Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN

Percobaan yang dilakukan pada hari Selasa, 3 Maret 2015 berjudul Alel Ganda.
Percobaan ini bertujuan untuk mengenal salah satu sifat manusia yang ditentukan oleh pengaruh
alel ganda dan menentukan genotipenya sendiri. Alel ganda (multiple aalelo murphi) adalah
suatu peristiwa di mana lokus dalam sebuah kromosom ditempati oleh lebih dari satu alel atau
suatu seri alel (Tim Genetika Jurdik Biologi FMIPA UNY. 2012). Pengaruh alel ganda pada
manusia dapat ditemukan pada sifat golongan darah sistem ABO dan tumbuhnya rambut pada
segmen digitalis kedua dari jari tangan manusia (Widianti dan Noor Aini. 2014).
Pada praktikum Alel ganda kali ini, praktikan melakukan percobaan dengan melakukan
pengamatan terhadap ada tidaknya rambut pada segmen digitalis tengah jari tangan. Rambut
pada jari tangan merupakan sifat yang diwariskan berdasarkan alel ganda yang merupakan
adanya interaksi antara gen tertentu yang pada akhirnya membentuk suatu fenotip orang tersebut.
Alel ganda ini ditimbulkan karena adanya peristiwa mutasi gen. Dimana gen dapat dapat berubah
menjadi bentuk-bentuk alternatif oleh proses mutasi (Widianti dan Noor Aini. 2014).
Berdasarkan pengamatan rambut pada ruas tengah jari tangan yang dilakukan,
didapatkan hasil bahwa terdapat 4 mahasiswa yang tidak memiliki rambut sama sekali pada
keempat jarinya (H5), 1 orang mahasiswa memiliki rambut pada jari kelingking, jari manis, dan
jari tengahnya (H2), dan 1 orang mahasiswa lagi hanya mempunyai rambut pada jari manisnya
(H4). Menurut Tim Genetika Jurdik Biologi FMIPA UNY (2012), penentuan dominasi pada
rambut digitalis kedua jari tangan adalah sebagai berikut.
H1>H2>H3>H4>H5.
Dimana:
H1= rambut terdapat pada semua jari
H2= rambut terdapat pada jari kelingking, jari manis, dan jari tengah
H3= rambut hanya terdapat pada jari manis dan jari tengah
H4= rambut hanya terdapat pada jari manis saja
H5= tidak ada rambut pada keempat jari
Dari data di atas menunjukkan bahwa H1 dominan terhadap H2, H3, H4 dan H5.
Sedangkan H2 dominan terhadap H3, H4, dan H5. Kemudian H4 dominan terhadap H5. Sehingga
dengan diketahui kedudukannya, maka dapat disimpulkan bahwa genotipe yang dimiliki oleh
orang yang mempunyai rambut pada keempat jarinya adalah H1H1, H1H2, H1H3, H1H4, dan H1H5.

Bagi orang yang memiliki rambut yang tumbuh pada jari kelingking, jari manis, dan jari tengah
genotipenya adalah H2H2, H2H3, H2H4, H2H5. Orang yang mempunyai rambut hanya pada jari
manis dan jari tengahnya maka memiliki genotipe H 3H3, H3H4, H3H5 dan bagi orang yang
rambutnya hanya terdapat pada jari manis saja maka genotipnya adalah H 4H4, H4H5. Dan yang
terakhir orang yang tidak mempunyai rambut pada keempat jarinya genotipnya adalah H5H5.
Jika dihubungkan dengan teori yang ada maka genotipe yang dimiliki oleh masingmasing praktikan adalah 4 orang praktikan yang tidak mempunyai rambut memiliki genotipe
H5H5, 1 orang praktikan yang mempunyai rambut pada ketiga jarinya memiliki genotipe H 2H2,
H2H3, H2H4, H2H5, dan 1 orang praktikan yang hanya memiliki rambut pada jari kelingkingnya
memiliki genotipe H4H4, H4H5.
Dari data yang didapatkan, terlihat bahwa frekuensi alel terbanyak yang muncul adalah
H5 yaitu orang yang tidak mempunyai rambut pada keempat jarinya, kedua adalah H 2 dan H 4 .
Menurut teori yang ada H5 bersifat resesif (Surya. 1984). Oleh karena itu, alel tersebut akan
mudah muncul sehingga banyak yang mempunyai sifat tidak memiliki rambut pada segmen
digitalis (ruas jari tangan) tengah pada keempat jarinya.