Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

BARIS DAN DERET GEOMETRI


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pembelajaran Bilangan Dan
Pengolahan Data di SD
Dosen Pengampu : Ibu Wahyuningsih

Disusun oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pipin Oktria
Bahtiar Ahmad L
Eva Trianingtyas
Ana Hanalia
Evi Kenanga
Elfrida Mia A

(1401414031)
(1401414043)
(1401414099)
(1401414143)
( 1401414421)
(1401414405)

Rombel 08
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR S1
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015

KATA PENGANTAR
Dengan mengucap syukur alhamdulilah berkat rahmat Allah SWT,
Penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusunun untuk
memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Bilangan Dan Pengolahan Data di SD.
Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penyusun
hadapi, namun dengan semangat penyusun dan dibantu semua pihak akhirnya
penyusunan makalah ini terselesaikan.
Dalam kesempatan ini kami sebagai penyusun menyampaikan rasa
terimakasih kepada dosen yang membantu mengarahkan dan memberi batasan
penyusunan materi makalah, serta terimakasih pula kepada rekan-rekan
mahasiswa/i jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar UNNES.
Penyusun sangat menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh
dari sempurna, sehingga kritik dan sarannya yang membangun sangat penyusun
harapkan agar dapat berbuat lebih baik lagi dimasa yang akan datang.Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya, dan dapat memberikan
manfaat bagi pembaca pada umumnya.

Semarang,

November 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
COVER.................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR............................................................................................ ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah........................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan........................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.

Pengertian Baris Dan Deret....................................................................... 2


Barisan Geometri....................................................................................... 2
Deret Geometri.......................................................................................... 5
Sifat-Sifat................................................................................................... 7

BAB III PENUTUP


A.
B.

Kesimpulan................................................................................................14
Saran..........................................................................................................14

DAFTAR PUSTAKA

15

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam matematika, ada dua macam barisan dan deret yaitu aritmatika
dan geometri. Materi ini sudah dipelajari ketika di SMA. Di makalah ini
hanya akan dibahas mengenai barisan dan deret geometri. Barisan geometri
atau sering diistilahkan barisan ukur adalah barisan yang memenuhi sifat
hasil bagi sebuah suku dengan suku sebelumnya yang berurutan adalah
bernilai konstan. Deret geometri didefinisikan sebagai jumlah n buah suku
pertama dari barisan geometri. Barisan dan deret geometri meskipun
materinya baru sedikit dipelajari di SD namun dapat dimanfaatkan dengan
diaplikasikan dengan berbagai kegiatan di dunia nyata.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian baris dan deret ?
2. Bagaimana rumus barisan geometri ?
3. Bagaimana rumus deret geometri ?
4. Bagaimana sifat-sifat barisan dan deret geometri ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian baris dan deret.
2. Untuk mengetahui barisan geometri.
3. Untuk mengetahui deret geometri.
4. Untuk mengetahui sifat-sifat baris dan deret geometri.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Baris dan Deret
Barisan adalah suatu susunan bilangan yang dibentuk menurut suatu
urutan tertentu. Bilangan-bilangan yang tersusun tersebut disebut suku.
Perubahan di antara sukusuku berurutan ditentukan oleh ketambahan bilangan
tertentu atau suatu kelipatan bilangan tertentu.
Jika barisan yang suku berurutannya mempunyai tambahan bilangan
yang tetap, maka barisan ini disebut barisan aritmetika. Misalnya :
a. 2, 5, 8, 11, 14, . ditambah 3 dari suku di depannya.
b. 100, 95, 90, 85, 80, .. dikurangi 5 dari suku di depannya.
Jika barisan yang suku berurutannya mempunyai kelipatan bilangan
tetap, maka disebut barisan geometri. Misalnya :
a. 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, . dikalikan 2 dari suku di depannya
b. 80, 40, 20, 10, 5, 2, dikalikan dari suku di depannya
Deret adalah jumlah dari bilangan dalam suatu barisan. Deret ada dua,
yaitu :

Deret aritmetika (deret hitung) : 2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30

Deret geometri (deret ukur) : 2 + 4 + 8 + 16 + 32 = 62

B. Barisan Geometri
Barisan geometri adalah barisan dimana bilangan pertamanya
sembarang dan bilangan berikutnya di peroleh dengan mengalikan bilangan
tetap (konstan) kepada bilangan sebelumnya dengan syarat bilangan pertama
bukan nol serta pengalinya bukan nol dan bukan 1, barisan geometri juga
disebut barisan ukur atau barisan kali. Misal barisan geometri tersebut adalah

a,b, dan c maka c/b = b/a = konstan. Hasil bagi suku yang berdekatan tersebut
disebut dengan rasio barisan geometri (r).
Misalkan pada sebuah deret geometri, barisan U1 , U2 , U3 , U4 , .. ,
Un disebut

sebagai

barisan

geometri

jika

memenuhi

Contoh barisan geometri : 7, 21, 63, 189, ...


Jika suku pertama ( U1 ) dari suatu barisan geometri disimbolkan
dengan a , maka rumus suku ke-n barisan geometri dapat ditentukan sebagai
berikut:

Jadi dari penjelasan di atas dapat disimpulkan untuk menentukan suku


ke-n dari sebuah barisan geometri, kita dapat menggunakan rumus:
Rumus Suku ke-n dari barisan geometri dirumuskan
Un = arn-1
dengan a = suku awal dan r = rasio barisan geomteri
Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan barisan geometri
perhatikan contoh berikut :
3, 9, 27 , 81, 243, ...
Barisan di atas adalah contoh barisan geometri dimana setiap suku
pada barisan tersebut merupakan hasil dari perkalian suku sebelumnya
dengan konstanta 3. Maka bisa disimpulkan bahwa rasio pada barisan di atas
adalah 3. Rasio pada suatu barisan dapat dirumuskan menjadi:
r = ak+1/ak
Dimana ak adalah sembarang suku dari barisan geometri yang ada.

Mari kita pelajari penggunaan rumus-rumus barisan geometri di atas


dalam menyelesaikan soal:
Contoh Soal dan Pembahasan Barisan Geometri
Contoh soal 1 :
Tentukan suku ke 10 dari barisan 1/8, 1/4, 1/2, .
Jawab :
r = 1/4 : 1/8 = 1/4 x 8 = 2 > rasio
a = 1/8
Un = arn-1 = 1/8 2(10-1) = 1/8 . 29 = 2-3.29 = 26 = 64
Contoh Soal 2:
Sebuah Bakteri mampu melakukan pembelahan diri menjadi 4 setiap 12
menit. berapakah jumlah bakteri yang ada setelah 1 jam apabila sebelumnya
terdapat 3 buah bakteri?
Penyelesaian:
a=3
r=4
n = 1 jam/12 menit = 60/12 = 5
Masukkan ke dalam rumus:
Un = arn-1
U5 = 3 x 45-1
U5 = 3 x 256 = 768 bakteri
C. Deret Geometri
Deret geometri dapat diartikan sebagai jumlah dari n suku pertama pada
sebuah barisan geometri.
Nilai dari n suku pertama dari sebuah barisan geometri dapat ditentukan
dengan :
Sn = a + ar + ar2 + ar3 + + arn-2 + arn-1
r Sn = ar + ar2 + ar3 + + arn-2 + arn-1 + arn

(keduanya kita kurangkan)

Sn rSn = a arn
Sn (1-r) = a (1-rn)

Sn = a (1-rn)/ (1-r)
dengan a = suku pertama dan r = rasio barisan geometri
Apabila suku ke-n dari suatu barisan geometri digambarkan dengan rumus:
an = a1rn-1, maka deret geometrinya dapat dijabarkan menjadi:
Sn = a1 + a1r + a1r2 + a1r3 + ... + a1rn-1
Apabila kita mengalikan deret geometri di atas dengan -r, lalu kita jumlahkan
hasilnya dengan deret aslinya, maka kita akan memperoleh:

Setelah diperoleh Sn - rSn = a1 - a1rn maka kita dapat mengetahui nilai dari
suku n pertama dengan cara berikut ini:

Berdasarkan kepada hasil perhitungan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa


rumus jumlan n suku pertama pada sebuah barisan geometri adalah:

Perhatikan cara menggunakan rumus tersebut pada contoh soal di bawah ini:
Contoh Soal Deret Geometri
Contoh Soal 1
Tentukanlah jumlah 8 suku pertama dari barisan geometri 2, 8, 32, ...
Pembahasan:
a=2
r=4
n=8
Sn = a (1-rn) / (1-r)
Sn = 2 (1-48) / (1-4)
Sn = 2 (1-65536)/ (-3)
Sn = 2 (-65535)/ (-3)
Sn = 2 x 21845
Sn = 43690
D. Sifat-Sifat Barisan dan Deret Geometri
Sifat sifat barisan geometri
a. Suku umum ke- n : , merupakan suku eksponen dari n yang tidak
mencadang suku tetapan.
Contoh:
Tentukan n jika a=1, r=3, dan Un=243
Penyeselaian:
Jadi, nilai n = 6
b. Barisan geometri naik,jika r > 1 dan jika r < 0 disebut barisan geometri
turun.
Barisan giometri naik. r > 1
Contoh: Tentukan rasio (r) dari barisan giometri berikut: 2, 4, 8, 16
Penyelesaian:
Jadi,dari sifat si atas menunjukan bahwa r > 1 yaitu 2 > 1 sehingga
disebut barisan geometri naik.

Barisan geometri turun, r < 0

Contoh :
6

Tentukan rasio ( r ) dari bilangan geometri berikut : 1, -2, 4, -8, . . .


Penyelesaian :

Jadi, dari sifat diatas menunjukan bahwa r < 0 yaitu -2 < 0, sehingga
disebut barisan giometri turun.
c. Apabila barisan geometri dengan banyak suku adalah ganjul (2k-1)
dengan k E (anggota) bilangan asli lebih dari dua.
E. Sisipan pada Barisan Geometri
Dalam barisan geometri dikenal adanya sisipan. Misalkan di antara p
dan q di sisipkan k buah bilangan dan terjadi barisan geometri, maka rasio
barisan geometri adalah:

F. Suku Tengah Barisan Geometri


Jika U1, U2, U3, Un merupakan barisan geometri dengan n ganjil
maka suku tengah barisan geometri tersebut adalah:

G. Deret Geometri tak Hingga


Ketika sobat menjatuhkan bola bekel dari ketinggian satu meter dan
bola tersebut akan memantul ke atas sejauh 0,8 tinggi jatuh sebelumnya berpa
jarak yang ditempuh bola bekel tersebut hingga berhenti? heheh susah ya. Itu
adalah contoh dari deret geomerti tak hingga yaitu deret yang banyak sukusukunya tak terhingga. Jumlah suku-suku dari deret tak hingga

ada

kemungkinan hingga tau tak hingga. Jika deret itu hingga maka deretnya
disebut deret konvergen dan jika tak hingga disebut dere divergen.
Gampangnya jika jumlah deret tak hingga menuju ke suatu harga tertentu
yang berhingga maka disebut konvergen (mengerucut). Sebaliknya, deret
geometri yang menuju bilangan tak hinggaa disebut divergen.
Deret tak hingga yang rasionya r 1 atau r 1 disebut deret divergen
dan yang mempuyai rasio -1< r < 1 disebut deret konvergen. Untuk
menghitung deret tak hingga ada dua rumus tergantung pada nilai r
nama deret

rasio (r)

Rumus

Divergen

r 1 atau r 1

s=

Konvergen

-1< r < 1 7

s = a/ 1-r

Contoh Soal:
Tentukan jumlah suku-suku deret geometri tak hingga dari 1 + 0,5 + 0,25 + 0,125
+.
Jawab:
a=1
r = 0,5
S = a/1-r = 1/1-0,5 = 1/0,5 = 2

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Barisan Geometri dapat didefinisikan sebagai barisan yang tiap-tiap
sukunya didapatkan dari hasil perkalian suku sebelumnya dengan sebuah
konstanta tertentu.Deret geometri dapat diartikan sebagai jumlah dari n suku
pertama pada sebuah barisan geometri.
B. Saran
Meskipun materi baris dan deret geometri hanya sedikit di SD, tetap
perlu diajarkan karena sangat berguna dalam aplikasinya dalam dunia nyata.

DAFTAR PUSTAKA
https://sultanifajar.wordpress.com/barisan-dan-deret/
http://www.rumusmatematikadasar.com/2015/01/materi-rumus-barisan-dan-deretgeometri-lengkap.html
http://rumushitung.com/2013/09/03/barisan-geometri-deret-geometri/
http://khaidirsyafruddin.blogspot.co.id/2013/02/barisan-dan-deret-giometri.html

10

Anda mungkin juga menyukai