Anda di halaman 1dari 5

PROSEDUR DIAGNOSIS

KUSTA
Puskesmas
Jangkar
Kabupaten
Situbondo

1.Pengertian
2.Tujuan
3.Kebijakan
4.Referensi
5.Prosedur

SOP

No. Kode
Terbitan
No. Revisi
Tgl. Berlaku
Halaman

:
:
:
:

dr. ABDUL FATAH A.


NIP: 197207292006041014

Adalah penilaian klinis atau pernyataan ringkas tentang status kesehatan individu
yang didapatkan melalui proses pengumpulan data yang sistematis.
Mengetahui secara jelas nama penyakit yang diderita oleh individu.
Menentukan terapi dan tindakan yang sesuai
SK No : 440 / ......... / 431.201.7.1.15 / 2015 tentang Penanggung Jawab
Pelayanan dan Program UPTD Puskesmas Jangkar
1. Petugas mempersiapkan alat tulis, kartu penderita, dan register kohort kusta.
2. Petugas mengamati hasil pemeriksaan yang dilakukan pada pasien kusta
yang telah dicatat pada kartu penderita.
3. Petugas mengamati tanda-tanda tersangka kusta pada pasien kusta, yaitu :
A. Tanda-tanda pada kulit
-

Bercak kulit yang merah atau putih dan atau plakat pada kulit,
terutama di wajah dan telinga.

Bercak kurang / mati rasa.

Bercak yang tidak gatal

Kulit mengkilap atau kering bersisik

Adanya kelainan kulit yang tidak berkeringat dan atau tidak


berambut

Kulit melepuh dan tidak nyeri

B. Tanda-tanda pada syaraf


-

Nyeri tekan dan atau spontan pada syaraf

Rasa kesemutan, tertusuk-tusuk dan nyeri pada anggota gerak

Kelemahan anggota gerak dan atau wajah

Adanya cacat ( deformitas )

Luka ( ulkus ) yang sulit sembuh

C. Lahir dan tinggal di daerah endemik kusta dan mempunyai kelainan kulit
yang tidak sembuh dengan pengobatan rutin, terutama bila terdapat
keterlibatan syaraf tepi.
4. Petugas membandingkan tanda-tanda kusta tersebut dengan penyakit kulit
lainnya, seperti panu, kurap, kudis, psoriasis, vitiligo, dan
lain-lain )
5. Petugas menanyakan kepada petugas laboratorium, apakah pengambilan
kerokan jaringan kulit untuk pasien kusta tersedia di laboratorium.

PROSEDUR DIAGNOSIS
KUSTA

Kabupaten
Situbondo

SOP

No. Kode
Terbitan
No. Revisi
Tgl. Berlaku
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas
Jangkar

A. Bila tersedia
-

Petugas mengantarkan pasien kusta ke laboratorium untuk


pengambilan kerokan jaringan.

B. Bila tidak tersedia


-

Petugas hanya mengamati tanda-tanda kelainan pada kulit, pada


syaraf, dan menanyakan tempat tinggal pasien apakah tinggal di
daerah endemik kusta.

6. Petugas menetapkan diagnosis penyakit kusta pada pasien dengan


memperhatikan tanda-tanda utama atau cardinal sighn, yaitu :
a. Kelainan ( lesi ) kulit yang mati rasa.
Kelainan kulit / lesi dapat berbentuk bercak putih ( hipopigmentasi ) atau kemerahan ( eritema ) yang mati rasa
b. Penebalan syaraf tepi yang disertai dengan gangguan fungsi syaraf.
Gangguan syaraf tepi ini merupakan akibat dari peradangan syaraf tepi
( neuritis perifer ) kronis. Gangguan fungsi syaraf ini bisa berupa :
-

Gangguan fungsi syaraf sensoris, seperti mati rasa.

Gangguan fungsi motoris, seperti kelemahan ( paresis ) atau


kelumpuhan ( paralisis ) otot.

Gangguan fungsi otonom, seperti kulit kering dan retak-retak.

c. Adanya hasil BTA di dalam kerokan jaringan kulit, bila di laboratorium


Puskesmas tersedia.
7. Jika penetapan diagnosis kusta masih ragu, petugas menyarankan pasien
untuk kembali lagi setelah 3 6 bulan untuk diperiksa kembali adanya tanda
utama atau pasien harus dirujuk.
8. Petugas mencatat diagnosa kusta yang telah ditetapkan di dalam kartu
penderita dan register kohort kusta.
6. Unit Terkait
Distribusi

8. Rekaman Historis

PROSEDUR DIAGNOSIS
KUSTA

Kabupaten
Situbondo
No

Halaman

SOP

No. Kode
Terbitan
No. Revisi
Tgl. Berlaku
Halaman

Yang dirubah

:
:
:
:

Perubahan

Puskesmas
Jangkar
Diberlakukan Tgl.

PROSEDUR DIAGNOSIS
KUSTA

Kabupaten
Situbondo

1.
2.
3.
4.
5.

Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Referensi
Prosedur

SOP

No. Kode
Terbitan
No. Revisi
Tgl. Berlaku
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas
Jangkar

PROSEDUR DIAGNOSIS
KUSTA

Kabupaten
Situbondo

SOP

No. Kode
Terbitan
No. Revisi
Tgl. Berlaku
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas
Jangkar

Anda mungkin juga menyukai