Anda di halaman 1dari 5

Material and Machine

Sthreng :
1. Setiap pasien berhak menempati 1 tempat tidur dan 1 lemari pasien
2. Ruangan telah memiliki dan terdapat tempat sampah yang berbeda untuk
sampah medis, sampah non medis dan sampah bekas botol injeksi/infus
3. Ruangan telah memiliki lemari obat dan lemari cairan yang telah dilakukan
pemilahan obat antar pasien
4. Ruangan teratai memiliki 3 buah kursi roda untuk keperluan mobilisas pasien
5. Ruangan memiliki alat penunjang seperti infus pump, syring pump, autoklaf
dan EKG
6. Ruangan memiliki jumlah seprei, selimut dan sarung bantal yang cukup untuk
memenuhi kebutuhan

Weekness :
1. Ruangan memiliki alat medis penunjang yang minim, hanya memiliki 1 buah
per items
2. Alat steril yang dimiliki digunakan bersama dengan ruangan lain
3. Alat penunjang seperti oxymetry dan gluko stick digunakan bersama dengan
ruangan lain
4. Pengolahan/pemilahan sanitasi (sampah) tidak berjalan dengan semestinya
5. Jumlah tempat sampah medis dan non-medis yang kurang
6. Peletakan tempat sampah kurang strategis dan tidak dapat dijangkau oleh
keluarga pasien
7. Pasien tidak dilakukan verbed setiap pagi, seprei diganti hanya saat Nampak
kotor

Oportunitis
1. RS memiliki program kebijakan tentang pemilahan sampah
2. Ruang teratai terdiri dari 23 tempat tidur yang terbagi dalam 3 kelas
perawatan, yaitu ruang elas I, ruang kelas II, dan bangsal kelas III, serta
dilegkapi dengan ruang isolasi

Threat :
1. Perbandingan jumlah tempat tidur pada setiap ruang kelas kurang sesuai
2. RS tidak memiliki sanksi terhadap pelanggaran pemilahan sampah

Analisa SWOT
N
o
1

Faktor Internal
Streng (Kekuatan)
Setiap pasien berhak
menempati 1 tempat
tidur dan 1 lemari
pasien
Ruangan telah
memiliki dan terdapat
tempat sampah yang
berbeda untuk
sampah medis,
sampah non medis
dan sampah bekas
botol injeksi/infus
Ruangan telah
memiliki lemari obat
dan lemari cairan
yang telah dilakukan
pemilahan obat antar
pasien
Ruangan teratai
memiliki 3 buah kursi
roda untuk keperluan
mobilisas pasien

Ruangan memiliki
alat penunjang
seperti infus pump,
syring pump, autoklaf
dan EKG
6
Ruangan memiliki
jumlah seprei,
selimut dan sarung
bantal yang cukup
untuk memenuhi
kebutuhan
TOTAL

Bobot

Skor

0.10

0.38

0.19

0.76

0.05

0.19

0.14

0.43

0.24

0.71

0.29

0.86

3.33

No

Faktor Internal

Bobot

Skor

Weekness
(Kelemahan)
Ruangan memiliki alat
medis penunjang
yang minim, hanya
memiliki 1 buah per
items
Alat penunjang
seperti oxymetry dan
gluko stick digunakan
bersama dengan
ruangan lain
Alat steril yang
dimiliki digunakan
bersama dengan
ruangan lain
Pengolahan/pemilaha
n sanitasi (sampah)
tidak berjalan dengan
semestinya
Jumlah tempat
sampah medis dan
non-medis yang
kurang
Peletakan tempat
sampah kurang
strategis dan tidak
dapat dijangkau oleh
keluarga pasien
Pasien tidak dilakukan
verbed setiap pagi,
seprei diganti hanya
saat Nampak kotor

0.25

1.00

0.04

0.14

0.21

0.64

0.07

0.29

0.11

0.32

0.14

0.57

0.18

0.54

3.50

Total
Sumbu X: streng- weekness= 3.33-3.50 = -0.17
N
o
1

Faktor eksternal
Opportunities
(kesempatan)
RS memiliki program
kebijakan tentang

Bobot

Skor

0.67

2.67

pemilahan sampah
2

Ruang teratai terdiri


dari 23 tempat tidur
yang terbagi dalam 3
kelas perawatan,
yaitu ruang elas I,
ruang kelas II, dan
bangsal kelas III,
serta dilegkapi
dengan ruang isolasi

Total
N
o
1

Faktor eksternal
Threat (ancaman)
Perbandingan jumlah
tempat tidur pada
setiap ruang kelas
kurang sesuai
RS tidak memiliki
sanksi terhadap
pelanggaran
pemilahan sampah

0.33

1.00

1.00

3.67

Bobot

Skor

0.67

0.67

0.33

0.67

1.00

1.33

Total
Sumbu Y= opportunities-threat= 3.67-1.33= 2.34
KURVA SWOT

(+) Eksternal
(KESEMPATAN)
Kuadran III
Ubah strategi

Y (2.34)

Kuadra
nI

X (-0,17)
(-) Internal
(KELEMAHAN)

(+) Internal
(KEKUATAN)

Kuadra
n II

Kuadran IV

Penjelasan

(-) Eksternal

Dari kurva diatas, titik pertemuan


garis berada di kuadran 3. Dimana diperlukan
(ANCAMAN)
perubahan strategi, yang atinya di ruang teratai memiliki peluang yang bagus dan
kuat, namun memiliki strategi yang lemah. Dapat diartikan ruang teratai
berpeluang untuk memiliki organisasi yang lebih kuat dan lebih maju dengan
memanfaatkan peluang untuk mendukung dan membuat strategi baru untuk suatu
kesempatan yang lebih maju sekaligus memperbaiki kinerja organisasi.