Anda di halaman 1dari 102

KESEHATAN

LINGKUNGAN
Oleh:
Prof. H. Didik Sarudji,
M.Sc

VEKTOR PENYAKIT

BAB III:
VEKTOR
1

A. TUJUAN

TUJUAN

PENDAHULUAN

ENULARAN PENY

1.

MEMAHAMI PENGERTIAN VEKTOR


PENYAKIT

2.

MEMAHAMI PERANAN VEKTOR DALAM


PENULKARAN PENYAKIT

3.

MEMAHAMI PRINSIP-PRINSIP
PENULARAN PENYAKIT DAN
PENCEGAHANNYA

4.

MEMAHAMI BEBERAPA ISTILAH


PENTING DALAM PEMBERANTASAN
PENYAKIT

5.

MEMAHAMI MATA RANTAI PEULARAN


PENYAKIT DAN CARA MEMATAHKANNYA

ECTOR-BORNE DISEASES

NYAMUK
LALAT
RODENT
VEKTOR LAIN

VEKTOR PENYAKIT

A. TUJUAN

TUJUAN

PENDAHULUAN

6.

MENGETAHUI BEBERAPA JENIS


PENYAKIT YANG DITULARKAN
VEKTOR (VECTOR-BORNE
DISEASES)

7.

SURVEILLANCE DAN
PENGENDALIAN NYAMUK

8.

MEMAHAMI PERANAN NYAMUK


DALAM PENULARAN PENYAKIT:
JENIS,
KARAKTERISTIK,
JENIS PENYAKIT YANG DITULARKAN,
CARA PENULARAN, DAN
METODE PENGENDALIANNYA.

ENULARAN PENY

ECTOR-BORNE DISEASES

NYAMUK
LALAT
RODENT
VEKTOR LAIN

VEKTOR PENYAKIT

A. TUJUAN

TUJUAN

PENDAHULUAN

9.

ENULARAN PENY

ECTOR-BORNE DISEASES

NYAMUK
LALAT
RODENT
VEKTOR LAIN

MEMAHAMI PERANAN LALAT DALAM


PENULARAN PENYAKIT:
JENIS,
KARAKTERISTIK,
PENYAKIT YANG DITULARKAN,
CARA PENULARAN, DAN
METODE PENGENDALIANNYA.

10. MEMAHAMI PERANAN RODENT (BIN


PENGERAT) DALAM PENULARAN
PENYAKIT:

JENIS,

KARAKTERISTIK,

PENYAKIT YANG DITULARKAN,

CARA PENULARAN, DAN

METODE PENGENDALIANNYA.
VEKTOR PENYAKIT

TUJUAN

A. TUJUAN

11. MEMAHAMI PERANAN VEKTOR LAIN


(KECOA, PINJAL (TICKS), KUTU
ENULARAN PENY
(LICE), MOLLUSCA, DAN BLACK FLY)
DALAM PENULARAN PENYAKIT:
ECTOR-BORNE DISEASES

JENIS,

KARAKTERISTIK,
NYAMUK

PENYAKIT YANG DITULARKAN,

CARA PENULARAN, DAN


LALAT

METODE PENGENDALIANNYA.

PENDAHULUAN

RODENT

VEKTOR LAIN

VEKTOR PENYAKIT

A. TUJUAN

TUJUAN

1.
2.
ENULARAN PENY 3.
4.

PENDAHULUAN

ECTOR-BORNE DISEASES

NYAMUK
LALAT
RODENT

PENGERTIAN VEKTOR PENYAKIT


PENULARAN PENYAKIT
PERANAN VEKTOR
ISTILAH PENTING DALAM
PEMBERANTASAN PENYAKIT
5. RANTAI PENULARAN PENYAKIT
6. VECTOR-BORNE DISEASES
7. NYAMUK
8. LALAT
9. RODENT
10. KECOA, PINJAL (TICKS), KUTU (LICE),
MOLLUSCA, DAN BLACK FLY

VEKTOR LAIN

VEKTOR PENYAKIT

TUJUAN
DESKRIPSI

DESKRIPSI MATERI
APA VEKTOR PENYAKIT ITU ?

PENDAHULUAN
VEKTOR
NYAMUK
AKU
VEKTOR

LALAT
RODENT
VEKTOR LAIN

VEKTOR PENYAKIT

DESKRIPSI MATERI
APAKAH INI VEKTOR ?

VEKTOR PENYAKIT

DESKRIPSI MATERI
1.

PENULARAN LANGSUNG
(DIRECT TRANSMISSION)
a.
b.

2.

PENULARAN TAK LANGSUNG


(INDIRECT TRANSMISSION)
a.
b.

3.

DIRECT CONTACT
INCIRECT CONTACT

VEHICLE BORNE
VECTOR BPRNE

PENULARAN MELALUI UDARA


a.
b.

DROPLET NUCLEI (RESIDU TITIK


LUDAH)
DUST (DEBU)
VEKTOR PENYAKIT

DESKRIPSI MATERI
LIFE CYCLE OF Plasmodia (Malaria)

VEKTOR PENYAKIT

10

DESKRIPSI MATERI
LIFE CYCLE OF W. Bancrofti

VEKTOR PENYAKIT

11

DESKRIPSI MATERI
LIFE CYCLE OF Schistosoma

VEKTOR PENYAKIT

12

DESKRIPSI MATERI
BEBERAPA ISTILAH PENTING DALAM
PENULARAN PENYAKIT
Agent
Host
Reservoir (human, animal,
environmental res.)
Source of infection
Vehicle
Vector
Infestation

VEKTOR PENYAKIT

13

DESKRIPSI MATERI
RANTAI PENULARAN PENYAKIT
Bagaimana mematahkan rantai
penularan ?
patogen

Reservoir/sour
ce of infection

pejamu rentan
pintu keluar
cara menular

pintu masuk

VEKTOR PENYAKIT

cara menular

14

DESKRIPSI MATERI
VECTOR-BORNE DISEASES
Hal 65, hal 73

NYAMUK

LALAT

Penyakit saluran
pencernaan

PINJAL

Pes, Rickettsia typhii,


Rickettsial akari

Mollusca

Penyakit saluran
pencernaan

Vektor lain

??????

VEKTOR PENYAKIT

15

DESKRIPSI MATERI
KARAKTERISTIK NYAMUK:

Breeding places;
Resting places;
Biting time;
Makanan nyamuk darah dan nabati;
Vektor dari berbagai penyakit;

PERLU DIDATA:
Imago ditangkap dengan aspirator;
Kepadatan (mosquito light trap)
Indeks jentik;

VEKTOR PENYAKIT

16

DESKRIPSI MATERI
NYAMUK:

Jenis : Culex fatigans


Penyakit ditularkan nyamuk Culex:
Encephalitis;
Filariasis;

VEKTOR PENYAKIT

17

DESKRIPSI MATERI
Jenis: Aedes aegypti
Penyakit yang ditularkan:

DHF
Yellow fever
Chikungunya

VEKTOR PENYAKIT

18

DESKRIPSI MATERI
Jenis: Anopheles
http://kevinanonymous.files.wordpress.com/2
009/11/a2-anopheles1.jpg

Penyakit yang ditularkan:

Malaria
Filariasis

VEKTOR PENYAKIT

19

DESKRIPSI MATERI
KARAKTERISTIK LALAT:

Musca domestica
Cepat berkembangbiak
Gemar bau busuk/amis/anyir;
Erat keitannya dengan kebersihan/
sampah;
Datang tiba-tiba bila mencium bau
busuk.
Gemar berkerumun setelah makan;
sehingga kepadatannya untuk indikator
intensitas.
Sebagai agent myiasis
Sebagai vektor penyakit berbasis
saluran alat cerna.
VEKTOR PENYAKIT

20

DESKRIPSI MATERI
KARAKTERISTIK TIKUS:
o Erat dengan kehidupan dapur dan sampah
o Dekat dengan manusia tetapi pintar
bersembunyi
o Aktif di malam hari
o Selalu mengasah giginya
o Inang untuk Xenopxylla cheopis;

o Pejamu (host) dari peny.:


Pes (Plague),

Murine typhus,

Ricket-

tsial pox, Leptospirosis, Salmonelosis.

VEKTOR PENYAKIT

21

DESKRIPSI MATERI
PENGENDALIAN:
CARA PENGENDALIAN VECTOR-BORNE
DISEASES SECARA UMUM:
USAHA PREVENTIF
oImunisasi aktif
oEradikasi vektor
PENGENDALIAN PASIEN, KONTAK & LINGK.
oLaporan kasus kpd pejabat kesehatan
setempat.
oIsolasi penderita (dari vektor)
oImunisasi keluarga, kontak, keluarga dan
tetangga penderita.
oPencarian kontak dan sumber penularan.
VEKTOR PENYAKIT

22

DESKRIPSI MATERI
KARAKTERISTIK VEKTOR LAINNYA:

VEKTOR PENYAKIT

23

B. PENDAHULUAN

VEKTOR ADALAH ARTHROPODA ATAU


INVERTEBRATA LAIN YANG MEMINDAHKAN INFECTIOUS AGENTS BAIK SECARA
MEKANIS MAUPUN BIOLOGIS KEPADA
PENJAMU (HOST) BARU.

KEHIDUPAN VEKTOR ERAT DENGAN


KEHIDUPAN MANUSIA

VECTOR-BORNE DISEASE PERNAH


MENYEBABKAN PANDEMI

VEKTOR DAPAT DIKENDALIKAN /


DIBERANTAS / DIBASMI

MELALUI MODIFIKASI LINGKUNGAN


VEKTOR DAPAT DIKENDALIKAN.
VEKTOR PENYAKIT

24

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
1.

PENULARAN LANGSUNG
(DIRECT TRANSMISSION)
a.
b.

2.

PENULARAN TAK LANGSUNG


(INDIRECT TRANSMISSION)
a.
b.

3.

DIRECT CONTACT
INCIRECT CONTACT

VEHICLE BORNE
VECTOR BPRNE

PENULARAN MELALUI UDARA


a.
b.

DROPLET NUCLEI (RESIDU TITIK


LUDAH)
DUST (DEBU)
VEKTOR PENYAKIT

25

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
1.

PENULARAN LANGSUNG
(DIRECT TRANSMISSION)

DIRECT CONTACT (PHYSICAL


CONTACT) (Persinggungan, gigitan,
ciuman, hubungan sex)

INDIRECT CONTACT (Semburan titik


ludah langsung ke host baru
waktu bersin, batuk, bicara dll
jarak < 1 meter)

VEKTOR PENYAKIT

26

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
2.

PENULARAN TAK LANGSUNG


(INDIRECT TRANSMISSION)
yaitu :

a.

VEHICLE-BORNE

b.
c.

VECTOR-BORNE
AIR-BORNE

VEKTOR PENYAKIT

27

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
a. VEHICLE-BORNE

Vehicle
adalah
benda-benda
yang
terkonta-minasi
yang
membantu
transportasi penye-bab penyakit (agent)
untuk
masuk
ke dalam
tubuh
penjamu melalui portal entry yg tepat.

Pada dasarnya agent


tidak dapat
berkem-bang pada vehicle tetapi masih
tetap bertahan hidup.

CONTOH:
alat dapur, alat medis, makanan, air,
mainan anak, produk 2 biologis dll.
VEKTOR PENYAKIT

28

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
b.

VEKTOR BORNE
Vektor-borne
adalah
penyakit me-lalui vektor.

penularan

Transmisi melalui vektor dapat secara


mekanik, atau biologik.

Transmisi secara biologis memerlukan


per-kembangbiakan agent, siklus atau
kombinasi
dari
keduanya
(cyclopropagation) .

VEKTOR PENYAKIT

29

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
c.

PENULARAN
BORNE)

MELALUI

UDARA

(AIR-

Infectious agents masuk kedalam tubuh


pejamu bersama aerosol.
a. DROPLET NUCLEI
Residu kecil hasil penguapan droplet
spread yang dikeluarkan penderita,
mengandung mikrob dan kandungan
sedikit air.
b. DUST-BORNE
Partikel dari tanah, pakaian, tempat
tidur/ kasur, lantai terkontaminasi,
mengandung spora jamur atau mikrob.
VEKTOR PENYAKIT

30

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
BEBERAPA ISTILAH PENTING:
Apakah yang dimaksud:

vector, vector-borne, vectorborne disease


vehicle,
droplet, droplet spread, droplet
nucleus.
agent, reservoir, environmentalreservoir, human reservoir.
source of infection.
infestation
VEKTOR PENYAKIT

31

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
BEBERAPA ISTILAH PENTING:

Vector
adalah
arthropods
at.
Invertebrata lain yang memindahkan
infectious agents baik secara mekanis
maupun biologis kepada penjamu
(host) yang baru.

Vector-borne adalah transmisi tidak


langsung melalui perantara vektor.

Vector-borne disease adalah penyakit


yang ditularkan oleh vektor.

VEKTOR PENYAKIT

32

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
BEBERAPA ISTILAH PENTING:

Vehicle-borne

contaminated
inanimate
materials
or
objects
(fomites) such as toys, handkerchiefs,
cooking or eating utensils, surgical
instruments or dressings, water, food,
milk, biological products including
blood, serum, plasma, tissues or
organs; or any substance serving as
an intermediate means by which an
infectious agents is transported and
introduced into a susceptible host
through a suitable portal of entry.

Droplet spread ...................


VEKTOR PENYAKIT

33

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
BEBERAPA ISTILAH PENTING:

Droplet spread large liquid particles


produce during sneezing, coughing,
spitting, singing or talking.

Droplet nuclei usually the small


residues that result from evaporation
of fluid from droplets emitted by an
infected host.

Agent cause of disease (microbial,


chemical, physical, etc.)

VEKTOR PENYAKIT

34

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
BEBERAPA ISTILAH PENTING:

Reservoir (of infectious agents) Any


person, animal, arthropod, plant, soil, or
substance (or combination of these) in
which an infectious agent normally lives
and multiplies, on which it depends
primarily for survival, and where it
repreduces itself in such manner that it
can be transmitted to a susceptible
host.

It can be:

Environmental-reservoir

Animal-reservoir

Human-reservoir
VEKTOR PENYAKIT

35

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
BEBERAPA ISTILAH PENTING:

Source of infection The person,


animal, object or substance from which
an infectious agents passes to a host.

Infestation for persons or animals,


the lodgement, develop-ment and
reproduction of arthro-pods on the
surface of the body or in the clothing.

VEKTOR PENYAKIT

36

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
KONSEP
RANTAI
PENULARAN
PENCEGAH-AN PENYAKIT:

DAN

Prinsip-prinsip penularan penyakit mellui


konsep matarantai dapat dijelaskan sbb:
(Penyakit dapat menular apabila terdapat
mata rantai sbb:)
1.Penyebab penyakit (Agents)
2.Penjamu (Host) (sbg. Reservoir/Source of
infection)
3.Pintu keluar
4.Cara pindah (mode of transmission)
5.Pintu masuk (portal entry)
6.Kerentanan (Susceptibility)
VEKTOR PENYAKIT

37

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
PRINSIP-PRINSIP PENCEGAHAN PENY.
MELALUI KONSEP MATA RANTAI:
Pada
dasarnya
prinsip
prinsip
pencegahan penularan penyakit adalah
mematahkan mata rantai penularannya.
1.

Mematahkan Mata Rantai (MR) Penyebab


penyakit (Agents) dpt dilakukan dng cara
menyembuhkan penderita (pasien).

2.

Mematahkan MR Penjamu (Reservoir/


Source of infection) dapat dilakukan
dengan mengisolasi/karantina penderita.

VEKTOR PENYAKIT

38

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
3.

Mematahkan MR Pintu keluar dapat


dilakukan dengan misalnya mencegah
gigitan
nyamuk/
vektor
dengan
menggunakan kelambu, repelent dsb
pada pasien. (tergantung cara masuknya)

4.

Mematahkan MR Cara pindah (mode of


trans-mission)
dapat
dilakukan
tergantung cara penularannya:

bila ditularkan vektor : dilakukan


dengan. Pembarantasan vektor
bila melalui vehicle: dilakukan perlakuan pada vehicle
dsb.

VEKTOR PENYAKIT

39

C. PROSES PENULARAN
PENYAKIT
5.

Mematahkan MR Pintu masuk (Porte


dentre) dilakukan seperti no. 3 tetapi
ditujukan pada calon penderita.

6.

Mematahkan MR Kerentanan (Susceptibility)


dapat
dilakukan
dengan
imunisasi bagi penyakit yang telah
ditemukan vaccine nya.

VEKTOR PENYAKIT

40

C. VECTOR-BORNE DISEASES

CONTOH VECTOR-BORNE DISEASES:


o
o
o
o
o
o
o
o
o
o
o

Cholera
Dengue haemorrhagic fever
Dysentery
Encephalitis
Filariasis
Malaria
Plague
Relapsing fever
Typhoid fever
Murine typhus
Yellow fever
VEKTOR PENYAKIT

41

C. VECTOR-BORNE DISEASES

BEBERAPA VEKTOR PENYAKIT:

o
o
o
o
o
o
o

Nyamuk
Lalat
Pinjal
Kutu
Kecoa
Mollusca
Black fly

VEKTOR PENYAKIT

42

D. VECTOR : NYAMUK
1. JENIS NYAMUK,
Phylum Arthropoda :
- Class Insecta
- Subclass Pterygota
- Ordo Diptera
- Sub-ordo OrthorraphaNematocera
- Famili Culicidae (Mosquito) :
- Sub-famili : Culicinae
Dixinae
Chaoborinae
Sub-famili Culicinae
- Tribe Anophelini
- genus Anopheles
- Tribe Culicini : - group Aedes
- group Culex
- Tribe Megarinini
VEKTOR PENYAKIT

43

D. VECTOR : NYAMUK
2.

PENYAKIT YANG DITULARKAN:

Malaria;
DHF
Chikungunya;
Yellow fever;
Encephalitis;
Filariasis;

VEKTOR PENYAKIT

44

D. VECTOR : NYAMUK
KARAKTERISTIK :Anopheles, Aedes dan Culex

VEKTOR PENYAKIT

45

D. VECTOR : NYAMUK
3. SURVEILLANCE DAN PENGENDALIAN
a. SURVEILLANCE:
Surveilens nyamuk adalah penelitian yang
cermat dan berkelanjutan ttg
penyebaran yang diperlukan utk
pengendalian secara efektif.

Penyebaran diidentifikasi dengan:


Mengetahui resting places
Menangkap imago dengan aspirator;
Mengukur kepadatan (mosquito light
trap)
Sebaran jentik-jentiknya.

APA SAJA INSTRUMENNYA ??


VEKTOR PENYAKIT

46

D. VECTOR : NYAMUK
b. PENGENDALIAN
PENGENDALIAN KIMIAWI (Hal 62)
o residual spray
o space spray
o larvicide
PENGENDALIAN BIOLOGIS
o memelihara predator
(Jenis ikan : Gambusia affinis)
PENGENDALIAN LINGKUNGAN
o (Pengeringan, pengaliran,
kebersihan, 3M+)
VEKTOR PENYAKIT

47

D. VECTOR : NYAMUK
5. CARA PENULARAN & PENGENDALIAN

a. Malaria
b. Yellow fever
c. Dengue haemorrhagic fever
d. Chikungunya virus disease
e. Encephalitis
f. Filariasis

VEKTOR PENYAKIT

48

NYAMUK dan Malaria

http://kevinanonymous.files.wordpress.c
om/2009/11/a2-anopheles1.jpg
VEKTOR PENYAKIT

49

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Malaria)

a. Malaria.
CARA PENULARAN :
Dlm tbh manusia sporozoid masuk menjadi
hepatocyt menjadi exoerythrocyt schizont.
Hepatocyt pecah membentuk ribuan parasit
aseksual (tissue merozoid) ke peredaran
darah masuk erythrocyt tumbuh dan
multiply cyclically membentuk tropozoid.
Darij tropozoid menjadi schizont dewasa
dlm darah menghancurkan eritrosit dan
membe-baskan 8-30 merozoid yg akan
masuk ke eritrosit lain.
Beberapa merozoid membentuk gametosit
(mikro dan makro gamet) siap menuju ke
tbh nyamuk.

VEKTOR PENYAKIT

50

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Malaria)

CARA PENGENDALIAN:
USAHA PREVENTIF
o
Perbaikan sanitasi :
o
residual spray.
o

space spray penggunaan kelambu

penggunaan repellent - pakaian lngn


panjang

pemeriksaan darah donor

suppressive drug orang yang ke


daerah endemik.

VEKTOR PENYAKIT

51

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Malaria)

PENGENDALIAN PASIEN, KONTAK &


LINGKUNGAN :
olaporan kasus ke pejabat kesehatan
setempat.
oisolasi penderita.
opencarian kontak dan sumber infeksi
opengobatan spesifik thd semua bentuk
malaria.

VEKTOR PENYAKIT

52

NYAMUK Yellow fever

http://www.ozanimals.com/image/albums/a
ustralia/Insect/Culex-quinquefasciatus.
jpg
VEKTOR PENYAKIT

53

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Yellow fever)

b. Yellow fever
Identifikasi:
Yellow fever adl penyakit infeksi akut
yang disebabkan oleh virus yg ditandai
serangan mendadak, demam, menggigil,
sakit kepala, sakit pinggang, umumnya
sakit pada otot-otot, prostrasi/lemah,
mual dan muntah-muntah. Timbulnya
warna
kuning
(jaundice)
umumnya
menjadi awal penyakitnya dan menjadi
intensif kemudian. Albuminuria dan anuria
mungkin terjadi, leukemia tampak lebih
awal dan makin nyata pada hari ke lima.
VEKTOR PENYAKIT

54

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Yellow fever)

Vektor : Nyamuk Aedes aegypti.

Agent :
Virus Yellow fever dari genus Flativirus
dan Famili Flaviviridae.

Reservoir :

Di daerah urban : Manusia & Ny Aedes


aegypti.

Di Daerah hutan : kera, nyamuk hutan


(Haemogogus).

VEKTOR PENYAKIT

55

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Yellow fever)

CARA PENULARAN:
Vektor nyamuk menggigit sumber
infeksi, dengan masa inkubasi 3 - 6
hari, penderita infektif bbrp saat
sebelum demam sampai 3-5 hari dari
penyakitnya kemudian menggingit or
yang rentan. Tidak menular melalui
kontak atau vehikel umumhya.
Setelah menderita sakit ini orang
memiliki kekebalan dan tak diketahui
serangan kedua.
VEKTOR PENYAKIT

56

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Yellow fever)

CARA PENGENDALIAN:

o
o

USAHA PREVENTIF
Imunisasi aktif usia 9 bulan keatas.
Eradikasi nyamuk Ae. aegypti bersamaan
dgn
imunisasi daerah Yellow fever urban.

PENGENDALIAN PASIEN, KONTAK & LINGK.


Laporan kasus kpd pejabat kesehatan
setempat.
Isolasi penderita.
Imunisasi keluarga, kontak, keluarga dan
tetangga penderita.
Pencarian kontak dan sumber penularan.

o
o
o

VEKTOR PENYAKIT

57

NYAMUK Degue Hemorrhagic


fever

http://www.biolib.cz/IMG/GAL/48792.jpg

VEKTOR PENYAKIT

58

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Degue Hemorrhagic


fever)

c.

Degue Hemorrhagic fever (DHF)


(DBD)

Identifikasi:
DHF adl
penyakit viral dengan demam
yang akut, ditandai dgn serangan yg
mendadak, demam antara 3-5 hari (jarang
lebih dari 7 hari) sakit kepala yang sangat,
myalgia, arthralgia, retro-orbital pain,
anorexia.
Bintik-bintik/ruam maculopapular biasanya
timbul, dan perdarahan kecil spt mimisan,
perdarahan gusi terjadi pada masa demam.
Thrombocytopenia (<100 X 10 3/cu mm)

VEKTOR PENYAKIT

59

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Degue Hemorrhagic


fever)

Agent :
Virus flavivirus termasuk serotype 1,
2, 3 dan 4 (Dengue -1, -2, -3, -4).
Reservoir :
Manusia dan Nyamuk Ae. Aegypti.
Beberapa daerahh ttt (Afrika/Asia
Tenggara termasuk monyet.
Vektor :
Ae. Aegypti, Ae. albopictus.

VEKTOR PENYAKIT

60

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Degue Hemorrhagic


fever)

CARA PENULARAN :

Menjelang berakhirnya demam (rerata 6-7


hari) penderita infektif, dan nyamuk yang
menggigit akan infektif setelah 8-12 hari
kemudian.
Semua
orang
memiliki
kerentanan universal (semua orang dapat
terserang DHF).

CARA PENGENDALIAN:

USAHA PREVENTIF
- penyuluhan untuk menghancurkan habitat
nyamuk. (3M plus)
- surveillance nyamuk (identifikasi nyamuk,
kepadatan, larva) dilanjutkan tindakan
pemberantasan.

VEKTOR PENYAKIT

61

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Degue Hemorrhagic


fever)

PENGENDALIAN PASIEN, KONTAK, DAN


LINGKUNGAN

Laporan kasus kepada pejabat kesh/yang


berwenang.
Isolasi penderita agar tak digigit nyamuk
Pencarian kontak, dan sumber infeksi (2
mgg sbl serangan peny).

VEKTOR PENYAKIT

62

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Chikungunya)

d. Chikungunya virus disease


Identifikasi:
Chikungunya virus disease adl peny
mirip
DHF
yg
diidentifikasi
dgn
timbulnya
panas
disertai
arthritis
(radang sendi), yang terjadi pertama pd
pergelangan tangan, lutut, pergelangan
kaki, dan sendi-2 kecil pd ekstremitas yg
berlangsung selama bbrp hari sampai
bulanan.
Pd
kebanyakan
penderita
arthritis diikuti ruam maculopapular dlm
1-10 hr, biasanya nonpruritik, terutama
pd badan dan tungkai dan lengan.
Agent : .................................
VEKTOR PENYAKIT

63

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Chikungunya)

d. Chikungunya virus disease


Agent :
virus sesuai nama asalnya (Ross River
virus disease, Mayaro virus disease di
Amerikaa
Selatan
bag
utara,
Chikungunya virus disease di Afrika,
India, Asia Tenggara, dan Filipina,
Onyong-nyong
di
Afrika,
Sinbis
(Ockelbo) virid disease di Australia.

VEKTOR PENYAKIT

64

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Chikungunya)

Reservoir :
Sebagian besar tak diketahui, tetapi
penu-laran transovari Ross River virus
dijumpai pada Aedes vigilax, sehingga
kemungkinan yang sama pada jenis yang
lain. Burung ditemui sbg sumber infeksi
infeksi nyamuk jenis Sinbids vrus.
CARA PENULARAN :
Ross River virus oleh Culex annulirostris,
Ae. Vigilax, Ae. polynesiensis, dan jenis
Ae.
Yang
lain.
Anopheles
spp.
Menularkan Onyong-nyong. Boleh dikata
semua jenis nyamuk dapat menularkan
penyakit ini.

VEKTOR PENYAKIT

65

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Chikungunya)

CARA PENGENDALIAN:

USAHA PREVENTIF
- Penyuluhan
- Pembasmian larva dan breeding places.
- Space / residual spraying.
- Penggunaan kelambu
- menggunakakan repellent pd jam-2 waktu
menggigit.

PENGENDLIAN PASIEN, KONTAK DAN


LINGKUNGAN
- Laporn kasus pd pejabat kes yg
berwenang
- Isolasi penderita dari gigitan nyamuk.
- Pencarian kontak, dan sumber infeksi

VEKTOR PENYAKIT

66

NYAMUK Encephalitis

mos_culex_fatigans_adult
VEKTOR PENYAKIT

67

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1. NYAMUK (Encephalitis)
e. Encephalitis

Identifikasi:
Encephalitis
diidentifikasikan
sbg
kelompok penyakit yang menyebabkan
peradangan sbg dr otak, sumsum tl
blk, dan selaput otak yang disebabkan
oleh virus. Sebagian asimpto-matis,
kasus ringan sering terj panas tubuh
disertai sakit kepala. Pada kasus yang
akut
demam
tinggi,
pingsan,
disorientasi, koma, trmor, dan spastic
paralysis (sekalipun jarang terj.)

Agent : Virus
VEKTOR PENYAKIT

68

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Encephalitis)

Reservoir :
Grop virus California dijumpai dalam telur
Aedes, sedang reservoir sesungguhnya
belum diketahui, kemungkinan burung,
binatang pengerat, reptilia, atau amfibi.

Cara penularan :
Dengan gigitan nyamuk yang infektif.
Vektor
yang
penting
adl
Culiseta
melanura(Amerika dan California) dr
burung
ke
burung,
Aedes
dan
Conquillettidia spp. Culex tarsalis (USA
dan Canada) dr burung ke burung dan
binatang lain ke manusia. Culex tarsalis
(USA barat dan Canada) Di daerah tropis
umumnya oleh Culex.
VEKTOR PENYAKIT

69

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Encephalitis)

CARA PENULARAN & PENGENDALIAN

Masa inkubasi :
5-15 hari.

Periode penularan :
tak secara langsung ditularkan dari
manusia ke manusia. Biasanya tak
ditemukan virus ini dalam darah
setelah serangan. Sedang nyamuk
dapat infektif sepanjang hidupnya.

Susceptibilitas dan resistensi:


Bayi sampai orang tua resisten.

VEKTOR PENYAKIT

70

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Encephalitis)

CARA PENGENDALIAN

USAHA PREVENTIF:

Penyuluhan
Pembasmian larva dan breeding places.
Space / residual spraying.
Penggunaan kelambu
- menggunakakan repellent pd jam-2 waktu
menggigit.

PENGENDALIAN PASIEN, KONTAK DAN


LINGKUNGAN
Laporan kasus ke pejabat berwenang
Pencarian kontak dan sumber infeksi.
VEKTOR PENYAKIT

71

NYAMUK Filariasis

http://www.biolib.cz/IMG/GAL/48792.jpg
(Day biting vector)
VEKTOR PENYAKIT

72

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Filariasis)

f. Filariasis
Istilah Filariasis merupakan infeksi yang
dise-babkan oleh beberapa Filarioidea.
Akan tetapi di sini istilah filariasis hanya
berkenaan
dengan
filariae
yang
bertempat tinggal pada saluran getah
bening (lymphatic-dwelling filariae) sebagai berikut:
o
o
o

Filariasis yang disebabkan Wuchereria


bancrofti (Bancroftian filariasis)
Filariasis yang disebabkan Brugia malayi
(Malayan filariasis, Brugian filariasis).
Filariasis yang disebabkan Brugia timori
(Timorean filariasis).
VEKTOR PENYAKIT

73

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Filariasis)

Identifikasi:
Filariasis bancrofti adalah infeksi oleh
nematoda
Wuchereria
bancrofti
yang
biasanya tinggal pada kelenjar getah
bening
(lymphatic).
Cacing
betina
membentuk microfilariae yang menuju ke
aliran darah 6-12 bulan setelah infeksi.
Dua bentuk biologik terjadi :
1) mikrofilaria beredar terus menerus pada
peredaran darah perifer, tetapi konsentrasi
terbanyak pada malam hari dengan konsentrasi terbesar pada jam 10 malam 2 pagi;
2) ...........................

VEKTOR PENYAKIT

74

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.
2)

NYAMUK (Filariasis)

mikrofilaria yang beredar terus


menerus
pada
peredaran
darah
periferal, tetapi konsentrasi terbesar
pada siang hari. Yang terakhir ini terjadi
di Pasifik Selatan, Asia tenggara yang
ditularkan nyamuk Aedes (Day-biting
vector).

VEKTOR PENYAKIT

75

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Filariasis)

CARA PENULARAN & PENGENDALIAN


Maniestasi klinis di daerah endemik :
asimptomatik dgn mikrofilaremia, demam
akut yang berulang (acute recurrent
filarial
fever),
lymphadenitis
and
retrograde
lymphangitis,
tanda-tanda
kronik,
elephantiasis
pada
tungkai,
breast, dan genetalia.
Brugian filariasis disebabkan oleh Brugia
malayi dan B. timori, Terjadi di Asia
Tenggara, di Indonesia dan Malaysia
menginfeksi manusia, kera dan karnivora
liar maupun domestik di hutan.
Brugia timori infections terdapat di Timor
dan
Indonesia
bagian
tenggara.
Manifestasi klinis mirip dengan B. malayi.
VEKTOR PENYAKIT

76

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Filariasis)

USAHA PREVENTIF
o PKM derah endemik ttg cara penularan
dan cara pemberantasan nyamuk.
o Identifikasi vektor dan waktu dan tempat
menggigit, diikuti dengan pencegahan
gigitan (penyemprotan residual spray,
pemakaian kelambu, repellent), pemusnahan sarang.
o Pencegahan jangka panjang termasuk
pengubahan konstruksi rumah- mosquito
proof dan eliminasi breeding places.
o Pengobatan masal untuk mengurangi
sumber
infeksi
dengan
diethylcarbamazine
(DEC,
Bonacide,
Hetrazan, Notezine).
VEKTOR PENYAKIT

77

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Filariasis)

PENGENDALIAN PASIEN, KONTAK DAN


LINGKUNGAN
o
o

o
o

Laporan kasus ke pejabat


berwenang;
Isolasi tak dilakukan, tetapi pasien
harus
dilindungi
dari
gigitan
nyamuk utk mengurangi penularan.
Pencarian
kontak
san
sumber
infeksi.
Pengobatan spesifik......................

VEKTOR PENYAKIT

78

D. VECTOR-BORNE DISEASES

1.

NYAMUK (Filariasis)

PENGENDALIAN PASIEN, KONTAK DAN


LINGKUNGAN
o

Pengobatan
spesifik
dengan
mengguna-kandiethylcarbamazine
(DEC,
Bonacide,
Hetrazan,
Notezine).
Hasilnya
adl
tidak
dijumpainya
semua
bentuk
mikrofilariae dlm waktu yang cepat,
tetapi
tidak
membunuh
semua
cacing dewasa.
Mikrofilaremia bisa terjadi lagi dlm
tk
lebih
rendah
shgg
perlu
pengobatan ulang.
VEKTOR PENYAKIT

79

LALAT

VEKTOR PENYAKIT

80

D. VECTOR-BORNE DISEASES

2. LALAT
LALAT TERMASUK Insecta Ordo Diptera.
Berkembang biak dengan metamorfosis
sempurna (Telur-larva-pupa-imago)
Yang banyak dijumpai Musca domestica
(Lalat rumah).
Musca domestica adalah serangga yang
sangat suka terhadap bahan organik
yang mudah membusuk, terutama
sampah makanan. Oleh sebab itu
kehidupannya sangat berkaitan dengan
kebersihan lingkungan.
Sehingga masalah lalat
dengan
masalah
sosial/masyarakat.
VEKTOR PENYAKIT

sangat erat
perilaku

81

D. VECTOR-BORNE DISEASES

2. LALAT

Musca domestica:
o Bertelur 100-150 butir.
o Telur
menetas
menjadi
larva
dalam 24 jam.
o Larva menjadi bentuk pupa dalam
3-7 hari.
o Pupa menjadi imago dalam 3 beberapa hari.
o Imago
menjadi
dewasa/matur
dalam 8-20 hari.
o Larva yang.................
VEKTOR PENYAKIT

82

D. VECTOR-BORNE DISEASES

2. LALAT
o Larva yang hidup dalam jaringan
membentuk borok yang disebut
dengan penyakit myiasis.
o Jarak terbang s.d. 1 mill.
o Sbg vektor penyakit-2: kolera,
typhus abdominalis, para typhus,
disenteri,
conjunctivitis,
trachoma, poliomyelitis.

VEKTOR PENYAKIT

83

D. VECTOR-BORNE DISEASES

2. LALAT
Jenis lalat lainnya:

Stomoxis
kandang)

calcitrans

(Lalat

o Menusuk mengisap.
o Familia Tabanidae.
o Vektor : Tularemia, Anthrax.

Tsetse fly (Glossina).


o Menusuk-mengisap
o Vektor : Trypanosomiasis (Sleeping
sickness) yang disebabkan oleh
Trypanosoma brucei gambiense dan
T.b. rhodesiense.
VEKTOR PENYAKIT

84

D. VECTOR-BORNE DISEASES

2. LALAT
Musca domestica
cepat berkembangbiak
gemar bau busuk/amis/anyir
datang tiba-tiba bila mencium bau
busuk.
sebagai agent myiasis

Mengukur Kepadatan Lalat


(Fly Grill, Fly Trap)
Kepadatan lalat secara kualitatif
diukur dengan Fly trap atau fly
grill. (Gg. III.3)
Digunakan untuk membandingkan
kepa-datan
di
suatu
tempat
dengan tempat lainnya.
VEKTOR PENYAKIT

85

D. VECTOR-BORNE DISEASES

2. LALAT

Cara pengukuran kepadatan lalat


menggunakan FLY GRILL:

Prinsip
penghitungan
kepadatan
lalat adalah adanya kebiasaan lalat
untuk berkelompok di suatu tempat
bila sedang istirahat dan makan.

Fly Grill diletakkan pada


suatu
sandaran.
Biarkan lalat hinggap pada Fly Grill.
Bila diperkirakan lalat yang hinggap
tidak bertambah lagi, hitung jumlah
lalat yang sedang hinggap.
VEKTOR PENYAKIT

86

D. VECTOR-BORNE DISEASES

2. LALAT
PEMBERANTASAN
o menjaga kebersihan umum
(jangan menyisakan sisa makanan
yang mudah membusuk)
o kontener penghasil sampah
tertutup rapat
o kontener tps menampung seluruh
sampah dan tertutup rapat
o hindari illegal open dumps
o kakus water sealed latrine
o tpa open dump + insectisida.
VEKTOR PENYAKIT

87

RODENT

Ratus ratus

VEKTOR PENYAKIT

88

RODENT Rodents flea

flea

VEKTOR PENYAKIT

89

D. VECTOR-BORNE DISEASES

3. RODENT(Binatang
Pengerat)
RODENT:
KARAKTERISTIK

erat dengan kehidupan dapur dan


sampah

dekat dengan manusia tetapi pintar


bersembunyi

aktif di malam hari

selalu mengasah giginya

host untuk pes tikus


HUBUNGANNYA DGN KESEHATAN..............
VEKTOR PENYAKIT

90

D. VECTOR-BORNE DISEASES

3. RODENT(Binatang
Pengerat)

HUBUNGANNYA DGN KESEHATAN :


o

SBG INANG VEKTOR :


(Xenopsylla cheopis) yang
menularkan penyakit Pes (Plague).

SEBAGAI
INANG/PEJAMU
(HOST)
DARI PENY.:
Pes (Plague),
Murine typhus,
Ricket-tsial
pox,
Leptospirosis,
Salmonelosis.

TIKUS MENDERITA : Sylvatic plague


menular ke manusia sebagai:
bubonic plague
septicemic plague
pneumonic plague.
VEKTOR PENYAKIT

91

D. VECTOR-BORNE DISEASES

3. RODENT(Binatang
Pengerat)
PEMBERANTASAN:
o Survei sblm menyusun rencana.
o Menggalang partisipasi masy.
o Informasi/Penyuluhan yang jelas
kepada
masy
ttg
program
pemberantasan
yang
akan
dilaksanakan.
o Penerapan syarat - syarat sanitasi
gedung/ perumahan.
o Eradikasi : ......................
VEKTOR PENYAKIT

92

D. VECTOR-BORNE DISEASES

3. RODENT(Binatang
Pengerat)

PEMBERANTASAN:

o Eradikasi : Pemusnahan
dan sarang-sarangnya.

rodent

o Perbaikan Pengelolaan Sampah.


o Penggunaan rodentisida.
o Koordinasi
terkait.

lembaga

Pem.

Yang

o Evaluasi.

VEKTOR PENYAKIT

93

D. VECTOR-BORNE DISEASES

3. RODENT(Binatang
Pengerat)
PEMBERANTASAN TIKUS:
1. Pemberantasan dan Rat proofing
Bagaimana ?
2. Pemberantasan tikus di Pelabuhan
Kapan ?

Teknik Pemberantasan
Meningkatkan sanitasi lingk.;
Rat proofing;
Trapping;
Poisonong (pakai apa?)
Pengamatan indeks pinjal
(untuk apa?)

VEKTOR PENYAKIT

94

D. VECTOR-BORNE DISEASES

3. RODENT(Binatang
Pengerat)
3.

Pemberantasan tikus di Kapal dan


Pesawat

Teknik Fumigasi:
- buat semua ruang kedap udara;
- lepaskan gas ke dalamnya :
- HCN dosis 2 gr/m3 2 jam;
atau:
- CH3Br 4 gr/m3 4 jam.
pelaksanaan di lapangan 10 gr/m3
10 jam.

VEKTOR PENYAKIT

95

VEKTOR LAIN : KECOAK

Blattidae

VEKTOR PENYAKIT

96

D. VECTOR-BORNE DISEASES

4. VEKTOR LAIN
DIBACA SENDIRI :
1. KECOA (COCKROACH)
Hidup di sal. Air kotor, toilet bagian luar,
di pepohonan dsb.
Menjamah makanan.
Sbg carrier penyakit diare, disenteri,
typhoid, polio.
Pemberantasan :
dengan meningkatkan snaitasi dan
penggunaan pestisida.

VEKTOR PENYAKIT

97

D. VECTOR-BORNE DISEASES

4. VEKTOR LAIN
2. TICKS (Pinjal)
Pupa dan nymph mengisap darah;
Penyakit yang ditularkan : Rocky
mountain spotted fever disebabkan
oleh Rickettsia rickettsii;
Gigitannya menyebabkan Tick
paralysis.
Pestisida : Malation 2% untuk
treatmen dan Malation 3-5% pada
tempat tinggal mis kandang bin
kesayangan.

VEKTOR PENYAKIT

98

D. VECTOR-BORNE DISEASES

4. VEKTOR LAIN
3. LICE (Kurtu)

Infestasi dari kutu dikenal sbg.


Pediculosis.

Pediculus humanus capitis,


Pediculus humanus corporis,
Pediculus pubis.

Vektor dari peny:


Trench fever
Relapsing fever

Pemberantasan :
Pengobatan,
Desinfektan

penyuluhan
VEKTOR PENYAKIT

99

D. VECTOR-BORNE DISEASES

4. VEKTOR LAIN
4. MOLLUSCA (Binatang lunak)
Vektor peny. Schistosomiasis
disebabkan Schistosoma mansoni
endoparasit dari Kelas Trematoda.
Daur hidup parasit melibatkan Mollusca
sebagai intermediate host.
Pemberantasan :
Penyuluhan di daerah endemik;
Perbaikan sal. irigasi pertanian;
Penggunaan molluscicide;
Pengobatan masal.

VEKTOR PENYAKIT

100

D. VECTOR-BORNE DISEASES

4. VEKTOR LAIN
5. BLACKFLY (Simulium damnosum).
Vektor penyakit Onchocerciasis.
Penyebab cacing Onchocerca
volvucus.
Berdiamener sepersekian mm
panjang s.d. 70 cm.
Hidup sampai 15 tahun.
Penularan oleh gigitan vektor.
Cacing berkembang dalam tubuh
vektor pada suhu 18 C
Tempat kejadian : Afrika, Ghana, Mali,
Niger, Togo.
VEKTOR PENYAKIT

101

VEKTOR PENYAKIT

102