Anda di halaman 1dari 1

10.

Jelaskan fungsi hipotalamus, hipofisis dan gonad serta bagaimana


mekanisme pada sistem reproduksi?
Jaras Hipotalamus-Hipofisis-Gonad merupakan bagian utama dalam perkembangan dan
regulasi berbagai sistem tubuh, terutama sistem reproduksi. Dimulai dengan sekresi GnRH
(gonadotropin releasing hormone) oleh hipotalamis, selanjutnya, hormon ini merangsang hipofisis
anterior untuk mensekresikan hormon-hormon gonadotropin, meliputi LH (luteinizing hormone)
dan FSH (folicle stimulating hormone).1

Gambar 1. Pengaturan Jaras Hipotalamus-Hipofisis-Gonad pada pria dan wanita 1


Pada wanita, FSH merupakan perangsang utama dalam pematangan folikel, sehingga
pada akhirnya akan terjadi ovulasi dan merangsang sel theca menghasilkan estrogen, yang
berfungsu untuk memicu uterus untuk berpoliferasi, menipiskan serviks untuk memudahkan
sperma masuk, dan merupakan umpan balik positif untuk hipotalamus dan hipofisis untuk
memproduksi LH. LH akan memicu penyelesaian oogenesis, menstimulasi produksi progresteron,
dan menyebabkan ruptur folikel, sehingga menyebabkan ovulasi. Jika terjadi pembuahan,
progresteron akan dihasilkan oleh janin, hingga ovulasi selanjutnya tidak akan terjadi lagi. Jika
tidak terjadi pembuahan, sekresi progresteron akan menurun sehingga hipotalamus akan kembali
menghasilkan GnRH.2
Pada pria, LH merupakan rangsangan utama untuk sekresi testosteron oleh sel-sel leydig
di testis. Hormon testosteron akan melekat pada sel sertoli di dalam tubulus seminiferus untuk
memulai spermatogenesis, selain itu, testosteron pun memiliki mekanisme umpan balik negatif.
Sedangkan FSH akan langsung berikatan dengan sel sertoli untuk menstimulasi pengeluaran
cairan testikular dan sintesis protein reseptor androgen pada sel spermatogonium. Sel sertoli ini
akan menghasilkan inhibin/follistatin dan aktivin sebagai mekanisme umpan balik negatif dan
positif setinggi hipofisis. 2
Pengaktifan ini juga mengakibatkan perubahan karakteristik seks sekunder. Pada pria,
produksi GnRH, LH, dan FSH sama, namun menghasilkan efek yang berbeda. Pada pria, FSH
menstimulasi sel sustentacular untuk melepaskan androgen-binding protein sehingga memicu
perlekatan testosteron. LH melekat pada bagian interstitial, menyebabkan sekresi testosteron. 2
1.
2.

Guyton AC, Hall JE. Textbook of medical physiology. 11th ed. Pennsylvania: Elsevier Inc; 2006.
p. 1011-22.
Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. 2nd ed. Jakarta: EGC; 2001. p. 611-712.

Anda mungkin juga menyukai