Anda di halaman 1dari 23

Tujuan Praktikum

Menentukan cepat rambat suatu gelombang


Menentukan hubungan frekuensi terhadap cepat rambat gelombang
Menentukan isyarat gelombang pada ujung terikat,bebas dan tak hingga
Menyelidiki pengaruh redaman terhadap suatu gelombang

Teori Dasar
Gelombang adalah getaran yang merambat.
Jadi di setiap titik yang dilalui gelombang terjadi getaran, dan getaran tersebut berubah
fasenya sehingga tampak sebagai getaran yang merambat.
Terkait dengan arah getar dan arah rambatnya, gelombang dibagi menjadi dua kelompok,
gelombang transversal dan gelombang longitudinal.

Gelombang transversal arah rambatnya tegak lurus dengan arah getarannya,


sedangkan gelombang longitudinal arah rambatnya searah dengan arah
getarannya.

Jika kita mengikatkan ujung tali pada tiang, kemudian ujung tali yang lain kita getarkan
maka getaran tersebut akan merambat sepanjang tali menuju ke ujung tali yang lain.
Getaran yang merambat sepanjang tali inilah yang disebut gelombang tali.
Jika frekuensi penggetar dapat diketahui dan panjang gelombang dapat dihitung maka
cepat rambat gelombang pada tali dapat ditentukan.

Cepat rambat gelombang pada tali dapat ditentukan dengan persamaan:

Dan

V=

V=

Dimana :
V = cepat rambat gelombang (m/s)
= panjang gelombang (m)
F = gaya tegangan tali (N)
= rapat massa tali (kg/m)

f=frekuensi(Hz)

Berdasarkan ampluitudonya, gelombang dapat dibedakan:

Gelombang berjalan
Gelombang berjalan ini ampluitudonya tetap. Jika salah satu ujung seutas
tali terikat dan pada ujung satunya digetarkan naik-turun, pada tali tersebut
dapat dilihat gelombang berjalan yang menuju ujung terikat.
Ampluitudo tali yang digetarkan terus menerus akan selalu tetap, oleh
karenanya gelombang yang memiliki ampluitudo tetap setiap saat disebut
gelombang berjalan.

Gelombang stasioner
Gelombang stasioner adalah gelombang yang memiliki ampluitudo yang
berubah-ubah antara nol sampai nilai maksimum

Gelombang Stasioner pada ujung terikat

Seutas tali diikatkan kuat pada sebuah tiang dan ujung yang satunya digetarkan
terus menerus.

Setelah mengenai tiang, gelombang datang akan terpantul. gelombang pantulan


akan berbalik fase.

Jadi, gelombang pantulnya berbeda fase 180 derajat dengan gelombang datang.

Gelombang Stasioner Akibat Pantulan pada Ujung Bebas

Yang dimaksud ujung bebas adalah ujung yang bisa bebas bergerak.
Gelombang pantulan pada ujung bebas tidak mengalami perubahan fase, hanya
berbalik arah.

Alat dan Bahan


Laptop
Software Wave On A String yang telah terinstal pada laptop yang terdiri atas :

Stopwatch (dalam software)

Mistar (dalam software)

Tali (dalam software)

Ruller ( penggaris)

Dumpling

Alat digital ( pengukur frekuensi, perioda, amplitudo)

PROSEDUR PERCOBAAN
Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan pada praktikum Wave On A String.
Dengan aplikasi yang ada pada laptop ( sudah terinstal ) , lalu melakukan

praktikum

dengan aplikasi tersebut.


Percobaan pertama yaitu menetapkan nilai frekuensi dan panjang tali yang akan
digunakan, amplituonya juga ditetapkan.
Sebelum melakukan pengukuran terlebih dahulu menetapkan dumpling dalam keadaan
nol ( tidak ada) dan sudah menekan tombol on pada stopwatch. Kemudian mengukur
banyaknya gelombang yang dihasilkan dengan menghentikan gelombang jika sudah
sampai pada ujung tali yang terikat sebelum gelombang tersebut memantul kembali.
Setelah itu menghitung panjang gelombang yang diperoleh dan frekuensi ukurnya.
Menggunakan stopwatch untuk mengukur waktu yang diperoleh untuk mendapatkan
banyak gelombang . Melakukan percobaan ini sebanyak 10 kali.
Menghitung nilai periode dan cepat rambat gelombang yang diperoleh dari pengukuran
dan perhitungan.
Memasukkan data yang diperoleh pada tabel 1.

Percobaan kedua, sama dengan percobaan pertama, namun pada percobaan kedua ini kita
mengubah nilai frekuensi yang digunakan.
Melakukan langkah 3 sampai 6 sebanyak 10 kali dan memasukkan data yang diperoleh
pada tabel 2.
Percobaan ketiga yaitu melakukan paa gelombang pulsa seperti pada gelombang osilasi
dan menentukan gejalanya pada ujung terkat, ujung bebas dan tak berujung.
Percobaan keempat yaitu menentukan bentuk gelombang jika gelombang diberi redaman
dan menjelaskannya.

TABEL DATA WAVE ON A STRING


Percobaan OSCILATE
Tabel Percobaan Cepat Rambat Gelombang
Diketahui :

f = 1 Hz
x = 0,0076 m

Perc

A = 0,01 m
Vh

n()

(m)

t (s)

T ( s)

Fukur (Hz)

Vu (m/s)

1,5

0.062m

1.24 s

0.82s

1.25Hz

0,06 m/s

0.075 m/s

1.25

0,063m

1.26s

1,s

1Hz

0,06 m/s

0.06m/s

1.25

0,06 m

1.20s

0.96s

1.04Hz

0,063 m/s

0.062 m/s

1.25

0,062 m

1.24s

0.99s

1 Hz

0,06 m/s

0.06 m/s

1.25

0,061m

1.23 s

0.98s

1 .02Hz

0,06 1m/s

0.061 m/s

1.25

0,063m

1.26s

1s

1Hz

0,06 m/s

0.06 m/s

ke

(m/s)

1.25

0,059 m

1.20s

0.96 s

1.04Hz

0,06 3m/s

0.062 m/s

1.25

0,06 m

1.23s

0.98s

1.02Hz

0,06 1m/s

0.061 m/s

1.25

0,062 m

1.24s

0.99s

1 Hz

0,06m/s

0.06 m/s

10

1.25

0,06 m

1.23s

0.98 s

1.02 Hz

0,06 1m/s

0.063 m/s

Diketahui :

f = 1,5 Hz
x = 0,0076 m
A = 0,01 m

Perc

n()

(m)

t (s)

T(s)

Fukur (Hz)

Vu (m/s)

1,5

00425 m

1,24 s

0,82 s

1,22 Hz

0,0518 m/s

0,04 m

1,31 s

0,655 s

1,52 Hz

0,061 m/s

1,75

0,045 m

1,25 s

0,71 s

1,41 Hz

0,0633 m/s

1,5

0,045 m

1,23 s

0,82 s

1,22 Hz

0,0548 m/s

0,0549 m/s

1,5

0,045 m

1,24 s

0,82 s

1,22 Hz

0,0548 m/s

0,0549 m/s

1,5

0,045 m

1,21 s

0,81 s

1,23 Hz

0,0556 m/s

1,5

0,045 m

1,25 s

0,83 s

1,2 Hz

0,0542 m/s

0,054 m/s

1,75

0,04 m

1,22 s

0,69 s

1,44 Hz

0,0579 m/s

0,0576 m/s

1,75

0,04 m

1,21 s

0,69 s

1,44 Hz

0,0579 m/s

0,0576 m/s

10

1,75

0,04 m

1,21 s

0,69 s

1,44 Hz

0,0579 m/s

0,0576 m/s

ke

Pengolahan Data
Percobaan 1

Vh (m/s)
0,05185
m/s
0,0608 m/s
0,06345
m/s

0,05535
m/s

TABEL 1
Diketahui :

f = 1 Hz

x = 0,0076 m

A = 0,01 m

Rumus yang digunakan : T = t/n

F = n/t

Vu = x/t

Vh = f

1. T = 1.24/1.5 = 0.82 s
f = 1/0.82= 1.21 Hz
Vu = 0.076/1.24 = 0,06 m/s
Vh = 0.062x1.21 = 0.075 m/s
2. T = 1.26/1.26 = 1 s
f = 1Hz
Vu = 0.076/1.26= 0.06 m/s
Vh = 0.06x1 = 0.06 m/s

3. T = 1.2/1.25=0.96 s
f = 1/0.96 =1.04 s

Vu = 0,076/1.2 = 0.063m/s
Vh = 0.06x1.04 = 0.062m/s
4. T = 1.24/1.25 = 0.99s
f = 1Hz
Vu = 0.076/1.24= 0.06m/s
Vh = 0.06x1= 0.06m/s
5. T = 1.23/1.25 = 0.98s
f = 1.02Hz
Vu = 0.076/1.23 = 0.061 m/s
Vh = 0.06x1.02 = 0.061 m/s
6. T = 1.26/1.26= 1s
f = 1 Hz
Vu = 0.076/1.26 = 0.06 m/s
Vh = 0.06x1= 0.06m/s
7. T = 1.20/1.25 = 0.96 s
f = 1.041Hz
Vu = 0.076/1.20= 0.063 m/s
Vh = 0.06x 1.041= 0.062m/s

8. T = 1.23/1.25= 0.98s
f = 1.02Hz

Vu = 0.076/1.23= 0.061 m/s


Vh = 0.06x1.02 = 0.061 m/s
9. T = 1.24/1.24 = 1 s
f = 1Hz
Vu = 0.076/1.24= 0.06m/s
Vh = 0.06x1 = 0.06m/s
10. T = 1.23/1.25 = 0.98 s
f = 1.02 Hz
Vu = 0.076/1.23 = 0.061 m/s
Vh = 0.061x1.02 = 0.063m/s

GELOMBANG MERAMBAT TANPA


REDAMAN
Tabel 2
Diketahui :

f = 1,5 Hz

x = 0,0076 m

A = 0,01 m

Rumus yang digunakan : T = t/n

F = n/t

Vu = /T

Vh = f

1. T = 1,24/1,5 = 0,82 s
f = 1/0,82 = 1,22 Hz
Vu = 0,0428/0,82 = 0,0518 m/s
Vh = 0,0425.0,22 = 0,05185 m/s
2. T = 1,31/2 = 0,655 s
f = 1/0,655 = 1,52 Hz
Vu = 0,04/0,655 = 0,061 m/s
Vh = 0,04.1,52 = 0,0608 m/s
3. T = 1,25/1,75 = 0,71 s
f = 1/0,71 = 1,41 Hz
Vu = 0,045/0,71 = 0,0633 m/s
Vh = 0,045.1,41 = 0,06345 m/s
4. T = 1,23/1,5 = 0,82 s
f = 1/0,82 = 1,22 Hz
Vu = 0,045/0,82 = 0,0548 m/s
Vh = 0,045.1,22 = 0,0549 m/s
5. T = 1,24/1,5 = 0,82 s
f = 1/0,82 = 1,22 Hz
Vu = 0,045/0,82 = 0,0548 m/s
Vh = 0,045.1,22 = 0,0549 m/s

6. T = 61,21/1,5 = 0,81 s
f = 1/0,81 = 1,23 Hz
Vu = 0,045/0,81 = 0,0556 m/s
Vh = 0,045.1,23 = 0,05535 m/s
7. T = 1,25/1,5 = 0,83 s
f = 1/0,83 = 1,20 Hz
Vu = 0,045/0,83 = 0,0542 m/s
Vh = 0045.1,20 = 0,054 m/s
8. T = 1,22/1,75 = 0,69 s
f = 1/0,69 = 1,44 Hz
Vu = 0,04/0,69 = 0,0579 m/s
Vh = 0,04.1,44 = 0,0576 m/s
9. T = 1,22/1,75 = 0,69 s
f = 1/0,69 = 1,44 Hz
Vu = 0,04/0,69 = 0,0579 m/s
Vh = 0,04.1,44 = 0,0576 m/s
10. T = 1,22/1,75 = 0,69 s
f = 1/0,69 = 1,44 Hz
Vu = 0,04/0,69 = 0,0579 m/s
Vh = 0,04.1,44 = 0,0576 m/s

GELOMBANG MERAMBAT DENGAN


REDAMAN

Persentase Kesalahan

Percobaan 1
Data pertama :

fh = 1.21 Hz fu = 1 Hz

Vu = 0,06 m/s

Vh = 0,075 m/s

f = ((fu-fh) / fu ) x 100% = (1.21-1)/1.21x100% = 14%


%V = ((Vu-Vh) / Vu ) x 100% = ((0,075-0,06) / 0,075 ) x 100% =26%

Percobaan 2

Data pertama : fh = 1,22 Hz

fu = 1,5 Hz

Vu = 0,0518 m/s

Vh = 0,05185 m/s

f = ((fu-fh) / fu ) x 100% = ((1,5-1,22) / 1,5 )x 100% = 18,6%


%V = ((Vu-Vh) / Vu ) x 100% = ((0,0518-0,05185) / 0,0518 ) x 100% = 0,09%

PERCOBAAN KEDUA
Dengan langkah yang sama pada gelombang osilasi lakukan pada gelombang pulse
dan tentukan gejalanya
Gelombang pulsa pada ujung terikat

Pada ujung terikat gelombang berjalan dihasilkan gelombang dijalankan setelah


sampai di ujung gelombang dipantulkan kembali dan jalannya berbeda lintasan dengan
gelombang datang.

Gelombang pulsa pada ujung bebas

Pada ujung bebas didapatkan setelah gelombang sampai di ujung gelombang akan
dipantulkan kembali dengan bentuk dan lintasannya yang sama dengan gelombang datang.

Gelombang pulsa pada tak berujung

Pada tak berujung gelombang datang tidak memantul kembali melainkan


diteruskan.

Apa yang terjadi jika gelombang diberi redaman? Bagaimana

bentuk

gelombangnya?
Jika gelombang diberi redaman (dumping), maka jumlah gelombang yang
terbentuk akan semakin banyak dan gelombang yang ia bentuk dalam keadaan lebih kecil
dari gelombang tanpa diberi redaman.
Bentuk gelombang :

PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pratikum tentang wave on string, kami melakukan dua variasi
pengukuran cepat rambat gelombang dengan membedakan nilai tetapan dari frekuensinya, jarak
dan amplitudonya. Dimana tiap pengukuran dilakukan sebanyak 10 kali maka data yang
didapatkan seluruhnya sebanyak 20 buah data, yang diukur adalah banyakgelombang, panjang
gelombang dan waktu yang diperlukan sedangkan yang dihitung berupa perioda, fekuensi ukur,
cepat rambat gelombang ukur dan cepat rambat gelombang hitung.

Pada pratikum wave on a string ini dapat diketahui dari pengolahan data bahwa semakin
besar frekuansi yang ditetapkan maka semakin kecil perioda yang didapatkan, dan semakin besar
panjang gelombang serta cepat rambat yang dihasilkan oleh gelombang tersebut.
Kesalahan pada saat pratikum dapat terjadi seperti kesalahan paralaks dalam menghitung
banyak gelombangnya sedangkan kesalahan pada saat pengambilan data panjang gelombang dan
waktu yang diperlukan relatif kecil karena pratikum dilaksanakan secara virtual lab.

KESIMPULAN
Cepat rambat suatu gelombang adalah
Hubungan frekuensi terhadap cepat rambat gelombang
Frekuensi berbanding lurus dengan cepat rambat gelombang
Isyarat gelombang

Pada ujung terikat


Gelombang dipantulkan kembali dan jalannya berbeda lintasan dengan
gelombang datang

Pada ujung bebas


Gelombang akan dipantulkan kembali dengan bentuk dan lintasannya
yang sama dengan gelombang datang

Pada ujung tak berhingga


Gelombang datang tidak memantul kembali melainkan diteruskan.

Pengaruh redaman terhadap suatu gelombang


Amplitudo gelombang akan mengecil dan akan membentuk garis lurus.

DAFTAR PUSTAKA

Giancoli, sarojo. 2010. Gelombang dan optik. Jakarta : Salemba Teknika


Halliday, resnick .1993. Fisika Dasar 2. Jakarta : Erlangga

https://www.academia.edu/10191940/GELOMBANG_TALI,di akses tanggal 19 November 2015


http://informasiana.com/gelombang-transversal-dan-longitudinal/di akses tanggal 19 November
2015
http://riyantihusna.blogspot.co.id/2013/06/gelombang-stasioner.htmldi
November 2015

akses

tanggal

19