Anda di halaman 1dari 4

EKSTRAKSI CAIR CAIR

NAMA

: ZULFIKAR

NIM

: 13050105010078

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM BANDA ACEH
2015
EKSTRAKSI CAIR CAIR

Definisi
Ekstraksi cair-cair (liquid extraction, solvent extraction): yaitu pemisahan solut dari
cairan pembawa (diluen) menggunakan solven cair. Campuran diluen dan solven tersebut bersifat
heterogen (immiscible, tidak saling campur), dan jika dipisahkan terdapat 2 fase, yaitu fase
diluen (rafinat) dan fase solven (ekstrak).

Fase rafinat = fase residu, berisi diluen dan sisa solut.


Fase ekstrak = fase yang berisi solut dan solven.

Pemilihan solvent menjadi sangat penting. Dipilih solven yang memiliki sifat antara lain:
a. Solut mempunyai kelarutan yang besar dalam solven, tetapi solven sedikit atau tidak
melarutkan diluen,
b. Tidak mudah menguap pada saat ekstraksi,
c. Mudah dipisahkan dari solut, sehingga dapat dipergunakan kembali,
d. Tersedia dan tidak mahal.
Ekstraksi cair-cair digunakan apabila pemisahan campuran dengan cara distilasi tidak
mungkin dilakukan (misalnya karena pembentukan aseotrop atau karena kepekaannya terhadap
panas) atau tidak ekonomis. Seperti ekstraksi padat-cair, ekstraksi cair-cair selalu terdiri atas
sedikitnya dua tahap, yaltu pencampuran secara intensif bahan ekstraksi dengan pelarut, dan
pemisahan kedua fasa cair itu sesempurna mungkin.
Prinsip metode ini didasarkan pada zat terlarut dengan perbandingan tertentu antar dua
pelarut yang tidak saling bercampur seperti eter, kloroform, karbontetra klorida, dan karbon
disulfida. Diantara berbagai jenis pemisahan, ekstraksi pelarut merupakan metode yang paling
baik dan popular, karena metode ini dapat dilakukan baik tingkat mikro maupun makro.
Pemisahannya tidak memerlukan khusus atau canggih, melainkan hanya berupa corong pemisah.
Seringkali untuk melakukan pemisahan hanya dilakukan beberapa menit. (Yazid,. E,. 2005.)

Proses Ekstraksi Cair Cair

Tahap pertama dari ekstraksi cair cair adalah sampel disiapkan, apabila sampel berbentuk
padatan, sampel telebih dahulu dilarutkan dalam pelarut yang sesuai. Setelah itu, sampel
dilakukkan beberapa pengaturan seperti pH, kompleksasi, dsb. Setelah dilakukuan pengaturan
kimiawi, sampel diletakkkan dalam corong pemisah lalu ditambahkan pelarut yang tidak
dicampur, setelah itu digojok kuat. Setelah digojokkan, sampel didiamkkan sampai memisah.
Apabila kedua cairan jernih, lalu diambil zat yang dihendaki dan dilakukan pengukuran
solute/analit. Jika salut terekstraksi secara kuantitatif, solut diupkan sampai dperoleh konsentrasi
yang sesuai, lalu dinjeksikan atau dilakukan tahap penyiapan lanjut apabila ingin diteliti lagi.
Alat Ekstraksi Cair Cair
Alat yang digunakan pada ekstraksi pelarut cair-cair adalah corong pemisah. Corong
pemisah berbentuk kerucut yang ditutupi setengah bola, mempunyai penyumbat di atasnya dan
keran di bawahnya. Corong pemisah yang digunakan dalam laboratorium terbuat dari kaca
borosilikat dankerannya terbuat dari kaca ataupun teflon. Ukuran corong pemisah bervariasi
antara 50 mL sampai 3 L. Dalam skala industri, corong pemisah bisa berukuran sangat besar dan
dipasang sentrifuga.

Dalam memakai corong ini, campuran dan dua fase pelarut dimasukkan ke dalam corong dari
atas dengan corong keran ditutup. Corong ini kemudian ditutup dan digoyang dengan kuat untuk
membuat dua fase larutan tercampur. Corong ini kemudian dibalik dan keran dibuka untuk
melepaskan tekanan uap yang berlebihan. Corong ini kemudian didiamkan agar pemisahan
antara dua fase berlangsung. Penyumbat dan keran corong kemudian dibuka dan dua fase larutan
ini dipisahkan dengan mengontrol keran corong.