Anda di halaman 1dari 9

STRUKTURALISME DAN FUNGSIONALISME

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Teori Perubahan Sosial Dan Pembangunan
yang dibina oleh Bapak Sucipto

Oleh
Adelina Nurita Dewi P.
Alfanda Nindyes Dewanti
Amella Minangkhani P.
Andini Dwi Saputri
Anggadeta Tuodola
Ani Mutia Purnamasari
Ario Pramono
Asri Ramadani
Astra Ari Hidayati
Berlian Rusdianto
Dodik Septiadji

(130141600)
(130141600)
(130141600)
(130141613928)
(130141613924)
(130141600488)
(130141600487)
(130141600472)
(130141613920)
(130141600479)
(130141600)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Februari 2015

BAB I
PENDAHALUAN

Latar Belakang
Fungsionalisme dan strukturalisme merupakan tradisi intelektual yang
terkemuka dalam teori sosial. Dalam beberapa aspek, fungsionalisme dan
strukturalisme memiliki kesamaan asal usul, dan sama-sama memiliki sifat
penting. Sedangkan dalam bentuk teori sosial strukturalisme didefinisikan
sebagai penerapan model-model linguistik yang dipengaruhi oleh linguistik
struktural untuk menjabarkan fenomena sosial dan struktural. Dalam wacana
ilmu-ilmu sosial, strukturalisme merupakan penerapan analisi bahasa ke
wilayah sosial. Pendekatan strukturalisme yang berasal dari linguistik,
menekankan pengkajiannya pada hal-hal yang menyangkut pengorganisasian
bahasa dan sistem sosial.
Fungsionalisme struktural atau lebih popular dengan struktural fungsional
merupakan hasil pengaruh yang sangat kuat dari teori sistem umum di
manapendekatan fungsionalisme yang diadopsi dari ilmu alam khususnya
ilmu biologi, menekankan pengkajiannya tentang cara-cara
mengorganisasikan dan mempertahankan sistem. Fungsionalisme struktural
atau analisa sistem pada prinsipnyaberkisar pada beberapa konsep, namun
yang paling penting adalah konsep fungsi dankonsep struktur.
2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Strukturalisme dan Fungsionalisme?
2. Apa sajakah ciri-ciri Strukturalisme dan Fungssionalisme?
3. Bagaimana metode dalam Strukturalisme dan Fungsionalisme?
4. Bagaimana hubungan Strukturalisme dan Fungsionalisme terhadap
perubahan sosial?
1

Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari strukturalisme dan fungsionalisme
2. Untuk mengetahui ciri-ciri dari strukturalisme dan fungsionalisme
3. Untuk mengetahui metode dalam strukturalisme dan fungsionalisme

4. Untuk mengetahui strukturalisme dan fungsionalisme dengan

perubahan sosial

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Strukturalisme dan Fungsionalisme

Strukturalisme pertama kali diperkenalkan oleh Wundt setelah ia


melakukan eksperimennya di laboratorium. Strukturalisme adalah faham atau
pandangan yang menyatakan bahwa semua masyarakat dan kebudayaan
memiliki suatu struktur yang sama dan tetap. Strukturalisme juga adalah
sebuah pembedaan secara tajam mengenai masyarakat dan ilmu
kemanusiaan Strukturalisme merupakan suatu pendekatan terhadap ilmu-ilmu
manusia yang mencoba untuk menganalisis bidang tertentu (misalnya,
mitologi) sebagai sistem kompleks yang saling berhubungan. Strukturalisme
memiliki berbagai tingkat pengaruh dalam ilmu sosial, dan pengaruh sangat
kuat dapat terlihat di bidang sosiologi. Aliran Strukturalisme menyatakan
bahwa budaya manusia harus dipahami sebagai sistem tanda (system of
signs).
Fungsionalisme adalah orientasi dalam psikologi yang menekankan pada
proses mental dan menghargai manfaat psikologi serta mempelajari fungsifungsi kesadaran dalam menjembatani antara kebutuhan manusia dan
lingkungannya. Fungsionalisme memandang bahwa pikiran, proses mental,
persepsi indrawi, dan emosi adalah adaptasi organisme biologis.
Fungsionalisme lebih menekankan pada fungsi-fungsi dan bukan hanya faktafakta dari fenomena mental, atau berusaha menafsirkan fenomena mental
dalam kaitan dengan peranan yang dimainkannya dalam kehidupan.
B. Ciri-ciri Strukturalisme dan Fungsionalisme
1. Strukturalisme
a) pemusatan pada deskripsi keadaan aktual obyek melalui
penyelidikan, penyingkapan sifat-sifat instrinsiknya yang tidak
terikat oleh waktu dan penetapan hubungan antara fakta atau unsurunsur sistem tersebut melalui pendidikan. Strukturalisme
menyingkapkan dan melukiskan struktur inti dari suatu obyek
(hirarkinya, kaitan timbal balik antara unsur-unsur pada setiap
tingkat) (Bagus, 1996: 1040).
b) Desentralisasi manusia.
c) Manusia sebagai subjek.
d) Manusia di bicarakan dalam rangka struktur bahasa, sosial, ekonomi,
dan politik.
2. Fungsionalisme
a) Menekankan pada fungsi mental dibandingkan dengan elemenelemen metal. Aktivitas mental tidak dapat dipisahkan dari aktivitas
fisik, maka stimulus dan respons adalah suatu kesatuan.

b) Kemampuan

individu untuk berubah sesuai tuntutan dalam


hubungannya dengan lingkungan adalah sesuatu yang terpenting.
c) Sangat memandang penting aspek terapan atau fungsi dari psikologi
itu sendiri bagi berbagai bidang dan kelompok manusia.
C. Metode Strukturalisme dan Fungsionalisme
1. Fungsionalisme

Aliran ini mempelajari fungsi dan tingkah laku atau proses mental,
bukan hanya mempelajari struktural. Metode yang dipakai oleh aliran
fungsionalisme dikenal sebagai metode observasi tingkah laku dan
instropeksi .
a) Metode observasi tingkah laku terbagi menjadi 2 (dua) yaitu:
1) Metode Fisiologis
Menguraikan tingkah laku dari sudut pandang anatomi dan ilmu
faal. Jadi, mempelajari perilaku yang dikaitkan dengan organorgan tubuh dan sistem sarafnya.
2) Metode Variasi Kondisi
Tidak semua tingkah laku manusia dapat dijelaskan dengan
anatomi dan fisiologi, karena manusia mempunyai sudut
psikologis. Metode variasi kondisi iniah yang merupakan metode
eksperimen dari aliran fungsionalisme.
b) Metode Introspeksi
Stimulus berasal dari lingkungan secara alamiah, bisa pada banyak
bagian sekaligus sehingga jiwa menunjukkan fungsinya. Metode ini
terlalu bersifat subjektif sehingga sulit di sistematika dan sulit
dikuantitatifkan.
2. Strukturalisme
D. Hubungan Strukturalisme dan Fungsionalisme Terhadap Perubahan

Sosial
Dalam perspektif fungsionalisme strukturalisme, masyarakat dipandang
sebagai organisme biologis. Pandangan seperti ini melahirkan anggapan
bahwa pada dasarnya masyarakat terintegrasi di atas dasar kata sepakat pada
anggotanya akan nilai-nilai kemasyarakatan tertentu yang memiliki daya
mengatasi perbedaan-perbedaan pendapat dan kepentingan di antara para
anggota masyarakat.

Oleh karena itu, teori fungsionalisme strukturalisme memandang


masyarakat secara statis. Perilaku orang-orang (persons) menurut teori ini
selalu dijelaskan melalui peran-peran mereka, dan hak serta kewajiban
merupakan hasil dari posisi-posisi formal yang mereka duduki di dalam
berbagai pranata yang ada di dalam masyarakat yang bersangkutan. Dan,
kontribusi pranata-pranata tersebut adalah dalam memelihara atau menjaga
struktur sosial dalam suatu bentuk keseimbangan (equilibrium). Karena
sifatnya yang demikian maka aliran pemikiran ini disebut juga sebagai
equilibrium approach (equilibrium theory) atau integration approach
(integration theories).
Teori fungsionalisme strukturalisme dibangun atas sejumlah asumsi
sebagai berikut :
1. Masyarakat harus dilihat sebagai satu sistem dari pada bagian-bagian
yang saling berhubungan satu sama lain.
2. Adanya hubungan pengaruh mempengaruhi di antara bagian-bagian
tersebut bersifat ganda dan timbal balik.
3. Sekalipun integrasi sosial tidak dapat dicapai dengan sempurna, namun
secara fundamental sistem sosial selalu cenderung bergerak kearah
ekulibrium yang bersifat dinamis: menanggapi perubahan-perubahan
yang datang dari luar.
4. Sekalipun disfungsi, ketegangan-ketegangan dan penyimpanganpenyimpangan (akibat pengaruh dari luar) senantiasa terjadi juga, akan
tetapi dalam jangka panjang keadaan tersebut akan teratasi dengan
sendirinya melalui penyesuaian-penyesuaian dan proses
institusionalisasi. Dengan kata lain sekalipun integrasi sosial pada tingkat
yang sempurna tidak akan pernah tercapai, akan tetapi setiap sistem
sosial akan senantiasa berproses ke arah itu.
5. Perubahan-perubahan di dalam sistem sosial pada umumnya terjadi
secara gradual, melalui penyesuaian-penyesuaian dan tidak secara
revolusioner. Perubahan yang drastis sifatnya pada umumnya pada
bentuk luarnya saja, sedangkan unsur-unsur sosial yang menjadi
bangunan dasarnya tidak seberapa mengalami perubahan.
6. Biasanya perubahan sosial terjadi melalui tiga macam kemungkinan : (a)
penyesuaian-penyesuain yang dilakukan oleh sistem sosial tersebut
terhadap perubahan-perubahan dari luar; (b) pertumbuhan melalui proses
diferensiasi structural dan fungsional; (c) penemuan-penemuan baru oleh
anggota masyarakat.

7. Faktor paling penting yang memiliki daya mengintegrasikan satu sistem

sosial adalah consensus diantara para anggota masyarakat mengenai


nilai-nilai kemasyarakatan tertentu dan diyakini kebenaranya. Sistem
nilai tersebut tidak hanya merupakan sumber berkembangnya integrasi
sosial tetapi sekaligus juga merupakan unsure yang menstabilkan sistem
sosial itu sendiri.
Jadi, struktural fungsionalisme memandang masyarakat sebagai satu
sistem dari struktur-struktur sosial. Karena sifatnya yang menjaga
keseimbangan dalam struktur sosial masyarakat, maka konflik selalu
dipandang sebagai suatu yang difungsional bila mengakibatkan perubahan
terhadap struktur sosial yang ada. Struktur sosial disini diartikan sebagai
suatu pola yang bertahan relative lama dalam rangkaian hubungan-hubungan
sosial dimana didalamnya terdapat aturan yang membuat masyarakat menjadi
teratur. Berdasarkan hal tersebut, perubahan selalu dianggap datang dari luar,
dan selalu pula dianggap menyinggung atau mengganggu keseimbangan
sistem yang ada sehingga perubahan juga dianggap sebagai suatu yang
difungsional.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Strukturalisme merupakan suatu pendekatan terhadap ilmu-ilmu manusia


yang mencoba untuk menganalisis bidang tertentu (misalnya, mitologi)
sebagai sistem kompleks yang saling berhubungan. Sedangkan
Fungsionalisme lebih menekankan pada fungsi-fungsi dan bukan hanya faktafakta dari fenomena mental, atau berusaha menafsirkan fenomena mental
dalam kaitan dengan peranan yang dimainkannya dalam kehidupan.

Daftar Pustaka
Melidar. 2012. Teori Fungsionalisme. (online).
(http://www.scribd.com/doc/102618533/Makalah-Teori-Fungsional#scribd
Azizah, Nur. 2012. Makalah Dalam Aliran-Aliran psikologi.
http://humamsyaharuddin.blogspot.in/2011/02/makalah-aliran-aliran-dalampsikologi_22.html?m=1) diakses 05 Februari 2015
Wikipedia. 2014. Strukturalisme. (online).
(http://id.wikipedia.org/wiki/StrukturalismeC) diakses 05 Februari 2015
Thanjung, Amry. 2013. Fildafat Strukturalisme. (online).
(Amry90.blogspot.com/2013/06/filsafat-strukturalisme.html?m=1) diakses
05 Februari 2015