Anda di halaman 1dari 20

KOLESISTOGRAFI

Imaging pada sistem hepatobilier

FPA
Kolesistografi oral dan IV
Kolangiografi T-tube
Endoscopic Retrograde
Cholangiopancreatography (ERCP)
Percutaneous Hepatic Cholangiography
(PTC)
USG
Radionuklida (Ked. Nuklir)
CT Scan
MRI

Anatomi Sistem Bilier


Tdd.
Apparatus

biliaris intra
hepatik
Apparatus
biliaris ekstra
hepatik

Apparatus biliaris ekstrahepatik

Terdiri dari :
Ductus hepaticus
kanan & kiri.
Ductus
choledochus.
Vesica fellea.
Ductus cysticus.

Ductus hepaticus

Keluar dari hepar pada


porta hepatis.
Ductus kanan-kiri
bersatu ductus
hepaticus communis
Panjang 4 cm.
Pinggir kanan bersatu
dengan ductus
cysticus (dari vesica
fellea) Ductus
choledochus

Ductus cysticus

Bentuk huruf S
Panjang 4 cm.
Menghubungkan collum vesica fellea dgn
ductus hepaticus communis membentuk
ductus choledochus.

Ductus choledochus (Common Bile


Duct / Ductus biliaris communis)

Panjang 8 cm.
Bersatu dengan
ductus pancreaticus
Bermuara pada
ampulla vateri
(dinding duodenum).
Bagian distal ductus
choledochus &
ampulla dikelilingi M.
sphincter oddi

VESICA FELLEA

Fx. : Reservoir
empedu dan
memekatkan
empedu
dialirkan ke
duodenum
Tdd :
Fundus.
Corpus.
Collum
berlanjut sbg.
ductus cysticus

Fisiologi
SEL HEPAR

EMPEDU

KANTUNG
EMPEDU

DUODENUM

Media kontras u/ sistem bilier

Derivat dari asam tri-iodobenzoat


Oral : Telepaque (Asam iopanoat),
Biloptin (Na-iopodate) 6 capsul
@500 mg
Larut lemak dan air
Diserap usus dan masuk VF
melalui sistem porta hepar
diambil oleh sel hepar ekskresi
ke dalam VF (maksimal dalam 12
jam) dibuang bersama feses
IV : Biliscopin (Meglumine iotroxat)
Masuk melalui A. hepatica ke
hepar

Kolesistografi oral

Saat ini sudah sangat jarang


dilakukan digantikan oleh imaging
lain (ERCP, USG, CT, MRI)
Mungkin gagal bila kadar bilirubin
serum > 34 mol/L
Indikasi :
Imaging pada patologi VF bila tidak
tersedia alat USG atau bila USG
gagal menampakkan VF

Kolesistografi oral
Kontraindikasi
Penyakit

hepar atau ginjal yg

berat
Kolesistitis akut
Dehidrasi
Dalam 7 hari sebelumnya sudah
dilakukan kolangiografi IV
Status pasca kolesistektomi

Tahapan pemeriksaan
Tahap

I : persiapan
Tahap II : preliminary film
Tahap III : kolesistografi

Tahap I : Persiapan pasien

Laksansia 2 hari
sebelumnya
Makan bubur tanpa
lemak sehari sebelumnya
Makan jam 18.00 hari
sebelumnya stl itu
minum capsul kontras
Boleh minum (kecuali
susu / coklat)

Tahap II : Preliminary film

Untuk :
Menentukan posisi GB
Melihat batu opak
Menilai hasil
persiapan
Pembuatan foto :
Prone 20 derajat
LAO
atau
FPA posisi AP

Tahap III :
Kolesistografi

Prone 20 derajat LAO fundus VF


Supine 20 derajat RPO collum VF
Erect 20 derajat LAO menampakkan
batu empedu yang mengambang
Foto AFM (After Fatty Meal) : Prone 20
derajat LAO 30 menit pasca makan /
minum yang berlemak fungsi
pengosongan VF dan melihat batu kecil

Radiogram

Bila VF tidak tampak


Buat FPA posisi AP supine
Menentukan :
Posisi VF yang abnormal /
ektopik
Media kontras yang tidak
diabsorbsi
tampak dalam usus

Komplikasi

Gangguan saluran cerna ringan


(mual, muntah, diare)
Reaksi alergi pada kulit (urtikaria,
gatal, kemerahan)
Hati-hati pada pasien gout (asam
urat tinggi) memicu serangan
akut

Kolesistografi IV

Saat ini sudah hampir tidak pernah


dilakukan cara imaging lain yang
lebih cepat dan akurat
Komplikasi : sama dengan media
kontras IV lainnya