Anda di halaman 1dari 8

Kelompok 5

Lulu Arivista
Isra Maulida
Fairuza Ajeng
Yuni Rahmi
Sri Komalasari

Aplikasi
Integral dalam
Bidang Farmasi

Teori Kitazawa
Kitazawa menyusun teori disolusi sebagai
kejelasan uji disolusi yang dia lakukan,
mendasarkan teorinya pada kondisi sebagai
berikut:
Luas permukaan solid (S) konstan
Volume medium cukup besar untuk menjaga
uji penilitian dalam kondisi sink
Kecepatan pelarutan proporsional dengan
perbedaan konsentrasi saturasi dan
konsentrasi dalam larutan.

Secara makroskopis proses disolusi


adalah kebalikan dari proses kristalisasi.
Disolusi adalah terjadinya deorganisasi
struktur kristal karena pengaruh medium
dan menghasilkan dispersi dalam bentuk
ion atau molekul.

Disolusi (pelepasan obat dari bentuk sediaan)


merupakan hal yang sangat penting untuk
semua sediaan, baik yang dibuat secara
konvensional, bentuk sediaan padat per oral
pada umumnya, maupun bentuk sediaan
dengan pelepasan dimodifikasi, dan dapat
menjadi tahap pembatas laju untuk absorpsi
obat yang diberikan secara oral.

Secara skematis fase dalam proses disolusi


dapat dituliskan sebagai berikut:
1. Pertukaran partikel di permukaan solid
2. Perubahan dari solid ke dalam bentuk
cairan
3. Pemindahan dari zat terlarut ke medium

sink condition
sink condition, yaitu volume medium
disolusi lebih besar dibandingkan
terhadap kelarutan jenuh (sedikitnya 5
sampai 10 kali lebih besar).
sink condition, merupakan salah
satu parameter percobaan yang harus
dikendalikan selama uji disolusi.

DAFTAR PUSTAKA

Fudholi, Achmad. 2013. Disolusi dan Pelepasan


Obat in Vitro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.