Anda di halaman 1dari 4

Kasus Akut

I.

II.

Identitas
Nama
Jenis kelamin
Umur
Agama
Alamat
Pekerjaan
Status

: Ny. TS
: Wanita
: 40 tahun
: Islam
: Binong Permai
: ibu rumah tangga
: menikah

Anamnesis
Keluhan utama :
Benjolan pada daerah ketiak sejak 1 minggu yang lalu.
Keluhan tambahan : pasien tidak mengeluhkan adanya keluhan lain.
Riwayat penyakit sekarang :
Pasien seorang wanita, 40 tahun. Pasien merasakan adanya benjolan
pada daerah ketiak kanan di sekitar payudara sejak 1 minggu yang lalu.
Benjolan

tersebut

disertai

dengan

rasa

gatal

sehingga

pasien

menggaruknya hingga luka. Benjolan tersebut juga mengeluarkan cairan


berwarna putih tetapi tidak berbau. Selama 1 minggu ini pasien tidak
menggunakan obat apapun ataupun pergi berobat ke dokter untuk
mengobati benjolan tersebut. Pasien tidak mengeluh adanya demam.
Pasien juga merasakan agak nyeri pada daerah benjolan tersebut sehingga
pasien memeriksakan diri ke puskesmas.
Riwayat penyakit dahulu :
Pasien pernah mengalami benjolan seperti ini sebelumnya, kurang
lebih 1 tahun yang lalu pada daerah periumbilicus. Benjolan tersebut juga
disertai

dengan

rasa

gatal

sehingga

pasien

menggaruknya

dan

menyebabkan iritasi. Benjolan tersebut juga mengeluarkan cairan


berwarna putih kekuningan seperti nanah. Pada waktu itu dilakukan
tindakan pembedahan untuk mengangkat benjolan tersebut.
Pasien mengaku tidak sedang mengkonsumsi obat apapun dan tidak
memiliki

riwayat

alergi

terhadap

makanan

dan

Riwayat penyakit keluarga :


Pasien mengaku tidak ada keluarga yang mengalami hal serupa.
III.

Pemeriksaan fisik
Tanda vital
Kesadaran
Denyut nadi

: compos mentis
: 80x/menit

obat.

Kasus Akut
Tekanan darah
Laju pernapasan
Temperatur
Berat Badan
Tinggi Badan
IMT

: 120/80 mmHg
: 20x/menit
: 37,3 0C
: 49 kg
: 145 cm
: 23,30

Pemeriksaan fisik :
a. Status generalis
Kepala
Mata
Hidung

: tidak tampak adanya deformitas


: sklera ikterik -/Konjungtiva anemis -/: kedua mukosa hidung normal, terdapat sekret

Telinga

berwarna putih bening


: lubang telinga tampak normal, tampak serumen

Mulut

pada kedua lubang telinga


: mukosa bibir merah dan basah, lidah tampak
berwarna merah, faring tidak hiperemis, tonsil

Leher

normal T1-T1
: tidak tampak pembesaran kelenjar getah bening

Thorax
- Cor

: bunyi jantung S1S2 reguler, murmur (-), gallop

- Pulmo

(-)
: suara pada kedua lapang paru Ventrikuler +/+,
wheezing -/-, rales -/-

Abdomen

: terdengar bising usus normal 10x/menit.

b. Status lokalis
Ekstremitas
Axilaris dextra

: terdapat benjolan berdiameter ukuran 1,5 cm


berwarna kemerahan dan tampak adanya iritasi.
Setelah dipalpasi, benjolan terasa agak hangat.

IV.

Pemeriksaan penunjang
- Pemeriksaan darah rutin
i. Hb : 14.3 g/dl
ii. Hematokrit : 45 %
iii. Leukosit : 10000/mm3
iv. Trombosit : 380000
- Gula darah sewaktu : 178 mg/dl

Kasus Akut

V.

Resume
Pasien Ibu W, 40 tahun, 1 minggu yang lalu merasakan adanya benjolan
pada daerah ketiak di sekitar payudara. Benjolan tersebut terasa gatal
sehingga pasien menggaruknya hingga luka dan mengeluarkan sedikit
cairan berwarna putih.

VI.

Analisis
Diagnosis banding
Karbunkel,
Diagnosis kerja
Abses kulit
Pemeriksaan penunjang yang dianjurkan :
Pemeriksaan gram dan kultur dari aspirasi cairan / pus

VII.

Tatalaksana
a. Nonmedikamentosa :
kompres luka pada benjolan tersebut menggunakan kain kasa yang
telah dituangkan Rivanol
b. Medikamentosa :
i. Clindamycin
ii. Prednisone
iii. Antalgin

VIII. Prognosis
- Ad vitam
: ad bonam
- Ad functionam : ad bonam
- Ad sanationam : ad bonam
IX.

Tinjauan penyakit
Abses merupakan suatu penimbuan nanah, biasanya terjadi akibat
suatu infeksi bakteri. Abses kuliat dapat terjadi setelah suatu infeksi,
biasanya infeksi oleh bakteri Staphylococcus ( Staphylococcus aureus ).
Abses kulit juga dapat terjadi setelah suatu luk ringan, cedera atau sebagai
komplikasi dari folikulitis atau bisul. Abses kuli dapat timbul pada bagian
tubuh mnapun dan dapat menyerang berbagai usia. Abses kulit juga dapat
menyumbat dan mengganggu funsi jaringan di bawahnya. Infeksi ini
dapat menyebar secara local maupun sistemik. Penyebaran infeksi melalui
aliran darah dapat menyebabkan komplikasi yang berat.

Kasus Akut
Gejala yang timbul pada pasien dengan abses kulit antara lain dapat
dalam bentuk luka terbuka, luka tertutup, maupun benjolan. Luka ini
tampak

merah

dan

dapat

mengeluarkan

cairan.

Akan

terlihat

pembengkakan yang keras, dan bila diraba akan terasa hangat dan nyeri.
Bakteri juga menginfeksi jaringan di sekitarnya dan menyebabkan
selulitis. Bakteri juga bisa menginfeksi pembuluh dan kelenjar getah
bening di sekitarnya dan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah
bening. Selain itu, pasien juga dapat mengalami demam.

Diagnosis abses kulit dapat


ditegakkan

berdasarkan

gejala-gejalanya.

Untuk

menentukan

penyebabnya, dapat dilakukan pembiakan aau pemeriksaan cairan yang


berasal dari luka di kulit.
Abses kulit dapat diangkat melalui tindakan bedah dengan penyayatan
dan mengeluarkan nanahnya. Setelah nanah dibuang, luka dicuci dengan
larutan garam. Kantong abses yang sudah dikeringan ditutup dengan kasa
dan dibuka 24-48 jam setelah tindakan. Bila abses sudah kering sempurna,
maka antibiotik tidak diperlukan. Antibiotik diberikan bila infeksi sudah
menybar atau abses ditemukan pada bagian tengah atau bagian atas wajah
karena dapat menyebar ke jaringan otak. Antibiotik yang diberikan
biasanya adalah Vancomycin, Clindamycin, Dicloxacillin, Trimethoprimsulfamethoxazole, dan Doxycyclin karena antibiotik-antibiotik tersebut
dapat

digunakan

Streptococcus.

untuk

membunuh

bakteri

Staphylococcus

dan