Anda di halaman 1dari 12

HASIL TELAAH LITERATUR TENTANG PENYUSUNAN INSTRUMEN

PENELITIAN KUALITATIF (PEDOMAN WAWANCARA)


Buku : Qualitative Research (2nd Edition) penulis Jennifer Masson
Bab 4. Qualitative Interviewing
Bagan atau alur tahapan penyusunan qualitative interview sebagai berikut :

(Sumber : Mason, 2002 : 72)


Step 1 :
List or assemble the big research questions which the study is designed to explore.
Step 2 :
Break down or subdivide the big research questions into mini-research questions.
The links between the big questions and the subcategories of them the mini
questions should be clearly expressed, for example, by using corresponding
numbers or codes, or by laying the two sets of questions out in a chart, or by using
cross-referenced index cards. It is possible to establish a perfectly workable manual
system, or you can use a computer graphics package and/or database to help you.
Step 3 :
For each mini-research question, start to develop ideas about how it might be
possible to get at the relevant issues in an interview situation. This means converting
your big and mini examples of what you really want to know into possible interview
topics, and thinking of some possible questions in terms of their substance, and the
style you might use to ask them. These will not form a rigid script for you to use in
the interview, but the process of developing possible topics and questions will get
you thinking in ways appropriate to an interview interaction. Again, make sure that
the links between this set of questions and the other two (that is the big and miniresearch questions) are clearly expressed.
Step 4 :
Cross-reference all the levels, if you have not done so already, so that you know that
each big research question has a set of corresponding mini-research questions, and
each of these has a set of ideas about interview topics and questions. Make sure the
cross-referencing works in reverse, so that your interview topics and questions really
are going to help you to answer your big research questions.
1

Step 5 :
Start to develop some ideas about a loose structure, or format, for interviews. You
will want this to be highly flexible and variable, but you should be able to produce
some kind of guide to the key issues and types of questions you will want to discuss.
Step 6 :
Work out whether you want to include any standardized questions or sections in your
interviews. There may be certain questions which you want to ensure that you ask
everybody. In the example above the introductory explanation was fairly
standardized, as were some of the questions about personal and social
characteristics (for example, age, marital status). You might also want to think of
some standardized comments and assurances which you will make about
confidentiality of data to your interviewees.
Step 7 :
Cross-check that your format, and any standardized questions or sections, do cover
adequately and appropriately your possible topics and questions.
(Sumber : Mason, 2002 : 72)
Penerapan dalam penyusunan instrumen pedoman wawancara penelitian,
dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu : (1) mengidentifikasi variabel, sub variabel dan
indicator; (2) menyusun kisi-kisi instrumen dan butir instrument; dan (3)
menjabarkan indikator variabel menjadi butir instrument wawancara. Penjelasan
secara rinci akan dipaparkan pada uraian berikut ini.
I. Identifikasi Variabel, Sub Variabel dan Indikatornya
A. Variabel Pelaksanaan Pembelajaran :
1. Sub Variabel Perencanaan Pembelajaran
Indikator :
a. Persiapan yang dilakukan guru dalam kaitannya dengan :
1) Menyiapkan materi pembelajaran,
2) Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan
pembelajaran, dan
3) Menyiapkan alat evaluasi yang tepat.

b. Persiapan yang dilakukan guru di dalam kelas atau workshop yaitu :


Menyiapkan siswa untuk menerima pelajaran dengan cara melakukan
apersepsi, brainstorming, atau melalui tanya-jawab lisan.
2. Sub-Variabel Presentasi / Demonstrasi Pembelajaran Oleh Guru
2

Indikator :
a) Menyampaikan pokok-pokok bahasan dan apersepsi materi pelajaran,
b) Presentasi materi pelajaran baru,
c) Mengkaji materi perbagian,
d) Menyimpulkan materi yang telah dipresentasikan, dan
e) Memberikan penjelasan tugas belajar secara jelas dan spesifik.
3. Sub Variabel Aplikasi / Peniruan Pembelajaran Oleh Siswa
Indikator :
a) mengawasi kegiatan praktek,
b) membimbing dan mengarahkan kegiatan praktek,
c) membantu memecahkan kesulitan yang dihadapi siswa, dan
d) memberi kesempatan siswa untuk mengulangi kegiatan praktek
sampai mereka merasa yakin telah menguasainya dengan baik.
4. Sub -Variabel Evaluasi Pembelajaran Oleh Siswa (evaluasi diri) dan Guru
Indikator :
a) Pertimbangan (judgement),
b) Kejelasan deskripsi objek penilaian
c) Kriteria evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan
(Penilan Aacuan Patokan atau Penilain Acuan Norma)
B. Variabel Pemilihan Media Pembelajaran
Indikator :
1) Ketepatannya dengan tujuan / kompetensi pembelajaran.
2) Dukungan terhadap isi materi pelajaran.
3) Kemudahan mendapatkan media.
4) Keterampilan guru menggunakannya.
5) Tersedia alokasi waktu untuk menggunakannya.
6) Memilih media pembelajaran harus sesuai dengan taraf berfikir (level
penalaran) dan perkembangan peserta didik.

C. Variabel Hasil Belajar Siswa


1. Sub Variabel Hasil Belajar Pada Ranah Kognitif, indikatornya :
a) Ingatan (Recall).
Mengacu pada kemampuan mengenal atau mengingat materi yang sudah
dipelajari dari materi yang sederhana sampai pada teori-teori yang sukar.
b) Pemahaman (Understanding).
Mengacu pada kemampuan memahami makna materi ajar secara
sederhana. Aspek ini satu tingkat di atas pengetahuan atau ingatan .
3

c) Penerapan (Applying).
Mengacu pada kemampuan untuk menerapkan materi yang sudah
dipelajari pada situasi yang baru, baik pada tataran penggunaan aturan
maupun prinsip atau konsepnya.Penerapan merupakan tingkat kemampuan
berpikir yang lebih tinggi dari pada pemahaman.
d) Analisis (Analysis).
Mengacu pada kemampuan menguraikan materi kedalam komponenkomponen atau faktor penyebabnya, dan mampu memahami hubungan
diantara bagian yang satu dengan yang lainnya sehingga struktur dan
aturannya dapat lebih dimengerti.Analisis merupakan tingkat kemampuan
berpikir yang lebih tinggi dari aspek pemahaman maupun penerapan.
e) Sintesis (Syntesis).
Mengacu pada kemempuan memadukan konsep atau komponenkomponen sehingga membentuk suatu pola struktur atau bentuk baru
melalui proses berpikir kreatif. Sintesis merupakan tingkat kemampuan
berpikir yang lebih tinggi dari kemampuan sebelumnya.
f) Evaluasi (Evaluation).
Mengacu kepada kemampuan memberikan pertimbangan terhadap nilainilai materi untuk tujuan tertentu. Evaluasi merupakan tingkat kemampuan
berpikir yang tinggi.
2. Sub Variabel Hasil Belajar Pada Ranah Afektif, indikatornya :
a) Penerimaan.
Mengacu pada kesukarelaan dan kemampuan memperhatikan dan
memberikan respon terhadap stimulasi yang tepat.Penerimaan merupakan
tingkat hasil belajar terrendah dalam domain afektif.
b) Pemberian respon.
Satu tingkat diatas penerimaan, pada level pemberian respons siswa
menjadi tersangkut secara aktif, menjadi peserta dan tertarik.
c) Penilaian.
Mengacu kepada nilai atau pentingnya kita menterikatkan diri pada objek
atau kejadian tertentu dengan reaksi-reaksi seperti menerima, menolak

atau tidak menghiraukan.Tujuan-tujuan tersebut dapat diklasifikasikan


menjadi sikap dan apresiasi.
d) Pengorganisasian.
Mengacu kepada penyatuan nilai.Sikap-sikap yang berbeda yang membuat
lebih

konsisten

dapat

menimbulkan

konflik-konflik

internal

dan

membentuk sustu sistem nilai internal, mencakup tingkah laku yang


tercermin dalam suatu filsafat hidup.
e) Karakterisasi.
Mengacu pada karakter dan gaya hidup seseorang. Nilai-nilai sangat
berkembang dengan teratur sehingga tingkah laku menjadi lebih konsisten
dan lebih mudah diperkirakan. Tujuan dalam kategori ini bisa ada
hubungannya dengan ketentuan pribadi, sosial dan emosi siswa.
3. Sub Variabel Hasil Belajar Pada Ranah Psikomotorik, indikatornya :
a) Peniruan.
Proses peniruan terjadi ketika siswa mengamati suatu gerakan, mulai
memberi respons serupa dengan yang diamati. Mengurangi kordinasi dan
kontrol otot-otot syaraf. Peniruan ini umumnya dalam bentuk global dan
tidak sempurna.

b) Manipulasi.
Manipulasi menekankan pada perkembangan kemampuan mengikuti
pengarahan, penampilan, gerakan-gerakan pilihan yang menetapkan suatu
penampilan melalui latihan.Pada tingkat ini siswa menampilkan suatu
menurut petunjuk-petunjuk tidak hanya meniru tingkah laku saja.
c) Ketetapan.
Ketetapan memerlukan kecermatan, proporsi, dan kepastian yang lebih
tinggi dalam penampilan. Respon-respon lebih terkoreksi dan kesalahankesalahan dibatasi sampai pada tingkat minimum .
d) Artikulasi.

Artikulasi menekankan koordinasi suatu rangkaian gerakan dengan


membuat urutan yang tepat dan mencapai yang diharapkan atau konsistensi
internal di antara gerakan-gerakan yang berbeda.
e) Pengalamiahan.
Pengalamiahan menuntut tingkah laku yang ditampilkan dengan paling
sedikit mengeluarkan energi fisik maupun psikis. Gerakannya dilakukan
secara rutin. Pengalamiahan merupakan tingkat kemampuan tertinggi
dalam domain psikomotorik.
II. Menyusun kisi-kisi Instrumen dan Butir Instrumen :
No
A.

Variabel
Pelaksanaan
Pembelajaran

Sub Variabel
1. Perencanaan

2. Presentasi /
Demonstrasi

3. Aplikasi /
Peniruan

Indikator
a. Persiapan yang
dilakukan guru dalam
kaitannya dengan :
materi pembelajaran;
alat dan bahan; dan alat
evaluasi yang tepat.
b. Menyiapkan siswa untuk
menerima pelajaran
a. Menyampaikan pokokpokok bahasan dan
apersepsi materi
pelajaran;
b. Presentasi materi
pelajaran baru;
c. Mengkaji materi
perbagian;

Butir Instrumen
1, 2 dan 3

d. Menyimpulkan materi
yang telah
dipresentasikan; dan
e. Memberikan penjelasan
tugas belajar secara jelas
dan spesifik
a. Mengawasi kegiatan
praktek,
b. Membimbing dan
mengarahkan kegiatan
praktek,
c. Membantu memecahkan
kesulitan yang dihadapi
siswa,
d. Memberi kesempatan

4
5

6
7

9
10
11

12

4. Evaluasi

a.
b.
c.

B.

Media
Pembelajaran

a.
b.
c.
d.
e.
f.

C.

Hasil Belajar

1. Kognitif

2. Afektif

3. Psikomotorik

a.
b.
c.
d.
e.
f.
a.
b.
c.
d.
e.
a.
b.
c.
7

siswa untuk mengulangi


kegiatan praktek sampai
mereka merasa yakin
telah menguasainya
dengan baik.
Pertimbangan
(judgement),
Kejelasan deskripsi
objek penilaian
Kriteria evaluasi yang
dapat dipertanggung
jawabkan (menggunakan
penilan acuan patokan
atau penilain acuan
norma)
Ketepatannya dengan
tujuan / kompetensi
pembelajaran.
Dukungan terhadap isi
materi pelajaran.
Kemudahan
mendapatkan media.
Keterampilan guru
menggunakannya.
Tersedia alokasi waktu
untuk menggunakannya.
Memilih media
pembelajaran harus
sesuai dengan taraf
berfikir (level penalaran)
dan perkembangan
peserta didik
Ingatan (Recall).
Pemahaman
(Understanding).
Penerapan (Applying).
Analisis (Analysis).
Sintesis (Syntesis).
Evaluasi (Evaluation).
Penerimaan.
Pemberian respon.
Penilaian.
Pengorganisasian.
Karakterisasi.
Peniruan.
Manipulasi.
Ketetapan.

13

14
15
16

17

18
19
20
21
22

23 dan 24

25 dan 26

27 dan 28

d. Artikulasi.
e. Pengalamiahan.
Jumlah Butir

28 Butir

III. Menjabarkan indikator variabel menjadi butir instrument wawancara:


INSTRUMEN PEDOMAN WAWANCARA
No.

Pertanyaan
Salam / Pembukaan :
Selamat Pagi Bapak / Ibu !
Maaf, boleh saya minta waktunya sebentar ?
Perkenalkan nama saya
Kedatangan saya ini tidak lain adalah memohon kesediaan bapak/ibu untuk
memberikan beberapa informasi yang saya perlukan untuk penelitian.
Kalau boleh, saya minta ijin untuk merekam wawancara ini agar nanti
membantu memudahkan saya untuk proses konversi data wawancara ini
menjadi catatan atau interpretasi wawancara.semacam catatan wawancara
begitulah kira-kira, bapak / ibu.
Terima kasih saya haturkan untuk bapak / ibu karena sudah meluangkan
waktunya.

1.

Oh ya, terkait dengan persiapan pembelajaran dari sisi materi pembelajaran,


hal apa saja yang menjadi focus perhatian bapak / ibu ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......
.......

2.

Oh begitu, ya pak/bu, selanjutnya dari sisi alat dan bahan, hal apa saja yang
menjadi fokus perhatian bapak / ibu ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......

3.

Iya..ya..ya, kalau dari sisi alat evaluasi yang akan bapak/ibu gunakan sebagai
pengukur daya serap / hasil belajar siswa, apa saja yang menjadi focus
perhatian bapak / ibu ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......
.......
Terus, saat bapak/ibu akan memulai pelajaran, ada tidak kiat-kiat atau trik

4.

khusus bapak/ibu untuk menyiapkan siswa untuk menerima pelajaran ?


Catatan wawancara :
.......
.......
.......
.......
5

Saat bapak/ibu diawal tatap muka menyampaikan pokok-pokok bahasan dan


melakukan apersepsi, bisa diceritakan teknik atau kiat-kiat yang bapak/ibu
terapkan ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......

Dalam mempresentasikan materi pelajaran baru, ada tidak penekanan khusus


yang bapak/ibu lakukan dalam kaitannya dengan pembangkitan minat siswa ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......

Menurut bapa/ibu perlu tidak membagi kajian materi pelajaran menjadi


bagian-bagian yang lebih kecil atau lebih sederhana ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......

Ketika bapak/ibu menyimpulkan materi yang telah dipresentasikan,


penekanan apa yang bapak/ibu tanamkan dalam konsep berpikir siswa ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......
Menurut bapak/ibu, apa manfaat pemberian tugas belajar di rumah (PR)
dengan kriteria penugasan secara jelas dan spesifik ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......
Ketika bapak/ibu mengawasi kegiatan praktek siswa anda, apa yang menjadi
point perhatian bapak/ibu ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......

10

11

Oh iya pak/bu, saat anda membimbing dan mengarahkan kegiatan praktek,


adakah penekanan tertentu yang bapak/ibu tanamkan pada siswa ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......

12

Ketika ada siswa yang mengalami kesulitan dalam praktek, apa yang
bapak/ibu terapkan biasanya ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......
Untuk masalah pemberi kesempatan siswa untuk mengulangi kegiatan
praktek, Apakah bapak/ibu memberikan kesempatan sampai mereka merasa
yakin telah menguasainya dengan baik ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......

13

14

Dalam memberikan evaluasi atau penilaian, apakah bapak/ibu menyampaikan


pertimbangan (judgement) penilaian anda kepada siswa ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......

15

Menurut ibu/bapak, apa pentingnya kejelasan deskripsi penilaian bagi proses


belajar siswa anda ?

16

17

Catatan wawancara :
.......
.......
.......
Oh ya pak/bu. Dalam teori tentang Kriteria evaluasi kita sama-sama tahu ada
yang namanya Penilan Aacuan Patokan atau Penilain Acuan Norma. Kalau
bapak/ibu lebih cenderung menggunakan yang mana ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......
Menurut bapak/ibu, manfaat apa yang diperoleh dengan adanya ketepatan
pemilihan media dengan tujuan / kompetensi pembelajaran ?
Catatan wawancara :
.......
.......
10

18

.......
Pernah tidak bapak/ibu mengalami sebuah situasi dimana media pembelajaran
yang tersedia tidak memiliki dukungan terhadap isi materi pelajaran ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......

19

Pernahkah bapak / ibu mengalami hambatan dalam hal kemudahan


mendapatkan media / alat bantu pembelajaran ? Waktu itu dalam
membawakan materi apa ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......

20

Menurut bapak/ibu, apakah masalah keterampilan guru menggunakan media


sangat mempengaruhi kualitas penyampaian informasi / materi kepada siswa ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......

21

Bagaimana cara bapak/ibu mensiasati ketersediaan alokasi waktu tatap muka


dengan pemanfaatan media pembelajaran ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......

22

Bagaimana pandangan bapak/ibu terkait dengan pemilihan media


pembelajaran yang sesuai dengan taraf berfikir (level penalaran) siswa ?
Catatan wawancara :
.......
.......
.......
Dalam memberikan evaluasi daya serap siswa ditinjau dari domain
kognitifnya, manakah dari ke enam ranah berikut yang paling sering
bapak/ibu gunakan ? (Beri tanda Cek atau Conteng pada tanda ( ) di depan
pilihan ranah)
( ) Ingatan (Recall).
( ) Pemahaman (Understanding).
( ) Penerapan (Applying).
( ) Analisis (Analysis).
( ) Sintesis (Syntesis).
( ) Evaluasi (Evaluation).

23

11

24

25

Oh begitu ya pak/bu, bisa bapak/ibu diceritakan contoh penerapannya ?


Catatan wawancara :
.......
.......
......
Nah tadi kan pada domain kognitifnya, kalau domain afektifnya, manakah
dari kelima ranah berikut yang paling sering bapak/ibu gunakan ? (Beri tanda
Cek atau Conteng pada tanda ( ) di depan pilihan ranah)
( ) Penerimaan.
( ) Pemberian respon.
( ) Penilaian.
( ) Pengorganisasian.
( ) Karakterisasi.

26

Oh begitu ya pak/bu, bisa bapak/ibu diceritakan contoh penerapannya ?


Catatan wawancara :
.......
.......
......

27.

Nah tadi kan pada domain afektifnya, kalau domain psikomotoriknya,


manakah dari kelima ranah berikut yang paling sering bapak/ibu gunakan ?
(Beri tanda Cek atau Conteng pada tanda ( ) di depan pilihan ranah)
( ) Peniruan.
( ) Manipulasi.
( ) Ketetapan.
( ) Artikulasi.
( ) Pengalamiahan.

28.

Oh begitu ya pak/bu, bisa bapak/ibu diceritakan contoh penerapannya ?


Catatan wawancara :
.......
.......
......

*) Catatan :
Cross Reference dilakukan dengan mengajukan pertanyaan konfirmasi terkait
indikator-indikator butir sebelumnya dengan butir yang lain untuk mendapatkan
konsistensi jawaban responden.

12