Anda di halaman 1dari 84

MENTERI NEGARA

PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA


REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATLIR NEGARA
NOMOR: PER119IM.PANl1012008
TENTANG
JABATAN FLlNGSlONAL PENYULUH PERIKANAN DAN ANGKA KREDITNYA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA,
Menimbang

: a. bahwa dalam rangka pengembangan karier dan peningkatan

kualitas profesionalisme Pegawai Negeri Sipil yang menjalankan


tugas penyuluhan perikanan, dipandang perlu menetapkan Jabatan
Fungsional Penyuluh Perikanan dan Angka Kreditnya;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a,
perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara;
Mengingat

: 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok

Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan


Lembaran Negara Nomor 3041); sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tenfang Pokok-pokok
Kepegawaian (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1999
Nomor 169, .Tambahan Lembaran ~ e b a r aRepublik lndonesia
Nomor 3890);

. .

2. Undang-Undang Nomor 31. Tahun 2004 tentang Perikanan


(Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 118,
Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 443);
3. UndBng-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor

125, Tambahan Lembaran Negara Rep~~blik


lndonesia Nomor 4437)
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun
2008 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas UndangUndang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menjadi
Undang-Undang (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005
Nomor 108);
4. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan
Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (Lernbaran Negara Republik
lndonesia Tahun 2006 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara
Republik lndonesia Nomor 4660);
5. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan

Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Lembaran Negara Republik


lndonesia Tahun 2007 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara
Republik lndonesia Nomor 4739);
6. Peraturan

Pemerintah

Nomor

Tahun

1966

tentang

Pemberhentian 1 Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri


(Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1966 Nomor 7,
Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 2797);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji
Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun
1977 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia
Nomor 3098) sebagaimana telah sepuluh kali diubah terakhir
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2008 (Lembaran
Negara Republik lndonesia Tahun 2008 Nomor 23);
8. Peratwan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan
Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik lndonesia
Tahun 9980 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik
lndonesia Nomor 3176);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan

Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik


lndonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tarnbahan Lembaran Negara
Republik lndonesia Nomor 3547);
10.Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi
Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun

2000 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia


Nomor 4015) sebagaimana telah diubah

dengan Peraturan

Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik


lndonesia Tahun 2003 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara
Republik lndonesia Nomor 4332);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan
Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun
2000 Nomor 195, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia
Nomor 4016) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor I 1 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik
lndonesia Tahun 2002 Nornor 31, Tambahan Lembaran Negara
Republik lndonesia Nomor 4192);
12.Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan
Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara

Republik

lndonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara


Republik lndonesia Nomor 4017) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara
Republik lndonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran
Negara Republik lndonesia Nomor 4193);
13.Peraturan Pemel-intah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan
dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara
Republik lndonesia Tahun 2000 Nomor 198, Tambahan Lembaran
Negara Republik lndonesia Nomor 4019);
14.Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang
Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri
Sipil (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 15,
Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4263);
15. Peraturan Pemerintah Nonior 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah
Propinsi, dan Pemerintah Daerah KabupatenIKota (Lembaran
Negara Republik lndonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan
Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4737);
1B.Peraturan Pemerintah Republik lndonesia Nomor 41 Tahun 2007
tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara


Republik Indonesia Nomor 4741);
17. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun
Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil;
18. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan,
Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian
Negara Republik Indonesia;
Memperhatikan : 1. Usul Menteri Kelautan dan Perikanan kepada Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara

dengan

suratnya Nomor:

B.13 IIMEN-KP/lll/2008 tertanggal 31 Maret 2008;

2. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan suratnya


Nomor: K 26-30N.95-3/93 tanggal 31Juli 2008.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan

: PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR


NEGARA

TENTANG

JABATAN

FLINGSIONAL

PENYULUH

PERIKANAN DAN ANGKA KREDITNYA.


BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal I
Dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini
yang dimaksud dengan:
I

Penyuluh Perikanan adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup


tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk penyuluhan perikanan
yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban
secara penuh yang diberikan oleh pejabat yang berwenang;

2.

Penyuluh Perikanan Terartipil adalah pejabat fungsional Penyuluh


Perikanan keterampilan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya
mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu;

3.

Penyuluh Perikanan Ahli adalah pejabat fungsional Penyuluh


Perikanan keahlian yang dalam pelaksanaan pekerjaannya
didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan, metodologi dan teknik
analisis tertentu;

Penyuluhan perikanan adalah proses pembelajaran bagi pelaku


utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu
menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses
informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya
sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha,
pendapatan,

dan

kesejahteraannya,

serta

meningkatkan

kesadaran dalam pelestal-ianfu~igsilingkungan hidup;


Kegiatan Penyuluh Perikanan meliputi pendidikan, penyuluhan
perikanan, perrgembangan penyuluhan, pengembangan profesi,
dan penunjang kegiatan penyl.lll.~han perikanan;
Pelaku utama kegiatan perikanan adalah nelayan, pembudidaya
ikan, dan pengolah ikan;
Pelaku usaha adalah perorangan warga negara lndonesia atau
badan hukum yang dibentuk menurut hukum lndonesia yang
mengelola sebagian atau seluruh kegiatan usaha perikanan dari
hulu sampai hilir;
Kelembagaan penyuluhan adalah lembaga pemerintah danlatau
masyarakat yang mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan
penyuluhan perikanan;
Rekomendasi teknologi adalah pemberian persetujuan terhadap
teknologi yang akan digunakan sebagai materi penyuluhan;
Forum

Komunikasi

komunikasi

antar

meningkatkan

Penyuluhan
pemangku

koordinasi,

Perikanan

adalah

wadah

kepentingan

dalam

rangka

integrasi,

dan

sinkronisasi

penyelenggaraan penyuluhan;
F'rogram penyelenggaraan penyuluhan perikanan adalah suatu
rencana kegiatan pendayagunaan segala sumberdaya penyuluhan
perikanan di berbagai tingkat berdasarkan prinsip kerjasama yang
serasi, selaras dan terpadu antara Pelaku UtamaIPelaku Usaha
dengan pemerintah dan antara Pemerintah Daerah dengan
Pemerintah Pusat, dalam rangka mewujudkan kondisi yang
sebaik-baiknya

bagi

keberhasilan

program

perrlbangunan

?erikanan;
Programa penyuluhan perikanan adalah rencana tertulis yang
disusun secara sistematis untuk merr~berikanarah dan pedoman

pelaksanaan

penyuluhan

serta

sebagai

alat

pengendali

pencapaian tujuan;
Rencana kerja Penyuluh Perikanan adalah jadwal kegiatan yang
disusun oleh para Penyuluh Perikanan Terampil dan Penyuluh
Perikanan Ahli berdasarkan programa penyuluhan perikanan
setempat, yang mencantumkan hal-ha1 yang perlu disiapkan
dalam berinteraksi dengan pelaku utama dan pelaku usaha;
Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau
akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh
Penyuluh Perikanan dalam rangka pembinaan karier yang
bersangkutan;
Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan adalah tim
penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang
dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Perikanan;
Karya

tulis

ilmiah

adalah

tulisan

hasil

pokok

pikiran,

pengembangan danlatau hasil kajianlpenelitian yang disusun oleh


kelompok danlatau perorangan yang membahas suatu pokok
bahasan

dengan

menuangkan

gagasan

tertentu

melalui

identifikasi dan deskripsi, analisis permasalahan dan saran-saran


pemecahannya;
Tanda jasalpenghargaan adalah tanda kehormatan yang diberikan
oleh Pemerintah Republik Indonesia, negara asing atau organisasi
ilmiah nasionallinternasional yang mempunyai reputasi baik di
kalangan masyarakat ilmiah;
Organisasi profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan
tugasnya didasarkan disiplin ilmu peflgetahuan di

bidang

perikanan dan etika profesi di bidang penyuluhan perikanan;


Standar Kompetensi adalah standar kemampuan yang disyaratkan
untuk dapat melakukan pekerjaan tertentu dalam bidang perikanan
yang menyangkut aspek pengetahuan, keterampilan danlatau
keahlian, serta sikap kerja tertentu yang relevan dengan tugas dan
syarat jabatan;
Sertifikat kompetensi adalah jaminan tertulis atas penguasaan
kompetensi pada bidang keahlian perikanan tertentu yang

diberikan oleh satuan pendidikan dan pelatihan

yang telah

terakreditasi oleh lembaga yang berwenang.


BAB II
RUMPUN JABATAN, KEDUDUKAN, TUGAS POKOK
Pasal2
Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan termasuk dalam rumpun llmu
Hayat.
Pasal3
(1)

Penyuluh

Perikanan

adalah

pejabat

fungsional

yang

berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang


penyuluhan perikanan kepada unit organisasi atau masyarakat
pelaku utama dan pelaku usaha dibidang perikanan pada instansi
pemerintah tingkat pusat dan daerah.
(2)

Jabatan fungsional Penyuluh Perikanan sebagaimana dimaksud


merupakan jabatan karier yang hanya dapat
pada ayat (I),
diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.
Pasal4

Tugas pokok Penyuluh Perikanan adalah melakukan kegiatan


penyuluhan per~kananyang meliputi persiapan, pelaksanaan, evaluasi
dan pelaporan serta pengembangan penyuluhan perikanan.
BAB Ill
INSTANSI PEMBINA DAN TUGAS INSTANSI PEMBINA
Pasal5
(1)

lnstansi Pembina Jabatan Fungsional Penylrluh Perikanan adalah


Departemen Kelautan dan Perikanan.

(2)

lnstansi pembina sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain


mempunyai kewajiban:
a.

menyusun petunjuk tekrlis pelaksanaan Jabatan Fungsional


Penyuluh Perikanan;

b.

menyusun pedoman formasi Jabatan Fungsional Penyuluh


Perikanan;

c.

menetapkan

standar

kompetensi

Jabatan

Fungsional

Penyuluh Perikanan;
d,

mengusulkan tunjangan
Perikanan;

Jabatan Fungsional

Penyuluh

e.

sosialisasi Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan serta


petunjuk pelaksanaannya;

f.

menyusun kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional /


teknis fungsional Penyuluh Perikanan;

g.

menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan fungsional /


teknis fungsional Penyuluh Perikanan;

h.

mengerr~bangkan sistem informasi

Jabatan

Fungsional

Penyuluh Perikanan

i.

fasilitasi

pelaksanaan

Jabatan

Fungsional

Penyuluh

Perikanan
j.

fasilitasi

pembentukan

organisasi

profesi

Penyuluh

Perikanan;
k.

fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi dan kode


etik Penyuluh Perikanan; dan

I.

melakukan monitoring dan evaluasi jabatan

Penyuluh

Perikanan.
BAB IV
UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN
Pasal6
Unsur dan sub unsur kegiatan Penyuluh Perikanan yang dapat dinilai
angka kreditnya, terdiri dari:
a.

Pendidikan, meliputi:
1.

Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazahlgelar;

2.

Pendidikan dan pelatihan dibidang penyuluhan Perikanan


dan rnemperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan
Pelatihan (STTPP) atau sertifikat; dan

3.

Pendidikan dan pelatihan Prajabatan dan memperoleh


STTPP.

b.

Penyuluhan Perikanan, meliputi:


Persiapan;

2.

Pelaksanaan; dan

3.

Evaluasi dan pelaporan.

"i?ngembangan Penyuluhan Perikanan, meliputi:


4.

Penyusunan pedomanlpetunjuk pelaksanaanlpetunjuk tekr~is


Penyuluhan Perikanan;

2.

Perumusan

kajian

arah

kebijakan

pengerr~bangan

penyuluhan perikanan; dan

3.
d

Pengembangan MetodelSistem Kerja Pe~iyuluhanPerikanan.

Pengembangan profesi, meliputi:


1.

Penyusunan karya tulislkarya ilrr~iahdibidang perikanan

2.

Penerjemahanlpenyaduran buku dan bahan lain dibidang


perikanan; dan

3.

Bimbingan bagi Penyuluh Perikanan di bawah jenjang


jabatannya dan tutorial profesi.

e.

Penunjang penyuluhan, meliputi:


1.

Pengajarlpelatih dalam bidang perikanan;

2.

Peran serta dalam seminarllokakarya dibidang perikanan;

3.

Keanggotaan dalam tim penilai jabatan fungsional Penyuluh


Perikanan;

4.

Penghargaanltanda jasa;

5.

Keanggotaan dalam organisasi profesi provinsilnasionall


internasional; dan

6.

Memperoleh ijazahlgelar diluar bidang tugasnya.


BAB V
JENJANG JABATAN DAN PANGKAT
Pasal 7

(1)

Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan terdiri dari:


a.

Penyuluh Perikanan Terampil; dan

b.

Penyuluh Perikanan Ahli.

(2) Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan Terampil dari


yang terendah sampai dengan tertinggi, yaitu:

a.

Penyuluh Perikanan Pelaksana Pemula;

b.

Penyuluh Perikanan Pelaksana;

c.

Penyuluh Perikanan Pelaksana Lanjutan; dan

d.

Penyuluh Perikanan Penyelia.

,.

(3) Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan Ahli dari yang

terendah sampai dengan tertinggi, yaitu:


a.

Penyuluh Perikanan Pertama;

b.

Penyuluh Perikanan Muda;

c,

Penyuluh Perikanan Madya; dan

d.

Penyuluh Perikanan Utama.

(4) Jerljang pangkat dan golongan ruang Penyuluh Perikanan

Terampil sebagaimana dimaksud pada ayat (2), sesuai dengan


jenjang jabatannya, yaitu:
a.

Penyuluh Perikanan Pelaksana Pemula:


Pengatur Muda, golongan ruang Illa;

b.

c.

d.

(5)

Penyuluh Perikanan Pelaksana:


1.

Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang Illb;

2.

Pengatur, golongan ruang Illc; dan

3.

Perlgatur Tingkat I, golongan ruang Illd.

Penyuluh Perikanan Pelaksana Lanjutan :


1.

Penata Muda, golongan ruang Illla; dan

2.

Penata Muda Tingkat I, golongan ruang Illlb.

Penyuluh Perikanan Penyelia:


1.

Penata, golongan ruang Illlc; dan

2.

Penata Tingkat I, golongan ruang Illld.

Jenjang pangkat dan golongan ruang Penyuluh Perikanan Ahli


sebagaimana dimaksud pada ayat (3), sesuai dengan jenjang
jabatannya, yaitu:
a.

b.

c.

d.

Penyuluh Perikanan Pertama:


1.

Penata Muda, golongan ruang Illla; dan

2.

Penata Muda Tingkat I, golongan ruang Illlb.

Penyuluh Perikanan Muda:

Penata, golongan ruang Illlc ;

2.

Penata Tingkat I, golongan ruang Illld.

Penyuluh Perikanan Madya:


1

Pembina, golongan ruang IVIa;

2.

Rembina Tingkat I golongan ruang IVIb; dan

3.

Pembina Utama Muda, golongan ruang IVIc.

Penyuluh Perikanan Utama:

Pembina Utama Madya, golongan ruang IVId; dan

2. Pembina Utama, golongan ruang IVle.


(6) Jenjang

pangkat

untuk

masing-masing

jabatan

Penyuluh

Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5)


adalah jenja~gpangkat dan jabatan sesuai jumlah angka kredit

yang dirr~ilikisebagaimana tersebut dalam lampiran Ill, IV, V, VI,


VII dan Vlll Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara ini.
(7)

Penetapan

jenjang

jabatan

Penyuluh

Perikanan

untuk

pengangkatan dalam jabatan, ditetapkan berdasarkan jumlah


angka kredit yang dimiliki setelah ditetapkan oleh pejabat yang
berwenang menetapkan angka kredit, sehingga dimungkinkan
pangkat dan jabatan tidak sesuai dengan pangkat dan jabatan
sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5).
BAB VI
RlNClAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DlNlLAl
DALAM MEMBERIKAN ANGKA KREDIT
Pasal 8

(1) Rincian kegiatan Penyuluh Perikanan Terampil, sebagai berikut :


a.

Penyuluh Perikanan Pelaksana Pemula, yaitu :


1.

Mengumpulkan datalinformasi primer tingkat kesulitan


rendah tentang potensi wilayah, ekosistem perairan,
atau permasalahan

individu,

kelompok, maupun

masyarakat perikanan;
2.

Mengumpulkan

datalinformasi

sekunder

tingkat

kesulitan rendah tentang potensi wilayah, ekosistem


perairan, atau permasalahan

individu, kelompok,

maupun masyarakat perikanan;

3.

Membuat peta kegiatan

usaha perikanan tingkat

kesulitan rendah di wilayah kerja penyuluhan;


4.

Membuat data monografi wilayah binaan;

5.

Merekapitulasi rencana kegiatan

usaha

kelompok

pelaku utama perikanan;


6.

Menyusun konsep programa penyuluhan perikanan di


tingkat desalunit kerja lapangan;

7.

Menyusun rencana kerja penyuluh berbasis kebutuhan


pelaku utania dan pelaku usaha;

8.

Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media cetak


berupa folder;

Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media cetak


berupa flipchartlpeta singkap;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media cetak
berupa kartu kilatlflier;
Melakukan kunjungan pembinaan kepada pelaku utama
dan pelaku usaha dilakukan oleh penyuluh kepada
sasaran perseoranganlanjangsana;
Melakukan kunjungan pembinaan kepada pelaku utama
dan pelaku usaha dilakukan oleh penyuluh kepada
sasaran kelompok;
Melaksanakan kegiatan temu lapang bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di tingkat desalunit kerja lapangan;
Melaksanakan kegiatan temu wicara bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di tingkat desalunit kerja lapangan;
Melaksanakan kegiatan temu teknis bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di tingkat desalunit kerja lapangan;
Melaksanakan kegiatan temu karya bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di tingkat desalunit kerja lapangan;
Melaksanakan kegiatan mimbar sarasehan bagi kontak
pelaku utama andalan dan pelaku usaha di tingkat
desalunit kerja lapangan;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu lapang bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di tingkat desalunit
kerja lapangan;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu wicara bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di tingkat desalunit
kerja lapangan;
Menjadi intermedier pada kegiatan mimbar sarasehan
bagi kontak pelaku utama dan pelaku usaha di tingkat
desalunit kerja lapangan;
Melaksanakan

dan

mendampingi

kegiatan

widyakaryalwidyawisata bagi pelaku utama dan pelaku


I

:.;aha;

Menyusun materilmodul kursus bagi pelaku utama;


Menjadi fasilitator kursus bagi pelaku utama;

Menjadi pramuwicara dalam pameran pembangunan


perikanan;
Melaksanakan penyuluhan massal pada pertemuan
masyarakat
pengolah

nelayan,
ikan

pembudidaya

dan

ikan

menjagalmemelihara

prasarana perikanan dan umum

dan
sarana

(kelestarian

dan

kebersihan lingkungan);
Melakukan bimbingan

dalam

pemecahan

masalah

pelaku utama yang berkonsultasi di bidang perikanan;


Menumbuhkan dan menggalang kemitraan

usaha

kelompok dengan swasta;


Menjadi peserta dalam mendiskusikan hasil evaluasi
dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan perikanan di
Tingkat KabupatenlKota;
Menjadi peserta dalam mendiskusikan hasil evaluasi
dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan perikanan di
Tingkat Kecamatan;
Menjadi peserta dalam kegiatan mendiskusikan konsep
hasil evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Kabupatenl Kota;
Menjadi peserta dalam kegiatan mendiskusikan konsep
hasil evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Kecamatan.
Per~yuluhPerikanan Pelaksana, yaitu :

I. Mengumpulkan datalinformasi primer tingkat kesulitan


sedang tentang potensi wilayah, ekosistem perairan,
atau permasalahan

individu, kelompok, maupun

masyarakat perikanan;
Mengumpulkan

datalinformasi

sekunder

'tingkat

kesulitan sedang tentang potensi wilayah, ekosistem


perairan, atau permasalahan

individu, kelompok,

maupun masyarakat perikanan;


Membuat peta kegiatan usaha perikanan tingkat
kesulitan sedang di wilayah kerja penyuluhan;
Membuat data monografi wilayah binaan;

Merekapitulasi rencana

kegiatan

usaha

kelompok

pelaku utama perikanan;


Menjadi anggota dalam menyusun konsep programa
penyuluhan perikanan di Tingkat Kecamatan;
Menjadi peserta dalam membahas konsep programa
penyuluhan perikanan di Tingkat Kecamatan;
Menyusun rencana kerja penyuluh berbasis kebutuhan
pelaku utama dan pelaku usaha;
Menyusun materi penyuluhan perikanan dalam bentuk
media tertayang berupa klipslserial photo;
Melakukan kunjungan pembinaan kepada pelaku utama
dan pelaku usaha dilakukan oleh penyuluh pada
sasaran perseoranganlanjangsana;
Melakukan kunjungan pembinaan kepada pelaku utama
dan pelaku usaha dilakukan oleh penyuluh pada
sasaran kelompok;
Melaksanakanlmelakukan
teknologi

perikanan

demonstrasi
tingkat

caralhasil

sederhana

yang

direkomendasi;
Melaksanakan kegiatan temu lapang bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di Tingkat Kecamatan;
Melaksanakan kegiatan temu wicara bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di Tingkat Kecamatan;
Melaksanakan kegiatan temu usaha bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di tingkat desalunit kerja lapangan;
Melaksanakan kegiatan mimbar sarasehan bagi kontak
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Kecamatan;
Merljadi intermedier pada kegiatan temu wicara bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Kecamatan;
Menjadi intermedier pada kegiatan mimbar sarasehan
bagi kontak pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat
Kecamatan;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu teknis bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di tingkat desalunit
kerja lapangan;

Menjadi intermedier pada kegiatan temu karya bagi


pelaku utama dan pelaku usaha di tingkat desalunit
kerja lapangan;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu usaha bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di tingkat desalunit
kerja lapangan;
Melaksanakan

dan

mendampingi

kegiatan

widyakaryalwidyawisata bagi pelaku utama dan pelaku


usaha;
Menyusun materilmodul kursus bagi pelaku utama;
Menjadi fasilitator kursus bagi pelaku utama;
Melaksanakan kegiatan gelar teknologi perikanan;
Melaksanakan penyuluhan massal pada pertemuan
masyarakat nelayan, perr~budidayaikan dan pengolah
ikan dan

menjagalmemelihara

sarana

prasarana

perikanan dan umum (kelestarian dan kebersihan


lingkungan);
Melakukan bimbingan dalam pemecahan masalah
pelaku utama yang berkonsultasi di bidang perikanan;
Menumbuhkembangkan kelembagaan kelompok pelaku
utama dan atau pelaku usaha;
Menumbuhkan dan menggalang kemitraan

usaha

kelompok dengan swasta;


Menjadi peserta dalam mendiskusikan hasil evaluasi
dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan di Tingkat
KabupatenIKota;
Menjadi penyaji dalam mendiskusikan hasil evaluasi dan
pelaporan

pelaksanaan

penyuluhan

di

Tingkat

Kecamatan;
Menjadi peserta dalam mendiskusikan hasil evaluasi
dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan perikanan di
Tingkat Kecamatan;
Mengumplrlkan dan mengolah data bahan evaluasi
dampak penyuluhan perikanan di Tingkat Kecamatan;

34. Menjadi peserta dalam kegiatan mendiskusikan konsep


hasil evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
KabupatenlKota;
35. Menjadi peserta dalam kegiatan mendiskusikan konsep
hasil evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Kecamatan.
c.

Penyl-~luhPerikanan Pelaksana Lanjutan, yaitu :

1.

Mengumpulkan datalinformasi primer tingkat kesulitan


tinggi tentang potensi wilayah, ekosistem perairan, atau
permasalahan individu, kelompok, maupun masyarakat
perikanan;

2.

Mengolah datalinformasi tentang potensi

wilayah,

ekosistem

perairan,

individu,

kelompok,

maupun

atau

permasalahan

masyarakat

perikanan

tingkat

kesulitan rendah;

3.

Membuat data monografi wilayah binaan;

4.

Merekapitulasi rencana

kegiatan

usaha

kelompok

pelaku utama perikanan;


5.

Menjadi ketua dalam penyusunan konsep programa


penyuluhan perikanan Tingkat Kecamatan;

6.

Menjadi penyqji dalam membahas konsep programa


penyuluhan perikanan di Tingkat KabupatenlKota;

7.

Menjadi peserta dalam membahas konsep programa


penyuluhan perikanan di Tingkat Ka bupaten1Kota;

8.

Menjadi penyaji dalam membahas konsep programa


penyuluhan perikanan di Tingkat Kecamatan;

9. Menyusun rencana kerja penyuluh berbasis kebutuhan


pelaku utama dan pelaku usaha;

10. Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media cetak


berupa leaflet;
11. Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media cetak

berupa poster;

12. Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media cetak


berupa booklet;

Melakukan kunjungan pembinaan kepada pelaku utama


dan pelaku usaha dilakukan oleh penyuluh kepada
sasaran perseoranganlanjangsana;
Melakukan kunjungan pembinaan kepada pelaku utama
dan pelaku usaha dilakukan oleh penyuluh kepada
sasaran kelompok;
Melaksanakan 1 melakukan demonstrasi cara I hasil
teknologi

perikanan

tingkat

sedang

yang

direkomendasikan;
Me~ijadianggota tim dalam melaksanakan uji coba
lapang paket teknologi perikanan spesifik lokasi tingkat
tinggi;
lblelaksanakan kegiatan temu teknis bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di Tingkat Kecamatan;
Melaksanakan kegiatan temu karya bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di Tingkat Kecamatan;
Melaksanakan kegiatan temu usaha bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di'Tingkat Kecamatan;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu lapang bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Kecamatan;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu usaha bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Kecamatan;
Melaksanakan dan mendampingi kegiatan widyakarya 1
widyawisata bagi pelaku utama dan pelaku usaha;
Menyusun materi/modul kursus bagi pelaku utama;
Menyelenggarakan kursus bagi pelaku utama;
Menjadi fasilitator kursus bagi pelaku utama;
Melaksanakan pendampingan magang usaha bagi
pelaku utama;
Melaksanakan penyuluhan massal pada pertemuan
masyarakat nelayan, pembudidaya ikan dan pengolah
ikan dan menjaga I memelihara sarana prasarana
perikanan dan umum (kelestarian dan kebersihan
lingkungan);

28. Melakukan bimbingan dalam pemecahan

masalah

pelaku utama yang berkonsultasi di bidang perikanan;

29. Menumbuhkembangkan asosiasi kelembagaan pelaku


utama danlatau pelaku usaha;
30. Meningkatkan kemampuan kelembagaan pelaku utama
danlatau pelaku usaha;
31. Menilai peningkatan kelas kemampuan kelompok pelaku
utama perikanan;
32. Menumbuhkan dan menggalang

kemitraan

usaha

kelompok dengan swasta;


33. Menyusun

proposal

kewirausahaan

dalam

pengembangan wirausaha penyuluh perikanan;


34. Melaksanakan

pendampingan

wirausaha

dalam

pengembangan wirausaha penyuluh perikanan;


35. Menjadi peserta dalam mendiskusikan konsep hasil
evaluasi dan

pelaporan

pelaksanaan

penyuluhan

perikanan di Tingkat KabupatenIKota;


36. Menjadi peserta dalam kegiatan mendiskusikan konsep

hasil evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat


KabupatenIKota;
37. Menjadi peserta dalam kegiatan mendiskusikan konsep
hasil evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Kecamatan;
38. Mengumpulkan dan mengolah data hasil evaluasi
penyuluhan spesifik

lokasi,

yang

terkait

dengan

kesulitan

sedang

kebijakan pembangunan perikanan.


d.

Penyuluh Perikanan Penyelia, yaitu :

1.

Mengdah

datalinformasi tingkat

tentang potensi wilayah, ekosistem perairan, atau


permasalahan individu, kelompok, maupun masyarakat
perikanan;

2. Membuat data monografi wilayah binaan;


3.

Merekapitulasi rencana
pelaku utama perikanan;

kegiatan

usaha

kelompok

4.

Mer~jadianggota dalam penyusunan konsep programa


penyuluhan perikanan di Tingkat KabupatenlKota;

5.

Menjadi penyaji dalam membahas konsep programa


penyuluhan perikanan di Tingkat Provinsi;

6.

Menjadi peserta dalam membahas konsep programa


penyuluhan perikanan di Tingkat Provinsi;

7.

Menyusun rencana kerja penyuluh berbasis kebutuhan


pelaku utama dan pelaku usaha;

8.

Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media


tertayang berupa bahan tayang;

9.

Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media


tertayang berupa filmlvideo;

10. Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media


terdengar berupa naskah radio;
11. Melakukan klrnjungan pembinaan kepada pelaku utama
dan pelaku usaha dilakukan oleh penyuluh kepada
sasaran perseoranganlanjangsana;
12. Melakukan kunjungan pembinaan kepada pelaku utama
dan pelaku usaha dilakukan oleh penyuluh kepada
sasaran kelompok;
13. Me~jadianggota tim dalam mendisain uji coba lapang
paket teknologi perikanan spesifik lokasi;
14. Melaksanakanlmelakukan

demonstrasi

caralhasil

teknologi perikanan tingkat tinggi yang direkomendasi;


15. Melaksanakan secara perorangan uji coba lapang paket
teknologi perikanan spesifik lokasi tingkat sederhana;
16. Menjadi ketua tim dalam uji coba paket teknologi
perikanan spesifik lokasi tingkat tinggi;

17. Melaksanakan kegiatan

temu

usaha

di

Tingkat

KabupatenJKota;
18. Menjadi intermedier pada kegiatan mimbar sarasehan di
Tingkat KabupatenIKota;
19. Menyusun materilmodul kursus bagi pelaku utama;

20. Menjadi fasilitator kursus bagi pelaku utama;

21. Melaksanakan penyuluhan massal pada pertemuan


masyarakat nelayan, pembudidaya ikan dan pengolah
ikan

dan

menjagatmemelihara

sarana

prasarana

perikanan dan umum (kelestarian dan kebersihan


lingkungan);

22. Melakukan bimbingan dalam pemecahan masalah


pelaku utama yang berkonsultasi di bidang perikanan;
23. Menumbuhkan koperasitkelernbagaan kelompok usaha

pelaku utama;
24. Menumbuhkan dan menggalang

kemitraan

usaha

kelompok dengan swasta;


25. Mengelola media komunikasi dan informasi penyuluhan
perikanan;

26. Menjadi penyaji dalam mendiskusikan hasil evaluasi dan


pelaporan

pelaksanaan

penyuluhan

di

Tingkat

27. Mengumpulkan dan mengolah data bahan

evaluasi

KabupatentKota;
dampak

penyuluhan

perikanan

di

Tingkat

KabupatentKota;
28. Menjadi peserta dalam kegiatan mendiskusikan konsep

hasil evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat


KabupatentKota;
29. Menjadi penyaji dalam kegiatan mendiskusikan konsep
hasil evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Kecamatan;
30. Merumuskan laporan hasil evaluasi penyuluhan spesifik

lokasi, yang terkait dengan kebijakan pembangunan


perikanan.

(2) Rincian kegiatan Penyuluh Perikanan Ahli, sebagai berikut :


a.

Penyuluh Perikanan Pertama, yaitu :


I. Mengumpulkan

datatinformasi

sekunder

tingkat

kesulitan tinggi tentang potensi wilayah, ekosistem


perairan, atau permasalahan
maupun masyarakat perikanan;

individu, kelompok,

Mengolah

datalinformasi

tingkat

kesulitan

rendah

tentang potensi wilayah, ekosistem peraira n, atau


permasalahan individu, kelompok, maupun masyarakat
perikanan;
Membuat data monografi wilayah binaan;
Merekapitulasi rencana kegiatan

usaha

kelompok

pelaku utama;
Menjadi

peserta

dalam

membahas

programa

penyuluhan perikanan di tingkat KabupatenlKota;


Menjadi penyaji dalam membahas konsep programa
penyuluhan perikanan di Tingkat Kecamatan;
Menjadi pembahas dalam merr~bahaskonsep programa
penyuluhan perikanan di Tingkat Kecamatan;
Menjadi

narasumber

dalam

membahas

konsep

programa penyuluhan perikanan di Tingkat Kecamatan;


Menjadi peserta dalam membahas konsep programa
penyuluhan perikanan di Tingkat Kecamatan;
Menyusun

rencana

kerja

penyuluhan

berbasis

kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha;


Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media cetak
berupa brosur;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media cetak
berupa poster;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media cetak
berupa booklet;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
tertayang berupa bahan tayang;
Menyusun materi penyuluhan dalam bcqtuk media
tertayang berupa sound slide;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
tertayang berupa filmlvideo;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
tertayang berupa naskah W ;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
terdengar berupa naskah radio;

Melakukan kunjungan pembinaan kepada pelaku utama


dan pelaku usaha dilakukan oleh penyuluh kapada
sasaran perseoranganlanjangsana;
Melakukan kunjungan pembinaan kepada pelaku utama
dan pelaku usaha dilakukan oleh penyuluh kapada
sasaran kelompok;
Melaksanakar~lmelakukan

demonstrasi

caralhasil

teknologi perikanan tingkat sedang yang direkomendasi;


Menjadi intermedier pada kegiatan temu lapang bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Kecamatan;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu wicara bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Kecamatan;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu teknis bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Kecamatan;
Menjadi intermedier pada

kegiatan teniu karya bagi

pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Kecamatan;


Menjadi intermedier pada kegiatan temu usaha bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Kecamatan;
Menjadi intermedier pada kegiatan mimbar sarasehan
bagi kontak pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat
Kecamatan;
Menyusun materilmodul kursus bagi pelaku utama;
Melaksanakan kegiatan gelar teknologi perikanan;
Melaksanakan penyuluhan massal pada pertemuan
masyarakat nelayan, pembudidaya ikan dan pengolah
ikan

dan

menjagalmemelihara

sarana

prasarana

perikanan dan umum (kelestarian dan kebersihan


lingkungan);
Melakukanlmelaksanakan penyuluhan melalui radio;
Menumbuhkembangkan asosiasi kelembagaan pelaku
utama danlatau pelaku usaha;
Meningkatkan kemampuan kelembagaan pelaku utama
danlatau pelaku usaha;
Menilai peningkatan kelas kemampuan kelompok pelaku
utama perikanan; .

Menumbuhkan dan menggalang

kemitraan

usaha

kelompok dengan swasta;


Mengembangkan wirausaha penyuluh perikanan melalui
pendampingan wirausaha;
Mengevaluasi hasil pelaksanaan penyuluhan perikanan
di Tingkat Kecamatan;
Menjadi penyaji dalam mendiskusikan has11 evaluasi
pelaksanaan

penyuluhan

perikanan

di

Tingkat

Kecamatan;
Menjadi pembahas dalam mendiskusikan hasil evaluasi
pelaksanaan

penyuluhan

perikanan

di

Tingkat

Kecamatan;
Menjadi peserta dalam mendiskusikan hasil evaluasi
pelaksanaan

penyuluhan

perikanan

di

Tingkat

Kecamatan;
Mengumpulkan dan mengolah data bahan evaluasi
dampak

penyuluhan

perikanan

di

Tingkat

KabupatenIKota;
Menganalisis data dan merumuskan konsep hasil
evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Kecamatan;
Menjadi peserta dalam mendiskusikan konsep hasil
evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
KabupatenIKota;
Menjadi penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil
evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Kecamatan.
Menjadi pernbahas dalam mendiskusikan konsep hasil
evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Kecamatan.
Menjadi peserta dalam mendiskusikan konsep hasil
evaluasi dampak penyuluhan perikanan di
Kecamatan.

Tingkat

b.

Penyuluh Perikanan Muda, yaitu :


1.

Mengolah datalinformasi

tingkat

kesulitan

sedang

tentang potensi wilayah, ekosistem perairan, atau


permasalahan individu, kelornpok, maupun masyarakat
perikanan;
2.

Menganalisis datalinformasi tentang potensi wllayah,


ekosistem

perairan

dan

permasalahan

perikanan

individu, kelompok, maupun masyarakat;


3.

Membuat peta kegiatan usaha perikanan tingkat


kesulitan sedang di wilayah kerja penyuluhan;

4.

Merekapitulasi rencana kegiatan

usaha

kelompok

pelaku utama;
5.

Menjadi anggota dalam kegiatan menyusun konsep


programa penyuluhan perikanan di Tingkat Provinsi;

6.

Menjadi anggota dalam kegiatan menyusun konsep


programa

penyuluhan

perikanan

di

Tingkat

KabupatenIKota;
7.

Menjadi ketua dalam kegiatan menyusun konsep


programa penyuluhan perikanan di Tingkat Kecamatan;

8.

Menjadi peserta dalam kegiatan membahas programa


penyuluhan perikanan di Tingkat Provinsi;

9.

Menjadi penyaji dalam kegiatan membahas programa


penyuluhan perikanan di Tingkat KabupatenIKota;

10. Mer~jadi pembahas


programa

dalam

penyuluhan

kegiatan

perikanan

membahas
di

Tingkat

KabupatenIKota;
11. Menjadi
programa

narasumber

dalam

penyuluhan

kegiatan

perikanan

membahas
di

Tingkat

KabupatenIKota;
12. Menyusun rencana kerja penyuluh berbasis kebutuhan
pelaku utama dan pelaku usaha;
13. Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media cetak
berupa leaflet;
14. Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media cetak
berupa folder;

Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media cetak


berupa baliho;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
tertayang berupa bahan tayang;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
tertayang berupa klipslserial photo;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
tertayang berupa filmlvideo;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
tertayang berupa naskah TV;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
tertayang berupa jingleliklan layanan masyarakat;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
tertayang berupa blogger;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
terdengar berupa naskah radio;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
terdengar berupa jingleliklan layanan masyarakat;
Menjadi anggota tim dalam mendesain uji coba lapang
paket teknologi perikanan spesifik lokasi;
Mengkajilmenguji teknologi perikanan tingkat sederhana
yang direkomendasi;
Melaksanakanlmelakukan

demonstrasi

caralhasil

teknologi perikanan tingkat tinggi yang direkomendasi;


Melaksanakan uji coba

lapang paket

teknologi

perikanan spesifik lokasi tingkat sedang (perorangan);


Menjadi anggota tim dalam melaksanakan uji coba
lapang paket teknologi perikanan spesifik lokasi tingkat
tinggi;
Menjadi

peserta

dalam

mendiskusikan

hasil

pengkajianlpengujian teknologi ;
Mengevaluasi penerapan teknologi perikanan tingkat
sederhana yang direkomendasi;
Melaksanakar~kegiatan temu wicara bagi pelaku utama
dan pelaku usalia di Tingkat KabupatenlKota;

32. Melaksanakan kegiatan temu tekr~isbagi pelaku utama

dan pelaku usaha di Tingkat KabupatenlKota;


33. Melaksanakan kegiatan temu karya bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di Tingkat KabupatenIKota;
34. Melaksanakan kegiatan temu usaha bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di Tingkat KabupatenIKota;
35. Melaksanakar~kegiatan mimbar sarasehan bagi kontak
pelaku

utama

dan

pelaku

usaha

Tingkat

KabupatenIKota;

36. Melaksanakan

kegiatan

temu

pakar

dalam

pengembangan metodelmateri penyuluhan bagi pelaku


utama dan pelaku usaha di Tingkat KabupatenIKota;
37. Menjadi intermedier pada kegiatan temu wicara bagi

pelaku

utama

dan

pelaku

usaha

di

Tingkat

KabupatenIKota;
38. Menjadi intermedier pada kegiatan temu teknis bagi

pelaku

utama

dan

pelaku

usaha

Tingkat

KabupatenIKota;
39. Menjadi intermedier pada kegiatan temu karya bagi
pelaku

utama

dan

pelaku

usaha

di

Tingkat

KabupatenIKota;
40. Menjadi intermedier pada kegiatan temu usaha bagi
pelaku

utama

dan

pelaku

usaha di

Tingkat

KabupatenIKota;
41. Menjadi intermedier pada kegiatan mimbar sarasehan
bagi kontak pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat
KabupatenlKota;
42. Menjadi intermedier pada kegiatan temu pakar dalam
pengembangan metodelmateri penyuluhan bagi pelaku
utama dan pelaku usaha di Tingkat KabupatenlKota;

43. Mendisain

dan

membuat

display

pameran

pembangunan perikanan;
44. Melakukanlmelaksanakan penyuluhan melalui radio;
45. Melakukanlmelaksanakan penyuluhan melalui televisi;

Melakukan bimbingan dalam pemecahan masalah


pelaku utama yang berkonsultasi di bidang perikanan;
Menumbuhkan koperasilkelembagaan kelompok usaha
pelaku utama;
Menumbuhkan dan menggalang

kemitraan

usaha

kelompok dengan swasta;


Membangun jejaring kerja antar kelompoklasosiasi di
Tingkat KabupatenIKota;
Melakukan penilaian perlombaan usaha perikanan antar
kelembagaan

kelornpoklasosiasi

di

Tingkat

KabupatenIKota;
Mengelola media komunikasi dan informasi penyuluhan
perikanan;
Mengembangkan

wirausaha

Penyuluh

Perikanan

melalui penyusunan proposal kewirausahaan;


Mengembangkan

wirausaha

Penyuluh

Perikanan

melalui pengevaluasian hasil dan manfaat wirausaha;


Mengevaluasi hasil pelaksanaan penyuluhan perikanan
di Tingkat KabupatenIKota;
Menjadi peserta dalam mendiskusikan hasil evaluasi
pelaksanaan penyuluhan perikanan di Tingkat Provinsi;
Menjadi penyaji dalam mendiskusikan hasil evaluasi
pelaksanaan

penyuluhan

perikanan

di

Tingkat

KabupatenIKota;
Menjadi pembahas dalam mendiskusikan hasil evaluasi
pelaksanaan

penyuluhan

perikanan

di

Tingkat

KabupatenIKota;
Me~jadipeserta dalam mendiskusikan hasil evaluasi
pelaksanaan

penyuluhan

perikanan

di

Tingkat

KabupatenIKota;
Menjadi

narasumber

dalam

mendiskusikan

hasil

evaluasi pelaksanaan penyuluhan perikanan di Tingkat


Kecamatan;
Mengumpulkan dan mengolah data bahan evaluasi
dampak penyuluhan perikanan di Tingkat Provinsi;

61. Menganalisis data dan merumuskan konsep hasil

evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat


KabupatenIKota;
62. Menjadi peserta dalam mendiskusikan konsep hasil

evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat


Provinsi;
63. Menjadi penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil

evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat


KabupatenIKota;
64. Menjadi pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil
evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
KabupatenIKota;
65. Menjadi narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil
evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Kecamatan;
66. Mengumpulkan dan mengolah data hasil evaluasi
penyuluhan spesifik lokasi, yang tekait dengan kebijakan
pembangunan perikanan;
67. Menyiapkan dan

mengolah

bahan/data informasi

tentang arah kebijakan pengembangan penyuluhan


perikanan yang bersifat penyempurnaan;
68. Menyiapkan dan

mengolah

bahan/data informasi

tentang arah kebijakan pengembangan penyuluhan


perikanan yang bersifat pembaharuan.

c.

Penyuluh Perikanan Madya, yaitu :


1.

Mengolah data/informasi tingkat kesulitan tinggi tentang


potensi wilayah, ekosistem perairan, atau permasalahan
individu, kelompok, maupun masyarakat perikanan;

2.

Membuat peta kegiatan usaha perikanan tingkat


kesulitan tinggi di wilayah kerja penyuluhan;

3.

Merekapitulasi rencana kegiatan

usaha kelompok

pelaku utama;
4.

Merumuskan kebutuhan teknologi perikanan;

5.

Menjadi anggota dalam menyusun konsep programa


penyuluhan perikanan di Tingkat Nasional;

Menjadi ketua dalam menyusun konsep programa


penyuluh perikanan di Tingkat Provinsi;
Menjadi ketua dalam menyusun konsep programa
penyuluh perikanan di Tingkat Kabupatenl Kota;
Menjadi

peserta

dalam

membahas

programa

penyuluhan perikanan di Tingkat Nasional;


Merljadi penyaji dalam kegiatan membahas programa
penyl~luhanperikanan di Tingkat Provinsi;
Menjadi

pembahas

dalam

kegiatan

membahas

programa penyuluhan perikanan di Tingkat Provinsi;


Menjadi

narasumber

dalam

kegiatan

membahas

programa penyuluhan perikanan di Tingkat Provinsi;


Menyusun

rencana

kerja

penyuluhan

berbasis

kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha;


Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
tertayang berupa bahan tayang;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
tertayang berupa filmlvideo;
Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
tertayang berupa naskah TV;
16. Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media

tertayang berupa blogger;


17. Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
terdengar berupa naskah radio;
18. Mendisain uji coba lapang paket teknologi perikanan
spesifik lokasi (perorangan);
19. Menjadi ketua tim dalam mendisain uji coba lapang
paket teknologi perikanan spesifik lokasi;

.
)

20. Mengkajilmenguji teknologi perikanan tingkat sedang


yang direkomendasi;
21. Menjadi ketua tim dalam melaksanakan uji coba lapang
paket teknologi perikanan spesifik lokasi tingkat tinggi;
22. Menjadi

penyaji

dalam

kegiatan

pengkajianlpengujianteknologi;

diskusi

hasil

Mengevaluasi penerapan teknologi perikanan tingkat


sedang yang direkomendasi;
Melaksanakan kegiatan temu wicara bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di Tingkat Provinsi;
Melaksanakan kegiatan temu teknis bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di Tingkat Provinsi;
Melaksanakan kegiatan temu karya bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di Tingkat Provinsi;
Melaksanakan kegiatan temu usaha bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di Tingkat Provinsi;
Melaksanakan kegiatan mimbar sarasehan bagi kontak
pelaki~utama dan pelaku usaha di Tingkat Provinsi;
Melaksanakan

kegiatan

temu

pakar

dalam

pengembangan metode/materi penyuluhan bagi pelaku


utama dan pelaku usaha penyuluhan di Tingkat Provinsi;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu wicara bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Provinsi;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu teknis bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Provinsi;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu karya bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Provinsi;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu usaha bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Provinsi;
Menjadi intermedier pada kegiatan mimbar sarasehan
bagi kontak pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat
Provinsi;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu pakar dalam
pengembangan metodelmateri penyuluhan bagi pelaku
utama dan pelaku usaha penyuluhan di Tingkat Provinsi;
Melakukanlrnelaksanakan penyuluhan melalui radio;
Melakukanlmelaksanakan penyuluhan melalui televisi;
Menumbuhkan dan menggalang kemitraan

usaha

kelompok dengan swasta;


Membangun jejaring kerja antar kelornpok/asosiasi di
Tingkat Provinsi;

Melakukan penilaian perlombaan usaha perikanan antar


kelembagaan kelompoklasosiasi Tingkat Provinsi;
Mengelola media komunikasi dan informasi penyuluhan
perikanan
Mendisain laboratorium/klinik penyuluhan perikanan;
Menyiapkan

instrumen

monitoring

dan

evaluasi

pelaporan hasil pelaksa naa n penyuluhan perika nan;


Mengevaluasi hasil pelaksanaan penyuluhan perikanan
di Tingkat Provinsi;
Menjadi peserta dalam mendiskusikan hasil evaluasi
pelaksanaan penyuluhan perikanan di Tingkat Nasional;
Menjadi penyaji dalam mendiskusikan hasil evaluasi
pelaksanaan penyuluhan perikanan di Tingkat Provinsi;
Menjadi pembahas dalam mendiskusikan hasil evaluasi
pelaksanaan penyuluhan perikanan di Tingkat Provinsi;
Menjadi

narasumber

dalam

mendiskusikan

hasil

evaluasi pelaksanaan penyuluhan perikanan di Tingkat


Provinsi;
49. Menjadi narasumber

dalam

mendiskusikan

hasil

evaluasi pelaksanaan penyuluhan perikanan di Tingkat


KabupatenIKota;
50. Mengumpulkan dan mengolah data bahan evaluasi
dampak penyuluhan perikanan di Tingkat Nasional;
51. Menganalisis data dan merumuskan konsep hasil
evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Provinsi;
52. Menjadi peserta dalam mendiskusikan konsep hasil
evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Nasional;
53. Menjadi penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil

evaluasi dampak peny~~luhan


perikanan di Tingkat
Provinsi;
54. Menjadi pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil
evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Provinsi;

55. Menjadi narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil


evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Provinsi;
56. Menjadi narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil
evaluasi darr~pak penyuluhan perikanan di Tingkat
KabupatenIKota;
57. Menyusun instrumen evaluasi penyuluhan spesifik lokasi
yang terkait dengan kebijakan pembangunan perikanan.
d.

Peny~~luh
Perikanan Utama , yaitu :
1.

Menyusun rancang bangunlrekayasa bisnis berbasis


perikanan;

2.

Menyusun

konsep

instrumen

pengukuran

kelas

kelompok pelaku utama dan atau pelaku usaha di


bidang perikanan;

3.

Menjadi ketua tim dalam penyusunan konsep programa


penyuluhan perikanan di Tingkat Nasional;

4.

Menjadi

penyaji

dalam

membahas

programa

penyuluhar~perikanan di Tingkat Nasional;


5.

Menjadi

pembahas

dalam

membahas

programa

penyuluhan perikanan di Tingkat Nasional;


6.

Menjadi narasumber dalam

membahas

programa

penyuluhan perikanan di Tingkat Nasional;


7.

Menyusun

rencana

kerja

penyuluhan

berbasis

kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha;


8.

Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media


tertayang berupa bahan tayang;

9.

Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media


tertayang berupa filmlvideo;

10. Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media

tertayang berupa naskah TV;


11. Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk media
tertayang berupa blogger;
12. Menyusun materi penyuluhan dalam media terdengar

berupa naskah radio;

Mengkajilmenguji teknologi perikanan tingkat tinggi yang


direkomendasi;
Menjadi

pembahas

dalam

mendiskusikan

hasil

mendiskusikan

has11

pengkajianlpengujian teknologi;
Menjadi

narasumber

dalam

pengkajianlpengujian teknologi;
Mengevaluasi penerapan

teknologi perikanan tingkat

tinggi yang direkomendasi;


Melaksanakan kegiatan temu wicara bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di Tingkat Nasional;
Melaksanakan kegiatan temu teknis bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di Tingkat Nasional;
Melaksanakan kegiatan temu karya bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di Tingkat Nasional;
Melaksanakan kegiatan temu usaha bagi pelaku utama
dan pelaku usaha di Tingkat Nasional;
Melaksanakan kegiatan mimbar sarasehan bagi kontak
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Nasional;
Melaksanakan

kegiatan

temu

pakar

dalam

pengembangan metodelmateri penyuluhan bagi pelaku


utama dan pelaku usaha penyuluhan di Tingkat
Nasional;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu wicara bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Nasional;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu teknis bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Nasional;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu karya bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Nasiond;
Menjadi intermedier pada kegiatan temu usaha bagi
pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat Nasional;
Menjadi intermedier pada kegiatan mimbar sarasehan
bagi kontak pelaku utama dan pelaku usaha di Tingkat
Nasional;
Menjadi interrnedier pada kegiatan temu pakar dalam
pengerr~banganrnetodelmateri penyuluhan bagi pelaku

utama dan pelaltu usaha penyuluhan di Tingkat


Nasional;
Menjadi narasumber temu pakar penyuluhan;
Melakukanlmelaksanakan penyuluhan melalui radio;
Melakukanlmelaksanakan penyuluhan melalui televisi;
Menumbuhkan dan menggalang kemitraan

usaha

kelompok dengan swasta;


Membangun jejaring kerja antar kelompoklasosiasi di
Tingkat Nasional;
Melakukan penilaian perlombaan usaha perikanan antar
kelembagaan kelompok/asosiasi di Tingkat Nasional;
Mengelola media komunikasi dan informasi penyuluhan
perikanan;
Mengevaluasi urrlpan balik manfaat laboratoriumlklinik
penyuluhan perikanan;
Mengevaluasi hasil pelaksanaan penyuluhan perikanan
di Tingkat Nasional;
Me~jadipenyaji dalam mendiskusikan hasil evaluasi
pelaksanaan penyuluhan perikanan di Tingkat Nasional;
Me~jadipembahas dalam mendiskusikan hasil evaluasi
pelaksanaan penyuluhan perikanan di Tingkat Nasional;
Mepjadi

narasumber

dalam

mendiskusikan

hasil

evaluasi pelaksanaan penyull-~hanperikanan di Tingkat


Nasional;
Menyusun instrumen evaluasi dampak pelaksanaan
penyuluhan perikanan;
Menganalisis data dan merumuskan konsep hasil
evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Nasional;
Menjadi penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil
evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Nasional;
Menjadi pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil
evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Nasional;

45. Menjadi narasumber dalani niendiskusikan konsep hasil


evaluasi dampak penyuluhan perikanan di Tingkat
Nasional;
46. Merumuskan hasil evaluasi penyuluhan spesifik lokasi

yang terkait dengan kebijakan pembangunan perikanan;


47. Menyusun

pedomanlpetunjuk

pelaksanaanlpetunjuk

teknis penyuluhan perikanan;


48. lblengevaluasi pedomanlpetunjuk pelaksanaanlpetunjuk

teknis peny~~l~uhan
perikanan;
49. Menyusun

rencanaldesain

kajian

arah

kebijakan

pengembangan penyuluhan perikanan yang bersifat


penyempurnaan;
50. Menganalisis data informasi dan merumuskan hasil

kajian arah kebijakan

pengembangan

penyuluhan

perikanan yang bersifat penyempurnaan;


51. Menyusun

rencanaldesain

kajian

arah

kebijakan

pengembangan penyuluhan perikanan yang bersifat


pembaharuan;
52. Menganalisis data informasi dan merumuskan hasil arah

kebijakan pengembangan penyuluhan perikanan yang


bersifat pembaharuan;
53. Pengkajian metode dan sistem penyuluhan perikanan;
54. Perumusan metodelsistem baru penyuluhan perikanan.
(3,

Penyuluh Perikanan Pelaksana Pemula sampai dengan Penyuluh


Perikanan Penyelia yang melaksanakan kegiatan pengembangan
profesi, dan penunjang tugas Penyuluh Perikanan diberikan nilai

angka kredit sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan


Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini.
(4)

Penyuluh Perikanan Pertama sampai dengan Penyuluh Perikanan


Utama yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi, dan
penunjang tugas Penyuluh Perikanan diberikan nilai angka kredit
sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini.

Pasal 9
Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Penyuluh Perikanan yang
sesuai dengan jenjang jabatannya untuk melaksanakan kegiatan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) atau ayat (2), maka
Penyuluh Per~kananlain yang berada satu tingkat di atas atau satu
tingkat di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut
berdasarkan penugasan secara tertulis dari pimpinan unit kerja yang
bersangkutan.
Pasal 10
Penilaian angka kredit pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 9, ditetapkan sebagai berikut:
a.

Penyuluh

Perikanan yang

melaksanakan

tygas

Penyuluh

Perikanan satu tingkat di atas jenjang jabatannya, angka kredit


yang diperoleh ditetapkan sebesar

80 % (delapan puluh persen)

dari angka kredit setiap butir kegiatan, sebagaimana tersebut


dalam Lampiran I atau Lampiran II Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara ini.
b.

Penyuluh

Perikanan

yang

melaksanakan

tugas

Penyuluh

Perikanan satu tingkat di bawah jenjang jabatannya, angka kredit


yang diperoleh ditetapkan sebesar 100% (seratus persen) dengan
angka kredit dari setiap butir kegiatan, sebagaimana tersebut
dalam Lampiran I atau Lampiran II Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara ini.
Pasal 11
( I Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit, terdiri

dari:
a.

Unsur utama; dan

b.

Unsur penunjang.

(2) Unsur utama, terdiri atas:


a.

Pendidikan;

b.

Penyuluhan perikanan;

c.

Pengembangan penyuluharl perikanan; dan

Pengembangan profesi.

( 3 ) Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan


tugas pokok Penyuluh Perikanan sebagaimana tersebut dalam
Pasal 6 huruf e.
(4)

Rincian kegiatan Penyuluh Perikanan dan angka kredit masingmasing unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (I), untuk
Penyuluh Perikanan Terampil adalah sebagaimana tersebut pada
Lampiran I dan untuk

Penyuluh

Perikanan

Ahli

adalah

sebagaimana tersebut pada Lampiran II Peraturan Menteri Negara


Negara ini.
Pendayagunaan Aparat~~r
Pasal 12
(1)

Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh


setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan
dan kenaikan jabatanlpangkat Penyuluh Perikanan, untuk:
a.

Penyuluh Perikanan Terampil adalah sebagaimana tersebut


dalam Lampiran Ill, IV dan V Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara ini.

b.

Penyuluh Perikanan Ahli adalah sebagaimana tersebut dalam


Lampiran VI, VII dan Vlll Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara ini.

(2)

Jumlah angka kredit kumulatif minimal sebagaimana dimaksud


pada ayat (1) adalah:
a.

Paling rendah 80% (delapan puluh persen) angka kredit


berasal dari unsur utama; dan

b.

Paling tinggi 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal


dari unsur penunjang.
Pasal 13

(1)

Penyuluh Perikanan yaug merniliki angka kredit melebihi angka


kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatanlpangkat setingkat
lebih tinggi, kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk
kenaikan pangkat berikutnya.

(2)

Penyuluh Perikanan pada tahun pertama telah memenuhi atau


melebihi angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat
dalam masa pangkat yang didudukinya, maka pada tahun kedua
diwajibkan mengumpulkan paling kurang 20 % (dua puluh persen)
angka kredit dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk

kenaikan jabatan atau pangkat setingkat leb~ht~nggiyang berasal


dari kegiatan tugas pokok.
Pasal 14
Penyuluh Perikanan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina
Tingkat I golongan ruang lVlb sampai dengan menjadi Penyuluh
Perikanan utama golongan ruang lVle dari angka kredit kumulatif yang
disyaratkan paling kurang 12 (dua belas) angka kredit harus berasal
dari kegiatar~pengerr~bangan
profesi.
Pasal 15
( I ) Penyuluh Perikanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I, golongan
ruang Illld, setiap tahun sejak menduduki jabatanlpangkatnya
angka kredit dari
wajib mengumpulkan paling kurang 10 (sep~ll~.~h)
kegiatan tugas pokok Penyuluh Perikanan.

If"

Penyuluh Perikanan Utama, pangkat Pembina Utama, golongan


ruang IVIe, setiap tahun sejak menduduki jabatanlpangkatnya
wajib mengumpulkan paling kurang 25 (dua puluh lima) angka
kredit dari kegiatan tugas pokok Penyuluh Perikanan.
Pasal 16

(1) Penyuluh Perikanan yang secara bersama-sama membuat karya


tulis ilmiah di bidang penyuluhan perikanan, diberikan angka kredit
dengan ketentuan sebagai berikut:
a.

apabila terdiri dari 2 (dua) orang penulis maka pembagian


angka kreditnya adalah 60 % (enam puluh persen) bagi
penulis utama dan 40 % (empat puluh persen) untuk penulis
pembantu;

b.

apabila terdiri dari 3 (tiga) orang penulis maka pembagian


angka kreditnya adalah 50 % (lima puluh persen) bagi penulis
utama dan masing-masing 25 % (dua puluh lima persen)
untuk penulis pembantu; dan

c.

apabila terdiri dari 4 (empat) orang penulis maka pembagian


angka kreditnya adalah 40 % (empat puluh persen) bagi
penulis utama dan masing-masing 20 % (dua puluh persen)
untuk penulis pembantu.

(2) Jumlah penulis perr~bantusebagaimana dimaksud pada ayat (I),


paling banyak 3 (tiga) orang.

BAB VII
PENlLAlAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT
Pasal 17
( 1 Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit, setiap
Penyuluh Perikanan diwajibkan mencatat, menginventarisasi
seluruh kegiatan yang dilakukan dan mengusulkan Daftar Usulan
Penilaian Angka Kredit (DUPAK).
(2) Setiap Penyuluh Perikanan mengusulkan secara hirarkhi Daftar

Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) setiap tahun.


(3) Penilaian dan penetapan angka kredit Penyuluh Perikanan

dilakukan paling singkat 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun, yaitu 3


(tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat PNS.
Pasal 18
(1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, adalah:

a.

Menteri Kelautan dan Perikanan atau pejabat eselon 1 yang


ditunjuk bagi Penyuluh Perikanan Madya pangkat Pembina
Tingkat I golongan ruang IVIb sampai dengan Penyuluh
Perikanan Utama pangkat Pemb~naUtama golongan ruang
IVIe di lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan dan
Daerah Provinsi, KabupatenIKota;

b.

Pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan perikanan


pada Departemen Kelautan dan Perikanan, bagi Penyuluh
Perikanan Pelaksana Pemula sampai dengan Penyuluh
Perikanan Penyelia, dan Penyuluh Perikanan Pertama
sampai dengan Penyuluh Perikanan Madya pangkat Pembina
golongan ruang IVla di lingkungan Departemen Kelautan dan
Perikanan;

.t

c.

Sekretaris Daerah Provinsi bagi Penyuluh Perikanan


Pelaksana Pemula sampai dengan Penyuluh Perikanan
Penyelia, dan Penyuluh Perikanan Pertama sampai dengan
Penyuluh Perikanan Madya pangkat Pembina golongan
ruang IVla di lingkungan Provinsi;

-J

Sekretaris

KabupatenIKota

bagi

Penyuluh

Perikanan

Pelaksana Pemula sampai dengan Penyuluh Perikanan


Penyelia, dan bagi Penyuluh Perikanan Pertama sampai

dengan Penyuluh Per~kanan IWadya pangkat

Pembina

golongan ruang IVIa di lingkungan KabupatenlKota.


(2)

Pejabat yang berwenang sebagaimana pada ayat (1) huruf c dan


huruf d dapat menunjuk pejabat setingkat eselon II yang
membidangi penyuluhan perikanan.

(3)

Dalam

menjalankan kewenangannya,

pejabat

sebagaimana

dimaksud pada ayat (I), dibantu oleh:


a.

Tim Penilai angka kredit Penyuluh Per~kanan Pusat bagi


Menteri Kelautan dan Perikanan atau pejabat eselon I yang
ditunjuk yang selanjutnya disebut tim penilai pusat;

b.

Tim Penilai angka kredit Penyuluh Perikanan Unit Kerja bagi


Pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan perikanan
pada Departemen Kelautan dan Perikanan yang selanjutnya
disebut tim penilai unit kerja;

c.

Tim Penilai Penyuluh Perikanan Provinsi bagi Sekretaris


Daerah Provinsi yang selanjutnya disebut tim penilai provinsi;

d.

Tim Penilai Penyuluh Perikanan

KabupatenIKota

bagi

Sekretaris Daerah KabupatenIKota, yang selanjutnya disebut


tim penilai KabupatenIKota.
Pasal 19

(1) Tim Penilai Jabatan Penyuluh Perikanan terdiri dari unsur teknis
yang membidangi penyuluhan perikanan, unsur kepegawaian, dan
pejabat fungsional Penyuluh Perikanan.
(2)

Susunan keaggotaan Tim Penilai sebagai berikut:


a.

Seorang Ketua merangkap anggota;

b.

Seorang Wakil Ketua merangkap anggota;

c.

Seorang

Sekretaris

merangkap

anggota

dari

unsur

kepegawaian; dan
d.
(3)

Paling kurang 4 (empat) orang anggota.

Anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hurl~fd,


paling kurang 2 (dua) orang dari pejabat fungsional Penyuluh
Perikanan.

4;

" darat untuk menjadi Anggota Tim Penilai, adalah:


a.

Menduduki jabatanlpangkat paling rendah sama dengan


jabatanlpangkat Penyuluh Perikanan yang dinilai;

b.

Memiliki keahlian serta marrlpu untuk menilai prestasi kerja


Penyuluh Pel-ikanan;dan

c.
(5)

Dapat aktif melakukan penilaian.

Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada


ayat (3) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Perikanan, maka
anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain
yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh
Perikanan.
Pasal20

(1)

Apabila tim penilai provinsi, belum dapat dibentuk karena belum


memenuhi syarat keanggotaan Tim Penilai yang ditentukan,
penilaian angka kredit Penyuluh Perikanan dapat dimintakan
kepada tim per~ilaiprovinsi lain terdekat atau tim penilai unit kerja.

(2)

Apabila tim penilai KabupatenIKota, belum dapat dibentuk karena


belum memenuhi syarat keanggotaan Tim Penilai yang ditentukan,
penilaian angka kredit Penyuluh Perikanan dapat dimintakan
kepada Tim Penilai KabupatenlKota lain terdekat, atau provinsi
lain terdekat atau Tim Penilai Unit Kerja.

(3)

Pembentukan dan susunan Anggota Tim Penilai ditetapkan


ole h:
a.

Menteri Kelautan dan Perikanan untuk Tim Penilai Pusat;

b.

Pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan perikanan di


Departemen Kelautan dan Perikanan untuk Tim Penilai Unit
Kerja;

c.

Sekretaris Daerah Provinsi untuk Tim Penilai Provinsi; dan

d.

Sekretaris Daerah

KabupatenIKota untuk

Tim

Penilai

KabupatenIKota.
Pasal21

(1) Masa jabatan Anggota Tim Penilai adalah 3

(tiga) tahun dan

dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya.

(2)

Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi Anggota Tim Penilai


dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut, dapat diangkat kembali
,:;,etelah melampaui masa tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan.

(3) Dalam ha1 terdapat Anggota Tim Penilai yang ikut dinilai, maka
Ketua Tim Penilai dapat mengangkat Anggota Tim Penilai
pengganti.
Pasal22
Tata kerja Tim Penilai Penyuluh Perikanan dan tata cara penilaian
angka kredit Penyuluh Perikanan ditetapkan oleh lnstansi Pembina.
Pasal23
Usul penetapan angka kredit Penyuluh Perikanan diajukan oleh:
a.

Pimpinan unit kerja setingkat eselon II pada

masing-masing

instansi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan atau Pejabat


eselon I yang ditunjuk untuk angka kredit Penyuluh Perikanan
Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IVlb sampai
dengan Penyuluh Perikanan Utama pangkat Pembina Utama
golongan ruang IVle;
b.

Pejabat struktural yang membidangi kepegawaian pada unit kerja


penyuluhan perikanan di Departemen Kelautan dan Perikanan
kepada Pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan pada
Departemen Kelautan dan Perikanan untuk angka kredit Penyuluh
Perikanan Pelaksana Pemula sampai dengan Penyuluh Perikanan
Penyelia, dan Penyuluh Perikanan Pertama sarr~pai derrgan
Penyuluh Perikanan Madya pangkat Pembina golongan ruang lVla
di lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan;

c.

Pimpinan Lembaga Penyuluhan atau Pejabat yang membidangi


kepegawaian paling rendah eselon IV kepada Sekretaris Daerah
Provinsi dan Kepala Dinas yang tugas dan tanggungjawabnya di
bidang penyuluhan perikanan untuk angka kredit Penyuluh
Perikanan Pelaksana Pemula sampai dengan Penyuluh Perikanan
Penyelia, dan Pe~iyuluh Periianan Pertama sampai dengan
Penyuluh Perikanarl Madya pangkat Pembina golongan ruang IVla
di lingkungan Provinsi;

d.

Pimpinan Lernbaga Penyuluhan atau Pejabat yang membidangi


kepegawaian paling rendah eselon IV kepada Sekretaris Daerah
KabupatenlKota

atau

Kepala

Dinas

yang

tugas

dan

tarrggungjawabnya di bidang penyuluhan perikanan untuk angka


kredit Penyuluh Perikanan Pelaksana Pemula sampai dengan

Penyuluh Perikanan Penyelia, dan Penyuluh Perikanan Pertama


sampai dengan Penyuluh Perikanan Madya pangkat Pembina
golongan ruang lVla di lingkungan KabupatenlKota.
Pasal24

(1)

Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang


k
menetapkan angka kredit, digunakan ~ ~ n t umempertimbangkan
pengangkatan dalam jabatan atau kenaikan jabatanlpangkat
Penyuluh Perikanan sesuai dengan

peraturan

perundang-

undangan.
(2)

Keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit


tidak dapat diajukan keberatan oleh Penyuluh Perikanan yang
bersangkutan.
BAB Vlll
PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL
PENYLILUH PERIKANAN
Pasal25

Pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan Penyuluh


Perikanan adalah pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
Pasal26
(1)

Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali dalam


jabatan Penyuluh Perikanan Terampil harus memenuhi syarat:
a

berijazah paling rendah Sekolah Usaha Perikanan Menengah


(SUPM) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bidang
kelautan dan perikanan;
pangkat paling rendah Perrgatur MI-lda, golongan ruang

b.

Illa; dan

c.

setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan


pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan
(DP-3), paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun
terakhir.

(2) Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali dalam
'

a.

]tan Penyuluh Perikanan Ahli harus memenuhi syarat:


berijazah paling rendah Sarjana (S1)IDiploma IV di bidang
perikanan;

b.

pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang Ill/a;


dan

c.

setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan


pekerjaan dalam Daftar Pen~laianPelaksanaan Pekerjaan
(DP-3), paling kurang bernilai baik dalam I (satu) tahun
terakhir.

(3)

Pegawai Negeri Sipil yang diangkat sebagaimana dimaksud pada


ayat (1) dan ayat (2), paling lama 2 (dua) tahun setelah diangkat
harus mengikuti dan lulus diklat fungsional di bidang penyuluhan
perikanan sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan oleh lnstansi
Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan.

(4)

Pegawai Negeri Sipil yang diangkat sebagaimana dimaksud pada


ayat (3), yang tidak lulus diklat fungsional di bidang penyuluhan
perikanan, diberhentikan dari jabatan Penyuluh Perikanan.

(5) Pengangkatan pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan

ayat (2) adalah pengangkatan untuk mengisi lowongan formasi


jabatan Penyuluh Perikanan melalui pengangkatan Calon Pegawai
Negeri Sipil (CPNS) Penyuluh Perikanan.
Pasal27
Di samping persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26,
pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Perikanan
dilaksanakan sesuai formasi jabatan Penyuluh Perikanan dengan
ketentuan, sebagai berikut:
a.

Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil


Penyuluh

Perikanan

dilaksanakan

Penyuluh

Perikanan

yang

Pusat dalam jabatan

sesuai

ditetapkan

oleh

dengan
Menteri

formasi
yang

bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara


setelah mendapat pertimbangan Kepala BKN;
b.

Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Daerah dalam jabatan


Penyuluh

Perikanan

dilaksanakan

sesuai

dengan

formasi

Penyuluh Perikanan yang ditetapkan oleh Kepala Daerah masingnasing setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang
bertanggungjawab dibidang pendayagunaan aparatur negara
setelah mendapat pertimbangan Kepala BKN.

Pasal28
(1)

Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam


jabatan Penyuluh Perikanan dapat dipertimbangkan dengan
ketentuan sebagai berikut:
a.

memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26


ayat ( I ) atau ayat (2) dan Pasal27;

b.

memiliki pengalaman di bidang penyuluhan perikanan paling


kurang 2 (dua) tahun;

c.

usia paling tinggi 50 (lima puluh) tahun;

d.

setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan


pekerjaan dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan
(DP-3) paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun
terakhir; dan

e.

telah mengikuti dan lulus diklat

fungsional Penyuluh

Perikanan.
(2)

Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang
dimilikinya, dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah
angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang
menetapkan angka kredit.

(3) Jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (2)


ditetapkan dari unsur utama dan unsur penunjang.
Pasal29
(1) Untuk dapat diangkat dalam jabatan atau kenaikan jabatan
rnenjadi Penyuluh Perikanan Utama disamping memenuhi angka
,,;dit

kumulatif yang ditentukan wajib merr~presentasikankarya

tulis ilmiah.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai presentasi karya tulis ilmiah ,

ditetapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan selaku pimpinan


irjstansi pembina.
Pasal30
(1) Penyuluh Perikanan Terampil yang memperoleh ijazah Sarjana
':VDiploma

IV dapat diangkat

dalam

jabatan

Penyuluh

Perikanan Ahli, apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a.

ijazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan


~untukjabatan Penyuluh Perikanan ahli;

b.

telah lulus pendidikan dan pelatihan fungsional alih kelompok


dari jabatan Penyuluh Perikanan Terampil ke Penyuluh
Perikanan Ahli; dan

c.

memenuhi jumlah angka kredit kumulatif yang ditentukan.

Pengangkatan dalam jabatan Penyuluh Perikanan sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan apabila tersedia

(2)

formasi untuk jabatan Penyuluh Perikanan Ahli.


(3)

Penyuluh Perikanan Terampil yang akan beralih

menjadi

Penyuluh Perikanan Ahli diberikan angka kredit sebesar 65 %


(enam puluh lima persen) angka kredit kumulatif dari diklat, tugas
pokok dan pengembangan profesi ditambah angka kredit ijazah
sarjana (S1)IDiploma IV yang sesuai kompetensi, dengan tidak
memperhitungkan angka kredit dari unsur penunjang.
BAB IX
PEMBEBASAN SEMENTARA, PENGANGKATAN KEMBALI, DAN
PEMBERHENI-IAN DARl JABATAN
Pasal31
(1)

Penyuluh Perikanan Pelaksana Pemula, pangkat Pengatur Muda,


golongan ruang llla sampai dengan Penyuluh Perikanan Penyelia,
pangkat Penata, golongan ruang Illlc dan Penyuluh Perikanan
Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang Illla sampai
dengan Penyuluh Perikanan Utama, pangkat Pembina Utama
Madya, golongan ruang

IVId, dibebaskan sementara

dari

jabatannya, apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak


diangkat dalam

'pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan

angka kredit untuk kenaikan jabatanlpangkat setingkat lebih tinggi.

(2)

Penyul~~h
Perikanan Penyelia, pangkat Penata Tingkat I, golongan
ruang .lllld, dibebaskan sementara. dari jabatannya apabila setiap
tahun

sejak

menduduki

jabatanlpangkat

tidak

dapat

mengumpulkan paling kurang 10 (sepuluh) angka kredit dari tugas


pokok Penyuluh Perikanan.
(3)

Penyuluh Perikanan Utama, pangkat Pembina Utama, golongan


ruang IVle dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap
tahun

sejak

menduduki

jabatan

I pangkat

tidak

dapat

mengumpulkan paling kurang 25 (dua puluh lima) angka kredit dari


kegiatan tugas pokok Penyuluh Perikanan.
46

Di sarrlping perrlbebasan sementara sebaga~manadimaksud pada


ayat (I), ayat (2), dan ayat (3), Penyuluh Perikanan d~bebaskan
sementara dari jabatannya, apabila:
a.

dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat


berupa penurunan pangkat;

b.

diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil;

c.

ditugaskan secara penuh di luar jabatan Penyuluh Perikanan;

d.

cuti diluar tanggungan negara kecuali cuti untuk persalinan


keempat dan seterusnya; atau

e.

tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.


Pasal32

Penyuluh Perikanan yang telah selesai menjalani pembebasan


sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (I), ayat
(2), dan ayat (3) apabila telah mengumpulkan angka kredit yang
ditentukan, diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Perikanan.
Penyuluh Perikanan yang telah selesai menjalani pembebasan
sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (4) huruf
a, d, dan e, dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh
Perikanan.
Penyuluh Perikanan yang dibebaskan sementara sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 31 ayat (4) huruf b, dapat diangkat kembali
dalam

jabatan

Penyuluh

Perikanan

apabila

berdasarkan

keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum


yang tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana
percobaan.
Penyuluh Perikanan yang dibebaskan sementara sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 31 ayat (4) huruf c, dapat diangkat kembali
ke dalam Jabatan Penyuluh Perikanan apabila berusia paling
tinggi 54 (lima puluh empat) tahun.
,Pengangkatan

kembali dalam jabatan Penyuluh

Perikanan

sebagaimana dimaksud pada ayat (I), dengan menggunakan


mgka kredit terakhir yang dimilikinya dan dapat ditambah angka
kredit dari tugas pokok Penyuluh Perikanan yang diperoleh selama
pembebasan sementara.
Pasal33

. ..,&I Perikanan diberhentikan dari jabatannya, apabila:


Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara
I?:i

jabatarlnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (I),


47

tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk


kenaikan jabatantpangkat setingkat lebih tinggi;
b.

Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara


dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (2)
dan ayat (3), tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang
ditentukan; atau

c.

Dijatuhi hukuman disiplin tingkat

berat dan telah mempunyai

kekuatan hukum yang tetap, kecuali hukuman disiplin penurunan


pangkat.
Pasal34
Pembebasan sementara, pengangkatan kembali dan pemberhentian
dari jabatan Penyuluh Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
31, Pasal 32 dan Pasal 33, ditetapkan oleh pejabat yang berwenang
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
BAB X
PENYESUAlANllNPASSlNG DALAM JABATAN DAN ANGKA KREDIT
Pasal35
(1)

Pegawai Negeri Sipil pada saat ditetapkan Peraturan Menteri


Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini telah dan masih
melaksanakan tugas dibidang penyuluhan perikanan berdasarkan
Keputusan

pejabat

yang

berwenang,

dapat

disesuaikanl

inpassing dalam jabatan Penyuluh Perikanan dengan ketentuan


sebagai berikut :
a.

Untuk Penyuluh Perikanan terampil harus memenuhi syarat:


1.

berijazah paling rendah berpendidikan SLTA;

2.

pangkat paling rendah Pengatur Muda, golongan ruang


Illa; dan

3.

setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan


pekerjaan

dalam

Daflar

Penilaian

Pelaksanaan

Pekerjaan (DP-3), paling kurang bernilai baik dalam 1


(satu) tahun terakhir.
b.

Untuk Penyuluh Perikanan Ahli harus memenuhi syarat :


1. berijazah paling rendah Sarjana (S1)IDiploma IV di
bidang perikanan atau bidang lain sesuai dengan
kualifikasi yang ditentukan;
2.

pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang


Illla; dan

3.

setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan


pekerjaan

dalam

Daftar

Per~ilaian Pelaksanaan

Pekerjaan (DP-3), paling kurang bernilai baik dalam 1


(satu) tahun terakhir.
(2)

Angka kredit kumulatif untuk penyesuaianlinpassing dalam jabatan


Penyuluh Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (I),
adalah
sebagaimana tersebut dalam lampiran IX dan X Peraturan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini.

(3)

Angka kredit kumulatif sebagaimana tersebut dalam lampiran IX


dan X Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara ini, hanya berlaku sekali selama masa penyesuaianl
inpassing.

(4)

Untuk menjamin perolehan angka kredit bagi Pegawai Negeri Sipil


yang disesuaikanldiinpassing sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) maka dalam melaksanakan penyesuaianlinpassing perlu
mempertimbangka~iformasi jabatan.
BAB XI
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal36

Pegawai Negeri Sipil yang bertugas dibidang penyuluhan perikanan


yang pada saat Peraturan ini ditetapkan menduduki jabatan Penyuluh
Pertanian dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Perikanan.
Pasal37
Jenjang jabatan Penyuluh Perikanan bagi Penyuluh

Pertanian

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ditetapkan sesuai dengan


jumlah angka kredit terakhir yang dimiliki dalam jabatan Penyuluh
Pertanian.
BAB XI1
KE'TENTUAN LAlN - LAlN
Pasal38
Penyuluh Perikanan yang mendapat penghargaan sebagai Penyuluh
Perikanan Teladan diberi angka kredit untuk kenaikan jabatanl pangkat
dengan ketentuan:
a.

50% (lima puluh persen) dari angka kredit untuk kenaikan


jenjanglpangkat

setingkat lebih tinggi dengan rincian 80%

(delapan puluh persen) untuk unsur utama dan 20% (dua puluh
persen) untuk unsur penunjang bagi Penyuluh Perikanan Teladan
Tingkat Nasional;
49

b.

37,5% (tiga puluh tujuh setengah persen) dari angka kredit untuk
kenaikan jenjanglpangkat setingkat lebih tinggi dengan rincian
80% (delapan puluh persen) untuk unsur utama dan 20% (dua
puluh persen) untuk unsur penunjang bagi Penyuluh Perikanan
Teladan Tingkat Provinsi;

c.

25% (dua puluh lima persen) dari angka kredit untuk kenaikan

jenjanglpangkat setingkat lebih linggi dengan rincian

80%

(delapan puluh persen) untuk unsur utama dan 20% (dua puluh
persen) untuk unsur penunjang bagi Penyuluh Perikanan Tingkat
KabupatenlKota.
BAB Xlll
KETENTUAN PENUTUP
Pasal39
Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Menteri Negera Pendayagunaan
Aparatur Negara ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kelautan dan
Perikanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara.
Pasal40
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai
berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 20 Oktober 2008

MENTERl NEGARA
ARATUR NEGARA,

TAUFIQ EFFENDI

LAMPIRAN 1: PERATURAN MENTERI NEGARA


PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
NOMOR: PER119lM.PANI1012008
TANGGAL 20 Oktober 2008
RlNClAN KEGIATAN
PENYULUH PERIKANAN TINGKAT TERAMPIL DAN ANGKA KREDITNYA
ANGKA KREDIT
1
1.

2
PENDlDlKAN

3
A. Pendidikan,gekolah dengan
rnemperoleh ijazahlgelar

PENYULUHAN
PERIKANAN

5
Setiap ijazah

2. Sarjana MudalD.III dibidang Perikanan


3. D.11 dibidang Perikanan

100

7
Semua jenjang

Setiap ijazah
Setiap ijazah

60
40

Semua jenjang
Semua jenjang

4. SUPMISMK Perikanan
1. Larnanya lebih dari 960 jam

Setiap ijazah
Setiap sertifikat

25
15

Semua jenjang
Sernua jenjang

2. Larnanya 641-960 jam

Setiap sertifikat

Semua jenjang

3. Lamanya 481-640 jam

Setiap sertifikat

Sernua jenjang

4. Larnan~a161-480 jam

Setiap sertifikat

Semua jenjang

5. Lamanya 81-160 jam

Setiap sertifikat

Sernua jenjang

6. Larnanya 30-80 jam

Setiap sertifikat

Sernua jenjang

C. Pendidikan dan Pelatihan Pra Prajabatan golongan II


Jabatan dan rnernperoieh
STTPP

Setiap sertifikat

1,5

B. Pendidikan dan pelatihan


di bidang penyuluhan
perikanan dan rnemperoleh
Surat Tanda Tamat
Pendidikan dan Pelatihan
(STTPP) atau sertifikat

II.

4
1. SarjanalD.IV dibidang Perikanan

A.

Persiapan

1. ldentifikasi potensi wilayah, ekosistern perairan,


kebutuhan teknologi, pelaku utama, dan pelaku
usaha bidang perikanan
a. Mengumpulkan datalinforrnasitentang
potensi wilayah, ekosistern perairan, atau
permasalahan individu, kelornpok, maupun
masyarakat perikanan

--

1) Primer
a) Tingkat Kesulitan Rendah

Data

0,029

b) Tingkat Kesulitan Sedang

Data

0,054

Pelaksana Pemula
Pelaksana

C) Tingkat Kesulitan Tinggi


2) Sekunder
a) Tingkat Kesulitan Rendah

Data

0,169

Pelaksana Lanjutan

Data

0,013

Pelaksana Pemula

ANGKA KREDIT
NO
1

UNSUR
2

SUB UNSUR

BUTlR KEGIATAN

SATUAN HASlL

(2) sebagai peserta

Laporan

0,090

PELAKSANA
7
Penyelia

Laporan
Laporan

0,045
0,040

Pelaksana Lanjutan
Pelaksana Lanjutan

Laporan
Laporan
Rencana Kerja
Penyuluhan

0,050
0,012
0,042

Pelaksana Lanjutan
Pelaksana
Pelaksana Pernula

0,056
0,140
0,280

Pelaksana
Pelaksana Lanjutan
Penyelia

b) KabupatenlKota
(1) sebagai penyaji
(2) sebagai peserta
c) Kecamatan

b.

B. Pelaksanaan

(1) sebagai penyaji


(2) sebagai peserta
Menyusun rencana kerja penyuluh berbasis
kebutuhan pelaku utarna dan pelaku usaha

1. Penyusunan materi dan metode penyuluhan


perikanan
a.

Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk :


1) Media cetak
a) Leaflet
b) Folder
C) Poster
d) Booklet
e) FlipcharUpeta singkap

f) Kartu KilatlFlier
2) Media tertayang
a) Bahan tayang
b) klipslserial photo
c) Filmlvideo
3) Media terdengar
a) Naskah radio
2. Penerapan materi dan metode penyuluhan
perikanan
a. Melakukan kunjungan pembinaan kepada
pelaku utama dan pelaku usaha dilakukan
oleh penyuluh kepada sasaran :
1) Perseoranganlanjangsana

2) Kelompok

Leaflet
Folder
Poster
Booklet
Flipcharti
petasingkap
Kartu kilatlflier

0,084
0,017
0,069
0,120
0,033

Pelaksana Lanjutan
Pelaksana Pernula
Pelaksana Lanjutan
Pelaksana Lanjutan
Pelaksana Pernula

0,016

Pelaksana Pernula

Bahan tayang
Klipslserial photo
Filmlvideo

0,093
0,027
0,250

Penyelia
Pelaksana
Penyelia

Naskah radio

0,098

Penyelia

Laporan

0,007
0,019
0,025
0,049
0,008

Pelaksana Pernula
Pelaksana
Pelaksana Lanjutan
Penyelia
Pelaksana Pernula

Laporan

ANGKA KREDIT
NO
I

UNSUR
2

BUTIR KEGIATAN

SUB UNSUR
3

b.

Mendesain uji coba lapang paket teknologi


perikanan spesifik lokasi sebagai anggota
c. Melaksanakan/melakukan demonstrasi
caralhasil teknologi perikanan yang
direkomendasi
1) Tingkat Sederhana
2) Tingkat Sedang
3) Tingkat Tinggi
d. Melaksanakan uji coba lapang paket
teknologi perikanan spesifik lokasi

e.

1) Perorangan (Tingkat Sederhana)


2) Tim (Tingkat Tinggi)
a) Ketua
b) Anggota
Melaksanakan kegiatan (per jenjang wilayah
adrn):
1) Temu lapang bagi pelaku utama dan
pelaku usaha
a) Tingkat Kecarnatan
b) Tingkat DesalUnit Kerja
Lapangan (UKL)
2) Temu wicara bagi pelaku utama dan
pelaku usaha
a) Tingkat Kecamatan
b) Tingkat DesalUKL
3) Ternu teknis bagi pelaku utarna dan
pelaku usaha
a) Tingkat Kecamatan

b) Tingkat OesalUKL
4) Ternu karya bagi pelaku utarna dan
pelaku usaha
a) Tingkat Kecarnatan
b) Tingkat DesaIUKL

SATUAN HASlL
5

Disain

0,011
0,027
0,054
0,080

PELAKSANA
7
Pelaksana
Pelaksana Lanjutan
Penyelia
Penyelia

Laporan
Laporan
Laporan

0,080
0,300
0,800

Pelaksana
Pelaksana Lanjutan
Penyelia

Paket Teknologi

0,400

Penyelia

Paket Teknologi
Paket Teknologi

0,800
0.300

Penyelia
Pelaksana Lanjutan

Laporan Ternu
Lapang
Laporan Ternu
Lapang

0,032

Pelaksana

0,024

Pelaksana Pernula

Laporan Ternu
Wicara
Laporan Ternu
Wicara

0,040

Pelaksana

0,030

Pelaksana Pernula

Laporan Ternu
Teknis
Laporan Temu
Teknis

0,090

Pelaksana Lanjutan

0,027

Pelaksana Pernula

0,090
0,027

Pelaksana Lanjutan
Pelaksana Pernula

Laporan Ternu Karya


Laporan Ternu Karya

CL:

n
w

;5

3-

4
V)

QI
Z
Q

3
!-

10

m
u
m

-5

cn cu

t
m
+-

r m

m
c
.!
mI
5~ m
2 m S

2
m
-

2
m

Y
m
s

U3
CC)

-1

E;IP

S
m
-

0
N

_m

$
U)

-1

m
u
m

m
c Zm' m
c Pm

aEai=

s:.--

2
00
0
00

5~

m
-

a,

2a
U3
0

00

KI
A

i=
B

0,

3
3

x
m

m
m
m
m

C
U)

C
Lo

Y
m

-a)

00
0
00

.-c
m
c
m
m

2m
-

CO

Y 2

m
a,

a
0
N

0- =?
0
0

-1

-1

5 2

m
A

2
p

g 2 mgS

2 - 2 -

=O)=a

-0

c
c
m F m

C)

C)

E
m

:6

3
Y

m
%

m
a,

Y
m

% d"
m

i=

2m %
" :

E a i=

m
a,
Y

m
C
C
0

Y m
'-

gg
=

2%

$2

$5

n m

L V

fs

S 8.
E G F

o^
10

$
w

$a,=

$25

E,

C)

:1c"
2%

$i
gy

a,

z!!
2%
-1

gx

8 = Y

; a -a m

i;i

m
u
m

;$zz

0
00

00

Y
m
LI)

m
u
m

x
3

-m

5
.-.

-1

52s

$ p 7 Xmg
~ B B

m
u
m

rqs
m

=JE'DZ
= a
qss E
m

a
'odgx

3
Y
Q

2 8
CBP
3Pz
.'5;y
G

3 Y C

y
EmF

.s

-5

822'od
a
a

m E q s d

;C;C

C)

8 8

U3
O

2 2

Y,
-

1 ;

m
3

m
.u
r m
m E
C
.-m 3
rn 3

63

z
,
m
a,

a
. t
N

0-

-1

f."

9
0

--

-m

a
m

.-

o
N-o o
0-

0 0 0
0 0 v

221
C C C

E EE

0 0 0

m m m

B
o

pppam.

= = x Y Y , u &

="YYo~:Y_
cm*,,
~ , m . m . m m

5i

,E-u Sa ~ j ~ i = . g E =
.L

i=

Zz
: 23 zEm" cpma "g.-zm..cm= aC y a'm i l 1=,
.UI
m 3 E
E
% m a ~ % a %
6 n
8 " z m ~ p $ % a a ,
2 I B. =aY z E
xi
. $ m = x

ol

V)

5 m
3
0)

ol
3

'2

ANGKA KREDIT
NO
1

UNSUR
2

SUB UNSUR

BUTlR KEGIATAN
4
a) Tingkat KabupatenlKota

b) Tingkat Kecamatan
c) Tingkat DesalUKL

SATUAN HASlL
5

Laporan dan surat


keterangan
Laporan dan surat
keterangan
Laporan dan surat

0,040

PELAKSANA
7
Penyelia

0,008

Pelaksana

0,006

Pelaksana Pemula

p
p

g.

Melaksanakan dan mendampingi kegiatan


widyakaryatwidyawisata

Laporan dan surat


keterangan

0,028

Pelaksana Pemula

0,037
0,093

Pelaksana
Pelaksana Lanjutan

Modul

0.046

Pelaksana Pemula

Laporan

0,061
0,153
0,305
0,078

Pelaksana
Pelaksana Lanjutan
Penyelia
Pelaksana Lanjutan

Laporan

0,010

Pelaksana Pemula

Melaksanakan pendampingan magang


usaha bagi pelaku utama

Laporan

0,014
0,034
0,068
0,113

Pelaksana
Pelaksana Lanjutan
Penyelia
Pelaksana Lanjutan

Melaksanakan kegiatan gelar teknologi


perikanan
m. Menjadi pramuwicara dalam pameran
pembangunan perikanan

Laporan

0,029

Pela ksana

Laporan dan SPT

0,014

Pelaksana Pemula

Laporan

0,012

Pelaksana Pernula

0,016

Pelaksana

0,041

Pelaksana Lanjutan

0,081

Penyelia

0,008
0,011
0,028
0,056

Pelaksana Pemula
Pelaksana
Pelaksana Lanjutan
Penyelia

h.

i.
j.

k.

Menyusun materilmodul kursus bagi pelaku


utama

Menyelenggarakan kursus bagi pelaku


utarna
Menjadi fasilitator kursus bagi pelaku utama

I.

o. Melaksanakan penyuluhan massal pada


pertemuan masyarakat nelayan,
pembudidaya ikan dan pengolah ikan dan
menjagalmemelihara sarana prasarana
perikanan dan umum (kelestarian dan
kebersihan lingkungan)
p. Melakukan bimbingan dalam pemecahan
masalah pelaku utama yang berkonsultasi di
bidang perikanan
3. Pengembangan swadaya dan swakarya pelaku
utama dan pelaku usaha bidang perikanan

Laporan

ANGKA KREDIT
NO
1

UNSUR
2

SUB UNSUR
3

BUTIR KEGIATAN
4

a.

b.
c.

d.

e.

SATUAN HASIL
5

PELAKSANA
6

Menumbuhkan kelembagaan kelompok


usahalasosiasi pelaku utama perikanan
1) Menumbuhkembangkan kelembagaan
kelompok pelaku utama dan I atau
pelaku usaha
2) Menumbuhkembangkan asosiasi
kelernbagaan pelaku utama danlatau
pelaku usaha
3) Menumbuhkan koperasilkelembagaan
kelompok usaha pelaku utama
Meningkatkan kemampuan kelembagaan
pelaku utama danlatau pelaku usaha

Laporan

0,014

Pelaksana

Laporan

0,026

Pelaksana Lanjutan

Laporan

0,058

Penye!ia

Laporan

0,030

Pelaksana Lanjutan

Laporan

0,031

Pelaksana Lanjutan

Laporan

0,009

Pelaksana Pernula

Laporan

0,012
0,031
0,062
0,055

Pelaksana
Pelaksana Lanjutan
Penyelia
Penyelia

Proposal
Laporan

0,080
0,030

Pelaksana Lanjutan
Pelaksana Lanjutan

Mendiskusikan hasil evaluasi dan pelaporan


pelaksanaan penyuluhan perikanan
1) Kabupatenlkota
a) sebagai penyaji
b) sebagai peserta

Konsep
Konsep

0,060
0,006
0,008
0,020

Penyelia
Pelaksana Pernula
Pelaksana
Pelaksana Lanjutan

2) Kecamatan
a) sebagai penyaji
b) sebagai peserta

Konsep
Konsep

0,012
0,006
0,008

Pelaksana
Pelaksana Pernula
Pelaksana

Menilai peningkatan kelas kemarnpuan


kelompok pelaku utarna perikanan
Menumbuhkan dan menggalang kemitraan
usaha kelompok dengan swasta

Mengelola media komunikasi dan informasi


penyuluhan perikanan

4. Pengembangan wirausaha penyuluh perikanan

a.
b.

C . Evaluasi dan Pelaporan

Menyusun proposal kewirausahaan


Pendampingan wirausaha

1. Evaluasi dan pelaporan hasil pelaksanaan


penyuluhan perikanan
a.

elea

190'0

n4ng

OoS'Z 1

6uefuaf enwas

qele!e~

000'9

6ue!ua! enwas

e!laAuad

dna qalo ueyJepa!p uep u e y w a l


6ueA qe(e[ew ynluaq welep uey!sey!lqnd!p
6ueA !senle~a/ue![eyl!seq ueuey!~ad
6uep!q!p qe!wl! eheyls!lnl ehey u n s n A u a ~ 'z
leuo!seu e~e3asueyJepa!p uep ueyl!qJal!p
6ueA nynq ynluaq welep uey!sey!lqnd!p
6ueA !senle~a/ue![eyI!seq ueuey!~ad
ueuey!~edBuep!q!p qe!wl!
Guep!q!p ye!wl! eLeyls!lnl ehey unsnAuayy ' t eheyp!lnl ehey ueunsnAuad y
ueuey!~adueun6ueqwad ueyehqay ue6uap
9'
l!eyJal 6ueA '!seyo( yysads ueqnlnAuad
isenle~al!seq ue~odelueysnwn~aw 'q

IS3riOtld
Nv9NvaW33N3d '111

ueueypad

ANGKA KREDIT
NO
1

UNSUR

SUB UNSUR

BUTlR KEGIATAN

SATUAN HASlL

3. Menyusun karya tulislkarya ilmiah dibidang


perikanan hasil tinjauanlulasanilrniah yang tidak
dipublikasikan tetapi didokumentasikan di
perpustakaan dalam bentuk buku

Buku

5,000

Sernua jenjang

4. Menyusun karya tulislkarya ilmiah dibidang


perikanan hasil tinjauanlulasan ilrniah yang tidak
dipublikasikan tetapi didokumentasikan di
perpustakaan dalam bentuk majalah

Majalah

3,500

Semua jenjang

--

B.

5. Menyusun makalah berupa tinjauan atau ulasan


ilrniah hasil gagasan sendiri dalam bidang
perikanan yang tidak dipublikasikan tetapi
didokumentasikan di perpustakaan dalam bentuk
buku
6. Menyusun makalah berupa tinjauan atau ulasan
ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang
perikanan yang tidak dipublikasikan tetapi
didokumentasikan di perpustakaan dalam bentuk
rnajalah
7. Menyusun tulisan ilmiah populer bidang
perikanan yang disebarluaskan rnelalui media
rnassa
Penerjemahanlpenyaduran 1. Dipublikasikan dalam bentuk buku yang
diterbitkan secara nasional
buku dan bahan lain dibidang
perikanan
2. Didokumentasikan dalarn bentuk buku (kliping)

PELAKSANA

buku

---

4000-

Semua jenjang

Majalah

2,500

Semua jenjang

Tulisan ilmiah

1,500

Semua jenjang

Buku

7,000

Semua jenjang

Bukulkliping

3,000

Semua jenjang

3. Didokumentasikan dalam bentuk majalah ilmiah


yang diakui oleh instansi berwenang
4. Tidak dipublikasikan dalam bentuk buku

Majalah

3,500

Sernua jenjang

Buku

3,000

Semua jenjang

5. Tidak dipublikasikan dalam bentuk majalah


1. Merencanakan bimbingan bagi penyuluh
C. Bimbingan bagi penyuluh
perikanan dibawah jenjang jabatannya dan
perikanan di bawah jenjang
jabatannya dan tutorial profesi
tutorial profesi
2. Melaksanakan bimbingan bagi penyuluh
perikanan dibawah jenjang jabatannya dan
tutorial profesi
3. Evaluasi dan pelaporan hasil bimbingan bagi
penyuluh perikanan dibawah jenjang jabatannya
dan tutorial profesi

Buku
Laporan

1,500
0,020

Semua jenjang
Penyelia

Setiap 2 jam
pertemuan

0,035

Penyelia

Laporan

0,050

Penyelia

..

OPO'O

6uelua! enwas

0~0'0

6uelua! enwas

000'1.

6ue!ual enwas

OSE'O

6ue!ua! enwas

OOE'O

6ue!ua! enwas

OOE'O

6ue!ua! enwas

OSZ'O

Guerua! enwas

OOZ'O

6ue!ua! enwas

OOZ'O

6ue!ua! enwas

OSL'O

6ue!ua! enwas

001'0

fiue!ua! enwas

OSL'O

6ue!ua! enwas

OOS'O

Buelua! enwas

OOS'O
000'1.
00s'1

6ue!ua! enwas
Gue!uai enwas
fiue!ua! e n u a s

000'1.
000's
OOO'Z
000'1

6ue!ua! enwas
Buefua! enwas
Guefua! enwas
6ue!ua! enwas

00~~0

6ue!ua! enwas

:,

,., 8,.

,;
x':j -1 2:j

-.

--

uefiue~alay
leuo!seu~a+u!
$emsIwe6e!d
! s a ~ o ~!ses!ue6~0
d
welep elo66ue !efieqas I.
/~~UO!S~U/!SU!AOJ~
ue6ue~alay
!sajo~d! S ~ S ! U ~ ~ J O
l e ~ nI
swe6e!d
welep ueelo66ueay .=J
isajo~d!ses!ue6~0welep sn~n6uad!e6eqag ' 1
lue6e!d
unqelog (3
wefie!d
u n q e l 0 ~ (q
we6e!d
u n q e l o ~ (e
e h e y eue3ual eA+eseser epue~~ueefi~eqfiuad
'Z
we6e!d
elonlua~ednqen1ey6u!l (3
wefie!d
! s u ! ~ o ~ley6u!l
d
(q
urefie!d
l e u o ! s e ~l e y f i u ! ~ (e
ese! e p ~ e ~ ~ t ? e 6 J e ~ 'a
fi~ad
sele qeluyawad !Jep eser e p u e l ueefi~eqfiuad ' 1
uesnlnday $ems
!el!uad W I e1066uv
~
tefieqas '2
ueueyyad qnlnhuad
1euo!s6unj ueleqe! !el!uad
!el!uad
uesnlnday t u n s
w!i welep ueelo66ueay
w ! l s!JelaJyaslenlay I!yeM lenlay !e6eqas ' 1
ue6ue~alay
epasad !efieqas (3
l e ~ nI
si e y y ! ~ a s
ue6ue~alay
JoleJapoVylseqeqwad le6eqas (q
l e ~ nIs leyu!vas
ue6ue~alay
ueJeseJwad1JaqwnseJeN!e6eqas (e
l e ~Inl e~~ ~ ! u a s
eioylualednqey l e y f i u ! ~ .c
uefiue~alay
epasad !e6eqag (3
l e ~Inleyu!uas
~
uefiue~a+ay
~ole~apo~ylseqeqwad
!e6eqas (q
P J ~I
Sleyu!pas
uefiue~alay
ueJeseJwad1JaqwnseJeN !e6eqas (e
l e ~ nIsieyy!pas
!SU!AOJ~
ley6u!l I'
~e6ue~alay
epasad !efieqag (3
l e ~ nIsl e y ~ v a s
ue6ue~alay
JoleJapoyylseqeqwad !e6eqas (q
PJnSIley!J!VaS
ue6ue~alay
ueueyj~ad
UeJeseJwadIlaqwnseJeN! e 6 e q a ~ (e
I ~ JI
~ l Se y ! ~ ! ~ a ~
Cuep!q!p ehey eyol/Jeu!was
welep epas u e ~ a d 'g
leuo!se~ley6u!l ' L
uefjue~alay
ueuey~ad6uep!q
welep ueq!leladluwe!e6uad !senle~a6uayy 'I:
leJnSfleyY!PaS
ue6ue~alay
ueuey!~ad
NVHnlnAN3d
ueuey!~ad)e(y!peped ~nlyn~pu!lq!lelad/~e!e6uad
.1 6uep!q welep q!leladpele6uad .v
)ems ney!j!pag
3NVfNnN3d
'Al
z... -.--. .I. .I,.--,
-.6.
.
..
,
g{;L,>J();g('is
-l!s\.qd

.! ,

S.

;4bJ.'j

;is.f:;

J l@2U?!w43N',;f

---

.--.,

!,I,.

.P
.
.
tL\vzI
yj J?! i!l-i!'i$j

, t u

.. ..

.---

21; d ~ d i l

'

'-!'I

. .

ANGKA KREDIT
N0
1

UNSUR
2

SUB UNSUR
3

F. Memperoleh ijazahlgelar
kepangkatan tidak sesuai
tugas

BUTlR KEGIATAN
4
3. Sebagai pengurus dalam organisasi
kemasyarakatan

SATUAN HASIL
5
PiagamISurat
keterangan

0.250

PELAKSANA
7
Semua jenjang

1. SarjanalD.IV

Ijazahlgelar

5.000

Semua jenjang

2. Sarjana MudalD.III

ljazahlgelar

4.000

Semua jenjang

TAUFlQ EFFENDI

LAMPIRAN II: PERATURAN MENTERI NEGARA


PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
NOMOR: PERll9/M.PANll0/2008 '
TANGGAL 20 OMober 2008
RlNClAN KEGIATAN
PENYULUH PERIKANAN TINGKAT AHLl DAN ANGKA KREDITNYA
NO
1
I.

UNSUR
2
PENDlDlKAN

SUB UNSUR
3
A. Pendidikan sekolah dengan
memperoleh ijazahlgelar

BUTlR KEGIATAN
1.

2.
3.
B. Pendidikan dan pelatihan 1.
di bidang penyuluhan
perikanan dan memperoleh 2.
Surat Tanda Tamat
3.
Pendidikan dan Pelatihan
4.
(STTPP) atau sertifikat

II

PENYULUHAN
PERIKANAN

SATUAN HASlL

ANGKA
KRED.IT
6
200

PELAKSANA

4
Doktor dibidang Perikanan

5
Setiap ijazah

Pasca Sarjana dibidang Perikanan


Sarjana/D.IV dibidang Perikanan
Lamanya lebih dari 960 jam

Setiap ijazah
Setiap ijazah
Setiap sertifikat

150
100
15

Semua jenjang
Sernua jenjang
Semua jenjang

LamanYa 641-960 Jam

Setiap sertifikat

Semua jenjang

Lamanya 481-640 jam

Setiap sertifikat

Semua jenjang

7
Semua jenjang

Lamanya 161-480 jam

Setiap sertifikat

Sernua jenjang

5.

Lamanya 81-160 jam

Setiap sertifikat

Sernua jenjang

6.

Lamanya 30-80 jam

Setiap sertifikat

Setiap sertifikat

Sernua jenjang
-

C. Pendidikan dan Pelatihan


Pra Jabatan dan
memperoleh STTPP

Prajabatan golongan Ill

A. Persiapan

1.

ldentifikasi potensi wilayah, ekosistem perairan.


kebutuhan teknologi, pelaku utama, dan pelaku
usaha bidang perikanan
a. Mengumpulkan datalinformasi Sekunder
Tingkat Kesulitan Tinggi tentang potensi
wilayah, ekosistem perairan, atau
perrnasalahan individu, kelompok,
maupun masyarakat perikanan

Data

0,120

Pertama

0,090
0,307
0,606

Pertama
Muda
Madya

b. Mengolah datalinformasi tentang potensi


wilayah, ekosistem perairan, atau
permasalahan individu, kelompok, maupun
masyarakat perikanan

1) Tingkat Kesulitan Rendah


2) Tingkat Kesulitan Sedang
3) Tingkat Kesulitan Tinggi
-

Data Olahan
Data Olahan
.Data Olahan
-

NO

UNSUR

SUB UNSUR

BUTlR KEGlATAN
c.

d.

e.

f.

4
Menganalisis datalinformasi tentang
potensi wilayah, ekosistem perairan dan
permasalahan perikanan individu,
kelompok, maupun masyarakat

SATUAN HASlL
5
Laporan Analisis

PELAKSANA
7

Muda

Membuat peta kegiatan usaha perikanan


di wilayah kerja penyuluhan
1) Tingkat Kesulitan Sedang
2) Tingkat Kesulitan Tinggi
Mernbuat data monografi wilayah binaan

Peta
Peta
Monografi

0,239
0,525
0,166

Muda
Madya
Pertama

Merekapitulasi rencana keglatan usaha


kelompok pelaku utama perikanan

Rekap Rencana
Usaha

0,116

Pertama

0,232
0,348
0,726

Muda
Madya
Utama

0,600

Madya

0,800

Utama

0,240

Utama

g.

Menyusun rancang bangunlrekayasa bisnis Konsep Rancang


berbasis perikanan.
Bangun
h. Merumuskan kebutuhan teknologi
Laporan Rumusan
perikanan
Teknologi
i. Menyusun konsep instrumen pengukuran Konsep
kelas kelompok pelaku utama danlatau
pelaku usaha di bidang perikanan

2.

ANGKA
KREDIT
6
0,306

Perencanaan penyuluhan perikanan


a. Menyusun programa penyuluhan
Perikanan
1) Menyusun konsep programa

a) Tingkat Nasional
(1) sebagai penyaji

Laporan

NO

UNSUR

SUB UNSUR

BUTlR KEGIATAN

4
(2) sebagai pernbahas

SATUAN HASlL
5

ANGKA
KREDIT

PELAKSANA
7

Laporan

0,200

Utarna

(3) sebagai narasumber

Laporan

0,200

Utarna

(4) sebagai peserta

Laporan

0,150

Madya

b) Provinsi
(1) sebagai penyaji
(2) sebagai pembahas

Laporan
Laporan

0,165
0,135

Madya
Madya

Laporan

0,135

Madya

(3) sebagai narasumber

~ A P ~ w 006'0

epnw

OOP'O

epnw
080'0
~ A P ~ W 08 1'0

~ A P ~ N

OPZ'O

!6olouyal
!!fllue!!e~ l a w
S U ~ P $eyfju!l
~S
(2
!6olouyal
euewapas $ey6u!l ( I
!!n~ue!!enlayed
!sepuaLuoyu!p
6ueA ueueyyad !6olouyal !!n6uawfi!ey6uayy
e1066uv (q
u!es!a
enlay (e
u!es!a
W ! l (2
ue6ueJoJad ( C
!seyol yysads ueuey~ad

u!es!a

UNSUR

SUB UNSUR

BUTlR KEGIATAN
4
3) Tingkat Tinggi

Paket KajianIUji
Teknologi

PELAKSANA
7

Utama

d.

Melaksanakanlrnelakukan dernonstrasi
caralhasil teknologi perikanan yang
direkomendasi
1) Tingkat Sedang
2) Tingkat Tinggi
e. Melaksanakan uji coba lapang paket
teknologi perikanan spesifik lokasi

ANGKA
KREDIT
6
1,600

SATUAN HASlL

ILaporan
~aporan

1) Tingkat Sedang (Perorangan)


Paket Teknologi
2) Tingkat Tinggi (Tim)
a) Ketua
Paket Teknologi
b) Anggota
IPaket Teknologi
Mendiskusikan hasil pengkajianlpengujian
teknologi

1,200
0,600

1 Muda

Laporan
Laporan
Laporan
Laporan

0,120
0,100
0,100
0,050

Madya
Utarna
Utama
Muda

Laporan
Laporan

0,120
0,180

Laporan

0,240

Muda
Madya
Utarna

a) Tingkat Nasional

Lap. Ternu Wicara

0,400

Utarna

b) Tingkat Provinsi

Lap. Ternu Wicara

0,300

Madya

c) Tingkat KabupatenIKota

Lap. Ternu Wicara

0,200

Muda

a) Tingkat Nasional

Lap. Ternu Teknis

0,360

Utama

b) Tingkat Provinsi
c) Tingkat KabupatenlKota

Lap. Ternu Teknis


Lap. Ternu Teknis

0,270

Madya
Muda

2) tingkat sedang

.r

1 Muda

Muda

1) sebagai penyaji
2) sebagai pembahas
3) sebagai narasurnber
4) sebagai peserta
g. Mengevaluasi penerapan teknologi
perikanan yang direkornendasi :
1) tingkat sederhana

h.

( Pertarna

0,800

f.

0,300
0,800

3) tingkat tinggi
Melaksanakan kegiatan (per jenjang
wilayah adrninistrasi):

1 Madya

1) Ternu Wicara bagi pelaku utarna dan


pelaku usaha

2) Ternu Teknis bagi pelaku utarna dan


pelaku usaha

0,180

V)

6
Z
6

Y
W

5
O W
2g
=!
V)

I
Z

3
I-

a:
V)

Z
3

m
3
V)

V)

a:
Z
3

I--

'O

2'-

u
m

.-

c-J'

"

9.m

-0 o

3 2 s

g3
r 2

$
E m

9 '? N.
o o o

0 0 0

w
'-? rN.- $
o o 0-

0 0 0
0 0 0

m m m

J J

& rmi d
m

a 0 ) a
1-1-1-

zzz

3 33

m m m
c c s
m m m

0)

c22
0)

z2z
0)

+ + I -

ri
6. ri
m m m

J J J

m
m

-0

Y
3

m
0)
a

m
+

m s

Si

0
k

5 : 2o

5
0
a

S
"?
o

0
0

I1

5
m
s

0)

-e

2o 2n

E
)

O b

J Y J Y J Y

2 s gz 2
:

F;F:EE
0 $

m c m c m c
v m u m u m

V)

6
J Y

G-

-5

8 0 0

m
m

ao

m
u
m

N
o

-0

0
0

5m : y~
r r

m
m

=:xm=m

m
m

0
0

' ? ? o
o
0-

: : :

$5$ s E %

c;2ciFc;P

0)

3
.s ,m

..

m a m ~ ) m a

I- = 1 - 3 $ 5
J

m m m m m m

.E 2 .E2 .E 2
2$H$H$
LEd
! ds!

Y
3

m
C m .-$

J W J W J W

0 3

:g

(D

.-

NO

UNSUR

SUB UNSUR

BUTlR KEGIATAN
4
d) Tingkat Kecamatan

3) Ternu Teknis bagi pelaku utama dan


pelaku usaha
a) Tingkat Nasional

b) Tingkat Provinsi
c) Tingkat KabupatenlKota
2

i
i

d) Tingkat Kecamatan

ANGKA
KREDIT
6
0,020

SATUAN HASlL

5
Laporan dan surat
keterangan

PELAKSANA
7

Pertama

0,080

Utama

0,060

Madya

0,040

Muda

0,020

Pertama

Laporan dan surat


keterangan
Laporan dan surat
keterangan
Laporan dan surat
keterangan
Laporan dan surat
keterangan

0,080

Utama

0,060

Madya

0,040

Muda

0,020

Pertama

Laporan dan surat


keterangan
Laporan dan surat
keterangan
Laporan dan surat
keterangan
Laporan dan surat
keterangan

0,080

Utarna

0,060

Madya

0,040

Muda

0,020

Pertama

Laporan dan surat


keterangan
Laporan dan surat
keterangan

0,080

Utama

0,060

Madya

Laporan dan surat


keterangan
Laporan dan surat
keterangan

0,040

Muda

0,020

Pertama

Laporan dan surat


keterangan
Laporan dan surat
keterangan
Laporan dan surat
keterangan
Laporan dan surat
keterangan

4) Temu Karya bagi pelaku utama dan


pelaku usaha
a) Tingkat Nasional
b) Tingkat Provinsi
c) Tingkat KabupatenlKota
d) Tingkat Kecarnatan
5) Temu Usaha bagi pelaku utama dan
pelaku usaha
a) Tingkat Nasional
b) Tingkat Provinsi

c) Tingkat KabupatenlKota
d) Tingkat Kecamatan
6) Mimbar Sarasehan bagi kontak pelaku

utama dan pelaku usaha


a) Tingkat Nasional
b) Tingkat Provinsi
c) Tingkat KabupateniKota
d) Tingkat Kecamatan

s
53

rr,

Uu='

=!

V)

3
I-

Z,

Y
3

c --m
m w
m a

,!
.E,
i
"2
#=
g2 m

g<s
3

0-

2
3

3
C

m
C

5
I

9
3

cmctJ)

cPcr aro

.m
'o

2
,3

b
00

"

E
X

w
0

m 5
u3
m a

-I

Z
a2

..

5 5 182
g ~
. n : ~ ~ F z
G ~ mZ c Er U~~ ,. s $' 2 =E

55 5
g :$
?
$::$r
m m u n . c
C,
* S
n
E
$.mrn
m
=
.
=
s2SEI c
g ,
s -5 m _ m m s z x=m
2 $ O F E m

+2

2
zo2= g

.-m
0

5
3
--m

V
.-

Zg
&

zz

9,

P)

C
C
0)

5F

.m 3

2s
EX

a5

U)

..-

op
2
.

"

3
a 5
Er,
m

-$ @
$2.

3
Y

as

In C
x g
m
m a C m

6s
5%7gg

$5

:gzs

64

5;

a:

6;

- o . ~9

$ 3

a ~ ~ ~f2 .-; z o .
EXX

.-

cP

a s .a=C S Z . Z
3
= 5 : g,r 2 8

5 E%
2,
E u a~

-am

3s
nJ Zn
w m n

r-"

a 5 ti

g$

Z E 5 a m Z 3

-m

0 0 00000(0
- N
C O W N ~ W U I
0-00 0 0 0 0 0 0 0

2
m E

zi?

.-2 3

nz

5 E
2 "
a w,
a Zx E .-

: s, .=g ~ 5 . cm~=m mc5' m m r 2 . .


3 .
r" S .-- $ 2 2 5 2 S . Z 3.5
S-" Za %L Z C , 5 5 Za Z $m (. uz w~

28

kV1

m c m c m c
u m u m u m

m cu ~
0% 8 % a

3
C

0)

C'

a e

~ , ~ g ; i gi
0)

z
F

.C

- 9g-

.->
2

.-

A Y - I Y - l Y ~

m w 3 c

cu

--ax0

4
v $ . = sa' zm
Ld
m
m nz

$
m

E
3
V)

5
3
V1

E
3
V)

=>

5?-

ue~odel
ue~odel
ue~odel

OPL'O
OSP'O
OOZ'L

epnw
ekpen
eue~n

ueueyyad ueqnlnkuad
uep !sey!unwoy e!palu elola6uaw
u e ~ o d e!sew~oju!
l
ue~odel
ue~odel
ue~odel

9~0'0
080'0
OPZ'O
0~9'0

epnw
epnn
ehpew
ewem

01 1'0
680'0

eweln
ekpew

OOZ'1

ekpew

OOP'O

ewein

lesOd0~d

091'0

epnw

u e ~ o d e 1e q e s n e ~leeluew
!~
uep l!seq !senle~aBuayy 'o
ue~odel
e q e s n e ~ !ue6u!dwepuad
~
'q

080'0
060'0

epnw
eweuad

ueeqesne~!~ay
lesodo~dunsnLuayy

.e

ueueyyad qnlnAuad eqesneJ!M ue6ueqwafiuad


ue~odel

ueuey!~adueqnlnkuad y!u!ly/wn!JoleJoqel
leejuew yqeq uedwn !senlen2

'S

.q

~eUey!~ad
u!es!a ueqn~nkuady!u!ly/wn!JoleJoqe( u!es!puayy .e
ueuey!~ad
ueqnlnkuad y!u!ly/wn!JoleJoqel ue6ueqwafiuad .p

'6

e ~ o n ~ u a ~ e d n qleyEu!1
en
(c
!su!no~dley6u!l (2
~ e u o ! s e!ey6u!1
~
(1
~se!soselyoduolay
ueetjequralay J e w ueuey!Jad
eqesn ueequol~adue!el!uad ueynyelayy y
eion/ua~ednqenteyBu!l (c
!su!~o~
)ey6u!l
d
(1
l e u o ! s e ~leyEu!1 ( 1
!se!soselyoduolay
Jelue el~ay6u!~efafun6ueqwayy .a

eqesn nyepd neleluep eluetn nyepd


u e ~ o d e l ueebeqwalay uendureway ueyley6u!uayy .q

0C0'0

euJeUad

ue~odel

1~0'0

eueuad

e l s e ~ suefiuap yodwolay eqesn


u e ~ o d e luewl!uray 6ueje66uaw uep ueyqnqurnuayy

~11'0
E60'0
290'0
1~0'0

eueln
ehPeW
epnw
eweuad

epnm
ewe~ad
-

VNVSYVl3d

8~0'0

920'0
9
l1a3tin
rn313NV

ueuey!~adewein nyelad yodwolay


uendweway selay ueley6u!uad !el!uayy

.p
.9

eweln nyelad eqesn yodwolay


u e ~ o d e l uee5eqwalayl!se~adoyueyqnqwnuayy (2
eqesn nyelad
neleluep eweln nyelad uee6eqwalay
!se!sose uey6ueqway qnqwnuayy (1

ue~odel

~ I S V HN V n l V S

tlns~n
gns

N V ~ V I t~f l~l nYa

tlns~n

ON

ewegad
epnw
ewepad
ewepad
epnvi
eApe(n1
ePnN
epnw

0~0'0
OPO'O
OZO'O
OEO'O

OPO'O
090'0
OPO'O
090'0

090'0
080'0
080'0
021'0

ehpew
e~eln
e w n
e w n

060'0

epnw
ehpew
ehpew
ehpew

OPO'O
090'0
090'0

090'0

ePnvi

OEO'O

ewepad

~ A P ~ w 060'0

eue~n

0~1'0

~ A P ~ W 000'1

dasuoy
dasuoy
dasuoy
dasuoy
dasuoy
dasuoy
dasuox
dasuoy

ueuey!~ad
ueqnlnkuad ueeuesyelad yeduep !senle~=~I.
epasad !e6eqas (p
Jaqunsweu ie6eqas (3
seqequad te6eqas (q
!feKuad te6eqas (e
ue+euma>l (p
euasad !e6eqas (p
JaqunseJeu le6eqas (3
seqeqwad !e6eqas (q
!!eKuad !e6eqas (e

e~ontua~ednqen(E
dasuoy
eyasad !e6eqas (p
JaqunseJeu !e6eqas (3
dasuon
dasuoy
seqeqwad !e6eqas (q
dasuoy
!feKuad le6eqas (e
!SU!AOJd (2
dasuoy
epasad !e6eqas (p
dasuon
Jaqwnseleu !e6eqas (3
dasuoy
seqequad ie6aqas (q
dasuon
!lehuad !e6eqas (e
leuo!seN (1
ueuey!~adueqnlnKuad
ueeuesyeled !senleha l!seq uey!snys!puayy
ue~odel
ue~eue3a)l]ey6u!l (p
uwodei
uwodei
ue~odei

uaun~lsul

.3

e~onlua~ednqen
1ey6u!l (c
!SU!~O
ley6u!l
J~
(2
I ~ U O ! S ~1ey6u!1
N
(1
ueueyyad ueqnlnhuad
ueeuesyelad l!seq !senler\aBuayy .q
ueuey!~adueqnlnKuad
ueeuesyelad (!seq uwodelad !senleha
uep 6u!~ol!uouuaunqsu! ueyde!r(uayy .e
ueuey!~adueqnlnhuad
ueeuesyelad I!seq ue~odeladuep !senler\s

1103tlX

VNtlSYM3d

W9NV

~ I S V HN v n l v s

NVLVIOM

ue~odeladuep !senleg -3

tlllna

2
~

tlns~nans

tlns~n

ON

NO

UNSUR

SUB UNSUR

BUTlR KEGIATAN

SATUAN HASlL
5

d) sebagai peserta

3.

Laporan

Evaluasi penyuluhan spesifik lokasi, yang


terkait dengan kebijakan pembangunan
a. Menyusun instrumen evaluasi penyuluhan Instrumen
spesifik lokasi yang terkait dengan
kebijakan pembangunan perikanan
b. Mengumpulkan dan mengolah data hasil Data dan Naskah
evaluasi penyuluhan spesifik lokasi, yang
terkait dengan kebijakan pembangunan
perikanan

ANGKA
KREDIT

PELAKSANA
7

6
0,020

Pertama

1,200

Madya

0,900

Muda

0,123

Utarna

0.920

Utama

0,140

Utarna

0,600

Utama

Data
Menyiapkan dan mengolah bahanldata
inforrnasi tentang arah kebijakan
pengembangan penyuluhan perikanan yang
bersifat penyempurnaan
Menganalisis data informasi dan merumuskan Laporan
hasil kajian arah kebijakan pengembangan
penyuluhan perikanan yang bersifat
penyempurnaan

0,276

Muda

0,560

Utama

Menyusun rencanaldisain kajian arah kebijakan Disain


pengembangan penyuluhan perikanan yang
bersifat pernbaharuan
Data
5. Menyiapkan dan mengolah bahanldata
informasi tentang arah kebijakan
pengembangan penyuluhan perikanan yang
bersifat pembaharuan
6. Menganalis data informasi dan rnerumuskan Laporan
hasil arah kebijakan pengembangan
penyuluhan perikanan yang bersifat

0,560

Utama

0,280

Muda

c. Merumuskan hasil evaluasi penyuluhan

Ill. PENGEMBANGAN
PENYULUHAN
PERIKANAN

Laporan

spesifik lokasi, yang terkait dengan


kebijakan pembangunan perikanan
Pedoman umum
A. Penyusunan
1. Menyusun pedomanlpetunjuk peiaksanaanl
petunjuk teknis penyuluhan perikanan
pedomanlpetunjuk
pelaksanaan1petunJuk
teknis 2. Mengevaluasi pedomanlpetunjuk pelaksanaanl Laporan
penyuluhan perikanan
petunjuk teknis penyuluhan perikanan
1. Menyusun rencanaldisain kajian arah kebijakan Disain
B. Perumusan kajian arah
pengembangan penyuluhan perikanan yang
kebijakan pengembangan
bersifat penyempurnaan
penyuluhan perikanan
2.

3.

4.

0,560

Utama

NO

UNSUR

IV.

PE~GHUBANGAN
PROFESI

SUB UNSUR
3
C. Pengernbangan
MetodelSistem Kerja
Penyuluhan Perikanan

BUTlR KEGIATAN

1.

2.

A. Penyusunan karya tulislkarya 1.


ilmiah dibidang perikanan

2.

3.

Pengkajian metode dan sistern penyuluhan


perikanan
Perumusan metodelsistem baru penyuluhan
perikanan
Menyusun karya tulislkarya ilmiah dibidang
perikanan hasil kajianlevaluasi yang
dipublikasikan dalam bentuk buku yang
diterbitkan dan diedarkan secara nasional
Menyusun karya tulislkarya ilmiah dibidang
perikanan hasil kajianlevaluasi yang
dipublikasikan dalam bentuk rnajalah yang
diterbitkan dan diedarkan oleh DKP

Menyusun karya tulislkarya ilmiah dibidang


perikanan hasil tinjauanlulasan ilmiah yang
tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan di
5. Menyusun rnakalah berupa tinjauan atau
ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam
bidang perikanan yang tidak dipublikasikan
tetapi didokumentasikan di perpustakaan
dalam bentuk buku
6. Menyusun makalah berupa tinjauan atau
ulasan ilrniah hasil gagasan sendiri dalam
bidang perikanan yang tidak dipublikasikan
tetapi didokumentasikan di perpustakaan
dalam bentuk majalah
7. Menyusun tulisan ilmiah populer bidang
perikanan yang disebarluaskan melalui media
massa

B. Penerjemahanl penyaduran 1.

Dipublikasikan dalam bentuk buku yang


diterbitkan secara nasional

ANGKA
KREDIT

PELAKSANA
7

Laporan

0,280

Utama

Naskah Perumusan

0,250

Utama

Buku

12,500

Semua jenjang

6,000

Semua jenjang

5,000

Semua jenjang

Majalah

3,500

Semua jenjang

buku

4,000

Sernua jenjang

Majalah

2,500

Semua jenjang

Tulisan ilmiah

1,500

Semua jenjang

Buku

7,000

Semua jenjang

Majalah

Buku
Menyusun karya tulislkarya ilrniah dibidang
perikanan hasil tinjauanlulasan ilmiah yang
tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan di
perpustakaan dalam bentuk buku

4.

buku danpahan lain dibidang


perikanan

SATUAN HASlL

2.

Didokumentasikan dalam bentuk buku (kliping) Bukulkliping

3,000

Semua jenjang

3.

Didokumentasikan dalam bentuk majalah ilmiah Majalah


yang diakui oleh instansi berwenang

3,500

Semua jenjang

3,000

Sernua jenjang

1,500

Sernua jenjang

4.

Tidak dipublikasikan dalam bentuk buku

5.

Tidak dipublikasikan dalarn bentuk majalah

Buku
Buku

a
z
Y

sE,

"m'
s

rn

rn

5
m

>
X

E,

m'
u

E,

m
C

m
C

[3)

.-m

IS,

.-m

C
C

.-m
C

.-m
.-a

a
.C

a,
.m
x

m
*
.

"

m
0

m
C
.-m
C
, .- m
m

m
C

. mC

m
C

mcnm

.g.,a,,!&

m_.m_.z.m
C
C
C

. C
.

m m w

.-a,
(I,

.-a,

m
m
m
C
C
C
m
m. - m . -

.-m
.-a,

5
cn

5 cn

m m m
m
3
3
3
3
E E E
S , a , m

v,

7.-o

0 0 0 0
0
0 0 0

V)

L"
o

.m

In=-?

0
rg

0 - 0 -o

- 0
0

0
N-

.-a,

.-m

.-a,
m

.-cm
.-

.-a,
3

c n c n c n

S E E

0-

a,
.3

c n c n c n

-0

9
=m
cn
0

9
m
cn
0

2
0

cS

2
0
0-

'0

rT)

m
0

;--a
c~

:
a
r

C = %
m c c
m o m

P)

g.!%s g

2 X a

E,2& am

Y n n

5g

Tii"J

ci

2$DE.
% *
m r
c c m
2 'S g
E$%
m:

252

Erm
.S .E!
E&C

cS

0-

ao

-5
m

" c

g m
s
5
$P
5%

n?

0
0
0
0 1 0 0

0-

$ 2 E." 2
a
r,

'Zrn

Z " J 2 ",
E 'a.%
g 2 Ec
iii

aa

Z
W W

z3
3>

43

z3

!? E,

0'

= C %

."= a
mI:a
v

-3 .%1.% .E
s=a
Y

3; W Z
Qm

55

EL

a
53

5
(I,

EL
53

cn

53

P -

NO

. UNSUR

SUB UNSUR

. ri
E. Keanggotaan dalam

organisasi profesi
provinsilnasionall
internasional

F. Memperoleh ijazahlgelar
kepangkatan tidak sesuai
tugas

BUTlR KEGIATAN

SATUAN HASlL

ANGKA
KREDIT

PELAKSANA

1.

Penghargaanrranda Jasa Satya Lencana


a) 10 tahun
b) 20 tahun
c) 30 tahun
Sebagai pengurus dalam organisasi profesi

2.

Sebagai anggota dalarn organisasi profesi

PiagamISurat
keterangan

0.500

Sernua jenjang

3.

PiagarnISurat
keterangan
ljazahlgelar

0.250

Semua jenjang

1.

Sebagai pengurus dalam organisasi


kernasyarakatan
Doktor

15.000

Semua jenjang

2.
3.

Ma ister
Sarjana

Ijazahlgelar
Ijazahlgelar

10.000
5.000

Semua jenjang
Semua jenjang

2.

Piagam
Piagam
Piagam
Piagam ISurat
keterangan

1.000
2.000
3.000
1.000

Semua jenjang
Sernua jenjang
Semua jenjang
Semua jenjang

TAUFIQ EFFENDI

LAMPIRAN Ill: PERATURAN MENTERI NEGARA


PENDAYAGUNAANAPARATURNEGARA
NOMOR: PER119IM.PANI1012008
TANGGAL 20 Oktober 2008

JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL


UNTUK PENGANGKATANDAN KENAIKAN JABATANIPANGKAT
PENYULUH PERIKANAN DENGAN PENDlDlKAN SUPMlSMKlDlPLOMA I DlBlDANG PERIKANAN
JENJANG JABATANI GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT
PENYULUH PERIKANAN
NO.

UNSUR

PROSENTASE - PEV\KSANA
PEMULA
llla

lllb

lllc

llld

PELAKSANA
LANJUTAN
llllb
lllla

25

25

25

25

25

25

25

12

28

44

60

100

140

220

11

15

25

35

55

40

60

80

100

150

200

300

PELAKSANA

PENYELIA

l 1llc

lllld

UNSURUTAMA
A. Pendidikan :
25

a). Pendidikan Sekolah


b). Diklat
6. Penyuluhan Perikanan

2 80%

C. Pengembangan Profesi
2

UNSUR PENUNJANG
Kegiatan yang rnendukung pelaksanaan tugas
Penyuluh Perikanan
JUMLAH

S 20%

25

TAUFIQ EFFENDI

LAMPIRAN IV: PERATURAN MENTERl NEGARA


PENDAYAGUNAANAPARATURNEGARA
NOMOR: PER119IM.PANI1012008
TANGGAL 20 Oktober 2008
JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL
UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATANIPANGKAT
PENYULUH PERIKANAN DENGAN PENDlDlKAN DIPLOMA II DlBlDANG PERKANAN

NO.

JENJANG JABATANIGOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT

PENYULUH PERIKANAN
UNSUR

UNSURUTAMA
A. Pendidikan :

IB.

Penyuluhan Perikanan

C. Pengembangan Profesi

UNSUR PENUNJANG
Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas
Penyuluh Perikanan
JUMLAH

LAMPIRAN V PERATURAN MENTERI NEGARA


PENDAYAGUNAANAPARATURNEGARA
NOMOR: PER119lM.PANl1012008
TANGGAL 20 Oktober 2008
JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL
UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATANIPANGKAT
PENYULUH PERIKANAN DENGAN PENDlDlKAN SARJANA MUDAlDlPLOMA Ill DlBlDANG PERIKANAN
JENJANG JABATANIGOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT
NO.

UNSUR

PROSENTASE

PENYULUH PERIKANAN

PELAKSANA

PENYELIA

PELAKSANA LANJUTAN

lllc

Illd

lllla

llllb

llllc

lllld

60

60

60

60

60

60

16

32

72

112

192

18

28

48

80

100

150

200

300

UNSUR UTAMA
A. Pendidikan :
a). Pendidikan Sekolah
b). Diklat

8. Penyuluhan Perikanan

r 80%

C. Pengembangan Profesi

UNSUR PENUNJANG
Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas
Penyuluh Perikanan

120%

60

TAUFIQ EFFENDI

IAMPIRAN VI PERATURAN MENTERI NEGARA

PENDAYAGUNAANAPARATURNEGARA
NOMOR: PER119IM.PANI1012008
TANGGAL 20 Oktober 2008

JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL


UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATANIPANGKAT
PENYULUH PERIKANAN DENGAN PENDlDlKAN SARJANA (S1)IDIPLOMA IV

JENJANG JABATANI GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT


NO.

UNSUR

PROSENTASE

PENYULUH PERIKANAN
PERTAMA

MADYA

MUDA

UTAMA

Illla

Illlb

Illlc

lllld

IVIa

IVIb

IVIc

IVId

I Vle

100

100

100

100

100

100

100

100

100

40

80

120

240

360

480

600

760

10

20

80

60

90

120

150

190

150

200

300

400

550

700

850

1050

UNSURUTAMA
A. Pendidikan :
a). Pendidikan Sekolah
b). Diklat
B. Penyuluhan Perikanan

C. Pengembangan Penyuluhan Perikanan

2 80%

D. Pengembangan Profesi
2

UNSUR PENUNJANG
Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas
Penyuluh Perikanan
JUMLAH

120%

100

NDAYAGUNAAN

TAUFIQ EFFENDI

LAMPIRAN VII PERATURAN MENTERI NEGARA


PENDAYAGUNAANAPARATURNEGARA
NOMOR: PER1191M. PAN11012008
TANGGAL 20 Oktober 2008

JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL


UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATANIPANGKAT
PENYULUH PERIKANAN DENGAN PENDlDlKAN PASCA SARJANA (S2) DlBlDANG PERIKANAN

NO.

UNSUR

JENJANG JABATANl GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT


PENYULUH PERIKANAN
PROSENTASE
MUDA
MADYA
UTAMA
PERTAMA
IV/a
IVIb
IVIc
Illlb
llllc
IVId
Illld
IVIe

1 UNSUR UTAMA
A. Pendidikan :
a). Pendidikan Sekolah
b). Diklat
0. Penyuluhan Perikanan
C. Pengembangan Penyuluhan Perikanan

150

150

150

150

150

150

150

150

40

120

200

320

440

560

720

10

30

50

80

110

140

180

200

300

400

550

700

850

1050

2 80%

D. Pengembangan Profesi

UNSUR PENUNJANG
Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas
Penyuluh Perikanan
JUMLAH

s 20%
150

RATUR NEGARA,

LAMPIRAN Vlll PERATURAN MENTERI NEGARA


PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
NOMOR: PERI19IM.PANI1012008
TANGGAL 20 Oktober 2008
JUMIAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL
UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATANIPANGKAT
PENYULUH PERIKANAN DENGAN PENDlDlKAN DOKTOR (S3) DlBlDANG PERIKANAN

NO.
1

UNSUR

PROSENTASE

JENJANG JABATANIGOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT


PENYULUH PERIKANAN
UTAMA
MUDA
MADYA
IVld
IVIe
llllc
Illld
IVla
IVlb
IVlc

UNSURUTAMA
A. Pendidikan
200

200

200

200

200

200

2 80%

80

160

280

400

520

680

5 20%

20

40

70

100

130

170

300

400

550

700

850

1050

a). Pendidikan Sekolah


b). Diklat
B. Penyuluhan Perikanan

200

C. Pengembangan Penyuluhan Perikanan


D. Pengembangan Profesi
2

UNSUR PENUNJANG
Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas
Penyuluh Perikanan
JUMLAH

200

TAUFIQ EFFENDI

LAMPIRAN IX PEFUTURAN MENTERI NEGARA


PENDAYAGUNAAN APAFUTUR NEGARA
NOMOR: PEW19IM.PANI1012008
TANGGAL 20 Oktober 2008
ANGKA KREDIT KUMULATIF
UNTUK PENYESUAlANllNPASSlNG BAG1 JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH PERIKANAN KETERAMPllAN
7

ANGKA KREDIT DAN MASA KEPANGKATAN

GOLONGAN
RUANG

SlTBllJAZAH ATAU
YANG SETINGKAT

KURANG 1 TAHUN

1 TAHUN

2 TAHUN

3 TAHUN

4 TAHUNI LEBIH

llla

SLTAID.I

25

28

31

35

40

lllb

SLTND.IlDII

40

45

50

55

60

SLTAID.IIDII

60

65

70

75

80

3
4
5
6
7
8

Illc
Illd
Illla
llllb
Illlc
Illld

SARJANA MUDAID Ill

60

66

72

78

80

SLTA/D.IlDII

80

83

87

91

100

80

85

90

95

100

100

110

120

130

150

SARJANA MUDAID Ill

100

111

122

133

150

SLTND.IIDII

150

160

170

180

190

SARJANA MUDAID Ill

150

161

172

183

200

SLTND.IIDII

200

222

244

267

290

SARJANA MUDAID Ill

200

223

247

271

295

SLTAID.IIDII

300

300

300

300

300

SARJANA MUDA ID Ill

300

300

300

300

300

SARJANA MUDA ID Ill


SLTND.IlDII

('xGhiy

PENDAYAGUNAAN APARA UR NEGARA

TAUFIQ EFFENDI

LAMPIRAN X PERATURAN MENTERI NEGARA


PENDAYAGUNAANAPARATURNEGARA
NOMOR: PERH 9lM.PANH 012008
TANGGAL 20 Oktober 2008
ANGKA KREDIT KUMUlATlF
UNTUK PENYESUAlANllNPASSlNGBAG1 JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH PERIKANAN KEAHLIAN

(/7GhEgW
PENDAYAGUNAANAPA

TURNEGARA

TAUFIQ EFFENDI

Anda mungkin juga menyukai