Anda di halaman 1dari 17

ALIRAN MONETARIS

dan EKSPEKTASI
RASIONAL

Aliran Monetaris...

Pada 50-an dan 60-an, terjadi depresi yang


menurut pandangan para ekonomon merupakan
penyakit masa lampau yang tidak perlu
dikhawatirkan akan muncul kembali.
ex : output rendah dan banyak orang menganggur.
Pandangan Keynesian menganjurkan:
Ditingkatkanya pengeluran pemerintah untuk
proyek-proyek padat karya supaya output nasional
meningkat.
Lapangan pekerjaan baru terbuka sehingga TK
banyak tertampung. Dan dengan sendirinya
masalah pengangguran akan teratasi.

Lanjutan...

Terjadinya inflasi dipersepsikan karena


pengeluaran agregat terlalu besar, untuk
memberantas inflasi pemerintah perlu
mengurangi atau meninggikan tingkat pajak

Pada tahun 60-an orang percaya bahwa ada


hubungan terbalik antara inflasi dengan tingkat
pengangguran. Artinya, jika inflasi tinggi maka
tingkat pengangguran rendah. Sebaliknya jika
pengangguran tinggi tingkat inflasi rendah (teori
Phillip). Tetapi apa yang terjadi pada tahun 70-an
tidak seperti yang terjadi pada tahun 60-an. Pada
tahun 70-an terjadi:
Harga-harga menunjukkan kecenderungan
peningkatan yang sangat tinggi, yang didorong oleh
naiknya harga-harga minyak tahun 1973/1974.
Penggangguran meningkat.

Teori Keynes yang menyatakan: selama masih


banyak penggangguran maka selama itu pula
pengeluaran masyarakat (public spending)
dapat ditingkatkan tanpa menimbulkan inflasi,
tidak lagi menunjukkan kebenaran dan realitas.
Nyatanya kegiatan yang diarahkan untuk
menurunkan inflasi pada tahun 70-an
menimbulkan semakin tingginya angka
pengangguran. Usaha untuk mengurangi
pengangguran melalui pengeluaran
pemerintah telah menyebabkan semakin
parahnya inflasi.

PANDANGAN KEYNES PERLU UTNUK DI


TINJAU KEMBALI...!!!

Kritikan terhadap kebijakan


intervensi Keynesian.......:

Ada dua golongan yang melakukan kritikan terhadap pendapat


keynesian tentang perlunya campur tangan pemerintah dalam
mengarahkan dan membimbing perekonomian pada arah yang
diinginkan.
Golongan tua (libertarian) Friedrich von hayek yang tertuang
dalam bukunya The Road to Serfdom:
sekali pemerintah melakukan intervensi pasar, maka ini akan
mengarah pada sosialisme, yang akhirnya akan menyebabkan
berkurangnya kebebasan.
Mereka khawatir sebagai individu akan terancam kebebasannya,
dan mereka berpendapat bahwa orang akan berubah sekedar
menjadi hamba bagi pemerintah.
Orang bisa percaya bahwa ia bebas, tetapi dalam kenyataannya
kebebasan telah hilang karena pikiran individu telah dicekoki oleh
pemerintah, dan apa yang diinginkan mereka terpaksa
disesuaikan dengan apa yang di inginkan oleh pemerintah.

Golongan Muda Milton Friedman :

Pendukung berat perekonomian bebas.


Peran pemerintah dalam batas-batas tertentu justru di perlukan
untuk menciptakan suatu perekonomian di mana pasar bebas
dapat berfungsi lebih efektif.
Dalam artikel yang di tulis oleh gurunya Henry C. Simon di
anjurkan upaya unutuk memajukan perekonomian perlu :
diberantas semua bentuk monopoli
Batasi ukuran perusahaan
Promosikan stabilitas ekonomi
Bentuk aturan-aturan yang stabil untuk kebijakan monoter
Batasi iklan-iklan yang tidak perlu yang hanya menghamburkan
sumber daya dan dana.
Tanpa adanya pemerintah, hal-hal yang dianjurkan oleh simons
tersebut diatas jelas tidak mungkin terlaksana.

lanjutan

Hal-hal yang disebutkan oleh Simon


dianggap oleh Friedman merupakan letak
peranan penting bagi pemerintah dalam
menciptakan iklim perekonomian yang sehat.
Jika iklim sehat maka pasar bebas akan
dapat menjalankan fungsinya secara efektif.
Walaupun sedikit campur tangan pemerintah
di perlukan, Friedman tidak menyukai terlalu
banyak kebijakan. Alasanya, kebijakan yang
banyak akan menimbulkan kerugian.

lanjutan

Ex :
Kebijaksanaan upah minimum. Kebijakan
yang dimaksud untuk memperbaiki
kesejahteraan kaum buruh di satu sisi
memang mulia, akan tetapi jika tingkat upah
di tetapkan terlalu tinggi maka pengusaha
akan enggan berproduksi, permintaan
terhadap TK akan berkurang, pengangguran
akan meluas, dan pada giliranya
menyebabkan tingkat kesejahteraan semakin
anjlok.

Pokok Pikiran Aliran Monetaris :

Perkembangan moneter merupakan unsur


yang penting dalam perkembangan produksi,
kesempatan kerja, dan harga-harga; bahwa
pertumbuhan jumlah uang beredar
merupakan unsur yang paling dapat di
andalkan dalam perkembangan moneter.
Perubahan dalan JUB sangat besar
pengaruhnya terhadap:
1. Tingkat inflasi dalam japan
2. Perilaku GNP riil dalam japan.

Lanjutan..

Friedman memperingatkan, walaupun laju


pertumbuhan uang dampaknya berlangsung
setelah beberapa waktu (adanya lag). Jangka
waktu sulit di perkirakan secara pasti. Lamanya
lag bisa 6 bulan (short lag) dan bisa berkisar
dua tahun (long lag).
Friedman menganjurkan untuk tidak terlalu
sering bermain dengan kebijakan moneter,
karena kebijakan yang berubah ubah justru
membuat perekonomian tidak stabil.

Aliran RATEX (New Wave)

Pendapat: Tidak ada peluang kebijakan fiskal


maupun moneter untuk menstabilkan
perekonomian.
Pandangan yang di kritik adalah:
Kesempatan kerja penuh terjadi karena kesalahan
memperkirakan peristiwa yang akan datang (tingkat
harga, inflasi dan upah). Kesalahan yang di ambil ini
secara acak, sehingga perekonomian cenderung
dalam keseimbangan. Kalau perekonomian stabil
maka tidak perlu menggunakan kebijakan.

lanjutan

Pembentukan harga ekspektasi yang oleh


Keynes di dasarkan pada masa lalu ditentang
oleh aliran baru dengan melihat ekspektasi
berdasarkan masa akan datang. Sehingga
fungsi konsumsi yaitu pengeluaran konsumsi
masayarakat tidak hanya ditentukan oleh
pendapatan sekarang dan pendapatan masa
lalu namun di pengaruhi oleh ekspektasi di
masa yang akan datang.

Model pengembangan
konsepnya :
Orang/unit-unit ekonomi akan membuat
perkiraan secara rasional, bahwa orang tidak
membuat kesalahan secara sistematis, orang
akan bereaksi secara rasional terhadap
kebijakan yang dilakukan. Ekspektasi di buat
berdasarkan informasi pasar, kebijakan
pemerintah, perkembangan internasional dsb.

Perbedaan antara aliran ratex


dan monetaris.

Ratex : mengambil pemikiran klasik bahwa


perekonomian selalu dalam kondisi
keseimbangan, kebijakan apapun dari
pemerintah cenderung tidak menimbulkan
hasil yang efektif.
Aliran monetaris: kerangka pemikiran sama
dengan keynes melihat perekonomian dari
sisi permintaan. Namun penekanan
kebijakan lebih kepada moneter atau fiskal.

BAGAIMANA DENGAN INDONESIA


Apakah menggunakan aliran espektasi dalam
mengambil kebijakan ..?