Anda di halaman 1dari 2

Perpanjangan Kontrak Freeport,

Jokowi Minta 5 Syarat


KATADATA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah
belum sepakat untuk memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia. Ada
lima syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh Freeport untuk bisa
memperpanjang kontraknya.
Jokowi mengatakan syarat pertamanya adalah perpanjangan kontrak baru
bisa dilakukan dua tahun sebelum kontraknya habis. Ini sesuai ketentuan
yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2014.
Perusahaan asal Amerika Serikat ini baru bisa mengajukan perpanjangan
kontrak pada 2019.
Syarat kedua adalah terkait penggunaan barang dan jasa yang digunakan
Freeport dalam kegiatan operasinya. Dia meminta Freeport untuk
meningkatkan penggunaan barang dan jasa dalam negeri (local content). Ini
merupakan salah satu poin yang termasuk dalam renegosiasi kontrak
pertambangan.
Ketiga, terkait divestasi saham Freeport Indonesia untuk dalam negeri.
Jokowi belum bisa memutuskan apakah Freeport harus melepas sahamnya
lewat pasar modal, atau melalui mekanisme lain. Dia masih menunggu
rekomendasi dari Tim Pembangunan Papua.
Nanti kalau timnya sudah memberikan masukan ke saya, saya putuskan,
kata Jokowi di kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai, Jakarta, Jumat (16/10).
Mengenai harga dan rencana pengambilalihan saham Freeport, dia
menyerahkan kepada kementerian terkait. Rencananya tahun ini Freeport
akan mendivestasikan 10,64 persen sahamnya kepada pemerintah. Saham
yang dilepaskannya ini merupakan bagian dari total kewajiban divestasi
saham sebesar 30 persen. Ini juga merupakan salah satu dari enam poin
renegosiasi kontrak karya yang disepakati oleh Freeport.
Saat ini pemerintah telah memiliki 9,36 persen saham Freeport yang didapat
sejak Kontrak Karya (KK) generasi pertama ditandatangani pada 1967.
Dengan demikian, Freeport akan melepas 20,64 persen lagi sisa saham
divestasi Freeport. Perusahaan tambang ini juga pernah menyampaikan, nilai
divestasi 20,64 persen sahamnya mencapai US$ 4 miliar atau sekitar Rp 48
triliun dengan kurs Rp 12.000 per dolar AS.
Keempat, meningkatkan pembayaran royalty khususnya untuk tiga komoditas
tambangnya, yakni tembaga, emas, dan perak. Pemerintah menetapkan
royalti tembaga naik dari 3,5 persen menjadi 4 persen. Royalti emas dari 1
persen menjadi 3,75 persen dan perak dari 1 persen menjadi 3,25 persen.

Kelima, Freeport wajib membangun pabrik pengolahan dan pemurnian


(smelter). Kami minta yang lima (syarat) tadi pada Freeport. Tapi untuk
memperpanjang dan tidaknya, itu nanti sebelum 2021, ujar Jokowi.
- See more at: http://katadata.co.id/berita/2015/10/16/perpanjangan-kontrak-freeportjokowi-minta-5-syarat#sthash.MEIGgtLa.dpuf