Anda di halaman 1dari 24

Beberapa Metode Konvensional

dalam Pembelajaran PAI


Teori dan Aplikasi.

METODE PEMBELAJARAN PAI KONVENSIONAL


(DEMONSTRASI, EKSPERIMEN, DAN RESITASI)
TEORI DAN APLIKASI

Oleh :
Wahyono Saputro
Kurniawan
Tugas Mata Kuliah:
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN PAI
Dosen Pengampu :
Dr. H. Ismail Sukardi, M. Ag.

PROGRAM PASCASARJANA
UIN RADEN FATAH
PALEMBANG

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 0

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

2012
PEMBAHASAN

A. METODE DEMONSTRASI (Demonstration Method)


a). Pengertian Metode Demonstrasi
Ada beberapa pengertian yang ditawarkan berkaitan
dengan metode demonstrasi, antara lain:
1. Menurut Ismail SM yaitu suatu metode pembelajaran yang
menggunakan
pengertian

peragaan

atau

untuk

untuk

memperjelas

memperlihatkan

suatu

bagaimana

melakukan sesuatu kepada anak didik.1


2. Menurut

Arief,

demonstrasi

adalah

menggunakan
pengertian

yang

metode

peragaan

atau

dimaksud

untuk

dengan

metode

mengajar

untuk

dengan

memperjelas

memperlihatkan

suatu

bagaimana

berjalannya suatu proses pembentukan tertentu kepada


siswa.2
3. Menurut

Ramayulis,

adalah

sebuah

metode

yang

digunakan untuk menggambarkan suatu cara mengajar

Ismail SM, (2008). Strategi Pembelajaran Agama Islam


PAIKEM. Semarang, RaSAIL Media Group. Hlm. 20.

Berbasis

Armai Arief (2002). Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam.


Jakarta, Ciputat Pers. Hlm. 190.

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 1

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

yang pada umumnya penjelasan verbal dengan suatu kerja


fisik atau pengoperasian peralatan barang atau benda.3
4. Menurut Muhibbin Syah seperti dikutip oleh Sukardi,
metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara
memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan
melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun
melalui

penggunaan media pengajaran yang relevan

dengan

pokok

bahasan

atau

materi

yang

sedang

disajikan.4

b). Landasan atau Prinsip Dasar Metode Demonstrasi


Landasan atau prinsip dasar metode demonstrasi ini
banyak terdapat dalam hadits Nabi Muhammad SAW. yakni
yang berkaitan dengan cara wudlu, shalat, haji dan ibadah
lainnya. Berikut di antara hadits-hadits yang dijadikan
landasan untuk memperkuat metode demonstrasi ini:
1. Hadits tentang cara wudlu Nabi Muhammad SAW;

Ramayulis, (2008). Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta, Kalam


Mulia. Hlm. 281. Kutipan yang sama juga terdapat dalam Samsul Nizar dan
Zainal Efendi Hasibuan, (2011). Hadits Tarbawi. Jakarta, Kalam Mulia. Hlm.
69. Lihat juga Ramayulis, (2008). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta, Kalam
Mulia. Hlm. 195, dalam bukunya tersebut Ramayulis menjelaskan pengertian
metode
demonstrasi
yaitu
suatu
cara
mengajar
dimana
guru
mempertunjukkan tentang proses sesuatu, atau pelaksanaan sesuatu
sedangkan murid memperhatikannya.
4

Ismail Sukardi, (2011). Model dan Metode Pembelajaran Modern: Suatu


Pengantar. Palembang, Tunas Gemilang Press. Hlm. 26.

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 2

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

3 - (226)
: .


. .
. . .
.
. .
. .
:
".

" .
Artinya: Dari Humran (katanya) Usman bin Affan ra. : Bahwa
Ia (Usman ra.) minta air lalu berwudu. Beliau membasuh
kedua telapak tangannya tiga kali lalu berkumur dan
mengeluarkan

air

dari

hidung.

Kemudian

membasuh

wajahnya tiga kali, lantas membasuh tangan kanannya


sampai siku tiga kali, tangan kirinya juga begitu. Setelah itu
mengusap kepalanya, kemudian membasuh kaki kanannya
sampai mata kaki tiga kali, begitu juga kaki kirinya.
Kemudian berkata: Aku pernah melihat Rasulullah saw.
berwudu seperti wuduku ini, lalu beliau bersabda: Barang
siapa yang berwudu seperti cara wuduku ini, lalu salat dua
rakaat, di mana dalam dua rakaat itu ia tidak berbicara
dengan hatinya sendiri, maka dosanya yang telah lalu akan
diampuni. (Shahih Muslim No.226).5
5

Abu al-Husain Muslim Bin Hajjaj al-Qusyairi al-Niisaabury, Shahih


Muslim, Mausuah al-Hadiits al-Nabawiy al-Syariif al-Shihhah, wa al-Sunnah
wa al- Masaaniid, www.islamspirit.com, Kitab Thaharah, bab (3) Sifat wudlu
dan kesempurnaannya,


hadits no. 226.
Lihat juga Muhammad Ibnu Ismail Al Kahlany, (tt). Subul Al-Salam. (Terj.
Oleh Abubakar Muhammad). Surabaya, Al-Ikhlas. Hlm. 100.

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 3

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

2. Hadits tentang cara shalat Nabi Muhammad SAW;

28 - (392) . .
.
:

" . .
. "
." "
. . .
.
.
:
.
Artinya: ...Dari Abu Bakar bin Abdurrahman, bahwa ia telah
mendengar Abu Hurairah ra. berkata: Adalah Rasulullah
SAW apabila berdiri hendak shalat Ia bertakbir ketika (mulai)
berdiri.

Kemudian

bertakbir

ketika

rukuk,

kemudian

mengucap Samiallahu liman hamidah, ketika mengangkat


tulang

sulbinya

Rabbana

wa

dari

laka

al

rukuk.

Kemudian

hamd

dalam

mengucapkan

posisi

berdirinya.

Kemudian bertakbir ketika dalam keadaan sujud. Kemudian


bertakbir ketika mengangkat kepalanya. Kemudian bertakbir
ketika

sujud.

Kemudian

bertakbir

ketika

mengangkat

kepalanya. Kemudian Ia (Nabi SAW) melakukan hal yang


serupa itu di dalam proses shalat secara keseluruhan hingga
tuntas. Kemudian Ia (Nabi SAW)bertakbir ketika berdiri pada
pada (rakaat) kedua setelah duduk.Kemudian Abu Hurairah
ra. berkata: Sesungguhnya aku adalah orang yang paling
mirip Rasulullah shalatnya daripada kalian.6
Abu al-Husain Muslim Bin Hajjaj al-Qusyairi al-Niisaabury, Shahih
Muslim, Mausuah al-Hadiits al-Nabawiy al-Syariif al-Shihhah, wa al-Sunnah
wa al- Masaaniid, www.islamspirit.com, Kitab Shalat, bab (10)
6

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 4

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

3. Hadits tentang cara manasik haji Nabi Muhammad SAW;

230 - (1261) .
. . .


.
.
.
Artinya: Dari Ibnu Umar ra. : Bahwa Rasulullah saw. jika
melakukan tawaf di Baitullah sebagai tawaf pertama dalam
haji dan umrah, maka beliau berlari-lari kecil sebanyak tiga
putaran dan berjalan biasa sebanyak empat putaran. Lalu
beliau melakukan sai antara Shafa dan Marwah.7

c). Prosedur atau Langkah- Langkah Penerapan Metode


Demonstrasi
1. Perencanaan yang terdiri atas;.
1) Merumuskan
kecakapan

tujuan

atau

yang

kegiatan

jelas
yang

baik

dari

sudut

diharapkan

dapat

tercapai setelah metode demonstrasi selesai.


2) Menetapkan

garis-garis

besar

langkah-langkah

demonstrasi yang akan dilaksanakan.


3) Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan
hadits no. 392.
7
Abu al-Husain Muslim Bin Hajjaj al-Qusyairi al-Niisaabury, Shahih
Muslim, Mausuah al-Hadiits al-Nabawiy al-Syariif al-Shihhah, wa al-Sunnah
wa al- Masaaniid, www.islamspirit.com, Kitab Haji, bab (39).



Hadits no. 1261.

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 5

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

4) Selama

demonstrasi

berlangsung,

seorang

guru

melakukan instropeksi diri apakah:


Para

siswa

telah

mendengarkan

semua

keterangannya,
Semua media telah sesuai dengan tempat dan
posisinya masing-masing sehingga para siswa telah
melihatnya dengan jelas.
Para siswa disarankan untuk membuat catatan yang
dianggap penting
5) Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan
anak didik8
2. Pelaksanaan
1) Melakukan cek ulang
2) Memulai demonstrasi dengan menarik perhatian siswa
3) Mengingat keadaan siswa, apakah semuanya mengikuti
demonstrasi dengan baik
4) Mengingat poin-poin materi
5) Menstimulasi peran aktif siswa tentang apa yang
dilihat, didengar, dengan cara mengajukan pertanyaan,
membandingkannya

dengan

yang

lain

atau

melakukannya sendiri

Armai Arief (2002). Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam.


Jakarta, Ciputat Pers. Hlm. 192-193.
8

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 6

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

6) Hindari ketegangan9
3. Evaluasi
Sebagai

follow

demonstrasi

up

sering

(lanjutan)
diiringi

setelah

dengan

pelaksanaan

kegiatan-kegiatan

belajar selanjutnya. Kegiatan ini dapat berupa pemberian


tugas, seperti membuat laporan, menjawab pertanyaan,
mengadakan latihan lebihh lanjut, di rumah ataukah di
sekolah.

Evaluasi

juga

memperhatikan

aspek

perencanaan, pelaksanaan maupun follow up.10

d). Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi


Kelebihan metode demonstrasi antara lain;11
Memompa

keaktifan

siswa

mengikuti

proses

pembelajaran
Dapat membantu siswa untuk mengingat lebih lama
tentang materi yang telah disampaikan
Dapat memusatkan perhatian siswa
Dapat mengurangi kesalahpahaman karena pengajaran
menjadi lebih jelas dan konkret
9

Armai Arief, Ibid. Hlm. 194

10

Armai Arief, Ibid. Hlm. 194.

Armai Arief, Ibid. Hlm. 191.Lihat juga Ramayulius, (2008). Metodologi


Pendidikan Agama Islam. Jakarta, Kalam Mulia.Hlm. 282.
11

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 7

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

Memperluas pemahaman peserta didik


Kekurangan metode demonstrasi antara lain;12
Menyita waktu
Apabila terjadi kekurangan media, metode demonstrasi
menjadi kurang efektif
Memerlukan banyak tenaga
Bila siswa tidak aktif maka metode demonstrasi juga
menjadi tidak efektif.
Sedang

menurut

Ramayulius,

kekurangan

metode

demonstrasi yaitu:13
Membutuhkan kemampuan yang optimal para pendidik
untuk itu perlu persiapan yang matang.
Sulit dilaksanakan bila tidak ditunjang oleh waktu,
tempat dan peralatan yang cukup.
B. METODE EKSPERIMEN (Experimental Method)
a). Pengertian Metode Eksperimen
Ada beberapa pengertian yang diajukan di antaranya
ialah;
1. Menurut Ramayulius, metode eksperimen adalah apabila
seseorang peserta didik melakukan sesuatu percobaan
Armai Arief (2002). Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam.
Jakarta, Ciputat Pers. Hlm. 192
12

Ramayulis, (2008). Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta, Kalam


Mulia.Hlm. 282.
13

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 8

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

setiap proses dan hasil percobaan itu diamati oleh setiap


peserta didik.14
2. Menurut Djamarah seperti dikutip Sukardi menegaskan
bahwa metode eksperimen adalah metode pemberian
kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok,
untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan.
Lanjutnya,
mengajar

metode
yang

percobaan

adalah

menggunakan

proses

suatu

metode

tertentu

dan

dilakukan lebih dari satu kali.15


3. Menurut Departemen Agama (sekarang Kemeneterian
Agama)

seperti

dikutip

Arief

mendefinisikan

metode

eksperimen sebagai praktek pengajaran yang melibatkan


anak didik pada pekerjaan anak didik pada pekerjaan
akademis, latihan dan pemecahan masalah atau topik
seperti shalat, puasa, haji, pembangunan masyarakat dan
lain-lain.16
Ramayulis, (2008). Metodologi Pendidikan Agama Islam. Ibid. Hlm. 285.
Di kesempatan lain, dengan redaksi sedikit berbeda ia mendefinisikan
metode eksperimen adalah suatu cara mengajar dengan menyuruh murid
melakukan sesuatu percobaan, dan setiap proses dan hasil percobaan itu
diamati oleh setiap murid, sedangkan guru memperhatikan yang dilakukan
oleh murid sambil memberikan arahan (Ramayulis, (2008). Ilmu Pendidikan
Islam. Jakarta, Kalam Mulia. Hlm. 195,). Kutipan serupa juga terdapat dalam
Samsul Nizar dan Zainal Efendi Hasibuan, (2011). Hadits Tarbawi. Jakarta,
Kalam Mulia. Hlm. 62.
14

15

Ismail Sukardi, (2011). Model dan Metode Pembelajaran Modern: Suatu


Pengantar. Palembang, Tunas Gemilang Press. Hlm. 28.
Armai Arief (2002). Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam.
Jakarta, Ciputat Pers. Hlm. 172.
16

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 9

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

10

b). Landasan atau Prinsip Dasar Metode Eksperimen


Landasan atau prinsip dasar metode eksperimen salah
satunya berdasarkan hadits berikut::

724 - :
:
:

) :
.(
) :
: .(
) :



( .
Artinya: Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW
masuk ke sebuah masjid, tiba-tiba masuklah seseorang ke
dalam masjid lantas shalat. Kemudian ia menghadap Nabi
SAW. seraya memberi salam. Setelah Nabi SAW menjawab
salamnya lalu Ia berkata: Kembalilah dan shalatlah sekali
lagi, karena engkau belum shalat. Kemudian laki-laki itu
shalat lagi, setelah selesai ia datang pula menghadap Nabi
SAW seraya memberi salam. Nabi SAW bersabda; kembalilah
dan shalatlah sekali lagi, karena engkau belum shalat. (Hal
itu sampai tiga kali).
Kemudian laki-laki itu berkata: Demi Allah, saya tidak
pandai mengerjakan shalat selain daripada itu, sebab itu
ajarkanlah aku. Nabi SAW berkata: Apabila engkau berdiri
hendak mengerjakan shalat, hendaklah takbir, kemudian

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 10

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

11

bacalah apa yang mudah bagi engkau di antara Al Quran,


setelah

itu

rukuklah

hingga

tenang

dalam

rukuk

itu,

kemudian bangkitlah hingga tegak lurus kembali kemudian


sujudlah hingga tenang daam sujud itu, kemudian bangkitlah
sehingga tenang dalam duduk, dan lakukanlah hal tersebut
dalam semua shalatmu.17

c). Prosedur atau Langkah- Langkah Penerapan Metode


Eksperimen
Adapun

langkah-langkah

penerapan

metode

eksperimen

adalah:
1. Menerangkan tujuan eksperimen
2. Membicarakan

terlebih

dahulu

permasalahan

yang

signifikan untuk diangkat


3. Sebelumnya guru harus menetapkan: alat yang diperlukan
langkah-langkah apa yang harus ditempuh, hal apa yang
harus dicatat, dan variabel-variabel apa yang harus
dikontrol.

Abu Abdillah Muhammad Bin Ismail Bin Ibrahim Bin Mughirah AlBukhari, Al-Bukhari, Mausuah al-Hadiits al-Nabawiy al-Syariif al-Shihhah,
wa al-Sunnah wa al- Masaaniid, www.islamspirit.com, Kitab Sifat Shalat, bab.
(13)
17

:

hadits no. 724.

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 11

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

12

4. Setelah eksperimen dilakukan guru harus: mengumpulkan


laporan eksperimen, memproses kegiatan, dan melakukan
tes untuk menguji pemahaman murid.18
d). Kelebihan dan Kekurangan Metode Eksperimen
Kelebihan metode eksperimen yaitu:.
Menambah keaktifan untuk berbuat dan memecahkan
sendiri sebuah permasalahan
Dapat melaksanakan metode ilmiah dengan baik.
Kekurangan metode eksperimen yaitu:19
Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan metode
ini
Murid yang kurang mempunyai daya intelektual yang
kurang hanya memperoleh hasil yang minim.

C. METODE RESITASI (Recitation Method)


a). Pengertian Metode Resitasi
Resitasi adalah terjemahan dari bahasa Inggris to cite
yang artinya mengutip, yaitu siswa mengutip atau mengambil
Armai Arief (2002). Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam.
Jakarta, Ciputat Pers. Hlm. 173 dan Ramayulis, (2008). Metodologi
Pendidikan Agama Islam. Ibid. Hlm. 286-287.
18

Armai Arief (2002). Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam.


Jakarta, Ciputat Pers. Hlm. 173 dan Ramayulis, (2008). Metodologi
Pendidikan Agama Islam. Ibid. Hlm. 287.
19

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 12

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

13

sendiri bagian-bagian pelajaran itu dari buku-buku tertentu,


lalu belajar sendiri dan berlatih hingga siap sebagaimana
mestinya.20
Resitasi

adalah

penyajian

kembali

atau

penimbulan

kembali sesuatu yang sudah dimiliki, diketahui dan dipelajari.


Metode ini populer dengan sebutan pekerjaan rumah (PR),
sebetulnya bukan hanya pekerjaan rumah, tetapi dapat
dikerjakan

di

laboraturium,

sekolah,

di

mushalla,

halaman,

masjid,

di

atau

perpustakaan,
tempat-tempat

lainnya.21
Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), mata pelajaran yang
sesuai

diterapkan

adalah

yang

bersifat

praktis

seperti

menerjemahkan literatur bahasa asing, membuat kliping,


paper resume dan lain-lain.22
Ada beberapa pengertian yang ditawarkan berkaitan
dengan metode resitasi antara lain:
1. Menurut Ismail SM, yang dimaksud metode resitasi adalah
suatu cara dalam proses pembelajaran bilamana guru
memberi tugas tertentu dan murid mengerjakannya,

20

Ibid. Hlm. 164.

21

Ibid.

22

Ibid.

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 13

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

14

kemudian tugas tersebut dipertanggungjawabkan kepada


guru.23
2. Menurut Ramayulis, yang dimaksud metode pemberian
tugas dan resitasi ialah sutu cara mengajar di mana
seorang guru memberikan tugas tertentu kepada peserta
didik, sedangkan hasil tersebut diperiksa oleh guru dan
peserta didik mempertanggung jawabkannya.24
3. Menurut Sukardi, metode resitasi adalah suatu metode
mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume
dengan kalimat sendiri.25
4. Menurut Arief, metode resitasi adalah cara menyajikan
bahan pelajaran dimana guru memberikan sejumlah tugas
terhadap murid-muridnya untuk mempelajari sesuatu,
kemudian

mereka

jawabkannya.
berbentuk
mencari

Tugas

disuruh

untuk

yang

diberikan

memperbaiki,
informasi

atau

mempertanggung
oleh

memperdalam,
menghafal

guru

bisa

mengecek,

pelajaran

yang

akhirnya membuat kesimpulan tertentu.26


Ismail SM, (2008). Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis
PAIKEM. Semarang, RaSAIL Media Group. Hlm. 21.
23

Ramayulis, (2008). Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta, Kalam


Mulia. Hlm. 329.
24

25

Ismail Sukardi, (2011). Model dan Metode Pembelajaran Modern: Suatu


Pengantar. Palembang, Tunas Gemilang Press. Hlm. 27.
Armai Arief (2002). Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam.
Jakarta, Ciputat Pers. Hlm.164
26

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 14

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

15

b). Landasan atau Prinsip Dasar Metode Resitasi


Landasan atau prinsip dasar metode resitasi berdasarkan
Al- Quran surah Al-Mudatsir ayat 1-7 dan Al-Qiyamah ayat
17-18 berikut:

3
2

1


5:

4

6





Artinya: Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah,

lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah! dan


pakaianmu

bersihkanlah,

tinggalkanlah,dan

janganlah

dan

perbuatan

kamu

memberi

dosa
(dengan

maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.dan untuk


(memenuhi

perintah)

Tuhanmu,

bersabarlah.

(Q.S.

Al-

Mudatsir: 1-7)
18

17

Artinya:

Sesungguhnya

atas

tanggungan

kamilah

mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai)


membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya
Maka ikutilah bacaannya itu. (Q.S. Al-Qiyamah: 17-18)
Menurut Ramayulis, tugas yang diemban oleh Nabi SAW.
dalam surah Al-Mudatsir ayat 1-7, yaitu27 :
1. Taat beragama
Ramayulis, (2008). Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta, Kalam
Mulia. Hlm. 330
27

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 15

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

16

2. Giat dan rajin berdakwah


3. Membesihkan diri, jiwa baik lahir dan batin
4. Percaya kepada kemampuan sendiri
5. Tabah dan ulet dalam melaksanakan tugas.

c). Prosedur atau Langkah- Langkah Penerapan Metode


Resitasi
Yang perlu diperhatikan dalam langkah-langkah metode
resitasi
1. Merumuskan tujuan secara operasional/ spesifik tentang
target yang akan dicapai
2. Memperkirakan apakah tujuan itu dapat dicapai dalam
batas-batas waktu tertentu
3. Tenaga serta sarana yang tersedia
4. Dapat mendorong siswa secara aktif dan kreatif untuk
mempelajari dan mempraktekkan pelajaran yang telah
diberikan, agar siswa mempunyai pengetahuan..28
Sementara
dalam

pelaksanaan metode resitasi

kegiatan

belajar

perorangan

dilaksanakan

maupun

kelompok.

Adapun pelaksanaan yang ditempuh dalam metode ini antara


lain:29

28

Armai Arief , Ibid. Hlm. 166

29

Ibid. Hlm. 167.

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 16

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

17

1. Pendahuluan. Pada tahap ini perlu mempersiapkan mental


murid untuk menerima tugas yang akan diberikan kepada
mereka pada pelajaran inti, untuk itu perlu memberikan
kejelasan

tentang

suatu

bahan

pelajaran

yang

dilaksanakan dengan metode ini.


2. Pelajaran inti. Guru memberikan tugas, murid melaporkan
hasil kerja mereka, sementara guru mengadakan koreksi
terhadap tugas-tugas tersebut.
3. Penutup. Pada langkah ini murid bersama guru mencek
kebenaran sementara murid disuruh mengulangi tugas itu
kembali.
d). Kelebihan dan Kekurangan Metode Resitasi30
Kelebihan metode resitasi adalah:
Pengetahuan yang diperoleh murid baik dari hasil
belajar, hasil eksperimen atau penyelidikan, banyak
berhubungan dengan minat dan berguna untuk hidup
mereka dan akan lebih lama diingat.
Dapat dilaksanakan dalam berbagai bidang studi.
Apabila tugas tersebut dalam bentuk kelompok maka
murid dapat saling bekerjasama dan saling membantu.

30

Ibid. Hlm. 166-167.

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 17

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

18

Murid berkesempatan memupuk perkembangan dan


keberanian berkreatif, berinisiatif, bertanggung jawab
dan mandiri.

Sementara kelemahan metode resitasi adalah:


Tugas

rumah

sering

dikerjakan

oleh

orang

lain,

sehingga murid tidak tahu apa yang harus dikerjakan.


Tugas yang sukar dapat mempengaruhi ketenangan
mental murid.
Sukar

memberikan

perbedaan

individual

tugas

yang

dan

murid

sesuai
suka

dengan
menyalin

pekerjaan teman.

Dalam menggunakan metode resitasi terdapat tiga fase:


1. Fase pemberian tugas. Tugas yang diberikan kepada
siswa hendaknya mempertimbangkan tujuan, jenis
tugas, tugas sesuai dengan kemampuan murid,
sediakan waktu yang cukup dan ada sumber yang
dapat membantu pekerjaan siswa.
2. Fase

pelaksanaan

tugas.

Pada

fase

ini

siswa

diberikan bimbingan dan pengawasan oleh guru,


dan

diberikan

Wahyono Saputro & Kurniawan

dorongan

Page 18

sehingga

anak

mau

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

19

berusaha, diusahakan dikerjakan oleh siswa tidak


menyuruh orang lain.
3. Fase pertanggung jawaban tugas. Hal yang harus
dilakukan pada fase ini: laporan siswa, ada tanya
jawab atau diskusi kelas, dan penilaian hasil tugas
guru.

DAFTAR PUSTAKA
Abu Abdillah Muhammad Bin Ismail Bin Ibrahim Bin Mughirah
Al-Bukhari,
Al-Bukhari, Mausuah al-Hadiits al-Nabawiy
al-Syariif al-Shihhah, wa al-Sunnah wa al- Masaaniid,
www.islamspirit.com

Abu al-Husain Muslim Bin Hajjaj al-Qusyairi al-Niisaabury,


Shahih Muslim, Mausuah al-Hadiits al-Nabawiy al-Syariif
al-Shihhah,
wa
al-Sunnah
wa
alMasaaniid,
www.islamspirit.com

Arief, Armai, (2002). Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan


Islam. Jakarta, Ciputat Pers.
Fatimah, Siti, et al, (2009). Model-Model Pembelajaran
SMP/SMA. Palembang, Pendidikan dan Latihan Profesi Guru
(PLPG) Rayon 4, Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang.
Hawi, Akmal, (2008). Kompetensi Guru PAI. Palembang, IAIN
Raden Fatah Press.
Ibnu Ismail Al Kahlany, Muhammad, (tt). Subul Al-Salam. (Terj.
Oleh Abubakar Muhammad). Surabaya, Al-Ikhlas.
Ismail SM, (2008). Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis
PAIKEM. Semarang, RaSAIL Media Group.
Muhammad Yusuf, Kadar, (2011). Tafsir Tarbawi. Pekanbaru,
Zanafa Publishing.

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 19

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

20

Nizar, Samsul dan Hasibuan, Zainal Efendi, (2011). Hadits


Tarbawi. Jakarta, Kalam Mulia.
Ramayulius, (2008). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta, Kalam
Mulia.
-----------------, (2008). Metodologi
Jakarta, Kalam Mulia.

Pendidikan

Agama

Islam.

Sukardi, Ismail, (2011). Model dan Metode Pembelajaran


Modern: Suatu Pengantar. Palembang, Tunas Gemilang Press.
Suparlan et al, (2009). PAKEM: Pembelajaran Aktif, Kreatif,
Efektif dan Menyenangkan. Bandung, Genesindo.
http://kabar-pendidikan.blogspot.com/2011/10/pengertian
resitasi.html

metode-

http://helmidadang.wordpress.com/2010/03/12/makalah-regenerasipesantren-untuk-kemajaun-umat/
http://www.scribd.com/doc/91782378/TAFSIR-TARBAWI
http://wahyono-saputro.blogspot.com /TAFSIR TARBAWI

LAMPIRAN 1
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran [RPP]
Pendidikan Agama Islam [PAI]
Melalui Metode Demonstrasi, Eksperimen dan Resitasi
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran
Kelas/ Semester
Alokasi waktu
Standar Kompetensi

: Al-Quran Hadits
: VIII MTs/ II
: 4 X 35 menit
: Menerapkan Al-Quran surah- surah pendek
pilihan dalam kehidupan sehari-hari tentang
menimbun harta (serakah)

Kompetensi Dasar :
Menerapkan kandungan Q.S. Al-Humazah dan At-Takatsur dalam fenomena
kehidupan sehari- hari dan akibatnya.
Indikator :
Memahami keterkaitan isi kandungan Q.S. Al-Humazah dan At-Takatsur
tentang sifat cinta dunia dan melupakan kebahagiaan hakiki dalam
fenomena kehidupan.

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 20

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

21

Menerapkan kandungan Q.S. Al-Humazah dan At-Takatsur dalam fenomena


kehidupan sehari- hari dan akibatnya.
I. Tujuan Pembelajaran:
Siswa mampu menerapkan kandungan Q.S. Al-Humazah dan At-Takatsur
dalam fenomena kehidupan sehari-hari dan akibatnya.
II. Tujuan Perbaikan Pembelajaran:
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
III. Materi Pokok/Pembelajaran:
Al-Quran surah pendek pilihan tentang menimbun harta (serakah)
IV. Metode Pembelajaran :
Metode demonstrasi
V. Skenario Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
Guru mengucapkan salam
Guru mengkondisikan kelas
Guru dan siswa membaca doa sebelum belajar
Guru mengabsen siswa
Guru dan siswa melafalkan Q.S.At-Takatsur bersama-sama selama
sepuluh menit.




.
.




.







.

.






.
.




.


1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
2. sampai kamu masuk ke dalam kubur.
3. janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat
perbuatanmu itu),
4. dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
5. janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan
yang yakin,
6. niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,
7. dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan
'ainul yaqin.
8. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang
kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 21

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

22

Mengemukakan tujuan pembelajaran menerapkan kandungan


Q.S. Al-Humazah dan At-Takatsur.dalam fenomena kehidupan
sehari- hari dan akibatnya.
Peserta didik menyiapkan buku paket

B. Kegiatan Inti
Guru membacakan materi pokok tentang Al-Quran surah pendek
pilihan tentang menimbun harta (serakah).
Guru menunjuk salah satu siswa maju ke depan kelas berperan
sebagai guru untuk membaca dan menterjemahkan Q.S. AtTakatsur ayat perayat secara bergiliran di antara siswa hingga
tuntas sampai akhir surah.
Siswa (secara acak) diminta menyimpulkan isi kandungan dari
masing- masing surah di depan kelas.
Siswa menyalin Q.S. Al-Humazah dan At-Takatsur.
Guru menganjurkan agar siswa mempraktekkan bacaan Q.S. AlHumazah dan At-Takatsur setiap kali salat.
Mengadakan tanya jawab tentang makna yang terkandung dalam
Q.S. Al-Humazah dan At-Takatsur.
C. Kegiatan Akhir
Memberitahukan pelajaran yang akan datang
Guru menutup, mengakhiri pelajaran dengan
hamdalah/ doa.

membaca

VI.

Media dan Sumber Belajar


Al-Quran
Buku teks Al-Quran Hadits kelas VIII MTs

VII.

Penilaian : Tes tulis danTes Lisan


Bentuk instrumen essay

VIII.

Evaluasi
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Apa balasan orang-orang yang selalu membangga-bangakan
hartanya sampai lalai akan kewajibannya kelak di akhirat?
2. Tulis dengan benar Al-Quran Surah At-Takatsur!
3. Tulis terjemah Al-Quran Surah At-Takatsur ayat 1!
4. Jelaskan dengan singkat makna ayat (1) Surah At-Takatsur!
Jumlah perolehan skor

Skor=
IX.

Jumlah skor total

X100%

Kunci Jawaban
1. Akan merasakan Siksa/ Azab Neraka Jahim
2.



.
.









.

.

Wahyono Saputro & Kurniawan

Page 22

12/9/2015

Beberapa Metode Konvensional


dalam Pembelajaran PAI
Teori dan Aplikasi.

23





.
.
.









3.
4.

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu


Ayat pertama surah At-Takatsur menjelaskan adanya peringatan
Allah swt. kepada hamba-hamba-Nya yang lalai, lengah, dan telah
berpaling daripada tujuan hidup yang sejati.

Indralaya,

Mengetahui
Kepala MTs Masdarul Ulum

Guru PAI/Mahasiswa

(Khairiyatul Fadhilah, S. Pd.I.)


Nip.

Wahyono Saputro & Kurniawan

( Sukmawati S. Pd.I. )
Nip.19550210 198303 2002

Page 23

12/9/2015