Anda di halaman 1dari 7

1. Interaksi Obat dengan makanan yang mempengaruhi hasil lab ?

Jawab :
Contoh: MAO inhibitor dengan makanan yang mengandung tiramin (keju, daging,
anggur merah) akan menyebabkan krisis hipertensif karena tiramin memacu pelepasan
norepinefrin sehingga terjadi tekanan darah yang tidak normal (Grahame- Smith dan
Arronson, 1992), makanan berlemak meningkatkan daya serap griseofulvin, (Shim dan
Mason, 1993).
Misalnya pada pemakaian laksativ golongan antraquinon dapat menyebabkan tes urin
pada uribilinogen tidak akurat (Stockley, 1999), atau dengan perubahan zat yang dapat diukur
contohnya perubahan tes tiroid yang disesuaikan dengan terapi estrogen (Shimp dan Mason,
1993)
Lampiran 3 Interaksi Obat-Makanan yang bermakna klinis
Obat

Interaksi

Akibat klinis yang mungkin

Tetrasiklin

Penurunan ketersediaanhayati dengan susu Gagal terapi


dan produk susu

Siprofloksasin

Penurunan ketersediaanhayati dengan susu Gagal terapi


dan produk susu

Azitromisin

Penurunan ketersediaanhayati dg makanan Gagal terapi

Itrakonazol

Penurunan ketersediaanhayati dg makanan Mungkin Gagal terapi

Penisilamin

Penurunan ketersediaanhayati dg makanan Gagal terapi

Didanosin

Makanan mengurangi ketersediaanhayati Gagal terapi

Indinavir

Makanan mengurangi ketersediaanhayati Gagal terapi

Saquinavir

Garlic (allicin) mengurangi


ketersediaanhayati

Aktivitas antiviral berkurang

Atiovaquone

Makanan meningkatkan ketersediaanhayatiKhasiat bertambah bila bersama


makan

Lovodopa

Protein mengurangi transpor ke otak

Menurunkan khasiat

Teofilin

Makanan lemak meningkatkan penyerapan Kemungkinan toksisitas

Warfarin

Makanan kaya Vitamin K melawan efek

menurunkan efek antikoagulasi

antikoagulans
Siklosporin

Makanan dan sari grapefruit meningkatkan mungkin toksisitas


kadar plasma

Alendronate

Makanan mengurangi ketersediaanhayati Gagal terapi

Penghambat

Meningkatkan kadar tiramin

Krisis hipertensi

Sari Grapefruit meningkatkan

Kadar plasma bertahan lebih lama

MAO
Terfanadin

ketersediaanhayati
Felodipin

Makanan meningkatkan ketersediaanhayatiEfek samping lebih besar

Diuretik

Makanan mengurangi ketersediaanhayati Gagal terapi

Spironolakton

Makanan mengurangi ketersediaanhayati Khasiat bertambah bila bersama


makan

Propranolol

Makanan menambah ketersediaanhayati

Efek samping bertambah

2. Perbedaan drug substance dan drug product!


Jawab :
Drug substance (zat obat) merupakan bahan murni yang diekstrak melalui tindakan
farmakologi, dan dikomendasikan dengan bahan lain selanjutnya akan digunakan untuk
memformulasikan produk obat. Zat obat bias terdiri dari bahan aktif yang diinginkan, zat
yang berkaitan dengan produk, dan juga sisa yang muncul selama proses tindakan

farmakologi. Dia juga bias terdiri dari komponen lain seperti buffer. Zat obat adalah zay yang
tidak siap untuk dikonsumsi oleh tubuh.
Sedangkan drug product (produk obat) merupakan produk jadi akhir yang mana berisi
satu atau lebih zat obat yang dikombinasikan dan ditunjukan untuk manusia atau hewan.
Produk obat juga biasanya mengandung bahan tidak aktif. Bahan tambahan yang tidak aktif
ini digunakan pada saat formulasi untuk memfasilitasi proses pembuatan, menjaga stabilitas,
memban tu dalam identifikasi produk, atau meningkatkan krakteristik bahan lainnya. Produk
obat bias langsung dikonsumsi oleh tubuh.
3. Contoh dari buku Developing hal 29
Jawab :

Provide examples of drug therapy problems:


1. Needing pharmacotheraphy and not receiving it (a drug indication)
-

Gejala yang tidak diobati dengan benar, contoh penderita hipertensi primer essensial,
tidak diobati dengan obat golongan diuretic tiazid

Gagalnya penambahan terapi obat yang seharusnya dilakukan, contoh buruknya


pengobatan pada penderita/pasien hipertensi dikarenakan tidak ditambahkannya
penggunaan beta-bloker bersamaan denga tiazid

Gagalnya melakukan terapi pencegahan, contoh dosis aspirin yang terlalu kecil
sebagai profilaksis anti-platelet pada penderita/pasien Ischaemic Heart Disease (IHD)

Kurangnya konseling atau pemberian informasi tentang terapi pada penderita/pasien,


contohnya pada penderita TB

2. Taking or receiving the wrong drug

Adanya kontraindikasi, seperti pemberian obat golongan beta-bloker pada penderita /


pasien asma

Adanya obat yang lebih efektif untuk penderita/pasien, misal pada pengobatan
hiperlipidemia penggunaan statin lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan
fibrat

Tidak tepatnya jenis sedian obat yang diberikan, contoh obat anti-hipertensi dengan
sistem sustained release pada penderita/pasien yang memiliki colostomy

Obat yang diberikan tidak sesuai indikasi dari penderita/pasien, contoh obat antiinflamasi golongan NSAID diberikan dalam waktu jangka panjang untuk
penderita/pasien osteoarthritis yang tidak memiliki suatu inflamasi ketika analgesik
yang lain akan lebih efektif

Kondisi refraktori terhadap obat, contoh dosis tinggi steroid pada sediaan inhalasi
pada penderita/pasien dengan Chronic Obstructive pulmonary disease (COPD) yang
tidak akan memiliki respon terhadap adanya pemberian steroid

3. Taking or receiving too little of the correct drug


-

Berkurangnya absorpsi obat dikarenakan adanya interaksi obat, contoh interaksi


antara tetrasiklin dan besi

Hilangnya kadar obat pada darah (khasiat obat yang diharapkan) dikarenakan
salahnya penyimpanan, contoh terganggunya cara penyimpanan vaksin yang
seharusnya ditempatkan pada ruangan pada suhu dingin

Tidak benarnya pemakaian obat, contoh buruknya cara pemakaian pada sediaan
inhalasi

Adanya/terjadinya toleransi obat, contoh kesalahan yang disebabkan oleh adanya


kadar nitrat yang bebas selama 8 jam

Penentuan dosis yang salah, contoh ACE inhibitor dengan dosis yang kecil pada
penderita/pasien gagal jantung ketika penderita/pasien dapat lebih membantu pada
dosis tinggi

4. Taking or receiving too much of the correct drug


-

Dosis yang diberikan dari suatu obat terlalu tinggi, misalkan penggunaan 5 mg
bendroflumethiazide untuk pengobatan hipertensi

Penggunaan obat dengan durasi yang tidak tepat, misal penggunaan antibiotik selama
10 hari untuk pengobatan uncomplicated urinary tract infection (UTI)

Meningkatnya kadar obat yang diakbatkan adanya interaksi obat, contoh penggunaan
teofilin dan ciprofloxacin menyebabkan terjadinya toksisitas pada teofilin

Salahnya dosis suatu obat yang diberikan, contoh penggunaan parasetamol pada
orang dewasa melebihi 4 gram

5. Experiencing an adverse drug reaction


-

Terjadinya efek yang tidak diinignkan, misal ototoxicity dengan obat aminoglikosida

Terjadinya reaksi atau efek alergi, misal anafilaksis dengan golongan obat penisilin

Terjadinya suatu interaksi obat, misal pada penggunaan beta-bloker dan verapamil
akan menyebabkan penghalangan/penyumbatan antrioventricular

Obat yang digunakan tidak aman untuk penderita/pasien, contoh penggunaan


kontrasepsi secara oral untuk penderita/pasien dengan riwayat hidup memiliki Deep
Vein Thrombosis (DVT)

6. Experiencing a drug-drug or drug-food interaction

Terjadinya interaksi obat dalam proses absorbsi (penyerapan) obat, sehingga


dibutuhkan pengaturan pemisahan waktu pemberian obat. Contoh metoklorpropamid
mempercepat waktu pengosongan lambung

Terjadinya interaksi berupa induksi enzim (obat dapat meningkatkan kecepatan


metabolism obat lain dan mengakibatkan pengurangan efek) ataupun inhibisi enzim
(mengakibatkan akumulasi dan peningkatan toksisitas obat lain). Contoh penggunaan
karbamazepin, barbiturate, fenitoin dapat menyebabkan kegagalan terapeutik
warfarin.

Terjadinya interaksi yang disebabkan adanya perubahan/reaksi fisika dan kimia antara
2 obat atau lebih yang dapat dikenal/dilihat, yang berlangsung diluar tubuh dan
mengakibatkan aktivitas farmakologi obat tersebut hilang/berubah

Terjadinya interaksi obat dengan makanan yang akan mengakibatkan berkurangnya


efek atau meyebabkan toksisitas, contoh pemakaian bersama tetrasiklin dengan susu
akan membentuk senyawa pengkhelat

7. Not taking or receiving the drug prescribed


-

Ketersediaan produk obat tidak tersedia

Harga produk obat tidak terjangkau bagi penderita atau pasien

Obat dengan sengaja tidak diambil atau ditebus oleh penderita atau pasien

Obat tidak bias digunakan/dikonsumsi, misal penderita/pasien stroke yang sedang


mengalami dysphagia

Kepercayaan (health belief, budaya) atau beberapa alasan lain yang mempengaruhi
kepatuhan pengobatan dari seorang penderita atau pasien

8. Taking or receiving a drug for no valid indication

Tidak adanya indikasi medis yang ditemukan, contoh penggunaan antibiotic untuk
pengobatan infeksi virus

Adanya duplikasi terapi obat, contoh penggunaan nitrat dalam bentuk transdermal
patch dan penggunaan nitrat dalam bentuk sediaan oral

Obat yang digunakan menyebabkan penderita/pasien menjadi ketergantungan pada


obat tersebut, contoh penggunaan pada heroin

Terapi/pengobatan tanpa penggunaan obat lebih baik, contoh penderita/pasien tahap


pertama dari penyakit duodenal ulcer berhasil diobati dengan penggunaan ranitidine,
dia bertanya tentang cara untuk mengurangi rasa stress yang dia anggap hal tersebut
disebabkan atau diperburuk oleh kondisi ulcer penderita/pasien tersebut