Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

Saat ini perkembangan teknologi berjalan dengan sangat pesat ,baik


dalam jumlah kuantitasnya,kualitas maupun pemanfaatannya pada
berbagai aspek dialam semesta ini.Oleh karena begitu pesatnya
perkembangan teknologi diberbagai bidang yang dapat dipahami melalui
berbagai literature melalui rujukan terkait,maka pembahasan tentang
pengembangan teknologi pada pokok bahasan yang mhanya difokuskan
pada empat bidang yaitu :Teknologi material,Nanoteknologi,Bioteknologi
Molekular (Life Science )dan Teknologi Informasi. Pemilihan keempat
bidang teknologi tersebut didasarkan pada perkembangannya yang
sangat pesat sekarang ini dan pengaruhnya yang begitu besar bagi
kehidupan.
Bahkan dikatakan bahwa dalam tiga dekade terkahir telah terjadi
revolusi
besar-besaran
dalam
bidang
:Teknologi
material,Nanoteknologi,Bioteknologi
Molekular
(Life
Science ),dan Teknologi Informasi. Bukan berarti bidang-bidang yang
lain,perkembangannya tidak pesat namun bidang tersebut dapat ditinjau
sesuai sudut pandang atau wawasan yang lain.
B.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari makalah ini ,yaitu :


Bagaimana perkembangan teknologi dalam bidang nanoteknologi
C.

Tujuan

Adapun tujuan dari makalah ini yaitu :


Untuk mengetahui perkembangan teknologi dalam bidang nanoteknologi.

BAB II
PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN NANOTEKNOLOGI
A.

Definisi Nanoteknologi

Nanoteknologi adalah sebuah cabang ilmu yang berfokus pada materimateri pada ukuran antara 1 hingga 100 nanometer (1 nm = 10 -9 meter ).
Pada dasarnya, nanoteknologi ialah peluasan sains-sains yang sedia ada
1

ke skala nano. Pada dasarnya, nanoteknologi adalah perluasan ilmuilmu yang ada ke skala nano.

B.

Sejarah Nanoteknologi

Richard Feynman seorang ahli Fisika, adalah orang yang pertama kali
mendiskusikan tentang Nanoteknologi dalam kuliahnya dengan topic
Masih Banyak Ruang di Bagian Paling Bawah dalam suatu pertemuan
tahunan American Physical Society pada tahun 1959, tapi yang dianggap
menciptakan istilah Nanoteknologi adalah Prof. Norio Taniguchi dari
Tokyo Science University dalam suatu presentasi pada konferensi yang
dilaksanakan pada tahun 1974 yang berjudul Konsep Dasar
Nanoteknologi. Konsep self-assembly (sistem dan alat yang
mengembangkan dirinya sendiri berdasarkan pada reaksi kimia maupun
interaksi yang lain antar komponen berskala nano juga menjadi tren
utama dalam Nanoteknologi).

C.

Perkembangan Nanoteknologi

Era nanoteknologi diawali dari penemuan di bidang nano sains yang


mempunyai ;pengertian lebih kepada pengertian konvergensi dari fisika
kuantum,biologi
molecular,ilmu
computer,kimia
dan
rekayasa
material.Diperkirakan dalam periode nulai tahun 2010 sampai 2020 akan
terjadi percepatan yang luar biasa dalam penerapan nanoteknologi di
dunia industry dan ini menandakan bahwa dunia sekarang mengarah
pada dekade Revolusi Nanoteknologi Rahasia dibalik nanoteknologi
Nanoteknologi telah dianggap sebagai ilmu pengetahuan baru di masa
mendatang,dengan inovasi terbaru diantaranya menggunakan partikel
mikro
yang
dapat
digunakan
untuk
menghilangkan
kerut
wajah,memperkokoh botol kemasan,dan membersihkan pakaian tanpa
air.Studi awal di bidang kesehatan juga mengindikasikan beberapa dari
partikel-partikel tersebut,telah dipergunakan dalam teknik mesin terbaru
yang dapat mengakibatkan kanker atau mengobati penyakit kanker.
Nanoteknologi
adalah
teknologi
yang
menggunakan
skala
namometer,atau sepersemilyar meter,merupakan teknologi berbasis
pengelolaan materi berukuran nano atau satu per miliar meter dan
merupakan lompatan teknologi untuk mengubah dunia materi menjadi
berbagai bentuk atau model yang jauh lebih berharga dari
sebelumnya.Para ilmuwan yang berkecimpung dalam nanoteknologi
mengatakan bekerja dengan partikel-partikel ini dapat member harapan
yang paling besar untuk membangun mesin miniature yang tersusun dari
atom demi atom,sama seperti halnya setiap makhluk hidup juga tersusun
dari atom. Beberapa ilmuwan sudah menerapkan nanoteknologi untuk
menambah partikel-partikel perak mini,yang diketahui sebagai sebuah
anti bakteri pada pisau cukur,wadah penyimpanan makanan,minuman
dan kaus kaki anti debu.Pengaruh bagi manusia adalah bahwa patikelpartikel ini dapat menyebabkan tubuh dan ilmuwan membutuhkan waktu
2

bertahun-tahun sebelum mereka benar-benar dapat memahami efek yang


dihasilkan dari penggunaan teknologi.Partikel nano,karena sangat kecil
dapat masuk melalui sebuah membran sel tanpa diketahui namun dapat
membawa cukup besar materi asing di antara untaian DNA.Namun,tidak
ada studi kesehatan jangka panjang untuk masalah ini. Revolusi Industri di
bidang nanoteknologi Nanosains adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari fenomena atau sifat-sifat suatu objek atau material dalam
skala nanometer.Mula-mula ,tubuh kita berada di dunia berskala meter
(m).Kemudian,dimisalkan bagian tubuh manusia yang berskala 1 per 1000
dari itu atau micrometer dianalogikan seperti diameter rambut
manusia,sel tubuh atau sel darah merah.Nanometer (nm) adalah besaran
1 per 1000 dari mm,seperti lebar DNA yang skalanya berkisar 2
nm.Apabila namometer dibagi lagi menjadi 1 persepuluhnya,akar sampai
pada besaran atom yang terakhir yaitu (0,1 nm=1A0 (Angstrom).
Perbandingan antara 1 meter dengan 1 nanometer adalah seperti haknya
perbandingan antara bola bumi dengan bola pingpong.Dari kenyataan
ini,dapat dikatakan bahwa,manusia secara perlahan lahan tengah
mendapatkan teknologi yang sulit dibayangkan,.Adapun Nanobaja
mampu menghasilkan baja yang berstuktur halus (mencapai beberapa
puluh nm) dan memiliki kekuatan dan umur 2 kali lipat dari baja tanpa
melibatkan nanoteknologi dalam pengolahannya.teknologi .Teknologi
Nanobaja,sangat sederhana dan tidak memerlukan peralatan tertentu
untuk membuatnya.

D.
1.

Penggunaan nanoteknologi dalam kehidupan sehari-hari


Medis & Pengobatan

Molekul dalam skala nano yang bersifat multifungsi untuk


mendeteksi kanker dan untuk penghantaran obat langsung ke sel target.
2.

Farmasi

Sebagian besar obat-obatan dan kosmetika yang beredar di pasaran


saat ini bekerjanya kurang optimal disebabkan karena zat aktifnya :

memiliki tingkat kelarutan yang rendah.

membutuhkan lemak agar dapat larut.

mudah teragregasi menjadi partikel besar

tidak mudah diabsorpsi dan dicerna


3.

Kosmetik

Terobosan nanoteknologi dalam bidang kosmetika dan obat-obatan


mampu menciptakan bahan kosmetika dan obat-obatan dengan
efektivitas yang jauh lebih baik. Sebagai contoh adalah penggunaan
liposom dalam formula obat dan kosmetika.
3

Liposom adalah vesikel berbentuk spheris dengan membran yang terbuat


dari dua lapis fosfolipid (phospholipid bilayer), yang digunakan untuk
menghantarkan obat atau materi genetik ke dalam sel. Liposom dapat
dibuat dari fosfolipid alamiah dengan rantai lipid campuran ataupun
komponen protein lainnya. Bagian phospholipid bilayer dari liposom dapat
menyatu dengan bilayer yang lain seperti membran sel, sehingga
kandungan dari liposom dapat dihantarkan ke dalam sel. Dengan
membuat liposom dalam formula obat atau kosmetika, akhirnya bahan
yang tidak bisa melewati membran sel menjadi dapat lewat. Manfaat
sistem penghantaran zat aktif kosmetika dengan menggunakan liposom
berukuran 90 nm adalah :

Mampu menghantarkan zat aktif sampai lapisan bawah kulit.


Mampu menghantarkan zat aktif lebih cepatk, sehingga didapatkan
recovery yang lebih cepat pula.
2. Bidang Industri
Aplikasi
nanoteknologi
dalam
industri
sangat
luas.
Dengan
nanoteknologi, kita bisa membuat pesawat ruang angkasa dari bahan
komposit yang sangat ringan tetapi memiliki kekuatan seperti baja. Kita
juga bisa memproduksi mobil yang beratnya hanya 50 kilogram. Industri
fashion pun tidak ketinggalan. Mantel hangat yang sangat tipis dan ringan
bisa menjadi tren di masa mendatang dengan bantuan nanoteknologi.
Berbagai terobosan dapat dilakukan dengan nanoteknologi untuk
menggantikan bahan baku industri yang kian langka. Jepang, misalnya,
pada 1997 membuat proyek ultra baja untuk mengembangkan teknologi
konservasi baja. Baja super ini dilaporkan memiliki kekuatan dua kali lipat
dari baja biasa, sehingga pemakaiannya dapat lebih efisien. Hal ini dapat
menjadi solusi bagi krisis baja yang melanda dunia beberapa bulan
terakhir akibat melonjak tajamnya permintaan baja dari Cina.Diperkirakan
tahun 2010, produk-produk industri dalam skala apa pun akan
menggunakan material hasil rekayasa nanoteknologi. Tidak heran kalau
Bill Clinton-saat menjabat Presiden AS-sejak 1993 telah menginstruksikan
kepada National Science and Technology Council (NSTC) untuk meriset
bidang
nanoteknologi
ini.
(dapat
dilihat
di
www.whitehouse.gov/WH/EOP/OSTP/ NSTC/).Perkembangan pesat ini akan
mengubah wajah teknologi pada umumnya karena nanoteknologi
merambah semua bidang ilmu. Tidak hanya bidang rekayasa material
seperti komposit, polimer, keramik, supermagnet, dan lain-lain. Bidangbidang seperti biologi (terutama genetika dan biologi molekul lainnya),
kimia bahan dan rekayasa akan turut maju pesat. Misalnya, manusia akan
mengecat mobil dengan cat nanopartikel yang mampu memantulkan
panas sehingga kendaraan tetap sejuk walau diparkir di panas terik
matahari. Atau, kawat tembaga akan sangat jarang digunakan (terutama
dalam hardware computer) karena digantikan dengan konduktor
nanokarbon yang lebih tinggi konduktivitasnya.

4.

Bidang Luar Angkasa

Nanoteknologi juga sudah berhasil menyodorkan suatu material hebat


yang sangat ringan, tetapi kekuatannya 100 kali lebih kuat dari baja!
Material hebat ini diberi nama Carbon Nano-Tube (CNT). Material ini hanya
tersusun dari atom karbon (C), seperti grafit dan berlian.Kuat tetapi
sangat ringan sehingga menara dapat dibuat lebih tinggi dan kabel dapat
dibuat lebih panjang dan kuat tanpa takut jatuh/roboh karena beratnya
sendiri. Hal berikut yang sangat dibutuhkan adalah sesuatu yang cukup
berat yang mengorbit mengelilingi bumi. Asteroid dapat dimanfaatkan
untuk tujuan ini! Asteroid ini berfungsi sebagai beban yang menstabilkan
kabel serta satelit geostasioner yang sedang mengorbit itu. Tanpa beban
penstabil (counterweight), kabel dan satelit bisa jatuh menimpa bumi
karena tertarik gravitasi, walaupun bahan konstruksinya merupakan
material yang sangat ringan. Asteroid ini nantinya dihubungkan dengan
satelit menggunakan kabel yang sama. Asteroid ini dapat diarahkan
supaya mengorbit pada ketinggian tertentu mengelilingi bumi dengan
cara menembaknya dengan rudal. Tabrakan dengan rudal tersebut dapat
menggeser posisi asteroid sehingga berada pada jangkauan gravitasi
bumi. Dengan demikian asteroid akan terus mengorbit mengelilingi bumi
pada ketinggian yang sama. Rencana konstruksi bangunan dan
lintasan/kabelnya tampaknya sudah cukup baik. Lalu bagaimana dengan
'lift'nya sendiri? Yang pasti bentuknya tidak sama dengan lift yang biasa
kita lihat di gedung-gedung bertingkat. Lift ke luar angkasa ini berupa
sebuah pesawat luar angkasa yang akan membawa penumpang dari bumi
menuju satelit yang sedang mengorbit. Pesawat ini berbeda dengan
pesawat luar angkasa yang saat ini digunakan para astronot untuk
menjalankan misi-misi mereka.

5.

Bidang Teknologi Tahan Gempa

Nanoteknologi jadikan beton kokoh dan tahan gempa. Konstruksi


bangunan menjadi dua kali lebih kokoh, tahan gempa, kedap air laut
dengan ditemukannya bahan konstruksi nanosilika, suatu jenis mineral
yang melimpah ruah di Indonesia dan diolah melalui teknologi
nano.Dengan mencampur beton dengan 10 persen bahan nano-silica,
kekuatan bertambah menjadi dua kali lipatnya.

6.

Bidang Teknologi Informasi

Dunia informatika dan komputer/elektronik bisa menikmati adanya


kuantum yang mampu mengirimkan data dengan kecepatan sangat
tinggi. Superkomputer di masa depan tersusun dari chip yang sangat
mungil, tetapi mampu menyimpan data jutaan kali lebih banyak dari
komputer yang kita gunakan saat ini. Begitu kecilnya superkomputer itu,
kita mungkin hanya bisa melihatnya dengan menggunakan mikroskop
5

cahaya/elektron. Peran teknologi nano dalam pengembangan teknologi


informasi (IT,information technology), sudah tidak diragukan lagi.
Bertambahnya kecepatan komputer dari waktu ke waktu, meningkatnya
kapasitas hardisk dan memori, semakin kecil dan bertambahnya fungsi
telepon genggam, adalah contoh-contoh kongkrit produk teknologi nano di
bidang IT.
E.

perkembangan teknologi nano di Indonesia

Di Indonesia perkembangan nanoteknologi boleh dikatakan masih sangat


premature.Kondisi ini,tidak jauh berbeda dengan Negara-negara Asean
lainnya.Kendati demikian ,kegagalan dalam mengembangkan ;produk
berbasis nanoteknologi pada lima tahun ke depan,berpotensi
menyebabkan pasar domestic hanya menjadi pasar bagi produk
nanoteknologi impor sehingga Indonesia diperkirakan kehilangan nilai
tambah sekitar Rp 10 triliun per tahun. Indonesia memiliki keunggulan
komparatif berupa kekayaan sumber daya alam misalkan mineral pasir
besi,kuarsa,tembaga,emas yang dapat digunakan sebagai basis teknologi
nanomaterial.Oleh karena itu,pengembangan nanoteknologi harus
diarahkan untuk mengelolah dan memberikan nilai tambah secara
signifikan bagi sumber daya alam Indonesia guna meningkatkan daya
saing bangsa. Nanoteknologi berdampak di bidang ilmu pengetahuan dan
teknik rekayasa serta setiap sisi kehidupan manusia sebagaimana yang
kita ketahui dalam dekade pertama abad ke-21 ini. Banyak yang percaya
nanoteknologi mampu menjadi solusi dari sekian banyak maslah
dalamkehidupan
manusia,diantaranya
teknologi
pembersih
lingkungan,teknologi material yang kuat dan ringan,menyembuhkan
sebagian besar penyakit medis pada manusia.Nanoteknologi sangat
berkembang pesat dan begiru mencengangkan banyak pihak,sehingga
mau atau tidak kita harus mempertimbangkan suatu kebijakan yang untuk
selanjutnya berbenah diri menyesuaikan orientasi teknologi yang akan
dipakai dimasa yang akan datang.
Tahun 2012 Indonesia memasuki era teknologi nano. Teknologi yang satu
ini tidak sebatas digunakan membuat nanomaterial bagi piranti
mikroelektronik, akan tetapi juga bagi industri lain, seperti pertanian dan
pangan. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Masyarakat Nano
Indonesia, Dr. Nurul Taufiqu Rochman pada Seminar Nasional Sains dan
Teknologi 3 yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Wahid
Hasyim, belum lama ini. Dalam presentasinya berjudul Rekayasa dan
Inovasi Nanoteknologi dalam Upaya Peningkatan Daya Saing ProdukProduk Pertanian dan Pangan, Dia memaparkan mengenai perlunya
penguasaan teknologi rekayasa proses, mengingat saat ini diukur dari
segi kesiapan teknologi, daya saing global, Indonesia hanya menempati
peringkat 91. Saat ini sektor pertanian menyumbang 13% dari total PDB
Indonesia. Padahal sektor pertanian dapat menjadi unggulan, mengingat
karakteristik Indonesia sebagai negara agraris. Salah satu usaha yang
dapat dilakukan guna mengedepankan sector pertanian, yakni dengan
menerapkan teknologi rekayasa proses, semisal teknologi nano
tandasnya. Berdasarkan kajian dan survey, Dr. Nurul menambahkan, ada
6

lima bidang industri yang berpotensi menerapkan teknologi nano, yaitu


industri pupuk, pestisida, pangan, obat herbal dan kemasan.
F.

prospek perkembangan teknologi nano di masa depan.

Setiap pengembangan ilmu dan teknologi nano seharusnya selalu


memperhatikan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan hidup.
Dampak tersebut berupa potensi bahan dan produk nano sebagai bahan
beracun bagi tubuh manusia dan lingkungan serta perubahan karakter
konsumtif masyarakat. Penguasaan teknologi nano dapat berakibat
berubahnya tatanan dunia seperti yang terjadi saat teknologi nuklir dan
ruang angkasa turut serta menentukan tatanan dunia modern. Selain itu,
keanekaragaman hayati Indonesia dapat menjadi sumber pengembangan
ilmu dan teknologi nano di Indonesia dan dunia.

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan
Teknologi-Nano adalah pembuatan dan penggunaan materi atau devais
pada ukuran sangat kecil. Teknologi nano saat ini berada pada masa
pertumbuhannya, dan tidak seorang pun yang dapat memprediksi secara
7

akurat apa yang akan dihasilkan dari perkembangan penuh bidang ini di
beberapa dekade kedepan.
Hingga saat ini nanoteknologi sudah diaplikasikan dalam berbagai bidang.
Mulai dari dibidang medis, automotif, kosmetik, komputer, industri
pangan, militer, tekstil, olahragasampai serat optik. Nanoteknologi sudah
terasa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Nanoteknologi juga
sangat berperan dalam IT (Information Technology).

B.

SARAN

1.
Bagi pembaca, apabila data-data yang terdapat dalam makalah ini
masih belum valid hendaknya jangan dijadikan sebagai acuan dan agar
dikoreksi.
2.
Bagi pemakalah dan pembaca, hendaknya nanoteknologi dikaji lebih
dalam lagi