Anda di halaman 1dari 55

Pemeriksaan Hematologi

dr. Stefanus Susanto


Bagian Patologi Klinik
Fakultas Kedokteran
Universitas Methodist Indonesia

Spesimen darah untuk


hematologis adalah
1. Darah Perifer
(DP) /blood:
Darah Tepi / Darah
whole

Kapiler.
Dari tusukan pada kulit dari anak daun
telinga
atau ujung jari (digiti 2/3/4), tumit, ibu
jari kaki
dengan syarat tdk ada cyanosis,oedem,
infeksi.
2. Darah Vena yang didapat dari
punksi/aspirasi pada
vena superficial, pada fossa cubiti,
pergelangan

Serum = whole bood


bekuan darah /
clot (= Plasma
fibrinogen)
Plasma = Whole blood +
antikoagulansia
yang sudah
dicentrifuge.

Darah vena digunakan untuk


pemeriksaan :
Jumlah eritrosit, jumlah
retikulosit, jumlah trombosit,
jumlah lekosit, kadar Hb, LED,
hematokrit, Icterus Index,
Fragility Test, dan lain-lain (waktu
bekuan, clot retraction time, v/d
Bergh, WR, pemeriksaanpemeriksaan hematotologis /
serologis / kuman lainnya).

Antikoagulansia:
1. Natrium Citras 3,8% :
Larutan ini isotonis dengan darah
(eritrosit)
dalam perbandingan 1:4.
2. Natrium Fluorida (NaF) dalam bentuk
bubuk.
10 mg NaF untuk tiap 10 ml darah.
3. EDTA (Ethylene Diamine Tetra Acetate)
1 mg EDTA untuk 1 ml darah. Dipakai
dalam
bentuk larutan 10%.
4. Oxalat Wintrobe (Heller).
0,2 ml oxalate Wintrobe untuk darah 2 ml

Pemeriksaan
Darah Rutin

1.Kadar Hemoglobin.
2. Jumlah Lekosit.
3. LED.
4. Hitung Jenis Lekosit.

Pemeriksaan Darah Lengkap


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Kadar Hemoglobin.
Jumlah Lekosit.
LED.
Hitung Jenis Lekosit.
Jumlah Eritrosit.
Hematokrit.
Jumlah Trombosit.
Indeks Eritrosit.

HAEMOGLOBIN ( Hb )
Manfaat pemeriksaan Hb:
1. Pemeriksaaan penyaring
untuk
menegakkan diagnosa.
2.Pencerminan reaksi tubuh
terhadap penyakit
3.Petunjuk kemajuan terapi.

Nilai normal Hb ( bervariasi ) :


Laki-laki : 13 - 16 g/dl (gr%)
Wanita : 12 - 14 g/dl
Anak : 10 - 15 g/dl
Kadar Hb dipengaruhi oleh:
1. Umur
2. Jenis Kelamin
3. Geografi ( tinggi rendahnya daerah ).
4. Penyakit-penyakit:
Kadar Hb menurun pada anemia, infeksi
kronik,
leukemia,dll
Kadar Hb meninggi pada polisitemia,

Metode Pemeriksaan Kadar Hb


1. Kalorimetri : a. Direct Matching
b. Alkali hematin
c.
Oxyhemoglobin
d.
Cyanmethhemoglobin
e. Acid hematin
(Sahli)
2. Gasometric method.
3. Specific gravity darah.

Metode hematin asam


(Sahli):
Prinsip : Hb diubah dengan HCl
menjadi
hematin asam (coklat tua),
diencerkan
dengan aquadest sampai sama
dengan
warna standar dari alat Sahli.
Cara Sahli ini murah, cepat,
sederhana,
kurang teliti (kesalahan 5 10 %).

HEMATOKRIT (HCT / HT /
Packed Cell Volume / PCV)
Ht adalah volume eritrosit
didalam 100 ml darah = % dari
volume darah.
Normal :
Laki-laki
47% (40 54%)
--- 477
Perempuan 42% (37 47%)

Prinsip :
Darah + antikoagulansia
dimasukkan kedalam tabung yang
mempunyai kaliberasi
(tabung Ht), diputar selama 30
menit dengan RPM 3.000 kali per
menit, sehingga
didapati plasma diatas dan sel
eritrosit dibawah (translucent /
Koeppes criterion
oleh karena sel-sel memadat dan
tidak/sedikit mengandung plasma

Metode : 1. Cara Makro (Wintrobe)


2. Cara Mikro (Tabung
kalpiler)
3. Elektronik (Auto
Analysa,
Caulter Counter)
Hematokrit meningkat pada :
- Peningkatan jumlah RBC :
Polisitemia
- Penurunan volume plasma
- Makrositosis
Hematokrit menurun pada :
- Anemia

Metode : 1. Cara Makro (Wintrobe)


2. Cara Mikro (Tabung
kalpiler)
3. Elektronik (Auto
Analysa, Caulter
Counter)
Hematokrit meningkat pada :
- Peningkatan jumlah RBC :
Polisitemia
- Penurunan volume plasma
- Makrositosis
Hematokrit menurun pada :

Penyebab kesalahan
pemeriksaan :
1. Sample darah diambil
setelah
terjadi perdarahan
( Hematokrit
cenderung tinggi )
2. Antikoalugan berlebih
3. Kecepatan & waktu

HEMATOKRIT (Mikro)

LAJU ENDAP DARAH / LED /


ERYTHROCYTE SEDIMENTATION
RATE
/
ESR
Metode :
- Makro : - Westergren : < 10 mm/jam
< 15 mm/jam
- Wintrobe : < 10 mm/jam
< 20 mm/jam
- Cuttler : 2 -8 mm/jam
2 10 mm/jam
- RourkeErnstene : 0,050,40
mm/mnt.
- Mikro : Landau, Hellinger, Cresta

Faktor-faktor yang
mempengaruhi LED :
1. Tehnik
2. Bentuk eritrosit
3. Muatan eritrosit.
4. Banyaknya eritrosit
5. Pembentukan rouleaux

Interpretasi :
LED bertambah dijumpai
pada :
1. Kadar albumin menurun
2. Kadar globulin
meningkat
3. Kadar fibrinogen yang
meningkat
4. Anemia

LED berkurang dijumpai


pada :
1.
2.
3.
4.

Polycythemia
DC
Sickle cell anemia.
Bayi baru lahir.

JUMLAH
LEKOSIT

Normal : 5.000 10.000 / mm3.


> 10.000 / mm3 disebut
lekositosis.
< 5.000 / mm3 disebut
lekopenia
Alat yang dipakai untuk
menghitung jumlah lekosit:
Hemocytometer dengan kamar

Caranya:
Isi pipet lekosit (dalam pipet terdapat
batu putih) dengan darah kapiler / darah
oxalat sampai garis 0.5 (kalau lekopenia
sampai garis 1), kemudian isap larutan
Turk sampai garis 11.
Pipet digoyang-goyang 3 5 menit,
kemudian buang 2 3 tetes.
Isi kamar hitung (Improved Neubauer)
dengan cara menyentuh ujung pipet
pada sisi deck glass kamar hitung, oleh
daya kapilaritetnya larutan tersebut
akan mengisi kamar hitung tadi.
Diamkan beberapa menit supaya lekosit
mengendap.

Larutan Turk berguna untuk :


- menghancurkan eritrosit.
- mewarnai lekosit (oleh
karena
mengandung gentian violet).
Darah kapiler mengandung
lekosit lebih banyak dari darah
vena (1.000 1.500 sel) oleh
karena stasis lokal.

Cara menghitung :
Untuk Improved Neubauer, lekosit
dihitung dalam 4 bidang di sudut-sudut
kamar hitung yang masing-masing
luasnya 1 x 1 mm2 (W1, W2, W3,W4)
Tinggi kamar hitung 0.10 mm.
Faktor pengenceran 20 x (0,5 11).
W1 + W2 +W3 +W4
Rumus = -------------------------- x 10 x 20
=
4
A x 50 / mm3.
Jumlah lekosit tiap-tiap bidang tidak
boleh berbeda > 8 buah.

Kamar Hitung Improved Neubauer

Lekositosis dapat dibedakan


berdasarkan :
Jenis sel yang bertambah :
- neutrophilic leukositosis /
neutrophilia.
- lymphocytic leukositosis /
lymphocytosis
- eosinophilic leukositosis /
eosinophilia.
Jumlah sel : - ringan : 10.000
15.000 / mm3.
- sedang : 15.000

Lekositosis fisiologis :
Bayi baru lahir.
Anak-anak (berkurang dengan
bertambahnya
umur).
Olah raga berat (termasuk respons
terhadap
ACTH / Cortison yaitu stress).
Kehamilan trimester terakhir.
Takut, cemas, sakit.
Inhalasi ether, pemberian
epinephrine

Lekositosis patologis :
Infeksi terutama pyogenic.
Tumor-tumor ganas terutama yang
menyebabkan ulcerasi, necrosis,
perdarahan, superinfeksi.
Trauma.
Perdarahan terutama dalam cavum
serosa.
Keracunan (zat kimia, gout, nefritis
kronis,
necrose hati, dll).
Infark paru, miokardium.

Eosinofilia (> 6 %), normal 1 3


%.
Keadaan alergis
Penyakit-penyakit kulit
Infeksi parasit (hanya metazoa,
tidak
protozoa)
Beberapa infeksi
Beberapa penyakit darah
Setelah radiasi
Kelainan familial

Lymphocytosis :
> 62 % (Normal = 20 40 %)
Beberapa infeksi akut
Masa konvalesens infeksi-infeksi
akut
Infeksi kronis
Thyrotoxicosis
Bayi dan anak-anak
Lymphocytic leukemia.
Dll.

Lymphocytosis relatif : proporsi


(%age) limfosit meninggi, jumlah
lekosit normal.
Lymphocytosis absolut : Jumlah
total lekosit meninggi, %age
limfosit meninggi.

Lekopenia : jumlah lekosit kurang


dari normal.

Disebut juga neutrophenia atau


granulocytopenia.
Kalau neutrophenia berat sampai
lekosit hilang dalam sirkulasi
darah, sehingga disebut
agranulocytosis atau malignant
neutrophenia.

Lekopenia dapat dijumpai pada :

1. Bahan kimia / fisik :


- penekanan sumsum tulang (radiasi,
sitostatika, bezena).
- reaksi obat idiosinkratik.
2. Penyakit infeksi :
- bakteri (tifoid, tularemia, bruselosis)
- virus (hepatitis. Influenza, gondongan,
rubela, mononukleosis infeksiosa)
- protozoa (terutama malaria)
- infeksi berat.
3. Hipersplenisme (penyakit hati, penimbunan
4. Gangguan lain (penyakit kolagen-vaskular/t.
SLE, defisiensi asam folat, vit.B12 yg parah)

PREPARAT APUS DARAH TEPI


Sedian yang baik adalah :
- rata, homogen, tidak ada garis-garis.
- panjangnya - 1/3 dari panjang object
glass.
-tidak melebar sampai ke sisi object
glass.
Tebal tipis sedian tergantung dari :
- besar tetesan darah.
- sudut object glass.
- kecepatan menggeser object glass.

Mikroscopis : - eritrosit merah muda.


- inti lekosit biru keunguunguan
- granule neutrofil merah
muda
violet / lila.
- granule eosinofil merah.
- chromatin inti jelas
(terang).
- area antara sel-sel jernih,
tidak
ada presipitasi
pengecatan.

Preparat apus darah tepi

Pemeriksaan sediaan apus


darah tepi :
1. Menghitung jenis 100 buah
lekosit.
2. Morfologi lekosit
3. Morfologi eritrosit
4. Jumlah trombosit (cara tak
langsung)

JUMLAH ERITROSIT

Nilai normal : 4,5 5,5 juta /


mm3.
: 4 5 juta /
mm3.
Caranya menghitung: Seperti
menghitung jumlah lekosit,
dengan hemocytometer,
dipakai pipet eritrosit (yang
ada batu merah).

JUMLAH TROMBOSIT
A. Cara Langsung (Rees Ecker)
Normal 200.000 500.000 / mm3.
B. Cara Tak Langsung
Normal 200 800 / 100 LP

Perobahan jumlah trombosit fisiologis:

Jumlah trombosit menurun :


bayi terutama 48 jam pertama.
menstruasi hari pertama (50-75% dari normal).
hamil sedikit menurun, terutama partus
dan postpartum sampai hari kedua.
Jumlah trombosit meninggi :
kerja berat.
ditempat tinggi.
suntikan epinephrine (mulai 5 menit sampai 1 jam
tapi tak dijumpai pada postsplenectomy.
histamin mempunyai efek serupa.

bahan pada keadaan patologis :


ombositosis
temporer : trauma, asphyxia, fraktur terutama
leher femur, postoperasi, splenectomy,
perdarahan akut, masa konvalesens
perdarahan masif saluran cerna, masa
akut dari rheumatic fever dan infeksi
supuratif.
persisten (trombositemia / piastrinemia), pada
keadaan myeloproloferatif seperti : chronic
myelocytic leukemia, Erythremia (polycythemia
vera), Hodgkins disease, carcinoma, Boeks
sarcoma, splenic vein thrombosis.

2. Thrombocytopenia:
- Idiophatic Thrombocytopenic Purpura
- Zat kimia : - myelosupressif / cytostatica; Physic :
x-ray,
panas; tumbuh-tumbuhan; binatang, gigitan ular,
serangga
- Gangguan pada system hemapoeitik :
anemia: anemia aplastik, anemia pernisiosa
leukemia
gangguan pada spleen : congestif splenomegali,
Gauchers disease, Fettys syndrome,
sarcoidosis,
SLE.
thrombotic thrombocytopenic purpura
- Infeksi : septicemia, subacute bacterial
endocarditis,
mononucleosis infektiosa.
- Haemangio-endothelioma
- Dll (tranfusi darah berlebih-lebihan, dll).

JUMLAH RETIKULOSIT
Normal : 0,5 1,5 % dari jumlah
eritrosit.
20.000 75.000 / mm3.
Cara menghitung jumlah retikulosit, dengan
pengecatan supravital yaitu :
- Brilliant Cresyl Blue 1 % dalam metil alcohol.
- Janus Green.
- Nile Blue Sulphate.
- Neutral Red.
- New Methylene Blue (Color Index 927)

Retikulosit bertambah disebut


retikulostosis
menandakan adanya aktifitas
haemopoeitik
yang bertambah.
Jumlah retikulosit tergantung dari :
- Banyaknya perangsangan: anemia,
perdarahan, hemolisa.
- Jumlah bahan pembentuk darah.
- Keadan sumsum tulang.

INDEKS ERITROSIT / NILAI MC (MEAN


CORPUSCULAR) / FORMULA DARI
WINTROBE

1. Mean Corpuscular Volume (MCV) /


Volume Eritrosit Rata-rata (VER)
yaitu (Ht / E) x 10 c (micron kubik / 3
/ fl)
Nilai normal : 82 92 c
Ht = hematokrit (%)
E = eritrosit (juta/mm3)
Hb= hemoglobin (gr/dl)

2. Mean Corpuscular Haemoglobin


(MCH) /
Hemoglobin Eritrosit Rata-rata
(HER)
yaitu (Hb / E) x 10 (pikogram/pg/
/
mikromikrogram/gr).
3. Mean Corpuscular Haemoglobin
Nilai normal : 27 31
Concentration
(MCHC) / Konsentrasi Hemoglobin
Eritrosit
Rata-rata (KHER)
yaitu (Hb / Ht) x 100 %
Nilai normal : 32 37 %

RDW = Red Cell Distribution Width


RDW penting untuk indikator derajat
anisositosis atau variasi abnormal dari
ukuran RBC.
Nilai normal : 11,0 15,0 %.
Bertambah besar nilai RDW bertambah
besar variasi ukuran eritrositnya.

TERMINOLOGI SEL-SEL DARAH


Terminologi klasik
Synonim
Seri Granulosit : - Myeloblast
- Promyelocyte
-------------------Progranulosit
- Myelocyte
- Metamyelocyte ----------------Juvenile
cells
- Neutrophil batang ------------Stab cells
- Neutrophil segmen
-----------Polymorphonuclear cells

Seri Erythroid
:
Terminologi
klasik
Synonim
- Pronormoblast -------------------------Rubriblast
- Basophilic normoblast
-----------------Prorubricyte
- Polychromatophilic normoblast
-----Rubricyte
- Orthochromic normoblast
------------Metarubricyte
- Reticulocyte
Seri Lymphocytic:
- Erythrocyte
- Lymphoblast
- Polylymphocyte
- Lymphocyte

Terminologi klasik

Seri Plasmocyte : - Plasmablast


- Proplasmocyte
- Plasmocyte
Seri Monocytic : - Monoblast
- Promonocyte
- Monocyte

Synonim

SEKIAN

dr. Stefanus Susanto