Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Masalah
Laporan keuangan disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). SAK

memberikan

fleksibilitas bagi manajemen dalam memilih metode maupun estimasi akuntansi yang dapat
digunakan. Wardhani (2008) menyatakan fleksibilitas tersebut akan mempengaruhi perilaku
manajer dalam melakukan pencatatan akuntansi dan pelaporan transaksi keuangan perusahaan.
Kebebasan dalam

memilih metode ini, dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan laporan

keuangan yang berbeda-beda di setiap perusahaan. Karena aktivitas perusahaan yang dilingkupi
dengan ketidakpastian maka penerapan prinsip konservatisme menjadi salah satu pertimbangan
perusahaan dalam kaitannya dengan akuntansi dan laporan keuangannya. Konsep ini mengakui
biaya dan rugi lebih cepat, mengakui pendapatan dan untung lebih lambat, menilai aktiva dengan
nilai yang terendah, dan kewajiban dengan nilai yang tertinggi. Konservatisme merupakan
prinsip akuntansi yang jika diterapkan akan menghasilkan angka-angka pendapatan dan aset
cenderung rendah, serta angka-angka biaya cenderung tinggi. Akibatnya, laporan keuangan akan
menghasilkan laba yang terlalu rendah (understatement). Kecenderungan seperti itu terjadi
karena

konservatisme

menganut

prinsip

memperlambat

pengakuan

mempercepat pengakuan biaya. Secara tradisional, konservatisme dalam

pendapatan

akuntansi dapat

diterjemahkan melalui pernyataan tidak mengantisipasi


keuntungan, tetapi megantisipasi semua kerugian (Watts, 2003a)

I.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan Makalah ini yaitu:
1. Untuk mengetahui pengertian dari jenis-jenis laporan keuangan
2. Mengetahui poin penting dari masing-masing jenis laporan keuangan
3. Memberikan contoh dari masing-masing jenis laporan keuangan
4. Mampu menjela menjelaskan hubungan dari masing-masing jenis laporan keuangan.
Jenis-Jenis Laporan keuangan

Page 1

serta

BAB II
LANDASAN TEORI
II.1. Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan (financial statement) adalah hasil akhir dari akuntansi yang
merupakan suatu ringkasan transaksi keuangan. Laporan keuangan disajikan dengan maksud
memberikan informasi mengenai posisi harta, utang, dan modal serta perolehan laba atau rugi
yang menunjukkan hasil aktivitas yang terjadi dalam rumah tangga perusahaan dan membantu
pimpinan dalam pengambilan keputusan.
Seperti dalam perusahaan jasa, pada umumnya laporan keuangan yang disusun dalam perusahaan
dagang meliputi:
1. laporan laba/rugi,
2. laporan perubahan modal,
3. neraca,
4. laporan arus kas.
Laporan Keuangan biasanya dilaporkan oleh perusahaan publik sebanyak empat kali,
dalam periode per tiga bulanan. Tiap laporan biasanya harus sudah bisa diumumkan pada hari
terakhir bulan berikut per masing-masing periode tiga bulanan, misal laporan Maret harus sudah
keluar akhir April, laporan Juni harus keluar Juli, dst. Pengecualian adalah laporan keuangan
periode terakhir pada triwulan ke-4 yang juga dianggap sebagai laporan keuangan tahunan,
karena laporan tahunan harus diaudit, maka penerbitannya agak lama dan biasanya maksimal
tanggal 31 Maret setiap tahunnya. Kadangkala ada perusahaan yang agak terlambat menerbitkan
laporannya. Kita perlu menaruh perhatian untuk kasus-kasus ini. Apa ada masalah dengan
keuangan perusahaan sehingga proses pelaporan harus menunggu agak lama.
Laporan keuangan di atas adalah laporan keuangan tahunan (yang sudah diaudit) dari PT
Colorpak Indonesia Tbk (CLPI). Ini adalah versi laporan keuangan yang dilaporkan di media.
Jenis-Jenis Laporan keuangan

Page 2

Ada beberapa cara untuk mendapatkan laporan keuangan:

Dari media massa tempat dimuatnya laporan keuangan. Cara ini paling tidak efisien
karena kita harus minimal berlangganan media tersebut, biasanya adalah harian bisnis
yang terkemuka seperti Bisnis Indonesia, Investor Daily, atau harian umum Kompas.

Dari Situs perusahaan terkait. Tapi cara ini juga kurang efisien karena kadang-kadang
perusahaan jarang memutakhirnya situs mereka.

Dari Situs IDX (Bursa Efek Indonesia). Ketika kode emiten yang terkait dan Anda akan
bisa mengakses sejarah dokumen yang diterbitkan perusahaan, termasuk laporan
keuangannya.

Dari buku laporan tahunan (Annual Report) yang diterbitkan perusahaan. Pada bagian
akhir buku ini biasanya terdapat laporan keuangan untuk tahun buku yang dimaksud.

Cara terakhir, menghubungi sekretaris perusahaan. Ini bila Anda kesulitan


mengakses dari berbagai metode di atas.

II.2 Jenis Jenis Laporan Keuangan


II.2.1 Laporan Neraca
Seperti namanya, laporan neraca (balance sheet) berguna untuk menimbang posisi keuangan
perusahaan. Ada sisi kiri untuk Aset dan sisi kanan untuk Kewajiban dan Ekuitas. Dalam istilah
akuntansi kadang-kadang aset disebut sebagai Aktiva, sedang Kewajiban disebut sebagai Pasiva
(atau liabilities). Perlu diperhatikan penggambaran kiri dan kanan hanyalah kiasan. Bisa saja
laporan aset dilaporkan lebih dulu di posisi atas, setelah itu laporan kewajiban di bawahnya. Tak
usah pusing dengan istilah-istilah ini. Yang penting kita paham bahwa konsep dasarnya adalah
adanya aset (harta yang dimiliki perusahaan) akan menyebabkan adanya kewajiban (harta yang
dimiliki oleh pemodal dan orang lain).
Ada aturan akuntansi penting yaitu kedua sisi neraca harus bernilai sama. Maka disebut
seimbang (balance). Aturan ini agar kita bisa mengecek di mana letak posisi harta perusahaan

Jenis-Jenis Laporan keuangan

Page 3

agar bisa dipantau kesehatan keuangannya. Dari neraca inilah orang lain dapat membaca di
mana, kemana, dan kapan keuangan perusahaan berubah.
Aset adalah harta yang dimiliki perusahaan, yang terdiri dari: kas atau setara kas, benda tak
bergerak (seperti tanah, gedung) dan juga barang bergerak seperti kendaraan, dan bahkan ada
juga harta non fisik (seperti nilai yang dibayar untuk akuisisi anak perusahaan). Aset juga
meliputi piutang perusahaan, pajak yang sudah dibayar di muka, serta biaya-biaya yang sudah
dibayar di muka. Prinsipnya segala sesuatu yang berniai yang bisa diakui milik perusahaan itulah
disebut aset.
Kewajiban dan Ekuitas menunjukkan asal muasal harta perusahaan berasal. Kewajiban terdiri
dari: hutang perusahaan pada pihak lain, pajak yang belum dibayar, uang muka dari pihak lain,
biaya sewa yang masih berjalan. Ekuitas sendiri menunjukkan hak milik dari pemegang saham
yang terdiri dari dua komponen, yaitu: modal usaha dan nilai laba usaha (atau kerugian usaha).
Prinsipnya segala sesuatu yang bisa diakui milik pihak lain akan masuk neraca bagian kanan,
atau Kewajiban dan Ekuitas ini.
Yang dimaksud dengan Neraca adalah laporan yang berisi harta (asset), utang atau
kewajiban-kewajiban pada pihak lain (liebilities) beserta modal (capital) dari suatu perusahaan
pada saat tertentu. Oleh karena itu Neraca terdiri dari tiga kelompok, yaitu aktiva, kewajiban, dan
modal.
Untuk kelompok aktiva diklasifikasikan dari tingkat likuiditasnya (mudah diuangkan).
Klasifikasi untuk aktiva:
a. Aktiva lancar (Current assets)
b. Aktiva tetap (Fixed assets)
Aktiva lancar
terdiri dari semua aktiva yang mudah dijadikan uang dalam jangka waktu yang relatif pendek.
Aktiva lancar pada umumnya terdiri dari:
1. Kas: uang tunai, uang di bank, cek, wesel pos, dan tabungan di bank.
2. Wesel Tagih (Not Receivable): surat janji (promes) yang datang dari seseorang tentang
kesanggupan membayar pada tanggal tertentu. Wesel (promes) ini dapat dijual seketika untuk
dijadikan uang tunai.
3. Piutang Dagang (Account Receivable): yaitu tagihan kepada para langganan baik perorangan
atau perusahaan sebagai akibat dari kegiatan perusahaan piutang pada umumnya mempunyai
Jenis-Jenis Laporan keuangan

Page 4

jangka waktu yang tetap sesuai dengan perjanjian.


4. Persediaan Barang (Merchandise Inventory): terdiri dari barang dagangan yang sengaja dibeli
untuk dijual kembali dalam rangka kegiatan perusahaan.
5. Perlengkapan Toko (Store Sapplies): yaitu semua perlengkapan toko seperti kertas
pembungkus, peti-peti kemasan, karton dan sebagainya.
6. Perlengkapan Kantor (Office Supplies): terdiri dari alat-alat tulis seperti kertas tik, kertas
stensil, pensil, amplop, blanko-blanko surat, dan sebagainya.
7. Biaya-biaya yang dibayar di muka (Prepaid Expence): yaitu seluruh biaya-biaya yang telah
dibayar lebih dahulu walaupun belum masanya. Karena biaya ini telah dibayar di muka, maka
kita mempunyai tagihan. Contoh: uang muka sewa.
Aktiva Tetap (Fixed/Plant Assets)
terdiri dari aktiva yang sifatnya relatif tetap dan mempunyai jangka waktu perputaran lebih dari
satu tahun. Aktiva ini dapat berwujud atau tidak berwujud. Adanya aktiva tetap ini untuk
menjalankan aktivitas perusahaan bukan untuk dijual. Termasuk di dalamnya antara lain:
1. Peralatan Kantor (Office Equipment): uaitu peralatan kantor yang tahan lama
seperti: meja, kursi, lemari arsip, mesin tik dan peralatan lainnya.
2. Alat Pengangkut (Delivery Equipment): sarana perusahaan yang dipakai untuk mengangkut
barang seperti: truk, gerobak, dan sebagainya.
3. Gudang (Building): yaitu bangunan perusahaan baik untuk tempat usaha seperti toko atau
kantor.
4. Mesin-mesin (Machinery): yaitu mesin-mesin untuk memperoduksi barang seperti mesin
cetak, mesin pintal, tenun, dan sebagainya.
5. Tools (alat-alat): ialah alat-alat untuk menjalankan perusahaan misalnya kunci, catok,
dongkrak dan sebagainya.
Inilah kelompok yang termasuk akun harta, perusahaan semakin besar, semakin
banyak kelompok harta baik harta lancar atau harta tetap.
Pasiva (liabilities) adalah kewajiban perusahaan yang harus dibayar kepada pihak ketiga
(kreditur). Pasiva (liabilities) sesuai dengan jangka waktu atau umurnya dibagi dalam:
1. Utang jangka pendek (current liabilities)
2. Utang jangka panjang (long term liabilities)
Jenis-Jenis Laporan keuangan

Page 5

Utang jangka pendek, yaitu utang yang harus segera dilunasi, paling lambat umur dari utang ini
satu tahun. Yang termasuk utang jangka pendek di antaranya:
1. Utang Wesel/Wesel Bayar: yaitu wesel yang harus kita bayar kepada pihak lain yang pernah
kita berikan kepadanya. Biasanya umur utang wesel adalah 30 hari, 60 hari, atau 90 hari.
2. Utang Dagang (Account Payable): utang kepada rekanan (suplier) yaitu utang dalam rangka
kegiatan perusahaan, atau utang ini terjadi karena membeli barang yang belum dibayar.
3. Biaya-biaya yang harus dibayar: yaitu biaya-biaya yang belum kita lunasi dalam periode
pembukuan tertentu. Misalnya utang gaji, utang upah dan utang-utang biaya lainnya.
Utang jangka panjang (long term liabilities), yang termasuk utang ini adalah semua utang yang
pembayarannya relatif lama. Seperti utang obligasi (bond payable), utang hipotek (mortage
payable), dan sebagainya.
Komponen terakhir dari pasiva adalah modal (capital). Modal/capital diperoleh dari selisih atau
nilai lebih assets dengan liabilities. Nilai lebih ini merupakan hak dari pemilik perusahaan.
Secara teknis urutan penyusunan Neraca adalah sebagai berikut:
1. Menuliskan nama perusahaan.
2. Menuliskan jenis laporan, dalam hal ini Neraca.
3. Menuliskan saat keadaan keuangan perusahaan itu dilaporkan, misalnya tanggal, bulan dan
tahun tertentu.
4. Menyajikan aktiva, kewajiban dan modal disusun sesuai dengan ketentuan, dan prinsip-prinsip
akuntansi Indonesia.
Penyusunan Neraca dapat dilakukan dalam 2 cara:
1. Bentuk laporan (Staffel)
2. Bentuk Scontro
Sumber penyusunan Neraca diambil dari kertas kerja lajur Neraca dengan ketentuan sebagai
berikut:
a. untuk aktiva berada di lajur Neraca sebelah debet.
b. untuk kewajiban datanya di lajur Neraca sebelah kredit.
c. untuk modal diambil dari modal akhir hasil laporan perubahan modal. .
II.2.2 Laporan Laba/Rugi (Income Statement)

Jenis-Jenis Laporan keuangan

Page 6

Seperti namanya, laporan ini mengungkap bagaimana kinerja perusahaan, apakah


menghasilkan keuntungan atau kerugian. Di dalam laporan ini kita dapat melihat jumlah
pendapatan bersih (net revenues/sales), serta biaya (beban) untuk mewujudkan penjualan
tersebut baik berupa bahan baku dan biaya utama lainnya. Setelah dikurangi beban pokok inilah
akhirnya kita bisa membaca yang namanya laba kotor (gross profit/income). Laba kotor artinya
laba yang diperoleh dari hasil operasi penjualan sebelum dikurangi biaya-biaya lain yang tidak
berhubungan dengan penjualan. Dari sana kita bisa tahu biaya administrasi untuk menjalankan
perusahaan, biaya pemasaran, dll. Setelah dikurangi biaya rutin perusahaan inilah maka kita akan
mendapatkan yang namanya laba usaha (operating income). Tapi nilai ini belum dipotong oleh
pajak, biaya laba/rugi kurs dll. Setelah dikurangi biaya pajak dan kurs inilah maka kita akan
mendapatkan nilai akhir yang bernama laba bersih (net income). Angka inilah yang merupakan
keuntungan/kerugian perusahaan. Nilai akhir dari laba bersih inilah yang kemudian bisa
diatribusikan kepada pemegang saham. Dalam laporan ini biasanya kita juga bisa mendapatkan
data laba bersih per saham. Seandainya ada perusahaan yang tidak mencantumkan angka ini, bisa
kita hitung sendiri dengan cara membagi laba bersih dengan jumlah saham beredar.
Laporan laba/rugi menggambarkan sumber-sumber penghasilan yang diperoleh perusahaan
dalam menjalankan usahanya, dan jenis-jenis beban yang harus ditanggung perusahaan. Jadi,
laporan laba/rugi adalah laporan yang menunjukkan pendapatan dan beban pada akhir periode
akuntansi.
Laporan laba rugi atau perhitungan laba rugi dapat disajikan dalam dua bentuk, yaitu sebagai
berikut.
a. Bentuk Langsung (Single Step)
Penyajian laporan laba/rugi dengan bentuk single step dilakukan dengan menjumlahkan semua
pendapatan menjadi satu, demikian pula bebannya. Setelah itu dicari selisihnya untuk
mengetahui laba dan rugi.
b. Bentuk Bertahap (Multiple Step)
Penyajian laporan laba/rugi dengan bentuk multiple step dilakukan dengan memisahkan
antara pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, serta memisahkan pula antara beban
usaha dan beban di luar usaha. Setelah itu mencari selisihnya sehingga akan diperoleh laba atau
rugi bersih usaha.
II.2.3 Laporan Perubahan Ekuitas/Modal (Capital Statement)

Jenis-Jenis Laporan keuangan

Page 7

Laporan perubahan modal merupakan laporan yang menunjukkan adanya perubahan modal
yaitu dari modal awal menjadi modal akhir. Hal-hal yang perlu diperhitungkan atau yang
memengaruhi dalam penyusunan laporan perubahan modal antara lain:
a. besarnya modal awal periode,
b. adanya laba atau rugi usaha,
c. adanya pengambilan pribadi pemilik atau prive,
d. adanya investasi tambahan dari pemilik,
e. besarnya modal akhir periode.
Laporan perubahan modal hanya lazim berlaku dibuat pada perusahaan perseorangan,
persekutuan atau firma, dan CV. Sementara itu, untuk perusahaan berbentuk perseroan terbatas
(PT) istilah untuk laporan perubahan modal adalah laporan laba ditahan (returned earning
statement).
II.2.4. Laporan Arus Kas
Inilah laporan penting lain yang berguna sebagai mekanisme kontrol apakah pelaporan
laba/rugi atau neraca tadi benar. Seperti kita ketahui, kalau ada penjualan barang kepada
perusahaan lain, biasanya perusahan tidak langsung menerima dana yang bisa dimasukkan kas,
tetapi transaksi penjualan ini akan dimasukkan dalam posisi akuntansi. Inilah gunanya laporan
arus kas, di sini kita bisa mengontrol apakah penjualan menghasilkan kas atau tidak. Dalam
laporan arus ini ada tiga macam laporan utama berikut:

Arus kas dalam aktivitas operasi, berupa penerimaan/pengeluaran uang yang didapat
dari jual/beli barang atau jasa, juga pembayaran kas untuk pemasok, karyawan, dll.

Arus kas dalam aktivitas investasi, berupa penerimaan/pengeluaran uang dari


komponen yang dianggap sebagai unsur investasi. Unsur yang dianggap investasi
biasanya kegiatan keuangan lain guna mendapatkan imbal balik baik langsung atau tidak
langsung. Kegiatan investasi misalnya pembelian tanah, pembangunan pabrik, atau juga
penyertaan modal di perusahaan lain.

Arus kas dalam aktivitas pendanaan, berupa penerimaan/pengeluaran uang dari


komponen yang dianggap sebagai pendanaan (financing). Suatu misal perusahaan bisa
menjual barang kepada perusahaan lain, seluruh stok habis, tapi sayangnya pembayaran

Jenis-Jenis Laporan keuangan

Page 8

baru selesai tiga bulan berikutnya. Laporan arus kas ini penting sekali agar kita bisa
paham posisi keuangan dalam kondisi yang sebenarnya, yaitu perputaran uang yang
sesungguhnya, bukan posisi keuangan dalam pos akuntansi.

Contoh:
PT ABC
LAPORAN ARUS KAS
Bulan Desember 2011
POS-POS
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Laba (Rugi) Bersih
Penyesuaian-penyesuaian
Cadangan Piutang Tak Tertagih
Akm. Penyusutan Bangunan
Akm. Penyusutan Kendaraan
Akm. Penyusutan Peralatan
Jumlah Penyesuaian-penyesuaian
Kenaikan dan Penurunan
Piutang Dagang
Piutang Lain-lain

24.380.762,00
799.000,00
458.333,00
761.905,00
200.000,00
2.219.238,00
8.850.000,00
-

Persediaan Barang Dagangan


Persediaan Suplies Kantor
Sewa dibayar di muka
Asuransi dibayar di muka
Hutang Dagang
Hutang Lancar Lainnya
Jumlah Kenaikan dan Penurunan
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi

(20.250.000,00)
(500.000,00)
1.500.000,00
300.000,00
18.000.000,00
200.000.000,00
207.900.000,00

ARUS KAS DARI AKTIVITAS


INVESTASI
Tanah

Jenis-Jenis Laporan keuangan

Page 9

Bangunan
Kendaraan

Peralatan Kantor
Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi

(2.000.000,00)
(2.000.000,00)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS


PENDANAAN
Hutang Jangka Panjang
Modal Saham

Jumlah Arus Kas dari Aktivitas


Pendanaan

Kenaikan/Penurunan Bersih Kas dan

232.500.000,00

Setara Kas
Kas dan Setara Kas Awal
Kas dan Setara Kas Akhir

319.500.000,00
552.000.000,00

BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan

Jenis-Jenis Laporan keuangan

Page 10

Laporan keuangan (financial statement) adalah hasil akhir dari akuntansi yang
merupakan suatu ringkasan transaksi keuangan. Laporan keuangan disajikan dengan maksud
memberikan informasi mengenai posisi harta, utang, dan modal serta perolehan laba atau rugi
yang menunjukkan hasil aktivitas yang terjadi dalam rumah tangga perusahaan dan membantu
pimpinan dalam pengambilan keputusan.
Seperti dalam perusahaan jasa, pada umumnya laporan keuangan yang disusun dalam perusahaan
dagang meliputi:
1. laporan laba/rugi,
2. laporan perubahan modal,
3. neraca,
4. laporan arus kas.

III.2. Saran
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa masih jauh dari
kesempurnaanya dan adapun kelemahan-kelemahan dari penulis dalam penulisan makalah ini,
baik itu kurangnya fasilitas yang mendukung seperti buku-buku referensi yang begitu terbatas
dalam menjamin penyelesaian penulisan makalah ini sehingga kritik dan saran yang bersifat
konstruktif baik itu dari bapak dosen maupun dari rekan-rekan mahasiswa/i sangatlah diharapkan
untuk membantu prosses penulisan lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2063114-jenis-jenis-laporan-keuangan/
Jenis-Jenis Laporan keuangan

Page 11

http://bolasalju.com/2012/02/16/laporan-keuangan-2-empat-jenis-laporan-keuangan/
http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi
http://ssbelajar.blogspot.com/2012/09/laporan-keuangan-perusahaan-dagang.html

Jenis-Jenis Laporan keuangan

Page 12