Anda di halaman 1dari 23

METODE PENELITIAN KUALITAIF (Sistematika

Penelitian Kualitatif)
By: Fitwi Luthfiyah
A. Pendahuluan
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan memahami realitas sosial, yaitu melihat dunia dari
apa adanya, bukan dunia yang seharusnya, maka seorang peneliti kualitatif haruslah orang yang memiliki
sifat open minded. Karenanya, melakukan penelitian kualitatif dengan baik dan benar bearti telah memiliki
jendela untuk memahami dunia psikologi dan realitas sosial.
Dalam penelitian sosial, masalah penelitian, tema, topik, dan judul penelitian berbeda secara kualitatif
maupun kuantitatif. Baik substansial maupun materil kedua penelitian itu berbeda berdasarkan filosofis
dan metedologis. Masalah kuantitatif umum memiliki wilayah yang luas, tingkat variasi yang kompleks
namun berlokasi dipermukaan. Akan tetapi masalah-masalah kualitatif berwilayah pada ruang yang
sempit dengan tingkat variasi yang rendah namun memiliki kedalaman bahasa yang tak terbatas.
Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif,
adalah instrumen kunci. Oleh karena itu, penelitian harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi
bisa bertanya, menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas. Penelitian ini
lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Penelitian kualitatif digunakan jika masalah belum jelas,
untuk mengetahui makna yang tersembunyi, untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan
teori, untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembagan.
Untuk itulah, maka seorang peneliti kualitatif hendaknya memiliki
kemampuan brain,skill/ability, bravery atau keberanian, tidak hedonis dan selalu menjaga networking,
dan memiliki rasa ingin tau yang besar atau open minded.
Jadi atas dasar pemaparan di atas, maka pada kesempatan ini pemakalah akan membahas penelitian
kualitaif. Adapun rumusan masalah nya adalah:

1.

Apakah yang dimaksude dengan penelitian kualitatif?

2.

Bagaimanakah Sistematika dalam Penelitian Kualitaif?

B. Pengertian Penelitian Kualitatif


Berbicara mengenai metodologi berarti berbicara mengenai hukum, aturan, dan tata cara dalam
melaksanakan atau menyelenggarakan sesuatu. Karena metodologi diartikan sebagai hokum dan aturan,
tentunya di dalamnya terkandung hal-hal yang diatur secara sistematis, hal-hal yang diwajbkan,
dianjurkan, dan atau dilarang. Sama seperti hokum dan aturan lainnya, metodologi diciptakan dengan

tujuan untuk dijadikan pedoman yang dapat menuntun dan mempermudah individu yang
melaksnakannya.
Penelitian atau dalam bahasa Inggris disebut dengan research. Jika dilihat dari susunan katanya, terdiri
atas dua suku kata, yatitu re yang berarti melakukan kembali atau pengulangan dan research yang berarti
melihat, mengamati atau mencari, sehingga research dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan yang
dilakukan untuk mendapatkan pemahaman baru yang lebih kompleks, lebih mendetail, dan lebih
komprehensif dari suatu hal yang diteliti.
Adapun pengertian penelitian kuliatatif dapat dilihat dari beberapa teori berikut ini:
a) Creswell (dalam Herdiansyah, 2010: 8), menyebutkan:
Qualitaive research is an inquiry process of understanding based on distinct methodological traditions of
inquiry that explore a social or human problem. The researcher builds a complex, holistic picture, analizes
words, report detailed views of information, and conducts the study in a natural setting.
b) Meleong, mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah suatu penelitian ilmiah, yang bertujuan
untuk memahami suatu fenomena dalam konteks social secara alamiah dengan mengedepankan proses
interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti (Herdiansyah, 2010:
9)
c) Penelitian kualitaif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan,
menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh social yang tidak dapat
dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitaif (Saryono, 2010: 1).
d) Sugiyono (2011:15), menyimpulkan bahwa metode penelitian kulitatif adalah metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah,
(sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel
sumber data dilakukan secara purposive dansnowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi
(gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitaif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna
dari pada generalisasi.
Dari beberapa teori-teori di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa yang dimaksud dengan penelitian
kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafatpostpositivisme, digunakan untuk
meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Dengan tujuan untuk memahami suatu fenomena dalam
konteks social secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam
antara peneliti dengan fenomena yang diteliti.

C. Sistematika Penelitian Kualitatif


Dalam penelitian kualitaif belum terdapat format baku tahapan-tahapan atau sistematika yang dpat
dijadikan patokan dalam penelitian. Ini dikarenakan penelitian kualitaif terkait dengan salah-satu
karakteristik dari penelitian kualitais itu sendiri, yaitu fleksibel. Sehingga dengan ke-fleksibelan-nya jalan
penelitian berubah-ubah sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi, meskipun demikian para ahli

sependapat bahwa setidaknya terdapat lima tahapan sebagai patokan dalam penelitian, yaitu tergambar
sebagai berikut:

1.

Mengangkat permasalahan.

Permasalahan yang biasanya diangkat dalam penelitian ini adalah bersifat unik, khas, memiliki daya tarik
tertentu, spesifik, dan terkadang sangat bersifat invidual (karena beberapa penelitian kualitaif yang
dilaksanakan memang hukan untuk kepentingan generalisasi).

1.

Memunculkan pertanyaan penelitian.

Pertanyaan merupakan cirri khas dari penelitian kualitatif. Adalah sebagai spirit yang fungsinya sama
penting seperti hipotesis dalam penelitian kuantitaif.

1.

Mengumpulkan data yang relevan.

Data dalam penelitian kualitaif pada umumnya berupa kumpulan kata, kalimat, pernyataan, atau uraian
yang mendalam.

1.

Melakukan analisis data

Analisis data merupakan langkah berikutnya setelah data relevan diperoleh.

1.

Menjawab pertayaan penelitian

Tahap ini adalah tahapan terakhir dalam penelitian kualitaif. Dalam menjawab pertanyaan, peneliti dapat
mengunakan gaya menulis yan lebih bebas, seperti narasi atau storytelling.Sehingga dalam menjawab
pertanyaan penelitian dapat lebih menarik untuk dibaca.
Kemudian, selain dari kelima tahapan di atas, beberapa para ahli penelitian kualitatif mengemukakan
beberapa format penulisan penelitian kualitatif berdasarkan sudut pandang masing-masing.
Mengingat terdapat banyaknya format yang dikemukakan para ahli, maka di sini akan memaparkan
salah-satunya saja, yaitu format yang dikemukakan oleh Bungin (dalam Herdiansyah, 2010:53-57) berikut
ini:

Pendahuluan

1.

Judul penelitian

2.

Latar belakang masalah

3.

Masalah penelitian

4.

Tujuan penelitian

5.

Tinjauan pustaka/teori dan kesimpulan teoritis yang digunakan

6.

Hipotesis (bila diperlukan)

Metode Penelitian

1.

Populasi (sasaran) penelitian

2.

Sampel dan teknik sampling

3.

Metode pengumpulan data

4.

Metode analisis data

Analisis Data

1.

Rancangan analisis data

2.

Rencangan pembahasan (diskusi) hasil penelitian

Laporan Penelitian
Rancangan dalam laporan penelitian kualitatif secara khusus belum ada format yang baku dan berlaku
dalam merancang penelitian kualitatif, namun tetap ada poin-poin yang sama atau hampir sama dengan
beberapa format yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Di beberapa perguruan tiinggi, baik swasta
maupun negeri, format penelitian kulaitaif yang digunakan dalam penelitian kualitaif yang digunakan
dalam penyusunan skripsi relative sedikit berbeda, walaupun pada intinya tetap sama dan ada benang
merahnya satu sama lain. Di bawah ini. Akan disajikan format penelitian kualitatif yang dapat digunakan
sebagai panduan dalam penyusunan skripsi bagi mahasiswa.
Bab 1 Pendahuluan

1.

Konteks Penelitian

Tentang fenomena yang akan diangkat dalam penelitian, serta alasab mengapa penelitian tersebut layak
dilakukan.

1.

Fokus Kajian Penelitian

Tentang focus dari fenomena yang akan diteliti (central phenomenon), disertai dengan keteranagn yang
lebih spesifik mengenai batasan-batasan central phenomenon tersebut.

1.

Tujuan Penelitian

Tentang tujuan yang akan dicapai melalui penelitian yang dilakuakn.

1.

Manfaat Penelitian

Manfaat yang akan diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan.

Bab 2 Perpsektif Teoritis

1.

Kajian Pustaka

Berisi tentang definisi dan tinjauan secara teoritis terkait central phenomenon yang diteliti.

1.

Pertanyaan Penelitian

Tentang [ertanyaaan penelitian yang diajukan dan akan dicari jawabannya melalui penelitian yang
dilakukan.
Bab 3 Metode Penelitian

1.

Metode Pendekatan Masalah

Tentang metode kualitatif yang digunakan, dan alas an penggunaan metode yang dipilih.

1.
1)

Unit Analisis
Subjek Penelitian

Yaitu tentang informasi mengenai subjek penelitian yag terlibat. Teknik yang digunakan dalam
menentukan subjek penelitian disertai alas an peneliti memilih subjek penelitian.
2)

Informasi Penelitian

Pada informan penelitian, hamper sama dengan subbab di atas, yaitu berisi tentang mengenai informan
penelitian, keterkaitan antar informan dengan subjek penelitian.
3)

Lokasi Penelitian

Lokasi-lokasi penelitian yang akan atau yang telah dilakukan pengambilan data, serta alasan peneliti
memilih lokasi tersebut.

1.

Metode Pengumpulan Data

Tentang metode-metode yang digunakan dalam pengumpulan data disertai alas an peneliti dalam
memilih metode-metode tersebut.

1.

Teknik Analisis Data

Berisi tentang teknik aalisis data yang digunakan berdasarkan data yang diperoleh dan berdasarkan
tujuan penelitian.

Bab 4 Hasil Penelitian dan Diskusi

1.

Tahapan Penelitian

Tahapan-tahapan penelitian dari awal hingga akhir. Selain itu, juga dicantumkan kegiatan pengambian
data seperti jadwal wawancara atau observasi yang telah dilakukan ataupun yang akan dilakukan.

1.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian yang dikaitkan dengan temuan di lapangan dan pertanyaan penelitian yang diajukan pada
bab awal.

1.

Pembahasan/Diskusi

Berisi tentang pembahasan atau diskusi mengenai hasil penelitian yang diperoleh. Bagaimana
keterkaitan penelitian dengan teori yang sudah ada serta bagaimana peneliti menjelaskan hasil
temuannya berdasarkan sudut pandang subjek penelitian yang disandingkan dengan susut pandang
teoritis.
Bab 5 Kesimpulan dan Saran

1.

Kesimpulan

Berisi tentang kesimpulan yang didapatkan berdasarkan hasil penelitian dan diskusi.

1.

Saran

Berisi tentang saran yang dikemukakan oleh peneliti berdasarkan hasil penelitian dan diskusi.

1.

D. Contoh-contoh Judul Karya Ilmiah Penelitian Kualitatif.

Di bawah ini adalah contoh-contoh judul penulisan karya ilmiah dalam penelitian kualitatif
mahasiswa/mahasiswi IAIN Raden Fatah Palembang (Luthfiyah, 2009: 16-17).

1.

Penerapan Manajemen Pembiayaan Pendidikan Berbasis Madrasah Terhadap Mutu Sekolah


di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Sekayu.(Fitwi Luthfiyah, Skripsi: 2009)

2.

Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Unggulan Sekolah Menengah Atas


(SMA) Negeri 4 Lahat Sumatera Selatan. (Litado Dewi Jusma, Tesis: 2008)

3.

Konsep Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Sekolah


(Analisis Terhadap Konsep Majemen Berbasis Sekolah).(Ade Rosad, Skripsi: 2004)

E. Kesimpulan
Dari pemaparan-pemaparan di atas, di bawah ini akan dipaparkan kesimulan-kesimpulan sebagai berikut:

1.

Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada


filsafatpostpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Dengan
tujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks social secara alamiah dengan
mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena
yang diteliti.

2.

Setidaknya terdapat lima tahapan sebagai patokan dalam penelitian, yaitu tergambar
sebagai berikut:

a) Mengangkat permasalahan.
b) Memunculkan pertanyaan penelitian.
c) Mengumpulkan data yang relevan.
d) Melakukan analisis data
e) Menjawab pertayaan penelitian

1.

Format penelitian kualitatif yang dapat digunakan sebagai panduan dalam penyusunan
skripsi bagi mahasiswa.

Bab 1 Pendahuluan

1.

Konteks Penelitian

2.

Fokus Kajian Penelitian

3.

Tujuan Penelitian

4.

Manfaat Penelitian

Bab 2 Perpsektif Teoritis

1.

Kajian Pustaka

2.

Pertanyaan Penelitian

Bab 3 Metode Penelitian

1.

Metode Pendekatan Masalah

2.

Unit Analisis

1) Subjek Penelitian
2) Informasi Penelitian
3) Lokasi Penelitian

1.

Metode Pengumpulan Data

2.

Teknik Analisis Data

Bab 4 Hasil Penelitian dan Diskusi

1.

Tahapan Penelitian

2.

Hasil Penelitian

3.

Pembahasan/Diskusi

Bab 5 Kesimpulan dan Saran

1.

Kesimpulan

2.

Saran

Daftar Pustaka

Herdiansyah, Haris. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Salemba
Humanika.
Luthfiyah, Fitwi. 2009. Penerapan Manajemen Pembiayaan Pendidikan Berbasis Madrasah Terhadap
Mutu Sekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sekayu. (Skripsi: Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah
Palembang)
Saryono. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Bidang Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaf, Kualitatif, dan R&D.Bandung:
Alfabeta.

METODE PENELITIAN KUALITAIF


(Metode Pengumpulan Data)
By: Marwijah
A. Pendahuluan
Dalam penelitian sosial, masalah penelitian, tema, topik, dan judul penelitian
berbeda secara kualitatif maupun kuantitatif. Baik substansial maupun materil
kedua penelitian itu berbeda berdasarkan filosofis dan metodologis. Masalah
kuantitatif lebih umum memiliki wilayah yang luas, tingkat variasi yang
kompleks namun berlokasi dipermukaan. Akan tetapi masalah-masalah

kualitatif berwilayah pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang
rendah namun memiliki kedalaman bahasan yang tak terbatas.
Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang
berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan
masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran
kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan
melakukan studi pada situasi yang alami. Bogdan dan Taylor (Moleong,
2007:3) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur
penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun
lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.
Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan.
Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen kunci. Oleh karena itu,
peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa bertanya,
menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas.
Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Penelitian
kualitatif digunakan jika masalah belum jelas, untuk mengetahui makna yang
tersembunyi, untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori,
untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan.

1.

B. Definisi Data

Kata data berasal dari datum yang berarti materi atau kumpulan fakta yang
dipakai untuk keperluan suatu analisa, diskusi, presentasi ilmiah, atau tes
statistic (http://carapedia.com).
Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi (data is the
description of things and events that we face) (http://b.domaindlx.com)
Data menggambarkan sebuah representasi fakta yang tersusun secara
terstruktur, dengan kata lain bahwa Generally, data represent a structured
codification of single primary entities, as well as of transactions involving two
or more primary entities.(http://risyana.wordpress.com)
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa data adalah
sesuatu yang diperoleh melalui suatu metode pengumpuln data yang akan
dikelola dan dianalisis dengan suatu metode tertentu. Dalam penelitian data
secara garis besar terdapat dala tiga kelompok, yaitu: Wawancara, Observasi,
dan dokumentasi.

1.

C. Wawancara

Wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi


atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Tehnik wawancara yang
digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam.
Wawancara mendalam (indepth interview) adalah proses memperoleh
keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap
muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai,
dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, di mana
pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang peneliti saat mewawancarai


responden adalah intonasi suara, kecepatan berbicara, sensitifitas
pertanyaan, kontak mata, dan kepekaan nonverbal. Dalam mencari informasi,
peneliti melakukan dua jenis wawancara, yaitu autoanamnesa (wawancara
yang dilakukan dengan subjek atau responden) danaloanamnesa (wawancara
dengan keluarga responden).
Beberapa tips saat melakukan wawancara adalah mulai dengan pertanyaan
yang mudah, mulai dengan informasi fakta, hindari pertanyaan multiple,
jangan menanyakan pertanyaan pribadi sebelum building raport, ulang
kembali jawaban untuk klarifikasi, berikan kesan positif, dan kontrol emosi
negatif.
Selanjutnya wawancara dapat dilakukan secara terstruktur dan tidak
terstruktut, dan dapat dilakukan dengan tatap muka (face to face) maupun
menggunakan telepon (Sugiyono, 2006; 138-140).
1) Wawancara Terstruktur
Pada wawancara ini digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti
atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa
yang akan diperoleh. Dalam prakteknya selain membawa instrument sebagai
pedoman wawancara, maka pengumpul data juga dapat menggunakan alat
bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan amterial lain yang dapat
membantu dalam wawancara.
2) Wawancara tidak Terstruktur
Wawancara tidak terstruktur maksudnya adalah wawancara yang bebas di
mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun
secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman
wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan
yang akan ditanyakan. Contohny:

Bagaimaanakah pendapat Bapak/Ibu terhadap kebijakan pemerintah tentang


impor gula saat ini? Dan bagaimana dampaknya terhadapPEDAGANG dan
petani.

1.

D. Observasi

Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang


(tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu,
dan perasaan. Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan
gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk
membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan
pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap
pengukuran tersebut.
Bungin (2007: 115) mengemukakan beberapa bentuk observasi yang dapat
digunakan dalam penelitian kualitatif, yaitu observasi partisipasi, observasi
tidak terstruktur, dan observasi kelompok tidak terstruktur.

Observasi partisipasi (participant observation) adalah metode


pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data
penelitian melalui pengamatan dan pengindraan dimana observer
atau peneliti benar-benar terlibat dalam keseharian responden.

Observasi tidak berstruktur adalah observasi yang dilakukan tanpa


menggunakan guide observasi. Pada observasi ini peneliti atau
pengamat harus mampu mengembangkan daya pengamatannya
dalam mengamati suatu objek.

Observasi kelompok adalah observasi yang dilakukan secara


berkelompok terhadap suatu atau beberapa objek sekaligus.

1.

E. . Studi Dokumentasi

Dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan


melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri
atau oleh orang lain tentang subjek.

1.

Dokumen

Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk
dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk suratsurat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto, dan sebagainya.
Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi
peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di
waktu silam. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam, yaitu
otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, klipping,
dokumen pemerintah atau swasta, data di server dan flashdisk, data
tersimpan di website, dan lain-lain.
Meleong (dalam Herdiansyah, 2010: 143) mengemukakan dua bentuk
dokumen yang dapat dijadikan bahan dalam studi dokumentasi, yaitu:

1.

Dokumen harian

Dokumentasi pribadi adalah catatan atau karangan seseorang secara tertulis


tentang tindakan, pengalaman, dan kepercayaannya. Tujuan dari dokumentasi
ini adalah untuk memperoleh sudut pandang orisinal dari kejadian situai
nyata. Terdapat tiga dokumentasi pribadi yang umum digunakan, yaitu:
1) Catatan harian (diary)
Diary berisi beragam aktivitas dan kegiatan termasuk juga unsur perasaan.
2) Surat Pribadi

Surat pribadi (tertulis pada kertas), e-mail, dan obrolan dapat dijadikan
sebagai materi dalam analisis dokumen dengan syarat, peneliti mendapat izin
dari orang yang bersangkutan.
3) Autobiografi
Autobiografi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas gabungan tiga kata,
yaitu auto(sendiri), bios (hidup), dan grapein (menulis). Didefinisikan
autobiografi adalah tulisan atau pernyataan mengalami pengalaman hidup.

1.

Dokumen Resmi

Dokumen resmi dipandang mampu memberikan gambar mengenai aktivitas,


keterlibatan individu pada suatu komnitas tertentu dalam setting social.
Menurut Meleong (Herdiansyah, 2010: 145-146) dokumen resmi dapat dibagi
kedalam dua bagian. Pertama dokumen internal, yaitu dapat berupa catatan,
seperti memo, pengumuman, instruksi, aturan suatu lembaga, system yang
diberlakukan, hasil notulensi rapat keputusan pimpinan, dan lain sebagainya.
Kedua, dokumentasi eksternal yaitu dapat berupa bahan-bahan informasi
yang dihasilkan oleh suatu lembaga social, seperti majalah, koran, bulletin,
surat pernyataan, dan lain sebagainya.

1.

Focus Group Discussion (FGD)

Focus Group Discussion (FGD) adalah teknik pengumpulan data yang


umumnya dilakukan pada penelitian kualitatif dengan tujuan menemukan
makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok. Teknik ini
digunakan untuk mengungkap pemaknaan dari suatu kalompok berdasarkan
hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu. FGD juga
dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti
terhadap fokus masalah yang sedang diteliti.

Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan ketika ingin melakukan


FGD. Pertama,jumlah FGD berkisar antara 5-10 orang. Kedua, Peserta FGD
harus bersifat FGD. Ketiga,perlunya dinamika kelompok.
Kapan FGD dilakukan? Ada beberapa kepentingan mengapa peneliti
melakukan FGD, antara lain:

Jika peneliti membutuhkan pemahaman lebih dari satu sudut


pandang,

Jika terjadi gap komunikasi antar kelompok,

Untuk menyingkap suatu fakta secara lebih detail dan lebih kaya,

Untuk keperluan verifikasi

1.

F. Proses Pengumpulan Data Kualitatif

Dalam penelitian kualitatif, proses pengumpulan data harus melalui beberapa


beberapa tahapan yang setiap tahapan tersebut saling terkait anatar satu
sama lain. Secara garis besar, terdapat lima tahapan proses pengumpulan
data kualitatif.

1.

Melakuakn identifikasi Subjek/ Partisipan Penelitian dan lokasi


Penelitian (Site).

Creswell (dalam Herdiansyah: 2010: 152) mengatakan bahwa sebagai


seorang peneliti kualitatif, harus benar-benar matang dalam melakukan
identifikasi partisipan dan lokasi penelitian sebagai pondasi awal penelitian
yang akan dilakuan.

1.

Mencari dan Mendapatkan akses menuju Subjek/Partisispan


Penelitian dan Lokasi Penelitian .

Kadangkala, akses menuju partisipan dan lokasi penelitian, tidak semudah


yang dibayangkan. Banyak hambatan dan kendala menuju partisipan dan
lokasi penelitian memiliki keunikan tertentu.

1.

Menentukan Jenis Data yang Akan Dicari/Diperoleh

Dalam tahap ini, peneliti harus merujuk kepada focus kajian penelitian, tujuan
penelitian dan pertanyaan penelitian yang hendak dicari jawaban.

4.

Mengembangkan atau Menentukan Instrumen/Metode


Pengumpulan Data.

Dalam menentukan instrument metode pengumpulan data, hal yang perlu


diingat adalah bahwa dalam penelitian kualitaif lebih bersifat fleksibel
dibandingkan dengan metode lainnya. Sebelum penelitian dilakukan, peneliti
sudah menentukan satu atau lebih metode [engumpulan data.

5.

Pengumpulan Data

Terdapat beberapa hal yang perlu diingat dalam pengumpulan data untuk
penelitian kualitatif adalah. Pertama,umumnya penelitian dilakuakn lebih dari
satu kali. Kedua, dalam melakukan pengumpulan data selalu disesuaikan
dengan situasi alamiah. Ketiga, lakukanprobing terhadap
symbol. Probing adalah proses eksplorasi lebih dalam terhadap suatu hal
yang dirasa perlu untuk diungkap.

G. Metode Pengumpulan Data, Penelitian dengan judul : Konsep Stress


dan mekanisme koping pada ibu yang berhasil melakukan VBAC di
wilayah DKI Jakarta (Latifah, 2009).

Judul tersebut di atas merupakan contoh dari penelitian kualitatif. Proses


pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui beberapa tahapan yaitu
persiapan, pelaksanaan, dan penutupan.

1.

Pada tahap persiapan, pertama peneliti mengurus perijinan dari


Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI). Setelah
mendapat ijin, peneliti mencari data awal Rekam Medik RSCM dan
RS Sint Carolus untuk mencari calon partisipan yang sesuai dengan
criteria.

2.

Pada tahap pelaksanaan, pertama kali peneliti memersiapkan


lingkungan tempat akan dilakukannya wawancara sesuai dengan
kontrak sebelumnya yaitu ruang tamu partisipan.

3.

Tahap penutup, yaitu dimana peneliti pada akhir wawancara


meminta partisipan untuk mengisi jurnal yang peneliti berikan
mengenai pengalaman stress dan koping partisipan yang belum
terungkap saat wawancara. Pada tahap ini, peneliti dapat meminta
waktu lain untuk melanjutkan penelitian, bila dirasa perlu.

1.

H. Kesimpulan

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa data adalah


sesuatu yang diperoleh melalui suatu metode pengumpuln data yang akan
dikelola dan dianalisis dengan suatu metode tertentu. Dalam penelitian data
secara garis besar terdapat dala tiga kelompok, yaitu: Wawancara, Observasi,
dan dokumentasi.
Wawancara
Wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi
atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Tehnik wawancara yang

digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam.


Wawancara mendalam (indepth interview).
Dalam mencari informasi, peneliti melakukan dua jenis wawancara,
yaitu autoanamnesa danaloanamnesa.
Selanjutnya wawancara dapat dilakukan secara terstruktur dan tidak
terstruktut, dan dapat dilakukan dengan tatap muka (face to face) maupun
menggunakan telepon (Sugiyono, 2006; 138-140).
Observasi
Bungin (2007: 115) mengemukakan beberapa bentuk observasi yang dapat
digunakan dalam penelitian kualitatif, yaitu observasi partisipasi, observasi
tidak terstruktur, dan observasi kelompok tidak terstruktur.
Studi Dokumentasi
Dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan
melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri
atau oleh orang lain tentang subjek.

1.

Dokumen

Meleong (dalam Herdiansyah, 2010: 143) mengemukakan dua bentuk


dokumen yang dapat dijadikan bahan dalam studi dokumentasi, yaitu:
a)

Dokumen harian

Catatan harian (diary)

Surat Pribadi

Autobiografi

b)

Dokumen Resmi. Yaitu Pertama dokumen internal. Kedua, dokumen

eksternal

1.

Focus Group Discussion (FGD)

Focus Group Discussion (FGD) adalah teknik pengumpulan data yang


umumnya dilakukan pada penelitian kualitatif dengan tujuan menemukan
makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok.
Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan ketika ingin melakukan
FGD. Pertama,jumlah FGD berkisar antara 5-10 orang. Kedua, Peserta FGD
harus bersifat FGD. Ketiga,perlunya dinamika kelompok.
Ada beberapa kepentingan mengapa peneliti melakukan FGD, antara lain:

Jika peneliti membutuhkan pemahaman lebih dari satu sudut


pandang,

Jika terjadi gap komunikasi antar kelompok,

Untuk menyingkap suatu fakta secara lebih detail dan lebih kaya,

Untuk keperluan verifikasi

Proses Pengumpulan Data Kualitatif


Secara garis besar, terdapat lima tahapan proses pengumpulan data kualitatif.

Melakuakn identifikasi Subjek/ Partisipan Penelitian dan lokasi


Penelitian (Site).

Mencari dan Mendapatkan akses menuju Subjek/Partisispan


Penelitian dan Lokasi Penelitian .

Menentukan Jenis Data yang Akan Dicari/Diperoleh

Mengembangkan atau Menentukan Instrumen/Metode


Pengumpulan Data.

Pengumpulan Data
Terdapat beberapa hal yang perlu diingat dalam pengumpulan data untuk
penelitian kualitatif adalah. Pertama,umumnya penelitian dilakukan lebih dari
satu kali. Kedua, dalam melakukan pengumpulan data selalu disesuaikan
dengan situasi alamiah. Ketiga, lakukanprobing terhadap
symbol. Probing adalah proses eksplorasi lebih dalam terhadap suatu hal
yang dirasa perlu untuk diungkap.

Daftar Pustaka

Bungin, B. 2007. Penelitian Kualitatif. Prenada Media Group: Jakarta.


Saryono. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Bidang
Kesehatan. Yogyakarta: Nuhe Medika.
Herdiansyah, Haris. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu
Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Saryono. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Bidang
Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaf,
Kualitatif, dan R&D.Bandung: Alfabeta.
(http://carapedia.com).
(http://b.domaindlx.com)
(http://risyana.wordpress.com)
Share this: