Anda di halaman 1dari 7

Pasir Kuarsa

Oleh kelompok 1 Bahan Galian Industri :

1. Hengky Rizky Romadhona

(11.2014.1.00486)

2. Ollingga Mirza Arumi

(11.2014.1.0048

3. Avieb Syahfrizal Akbar

(11.2014.1.004

4. Arrina Khanifa

(11.2014.1.004

5. Intan Sri Suryani

(11.2014.1.004

6. Allone Bahari

(11.2014.1.004

7. Arda Wira Satria

(11.2014.1.004

8. Aris Wahyu

(11.2014.1.004

1. Genesa Pasir Kuarsa

Pasir kuarsa di Indonesia lebih dikenal dengan nama pasir putih karena
terdiri dari yang berwarna putih. Pasir kuarsa adalah endapan letakan
(placer/aluvial) terjadi dari hasil pelapukan batuan yang banyak
mengandung mineral-mineral kuarsa (SiO2) selanjutnya mengalami
transportasi alam, terbawa oleh media trasportasi (air/es) yang kemudian
terendapkan dan terakmulasi di cekungan-cekungan (danau, pantai dan
lain-lain). Kristal kuarsa yang asli di alam karena kekerasannya, tahan
terhadap asam maupun basa.

Sebagai endapan letakan (placer) pasir kuarsa dapat berupa materialmaterial yang lepas-lepas sebagai pasir, dan dapat pula terus mengalami
suatu proses selanjutnya ialah terkonsolidasi menjadi batupasir dengan
kandungan silika yang tinggi, misalnya protokuarsit (75- 95 % kuarsa) dan
orthokuarsit (>95 % kuarsa)

Di Alam pasir kuarsa ditemukan dengan kemurnian yang bervarisi


tergantung kepada proses terbentuknya disamping adanya material lain
yang ikut selama proses pengendapan material pengotor tersebut bersifat
sebagai pemberi warna pada pasir kuarsa dan dari tersebut dapat
diperkirakan derajad kemurniannya

Pada umumnya pasir kuarsa ditemukan dengan ukuran butiran yang


berfariasi dalam distribusi yang melebar mulai dari fraksi halus (0,06mm)
sampai dengan ukuran kasar (2mm).

2. Mineralogi Pasir Kuarsa


Komposisi kimia sebagai berikut :

SiO2

: 55,30 99,87%

Fe2O3

: 0,01 9,14%

Al2O3

: 0,01 19,00%

TiO2

: 0,01 - 0,49%

CaO

MgO

: 0,01 - 0,26%

K2O

: 0,01 17,00%

: 0,01 -3,24%

Sifat fisik pasir kuarsa :

Kekerasan

: 7 ( skala mohs )

Berat jenis

: 2,65

Warna

: Putih, bening

Goresan

: Putih

Kilap

: Vitrious/kaca

Belahan

: Tidak ada

Pecahan

Titik lebur

: Kurang lebih 1715 0C

Bentuk kristal

: hexagonal

Panas sfesifik

: 0,185

Dan panas konduktifitas : 12 -100 0C

: Conchoidal

3. Keterdapatan Pasir Kuarsa

Cadangan pasir kuarsa terbesar terdapat di Sumatera Barat, potensi lain


terdapat di Kalimantan Barat, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan
Selatan, dan Pulau Bangka dan Belitung. Endapan pasir kuarsa jenis ini di
Banten terdapat di daerah Bayah, Panggarangan dan Banjarsari. Endapan
yang terdapat di daerah-daerah itu mempunyai mutu kimia cukup baik,
maupun pemilahan cukup seragam. Hal ini dapat memenuhi berbagai
industri olahan pasir kuarsa.

Dari laporan penyelidikan terdahulu cadangan pasir kuarsa Indonesia


terdapat di Indonesia bagian barat, karena kemungkinan batuan di daerah
ini bersifat asam. Berdasarkan laporan penelitian terdahulu serta hasil
kajian Madiadipoera, dkk, jumlah cadangan pasir kuarsa diperkirakan
sekitar 4,55 milyar ton, dengan perincian 78,6 juta ton cadangan terukur,
12,4 juta ton terindikasi, 21,3 juta ton tereka dan 4,4 milyar cadangan
hipotetik. Cadangan pasir kuarsa yang terbesar terdapat di Sumatera Barat,
yaitu sekitar 82,5% dari cadangan yang ada di Indonesia. Berikutnya
adalah Kalimantan Barat, Jawa Barat, Sumatera Selatan.

Kualitas pasir kuarsa yang terbaik terdapat di daerah Kalimantan Selatan


dengan kadar silika (SiO2) berkisar antara 98,7 - 99,9%, kemudian pasir
kuarsa yang berasal dari Bangka dan Belitung dengan kadar SiO2 antara
97,6 - 98,53%.

4. Tahap Eksplorasi Pasir Kuarsa

Eksplorasi endapan pasir kuarsa dilakukan untuk menentukan letak


penyebarn dan ketebalan. Untuk mengetahui potensi serta kualitas
cadangan pasir kuarsa dilakukan kegiatan eksplorasi yang meliputi proses
pemetaan udara, pemetaan topografi, pemetaan geologi, penyelidikan
geofisika serta dilanjutkan dengan pemboran atau dengan sumur uji.
Metode geofisika yang tepat untuk endapan pasir kuarsa ini umumnya
menggunakan cara tahanan jenis, karena kondisi endapan pasir kuarsa
relatif homogen dan cenderung sejajar dengan permukaan.

Pelaksanaan penyelidikan dilakukan dengan metode:

1. Pemetaan geologi
Pemetaan ini dimulai dengan orientasi lapangan dan eksploitasi lokasi
obyek pengamatan ke dalam peta. Obyek pengamatan berupa singkapan batuan un
tukmemperoleh gambaran tentang jenis-jenis sedimen yang ada dan bagaimana
hubungannyadengan batuan dasar. Data ini sangat diperlukan dalam perhitungan
cadangan maupundalam pekerjaan eksplorasi selanjutnya.
2. Pengamatan Geologi
Penelitian geologi detil dilakukan disekitar lokasi penambangan. Tujuan
utama pengamatan geologi adalah untuk memperoleh gambaran tentang jenisjenis sedimen yang ada dan bagaimana hubungannya dengan batuan dasar. Data
ini sangat
diperlukandalam perhitungan cadangan maupun dalam pekerjaan eksplorasi selanj
utnya.
3. Pemboran Dangkal

Untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan berkaitan dengan posisi,


dimensi,variasi litologi serta keadaan batuan dasar, dilakukan pemboran
dangkal.Pemboran ini diatur sedemikian rupa dengan jarak tiap titik pemboran
antara 200 sampai 300 meter.Pekerjaan pemboran dangkal diperlukan untuk
perhitungan cadangan, sedangkangambaran tentang keadaan batuan dasarnya
merupakan hal yang penting
dalam perencanaan penambangan, terutama bila dipakai system penambangan
semprot (Hydraulic Mining).

5. Penambangan Pasir Kuarsa

Secara umum, penambangan pasir kuarsa, yaitu dengan cara tambang


terbuka dengan cara kering dan cara basah menggunakan monitor
(hydraulic mine). Pemilihan metode bergantung kepada proses
pengolahan, dan letak sebaran endapan.

Tahap kegiatan penambangan meliputi pengupasan lapisan tanah penutup


(land clearing) dilanjutkan dengan kegiatan penggalian pasir kuarsa,
pemuatan.

Pengupasan
Tujuan pengupasan lapisan tanah penutup adalah untuk mengurangi
kotoran (dilution), ketika akan dilakukan proses penambangan. Biasanya
lapisan tanah penutup terdiri dari semak belukar dan lapisan lempung
(soil).
Pemilihan alat tergantung kepada kondisi lapangan dan tingkat
produksi penambangan.

Pembongkaran
Pembongkaran dilakukan untuk membebaskan endapan dari batuan
induknya yang padat keras yang mudah dibongkar sehingga peralatan
manual mekanis tekanan air juga dapat digunakan.

Karena bahan galian ini bersifat material lepas, maka sistem


penambangan yang dipakai dapat dengan cara kering maupun basah.
Pengambilan dengan cara kering yaitu menggunakan buldoser atau power
shovel, kemudian ditimbun dan diangkut memakai dumptruck.
Pengambilan pasir kuarsa dengan cara basah dilakukan penyemprotan
dengan monitor. Campuran air dan pasir kuarsa (slurry) dipompakan ke
penampungan (stockpile) lalu diangkut ke instalasi pengolahan atau
langsung dijual ke pasaran.

Pemuatan dan pengangkutan


Pengangkutan hasil tambang dari area tambang ke unit pengolahan
atau penampungan menggunakan alat muat excavator (back hoe), power
shovel atau wheel loader. Alat angkut yang digunakan adalah dump truck.

6. Pengolahan Pasir Kuarsa

Proses pengolahan pasir kuarsa tergantung kepada kegunaan serta


persyaratan yang dibutuhkan baik sebagai bahan baku maupun untuk
langsung digunakan. Untuk memperoleh spesifikasi yang dibutuhkan
dilakukan upaya pencucian untuk menghilangkan senyawa pengotor.

Proses Pencucian Pasir Silika

Menyiapkan lubang pencucian dengan menggunakan Excavator, ukuran luas


relatif, biasanya 10 meter/square dengan kedalaman lebih kurang 3 meter.
Sediakan juga selokan air untuk sirkulasi air bersih. Sirkulasi ini bisa
menggunakan Water Pump atau dengan gravitasi. Air bersih harus terus mengalir
ke kolam tsb untuk membuang air yang telah kotor.
Pilih lokasi pencucian yang dekat dengan sumber air & Stock Pail. Setelah
siap, pasir disekitar kolam tsb bisa diambil dan dicuci (angkat ceburkan sampai
lebih kurang 3 x) ke kolam tersebut.

Proses pencucian ini sangat signifikan dengan tujuan untuk meminimalisir


lumpur putih, Kaolin, debu dan organik lainnya seperti akar-akaran.

Proses Pengeringan

Setelah pencucian selesai, pasir diangkat dan dijemur di area Stock Pail.
Bertujuan untuk mengurangi kadar air. Memang tidak 100% air akan hilang, tapi
kita dapat mengurangi kadarnya sampai dengan tersisa 5 s/d 7% saja. Tidak perlu
terlalu lama, sekitar 2 s/d 3 hari saja.

7. Pemanfaatan Pasir Kuarsa

Industri Keramik

Industri Gelas dan Kaca

Industri Pengecoran dan Bata Tahan Api

Sebagai Bahan Untuk Membuat Filter Air

Untuk Kepentingan Sandblasting

Bahan Baku Pembuatan Semen

Pembuatan Bahan Genteng Logam atau Metal

Pengecoran Logam

lndustri manufaktur Lainnya

Pemakaian pasir kuarsa pada industri lainnya, yaitu sebagai bahan pengeras
pada pengolahan karet, bahan pengisi (industri cat), bahan ampelas (industri
gerinda), bahan penghilang karat (industri logam), dan industri lainnya, seperti
dalam indutri microchip (elektronika).