Anda di halaman 1dari 4

TF3205 Analisis Termal 15 Maret 2010

REFRIGERASI ABSORPSI

Victor Samuel (13307105)


Program Studi Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung, Indonesia

Siklus refrigerasi absorpsi adalah proses


refrigerasi yang memanfaatkan dua jenis
INTRODUKSI fluida dan sejumlah kecil masukan kalor,
Karena sistem refrigerasi yang paling bukan masukan listrik seperti di sistem
sering ditemukan adalah yang refrigerasi kompresi uap yang lebih sering
menggunakan kompresor, metode- dikenal. Baik siklus refrigerasi kompresi uap
metode refrigerasi lain menjadi jarang maupun siklus refrigerasi absorpsi
dikenal. Namun, di antara banyak tipe melakukan proses penyerapan lingkungan
yang kurang dikenal, mungkin sekali ada melalui penguapan refrigeran pada
yang praktis dan layak dipakai, sekaligus temperatur rendah dan pelepasan kalor
ekonomis. Salah satunya adalah sistem pada kondensasi refrigeran pada tekanan
refrigerasi absorpsi yang dikembangkan yang lebih tinggi. Pada kedua jenis siklus,
oleh Ferdinand Carré dari Perancis, yang terdapat perbedaan pada cara
kemudian mendapat paten di Amerika menciptakan perbedaan tekanan dan
Serikat pada tahun 1860. Pada tahun- mendorong terjadinya sirkulasi refrigeran.
tahun pertama abad ke-20, refrigerasi Pada siklus kompresi uap, digunakan
absorpsi mendapat perhatian yang kompresor mekanis tenaga listrik untuk
cukup luas dari masyarakat, sampai pada menekan refrigeran sehingga bertekanan
tahun 1915, ketika kompresor amonia tinggi. Pada siklus absorpsi, fluida
tenaga listrik diperkenalkan dan diterima sekunder penyerap refrigeran, atau yang
dengan baik. Pada perkembangan disebut absorban, digunakan untuk
selanjutnya, perkembangan sistem mendorong sirkulasi refrigeran.
kompresi menjadi fokus penelitian, dan Absorpsi uap refrigeran oleh cairan
sistem absorpsi secara praktis mulai absorban secara teoretis didasarkan
ditinggalkan, kecuali untuk penggunaan pada Hukum Raoult, yang mengatakan
rumah tangga sampai akhir 1930. bahwa pada temperatur tertentu,
Setelah itu, sebuah perusahaan telah perbandingan tekanan parsial dari
membuat sistem pendinginan absorpsi komponen yang mudah berubah fasa
dengan kapasitas 5 sampai 20 ton. (cair-gas) dalam suatu larutan terhadap
Perusahaan lain menjual unit 3 ton dan 5 tekanan uap dari komponen tersebut
ton yang terus dikembangkan sejak pada kondisi murni, pada temperatur
Perang Dunia II sampai 25 ton. Pihak lain yang sama identik dengan fraksi mol
ada yang melakukan perubahan desain pada larutan. Fraksi mol larutan sama
dan membangung sistem dengan dengan jumlah mol komponen dibagi
kapasitas sampai 3600 ton. dengan jumlah total mol yang ada.
1
Halaman
TF3205 Analisis Termal 15 Maret 2010

Hukum Raoult hanya


dapat diaplikasikan pada
larutan ideal yang gaya-
gaya intermolekuler
antara partikel di dalam
larutannya sama. Karena
di dunia ini tidak ada
larutan ideal, muncul
deviasi dari Hukum Raoult,
positif atau negatif.
Deviasi positif terjadi ketika
tekanan yang ditinjau
lebih besar dari hasil
perhitungan, dan
sebaliknya, deviasi negatif
terjadi ketika tekanan
yang ditinjauh lebih kecil
dari hasil perhitungan.
Kombinasi yang
diinginkan untuk refrigerasi
absorpsi yang efektif
adalah yang memiliki Gambar 1. Refrigerasi absorpsi satu tahap (single-effect).

deviasi negatif yang


besar, sehingga hanya dibutuhkan sedikit ditingkatkan oleh gabungan komponen-
absorban untuk mensirkulasikan sistem. komponen tersebut (hanya ini fungsi dari
Semakin sedikit absorban yang komponen-komponen itu), NH3 kemudian
digunakan, semakin kecil jumlah masukan didinginkan dan dikondensasikan di
kalor yang dibutuhkan, yang berarti dalam kondenser dengan melepas kalor
peningkatan efisiensi sistem. ke sekitar. Kemudian, amonia melewati
Mesin refrigerasi absorpsi sudah katup ekspansi sehingga tekanannya
tersedia secara komersial sekarang dalam turun ke tekanan evaporasi, dan
dua tipe dasar. Yang paling banyak menyerap kalor dari tempat yang ingin
digunakan adalah sistem amonia-air, didinginkan ketika terjadi proses
dengan amonia (NH3) sebagai refrigeran penguapan di evaporator. Tidak ada hal
dan air (H2O) sebagai absorban. Tipe ini yang baru di bagian ini. Keunikan sistem
biasanya digunakan untuk aplikasi di refrigerasi absorpsi ada di bagian ini:
bawah 0°C. Tipe yang lain adalah air- Setelah uap amonia keluar dari
lithium bromida dan air-lithium klorida, evaporator dan masuk ke absorber,
dengan air sebagai refrigeran. Tipe yang tempat terjadinya reaksi dan pelarutan
terakhir ini biasa digunakan untuk aplikasi untuk membentuk NH3 . H2O. Ini adalah
di atas 0°C (titik beku air). reaksi eksotermik, sehingga terjadi
pelepasan kalor pada proses ini. Jumlah
NH3 yang dapat larut di dalam H2O
SIKLUS REFRIGERASI ABSORPSI berbanding terbalik dengan
Pada dasarnya, sistem refrigerasi temperaturnya. Maka, pendinginan
absorpsi tidak jauh berbeda dengan absorber penting untuk menjaga
sistem kompresi uap. Perbedaan yang temperaturnya serendah mungkin,
paling besar hanya ada pada kompresor sehingga memaksimalkan jumlah NH3
yang telah digantikan dengan mekanisme yang larut di dalam air. Larutan NH3 . H2O,
2

absorpsi yang kompleks, yang terdiri dari yang kaya dengan NH3, kemudian
Halaman

absorber, pompa, generator, dipompakan ke generator. Kalor


regenerator/heat exchanger, katup, dan kemudian dimasukkan ke dalam larutan
sebuah rectifier/separator (Gambar 1). dari sumber panas untuk menguapkan
Pada sistem NH3-H2O, setelah tekanan NH3 sebagian larutan. Uap yang dihasilkan,
TF3205 Analisis Termal 15 Maret 2010

yang kaya akan NH3, kemudian melewati Pada perkembangan berikut dari
rectifier/separator, yang memisahkan uap refrigerasi absorpsi, untuk meningkatkan
NH3 dengan H2O. Air yang dipisahkan koefisien performa tersebut, ditemukan
dikembalikan ke generator. Uap NH3 murni siklus refrigerasi absorpi dua-tahap
yang bertekanan tinggi kemudian (double-effect absorption refrigeration
melanjutkan perjalanannya dalam siklus. cycle) (Gambar 2).
Sedangkan larutan panas NH3 . H2O Dengan refrigeran air dan absorban
dalam regenerator yang kandungan NH3- lithium bromida, dua generator
nya lemah, kemudian dilewatkan ke digunakan. Satu, pada temperatur dan
regenerator/heat
exchanger untuk
memindahkan kalor
ke larutan kaya NH3
yang datang dari
absorber. Larutan
yang miskin NH3
tadi diteruskan ke
absorber untuk
kembali dilarutkan
dengan uap NH3
murni yang keluar
dari evaporator.
Yang perlu
dicatat adalah
keberadaan
cooling water. Ini

beda dengan Gambar 2. Refrigerasi absorpsi dua-tahap (double-effect).

chilled water, yakni


air yang berputar pada siklus tata udara tekanan tinggi, yang dipanaskan oleh
yang didinginkan oleh evaporator. sumber panas eksternal; dua, pada
Cooling water adalah air yang berasal temperatur dan tekanan rendah, yang
dari cooling tower. Fungsinya adalah dipanaskan oleh kalor hasil kondensasi
untuk (1)menyerap kalor kondensasi saat uap yang dihasilkan dari generator
uap NH3 melewati kondensator dan pertama. Kondensat dari kedua generator
(2)menyerap kalor yang dikeluarkan pada masuk ke dalam evaporator. Siklus ini
proses absorpsi eksotermik antara uap NH3 bekerja dengan tekanan yang sangat
dan air yang terjadi absorber. Perlu diingat rendah di evaporator untuk menjaga
bahwa semakin dingin absorber, semakin temperatur penguapan air tetap rendah.
banyak uap NH3 yang dapat larut ke
dalam air.
ABSORPSI VS. KOMPRESI
Di sini akan dipaparkan kesimpulan dari
SIKLUS ABSORPSI DUA-TAHAP keuntungan-keuntungan menggunakan
(DOUBLE-EFFECT) sistem absorpsi dibanding sistem kompresi.
1. Hanya refrigeran dan absorban yang
Penambahan regenerator pada sistem
bergerak, sehingga operasi siklus
absorpsi satu tahap belum cukup untuk
tenang dan tahan lama. Motor
menjadikan koefisien performa (COP)
pompa, mesin, atau turbin yang
melewati batas ambang satu. Contoh:
3

digunakan lebih kecil dibanding yang


jumlah kalor yang dibutuhkan untuk
Halaman

digunakan pada sistem kompresi untuk


memanaskan satu kilogram refrigeran
kapasitas yang sama.
pasti lebih dari jumlah kalor yang diserap
2. Sistem absorpsi biasanya didesain untuk
ketika satu kilogram refrigeran itu
menggunakan uap, baik pada
diuapkan di evaporator.
TF3205 Analisis Termal 15 Maret 2010

temperatur tinggi, maupun temperatur Cengel, Yunus A. dan M.A. Boles. 2007.
rendah. Buangan dari komponen yang Thermodynamics: An Engineering
lain dapat kembali digunakan. Tidak Approach, 6 ed (SI Units). New York:
th

dibutuhkan daya listrik, meskipun McGraw-Hill, hlm. 647-649


biasanya pompa yang digunakan Jordan, Richard C. dan G.B. Priester. 1956.
didorong oleh motor. Refrigeration and Air Conditioning, 2th
3. Unit refrigerasi absorpsi dapat ed. New Jersey: Prentice-Hall, hlm. 367-
dioperasikan pada tekanan dan 375
temperatur evaporator yang lebih
kecil, dengan penurunan yang kecil. Gambar:
Pada sistem kompresi, penurunan http://www.acr-news.com/news
tekanan evaporator mengakibatkan
penurunan kapasitas sistem secara
signifikan.
4. Pada beban refrigerasi yang lebih kecil,
unit absorspi memiliki efisiensi yang
sama besarnya dengan kapasitas
penuh. Pengendalian variasi beban
dilakukan dengan pengaturan jumlah
refrigeran dan absorban yang
disirkulasikan di dalam sistem.
5. Jika refrigeran tidak sepenuhnya
diuapkan di evaporator, tidak terjadi
efek yang buruk selain membuat sistem
sedikit tidak stabil secara temporer.
Namun, pada sistem kompresor, hal itu
dapat membahayakan kompresor dan
membutuhkan pengukuran preventif
yang mendalam.
6. Unit absorpsi dapat dibuat dengan
kapasitas lebih besar dari 1000 ton—
nilai kapasitas terbesar dari unit
kompresor. Dengan pengecualian
untuk aplikasi rumah tangga, secara
umum sistem absorpsi butuh ruang
lebih besar. Namun, unit dapat
diletakkan di luar ruangan dan disusun
vertikal sehingga membutuhkan area
tanah yang lebih kecil dan tidak perlu
penutup.
7. Persyaratan ruang dan kontrol otomatik
lebih ringan pada sistem absorpsi pada
desain temperatur evaporator yang
semakin rendah.

REFERENSI
American Society of Heating,
4

Refrigeration, and Air Conditioning


Halaman

Engineers. 1993. ASHRAE Fundamentald


Handbook, SI-edition. Georgia: ASHRAE,
pp. 1.20-1.25