Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM PATOLOGI KLINIK

Hematology Analyzer

Dosen pembimbing : Tuti Wiyati,M.Sc.,Apt


Kelas / kelompok : P1 / 4
Nama anggota :
Imalia Nurhasanah
Mayrinda Harina Putri
M Andinata
Risma Damayanti
Tri Dewi Prasetyatuti

FAKULTAS FARMASI DAN SAINS


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam menjalani profesi di bidang kedokteran, seorang dokter dituntut untukmelakukan
pekerjaannya secara professional dan menangani pasiennya dengan tepat.Dalam hal ini,
segala hal yang berhubungan dengan keluhan serta penyakit yang dideritaoleh pasien harus
dipahami secara benar untuk memberikan penanganan lebih lanjutterhadap penyakit ataupun
persoalan yang terjadi pada pasien. Untuk menganalisa keluhanpasien demi memahami
penyakit apa yang diderita berdasarkan gejala-gejala yang ada,seorang dokter perlu
melakukan diagnosa penyakit secara tepat dan benar. Dengandilakukannya diagnosa yang
baik, nantinya hal tersebut akan berguna bagi seoang dokteruntuk memberikan penanganan
lebih lanjut secara tepat. Seorang dokter biasanya menyuruh pasiennya memeriksakan darah
ke laboratorium untuk mendiagnosis penyakitnya. Di laboratorium darahnya dianalisis dan
hasilnya berupa catatan mengenai jumlah sel darah merah/Red Blood Cell (RBC), sel darah
putih/White Blood Cell (WBC), platelete dan parameter-parameter dalam darah lainnya.
Bahkan volume rata-rata sel darah pun akan diketahui.
Pemeriksaan darah atau dikenal dengan pemeriksaan hemathology tersebut menggunakan alat
Hematology Analyzer atau Blood Cell Counter (penghitung sel darah). Fungsi alat ini intinya
untuk menghitung jumlah sel-sel darah.
Tetapi hasil pemeriksaan dari alat ini bisa bermacam-macam, seperti perhitungan volume
rata-rata sel darah merah/Mean Cell Volume (MCV), rata-rata sel hemoglobin/Mean Cell
Hemoglobin (MCB), konsentrasi rata-rata sel hemoglobin/Mean Cell Hemoglobin
Concentration (MCHC), volume rata-rata platelete/Mean Platelete Volume (MPV) dan masih
banyak parameter yang dihasilkan sesuai dengan kemampuan alatnya.
1.2 Tujuan
Mahasiswa mampu mengoprasikan mesin Hematologi Analyzer
Mahasiswa mampu menyimpulkan hasil pemeriksaan darah dari alat Hematologi
Analyzer pada saat praktikum setelah membandingkannya dengan nilai normal.

BAB II
Landasan Teori

A.

Teori dasar
Hematology Analyzer adalah alat untuk mengukur sampel berupa darah. Alat ini biasa
digunakan dalam bidang Kesehatan. Alat ini dapat membantu mendiagnosis penyakit
yang diderita seorang pasien seperti kanker, diabetes, dll.
Alat yang digunakan untuk memeriksa darah lengkap dengan cara menghitung dan
mengukur sel darah secara otomatis berdasarkan impedansi aliran listrik atau berkas
cahaya terhadap sel-sel yang di lewatkan. Mengukur sampel berupa darah. Alat ini
biasanya digunakan dalam bidang kesehatan. Alat ini dapat mendiagnosis penyakit yang
diderita seorang pasien seperti kanker, diabetes, dll. Pemeriksaan hematologi rutin seperti
meliputi pemeriksaan hemoglobin, hitung sel leukosit, dan hitung jumlah sel trombosit.
Alat ini bekerja berdasarkan prinsip flow cytometer. Flow cytometri adalah metode
pengukuran [= metri] jumlah dan sifat-sifat sel [= cyto] yang dibungkus oleh aliran cairan
[= flow] melalui celah sempit. Ribuan sel dialirkan melalui celah tersebut sedemikian
rupa sehingga sel dapat lewat satu per satu, kemudian dilakukan penghitungan jumlah sel
dan ukurannya. Alat ini juga dapat memberikan informasi intraseluler, termasuk inti sel.

B.

Prinsip kerja
Cara kerja alat ini adalah darah di cuci selama 200x kemudian dicampur dengan
hemolizying kemudian akan dihitung HB dan WBC, kemudian untuk penghitungan RBC
dan platelet darah dicuci 200x dan kemudian semua data diolah di mikroprosesor yang
kemudian akan ditampilkan dalam display.
*Prinsip impedansi listrik : Berdasarkan pada variasi impedansi yang dihasilkan oleh
sel-sel darah di dalam mikroaperture (celah chamber mikro), yang mana sampel darah
yang diencerkan dengan elektrolit diluent / Sys DIL, akan melalui mikroaperture yang
dipasangi dua elektroda pada dua sisinya (sisi vakum dan konstan) yang pada masingmasing arus listrik berjalan secara kontinyu, maka akan terjadi peningkatan resistensi
listrik (impedansi) pada kedua elektroda sesuai dengan volume sel (ukuran sel) yang
melewati. Impulse voltage yang dihasilkan oleh amplifier circuit ditingkatkan dan
dianalisa oleh elektronik system, lalu Hemoglobin diukur dengan melisiskan Red Blood
Cells (RBC) dengan Sys LYSE membentuk methemoglobin/cyanmethemoglobin dan
diukur secara spektrofotometri pada panjang gelombang 550 nm pada chamber. Hasil yang
didapat diprintout pada printer berupa nilai dan grafik sel.

*Prinsip light scattering adalah metode di mana sel dalam suatu aliran melewati celah
di mana berkas cahaya difokuskan ke situ (sensing area). Apabila cahaya tersebut
mengenai sel, akan dihamburkan, dipantulkan, atau dibiaskan ke semua arah. Beberapa
detektor yang diletakkan pada sudut-sudut tertentu akan menangkap berkas-berkas sinar
sesudah melewati sel itu. Alat yang memakai prinsip ini lazim disebut flow cytometeri.
C.
1.

Metode Pengukuran
Metode manual, sel-sel darah dilihat dengan mikroskop kemudian menghitungnya
sesuai jenisnya. Dalam metode ini mengandalkan penglihatan langsung dari seorang
analis kesehatan untuk menentukan jumlah sel sesuai dengan jenisnya

2. Metode elektrik konduksi, menggunakan prinsip mengukur perubahan konduktivitas


yang terjadi pada saat tiap sel melewati sebuah lubang sel pada orifice (ruang
penghitungan).
Ketika sel darah melewati aperture, perlawanan antara elektroda sejenak perubahan
perubahan tegangan yang sangat kecil terjadi. Instrumen yang menghitung perubahan
kecil sebagai pulsa. Ketinggian pulsa tergantung pada ukuran sel darah.
3.

Metode otomatik optik mendasarkan pada pengumpulan hamburan cahaya dari sel-sel
darah dan mengonversinya ke dalam bentuk pulsa-pulsa listrik untuk dihitung.
Pengukuran dan penyerapan sinar akibat interaksi sinar yang mempunyai panjang
gelombang tertentu dengan larutan atau sampel yang dilewatinya. Alat ini bekerja
berdasarkan prinsip flow cytometer. Flow cytometri adalah metode pengukuran (metri)
jumlah dan sifat sel (cyto) yang dibungkus oleh aliran cairan (flow) melalui celah sempit
Ribuan sel dialirkan melalui celah tersebut sedemikian rupa sehingga sel dapat lewat satu
per satu, kemudian dilakukan penghitungan jumlah sel dan ukurannya. Alat ini juga
dapat memberikan informasi intraseluler, termasuk inti sell Prinsip light scattering adalah
metode dimana sel dalam suatu aliran melewati celah dimana berkas cahaya difokuskan
ke situ (sensing area). Metode ini lebih canggih disbanding metode-metode sebelumnya.
Histogram

HCT: Hematocrit (%)

MCV: Mean corpuscular volume

MCH: Mean corpuscular hemoglobin

MCHC: Mean corpuscular hemoglobin

RDW: Red blood cell distribution width

D.

Macam macam Hematology Analyzer


1.

Semi automatic

2.

Automatic WBC 3 part diff

3.

WBC 5 part diff

http://septyasandika.blogspot.co.id/2014/08/hematology-analyzer.html

Anda mungkin juga menyukai