Anda di halaman 1dari 31

MAKALAH

LED (LIGHT EMITTING DIODE)

DISUSUN OLEH :
Hale Moment Tarigan

5143220015

Rajanson Siregar

5143220029

Ramadhan Syahputra Nst

5143220030

Surya Wijaya Manullang

5143220037

Tommy V Sinaga
Yosua Nugraha Hutabarat

5143220039
5143220043

Dosen Pengampu Mata Kuliah :


Marwan Afandi, ST

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN

KATA PENGANTAR

Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa serta kehendak-Nya memberikan hidayah
dan karunia-Nya kepada kami, sehingga makalah ini selesai kami susun, sebagai tugas dari
Bapak Marwan Afandi, ST.
Penyusun menyadari bahwa isi makalah ini masih jauh dari sempurna. Terlepas dari hal itu,
kami berharap makalah mengenai LED (Light Emitting Diode) ini dapat memberikan
sumbangsih yang bermanfaat, serta pemahaman, penalaran konsep dan terapannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Saran dan kritik dari pembaca untuk perbaikan penyusunan dan penulisan serta
kelengkapan dari isi makalah ini, akan kami terima dengan kerendahan hati.
Terimakasih.

Medan, Maret 2015


Hormat kami,

Penulis,

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ..................................................................................................2

Daftar Isi ............................................................................................................3


Latar belakang ...................................................................................................4
Tujuan Penulisan ...............................................................................................4
Rumusan Masalah ..............................................................................................4
Defenisi LED .....................................................................................................5
Sejarah LED ......................................................................................................6
Kegunaan LED .............................................................................................7
Macam-macam LED .....................................................................................8
Prinsip Kerja LED .......................................................................................14
Fungsi LED ................................................................................................21
Pengujian LED ..............................................................................................21
Contoh Aplikasi LED......................................................................................22
Kelebihan dan kekurangan LED ........................................................................28
Hal yang perlu dipertimbangan untuk menggunakan LED...............................29
Kesimpulan .......................................................................................................31
Daftar Pustaka ..................................................................................................32

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
3

Perkembangan

zaman

yang

disertai

oleh

perkembangan

ilmu

pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang pesat dewasa ini menciptakan


era globalisasi dan keterbukaan yang menuntut setiap individu untuk ikut
serta didalamnya,sehingga sumber daya manusia harus menguasai IPTEK
serta mampu mengaplikasikannya dalam setiap kehidupan. LED(Led
Emitting

Diode)

merupakan

pertumbuhan peningkatan

bagian

industri

karena

tak

terpisahkan

memegang

peran

dari
dalam

kelistrikan didalam suatu produksi.Hampir tidak mungkin pembangunan


suatu pabrik tanpa melibatkan unsur pengelasan.Pada era industrialisasi
dewasa ini LED telah banyak dipergunakan secara luas pada komponen
Kelistrikan pada mesin produksi maupun mesin lainnya.
Luasnya penggunaan teknologi ini disebabkan karena bangunan dan
mesin yang hidup dengan listrik
1.2 TUJUAN
1. Mengetahui prinsip kerja LED
2.
3.
4.
5.

Mampu menerapkan praktek LED


Mampu mengetahui cara kerja LED
Dapat mengetahui struktur LED
Dapat mengetahui latar belakang terciptanya LED.

1.3 RUMUSAN MASALAH


1. Apa yang dimaksud dengan LED
2. Bagaiman Prinsip Kerja LED
3. Apa yang terdapat pada bahan-bahan LED
4. Apa fungsi dari LED
5.Contoh Aplikasi LED

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Defenisi LED


4

ED atau
singkatan dari

Light

Emitting Diode

adalah

salah satu

komponen elektronika yang

terbuat

dari bahan semi konduktor.

Jenis

dioda yang mampu


mengeluarkan cahaya. LED
digunakan sebagai lampu
indikator di banyak perangkat,

dan

semakin digunakan untuk


pencahayaan. Diperkenalkan
sebagai komponen elektronik praktis pada tahun 1962, yang dipancarkan LED awal lampu
merah rendah intensitas, tapi versi modern tersedia seluruh panjang gelombang seperti,
ultraviolet dan inframerah, dengan kecerahan yang sangat tinggi.
Ketika sebuah dioda bias maju (diaktifkan), elektron dapat bergabung kembali dengan
lubang-lubang di dalam perangkat, melepaskan energi dalam bentuk foton. Efek ini disebut
electroluminescence dan warna cahaya (sesuai dengan energi dari foton) ditentukan oleh
energi celah dari semikonduktor. LED biasanya di daerah kecil (kurang dari 1 mm dan
komponen optik terpadu digunakan untuk dapat membentuk pola radiasi dan membantu
dalam refleksi. LED memberikan banyak keuntungan atas sumber cahaya pijar termasuk
konsumsi energi yang lebih rendah, lebih lama masa pakai, ditingkatkan Robustness, ukuran
lebih kecil, lebih cepat beralih, dan lebih besar daya tahan dan kehandalan. Namun, mereka
relatif mahal dan memerlukan lebih tepat saat ini dan pengelolaan panas daripada sumber
cahaya tradisional.. Saat ini produk LED untuk pencahayaan umum lebih mahal untuk
membeli dari sumber lampu fluorescent output yang sebanding.
Cahaya yang tampak merupakan hasil kombinasi panjang panjang gelombang yang berbeda
dari energi yang dapat terlihat, mata bereaksi melihat pada panjang panjang gelombang
energi elektromagnetik dalam daerah antara radiasi ultra violet dan infra merah. Cahaya
terbentuk dari hasil pergerakan elektron pada sebuah atom. Dimana pada sebuah atom,
elektron bergerak pada suatu orbit yang mengelilingi sebuah inti atom. Elektron pada orbit
yang berbeda memiliki jumlah energi yang berbeda. Elektron yang berpindah dari orbit
dengan tingkat energi lebih tinggi ke orbit dengan tingkat energi lebih rendah perlu melepas
5

energi yang dimilikinya. Energi yang dilepaskan ini merupakan bentuk dari foton sehingga
menghasilkan cahaya. Semakin besar energi yang dilepaskan, semakin besar energi yang
terkandung dalam foton. Strukturnya juga sama dengan dioda, tetapi pada LED elektron
menerjang sambungan P-N (Positif-Negatif). Untuk mendapatkan emisi cahaya pada
semikonduktor, doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang
berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula.

2.2 Sejarah LED


Teknologi LED ditemukan pada tahun 1907, tetapi penelitian ilmiahnya tdk
dilakukan secara serius sampai pada tahun 1960, ketika LED merah diciptakan. Warna
tambahan ditambahkan ke spektrum LED dalam beberapa tahun mendatang, hingga tahun
1995 diciptakan lampu LED putih
Pada tahun 1999 Philips Lumileds Lighting Company menemukan LED yang
diharapkan dapat menggantikan fungsi lampu yang biasa digunakan untuk penerangan. LED
tersebut mengeluarkan cahaya yang sangat terang dengan warna putih. LED tersebut
dinamakan LUXEON. Kantor R&D Lumileds berlokasi di San Jose dan Penang (Malaysia).
Kehadiran LUXEON ini membuat berbagai peluang baru dalam aplikasi yang
membutuhkan cahaya terang dengan ukuran yang kompak. Sudah dapat kita temukan yaitu
pada Lampu Flash Handphone Camera, terlihat pada saat flash padam, akan terlihat berwarna
kuning. Saat ini Philips sedang terus mengembangkan LUXEON untuk menggantikan lampu
rumah tangga dan perkantoran.
6

2.3 Kegunaan Lampu LED


LED (Light Emitting Diode) merupakan sejenis lampu yang akhir-akhir ini muncul
dalam kehidupan kita. LED dulu umumnya digunakan pada gadget seperti ponsel atau PDA
serta komputer. Sebagai pesaing lampu bohlam dan neon, saat ini aplikasinya mulai meluas
dan bahkan bisa kita temukan pada korek api yang kita gunakan, lampu emergency dan
sebagainya. Led sebagai model lampu masa depan dianggap dapat menekan pemanasan
global karena efisiensinya.
Lampu LED sekarang sudah digunakan untuk:
a) penerangan untuk rumah
b) penerangan untuk jalan
c) lalu lintas
d) advertising
e) interior/eksterior gedung
f) dll
Semikonduktor merupakan material yang dapat menghantarkan arus listrik,
meskipun tidak sebaik konduktor listrik. Semikonduktor umumnya dibuat dari konduktor
lemah yang diberi pengotor berupa material lain. Dalam LED digunakan konduktor dengan
gabungan unsur logam aluminium-gallium-arsenit (AlGaAs). Konduktor AlGaAs murni tidak
memiliki pasangan elektron bebas sehingga tidak dapat mengalirkan arus listrik. Oleh karena
itu dilakukan proses doping dengan menambahkan elektron bebas untuk mengganggu
keseimbangan konduktor tersebut, sehingga material yang ada menjadi semakin konduktif.
LED merupakan dioda, sehingga memiliki kutub ( polar ). Arah arus konvensional
hanya dapat mengalir dari anoda ke katoda. Perhatikan bahwa 2 kawat ( kaki ) pada LED
memiliki panjang yang berbeda. Kawat yang panjang adalah anoda sedangkan yang pendek
adalah katoda.

Jika kita melihat kedalam lampu LED itu sendiri, kita dapat membedakan ke dua
kutub
tersebut.
Gambar
1: Perhatikanlah
Kawat katoda gambar
& anodaberikut.
pada LED

Gambar 2:Katoda & anoda pada LED


2.4 Macam-macam LED
1. Dioda Emiter Cahaya . Sebuah dioda emisi cahaya dapat mengubah arus listrik langsung
menjadi cahaya. Dengan mengubah-ubah jenis dan jumlah bahan yang digunakan untuk
bidang temu PN. LED dapat dibentuk agar dapat memancarkan cahaya dengan panjang
gelombang yang berbeda-beda. Warna yang biasa dijumpai adalah merah, hijau dan kuning.
2. LED Warna Tunggal . LED warna tunggal adalah komponen yang paling banya dijumpai.
Sebuah LED warna tunggal mempunyai bidang temu PN pada satu keping silicon. Sebuah
lensa menutupi bidang temu PN tersebut untuk memfokuskan cahaya yang dipancarkan.
3. LED Tiga Warna Tiga Kaki . satu kaki merupakan anoda bersama dari kedua LED. Satu
kaki dihubungkan ke katoda LED merah dan kaki lainnya dihubungkan ke katoda LED hijau.
Apabila anoda bersamanya dihubungkan ke bumi, maka suatu tegangan pada kaki merah atau
hijau akan membuat LED menyala. Apabila satu tegangan diberikan pada kedua katoda
dalam waktu yang bersama, maka kedua LED akan menyala bersama-sama. Pencampuran
warna merah dan hijau akan menghasilkan warna kuning.
4. LED Tiga Warna Dua Kaki Disini, dua bidang temu PN dihubungkan dalam arah yang
berlawanan. Warna yang akan dipancarkan LED ditentukan oleh polaritas tegangan pada
kedua LED. Suatu sunyal yang dapat mengubah polaritas akan menyebabkan kedua LED
menyala dan menghasilkan warna kuning.
5. Led Seven Segmen biasanya digunakan untuk menampilkan angka berupa angka 0
sampai 9, angka angka tersebut dapat ditampilkan dengan mengubah nyala dari 7 segmen
yang ada pada led yang disusun seperti gambar dibawah ini :

Gambar 3.1:LED seven segmen


Led Seven Segmen, terdapat dua macam, yaitu common anoda dan common Catoda :
a. Common Catoda berarti seven segmen tersebut terdiri dari led led dimana Catoda nya
(Kutub -) di hubungkan menjadi satu, skematiknya adalah seperti gambar dibawah ini :

Gambar 3.2:Common Cathode


b. Common anoda, skema nya adalah seperti dibawah ini :

Gambar 3.3:Common Anode


Led seven segmen tersebut dapat diaktifkan dengan menghubungkan dengan perangkat
kontrol seperti mikrokontroler, seperti di bawah ini :

Gambar 3.4:Mikrokontroler
6. Miniature LED
Miniature LED merupakan jenis lampu LED paling sering dijumpai di berbagai alat
elektronik dengan desain surface-mount atau through-hole. Miniature LED lights ini juga
terpisah menjadi 3 kategori, yakni low current, standard and ultra-high output. Miniature
LED lights biasanya digunakan sebagai lampu indikator pada handphone atau kalkulator.
Lampu LED ini juga tersedia dan bisa langsung digunakan tanpa tambahan casing atau
packaging. Biasanya lampu LED yang tidak dipak hanya berupa chip semikonduktor
sederhana yang dihubungkan dengan kabel kabel konduktif.

7. High-Power LED
High-power LED (HPLED) memproduksi intensitas cahaya lampu yang lebih kuat, atau bisa
disebut yang paling kuat di antara semua jenis lampu LED. Namun, lampu LED satu ini
memiliki potensi untuk lebih cepat panas dibandingkan LED lain. Untuk itu, dalam
memasang High-power LEDs (HPLED) ini, kita perlu memperkirakan lokasi yang tepat,
yakni area yang terbuat dari bahan penyerap panas, sehingga lampu LED ini bisa menjadi
dingin selama proses konveksi. Jangan sampai lampu ini mengalami over heating karena
akan mengakibatkan komponennya terbakar. Beberapa LED jenis ini sering disebut solid
state lights karena eleketroluminesennya digerakkan oleh material yang kecil namun solid.
HPLED saat ini sudah populer digunakan sebagai pengganti lampu fluorescent atau
incandescent sebab lampu ini sudah terbukti lebih hemat energi. Meskipun harga lampu ini
tergolong mahal, namun konsumsi energinya cenderung irit dan lebih tahan lama.

10

8. Super Flux LED


Super Flux LED biasany digunakan pada panel panel berukuran besar, misalnya pada papan
iklan atau billboard. Berbeda dengan lampu LED lain, lampu LED ini memakan konsumsi
energi listrik cukup besar, sebab lampu ini terdiri dari dua kutub negatif dan dua kutub
positif. Namun pancaran yang dihasilkan sangat maksimal, sehingga papan iklan atau
billboard menjadi terlihat terang, cukup mencolok, dan menarik perhatian.
9. Flashing LED
Flashing LED merupakan lampu LED yang bisa berkedip dalam interval tertentu dan
biasanya juga digunakan sebagai lampu indikator. Agar lampu LED ini bisa berkedip setiap
sepersekian detik, digunakanlah vibrator yang diintegrasikan pada sirkuit yang menginterupsi
aliran cahaya lampunya dalam interval yang sudah ditentukan.
10. Bi-color LED
Bi-color LED mengkombinasikan dua jenis sumber cahaya yang dipusatkan menjadi satu, di
mana masing masing lampu memiliki warna yang berbeda yang akan menyala secara
bergantian, sehingga tercipta variasi warna yang unik. Bahkan saat aliran dari kedua lampu
ini terjadi secara bersamaan, bukan mustahil akan tercipta warna ketiga yang menjadi
gabungan antara warna pada lampu LED satu dan dua.

2.5 Resistor
Resistor disini berfungsi sebagai pengatur kuat arus uang mengalir pada LED.
Resistor dipasang seri dengan LED. Jika tidak ad pengatur kuat arus maka LED akan
terbakar.

11

Arus menentukan seberapa terang sebuah LED. Lebih besar arus maka lebih terang
pula LED itu. Arus pada LED seharusnya sekitar 10 20 mA. Ketika arus melewati sebuah
LED, jatuh tegangan pada LED sekitar 1,6 V, sebenarnya tergantung pada arus juga. Jadi
begitulah gunanya sebuah resistor.
Kemudian, Lihatlah datasheet sebuah LED. Lihatlah ke bawah sampai kamu melihat
beberapa grafik.

Terlebih dahulu lihatlah grafik sebelah kanan. Pilihlah terang LED yang diinginkan
dan pakailah grafik ini untuk menentukan arus yang diperlukan. Sebagai contoh, Kita
memilih intensitas luminous ( tingkat terang gelap sebuah LED ) sebesar 1, diketahui bahwa
arus sebesar 20 mA yang diperlukan.
Ini bearti bahwa arus 20 mA harus melewati LED untuk mendapatkan terangnya
LED sebesar 1. Sekarang, kita dapat menghitung jatuh tegangan pada LED berdasarkan arus
yang diketahui. Lihatlah grafik sebelah kiri pada 20 mA. Sekarang kamu tahu bahwa jatuh
tegangannya sebesar 1,85 V. Ketahuilah bahwa jatuh tegangan pada LED tidak hanya sebuah
fungsi dari arus, tetapi juga warna LED dan suhu (disebabkan perbedaan zat kimia pada
LED).

Warna Beda Potensial


1.Infrared 1,6 V
2.Merah 1,8V 2,1 V
3.Jingga 2,2 V
4.Kuning 2,4 V
5.Hijau 2,6 V
6.Biru 3,0 V 3,5 V
12

7.Putih 3,0 V 3,5 V


8.Ultraviolet 3,5 V
Kemudian, menentukan berapa tegangan yang digunakan untuk LED. Contohnya,
jika kamu menggunakan regulator 5 V, bearti kamu menggunakan tegangan 5 V. Jika kamu
menggunakan baterei 6 V, bearti tegangan yang digunakan 6 V.
Terakhir, Gunakan persamaan ini ( berdasarkan hukum Ohm, V = IR )
Apabila kita mencari nilai resistor maka : R = V/I
R=

(VsVd)
I

(tegangan yang digunakan jatuh tegangan )/ arus forward = nilai resistor


( 6 V 1,85 V ) / 0,02 A = 207,5 ohms
Keterangan :

V = tegangan, I = arus listrik, R = Resistor.


Vs = tegangan sumber(batry,accu,power suply).
Vd = jatuh tegangan.

2.6 Menghitung nilai resistor secara paralel

Gambar 3.1:Pemasangan LED paralel secara berbeda.


R LED Merah = (12 V- 1.8V) /0.02 A = 510 ohm
R LED Biru = (12V 3V) / 0.02 A = 450 ohm
2,7 Menghitung nilai resistor secara seri

13

R = (12V 9.6 V) / 0.02 A = 120 ohm

Menghitung resistor pada LED nyala putih(super bright). Kita memiliki 3 buah led nyala
putih(super bright) dan akan kita nyalakan dengan menggunakan accu 12 Volt maka, R = (12V (3.6 V * 3)) / .0,3 A = 40

Gambar 3.3: LED superbright.

2.8 Prinsip Kerja Lampu LED


Lampu LED berkerja berdasarkan prinsip polarisasi. Seperti halnya dioda, Chip
LED mempunyai kutub positif dan negatif (p-n) dan hanya akan menyala bila diberikan arus
maju. Ini dikarenakan LED terbuat dari bahan semikonduktor yang hanya akan mengizinkan
arus listrik mengalir ke satu arah dan tidak ke arah sebaliknya. Bila LED diberikan arus
terbalik, hanya akan ada sedikit arus yang melewati chip LED. Ini menyebabkan chip LED
tidak akan mengeluarkan emisi cahaya.
Chip LED pada umumnya mempunyai tegangan rusak yang relatif rendah. Bila
diberikan tegangan beberapa volt ke arah terbalik, biasanya sifat isolator searah LED akan
jebol menyebabkan arus dapat mengalir ke arah sebaliknya.
Karakteristik chip LED pada umumnya adalah sama dengan karakteristik dioda yang
hanya memerlukan tegangan tertentu untuk dapat beroperasi. Namun bila diberikan tegangan
yang terlalu besar, LED akan rusak walaupun tegangan yang diberikan adalah tegangan maju.

14

LED dioperasikan dengan arus searah (Direct Current) 12 Volt. Lampu LED juga
dapat dioperasikan menggunakan arus bolak balik (Alternating Current) 100 - 240 Volt
(listrik untuk rumah). Untuk itu lampu LED memiliki sirkuit internal (konverter) untuk
mengubah AC menjadi DC. Dari konversi tersebut timbul panas, karena hal tersebut di lampu
LED AC umumnya anda dapat melihat adanya sirip-sirip pendingin.
2.9 Prinsip Operasi Kerja Light emitting diode (LED)
Dioda, seperti divaisi semikonduktor yang lainnya, didisain berdasarkan prinsip dari fisika
kuantum. Salah satu prinsip tersebut adalah emisi (pancaran) dari radiasi energi pada
frekuensi tertentu ketika elektron jatuh dari level energi yang lebih tinggi ke level energi yang
lebih rendah. Prinsip ini sama dengan lampu neon, karakteristik pancaran warna merah muda
oranye dari neon yang terionisasi akibat adanya elektron yang mengalami transisi energi di
dalam rangkaian listriknya. Warna unik yang dipancarkan lampu neon diakibatkan gas neon
yang ada di dalam tabung lampunya, bukan karena arus atau tegangan pada lampu tersebut.
Setiap unsur kimia memiliki emisi energi radiasi yang berbeda-beda ketika elektronnya
melompat diantara dua level energi yang berbeda. Misalkan gas hidrogen, memancarkan
warna merah ketika terionisasi, sedangkan air raksa memancarkan warna biru. Inilah yang
menyebabkan munculnya cabang ilmu spektografi yaitu ilmu yang mempelajari identifikasi
suatu zat kimia berdasarkan warna cahaya yang dipancarkannya.
Elektron yang melewati sambungan PN juga mengalami transisi level energi, sehingga dioda
juga bisa memancarkan radiasi energi juga. Frekuensi dari radiasi energinya ditentukan oleh
struktur kristal dari bahan semikonduktornya, dan elemen-elemen lain yang menyusunnya.
Beberapa sambungan semikonduktor , terdiri dari beberapa kombinasi unsur kimia, sehingga
bisa memancarkan radiasi energi pada spektrum cahaya tampak karena elektron mengalami
perubahan level energi. Dalam bahasa sederhananya, sambungan ini bisa memancarkan
cahaya ketika mengalami bias maju (forward bias). Sebuah dioda yang didisain supaya bisa
memancarkan cahaya seperti lampu disebut dengan light emitting diode (dioda yang
memancarkan cahaya) atau lebih dikenal dengan singkatan LED.
Dioda silikon yang mengalami bias maju menghasilkan panas pada saat elektron pada daerah
tipe N mengalami rekombinasi dengan hole yang ada di tipe P. Pada saat LED mengalami
bias maju, rekombinasi antara elektron dan hole ini berada dalam daerah aktif seperti
ditunjukkan pada gambar 1c dan menghasilkan foton. Proses ini dikenal dengan istilah
electroluminesecence. Agar foton dapat dihasilkan, maka tegangan yang dihubungkan ke
LED harus lebih besar dari tegangan barrier nya. Beberapa LED berwarna memiliki tegangan
maju (forward voltage) sekitar 1V hingga 5 V bahkan lebih.
Dioda yang dibuat dari kombinasi unsur gallium, arsenik, fosfor (sehingga disebut dengan
gallium-arsenik-fosfida) memancarkan warna merah terang, warna yang paling umum
ditemui pada LED. Tetapi dengan mengubah campuran bahan kimia pada daerah sambungan
PN nya, memungkinkan menciptakan LED dengan warna lain seperti hijau, kuning, oranye,
infra merah, bahkan teknologi LED yang terbaru mampu menghasilkan LED warna biru dan
15

ultraviolet. Warna lainnya bisa juga didapatkan dengan mengkombinasikan dua atau tiga
warna utama (merah, hijau, dan biru) dalam satu LED jadi memungkinkan membuat LED
yang mampu memancarkan ketiga warna dasar itu sehingga semua jenis warna bisa dibentuk
dari ketiga warna dasar tersebut. LED yang bisa memancarkan tiga warna dasar ini disebut
dengan LED RGB (red green blue).
Simbol dari LED sama seperti dioda hanya saja ditambah dengan lingkaran dan anak panah
yang mengarah keluar menunjukkan bahwa dioda tersebut mampu memancarkan cahaya.
(perhatikan gambar 5.1a).

Gambar 5.1 (a) Simbol LED. (b) Bagian datar dari kepala LED atau kaki LED yang lebih
pendek menunjukkan bagian katoda. (c) penampang melintang dari struktur sambungan PN
pada LED.

Gambar 5. 2 Proses electroluminesecence pada LED

Simbol LED yang memiliki anak panah ke arah keluar menunjukkan bahwa divais ini mampu
memancarkan cahaya (simbol ini berlaku untuk semua jenis LED). Begitu juga sebaliknya,
apabila divais tersebut bersifat light activated (diaktifkan oleh cahaya) maka anak panahnya
mengarah ke dalam (seperti simbol photodioda). LED tidak hanya bisa memancarkan cahaya
tetapi juga bisa menangkap cahaya. LED bisa menghasilkan tegangan apabila menerima

16

cahaya walaupun tegangannya tidak terlalu beesar. Sifat inilah yang banyak dimanfaatkan
pada rangkaian yang bersifat pendeteksi cahaya.
Karena LED dibuat dari unsur/substansi kimia yang bermacam-macam, maka tegangan maju
(forward voltage) dari LED tentu berbeda dengan dioda biasa. Biasanya LED memiliki
tegangan maju yang lebih tinggi daripada dioda silikon biasa yang memiliki tegangan maju
sebesar 0.7 V. LED dengan warna yang berbeda tentu memiliki tegangan maju yang berbeda
pula. Biasanya arus yang diperbolehkan mengalir pada LED sebesar 20 mA. Apabila sumber
tegangan yang akan digunakan untuk menyuplai LED memiliki tegangan yang lebih besar
dari tegangan maju LED, maka kita tidak bisa menghubungkan sumber tegangan itu langsung
ke dioda. Kita harus merangkainya dengan tambahan resistor untuk mencegah kelebihan
tegangan pada LED.
Sama seperti lampu, LED juga banyak dimanfaatkan untuk fungsi penerangan. Tetapi ada
kelebihan LED dibanding dengan jenis lampu penerang yang lain yaitu efisiensinya. LED
mampu menghasilkan daya output cahaya yang lebih besar daripada lampu biasa seperti
lampu pijar dengan jumlah daya input yang sama. Ini adalah keuntungan yang signifikan
apabila rangkaian yang digunakan menggunakan suplai dari baterai. Karena memiliki
efisiensi yang tinggi maka secara otomatis LED memiliki umur hidup yang lebih lama
daripada lampu pijar. Ini dikarenakan LED adalah divais yang dingin : LED beroperasi
pada suhu yang lebih dingin dari pada lampu pijar. Keunggulan LED lainnya adalah
kecepatan switching dari LED yang sangat tinggi. LED mampu melakukan on dan off
secara cepat. Karena alasan inilah lampu LED juga bisa digunakan untuk mentransmisi
informasi data digital (on/off) dalam bentuk deretan pulsa berupa cahaya (kelap-kelip) yang
merambat pada medium udara atau pada medium buatan seperti kabel serat optik pada
kecepatan yang sangat tinggi (jutaan hingga triliunan pulsa per detik).
Warna lampu LED yang khas seperti merah, kuning, hijau, juga bisa digunakan untuk sinyal
lalu lintas (lampu merah) dan juga dipasang pada perangkat lampu otomotif. Lampu pijar
memerlukan perlengkapan yang sangat rumit apabila digunakan untuk keperluan ini seperti
membutuhkan filtering, penurunan efisiensi. Sedangkan LED, tidak membutuhkan proses
filtering.
Satu kelemahan dari LED adalah warna yang dipancarkan oleh LED bersifat monokromatik
atau hanya memancarkan satu jenis warna cahaya saja. Tidak ada orang yang mau memasang
penerangan di rumahnya menggunakan lampu LED warna merah, hijau, atau biru. Tetapi,
apabila mengkombinasikan ketiga warna dasar tadi, LED bisa saja memancarkan spektrum
warna cahaya tertentu. Salah satu spektrum warna cahaya yang berhasil dibuat adalah warna
putih. LED warna putih memang sudah tersedia di pasaran, namun hingga kini riset tentang
LED khususnya warna putih terus dikembangkan untuk mendapatkan LED yang sangat
efisien dan hemat energi. Berikut ini tabel perbandingan jenis-jenis penerangan dalam hal
efisiensi penerangan.

17

2.10 Tabel Efisiensi Penerangan


Jenis Lampu

Efisiensi
(lumen/watt)

umur (jam)

catatan

LED putihLED
putih, masa depan
Lampu pijar

35100
12

100 000100 000


1000

Mahal target riset


murah

unsur halogenlampu
TL
uap sodium, lp

15 1750 100
70 200

200010 000
20 000

cahaya kualitas
tinggi harga efektif
luar ruangan

13 48

18 000

uap raksa

luar ruangan

LED warna putih didapatkan dengan cara mencampur LED biru dengan fosfor yang mampu
memancarkan warna kuning. Hasil campuran antara warna biru dan kuning kira-kira
18

mendekati warna putih. Sifat alami dari fosfor menentukan karakteristik cahaya yang
dihasilkan LED. Fosfor merah bisa ditambahkan untuk meningkatkan kualitas efisiensi pada
campuran kuning dan biru. Tabel di atas juga membandingkan LED warna putih yang
diharapkan tercipta di masa depan dengan lampu pijar konvensional yang ada saat ini.
Efisiensi pada tabel di atas diukur berdasarkan seberapa besar intensitas cahaya yang
dipancarkan (dalam satuan lumen) dibandingkan dengan daya input. Apabila LED putih di
masa depan mampu menghasilkan efisiensi sebesar 100 lumen/watt, maka ini akan menyamai
efisiensi dari lampu TL.
Riset dan pengembangan LED telah dilakukan sejak tahun 1960. Bebeberapa penyempurnaan
meliputi bentuk geometri, struktur kimia, dan karakteristik telah dilakukan. Efisiensi dari
LED terus meningkat dari tahun ke tahun. Mulai dari awal-awal penemuan LED yang
cahayanya masih berbahaya dan bisa merusak mata, LED yang seperti ini hanya perlu
ditingkatkan level tegangan majunya (forward voltage, Vf). Bahkan LED yang ada sekarang
mampu menghasilkan cahaya 180 lumen dengan arus 0.7 A (atau 82 lumen/watt, jenis LED
putih Luxeon Rebel), bahkan intensitasnya bisa

2.11 Warna dan bahan-bahan


LED konvensional terbuat dari berbagai anorganik bahan semikonduktor, tabel berikut
menunjukkan tersedia warna dengan rentang panjang gelombang, drop tegangan dan material
:

Warna

Panjang
gelombang
(nm)

Voltage (V)

Bahan semikonduktor

> 760

V < 1.9

Gallium arsenide (Gaas)


Aluminium gallium arsenide (AlGaAs)

610 < <760

1.63 < V <


2.03 1,63

Aluminium gallium arsenide (AlGaAs)


Gallium arsenide phosphide (GaAsP) Indium
gallium aluminium phosphide (AlGaInP)
Gallium(III) phosphide (GaP)

Oranye

590 < <610

2.03 < V
<2.10

Gallium arsenide phosphide (GaAsP)


Indium gallium aluminium phosphide (AlGaInP)
Gallium (III) phosphide (GaP)

Kuning

570 < <590

2,10 <V
<2,18

Gallium arsenide phosphide (GaAsP)


Aluminium gallium indium phosphide (AlGaInP)
Gallium(III) phosphide (GaP)

Infrared

Merah

19

500 < <570

Indium gallium nitride (InGaN) / Gallium(III)


nitride (GaN) Gallium(III) phosphide (GaP)
1,9 <V <4,0 Gallium (III) phosphide (GaP)
Aluminium gallium indium phosphide (AlGaInP)
Aluminium gallium phosphide (AlGaP)

Biru

450 < <500

Zinc selenide (ZnSe)


Indium gallium nitride (InGaN) as substrate
2,48 <V <3,7
Silicon carbide
Silicon (Si) as substrate (under development)

Violet

400 < <450

2,76 <V <4,0 Indium gallium nitride (InGaN)

berbagai jenis

Dual blue/red LEDs,


2,48 <V <3,7 blue with red phosphor,
or white with purple plastic

Hijau

Ungu

Ultraviole
<400
t

diamond (235 nm) [ 33 ]


Boron nitride (215 nm) [ 34 ] Aluminium nitride
3,1 <V <4,4 (AlN) (210 nm) [ 36 ]
Aluminium gallium nitride (AlGaN) (down to
210 nm) [ 37 ]

Putih

V = 3,5

Spektrum luas

Blue/UV diode with yellow phosphor

2.12 Fungsi LED


Penerapan LED terbagi dalam tiga kategori utama:
1.

Sinyal visual aplikasi tempat cahaya berjalan lebih atau kurang langsung dari LED ke

mata manusia, untuk menyampaikan pesan atau makna.


2.

Pencerahan di mana lampu LED ini tercermin dari objek untuk memberikan tanggapan

visual objek-objek ini.


3.

Menghasilkan cahaya untuk mengukur dan berinteraksi dengan proses yang tidak

melibatkan sistem visual manusia.

4.

Menghasilkan cahaya untuk mengukur dan berinteraksi dengan proses yang tidak

melibatkan sistem visual manusia.

20

2.13 Pengujian Lampu LED


Darimana kita tahu sebuah produk memiliki kualitas yang baik. Tentunya dari hasil
pengujian yang dilakukannya. Hal yang sama juga berlaku untuk LED. Sebelum dipasarkan
lampu lampu LED melalui tahap pengujian, untuk memastikan kualitasnya. Tahap
pengujian tersebut dinamakan binning process. Pada LED ada empat hal yang harus
dibuktikan melalui proses binning, yaitu konsistensi warna, colour rendering, usia pakai
(lifetime), dan efikasi (jumlah cahaya per daya) yang dinyatakan dalam satuan lumen per watt
(LPW). Fungsi binning adalah memastikan setiap LED yang dihasilkan memenuhi standar
tersebut. Jika sebuah lampu LED memenuhi setiap standar, maka ia akan memperoleh
predikat Bin 1. Predikat ini terus menurun ke Bin 2, Bin 3, dan seterusnya, sesuai dengan
tingkat pemenuhan standar kualitas dari setiap lampu LED yang diuji. Makin besar angka
Bin-nya, artinya makin tidak memenuhi standarlah si lampu yang diuji.
Dari hasil binning ini, hanya lampu berpredikat Bin 1 dan Bin 2 yang dinyatakan lulus
dan siap dipasarkan. Bagaimana nasib lampu lampu LED dengan predikat Bin 3 dan
seterusnya. Lampu lampu ini tetap dijual juga, karena tidak lulus binning bukan berarti
tidak bisa dipakai. Harganya pun jelas lebih rendah daripada LED yang lulus uji.

2.14 Contoh Aplikasi LED


Indikator dan tanda-tanda
Konsumsi energy yang rendah, rendah pemeliharaan dan ukuran kecil LED modern telah
menyebabkan aplikasi dapat menampilkan indikator status pada berbagai peralatan dan
instalasi. Sangat banyak sekali aplikasi LED dalam peranan indicator dan tanda-tanda,
menampilkan LED digunakan sebagai menampilkan stadion dan sebagai dekoratif dinamis
display,menampilkan pesan ringan digunakan di bandara dan stasiun kereta api, dan sebagai
tujuan menampilkan kereta api, bus, trem, dan feri. Selain itu Cahaya warna tunggal juga
cocok untuk lampu lalu lintas dan sinyal, dll.
Penggunaan LED juga memiliki keuntungan karena styling LED mampu membentuk lampu
jauh lebih kurus daripada lampu pijar dengan reflektor parabola. Penerapan LED dalam
kabin pesawat penerapan LED dalam layar petunjuk bus.

21

Pencahayaan
Dengan perkembangan efisiensi tinggi dan daya tinggi LED itu telah menjadi mungkin untuk
menggabungkan LED di pencahayaan dan iluminasi. Penggantian bola lampu telah dibuat
serta perlengkapan berdedikasi dan lampu LED. LED digunakan sebagai lampu jalan dan
pada tahun 2007, desa Italia Torraca adalah tempat pertama untuk mengubah seluruh sistem
pencahayaan LED. Ketangguhan dan life time seumur hidup digunakan dalam pencahayaan
otomotif pada mobil, motor dan lampu sepeda.
LED juga digunakan untuk pencahayaan akuarium. Khusus untuk karang akuarium, lampu
LED memberikan sumber cahaya yang efisien dengan output panas yang lebih sedikit untuk
membantu menjaga suhu akuarium yang optimal selain itu juga dapat disesuaikan untuk
menghasilkan warna tertentu spektrum warna ideal karang, ikan dan invertebrata sementara
mengoptimalkan photosynethically. radiasi aktif (PAR) yang meningkatkan pertumbuhan dan
kelangsungan hidup fotosintetik seperti karang, anemon, kerang, dan macroalgae. Fixtures
LED biasanya biaya hingga lima kali lipat nilai yang sama neon atau discharge intensitas
tinggi pencahayaan dirancang untuk akuarium karang dan tidak sebagai output tinggi to-date.
LED juga cocok untuk backlighting untuk LCD televisi dan ringan laptop menampilkan dan
sumber cahaya untuk DLP proyektor (Lihat LED TV). Layar untuk TV dan komputer display
dapat dibuat semakin tipis menggunakan LED untuk backlighting.
Kurangnya IR / radiasi panas ideal untuk membuat LED lampu panggung tepi menggunakan
LED RGB yang dapat dengan mudah mengubah warna dan mengurangi pemanasan dari
pencahayaan panggung tradisional, serta pencahayaan medis IR-radiasi di mana dapat
berbahaya.
Karena LED kecil, tahan lama dan memerlukan sedikit tenaga mereka digunakan dalam
perangkat tangan manusia seperti senter.LED strobe lampu atau kamera berkedip beroperasi
dengan aman, tegangan rendah, sebagai lawan dari 250 + volt umumnya ditemukan di xenon
berbasis flashlamp pencahayaan. Hal ini terutama berlaku untuk kamera pada ponsel, di mana
ruang pada premi dan besar tegangan meningkat sirkuit adalah tidak diinginkan. LEDs are
used for infrared illumination in night vision applications including security cameras . LED
inframerah digunakan untuk penerangan dalam penglihatan pada malam hari aplikasi
termasuk kamera keamanan. A ring of LEDs around a video camera , aimed forward into a
retroreflective background , allows chroma keying in video productions . Sebuah cincin LED
di sekitar kamera video, bertujuan untuk maju ke retroreflective latar belakang,

22

memungkinkan kroma memasukkan dalam produksi video. Penerapan LED pada lampu
rumah penerapan LED pada lampu lalulintas
Light Sumber Untuk Mesin Sistem Visi
Visi mesin sistem sering membutuhkan pencahayaan yang terang dan homogen, sehingga
fitur yang menarik lebih mudah untuk diproses. LED sering digunakan untuk tujuan ini, dan
aplikasi bidang ini mungkin akan tetap merupakan salah satu daerah aplikasi besar sampai
harga turun cukup rendah untuk membuat sinyal dan aplikasi pencahayaan yang lebih luas.
Barcode scanner merupakan contoh yang paling umum visi mesin, dan banyak murah yang
digunakan LED merah, bukan laser. LED merupakan sumber cahaya hampir ideal untuk visi
mesin sistem untuk beberapa alasan:
1.

Ukuran lapangan diterangi biasanya relatif kecil dan visi mesin sistem ini sering cukup

mahal, sehingga biaya sumber cahaya biasanya perhatian kecil. Tapi keuntungannya LED
mudah diganti jika rusak meski dalam rangkaian kompleks.
2.

LED elemen cenderung kecil dan dapat ditempatkan dengan kepadatan tinggi di atas

berbentuk datar atau bahkan substrat (PCB dll) sehingga sumber terang dan homogen yang
dapat dirancang cahaya langsung dari arah dikontrol ketat pada bagian-bagian diperiksa.
3.

LED dapat dengan mudah strobed (dalam kisaran mikrodetik dan bawah) dan

disinkronisasi dengan pencitraan. LED daya tinggi tersedia memungkinkan gambar diterangi
dengan baik bahkan dengan pulsa cahaya sangat pendek.
4.

LED datang dalam berbagai warna dan panjang gelombang, sehingga dengan mudah

menggunakan warna yang terbaik untuk setiap aplikasi, di mana warna yang berbeda dapat
memberikan visibilitas lebih baik fitur-fitur yang menarik.

23

Gambar 9.1:Pencahayaan di Kabin pesawat


Pencahayaan LED di kabin pesawat dari Airbus A320 Ditingkatkan .

Gambar 9.2:Pencahayaan LED di belakang DJ


Sebuah layar LED besar di belakang disc jockey .

Gambar 9.3:LED tujuan rute-rute bis


LED tujuan tanda-tanda di bis, satu dengan nomor rute berwarna.

Gambar 9.4:LED tampilan Digital


LED tampilan digital yang dapat menampilkan 4 digit bersama dengan poin.

24

Gambar 9.5:LED pada Lampu lalu lintas


Lampu lalu lintas menggunakan LED

Gambar 9.6:LED pada lampu kendaraan polisi


Polisi Australia Barat mobil dengan LED yang digunakan dalam lampu rem yang tinggimount nya, yang jendela belakang dan atap-mount lampu kendaraan berkedip Polisi dan atapmount jalan menampilkan informasi pengguna.

Gambar 9.7:LED pada mobil Audi A4


LED berjalan siang hari lampu Audi A4

25

Gambar 9.8:LED sebagai sumber cahaya pada percobaan tanaman


Panel

LED

sumber

cahaya

yang

digunakan

dalam

percobaan

padatanaman pertumbuhan. Temuan dari eksperimen tersebut dapat digunakan untuk


menanam makanan di ruang angkasa pada misi durasi panjang.

Gambar 9.9:Iluminasi LED


Iluminasi LED di mana cahaya ini tercermin dari objek untuk memberikan respon visual dari
benda tersebut.

Gambar 9.10:Lampu LED pada pekan video melalui AmBX


Lampu LED bereaksi secara dinamis untuk pakan video melalui AmBX .
Secara umum, semua produk LED dapat dibagi menjadi dua bagian utama, penerangan
umum dan indoor menggunakan lighting.LED jatuh ke dalam empat kategori utama:

Visual sinyal di mana cahaya berjalan lebih atau kurang langsung dari sumber ke mata
manusia, untuk menyampaikan pesan atau makna.

26

Iluminasi di mana cahaya ini tercermin dari objek untuk memberikan respon visual
dari benda tersebut.

Mengukur dan berinteraksi dengan proses yang melibatkan tidak penglihatan


manusia.

Narrow band yang mana sensor cahaya LED beroperasi dalam mode reverse-bias dan
merespon cahaya insiden, bukan memancarkan cahaya.

Selama lebih dari 70 tahun, sampai LED, praktis lampu semuanya pijar dan neon dengan
lampu neon pertama saja yang tersedia secara komersial setelah World Fair 1939 ini .

2.15 Keunggulan lampu LED


Beberapa Keuntungan yang didapat apabila menggunakan lampu Led ketimbang
lampu nion / pijar :
a) Mengurangi tagihan listrik, karena lampu LED lebih hemat energi hingga 80% dibandingkan
lampu pijar atau halogen biasa.
b) Led menghasilkan panas lebih sedikit. Dengan begitu selain hemat konsumsi listrik dari
lampu juga hemat untuk konsumsi lsitrik pendingin.
c) Panas yang dihasilkan lampu yang sering kita gunakan selain tidak nyaman untuk mata juga
bisa merubah warna dekorasi rumah. Apabila menggunakan Lampu Led hal tersebut bisa
dihindari karena kualitas dari pencahaan lampu dan manajemen panas LED lebih baik.
d) Lampu LED bebas dari bahaya merkuri jadi sangat aman digunakan dimana saja, serta ramah
lingkungan.
e) Lampu LED jauh lebih tahan lama, 60 kali dari lampu pijar dan 10 kali dari lampu nion.
Rata-rata lampu LED hidup selama 25.000 jam
f) Lampu LED memiliki desain yang elegan,bahkan bisa memperindah interior di ruangan.
g) Tidak memancarkan radiasi UV.
h) Walaupun harga Lampu LED sangat mahal dibandingkan lampu lainnya, bila kita
memperhatikan umur dari lampu LED, maka dapat kita simpulkan bahwa dengan
menggunakan lampu LED lebih hemat dan efisien.
2.16 Kelebihan Lampu Pijar atau Neon yang Menggunakan LED :
Jika lampu pijar tidak dapat digunakan lagi setelah bohlamnya pecah, namun tidak demikian
pada lampu LED. LED merupakan jenis solid-state lighting (SSL), artinya lampu yang
menggunakan kumpulan LED, benda padat, sebagai sumber pencahayaannya sehingga tidak
mudah rusak bila terjatuh atau bohlamnya pecah. Kumpulan LED diletakkan dengan jarak
27

yang rapat untuk memperterang cahaya. Satu buah lampu ini dapat bertahan lebih dari 30 ribu
jam, bahkan mencapai 100 ribu jam.
2.17 Kekurangan
1. Harga awal yang tinggi: LED saat ini lebih mahal, harga per lumen, atas dasar biaya modal
awal, daripada teknologi pencahayaan yang paling konvensional. Pada 2010, biaya per seribu
lumen (kilolumen) adalah sekitar $ 18. Harga diperkirakan akan mencapai $ 2/kilolumen
tahun 2015. Biaya tambahan sebagian berasal dari output lumen relatif rendah dan sirkuit
drive dan pasokan listrik yang dibutuhkan.
2.Ketergantungan suhu: kinerja LED sangat tergantung pada suhu lingkungan lingkungan
operasi. Lebih-mengemudi LED dalam suhu lingkungan yang tinggi dapat mengakibatkan
overheating paket LED, akhirnya menyebabkan kegagalan perangkat. Memadai tenggelam
panas yang dibutuhkan untuk mempertahankan umur panjang. Hal ini terutama penting dalam
otomotif, keperluan medis, dan militer di mana perangkat harus beroperasi atas berbagai
temperatur, dan membutuhkan tingkat kegagalan yang rendah.
3.Sensitivitas tegangan: LED harus dipasok dengan tegangan di atas ambang batas dan arus
bawah rating. Hal ini dapat melibatkan resistor seri atau arus diatur pasokan listrik.
4.Kualitas cahaya: Paling keren- LED putih memiliki spektrum yang berbeda secara
signifikan dari sebuah benda hitam radiator seperti matahari atau lampu pijar. Spike di 460
nm dan mencelupkan pada 500 nm dapat menyebabkan warna objek yang akan dirasakan
berbeda di bawah dingin-putih pencahayaan LED dari sinar matahari atau sumber lampu
pijar, karena metamerism , merah permukaan yang diberikan sangat buruk yang dingin dan
fosfor khas berbasis -LED putih. Namun, sifat rendering warna dari lampu neon umum
adalah sering lebih rendah daripada apa yang sekarang tersedia di negara-of-art LED putih.
5.Wilayah sumber cahaya: LED tidak mendekati sebuah "sumber titik" cahaya, melainkan
Lambertian distribusi. Jadi LED sulit untuk menerapkan menggunakan memerlukan bidang
cahaya bola. LED tidak dapat memberikan perbedaan beberapa derajat di bawah ini.
Sebaliknya, dapat memancarkan sinar laser dengan divergensi dari 0,2 derajat atau kurang.
6.Polaritas Listrik : Tidak seperti pijar bola lampu, yang menerangi terlepas dari listrik
polaritas , LED hanya akan menyala dengan polaritas listrik yang benar.
7.Biru bahaya: Ada kekhawatiran bahwa LED biru dan sejuk- LED putih sekarang mampu
melebihi batas aman yang disebut bahaya biru-cahaya sebagaimana didefinisikan dalam
spesifikasi keselamatan mata seperti ANSI / IESNA RP-27,1-05: Praktek Rekomendasi untuk
Keselamatan Photobiological untuk Sistem Lampu dan Lampu.
8.Polusi biru: Karena keren- LED putih (yaitu, LED dengan tinggi suhu warna )
memancarkan cahaya biru proporsional lebih daripada konvensional sumber cahaya outdoor
seperti tekanan tinggi lampu uap natrium , ketergantungan panjang gelombang yang kuat dari
hamburan Rayleigh berarti keren-LED putih dapat menyebabkan lebih polusi cahaya dari
sumber cahaya lain. The Dark Sky Asosiasi Internasional menghambat menggunakan sumber
cahaya putih dengan korelasi suhu warna di atas 3.000 K.

28

2.18 Hal yang perlu dipertimbangan untuk menggunakan LED


a. Sumber daya
Karakteristik arus / tegangan dari LED mirip dengan dioda lain, bahwa saat ini tergantung
pada tegangan secara eksponensial (lihat persamaan dioda Shockley ). Ini berarti bahwa
perubahan kecil pada tegangan dapat menyebabkan perubahan besar dalam saat ini. Jika nilai
tegangan maksimum terlampaui dengan jumlah yang kecil, nilai saat ini mungkin dilampaui
oleh jumlah besar, berpotensi merusak atau menghancurkan LED. Solusi yang khas adalah
dengan menggunakan arus konstan pasokan listrik, atau mengemudi LED pada tegangan
yang jauh di bawah nilai maksimum. Karena sumber daya yang paling umum (baterai, listrik)
tidak sumber arus konstan, perlengkapan paling LED harus menyertakan konverter daya.
Namun, kurva I / V nitrida berbasis LED cukup curam di atas lutut dan memberikan f I dari
beberapa milliamperes di f V 3 V, sehingga memungkinkan untuk kekuatan nitrida berbasis
LED dari baterai 3 V seperti sel koin tanpa perlu resistor yang membatasi arus.
b. Polaritas Listrik
Polaritas Listrik LED Seperti dengan semua dioda, arus mengalir dengan mudah dari tipe-p
ke n-jenis material. [81] Namun, tidak ada arus dan tidak ada cahaya dipancarkan jika
tegangan kecil diterapkan di arah sebaliknya. Jika tegangan reverse tumbuh cukup besar
untuk melebihi tegangan rusaknya , mengalir arus yang besar dan LED dapat rusak. Jika arus
sebaliknya cukup terbatas untuk menghindari kerusakan, kebalikan-melakukan LED adalah
berguna dioda kebisingan .
c. Keamanan dan kesehatan
Sebagian besar perangkat mengandung LED yang "aman di bawah semua kondisi
penggunaan normal", dan begitu juga diklasifikasikan sebagai "Kelas 1 produk LED" / "LED
Klasse 1". Saat ini, hanya beberapa LED-LED yang sangat terang yang juga memiliki sudut
pandang yang terfokus 8 atau kurang-bisa, secara teori, menyebabkan kebutaan sementara,
dan begitu juga diklasifikasikan sebagai "Kelas 2". Secara umum, Laser keselamatan
peraturan-dan "Kelas 1", "Kelas 2", dll Sistem-juga berlaku untuk LED.
Sementara LED memiliki keuntungan atas lampu neon bahwa mereka tidak mengandung
merkuri , mereka mungkin mengandung logam berbahaya lainnya seperti timbal dan arsenik .
Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2011 menyatakan: "Menurut standar federal, LED
tidak berbahaya kecuali untuk intensitas rendah LED merah, yang tercuci Pb pada tingkat
melebihi batas regulasi (186 mg / L; batas regulasi: 5). Namun, sesuai dengan peraturan
California, tingkat yang berlebihan dari tembaga (sampai 3892 mg / kg; batas: 2500), Pb
(sampai 8103 mg / kg; batas: 1000), nikel (sampai 4797 mg / kg; batas: 2000), atau perak
(sampai 721 mg / kg; batas: 500) membuat semua kecuali LED intensitas rendah berbahaya
kuning.

29

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.
a) LED ( Light Emitting Diode ) adalah salah satu komponen elektronika yang terbuat dari
bahan semi konduktor jenis dioda yang mempu mengeluarkan cahaya.
b) Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai lumen/watt suatu LED adalah nilai binning
yang dimiliki LED tersebut, semakin besar nilai binning-nya maka semakin jelek kualitasnya.
c) Untuk mengurangi jumlah daya pada rangkaian LED bisa dilakukan dengan mengurangi
jumlah LED yang tersusun didalamnya.
d) Untuk pencahayaan yang lebih baik bisa digunakan pemantul (reflector) yang lebih
standart, agar tidak banyak cahaya yang terbuang.
e) Penggunaan komponen LED yang memiliki nilai binning yang lebih baik akan
mempengaruhi hasil cahaya yang dipancarkan.
f) Membuat rangkaian serupa dengan jumlah LED yang tepat dan dengan memperhitungkan
penyebaran serta memerataan pencahayaan.

30

Daftar Pustaka

http://putrashared.blogspot.com/2012/06/rangkuman-dioda-pemancar-cahaya-led.html
http://elkaasik.com/prinsip-kerja-light-emitting-diode-led/
http://www.slideshare.net/MaheshVadhavaniya/led-26122862?related=2
http://rahman-arif-rahman.blogspot.com/2010/09/definisi-photo-dioda-dan-led.html
http://energiterbarukanonline.blogspot.com/2013/04/cara-kerja-lampu-led.html
http://wahyu-elektronika.blogspot.com/2011/11/sebuah-dioda-pemancar-cahaya-ledadalah.html
Peralatan Energi Listrik: Pencahayaan. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di
Asia www.energyefficiencyasia.org , UNEP, 2006.
bikin.web.id/info-terbaru/kecanggihan-lampu-led-lampu-masa-depan/
Lampu pijar: Biro efisiensi energi, 2005.
http://netsains.com/2008/02/menekan-pemanasan-global-dengan-lampu-led/

31