Anda di halaman 1dari 4

1.

1 Definisi Kapsul
Kapsul dapat didefinisikan sebagai bentuk sediaan padat, dimana satu macam bahan obat
atau lebih/dan atau bahan inert lainnya yangh dimasukkan ke dalam cangakang atau wadah
kecil yang umumnya dibuat dari gelatin yang sesuai. Tergantung pada formulasinya kapsul
dan gelatin bisa lunak dan bisa juga keras. Kebanyakan kapsul-kapsul yang diedarkan di
pasaran adalah kapsul yang semuanya dapat ditelan oleh pasien, untuk keuntungan dalam
pengobatan. Begitu pula, kapsul yang dibuat untuk disisipkan ke dalam rektum sehingga obat
dilepaskan dan diabsorbsi di tempat tersebut, atau isi kapsul dapat dipindahkan dari cangkang
gelatin dan digunakan sebagai pengukur yang dini dari obat-obat bentuk serbuk. Sedikitnya
satu kapsul yang diperdagangkan, Theo-Dur Sprinkle (Key Pharmaceutical) yang dianjurkan
untuk dipakai dalam hal-hal sebagai berikut, untuk anak-anak atau pasien lain yang
tidakdapat menelan tablet atau kapsul. Dianjurkan agar isi kapsul, teofilin anhidrat dalam
bentuk sustained relase, ditaburkan di atas sedikit makanan lunak segera sebelum ditelan.
(Ansel Howard C (2008).Pengantar Sediaan Farmasi. Jakarta, Penerbit Universitas
Indonesia, edisi keempat).
Kapsul terbagi atas kapsul cangkang keras (capsulae durae,hard capsule) dan kapsul
cangkang lunak (capsulae molles). Cangkang kapsul dibuat dari Gelatin dengan atau tanpa
zat tambahan lain. Cangkang dapat pula dibuat dari Metilsselulosa atau bahan lain yang
cocok. Capsulae Gelatinosae operculatae atau kapsul keras. dibuat dari campuran gelatin,
gula, dan air dan merupakan cangkang kapsul yang bening tak bewarna dan tak berasa.
Kapsul lunak merupakan satu kesatuan berbentuk bulat atau silindris (pearl) atau bulat telur
(globula) yang dibuat dari gelatin (kadang disebut dengan gel lunak) atau bahan lain yang
sesuai. Biasanya lebih tebal dari pada cangkang kapsul keras dan dapat diplastisasi dengan
penambahan senyawa poliol, seperti sorbitol atau gliserin. (Anief, 2007).
1.2 Keuntungan dan Kerugian Kapsul
a. Keuntungan
1. Bentuk menarik dan praktis.
2. Tidak berasa sehingga bisa menutup rasa dan bau dari obat yang kurang enak.

3. Mudah ditelan dan cepat hancur /larut didalam perut, sehingga bahan cepat segera
diabsorbsi (diserap) usus.
4. Dokter dapat memberikan resep dengan kombinasi dari bermacam-macam bahan
obat dan dengan dosis yang berbeda-beda menurut kebutuhan seorang pasien.
5. Kapsul dapat diisi dengan cepat tidak memerlukan bahan penolong seperti pada
pembuatan pil atau tablet yang mungkin mempengaruhi absorbsi bahan obatnya.
b. Kerugian
1. Tidak bisa untuk zat-zat mudah menguap sebab pori-pori cangkang tidak menahan
penguapan.
2. Tidak untuk zat-zat yang bereaksi dengan cangkang kapsul.
3. Tidak untuk Balita.
4. Tidak bisa dibagi ( misal kapsul).

2. Pre-formulasi Kapsul
Dilakukan uji pre-formulasi terhadap granul yang kering meliputi uji alir dan sudut diam.
1. Uji Waktu Air
Ke dalam corong alir dimasukkan granul, lalu dialirkan ke seluruh granul mengalir,
ditentukan waktu alir yaitu mulai dari granul mengalir sampai seluruh granul mengalir ke
luar.
Syarat : waktu alir tidak lebioh dari 10 detik.
2. Sudut Diam
Ke dalam corong alir diisikan granul kering, ratakan permukaannya, buka penutup
corong sehingga granul mengair bebas. Ukur tinggi dan diameter tumpukan granul yang
terbentuk. Di hitung sudut diam granul.
Syarat : sudut granul diam 200<0<400.
3. Evaluasi Sediaan Kapsul
Diambil 20 kapsul sekaligus ditimbang, timbang satu persatu. Keluarkan isi kapsul,
timbang seluruh bagian cangkang kapsul. Dihitung bobot isi kapsul dan bobot rata-rata
tiap kapsul.
Syarat : persyaratan tidak boleh lebih dari 2 kapsul yang masing-masing kapsul
bobotnya menyimpang dari bobot rata-rata dari harga yang ditetapkan dari harga yang
ditetapkan.

4. Waktu Hancur
Alat : Disintegration tester
Dimasukkan satu kapsul kedalam masing-masing tabung dikeranjang, lalu dimasukkan
satu cakram pada tiap tabung, alat dijalankan sebagai media digunakan air dengan suhu 37
kurang lebih 10 C. Pada akhir batas waktu dinyatakan sebagai waktu hancur kapsul, kapsul
dinhyatakan hancur jika tiodak ada lagi kapsul yang tertinggal pada kawat kasa. Pengujian
dilakukan dengan 6 kapsul, dimana selama 15 menit seluruh kapsul telah hancur dan
melewati kasa pada tabung.
3. Eksipien
Eksipien adalah zat yang bersifat inert secara farmakologi yang digunakan sebagai zat
pembantu dalam formulasi tablet untuk memperbaiki sifat zat aktif, membentuk tablet dan
mempermudah teknologi pembuatan tablet.
Eksipien harus memiliki kriteria sebagai berikut :
1. Tidak toksik (memenuhi persyaratan peraturan di setiap negara)
2. Tersedia secara komersial dengan mutu yang dapat diterima oleh semua negara tempat
produk tersebut dikembangkan
3. Harga relatif murah
4. Tidak kontraindikasi dalam suatu golongan populasi, inert secara fisiologis, stabil secara
fisika dan kimia baik tersendiri maupun dalam kombinasi dengan zat aktif
5. Bebas dari kandungan bakteri patogen
6. Kompatibel dengan zat warna dan bahan lainnya
7. Tidak membawa pengaruh yang buruk terhadap ketersediaan hayati dari zat aktif dalam
sediaan.
Dalam suatu sediaan farmasi, selain zat aktif juga dibutuhkan eksipien/ bahan penolong.
Cangkang kapsul dan intnya mungkin mengandung beberapa eksipien seperti berikut :
1. Diluent : bahan pengisi, untuk meningkatkan bulk, fluiditas dan kompaktibilitas.
Filler dibagi menjadi 2 jenis yaitu hdrofilik dan hidrofobik. Contoh : laktosa, amilum,
avice, manitol, sorbitol, kalsium fosfat.
2. Glidans : umumnya sebagai pelicin. Bertujuan untuk meningkatka fluidistas
campuran serbuk. Contoh : pati jagung, magnesium stearat, colloidal cilicas, natrium
stearat.

3. Disintegrants : sebagai bahan penghancur, untuk membentuk kapiler air guna


pembasahan serbuk sehingga mudah larut. Contoh : Amilum, croscarmellose sodium).
4. Surfactant ( surface active substances ) : merupakan reagen yang berada di
permukaan batas 2 zat yang tidak bercampur, memiliki 2 gugus yaitu lipofil dan
hidrofil. Berfungsi untuk meningkatkan pembasahan dari massa serbuk dan
meningkatkan kelarutan. Contoh : Natrium Lauril Sulfat, Natrium Docusate.
5. Hidrofilisasi : proses peningkatan pembasahan dan kelarutan suatu obat yang
mempunyai kelarutan redah dengan penambahan polimer yang hidrofilik.

Selain yang telah disebutkan diatas, beberapa eksipien lain yang mungkin terkandung
dalam kapsul ialah flavouring substances, colouring matter (misalkan Iron oxide,
tartrzine,indigo carmine) , sweeteners, antimicrobial agents, solvent (misalkan air).

4. Cara Pembuatan Kapsul