Anda di halaman 1dari 19

KELOMPOK 3

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

MUCHLIS MUHAMMAD
MIRDAYANTI
MARSELIANTI
HENERASIA ANNISAPRAKASA
RISMAWATI MANGERA P
MUH. AKBAR PRATAMA
RANI ISWANTI A.

SIKLUS GEOMORFOLOGI
Secara
garis
besar
proses
pembentukan muka bumi menganut
azas berkelanjutan dalam bentuk
daur
geomorfik
(geomorphic
cycles), yang meliputi pembentukan
daratan oleh gaya dari dalam bumi
(endogen), proses penghancuran/
pelapukan karena pengaruh luar
atau
gaya
eksogen,
proses
pengendapan
dari
hasil
pengahancuran
muka
bumi
(agradasi), dan kembali terangkat
karena tenaga endogen, demikian

Model geomorfik yang pertama kali diperkenalkan


adalah model tentang siklus geomorfik atau siklus
erosi, dikembangkan oleh William Morris Davis (1884
1899).
Davis menyatakan bahwa bentangan atau bentuk
permukaan bumi (morfologi bentang alam) dikontrol
oleh tiga faktor utama, yaitu struktur, proses, dan
tahapan.
Struktur di sini mempunyai arti Sebagai strukturstruktur yang diakibatkan karakteristik batuan yang
mempengaruhi bentuk permukaan bumi.
Proses-proses yang umum terjadi adalah erosional
proses yang dipengaruhi oleh permeabilitas, kelarutan,
dan sifat-sifat dari batuan lainnya.
Bentuk-bentuk muka bumi pada umumnya melalui
tahapan-tahapan mulai dari tahapan muda (pemuda),
dewasa (kedewasaan), tahapan tua (usia tua).

Sehubungan dengan stadia geomorfologi yang


dikenal
juga
sebagai
Siklus
Geomorfik
(Geomorphic cycle) yang pada mulanya diajukan
Davis dengan istilah Geomorphic cycle. Siklus
dapat diartikan sebagai suatu peristiwa yang
mempunyai gejala yang berlangsung secara
terus menerus (kontinu), dimana gejala yang
pertama sama dengan gejala yang terakhir.
Siklus geomorfologi dapat diartikan sebagai
rangkaian gejala geomorfologi yang sifatnya
menerus.
Misalnya,
suatu
bentang
alam
dikatakan
telah
mengalami
satu
siklus
geomorfologi apabila telah melalui tahapan
perkembangan mulai tahap muda, dewasa dan
tua.

Stadia
Muda:
Dicirikan
oleh
lembah berbentuk V, tidak
dijumpai dataran banjir, banyak
dijumpai air terjun, aliran air
deras, erosi vertikal lebih dominan
dibandingkan
erosi lateral.
Stadia Dewasa:
Dicirikan oleh
relief yang maksimal, dengan
bentuk
lembah
sudah
mulai
cenderung berbentuk U dimana
erosi vertikal sudang seimbang
dengan erosi lateral, cabangcabang
sungai
sudah
memperlihatkan
bentuk
Stadia Tua: Dicirikan oleh lembah
meandering.
dan sungai meander yang lebar,
erosi
lateral
lebih
dominan
dibandingkan erosi vertikal karena
permukaan erosi sudah mendekati
ketingkat dasar muka air.

KAITAN
PERUBAHAN
BENTUK
LAHAN
( LANDFROM ) MENURUT WAKTU DAN IKLIM
Bentuk lahan (landform) merupakan istilah yang
digunakan untuk menyatakan masing-masing
dari setiap satu kenampakan dari kenampakan
secara
menyeluruh
dan
sinambung
(multitudineous features) yang secara bersamasama membentuk permukaan bumi. Hal ini
mencakup semua kenampakan yang luas
seperti dataran, gunung dan kenampakankenampakan kecil seperti bukit,lembah, lereng,
dan kipas aluvial (Desaunettes,1977).

Faktor dan proses pembentukan lahan :


Menurut Wiradisastra et al. (1999) bentuk - bentuk lahan
yang ada dimuka bumi terjadi melalui proses geomorfik
yaitu semua perubahan, baik fisik maupun kimia yang
mempengaruhi perubahan bentuk permukaan bumi
Menurut Thornbury (1969)secara garis besar proses
geomorfik yang membentuk rupa bumi terdiri dari proses
eksogenetik (epigenetik ), endogenetik (hipogenetik ), dan
ekstraterestrial. Proses eksogenetik terjadi melalui proses
gradasi dan aktivitas organisme termasuk manusia.
Menurut (Desaunettes, 1975) Proses hancuran iklim dan
erosi yang terjadi pada batuan memberikan pengaruh
yang berbeda - beda terhadap bentuk lahan, yang
disebabkan oleh tiga faktor utama, yaitu: kondisi iklim,
jenis penyusun batuan, dan lamanya proses pembentukan
lahan ( waktu ) tersebut dari proses denudasi.

Pengelompokan bentuk-bentuk lahan utama


diuraikan berikut ini (Wiradisastra et al.,
2002) :
1. Bentuk Lahan Volkanik Bentuk lahan yang
terbentuk dari aktivitas volkanik adalah hasil
dari dua tenaga yang berlawanan, yaitu
konstruktif dan destruktif.
2. Bentuk Lahan Struktural Bentuk lahan
struktural adalah bagian dari permukaan
bumi yang mempunyai morfologi tertentu
yang dihasilkan oleh pergerakan diastrofik
(diastrophic movements)
3. Bentuk Lahan Fluvial dan Gerakan Massa
Pembentukan bentuk lahan yang terbentuk
dari pergerakan air dijelaskan sebagai
bentuk lahan fluvial, untuk membedakan

4. Bentuk Lahan Karst Pada daerah tertentu


pelarutan merupakan suatu proses dominan
pada perkembangan bentuk lahan yang
berakhir pada pembentukan bentuk lahan
yang unik yang disebut karst
5. Bentuk Lahan Pantai Adalah zona pertemuan
antara daratan dan lautan dimana proses
perkembangan bentang lahannya pada zona
ini sangat dinamis

Verstappen(1983) telah mengklasifikasi bentuk


lahan berdasarkan genesisnya menjadi sepuluh
klas utama. Kesepuluh klas bentuk lahan
utama itu adalah sebagai berikut :
1. Bentuk lahan asal proses volkanik (V),
merupakan
kelompok
besar
satuan
bentuklahan yang terjadi akibat aktivitas
gunung api. Contoh bentuklahan ini antara
lain: kerucut gunung api, medan lava, kawah,
dan kaldera.
2. Bentuk lahan asal proses struktural (S),
merupakan
kelompok
besar
satuan
bentuklahan yang terjadi akibat pengaruh
kuat struktur geologis. Pegunungan lipatan,
pegunungan patahan, perbukitan, dan kubah
merupakan
contoh-contoh
untuk

Struktural

Vulkanik

Fluvial

4 Bentuk lahan asal proses solusional (S) merupakan kelompok


besar satuan bentuklahan yang terjadi akibat proses pelarutan
pada batuan yang mudah larut, seperti batugamping dan
dolomite karst menara, karst kerucut, doline, uvala, polye, goa
karst, dan logva
merupakan contoh-contoh satuan
bentuklahan ini
5.Bentuk lahan asal proses eolian (E) merupakan kelompok besar
satuan bentuklahan yang terjadi akibat proses angin. Contoh
satuan bentuklahan ini antara lain: gumuk pasir barchan, parallel,
parabolik, bintang, lidah, dan transversal.
6.Bentuk lahan asal marine (M) merupakan kelompok besar satuan
bentuk lahan yang terjadi akibat proses laut oleh tenaga
gelombang, arus, dan pasang-surut. Contoh satuan bentuklahan
ini antara lain: gisik pantai (beach), bura (spit), tombolo, laguna,
dan beting gisik (beach ridge). Karena kebanyakan sungai dapat
dikatakan bermuara ke laut, maka seringkali terjadi bentuklahan
yang terjadi akibat kombinasi proses fluvial dan proses
marine.Kombinasi kedua proses itu disebut proses fluvio-marine.
Contoh-contoh satuan bentuklahan yang terjadi akibat proses
fluvio-marine ini antara lain delta dan estuari.

Solusional

Eolian

Marine

7.Bentuk lahan asal glasial (G) merupakan kelompok besar satuan


bentuklahan yang terjadi akibat proses gerakan es (gletser).Contoh
satuan bentuklahan ini antara lain lembah menggantung dan
morine.
8.Bentuk lahan asal organik (O) merupakan kelompok besar satuan
bentuklahan yang terjadi akibat pengaruh kuat aktivitas organisme
(flora dan fauna). Contoh satuan bentuklahan ini adalah pantai
mangrove dan terumbu karang.
9.Bentuk lahan asal antropogenik (A) merupakan kelompok besar
satuan bentuklahan yang terjadi akibat aktivitas manusia.
Waduk,kota, pelabuhan, merupakan contoh-contoh satuan bentuk
lahan hasil proses antropogenik.
10.
Proses denudasional (penelanjangan) merupakan kesatuan dari
proses pelapukan gerakan tanah erosi dan kemudian diakhiri proses
pengendapan. Semua proses pada batuan baik secara fisik maupun
kimia dan biologi sehingga batuan menjadi desintegrasi dan
dekomposisi. Batuan yang lapuk menjadi soil yang berupa fragmen,
kemudian oleh aktifitas erosi soil dan abrasi, tersangkut ke daerah
yang lebih landai menuju lereng yang kemudian terendapkan.

Glasial

Organik

Antropoge
nik

Denudasio
nal

PERBEDAAN BENTUK LAHAN ( LANDFROM ) DAN


BENTANG LAHAN ( LANDSCAPE )

Pengertian Bentang lahan ( Landsform ) Oleh Beberapa Ahli


Sukmantalya(1995), menjelaskan bahwa bentuk lahan
merupakan suatu kenampakan medan yang terbentuk oleh
proses alami, memiliki komposisi tertentu dan karakteristik
fisikal dan visual dengan julatter tentu yang terjadi dimanapun
bentuk lahan tersebut terdapat.
Desaunettes,1977, menjelaskan bentuk lahan (landform)
merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan masingmasing dari setiap satu kenampakan dari kenampakan secara
menyeluruh dan sinambung (multitudineous features) yang
secara bersama-sama membentuk permukaan bumi. Hal ini
mencakup semua kenampakan yang luas seperti dataran,
gunung dan kenampakan-kenampakan kecil seperti
bukit,lembah, lereng, dan kipas aluvial

Sedangkan..
Pengertian Bentang lahan ( Landscape ) Oleh Beberapa Ahli :
Bentang lahan ( Landscape ) merupakan kenampakan
tunggal, seperti sebuah bukit atau lembah sungai.
Kombinasi dari kenampakan tersebut membentuk suatu
bentang lahan, seperti daerah perbukitan yang baik bentuk
maupun ukurannya bervariasi / berbeda-beda, dengan
aliran air sungai di sela-selanya (Tuttle, 1975).
Bentang lahan ( Landscape ) ialah sebagian ruang permukaan
bumi yang terdiri atas sistem-sistem, yang dibentuk oleh
interaksi dan interpen-densi antara bentuk lahan, batuan,
bahan pelapukan batuan, tanah, air, udara, tumbuhan,
hewan, laut tepi pantai, energi dan manusia dengan segala
aktivitasnya, yang secara keseluruhan membentuk satu
kesatuan (Surastopo, 1982).

Jenis-Jenis Dari Bentang lahan


( Landscape )
Berdasarkan apa yang dirangkum dari
(Bintarto 1991). Secara umum
lansekap meliputi :
1.Natural Landscepe
2.Physical Landscape
3.Social Landscape
4.Economical Landscape
5.Cultural Landscape

SEKIAN