Anda di halaman 1dari 28

REAKSI TRANSFUSI DARAH

Bila tahap pangamanan dilakukan dengan BENAR, dapat terjadi


REAKSI TRANSFUSI RINGAN: (KOMPLIKASI RINGAN):
demam, alergi: urtikaria

Bila tahap pengamanan ada KESALAHAN, dapat terjadi


KESALAHAN TRANSFUSI REAKSI TRANSFUSI BERAT s/d FATAL
(KOMPLIKASI BERAT/FATAL):
reaksi hemolitik akut dan lambat

KOMPLIKASI AKUT TRANSFUSI


Dapat terjadi selama/segera setelah (dalam 24 jam) transfusi
Dikategorikan dalam 3 kategori:
- reaksi ringan: alergi, e.g. urtikaria
- reaksi menengah-berat:
* reaksi hipersensitivitas sedang-berat
* reaksi febris non-hemolitik:
- antibodi terhadap leukosit, trombosit
- antibodi tehadap protein, termasuk lgA
* kemungkinan kontaminasi bakteri (tanda awal)
* pirogen
- reaksi mengancam jiwa :

KOMPLIKASI AKUT TRANSFUSI


Reaksi mengancam jiwa :
* hemolisis intravaskuler akut
* kontaminasi bakterial dan syok septik
* kelebihan (overload) cairan
* reaksi anafilaksis
* transfusion-related acute lung injury

KOMPLIKASI LAMBAT (DELAYED)


TRANSFUSI
1.

2.

Transfusion-transmitted infection:
* HIV-1 dan HIV-2
* HTLV-I dan HTLV-II
* Hepatitis virus B da C
* Sifilis
* Malaria
* Cytomegalovirus
* Penyakit Chagas
* Human parvovirus B19, hepatitis A
Komplikasi lambat lainnya:
* reaksi hemolitik lambat (delayed)
* purpura pasca transfusi
* graft-versus host-disease (GVHD)
* iron overload (pasien yang menerima transfusi berulang)

REAKSI PIROGENIK/DEMAM
Dapat timbul selama atau setelah transfusi darah
Reaksi khas: peningkatan suhu: s/d 38 C, dapat s/d 40
C
Dapat
disertai/tidak
disertai
dengan
menggigil,
kemerahan, kegelisahan dan ketegangan
Bila transfusi dihentikan reaksi dan kegelisahan hilang

REAKSI ALERGI
3 jenis reaksi alergi:
* anafilaksis
* urtikaria
* pireksia

KELEBIHAN VOLUME SIRKULASI


(CIRCULATORY OVERLOAD)
Terjadi setelah transfusi yang cepat & banyak
TERUTAMA terjadi pada pasien anemia kronik, kelainan
jantung, atau penyakit degeneratif pembuluh darah
Dapat terjadi PADA SETIAP transfusi, terutama bila
volume pasien normal
Dapat didahului reaksi demam

REKASI HEMOLITIK

REAKSI HEMOLITIK, terjadi setelah:


1. Transfusi darah yang sudah hemolisis in vitro (nonincompatible/non-imunologik) :
- karena sel donor
- karena sel pasien
2. Reaksi transfusi darah incompatible

REAKSI HEMOLITIK INCOMPATIBEL


Penyebab tersering: kesalahan manusia (CLERICAL ERROR)
Di bank darah RS/UTD:
- kesalahan pada tahap penggolongan darah dan
crossmatch
- pemberian label yang tidak benar sehingga darah
ditransfusikan kepada pasien yang salah, dll.
Di ruang rawat RS:
- kesalahan identitas pasien saat pengambilan
sampel
darah pasien
- pemberian transfusi tanpa meneliti ulang label
dan
kantung darah donor serta identitas pasien

REAKSI HEMOLITIK INCOMPATIBLE


Hemolisis intravaskuler (dalam aliran darah) Acute
intravaskuler hemolytic transfusion
Hemolisis ekstravaskuler (diluar aliran darah; misalnya di limpa
oleh sel makrofag) Acute extravascular hemolytic transfusion

REAKSI HEMOLITIK INCOMPATIBLE


REAKSI HEMOLITIK INTRAVASKULAR :
pecahnya (hemolisis) eritrosit dalam sirkulasi darah
ikterus + haemoglobinemia

Terutama disebabkan oleh antibodi lgM


Paling berbahaya disebabkan anti-a & anti-b dari sistem golongan
ABO
Kebanyakan berakibat fatal, karena:
- DIC = disseminated intravascular coagulation
- gagal ginjal akut

REAKSI HEMOLITIK EKSTRA VASKULER


Sama beratnya seperti reaksi intravaskular
Reaksi fatal jarang terjadi
Akibat antibodi lgG yang menimbulkan perusakan sel-sel
darah oleh sel makrofag
Kadang-kadang terjadi penurunan tajam kadar Hb/Ht
pasien secara tiba-tiba seringkali 10 hari setelah transfusi
Dapat terjadi febris, tes antiglobulin direk positif

REAKSI AKIBAT DARAH TERKONTAMINASI


1 % darah yang diambil terkontaminasi
Kontaminasi terjadi pada saat pengambilan darah
Organismenya biasanya tidak patogen (menimbulkan penyakit) &
akan dihancurkan oleh sistem retikuloendotelial (RES) tubuh
pasien/resipien
Darah menjadi berbahaya bila organisme ini membelah
diri/multiplikasi pada waktu antara saat pengambilan darah &
transfusi
Darah yang terkontaminasi tampak normal pada pemeriksaan biasa

KOMPLIKASI SISTEMIK TRANSFUSI


REAKSI KARENA DARAH TERKONTAMINASI:
- Bakteri-bakteri psichrophilic hidup pada suhu < 20C atau
mesophilic hidup antara 20 - 40C
- Makin lama penyimpanan makin besar replikasi
organisme
tersebut
- Tumbuh lambat pada suhu dingin, tetapi dapat bertumbuh cepat
bila diletakkan di luar refrigator dan dibiarkan pada suhu kamar
untuk beberapa
lama, terutama bila suhu panas

KOMPLIKASI SISTEMIK TRANSFUSI


Beratnya reaksi transfusi hemolitik intravaskular akut:
- rate and dose-related
- the more incompatible the blood given and
the
faster the infusion rate, the more severe
reaction
Sebelum transfusi perlu cek ulang:
- kesesuaian Gol. darah donor/resipien
Selama transfusi perlu pengawasan pada jam-jam
pertama dan seterusnya

KOMPLIKASI TRANSFUSI
Kecuali reaksi alergi urtikaria & febris non-hemolitik,
semua komplikasi transfusi darah berpotensi fatal dan
perlu tindakan segera
Pada saat pertama terjadi reaksi akut, mungkin sulit
menentukan jenis & beratnya reaksi, karena tanda &
gejala pada awalnya tidak spesifik

PENTING untuk MENGENAL TANDA dan GEJALA AWAL


REAKSI TRANSFUSI AKUT
Pasien tidak sadar/dibius umum:
hipotensi dan pendarahan tidak terkontrol
Pasien sadar dengan reaksi hemolitik transfusi hebat: gejala
dan tanda dapat muncul pada menit-menit awal dari hanya
5-10 ml darah pengawasan ketat pada awal transfusi
darah dari SETIAP UNIT DARAH sangat penting

BILA TERJADI KOMPLIKASI TRANSFUSI


DARAH
Stop transfusi darah perawat segera lapor ke dokter
penanggung jawab/dokter jaga
Lihat bentuk komplikasinya: klinis dan laboratorium
Lihat HEMODINAMIK: TD, N = DJ, akral adakah syok
siapkan emergency kit
Lihat JALAN NAPAS perlu alat napas
Lihat DIURESIS ukur urine adakah gagal ginjal
ADAKAH DIC pendarahan/trombosis

PEDOMAN UNTUK MENGENAL DAN MENANGANI


REAKSI TRANSFUSI AKUT
KATEGORI
KATEGORI 1:
RINGAN

TANDA
Reaksi kulit terlokalisir
-Uritikaria
-Rash

GEJALA
Pruritus (itching)

KEMUNGKINAN
Hypersensitivity (ringan)

PEDOMAN UNTUK MENGENAL DAN MENANGANI REAKSI


TRANSFUSI AKUT
KATEGORI
KATEGORI 2:
Sedang-Berat

TANDA
Flushing
Urtikaria
Rigors
Demam
Gelisah
Takikardi

GEJALA
Cemas

KEMUNGKINAN
Hypersensitivity (sedang-berat)
Reaksi pirogen nonhemolitik :
- Antibodies terhadap leukosit,
trombosit
- Antibodies terhadap
proteins, termasuk IgA
Kemungkinan kontaminasi
dengan pirogen & atau bakteri

PEDOMAN UNTUK MENGENAL DAN MENANGANI REAKSI


TRANSFUSI AKUT
KATEGORI
KATEGORI 3:
Mengancam jiwa

TANDA
Rigors
Demam
Gelisah
Hipotensi (Penurunan
TD Sistolik 20%)
Haemoglobinuria
( urine merah)
Unexplained
bleeding (DIC)

GEJALA
Cemas
Nyeri dada
Nyeri dekat tempat infus
Respiratory
distress /
napas pendek
Nyeri belakang
Nyeri kepala
Dispnea

KEMUNGKINAN
Hemolisis intravaskuler akut
Kontaminasi bakteri
dan
shock septik
Kelebihan cairan
Anafilaksis
TRALI

PENANGANAN SEGERA
Kategori 1: Ringan
1. Perlambat transfusi
2. Berikan antihistamine IM (e.g. chlorpheniramine 0.1 mg/kg)
3. Jika tidak ada perbaikan klinik dalam 30 menit atau bila
tanda dan gejala memburuk tangani seperti kategori 2

PENANGANAN SEGERA
Kategori 2 : Sedang Berat
1. Stop transfusi. Ganti transfusi-set dan beri NaCl fisiologis IV
2. Beritahu dokter penanggungjawab dan bank darah secepatnya
3. Kirim kantong darah & transfusi set serta urine yang tertampung dalam bag dan contoh
darah yang baru dari vena yang berlawanan dengan tempat transfusi dan kirim ke bank
darah dan laboratorium untuk pemeriksaan .
4. Beri antihistamine IM (chlorpheniramine 0.1 mg/kg) dan antipiretik (paracetamol 10
mg/kg: 500 mg-1 g pada pasien dewasa). Hindari aspirin pada pasien trombositopenia.
5. Kortikosterioid IV dan bronkodilator jika ada gambaran anafilaktoid (mis: bronkospasme,
stridor)
6. Tampung urine 24 jam berikutnya untuk melihat ada tidaknya hemolisis dan kirim ke
laboratorium
7. Jika ada perbaikan klinik,transfusi kembali dengan lambat dengan unit darah baru dan
observasi secara ketat
8. Jika tidak ada perbaikan klinik dalam 15 menit atau tanda dan gejala memburuk ,tangani
seperti kategori 3.

PENANGANAN SEGERA
Kategori 3 : Mengancam nyawa

Stop transfusi. Ganti transfusi-set dan beri NaCl fisiologis IV .

Infus NaCl fisiologis (awal 20-30 ml/kg) untuk mempertahankan TD Sistolik. Jika
hipotensi,berikan dalam 5 menit dan angkat ke-2 tungkai

Pertahankan jalan napas & berikan Oksigen aliran tinggi dengan masker

Beri adrenaline ( 1:1000 ), 0.01 mg/kg BB dengan injeksi IM lambat

Kortikosteroid IV and bronkodilator jika ada gambaran anafilaktoid (bronkospasme atau


stridor)

Diuretik ; furosemide 1 mg/kg IV

Beritahu dokter penanggungjawab dan bank darah secepatnya

Kirim unit darah & set transfusi serta urine yang tertampung dalam bag dan contoh darah
yang baru dari vena yang berlawanan dengan tempat transfusi dan kirim ke bank darah
dan lab. untuk pemeriksaan

Check spesimen urine untuk melihat hemoglobinuria (warna merah atau pink)

PENANGANAN SEGERA
Kategori 3: Mengancam Nyawa

Tampung urine 24 jam dan catat balans cairan .Pertahankan keseimbangan cairan .

Nilai perdarahan dari tempat punksi atau luka. Jika terdapat bukti klinik DIC,beri trombosit
(dewasa : 5-6 unit) dan juga cryoprecipitate (dewasa; 12 unit) atau FFP (dewasa ; 3 unit)

Nilai ulang . Jika hipotensi :


- NaCl fisiologis 20-30 ml/kgBB dalam 5 menit
- Inotropik (Dopamin)

Jika urine output kurang atau terdapat bukti GGA (Peningkatan Kalium,Urea & Kreatinin) :
- Pertahankan Balans cairan secara ketat akurat
- Beri furosemide lanjutan
- Pertimbangkan Dopamin
- Minta bantuan spesialis : pasien mungkin memerlukan dialisis

Jika suspek bakteriemia (rigors,febris,kolaps, tidak ada bukti reaksi hemolitik), mulai
antibiotik spektrum luas IV, untuk melawan pseudomonas dan bakteri gram positive

Anda mungkin juga menyukai