Anda di halaman 1dari 6
M. Subandowo, M.S. Dr. Suryaman, M.Pd. BUAKAN DIDIKAN JAKAN PENDIDIKAN: JOR! DAN PRAKTIK Yr. M. Subandowo, M.S. Dr. Suryaman, MLPA. SBN : 978-602-0923-44-4 © Copyright © Penesbit WINEKA MEDIA {ELUNE EPAUANGHENAT nggots IKAD No. L1S/T109 u Serayang C2E/28. Malang 65139 Pelp /¥aks : 62 0341 711221 itp:/ wee pembelajaranisionee.com itoyivnw wineknmedia.com rail : winekamediag@email com pt sei Undong-LIndong gut sebagian atau seluruh isi buku ini cara apapun, termasuk dengan cara naan mesin fotokopi,tanpa izin sah dati penebit. ‘Cetaan pertamn, fi KATA PENGANTAR Kebijakan adalah aturan tertulis yang merupekan keputusan formal organisasi, yang bersifat mengikat, yang mengatur perilaku. dengan tujuan untuk menciptakan tata nila baru dalam masyarakat. Kebjjakan akan menjadi rajukan utama para anggoia organisasi ‘tau anggota_masyerakat dalam berperileku. Kebijakan pada ‘umumnya bersifat problem solving dan proaktif. Berbeda dengan Hukum (Law) dan Poraturan (Regulation), kebijakan lebih bersifat adaptif dan intepratati, meskipun kebijakan juga mengatur “apa yang boleh, dan apa yang tidak boleh”. Kebijakan juga diharapkan 4lapat bersifat umum tetapi tanpa menghilangkan ciri lokal yang spesifik. Kebijakan harus memberi pelnang dintepretesikan sesuai ondisi spesifik yang ada Masi banyek Kestlahan pemahamen maupun kesalahon konsepsi tentang kebijakan, Beberapa orang menyebut policy dalam sebutan “kebijaksanaar”, yang maknanya sangat berbeda dengan Kebijakan. Istilah kebijaksanean adalah keacifan yang seseorang, sedangkan kebijakan adalah eturan tert keputusan formal organisas Contoh kebijakan acalah: (1) Undang-Undang, (2) Peraturan Pemerintah, (3) Keppres, (4) Kepmen, (5) Perda, (6) Keputusan Bupati, dan (7) Keputusan Direktur. Setiap kebijakan yen dicontohkan di sini adalah bersifat’mengikat dan waiib dilaksanakan oleh obyek kebijakan, Contoh di atas juga memberi Pengetabuan pada kita semua bahwa ruang lingkup Kebijakan dapat borsifit makro, meso, dan mikro, Buk “Kebijakan Pendidikan : Teori dan Praktik ini ihorapkan menjadi rujukan bagi para pelaku di bidang pendidikan i Indonesia dengan memberikan data dan informasi istoris serta menyajikan kebijakan-kebijakan pendidikan yang mutakhir i Indonesia Malang, Juni 2015 M. Subandowo Suryaman, DAFTAR Isi BABI PENDAHULUAN BAB2 PENDIDIKAN DI INDONESIA 1. Sejarah 2. Jenjang ¥ A. Pendidikan anak usia dint B. Pendidikan dasar C. Pendidikan menengah D. Pendidikan tinggi Jalur Pendidikan A. Pendidikan formal B. Pendidikan non-formal C._ Pendidikan informal Jenis A uma B. an kejuruan . in akadernik D, profesi B, Pendidikan vokasi.. F. Pendidikan keagamaan G. Pendidikan khusus, Kurikulum A. Komponen Kurikuhum 1B. Pungsi Kurikulum ©. denis Kurikulum di Indones Waktu Belajar A. Prasekolab..... By Sekolah Dasar s..0.s0... ©, Sekolah Menengah Pertama “4 “4 16 16 16 16 18 Is 18 9 9 19 19 20 20 20 20 20 21 2 24 32 32 32 33 33 vil ang Dit Pendidikan gan ‘an dan Kebudayaan ... asi. eknologi, dan Pendidikan nesia - )IDIKAN DI NEGARA lik Korea Selatan ; : Amerika Serikat 1 Ferien gia dia... DIDIKAN DI cndiditan Indonesia Sebelum ‘kan = 48 48 ‘1 54 34 56 62 6 n 4 cf A. Poriodisasi sojarah kebijakan pend Indonesia Periode Animisme dan Dinamisme (sebelum 1 M) Periode Sinkretisme Budha & Hindu-Syiwa (M~ 15M) Periode (slam (12M) Periode Portugis (16 M) Periode VOC (1596-1799) Periode Hindia Belanda (1799-1811) Periode Inggris (1811-1816) Periode Hindia Belanda (1816-1942) Periode Jepang (1942-1945) Kebijakan Penldikan Indonesia Setelah Kemerdekaan, ‘A, Masa Awal Kemerdekaan B, Masa Onie Lama C. Masa Orde Baru D._ Masa Reformasi Visi dan Misi Kementrian Pendidikan dan Kebudsyaan Paradigma Pendidikan Nasional Abad XX1_ (BNSP- 2010) A, Catatan Tentang Pendidikan Nasional Dewasa Ini B. Relevansi Faktor Geo-demografi bagi Paradigma Pendidikan ©. Sistem dan Kategorisasi Pendidikan 1D, Peraturan Perundang,-undangan... 1, Peluang dan Tantangan Pendidikan Abad XXI P. Paradigma Pendidikan Nasional Abad XI... G, Strategi Pencapaian L Kenoona Strategis Kementerian Pendidikan ‘Nasional tahun 2010-2014 .. ‘A. Landasan Filosofis Pendidikan Nasional 1, Pacadigma Pendidikan ©, Landasan Hokum D. Pilar e Pre k Anny 9 15 75 76 76 76 76 6 76 3 86 90 2 94 97 100 109 124 136 144 147 143 150 Ist isi Eksternal Lingkungan ssional ES it Nasional Pendidikan yang i Permendiknas imu competensi Gur { BIDANG INDONESIA istem Pendidikan Nasional ing No20 Tahun 2003, Tentang can Nasional nerintah No.19 Tahun 2005 dar Nasional Pendiditan nerintah Republik Indonesia No. 3 Tentang Perubshan Atas nerintah Republik Indonesia No 5 Tentang Standar Nasional vkum Bidang Pendidikan di 165 165 165 188 222 241 BAB 1 PENDAHULUAN fendidikan merupakan hal sentral dalam kehidupan. Setiap ‘manusia membutuhkan pendidikan dalam rangka untuk memperiuas wawasan dan kualitas hidupnya. Setiap warga negara Indonesia berhak mendapaikan pendidikan, dan pemerintah berkewajiban mengusahakan dan menyelenggarakan pendidikan. Kebijakan pendidikan yang dilaksanakan hendaknya — mampu ‘menjawab tantangan yang ada dan dapat —memenuhi kebutuhan ‘masyarakat dalam memperoleh akses pendidikan. Selain itu kebijakan ‘mampu mengarhkan kepeningkatan mutu sesuai dengan dinamika Ying erjadi baik pada tingkat regional, nasional, maupun global, pia masa sekarang dan pada masa yong kan datang Pada hakekatnya setiap manusia membutahkan pendidikan alam rangka untuk memperlias wawasan dan Kualitas hidupnya Setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pendidikan, baik Pendidikan yang diselenggarakan olett pemerinah maupun’ yang ivolenggarakan oleh masyorakat. Kewajiban mengusahakan dan ‘wenyelenszarakan suatu sistem pendidikan nasional mempakan Wagon, jawab pemerintah, Peran pomorinteh dalam mengusahakan dow) menyelonggarakan pendidikan mencakup penyediaan sarena dan iAsarnna pembelajaran, pendanaan, dan tenaga pendidik. Hal tersebut Veloh ditogaskan dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Wnsowerin thon 1945, Pasal 31, ayat(l) dan (2) yang menyatakan ‘ahowns Sotiap wargn Negara berhak mendapatkan pendidikan, Pemeriah mengusahakan dan menyelenggarckan suate sistem Hendidiban ‘sional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan ‘40 shiloh rutin dalam mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur ‘HeHiuan Widonig-vndong, Untuk memenubi tuntutan pembukaay UUD 15 dan panal 3) UUD 1945 make ditetapkan undang-undang nomor 20 emuncan Penman TEoRI PRAT, | 1