Anda di halaman 1dari 11

Praktikum VII

A. Judul
B. Tujuan

: Analisis Vegetasi Menerapkan Teknik Sampling Metode Kuadrat


untuk Analisis Komunitas Tumbuhan
: Menerapkan teknik sampling metode kuadrat untuk menganalisis
komunitas tumbuhan (vegttasi) dan pengukuran factor lingkungan
pada habitat topograf yang berbeda

C. Dasar teori
Vegetasi sebagai salah satu komponen dari ekosistem yang dapat
menggambarkan pengaruh dari kondisi-kondisi fakta lingkungan yang mudah di ukur
dan nyata. Dalam mendeskripsikan vegetasi harus di mulai dari suatu titik padang
bahwa vegetasi merupakan suatu pengelompokkan dari suatu tumbuhan yang hidup
di suatu hidup tertentu yang mungkin di karakterisasi baik oleh spesies sebagai
komponennya maupun oleh kombinasi dan struktur serta fungsi sifat-sifatnya yang
mengkarakterisasi gambaran vegetasi secara umum.
Apabila penguasaan sarana tumbuh dimenangkan oleh gulma, maka pada
umumnya tanaman akan mengalami gangguan fisiologis yang berakibat pada
penurunan produksi atau bahkan kematian tanaman itu sendiri. Kematian tersebuat
selain karena kesulitan mendapatkan nutrisi, ada jenis gulma tertentu yang mampu
mengeluarkan enzim akar yang mampu merusak atau meracuni tanaman. Kerusakan
yang ditimbulkan gulma akan menentukan apakah gulma tersebut merupakan gulma
penting atau bukan. Kerusakan tersebut umumnya memiliki hubungan dengan
ambang ekonomi pertanian yang dapat berbeda pada setiap tanaman berdasarkan nilai
ekonominya.
Analisis vegetasi digunakan unutk mengetahui gulma gulma yang memiliki
kemampuan tinggi dalam penguasaan sarana tumbuh dan ruang hidup. Dalam hal ini,
penguasaan sarana tumbuh pada umumnya menentukan gulma tersebut penting atau
tidak. Namun dalam hal ini jenis tanaman memiliki peran penting, karena tanaman

tertentu tidak akan terlalu terpengaruh oleh adanya gulma tertentu, meski dalam
jumlah yang banyak
Analisa vegetasi adalah cara mempelajari susunan (komposisi jenis) dan
bentuk (struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. Untuk suatu kondisi
hutan yang luas, maka kegiatan analisa vegetasi erat kaitannya dengan sampling,
artinya kita cukup menempatkan beberapa petak contoh untuk mewakili habitat
tersebut. Dalam sampling ini ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu jumlah petak
contoh, cara peletakan petak contoh dan teknik analisa vegetasi yang digunakan.
Prinsip penentuan ukuran petak adalah petak harus cukup besar agar individu
jenis yang ada dalam contoh dapat mewakili komunitas, tetapi harus cukup kecil agar
individu yang ada dapat dipisahkan, dihitung dan diukur tanpa duplikasi atau
pengabaian. Karena titik berat analisa vegetasi terletak pada komposisi jenis dan jika
kita tidak bisa menentukan luas petak contoh yang kita anggap dapat mewakili
komunitas tersebut, maka dapat menggunakan teknik Kurva Spesies Area (KSA).

D. Alat dan bahan


1. Roll Meter
2. Alat tulis
3. Tali raffia

E. Prosedur kerja
Vegetasi Herba
Disiapkan tabel untuk data yang akan dikoleksi dilapangan.
Ada 2 tabel yang harus dibuat, yaitu tabel untuk plot yang plot
untuk kelompok dan tabel untuk semua data yang dikumpulkan
secara kolektif.
Ditentukan stand (tegakan) lapisan herba pada habitat vegetasi
yang diteliti. Dan membandingkan dua lokasi dengan topografi
berbeda atau kenampakkan berbeda.
Dipelajari dan dicatat (deskripsi) topografi habitat. Dicatat cuaca
dan musim pada saat penelitian.
Dipelajari beberapa macam growthformnya. Dicatat pohon
dominannya. Dan dicatat spesies yang mencolok cacahnya
maupun ukurannya.
Diletakkan nomor kuadrat plot. Dihitung cacah individu setiap
jenis yang ada di dalam plot tersebut. Dipilih growlzformnya,
misalnya herba, rumput atau semak. Dan dipilih umurnya,
4

Hasil Pengamatan

misalnya seedling, dewasa, dan dewasa berbunga. Di catat data


tersebut didalam tabel plot. Catat
lokalnya.

Jenis

yang

belum

nama ilmiah dan nama

dapat

diidentifikasi

dibuat

herbariumnnya dan akan diidentifikasi di laboratorium menurut


tata cara taksonomi.
Menyelesaikan tabel data kolektif raw data (data mentah)

Analisis Data
Berdasarkan dari data kolektif dihitung frekuensi , frekuensi
relatif, densitas (kerapatan), densitas relatif, dari nilai penting
dari masing-masing spesies pada setiap stand atau lokasi dengan
menggunakan rumus baku.
Dihitung nilai pentingnya
Dibuat tabelnya
Dihitung Indeks Similaritas di antara kedua stand pada lokasi.
Indeks similaritas yang umum digunakan adalah indeks indeks
similaritas Sorenson
Dihitung indeks diversitas Shannon dan indeks diversitas
Simpson pada setiap stand atau lokasi
Dipelajari growth formnya. Dibuat tabel baru lago. Dan
dipelajari spesies dominan dan spesies yang jarang

Hasil
Pengamatan

F. Hasil Pengamatan
No

Parameter Lingkungan

Kisaran

.
1.
2.
3.
4
5
6
7

Kelembaban Kering (%)


pH tanah
Suhu udara
Suhu tanah
Kadar Oksigen
Kelembaban tanah 75
Intensitas cahaya

28 %
7,2
34 0C
26 0C
6,10 ppt
75 %
1,1 Cd

1. Tabel Plot 1
Lokasi

: Torosiaje Jaya

Kelompok

: 3 (Tiga)

Ukuran Kuadrat

: 20 X 20 cm

Tanggal

: 11 Mei 2013

Deskripsi lokasi

: Berlumpur

Asisten

: Nurain Lapolo

No

Nama Spesies

Nama Lokal

Jumlah Individu

Keterangan

Rhizophora apiculata

Bakau

28

Ceriops tagal

Tengar

10

2. Tabel Plot 2
Lokasi

: Torosiaje Jaya

Kelompok

: 3 (Tiga)

Ukuran Kuadrat

: 20 X 20 cm

Tanggal

: 11 Mei 2013

Deskripsi lokasi

: Berlumpur

Asisten

: Nurain Lapolo

No

Nama Spesies

Nama Lokal

Jumlah Individu

Keterangan

Rhizophora apiculata

Bakau

31

Ceriops tagal

Tengar

16

3. Tabel Plot 3
Lokasi

: Torosiaje Jaya

Kelompok

: 3 (Tiga)

Ukuran Kuadrat

: 20 X 20 cm

Tanggal

: 11 Mei 2013

Deskripsi lokasi

: Berlumpur

Asisten

: Nurain Lapolo

No

Nama Spesies

Nama Lokal

Jumlah Individu

Keterangan

Rhizophora apiculata

Bakau

36

Ceriops tagal

Tengar

20

4. Tabel Plot 4
Lokasi

: Torosiaje Jaya

Kelompok

: 3 (Tiga)

Ukuran Kuadrat

: 20 X 20 cm

Tanggal

: 11 Mei 2013

Deskripsi lokasi

: Berlumpur

Asisten

: Nurain Lapolo

No

Nama Spesies

Nama Lokal

Jumlah Individu

Keterangan

Rhizophora apiculata

Bakau

38

Ceriops tagal

Tengar

22

5. Tabel Plot 5
Lokasi

: Torosiaje Jaya

Kelompok

: 3 (Tiga)

Ukuran Kuadrat

: 20 X 20 cm

Tanggal

: 11 Mei 2013

Deskripsi lokasi

: Berlumpur

Asisten

: Nurain Lapolo

No

Nama Spesies

Nama Lokal

Jumlah Individu

Keterangan

Rhizophora apiculata

Bakau

41

Ceriops tagal

Tengar

23

Ceriops tagal

Rhizophora apiculata

G. Pembahasan
Pada praktikum ini kita menerapkan teknik sampling metode kuadrat untuk
menganalisis komunitas tumbuhan (vegttasi) dan pengukuran faktor lingkungan pada
habitat topograf yang berbeda. Untuk metode kuadrat yang dibuat pada praktikum ini
adalah di buat 4 plot dengan ukuran tiap plot yaitu 20 X 20 cm. Dari kelima plot yang
dibuat, jenis tumbuhan yang di dapat hampir sama. Untuk membandingkan kesamaan
spesies yang ditemukan pada tiap plot dapat dilihat melalui hasil indeks similaritas
atau indeks kesamaan.
Indeks similaritas atau indeks kesamaan digunakan untuk membandingkan
kesamaan species yang ditemukan antara dua komunitas. Nilai indeks similaritas
yang relatif rendah menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang relatif besar antara
species penyusun dari dua komunitas yang dibandingkan. Rata-rata indeks similaritas
pada kawasan mangrove di Torosiaje Jaya ini dapat dilihat pada tabel pengamatan di
atas. Dan untuk menghitungnya menggunakan rumus :
ISsorenson = 2W/ (A+B) X 100,
Maka didapatkan
IS = 2 (10 + 16 + 20 + 22 + 23) X 100 %
38 + 47 + 56 + 60 + 64
IS = 2 ( 91)/265 X 100 % = 68,6 %
Hal ini menunjukkan bahwa indek similaritas antar stasiun pengamatan
memiliki nilai yang relatif cukup tinggi (> 50%) atau secara nyata terlihat bahwa
persentase perbedaan antar stasiun berkisar antara 68,63% 77,78%.
Dengan hasil perhitungan yang didapat terbukti bahwa ternyata pada lokasi
tersebut hanya terdapat sedikit sekali spesies (bahkan hampir sama pada tiap plot)
9

yang ditandai dengan besarnya nilai indeks kesamaan yang didapat, dimana spesies
tersebut adalah Rhizophora apiculata dan Ceriops tagal.

H. Kesimpulan
Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan pada lokasi kawasan mangrove di
Torosiaje Jaya ini hanya memiliki 2 spesies saja. Hal ini dibuktikan melalui hasil
yang didapat melalui hasil perhitungan nilai indeks similaritas memiliki nilai yang
relatif cukup tinggi (>50%) atau secara nyata terlihat bahwa persentase perbedaan
antar stasiun berkisar antara 68,63% 77,78%. Dan untuk yang spesies yang didapat
yaitu Rhizophora apiculata dan Ceriops tagal.

10

DAFTAR PUSTAKA
Rahardjanto, Abdulkadir. 2001. Ekologi Umum. Umm Press: Malang.
Sukiya, dkk. Hubungan Turbiditas Dengan Struktur Komunitas Zooplankton di
Muara Sungai Donan Cilacap.. (Online) tersedia di http://staff.uny.ac.id/sites/
default/files/132206568/Makalah%20T-Zoo.pdf
Team teaching ekologi. 2015. Bahan Ajar Ekologi. Universitas Negeri Gorontalo.
Gorontalo

11