Anda di halaman 1dari 6

Laporan Modul 3, MG3017

Feeder, Classifier, dan Uji Pengendapan


Astri Muhammad Reza (12112065) / Kelompok 10/ Kamis, 26 Februari 2015
Asisten : Ulfa Niimah (12511016)
Abstrak Praktikum Modul 3 Selama praktikum dilakukan 3 jenis percobaan. Percobaan pertama adalah menggunakan
feeder. Adapun tujuan dari percobaan dengan feeder ini adalah agar praktikan dapat memahami mekanisme kerja feeder, serta
dapat memahami cara menghitung laju pengumpanan suatu feeder. Kemudian, percobaan kedua adalah tentang classifier,
dalam percobaan ini tidak dilakukan simulasi penggunaan alat karena terbatasnya waktu dan banyaknya feed yang harus
dimasukkan. Tujuan dari praktikum classifier ini adalah agar dapat dipahami cara kerja classifier. Percobaan terakhir adalah
uji pengendapan yang bertujuan agar praktikan mengetahui prosedur uji pengendapan, pengaruh penambahan zat flokulan,
dan dapat memahami proses menghitung luas thickener yang dibutuhkan.
A. Tinjauan Pustaka
Feeder
Pengumpanan (feeding) adalah sebuah proses
pengumpanan yang membutuhkan jarak yang relatif singkat
dan tingkat ukuran feed yang relatif sesuai dengan alat.
Feeder merupakan alat yang
digunakan untuk mengumpan.
Feeder dibutuhkan jika proses
operasi terdapat tahap penyimpanan
(storage step). Mesin feeder pada
dasarnya terdiri dari 3 kesatuan
yaitu bin, hopper dan feeder itu
sendiri yang dirancang untuk
memproduksi aliran material yang
cocok dengan besar hopper. Tingkat ukuran material yang
akan di proses di crusher, grinder, screen, classifier, dan
seterusnya akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kerja
yang dilakukan. Hasil yang baik akan diperoleh jika ukuran
feed relatif seragam (uniform).
Classifier
Klasifikasi
merupakan
proses
pemisahan
campuran partikel-partikel menjadi beberapa fraksi
berdasarkan kecepatan pengendapannya di dalam fluida.
Kecepatan pengendapan ini bergantung pada ukuran, berat
jenis dan bentuk partikel. Alat untuk klasifikasi ini disebut
Classifier. Seperti pada umumnya alat pemisah, classifiers
menghasilkan dua produk. Yang positif menghasilkan apa
yang disebut dengan underflow, atau oversize. Sedangkan
yang negative menghasilkan overflow atau slimes.
Classifier secara umum dikelompokkan dalam tiga
kelompok besar, yaitu:
1. Sorting classifier; menggunakan suspensi padat
sebagai medium fluida.
2. Sizing classifier; menggunakan suspensi encer
sebagai medium fluida.
3. Sizing classifier yang menggunakan udara sebagai
medium fluida.
Bila ditinjau dari gaya yang dipergunakan, maka
classifier dibagi atas dua bagian, yakni:
1. Classifier yang menggunakan gaya gravitasi,
disebut juga mechanical classifier.
2. Classifier yang menggunakan gaya sentrifugal,
disebut hydroeyelon.

Meskipun klasifikasi pada umumnya bertujuan


untuk memisahkan partikel dari ukuran, densitas partikel
dan factor lain mempunyai efek dan operasinya lebih
mensortir dibandingkan dengan sizing maka sebagai
konsekuensinya akan hadir beberapa situasi:
Pemisahan ke ukuran yang relative sangat halus
untuk secara ekonomis dapat discreen.
Untuk menghasilkan konsentrasi partikel kecil
yang lebih berat dari partikel besar yang ringan.
Untuk menghasilkan selang ukuran distribusi ke
bentuk fraksi.
Untuk memperkekat distribusi partikel memasuki
proses konsentrasi.
Mengontrol grinding sirkuit tertutup.

Uji Pengendapan
Uji pengendapan bertujuan untuk mengetahui
kecepatan pengendapan suatu material di dalam zat pelarut
(biasanya air). Kecepatan pengendapan setiap material
berbeda-beda dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya
adalah komposisi kimia material atau senyawa. Suatu zat
ketika dilarutkan kedalam suatu pelarut akan mengalami
tiga proses, yaitu belum jenuh, jenuh dan lewat jenuh.
Pengendapan terjadi jika suatu larutan mengalami lewat
jenuh, yaitu ketika Q (tetapan kesetimbangan zat dalam
larutan) nilainya lebih besar dari K.
Pada uji pengendapan ini kita menggunakan
thickener. Perbedaan thickener dengan kolam pengendapan:
1. Underflow dari thickener dikeluarkan secara
kontinu.
2. Thickener berbentuk bulat.

Thickening bertujuan untuk meningkatkan


konsentrasi padatan dan operasi thickening ditentukan
dengan cairan jernih/sediment interface, dan kapasitasnya
dibatasi oleh kondisi underflow.
Rumus untuk mendapatkan persen padatan di
dalam campuran :

% =
100%
+

B. Data Percobaan

Dilusi =

981,79
51
= ,
=

Persen solid saat tinggi pulp 30 cm

Pada uji pengendapan digunakan data percobaan sebagai


berikut :

51
)1
2,8
= ,

= (1000

Persen solid

% =
100%

% =
100%
+
51
=
100%
51 + 981,79
% = , %

Berat Bijih 51 gram


solid 2,8 gr/mL
fluida 1 gr/mL
Volume Pulp 1000 mL

Percobaan pertama dilakukan dengan mengendapkan


material terlarut tanpa menggunakan flokulan ;
Waktu (s)

Tinggi Pulp (cm)

0
120
240
360
480
600

30
29,3
29
28,5
28,1
27,5

Tinggi Cairan Bersih


(cm)
0
0,7
1
1,5
1,9
2,5

Dan dari hasil percobaan dapat dihitung laju pengendapan


dengan rumus ;
Laju Pengendapan (cm/s) =

Sehingga didapatkan hasil pengolahan data untuk


pengendapan tanpa menggunakan flokulan sebagai berikut;

Percobaan kedua dilakukan dengan menggunakan flokulan


Waktu (s)

Tinggi Pulp (cm)

0
5
10
15
20
25
30

30
29,5
29,2
28,8
28,6
28,4
28,1

Tinggi Cairan Bersih


(cm)
0
0,5
0,8
1,2
1,4
1,6
1,9

C. Pengolahan Data Percobaan


Dari data-data diatas, akan di tentukan faktor pengendapan
lainnya yakni % solid pulp, dilution, dan kecepatan
pengendapan.
Dengan menggunakan
didapatkan

rumus

perhitungan

berikut

Dari data diatas dihitung Laju pengendapan rata-rata yakni;


=

0,24+0,12+0,08+0,05+0,04
5

Berat air saat tinggi pulp 30 cm


=
= ( )

= (
)

51
= (1000
)1
2,8

= 0,106 cm/s

Dengan menggunakan Hukum Stoke asumsi diameter =


0,105 mm
Vt =

2 ( )

18
0,01052 980 (2,8 1)
18 0,113

= 0,095 cm/s

Kurva hubungan Tinggi


Endapan Terhadap Waktu

Dari data diatas juga dapat dibentuk kurve hubungan tinggi


endapan terhadap waktu sebagai berikut;

1.90

2.00
1.80

Tinggi Endapan (cm)

3.00

2.50

2.50

1.90

2.00

1.50

1.50

1.00

1.40

1.40

1.20

1.20
1.00

0.80

0.80
0.50

0.60
0.20

0.00

0.00

0.00

0.00
0

1.60

1.60

0.40

0.70

1.00
0.50

Tinggi Endapan (cm)

Kurva hubungungan Tinggi


Endapan terhadap Waktu

120

240

360

480

10

15

20

25

30

Waktu (s)

600

Waktu (s)

D. Analisa Hasil Percobaan


Sedangkan untuk hasil pengolahan data untuk pengendapan
menggunakan flokulan sebagai berikut

Dari hasil percobaan yang telah didapatkan, diperoleh


bahwa dengan penambahan floculating reagent, kecepatan
pengendapan meningkat drastis. Hal ini dapat dilihat dari
perubahan orde pengamatan dan lama waktu yang
dibutuhkan mencapai tinggi endapan konstan.
Kemudian dapat dilihat bahwa laju pengendapan pada
praktikum kali ini cukup baik karena relatif konstan, dan
pada pengendapan tanpa flokulan, dapat dilihat bahwa laju
pengendapan rata-rata praktikum tidak jauh berbeda dengan
perhitungan laju pengendapan secara teoritis dengan
menggunaka hukum stokes.
E. Jawaban Pertanyaan dan Tugas
Feeder (Pengumpan)
1.
2.

Dari data diatas dapat dihitung laju pengendapan rataratanya, yakni;


=

5,80+2,84+1,84+1,36+1,07+0,87
6

= 2,29 cm/s
3.

Dan kurva hubungan tinggi endapan terhadap waktu yang


di tunjukkan oleh kurva di bawah ini;
4.

5.

Feeder berguna untuk mengumpan atau menyalirkan


umpan (feed) yang masuk ke suatu alat.
Macam-macam feeder yang terdapat di laboratorium
adalah :
a. Belt feeder, terdapat pada alat electrostatic
separator.
b. Undergrate feeder.
c. Volumetric feeder.
d. Feeder jig
e. Feeder shaking table
f. Vibrating feeder (pada electrostatic separator)
g. Diaphragma Feeder (pada magnetic separator)
h. Disc Feeder
Diaphragma feeder dipakai untuk umpan yang
membutuhkan pengaturan volume dan kecepatan
secara otomatis dan mengandung air yang banyak.
Kekurangan belt feeder untuk jika dipakai untuk
feeder yang kasar adalah belt feeder akan rusak karena
seharusnya belt feeder digunakan untuk feeder yang
tidak kasar
Alat pengontrol untuk mengatur rate of delivery laju
pengumpan pada disc feeder adalah pengatur daya
pada motor penggerak.

Classifier
1.

2.

3.

4.

Classifier yang terdapat di laboratorium termasuk


golongan Hydrocyclone dan Cyclosizer. Kedua
classifier ini termasuk dalam wet cyclone classifier.
Merupakan classifier yang memanfaatkan gaya
sentrifugal. Ciri-cirinya adalah letak feed masuk yang
ada di samping alat, bentuk classifier tersebut vertikal
dengan bagian atas cylindrical dan dan bagian bawah
conical.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas dari
classifier adalah:
a. Classifier yang memanfaatkan gaya
gravitasi
i. Pengadukan
ii. Tinggi bibir overflow
iii. Kemiringan tangki
iv. Dillution overflow
b. Hydrocyclone
i. Ukuran feed
ii. Ukuran bukaan overflow
iii. Ukuran bukaan underflow
iv. Ukuran hydrocyclone
v. Bentuk hydrocyclone.
vi. Tekanan dan laju aliran feed.
vii. % solid.
viii. Ukuran dan bentuk partikel
padatan .
ix. Densitas padatan.
x. Densitas media liquid.
xi. Viskositas media liquid.
c. luas permukaan kolam
Umpan yang baik adalah Umpan yang berbentuk slurry
dan memiliki persen solid yang tidak lebih dari 50 %,
dan juga feed yang tidak kasar.
Terdapat 4 zona pada mechanical classifier, yaitu :

5.

6.

7.

sehingga partikel-partikel dalam zona ini akan


cenderung tetap.
4. Dead bed zone
Dead bed zone merupakan zona pengendapan
yang terdapat pada bagian dasar classifier
Prinsip Pemisahan pada classifier dilakukan atas dasar
perbedaan kecepatan pengendapan di dalam media
(air). Faktor utama yang berpengaruh dalam proses
pengendapan adalah ukuran dan densitas partikel.
Classifier menghasilkan 2 produk :
underflow : kasar / limpah bawah
overflow : halus / limpah atas
Mekanisme yang menyebabkan adanya hindered
settling adalah apabila pulp dengan % solid lebih dari
10 dan free settling apabila pulp / suspensi dengan %
solid kurang dari 10.
Apabila suatu partikel jatuh bebas dalam suatu fluida
(udara, air), partikel akan menerima beberapa gaya :
1. gaya berat : massa
2. gaya gesek : tergantung pada viskositas
F. Kesimpulan

Dari analisis dan percobaan yang telah dilakuka dapat


disimpulkan :
1. Feeder adalah alat yang digunakan untuk
mengontrol laju pengumpanan material.
2. Classifier adalah alat untuk memisahkan material
yang memanfaatkan prinsip perbedaan kecepatan
pengendapan.
3. Settling Test digunakan untuk mengetahui
kecepatan pengendapan suatu material.
4. Penambahan
floculating
reagent
akan
meningkatkan kecepatan pengendapan jenis
material tertentu.
G. Daftar Pustaka
Kelly, E. G., Spottiswood, D. J. 1982. Introduction to
Mineral Processing, chapter 14 and 15. New York : John
Wiley & Sons Inc.

1.

2.

3.

Horizontal overflow zone


Lapisan pada daerah in merupakan lapisan yang
tidak aktif yang berfungsi untuk melindungi
lapisan dasar dari alat.
Hindered settling zone
Daerah pengendapan yang terjadi pada partikel
kasar.
Sand cleaning and removal area
Zona ini mempunyai volume yang tetap. Apabila
ada partikel baru yang masuk dalam zona ini yang
mempunyai ukuran dan densitas yang sama maka
partikel tersebut akan mendesak partikel yang ada
dalam zona ini terlebih dahulu untuk mengendap,

Barry A. Wills, Tim Napier-Munn. 2006. Mineral


Processing Technology: An Introduction to the Practical
Aspects of Ore Treatment and Mineral Recovery. Elsevier
Science & Technology Books: Australia (Halaman 109
115)
Sudarsono, Arief. 1989. Diktat Pengolahan Bahan Galian.
Bandung : Departemen Teknik Pertambangan ITB.
Modul Praktikum Pengolahan Bahan Galian Program Studi
Teknik Metalurgi. ITB.
Materi Perkuliahan Pengolahan Bahan Galian (Bab IV dan
Bab V)
http://www.ptfi.com/operation/pengolahan_bijih.asp

H. Lampiran
Feeder digunakan untuk memberikan laju aliran
pengumpanan yang seragam dalam waktu tertentu. Dalam
pengolahan bahan galian, khususnya tahap kominusi
diperlukan pengumpanan dengan laju yang seragam agar
alat bekerja secara optimum.
Adapun jenis-jenis feeder yang ada dalam industri
pengolahan bahan galian adalah:
a) Chain feeder

f) Vibratory feeder

g) Star feeder

b) Apron atau belt feeder


Pada alat grinding atau mill terdapat bagian yang berfungsi
sebagai feeder. Adapun secara umum dibagi menjadi 3,
yaitu:
a) Spout feeder

c) Elliptical bar feeder

b) Drum feeder

d) Screw feeder

c) Scoop feeder

e) Rotary table feeder

Classifier
Classifier digunakan untuk memisahkan campuran mineral
dalam dua atau lebih produk berdasarkan perbedaan
kecepatan turunnya butiran dalam media air.
a) Hydraulic classifier

b) Horizontal current atau mechanical classifier

c) Hydrocyclone

Over Flocculant
Over flocculant adalah peristiwa yang terjadi ketika
penambahan dosis flocculant tidak lagi mempengaruhi
kecepatan pengendapan dari padatan dalam suatu media
cair.
Thickener
Pemisahan antara solid dengan air. Pemisahan dilakukan
atas dasar perbedaan kecepatan pengendapan partikel.
Thickener melakukan pengontrolan jumlah underflow agar
semakin banyak jumlahnya.