Anda di halaman 1dari 20

Struktur Makroskopik dan Mikroskopik Mata

serta Peranan Kacamata


Novitalia
Mahasiswa Fakultas Kedokteran UKRIDA Semester 2
Fakultas Kedokteran UKRIDA 2012
Jl. Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510
Email : thalianovie@yahoo.com

PENDAHULUAN
Mata merupakan salah satu dari bagian panca indera yang dimiliki oleh manusia. Mata
juga merupakan salah satu jendela akan dunia luar, sebab mata memiliki peranan untuk melihat
berbagai macam keadaan dan situasi yang berada di sekitar kita. Oleh karena itu tidak jarang
terjadi gangguan-gangguan pada mata baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun
eksternal, seperti contohnya miopi, hipermetropi, astigmatisma dan presbiopi.
Dengan banyaknya gangguan-gangguan yang terjadi pada mata yang disebabkan oleh
berbagai faktor, maka akan sangat menarik untuk mengupasnya lebih dalam lagi agar semakin
banyak orang yang mengetahuinya dan dapat mencegahnya.
Disini akan dikupas mengenai fungsi mata, susunan makroskopis dan mikroskopis mata,
cara kerja mata, gangguan-gangguan yang sering terjadi, dan juga alat bantu yang biasa
digunakan untuk mengatasi gangguan pada mata.

PENGERTIAN DAN FUNGSI


Mata adalah organ pengelihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang
paling sederhana adalah untuk mengetahui apakah lingkungan sekitarnya terang atau gelap. Mata
yang kompleks digunakan untuk memberikan pengertian visual. Kita dapat melihat dan
mengenal suatu benda yang kita lihat karena adanya kerja sama antara mata dan otak.
Rangsangan yang terjadi di mata akan diteruskan ke otak dan disinilah otak akan mengolah dan
menerjemahkan informasi yang diterima sehingga menghasilkan suatu perwujudan
pengelihatan.1
Fungsi mata yang terutama adalah sebagai indera pengelihatan. Mata dibentuk untuk
menerima rangsangan berkas-berkas cahaya pada retina, lantas dengan perantara serabut-serabut
nervus optikus mengalihkan rangsang ini ke pusat pengelihatan otak untuk ditafsirkan.2

STRUKTUR MATA SECARA MAKROSKOPIS


Organ pengelihatan yang utama disebut dengan bola mata (bulbus okuli). Organ ini
ditunjang didalam orbita oleh otot-otot okulus (yang menentukan gerakan bola mata) dan
jaringan lemak. Keenam otot ekstraokular adalah otot rektus superior, inferior, lateral dan medial
serta otot obikulus superior dan inferior. Bagian luar bola mata terdiri atas sklera, yang
bersambungan dengan kornea di taut limbus. Konjungtiva yaitu suatu selaput lendir (membran
mukosa), melapisi kelopak mata dan bagian sclera yang terpajan.3
Bola mata dibagi menjadi dua bagian oleh lensa, yaitu segmen anterior dan segmen
posterior. Segmen posterior dibagi lagi menjadi daerah vitreosa anterior dan daerah vitreosa
posterior oleh pars plana. Segmen anterior mata berisi kornea, kamera oculi anterior (cairan
mata) yang berisi humor aqueous (cairan mata), kamera okuli posterior, iris, lensa, korpus siliaris
dan zonula. Segmen posterior berisi korpus vitreous, retina, koroid, sclera, saraf optikus dan
arteri sentralis.3
Bola mata kita terletak didalam rongga mata yang beralaskan lapisan lemak. Terdapat tiga
pasang otot pada dinding rongga mata sebelah dalam yang ditambatkan pada bola mata, otot-otot
2

itulah yang menyebabkan mata kita dapat bergerak ke kiri dan ke kanan, ke atas dan kebawah
serta berputar.4
Pada keadaan mata normal, maka otot-otot yang ada pada mata kita yaitu antara otot mata
kanan dan kiri harus serasi. Jika otot-otot mata tidak serasi maka mata tersebut dapat dikatakan
sebagai mata juling.4
Kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan. Selaput
transparan yang melapisi kornea dan bagian dalam kelopak mataa disebut dengan konjungtifa.
Selaput ini peka akan iritasi. Konjungtiva penuh dengan pembuluh darah dan serabut saraf. 4
Untuk dapat menggunakan kemampuan mata yang hampir sama pentingnya dengan
sistem interpretasi sinyal pengelihatan dari mata adalah sistem pengaturan serebral untuk
mengarahkan mata menuju objek yang akan dipandang.5
Pergerakan mata diatur oleh tiga pasang otot yang terpisah yaitu, rektus medial dan
lateral, rektus superior dan inferior, obikus superior dan inferior. Otot rektus medial dan lateral
bekerja timbal balik untuk menggerakan mata dari satu sisi ke sisi yang lain. Otot rektus superior
dan inferior juga berkontraksi secara timbal balik untuk menggerakan mata keatas dan kebawah.
Sedangkan otot oblikus memiliki fungsi utama untuk memutar bola mata agar lapangan
pandangan tetap pada posisi tegak.5
Otot-otot tersebut terletak disebelah dalam orbita dan bergerak dari dinding tulang orbita
untuk dikaitkan pada pembungkus sklerotik mata sebelah belakang kornea. Yang disebut dengan
otot-otot lurus adalah otot rektus mata superior, inferior, medial dan lateral.2
Pada keadaan normal, mata bergerak dengan serentak atau bersamaan ke kanan atau ke
kiri, ke atas atau ke bawah dan seterusnya. Serabut-serabut saraf yang melayani otot-otot ini
adalah nervi motores okuli yaitu saraf cranial ketiga, keempat dan juga keenam.2

STRUKTUR MATA SECARA MIKROSKOPIS

Gambar 1. Struktur Mata2

Umumnya mata dilukiskan sebagai bola, tetapi sebenarnya bentuknya adalah lonjong dan
bukan bulat seperti bola. Bola mata memiliki garis mengenah kira-kira 2,5 cm dengan bagian
depan yang bening dan terdiri dari tiga lapisan utama yaitu :
1. Lapisan luar (tunika fiobrosa) yang merupakan lapisan penyangga
Pada tunika fibrosa terdapat kornea, limbus kornea dan sklera. Kornea merupakan bagian
depan yang transparan dan bersambung dengan sklera yang putih dan tidak tembus cahaya.
Kornea terdiri atas beberapa lapisan. Lapisan tepi adalah epithelium berlapis yang bersambung
dengan konjungtiva.2 Permukaan untuk pembiasan utama mata adalah kornea. Kornea
membentuk lapisan pelindung luar yang kuat bersama dengan sklera. Kornea terdiri atas empat
lapisan tersendiri, epitel, stroma yang mencakup membran Bowman, membran Descemet dan
endotel. Epitel memiliki ketebalan sekitar 5 sampai 6 lapis sel dan dibatasi oleh membran
4

Bowman. Apabila permukaan atas terkelupas maka akan diganti setiap harinya. Epitel akan
memperbaharui diri tanpa jaringan parut dalam beberapa hari karena tingkat metabolismenya
tinggi. Epitel memperoleh makanannya dari air mata, humor aqueous, kapiler limbus dan
oksigen yang berdifusi menembus lapisan air mata.3
Sembilan puluh persen dari lapisan mata terdiri atas stroma. Stroma dibatasi dibagian
depan oleh membrane Bowman, sangat resisten terhadap trauma dan disebelah inferior oleh
membran Descemet. Fibril-fibril kolagen di stroma tersusun dalam lapisan-lapisan atau lamella,
sehingga kita dapat melakukan keratoplastik ketebalan sebagian. Trauma pada membran
Bowman atau stroma menyebabkan pembentukan jaringan parut.3
Membran Descemet bersifat elastis dan ketebalannya meningkat seiring dengan usia.
Membran ini dapat ditembus oleh zat terlarut tetapi tidak oleh zat kimia.3
Lapisan paling dalam adalah lapisan endotel. Lapisan endotel merupakkan lapisan paling
dalam. Lapisan ini juga merupakan lapisan yang berkontak langsung dengan cairan mata.3
Sklera adalah pembungkus yang kuat dan fibrus. Sklera merupakan pembentuk putih
mata dan bersambung pada bagian depan dengan sebuah jendela membran bening yaitu kornea.
Sklera berfungsi untuk melindungi struktur mata yang sangat halus, serta membantu
membertahankan bentuk bola mata.2

2. Lapisan tengah (tunika vaskulosa / uvea)


Iris adalah tirai berwarna di depan lensa yang bersambung dengan selaput koroid. Selaput
berpigmen sebelah belakang iris memancarkan warnanya sendiri, dan demikian itulah yang
menentukan apakah sebuah mata itu berwarna biru, coklat, hitam, kelabu dan seterusnya. Iris
berisi dua kelompok serabut otak tak sadar atau otot polos. Kelompok yang satu berfungsi untuk
mengecilkan ukuran pupil, sementara kelompok yang lain melebarkan ukuran pupil. Iris
merupakan jaringan avaskuler.2
Korpus siliaris terterletak diantara koroid dan iris. Korpus siliaris itu berisi serabut otot
sirkuler dan serabut-serabut yang letaknya seperti jari-jari sebuah lingkaran. Kontraksi otot
5

sirkuler menyebabkan pupil mata berkontraksi.2 Korpus siliaris terdiri atas prosesus siliaris dan
tiga otot siliaris yaitu serat meridional yaitu serat yang longitudinal, serat radial dan serat
sirkular. Korpus siliaris memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai pembentuk cairan di prosesus
siliaris serta kontraksi dan relaksasi ligamentum suspensorium lensa yang disebut dengan
zonula.3
Koroid atau lapisan tengah berisi pembuluh darah, yang merupakan ranting-ranting
arteria oftalmika, cabang dari arteri carotis interna. Lapisan vaskuler ini membentuk iris yang
berlubang ditengahnya, atau yang disebut pupil (manik) mata. Pada bagian depan koroid
bersambungan dengan iris, dan tepat dibelakang iris selaput ini menebal guna membentuk korpus
siliaris. 2
Pupil merupakan ruang terbuka yang bulat pada iris dan harus dilalui oleh cahaya untuk
dapat masuk ke inferior mata.2

3. Lapisan dalam (tunika nervosa / retina)


Retina mata dapat dianggap sebagai film pada suatu kamera. Fungsi utama retina adalah
merekam bayangan yang difokuskan oleh kornea dan lensa. Retina adalah bagian mata yang
paling penting dengan semua struktur lain yang berfungsi sebagai penunjang. Retina
membungkus semua bagian dari dalam segmen posterior bola mata, dari ora serata di anterior ke
saraf optikus posterior. Ora serata dan saraf optikus adalah dua titik tempat retina melekat ke
koroid.3
Retina mempunya dua unsur utama yaitu, suatu retina yang berpigmen yang berdekatan
denganb lapisan koroid dan suatu retina neuralis berdekatan dengan korpus vitreum.3
Retina yang berpigmen adalah selapis sel-sel gepeng yang kaya akan granuila melanin,
epitelnya mempunyai jala-jala taut lekat yang luas antar selnya. Perlekatan lapisan sel-sel erat ini
memungkinkan merupakan barrier antara darah dan retina neuralis. Pigmentasinya mencegah
cahaya berlebihan member rangsangan pada retina dan menyerap cahaya setelah cahaya itu
melewati retina neuralis. Membran basalis retina merupakan membran Bruch.3

Retina neuralis terdiri atas banyak lapisan dan dua jenis neuron fotoreseptor yang disebut
batang dan kerucut. Batang adalah panjang dan tipis dan berhubungan dengan sejumlah sel-sel
lainnya. Batang berperan untuk pengelihatan malam, dengan fungsi tertingginya terdapat dalam
batas bawah illuminasi. Sedangkan kerucut lebih pendek dan lebih gemuk dari pada batang dan
berhubungan dengan sedikit sel-sel lainnya. Kerucut berperan untuk membedakan pengelihatan
dan warna yang dilihat.3
Namun pada batang ataupun kerucut mempunyai segmen luar yang terdiri dari banyak
lapisan tumpukan membran plasma. Segmen ini kaya akan substansi fotoreseptor rodopsin (pada
sel batang) dan iodopsin (pada sel kerucut). 3
Retina dijaga ditempatnya oleh cairan vitreosa yang normal jernih dan terdiri atas 99%
air, kolagen dan asam hialuronat. Koroid adalah struktur sklera sebelah dalam, terutama terdiri
atas pembuluh darah yang memberi makan sckera dan seluruh dari sepertiga lapisan luar retina.
Dua per tiga bagian dari retina mendapat makan dari arteri retina sentralis yang berasal dari
diskus saraf optikus. Retina terdiri atas 10 lapisan berbeda dengan ketebalan rata-rata hanya 0,4
mm. retina paling tipis terdapat di makula dan ora serata. Makula adalah suatu daerah bundar,
terletak di sebelah temporal diskus optikus, yang berada dalam sumbu pengelihatan langsung
dari lubang pupil. Makula terdiri atas sel-sel kerucut yang digunakan untuk pengelihatan tajam
dan persepsi warna. Bagian retina lainnya terdiri atas sel kerucut dan sel batang yang digunakan
untuk mendeteksi gerakan pada malam hari. Retina adalah jaringan saraf yang sangat
berkembang, dalam keadaan normal tampak transparan dan tampak abu-abu jika terlepas. Retina
akan keluar dari mata dalam bentuk saraf optikus.3
Retina terbagi atas pars iridika retina, pars siliaris retina dan pars optika retina. Pars
optika retina tersusun atas 10 lapisan, yaitu Membran limitans dalam, lapisan serat saraf nervus
optikus, lapisan sel-sel ganglioner, lapisan plexiform dalam, lapisan granular/inti dalam, lapisan
plexiform luar, lapisan granular/inti luar, lapisan limitans luar, lapisan batang kerucut, dan
lapisan epitel pigmen. Lapisan limitans dalam, lapisan serat saraf, dan lapisan ganglion
merupakan neuron tersier.5 Lapisan plexiiform dalam, lapisan granular dalam, dan lapisan
plexiform luar merupakan neuron sekunder. Sedangkan, 4 lapisan lainnya merupakan neuron
primer. Membran limitans dalam tersusun atas membran basal dan sel muller. Lapisan serat saraf
mengandung akson-akson dari sel-sel ganglion. Lapisan ganglioner mengandung sel ganglion,
7

neuron ketiga dan neuroglia. Lapisan plexiform dalam merupakan tempat hubungan neuron
kedua dan ketiga serta sinaps antara sel bipolar, sel amakrin dan sel ganglion. Lapisan
granular/inti dalam merupakan inti dan badan sel dari sel bipolar, sel horizontal dan sel
amakrin.4,5

Gambar 3. Lapisan pada retina4

Lapisan plexiform luar terdiri atas akson sel batang dan kerucut bersama dendrit, sel
bipolar dan sel horizontal. Lapisan ini menghubungkan neuron pertama dan kedua. Lapisan
granular/ inti luar tersusun atas sel battang san kerucut bersama badan selnya. Lapisan epitel
berpigmen tersusun atas sell-sel berpigmen. Lapisan ini melekat pada koroid dan menyerap
cahaya untuk mencegah pemantulan.4,5

Pada bilik anterior terdapat suatu ruang yang disebut kamera okuli anterior yaitu yang
terletak diantara kornea dan iris. Sedangkan pada bilik posterior terdapat suatu ruang yang
disebut kamera okuli posterior yaitu yang terletak diantara iris dan lensa. Baik bilik anterior
maupun posterior didalamnya diisi oleh suatu cairan yang disebut dengan aqueus humor.2
Aqueus humor merupakan suatu cairan yang berasal dari badan siliaris yang diserap
kemudian kembali ke dalam aliran darah pada sudut antara iris dan kornea melalui vena halus
yang dikenal sebagai saluran Schlemm.2

Selain aqueus humor juga terdapat cairan lain yang terdapat pada bola mata yaitu disebut
dengan vitreus humor. Vitrus humor terdapat pada daerah belakang bola mata yang dimulai dari
lensa ke belakang arah retina. Pada vitreus humor diisi oleh cairan penuh albumen yang
berwarna keputih-putihan seperti agar-agar yaitu humor vitreus. Humor vitreus berfungsi untuk
memberi bentuk dan kekokohan pada mata, serta mempertahankan hubungan antara retina
dengan selaput koroid dan sklerotik.2
Lensa adalah sebuah benda transparan biconvex (cembung pada bagian depan dan
belakang) yang terdiri dari beberapa lapisan. Lensa adalah organ fokus utama, yang membiaskan
berkas-berkas cahaya yang terpantul dari benda-benda yang dilihat agar menjadi bayangan yang
jelas pada retina. Lensa berada pada sebuah kapsul elastik. Lensa terletak persis di belakang iris.
Membran yang dikenal sebagai ligamentum suspensorium terdapat didepan dan juga dibelakang
lensa yang berfungsi untuk mengaitkan lensa itu pada siliaris. Bila ligamentum suspensorium
mengendor, maka lensa mengerut dan menebal, sebaliknya bila ligamentum sespensorium
menegang, lensa menjadi gepeng. Kemampuan lensa untuk berakomodasi disebut akomodasi
visual. Mengendor dan mengencangnya lensa dikendalikan oleh otot siliaris.2

Jaras Visual
Sebagian besar informasi visual menuju ke cortex cerebri, dan jaras lainnya menuju ke nuclei di
batang otak atau diencephalon. Jaras visual ke cortex cerebri dimulai pada retina lalu ke nervus
opticus. Setelah ke nervus opticus informasi berpindah ke fossa interpeduncularis lalu ke
chiasma opticus sampai ke geniculatum lateral. Jaras lain mengirimkan axon dari tractus opticus
ke batang otak, coliculus superior, nuclei pretectalis, dan nucleus suprachiasmatic.3

Gambar 2. Jaras nervus opticus3

AKSESORIS MATA
1. Konjungtiva
Konjungtiva memiliki struktur permukaan anterior bola mata (kornea) yang ditutupi oleh
epitel berlapis gepeng yang melipat pada permukaan posterior kelopak mata. Epitel konjungtiva
dan kornea adalah kontiniu pada forniks konjungtiva. Sel-sel apikal pada konjungtiva adalah selsel kerucut atau silindris tinggi, sel basalnya adalah sel kubus. Karena konjungtiva melewati tepi
kelopak mata, membrane mukosa konjungtiva menjadi epidermis. Konjungtiva memiliki fungsi
untuk membantu memebrsihkan permukaan kornea. Sekresi lendir juga melembabkan
konjungtiva dan kornea serta membantu mencegah penguapan air mata.3

2. Palpebra
Pada bagain sebelah dalam palpebra (kelopak mata) dilapisi oleh konjungtiva, sebelah
luar dilapisi oleh epitel epidermis yang tipis. Palpebra mengandung sejumlah rambut kasar (bulu
10

mata), modifikasi kelenjar sebase (kelenjar tarsalis atau kelenjar Meibom) dan kelenjar keringat
dengan saluran yang lurus (kelenjar Moll). Palpebra memiliki fungsi sebagai pelindung sekaligus
untuk membersihkan kornea. Sekresi palpebra seperti minyak dari kelenjar Meibom bercampur
dengan lendir dari kelenjar konjungtiva untuk membentuk film tipis pada air mata, yang
membantu mencegah penguapan air mata.3

3. Kelenjar Lakrimalis
Kelenjar lakrimalis terletak di bagian lateral atas orbita. Tiap kelenjar terdiri atas banyak
asini serosa yang mencurahkan isinya kedalam orbita melalui 10-20 saluran. Kelenjar ini
memiliki fingsi untuk menghasilkan air mata, yang membersihkan dan melumasi kornea.3

Fungsi Refraksi
Refraksi adalah defleksi atau pembelokan berkas sinar saat melewati salah satu medium menuju
medium lain yang memiliki densitas optik berbeda. Kornea bertanggung jawab untuk sekitar
70% daya refraktif dan merupakan alat penyesuuaian kasar pada mata. Lensa mata berperan
dalam sebagian besar aktivitas refraksi dan merupakan alat penyesuaian halus pada mata. Ketika
suatu berkas cahaya masuk ke medium dengan densitas yang lebih tinggi, cahaya tersebut
melambat(begitu juga sebaliknya). Berkas cahaya mengubah arah perjalanannya jika mengenai
permukaan medium baru pada setiap sudut selain tegak lurus. Ada dua faktor yang berperan
dalam derajat refraksi, yaitu komparatif antara dua media(semakin besar perbedaan densitas,
semakin besar derajat pembelokan) dan sudut jatuhnya berkas cahaya di medium kedua(semakin
besar sudut, semakin besar pembiasan). Arah lensa bergantung pada sudut kelengkungan. Suatu
lensa dengan permukaan konveks menyebabkan konvergensi, yaitu persyaratan untuk membawa
suatu bayangan ke titik fokus. Dengan demikian, permukaan refraktif mata bersifat konveks.
Lensa dengan permukaan konkaf menyebabkan divergensi berkas-berkas cahaya. Suatu lensa
konkaf berguna untuk memperbaiki kesalahan refraktif mata tertentu, misalnya berpenglihhatan
dekat. Permukaan kornea merupakan struktur pertama yang dilalui cahaya sewaktu masuk mata,
yang melengkung berperan paling besar dalam kemampuan refraktif total mata karena perbedaan
11

densitas pertemuan udara/kornea jauh lebih besar dari pada perbedaan densitas antara lensa dan
cairan yang mengelilinginya. Struktur-struktur refraksi pada mata harus membawa bayangan
cahaya terfokus di retina agar penglihatan jelas. Apabila suatu bayangan sudah terfokus sebelum
mencapai retina atau belum terfokus sewaktu mencapai retina, maka bayangan tersebut tampak
kabur. Berkas dari sumber cahaya yang terletak lebih dari 6 meter(20 kaki) dianggap sejajar saat
mencapai mata. Untuk kekuatan refraktif mata tertentu, sumber cahaya dekat memerlukan jarak
yang lebih besar di belakang lensa agar dapat memfokuskan daripada sumber cahaya jauh,
karena berkas dari sumber cahaya dekat masih berdivergensi sewaktu mencapai mata.5

D(Dioptri) = 1/f
Ukuran daya bias lensa dinyatakan dalam meter. Daya bias lensa sferis(+) sebesar +1 dioptri
terjadi bila lensa tersebut mampu memfokuskan/mengkonvergensikan sinar datang yang sejajar
pada titik fokus 1 meter di belakang lensa tersebut. Sedangkan, +2 Ddipotri terjadi bila fokus
setengah meter di belakang lensa.3

Gambar 3. Mata normal saat istirahat3

Gambar 4. Mata normal saat


akomodasi3

PEMBENTUKAN BAYANGAN DI RETINA


Sama seperti pembentukan bayangan oleh lensa kaca pada secarik kertas, susunan lensa
mata juga dapat membentuk bayangan di retina. Bayangan ini terbalik dari benda aslinya.
Namun demikian persepsi otak terhadap benda tetap dalam keadaan tegak, tidak terbalik seperti

12

bayangan yang terjadi di retina, karena otak sudah dilatih untuk menangkap bayangan yang
terbalik itu sebagai keadaan normal.6

MEKANISME AKOMODASI
Pada orang muda lensa terdiri atas kapsul elastik yang kuat dan berisi cairan kental yang
mengandung banyak protein dan serabut-serabut transparan. Bila lensa berada dalam keadaan
relaksasi, tidak ada tarikan terhadap kapsulnya, lensa akan berbentuk sferis disebabkan utama
oleh elastisitas dari akpsul lensa. Terdapat kira-kira 70 ligamen yang melekat disekeliling kapsul,
menarik tepi lensa ke tepi koroid. Logamen ini secara konstan diregangkan oleh tarikan yang
elastis dari koroid dan regangan pada ligamen ini menyebabkan lensa relatif datar dalam keadaan
istirahat.5
Pada tempat perlekatan ligamen di koroid terdapat otot siliaris yang mempunyai dua
perangkat otot polos, yaitu serabut meridional dan serabut sirkuler. Serabut meridional
membentang dari peralihan kornea sklera ke tempat perlekatan ligamen lensa di koroid. Jika
serabut otot ini berkontraksi, pangkal ligamen tadi akan tertarik kedepan dan regangan terhadap
lensa akan sedikit berkurang. Serabut sirkuler tersusun sirkuler mengelilingi bagian dalam mata,
sehingga pada waktu kontraksi terjadi gerak seperti sfingter, jarak antara pangkal ligamen
mendekat dan sebagai akibatnya regangan ligamen terhadap kapsul berkurang.5
Jadi kontraksi kedua pangkal otot polos dalam otot siliaris akan mengendurkan ligamen
dari kapsul, lensa akan lebih cembung seperti balon sebagai akibbat dari elastisitas dari
kapsulnya. Bila otot siliaris relaksasi, kekuatan lensa akan berkurang menjadi sekecil-kecilnya
yang dapat dicapai oleh lensa. Sebaliknya jika otot siliaris berkontraksi sekuat-kuatnya, kekuatan
lensa menjadi maksimum.5
Otot siliaris hampir seluruhnya diatur oleh saraf parasimpatis. Perangsang saraf
parasimpatis mata menimbulkan kontraksi otot siliaris, yang selanjutnya akan mengendurkan
ligamen lensa dan meningkatkan daya bias. Dengan meningkatnya daya bias, mata mampu
melihat objek lebih dekat disbanding sewaktu daya biasnya rendah. Sebagai konsekuensinya,

13

dengan mendekatnya objek ke arah mata, frekuensi impuls parasimpatis berefek kecil terhadap
pelemasan otot siliaris.5

CARA KERJA MATA


Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40
unsur utama yang berbeda dan kesemua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses
melihat. Kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata
mustahil dapat melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat
dibelakangnya terdapat iris, selain memberi warna pada mata iris juga dapat merubah ukurannya
secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk dengan bantuan otot yang melekat padanya.
Misalnya jika berada pada tempat gelap, iris akan membesar untuk memasukan cahaya sebanyak
mungkin. Namun ketika kekuatan cahaya bertambah, iris akan mengecil untuk mengurangi
cahaya yang masuk ke mata. 2
Ketika cahaya mengenai mata sinyal saraf terbentuk dan dikirimkan ke otak untuk
memberikan pesan tentang keberadaan cahaya, dan kekuatan cahaya. Lalu otak mengirim balik
sinyal dan memerintahkan sejauh mana otot disekitar iris yang harus mengerut. Bagian mata
lainnya yang bekerja bersamaan dengan struktur ini adalah lensa. Lensa bertugas memfokuskan
cahaya yang masuk mata pada lapisan retina di bagian belakang mata. Karena otot-otot
disekeliling lensa cahaya yang datang ke mata dari berbagai sudut dan jarak berbeda dapat
difokuskan ke retina. 2
Jika diamati pada bagian-bagian kecil dari sel sebuah mata maka kehebatan penciptaan
ini semakin terungkap. Anggaplah kita sedang melihat mangkuk kristal yang penuh dengan
buah-buahan, cahaya yang datang dari mangkuk ini ke mata kita menembus kornea dan iris
kemudian difokuskan pada retina oleh lensa, sehinnga sel-sel retina dapat merasakan adanya
cahaya ketika cahaya yang disebut foton itu mengenai sel-sel retina. Ketika itu mereka
menghasilkan efek rantai layaknya sederetan kartu domino yang tersusun dalam barisan rapi.
Kartu domino pertama dalam sel retina adalah sebuah molekul bernama 11-cis retinal. Ketika
sebuah foton mengenainya, molekul ini berubah bentuk dan kemudian mendorong perubahan
protein lain yang berikatan kuat dengannya yakni rhodopsin. 2
14

Kini rhodopsin berubah menjadi suatu bentuk yang memungkinkan berikatan dengan
protein lain yakni transdusin. Transdusin ini sebelumnya sudah ada dalam sel namun belum
dapat digabung dengan rhodopsin karena ketidak sesuaian bentuk. Penyatuan ini kemudian
diikuti dengan gabungan satu moplekul lain yang bernama GTP kini dua protein yakni rhodopsin
dan transdusin serta 1 molekul kimia bernama GTP telah menyatu tetapi proses sesungguhnya
baru saja dimulai. Senyawa GTP kini telah memiliki bentuk sesuai untuk mengikat satu protein
lain bernama pospodiesterase yang senantiasa ada dalam sel. Setelah berikatan, bentuk molekul
yang dihasilkan akan menggerakkan suatu mekanisme yang akan memulai serangkaian reaksi
kimia dalam sel. 2
Mekanisme ini menghasilkan reaksi ion dalam sel dan menghasilkan energi listrik. Energi
ini merangsang saraf-saraf yang terdapat dibelakang retina. Dengan demikian bayangan yang
ketika mengenai mata berwujud seperti foton. Cahaya ini meneruskan perjalanannya dalam
bentuk sinyal listrik. Sinyal ini berisi informasi visual objek luar mata. Agar mata dapat melihat
sinyal listrik yang dihasilkan dalam retina harus diteruskan dalam pusat pengelihatan di otak.
Namun sel-sel saraf tidak berhubungan langsung satu sama lain ada celah kecil yang
memisahkan titik-titik sambung mereka, lalu terjadi perubahan energy listrik menjadi energy
kimia tanpa kehilangan informasi yang sedang dibawa dan dengan cara ini informasi diteruskan
dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya. Molekul kimia pengangkut ini yang terletak pada titik
sambungan sel-sel saraf berhasil membawa informasi yang datang dari mata. 2
Ketika dipindahkan ke saraf berikutnya sinyal ini diubah lagi menjadi sinyal listrik dan
melanjutkan perjalanannya ke tempat titik sambungan lainnya dengan cara ini sinyal berhasil
mencapai pusat pengelihatan pada otak. Disini sinyal tersebut dibandingkan dengan informasi
yang ada di pusat memori dan bayangan tersebut ditafsirkan maka akhirnya kita dapat melihat.2

GANGGUAN PADA MATA


1. Miopi
Miopi merupakan sebuah kerusakan refraktir mata dimana citra yang dihasilkan berada di
depan retina ketika akomodasi dalam keadaan santai. Sewaktu otot siliaris relaksasi, cahaya dari
15

objek jauh di fokuskan di depan retina. Miopi dapat terjadi karena bola mata yang terlalu panjang
atau karena kelengkungan kornea yang terlalu besar sehingga cahaya yang masuk tidak
difokuskan secara baik dan objek jauh tampak buram. 5
Tidak ada mekanisme bagi miopia untuk mengurangi kekuatan lensanya karena memang
otot siliaris dalam keadaan relaksasi sempurna. Karena itu penderita miopi tidak mempunyai
mekanisme untuk memfokuskan bayangan dari objek jauh tegas di retina. Namun dengan
mendekatkan objeknya ke mata, bayangan akhirnya dapat difokuskan ke retina. Bila objek terus
didekatkan ke mata maka si penderita miopi dapat menggunakan mekanisme akomodasi agar
bayangan yang terbentuk tetap fokus dengan tetap di retina. Dengan demikian penderita miopi
memiliki titik jauh dan titik dekat yang terbatas untuk pengelihatan yang jelas.5
Penyebab miopi dapat bersifat keturunan, ketegangan visual atau faktor lingkungan.
Faktor herediter pada miopi pengaruhnya lebih kecil dari faktor ketegangan visual. Terjadinya
miopi lebih dipengaruhi oleh bagaimana seorang menggunakan pengelihatannya, dalam hal ini
orang lebih banyak menghabiskan waktu di depan computer atau seseorang yang menghabiskan
banyak waktunya dengan membaca tanpa istirahat akan lebih besar kemungkinannya untuk
menderita miopi.5

2. Hipermetropi
Hipermetropi disenut juga rabun dekat adalah kelainan refraksi mata dimana bayangan
dari sinar yang masuk ke mata jatuh dibelakang retina. Hal ini dapat disebabkan karena bola
mata terlalu pendek atau kelengkungan kornea yang kurang atau susunan lensa terlalu lemah saat
otot siliaris berkontraksi. Penderita hipermetropi tidak dapat membaca pada jarak yang normal
dan harus menjauhkan bahan bacaannya untuk dapat membaca jelas. Penderita juga akan sulit
untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan ketelitian tinggi.5
Tanda-tanda dari seseorang penderita hipermetropi adalah kesulitan untuk berkonsentrasi,
kesulitan melihat benda-benda dengan jarak dekat, mata tegang, kelelahan mata, sakit kepala dan
juga mata pedih.5

16

Untuk mengatasi kelainan ini, otot siliaris berkontraksi untuk meningkatkan kekuatan
lensa. Oleh sebab itu penderita hipermetropi dengan menggunakan mekanisme akomodasi dapat
memfokuskan bayangan dari objek jauh di retina. Bila penderita itu menggunakan sebagian dari
kekuatan otot siliarisnya dalam melakukan akomodasi untuk melihat dengan tegas objek yang
mendekati mata sampai otot siliaris berkontraksi maksimum. Pada saat tersenut jarak objek Dari
mata yang berakomodasi maksimum disebut titik dekat pengelihatan.5

3. Astigmatisme
Astigmatisme merupakan kelainan pembiasan susunan lensa yang biasanya disebabkan
oleh kornea yang berbentuk lonjong atau lebih jarang yang disebabkan oleh lensa yang
berbentuk lonjong. Permukann lensa yang berbentuk bulat telur contoh dari lensa astigmatis.
Derajat kelengkungan dari pada bidang yang melalui sumbu pendek. Karena kelengkungan lensa
astigmatis pada suatu bidang lebih kecil dari lengkung pada bidang yang lian. Cahaya yang
mengenai bagian perifer lensa pada suatu sisi tidak dibelokkan sama kuatnya dengan cahaya
yang mengenai bagian perifer pada bidang yang lain. 5
Cahaya yang dipancarkan dari titik sumber dan berjalan melalui lensa astigmatis yang
lonjong. Jelaslah bahwa cahaya yang melalui lensa astigmatis tidak dibiaskan menjadi satu titik,
karena cahaya yang melalui suatu bidang dari lensa difokuskan jauh dari cahaya yang melalui
bidang yang lain. 5
Daya akomodasi mata tidak dapat mengkompensasi kelainan astigmatis, karena pada
akomodasi kengkung lensa mata berubah sama kuatnya di semua bidang. Pada waktu akomodasi
berhasil memperbaiki kelainan pembiasan pada suatu bidang, kelainan di bidang yang lain tetap
tidak dapat dikoreksi. Ini berarti setiap bidang memerlukan derajat akomodasi yang berbeda,
dengan perkataan lain kedua bidang tidak dapat diakomodasi pada saat yang bersamaan. Oleh
sebab itu pengelihatan tidak pernah tegas. 5

17

4. Presbiopi
Dengan meningkatnya usia, lensa kehilangan elastisitasnya dan berubah menjadi relative
padat, sebagian disebabkan oleh denaturasi protein lensa secara progresif. Akibatnya
kemampuasn lensa untuk mencembung akan berkurang secara progresif, dan daya akomodasi
berkurang dari 14 dioptri menjadi kurang dari 2 dioptri pada umur 40-50 tahun. Pada keadaan
terakhir ini lensa dikatakan sama sekali tidak dapat berakomodasi, dan keadaan tersebut disebut
dengan presbiopias. 5
Sekali orang mengalami presbiopi, matanya akan terpaku permanen pada suatu jarak
yang hampir tidak berubah-ubah. Jarak pengelihatan ini bergantung pada keadaan fisik dari mata
orang tersebut. Mata orang itu tidak dapat lagi berakomodasi baik untuk pengelihatan dekat
maupun pengelihatan jauh. 5

KOREKSI
Cahaya yang melalui lensa konkaf akan disebarkan. Karena itu bila permukaan refraksi
mata mempunyai daya bias terlalu besar seperti pada miopi, kelebihan daya bias ini dapat
dinetralkan dengan meletakan lensa sferis konkaf di depan mata. Sebaliknya pada penderita
hipermetropi yang mempunyai susunan lensa terlalu lemah, pengelihatannya dapat diperbaiki
dengan menambah daya bias dari lensa konveks di depan mata. 5
Biasanya kekuatan lensa konkaf atau konveks yang diperlukan ditentukan dengan cara
trial and eror, yaitu dengan mula-mula meletakkan sebuah lensa kuat dan kemudian diganti
dengan lensa yang lebih kuat atau yang lebih lemah sampai diperoleh lensa yang memberikan
tajam pengelihatan terbaik. 5
Pada mata yang mengalami astigmatis dapat dianggapkan sebagai mata yang memiliki
susunan lensa yang terdiri atas dua lensa silindris berkekuatan berbeda yang diletakkan saling
tegak lurus. Karena itu, cara untuk koreksi astigmatis biasanay adalah secara trial and eror
menentukan lensa sferis yang cocok untuk mengkoreksi pembiasan pada suatu bidang dan

18

setelah itu lensa silindris ditambah untuk mengoreksi kelainan pada bidang yang lain. Untuk hal
terakhir ini sumbu dan kekuatan lensa silindris harus ditetapkan. 5
Sedangkan untuk penderita presbiopi, koreksi hanya dapat dilakukan dengan memberikan
lensa bantuan di depan mata yang berupa lensa bifokus. Dimana pada bagian atasnya merupakan
lensa untuk pengelihatan jauh, sedangkan lensa yang dibawahnya digunakan untuk pengelihatan
dalam jarak dekat. 5

KESIMPULAN
Hipotesis diterima, penurunan kemampuan pengelihatan mata dipengaruhi oleh faktor
usia seseorang.
Mata adalah organ pengelihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang
paling sederhana adalah untuk mengetahui apakah lingkungan sekitarnya terang atau gelap. Mata
yang kompleks digunakan untuk memberikan pengertian visual.
Fungsi mata yang terutama adalah sebagai indera pengelihatan. Mata dibentuk untuk
menerima rangsangan berkas-berkas cahaya pada retina, lantas dengan perantara serabut-serabut
nervus optikus mengalihkan rangsang ini ke pusat pengelihatan otak untuk ditafsirkan.
Bola mata dibagi menjadi dua bagian oleh lensa, yaitu segmen anterior dan segmen
posterior. Segmen posterior dibagi lagi menjadi daerah vitreosa anterior dan daerah vitreosa
posterior oleh pars plana. Segmen anterior mata berisi kornea, kamera oculi anterior (cairan
mata) yang berisi humor aqueous (cairan mata), kamera okuli posterior, iris, lensa, korpus siliaris
dan zonula. Segmen posterior berisi korpus vitreous, retina, koroid, sclera, saraf optikus dan
arteri sentralis.
Umumnya mata dilukiskan sebagai bola, tetapi sebenarnya bentuknya adalah lonjong dan
bukan bulat seperti bola. Bola mata memiliki garis mengenah kira-kira 2,5 cm dengan bagian
depan yang bening dan terdiri dari tiga lapisan utama yaitu lapisan luar (tunika fibrosa), lapisan
tengah (tunikas vaskulosa / uvea), dan lapisan dalam (tunika nervosa / retina).

19

Pada bilik anterior terdapat suatu ruang yang disebut kamera okuli anterior yaitu yang
terletak diantara kornea dan iris. Sedangkan pada bilik posterior terdapat suatu ruang yang
disebut kamera okuli posterior yaitu yang terletak diantara iris dan lensa. Baik bilik anterior
maupun posterior didalamnya diisi oleh suatu cairan yang disebut dengan aqueus humor.
Aqueus humor merupakan suatu cairan yang berasal dari badan siliari yang diserap
kemudian kembali ke dalam aliran darah pada sudut antara iris dan kornea melalui vena halus
yang dikenal sebagai saluran Schlemm.
Ketika cahaya mengenai mata sinyal saraf terbentuk dan dikirimkan ke otak untuk
memberikan pesan tentang keberadaan cahaya, dan kekuatan cahaya. Lalu otak mengirim balik
sinyal dan memerintahkan sejauh mana otot disekitar iria yang harus mengerut. Bagian mata
lainnya yang bekerja bersamaan dengan struktur ini adalah lensa. Lensa bertugas memfokuskan
cahaya yang masuk mata pada lapisan retina di bagian belakang mata. Karena otot-otot
disekeliling lensa cahaya yang datang ke mata dari berbagai sudut dan jarak berbeda dapat
difokuskan ke retina. Gangguan pada mata yaitu miopi, hipermetropi, astigmatisme dan
presbiopi.

DAFTAR PUSTAKA
1. Mata. 31 Maret 2012. Diunduh dari : http://id.wikipedia.org/wiki/mata. 10 April 2012
2. Pearce EC. Anatomi dan fisiologi untuk paramedis. Jakarta : PT GRAMEDIA ; 2009.h.2133.
4.
5.
6.

35
Gunaedi. Perioperatif medis. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC ; 2007.h.22-35
Utami HP. Mengenal cahaya dan optik. Jakarta : Ganeca Exact ; 2007.h.26-45
Guyton. Fisiologi kedokteran. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC ; 2009.h.1-25
Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Ed 2. Jakarta. EGC ; 2001.h.213-5

20