahan
dan ketidaktelitian.html
http:\\www.google.com\search\manual book Hematologi Analyzer.pdf
http://andyrezkysulfajri.blogspot.co.id/2015/01/hematologi-analizer.html
http://mohamadsofie.blogspot.co.id/2014/09/hematologi-analyzer.html
http://jennypedaaakkendari2012.blogspot.co.id/2013/06/autoanalyzer.html
http://sasmedica.blogspot.co.id/

Anda mungkin juga menyukai